Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 4. April 2025 ISSN: 27342488 PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGANTISIPASI PATOLOGI SOSIAL Muhammad Aminullah1. Mohammad Makinuddin2 Email: hpnyarsmgs@gmail. com1, kinudd@gmail. Pascasarjana UNKAFA ABSTRAK Fenomena meningkatnya patologi sosial di kalangan remaja, seperti kenakalan, kekerasan, dan penyimpangan perilaku, menuntut pendekatan pendidikan yang lebih partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran strategis pendidikan Islam berbasis masyarakat sebagai solusi preventif dalam mengantisipasi patologi sosial. Dengan menggunakan metode studi pustaka, artikel ini menganalisis literatur terkait pendidikan Islam dan pendekatan komunitas dalam konteks sosial-keagamaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berbasis masyarakat efektif dalam memperkuat nilai-nilai keimanan, moral, dan sosial melalui kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, dan lembaga pendidikan. Pendekatan ini tidak hanya membentuk karakter individu tetapi juga menciptakan lingkungan sosial yang kondusif untuk mencegah penyimpangan Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi prinsip-prinsip Islam dengan pemberdayaan masyarakat sebagai sistem pendidikan alternatif yang berkelanjutan. Implikasinya, model ini dapat diterapkan sebagai strategi nasional dalam memperkuat ketahanan sosial dan menanggulangi patologi sosial secara sistemik. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Patologi Sosial. Masyarakat. ABSTRACT The increasing phenomenon of social pathology among adolescents, such as delinquency, violence, and behavioral deviations, demands a more participatory and contextual approach to education. This study aims to explore the strategic role of community-based Islamic education as a preventive solution in anticipating social pathology. Using the literature study method, this article analyzes literature related to Islamic education and the community approach in the socio-religious context. The results show that community-based Islamic education is effective in strengthening faith, moral and social values through collaboration between the community, religious leaders and educational This approach not only shapes individual character but also creates a conducive social environment to prevent behavioral deviations. The novelty of this research lies in the integration of Islamic principles with community empowerment as a sustainable alternative education system. The implication is that this model can be applied as a national strategy in strengthening social resilience and tackling social pathology systemically. Keywords: Islamic Education. Social Pathology. Society. PENDAHULUAN Patologi sosial merupakan fenomena yang kerap muncul dalam masyarakat modern sebagai dampak dari ketidakmampuan individu atau kelompok dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial yang terjadi secara cepat dan kompleks. 1 Gejala penyimpangan ini dapat berupa kenakalan remaja, tindakan kriminal, atau perilaku yang merugikan orang lain demi kepentingan pribadi tanpa memperhatikan norma dan dampak sosial. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan pendekatan solutif, salah satunya melalui peran pendidikan. Dalam rentang tahun 2023 hingga 2024 saja. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen pA) mencatat 20. 968 kasus telah dilaporkan, dengan 618 korban laki-laki dan 18. 146 korban perempuan. Jenis kekerasan yang paling banyak diadukan meliputi kekerasan fisik, psikis, dan seksual, di samping penelantaran, eksploitasi, dan perdagangan orang . Data SIMFONI PPA menunjukkan bahwa kekerasan terjadi hampir di semua kelompok usia, dengan korban terbanyak pada rentang usia 13Ae17 tahun sebanyak 8. 117 orang, disusul usia 25Ae44 tahun sebanyak 4. 753 korban, usia 6Ae12 tahun sebanyak 4. 662 korban, usia 18Ae24 tahun sebanyak 2. 578 korban, usia 0Ae5 tahun 622 korban, usia 45Ae59 tahun sebanyak 926 korban, dan lansia usia 60 tahun ke atas sebanyak 106 korban. Temuan ini menunjukkan bahwa remaja dan kelompok usia muda dewasa merupakan kelompok yang paling rentan menjadi korban kekerasan berbasis gender. Tidak berhenti di tahun 2024, pada awal tahun 2025. Semarang menjadi saksi bisu atas kejadian tragis berupa duel maut pelajar SMA. Duel senjata tajam yang berawal dari tantangan melalui Direct Message Instagram berujung tragis. Seorang pelajar SMKN 10 Semarang berinisial APW meninggal dunia setelah terlibat duel dengan Muhamad Rizki, siswa dari sekolah lain. 4 Bahkan beberapa hari kemarin, seorang pemuda berinisial F membakar rumah ibunya sendiri, di Mandailing Natal karena kesal tak diberi uang. kemudian diamankan warga lalu diserahkan ke polisi. Banyaknya kasus di atas menjadi indikasi bahwa masih banyak orang Indonesia yang mengidap patologi sosial, utamanya usia remaja dan dewasa. Kurangnya Pendidikan etika, moral, dan sosial dalam lingkungan masyarakat menjadi salah satu penyebab terbesar rusaknya lingkungan masyarakat hingga timbul patologi sosial. Dari maraknya kasus yang terjadi di Indonesia tersebut, kita tidak bisa hanya tinggal diam, melihat dan menikmati sajian peristiwa namun mencari solusi atas segala permasalahan tersebut. Pada akhirnya, pendidikan Islam berbasis masyarakat dipandang sebagai pendekatan yang strategis dalam membentuk karakter individu yang kuat dengan menanamkan nilai-nilai etika, moral, dan sosial yang bersumber dari ajaran agama. 6 Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, pendidikan ini tidak hanya menyentuh aspek pengetahuan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan yang dapat menjadi tameng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, khususnya di kalangan remaja yang tengah berada dalam masa pencarian jati diri dan sangat rentan terhadap penyimpangan sosial. Berbagai penelitian sebelumnya telah membahas pendidikan berbasis masyarakat dari beragam sudut pandang, seperti implementasi pembelajaran di sekolah alternatif (Hasim. Arifin. Pengantar Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , hlm. Hasan. Pendidikan dan Perubahan Sosial, (Bandung: Rosda Karya, 2. , hlm. Nafarozah Hikmah. AuKekerasan Pada Remaja RI Tembus 8 Ribu Kasus Pada 2024Ay, dalam https://bit. ly/42Xfyv4, diakses 19 April 2025. Titis Anis Fauziyah dan Ihsanuddin, "Duel Sajam Berawal dari Tantangan di Instagram. Pelajar di Semarang Tewas Dibacok", dalam https://bit. ly/4jBXdJO, diakses 19 April 2025. Finta Rahyuni, "Tega! Pria di Sumut Bakar Rumah Ortu gegara Kesal Tak Diberi Uang", dalam https://bit. ly/4cJd0E4, diakses 19 April 2025. Sudirman. Masyarakat dan Pendidikan Islam, (Yogyakarta: UII Press, 2. , hlm. Khairuddin. Remaja dan Tantangan Zaman, (Jakarta: RajaGrafindo, 2. , hlm. , peran pendidikan Islam informal dalam mengantisipasi patologi sosial remaja (Hasnil Aida, 2. , serta model pendidikan agama di lingkungan pesantren dan sekolah (Suhardi Suwardoyo, 2020. Mardianto dkk. , 2020. Abdul Malik, 2. Namun, penelitian-penelitian tersebut umumnya belum mengkaji secara khusus dan menyeluruh keterkaitan antara pendidikan Islam berbasis masyarakat dengan upaya antisipasi patologi sosial. Penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menawarkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan pendidikan Islam berbasis masyarakat dengan strategi pencegahan patologi sosial sehingga memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pemahaman terhadap peran strategis pendidikan Islam berbasis Masyarakat dalam menjawab tantangan sosial ME TODE PE NE LITIA N Artikel ini menggunakan metode riset kepustakaan atau studi pustaka, yaitu pendekatan penelitian yang mengandalkan sumber-sumber tertulis seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen lainnya sebagai bahan utama pengumpulan dan analisis data. Peneliti tidak melakukan observasi langsung di lapangan, melainkan berinteraksi langsung dengan teks dan naskah yang telah tersedia, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Metode ini bersifat Ausiap pakaiAy karena peneliti cukup mengakses literatur dari satu tempat, termasuk melalui perpustakaan online, dan sangat cocok untuk penelitian yang bersifat teoritis atau konseptual. HASIL DAN PEMBAHASAN Pedidikan Agama Islam Definisi pendidikan agama islam. pendidikan agama islam dibangun oleh dua makna esensial yaitu: penidikan dan agama islam. pengertian pendidikan islam menurut plato adalah Ausebuah pengembangan terhadap potensi siswa sehingga moral dan intektual mereka dapat berkembang dan menemukan kebenaran sejatiAy, dan seorang guru menempati posisi terpenting dalam memotivasi serta menciptakan lingkungannya. Aristoteles juga mendefinisikan pendidikan yakni Aumendidik manusia untuk memiliki sikap yang pantas dalam segala perbuatanAy. Menurut Drajat, agama memainkan peran penting dalam pendidikan sebagai motivasi hidup dan alat pengendalian diri. Agama bukan hanya untuk dipahami dan diamalkan, tetapi juga penting dalam membentuk manusia yang utuh. Oleh karena itu, pendidikan agama Islam turut mempengaruhi proses pendidikan di Indonesia sebagai agama yang diakui negara. Pendidikan agama islam adalah sebuah usaha dan proses penanaman sesuatu . antara guru dengan siswa dengan akhlaqul karimah sebagai akhir dari tujuan tersebut. Karakteristik utamaya yakni penanaman nilai-nilai islam dengan jiwa, pikir, rasa serta kecocokan dan keseimbangan. Menurut Zakiyah Daradjat, pendidikan agama islam adalah sebuah usaha untuk mengasuh dan membina peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran islam secara Kemudian menghayati tujuan yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan agama islam sebagai pandangan hidup. 9 Sedangkan dalam kurikulum PAI mendefinisikan bahwa pendidikan aama islam adalah sebuah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk memahami, mengenal, menghayati ajaran agama islam disertai dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya denan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa. Mokh. Imam Firmansyah. AuPendidikan Agama Islam: Pengertian. Tujuan. Dsar. Dan FungsiAy. Jurnal Pendidikan Agama Islam-TaAolim. Vol. No. 2, 2019, 82. Mokh. Imam Firmansyah. AuPendidikan AgamaA, 83. Abdul Majid & Dian Andayani. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep Dan Implementasi Kurikulum 2004, (Bandung :PT Remaja Rosda Karya, 2. , hlm. Tujuan pendidikan islaam menurut Athiyah Al-Abrasyi merupakan refleksi dari pandangannya terhadap peran pendidikan dalam mengembangkan individu dan masyarakat secara menyeluruh. Berikut adalah perpanjangan redaksi mengenai tujuan pendidikan islam menurut Athiyah Al-Abrasyi: Tujuan pendidikan islam adalah akhlak. Pendidikan budi pekerti adalah inti dari pendidikan Islam, yang bertujuan untuk mencapai akhlak yang sempurna. Meskipun demikian, pendidikan jasmani, akal, dan ilmu tetap diperhatikan. Tujuan utama pendidikan Islam adalah mendidik budi pekerti dan membentuk jiwa. Memperhatikan agama dan dunia sekaligus. Sesungguhnya ruang lingkup pendidikan islam tidak hanya terbatas pada pendidikan agama dan tidak juga tebatas hanya pada dunia Rasulullah pernah mengisyaratkan setiap pribadi dari umat islam supaya bekerja untuk agama dan dunianya sekaligus, sebagaimana sabdanya AUA a aA aO e aI eE aEa aaEa aEaIacEa a aI eOAUAaO aUA a A e aI eE aEa eIOaEa EaIacE aA Artinya: Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok pagi. Pendidikan Islam memiliki fungsi penting sebagai kekuatan yang menentukan prestasi dan Salah satu fungsi utamanya adalah menumbuhkan kecerdasan emosional, yang tidak hanya mencakup sikap ramah, tetapi juga ketegasan dalam mengungkapkan Kecerdasan emosional berarti mengelola perasaan secara efektif, memungkinkan kerja sama yang baik dengan orang lain melalui potensi psikologis seperti inisiatif, empati, komunikasi, dan kerja sama. Pendidikan Islam Berbasis Masyarakat Selain pemerintah, masyarakat juga mempunyai tanggung jawab atas sebuah Pendidikan harus dipengaruhi oleh 3 unsur yakni, keluarga, masyarakat dan Masyarakat berpengaruh besar terhadap pembentukan pengetahuan seseorang. Masyarakat pedesaan misalnya akan membentuk pengetahuan yang berbeda dengan masyarakat perkotaan, begitupula sebaliknya. Oleh karenanya tidak heran jika kita temukan pengetahuan yang berbeda dari masing-masing masyarakat tersebut. Masyarakat berperan sebagai pelaksana, pengguna, dan penyelenggara pendidikan serta memiliki tanggung jawab dalam pengawasan nilai budaya, penyaluran aspirasi, dan pembinaan keluarga. Dalam pandangan Islam, setiap anggota masyarakat wajib menjalankan pendidikan Islam untuk membentuk masyarakat yang islami, dengan tokoh masyarakat, ketua lingkungan, dan ulama berperan penting sebagai lembaga informal. Sementara pengertian pendidikan islam berbasis masyarakat itu sendiri adalah sebuah kegiatan pendidikan islam yang dilakukan atas dasar insiatif dari masyarakat, oleh Masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri. Hal ini sesuai dengan pengertian Pendidikan islam berbasis masyarakat dalam Undang-undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 16 yakni Aupendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakatAy. Secara umum tujuan pendidikan islam ialah untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, serta pengalaman perserta didik terkait agama islam sehingga dapat terbentuk menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia baik dalam kehidupan Muhammad Athiyyah Al-Abrasyi. At-Tarbiyah Al-Islamiyah. Terj. Abdullah Zaky Alkaaf. Cet. 1, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2. , hlm. Muhammad Yahdi. AuFungsi Pendidikan Islam Dalam Kehidupan ManusiaAy Jurnal Lintera Pendidikan. Vol. No. Desember 2010, 212 Surya dkk. Kapita Selekta Kependidikan SD, (Jakarta: Universitas Terbuka 2. , hlm. Moh Masduki. AuPendidikan Berbasis Masyarakat Dalam Pendidikan IslamAy Jurnal Qalamuna. Vol. No. Juli-Desember 2019, 112 pribadi, masyarakat, bangsa dan negara. Prinsi prinsip Pendidikan Islam Berbasis Masyarakat Prinsip prinsip utama yang menjadi landasan dalam pelaksanaan pendidikan yang berorientasi pada keterlibatan aktif dan pemberdayaan seluruh anggota masyarakat sebagai bagian dari upaya pengembangan sosial dan peningkatan kualitas hidup secara inklusif dan Diantara prinsip prinsip tersebut menurut zubaidi adalah: Penentuan Kebutuhan Secara Mandiri. Anggota masyarakat memiliki hak dan tanggung jawab untuk menentukan kebutuhan dan prioritas komunitasnya. Partisipasi aktif mendorong rasa kepemilikan dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan demi kemajuan bersama. Pemberdayaan Kemampuan Diri. Masyarakat diberdayakan melalui penguatan kemampuan individu untuk mengatasi masalah secara mandiri. Proses ini melibatkan pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan potensi lokal untuk menciptakan solusi dari dalam komunitas. Penghargaan atas Keberagaman. Menghindari diskriminasi berdasarkan usia, gender, agama, atau status sosial, pendidikan ini menghargai keberagaman. Prinsip ini memastikan inklusivitas dalam akses pendidikan dan pengembangan untuk semua anggota masyarakat. Pendidikan Sepanjang Hayat. Pembelajaran berlangsung sepanjang hayat, baik formal maupun nonformal. Peluang belajar disediakan untuk semua usia dan latar belakang guna mendukung pengembangan keterampilan, potensi diri, dan adaptasi terhadap Tujuan Pendidikan Islam Berbasis Masyarakat Dalam penerapannya, pendidikan islam berbasis masyarakat tentu memiliki tujuan, sebagaimana yang dikemukakan oleh Natsir bahwa pendidikan Islam berbasis masyarakat bertujuan untuk menciptakan umat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga aktif dalam memperjuangkan kemaslahatan masyarakat berdasarkan ajaran Islam. Sementara Langgulung berpendapat bahwa pendidikan islam berbasis masyarakat bertujuan untuk menghasilkan generasi yang dapat menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sosial mereka, sehingga menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Shihab menjelaskan bahwa pendidikan Islam berbasis masyarakat bertujuan untuk mempersiapkan generasi yang dapat mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, yang bermanfaat untuk kemajuan masyarakat. Beda halnya dengan pendapat Abuddin Nata yang dikutip dari pendapat Muhammad Fadhil alJamali yang mengatakan bahwa Pendidikan islam berbasis Masyarakat memiliki empat tujuan ini sebagaimana berikut: Mengenalkan manusia akan perannya sebagai makhluk sosial yang bertanggung jawab terhadap sesama dan alam, serta pentingnya hidup harmonis dengan keduanya. Mengajarkan nilai-nilai sosial seperti keadilan, kerjasama, dan tolong-menolong untuk menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera. Mengenalkan manusia akan alam dan mengajak mereka untuk memahami hikmah penciptaannya serta memanfaatkannya dengan bijaksana dan menjaga kelestariannya. Nurul Mutia Dkk. AuPeran Kegiatan Pengajian Sebagai Wadah Pelaksanaan Pendidikan Islam Berbasis MasyarakatAy. Jurnal Pendidikan Tambusai. Vol. No. 2, 2021, 3827. Zubaidi. Pendidikan Berbasis Masyarakat. Problem Sosial, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , hlm. Natsir. Pendidikan Islam dalam Pandangan Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , hlm. Hasan Langgulung. Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1. , hlm. Quraish Shihab. Pendidikan Islam dalam Perspektif Al-Qur'an, (Bandung: Mizan, 1. , hlm. Mengajarkan bahwa alam adalah ciptaan Allah yang harus disyukuri dan dijaga, dengan ibadah yang mencakup perbuatan sehari-hari dalam menjaga keharmonisan alam dan Upaya upaya Mewujudkan Pendidikan Islam Berbasis Masyarakat Upaya mewujudkan pendidikan Islam berbasis masyarakat dapat dimulai dengan memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan formal, nonformal, dan lingkungan Menurut Zakiah Daradjat, keterlibatan tokoh agama, keluarga, dan komunitas sangat penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai Islam. 21 Selain itu. Ahmad Tafsir menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui program-program berbasis komunitas, seperti pengajian, majelis taklim, dan pelatihan keterampilan yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam. Lebih lanjut. Arifin menjelaskan bahwa pendidikan Islam berbasis masyarakat dapat diwujudkan dengan mengintegrasikan pendidikan formal dan informal melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi juga harus berperan aktif dalam memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat. 23 Syamsul Nizar menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan partisipatif sangat penting untuk melibatkan masyarakat dalam merancang dan mengimplementasikan program-program pendidikan berbasis nilai Islam. 24 Oleh karena itu, pendidikan Islam berbasis masyarakat tidak hanya melibatkan lembaga pendidikan, tetapi juga mengintegrasikan peran aktif masyarakat dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan dan berbasis nilai-nilai Islami. Nata menjelaskan bahwa meskipun tujuan ideal Pendidikan Islam mencakup pengembangan wawasan sosial, banyak lembaga yang masih fokus pada tujuan keagamaan. Peserta didik mungkin terampil dalam ilmu agama dan ibadah, namun kurang peduli atau tidak tahu cara berkontribusi pada masyarakat. Menurut Nata, hal ini perlu diatasi melalui berbagai upaya perbaikan sebagaimana berikut: Memberikan wawasan tentang hubungan antar sesama manusia . ablum minanna. yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan hadits, dengan tetap menyandingkannya dengan pemahaman tentang hubungan yang baik dengan Allah SWT . ablum minalla. Menyampaikan wawasan, memberikan contoh, dan mempraktikkan pengamalan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Hal ini mencakup nilai-nilai seperti tolong-menolong, berbaik sangka, toleransi, saling menasihati, mengucapkan salam, memberi penghormatan, menjaga lingkungan, serta upaya mengatasi berbagai permasalahan seperti kemiskinan, kebodohan, dan lainnya. Nata menyimpulkan bahwa hubungan harmonis dan berkesinambungan antara pendidikan dan masyarakat perlu dibangun agar pendidikan mendukung kemajuan masyarakat, dan masyarakat mendukung keberlanjutan pendidikan. Patologi Sosial Patologi dari kata pathos, penderitaan atau sedangkan logos berarti ilmu. Jadi, patologi berarti ilmu tentang penyakit. Sosial merupakan wadah interaksi antarindividu dalam kelompok atau organisasi. Patologi sosial adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala sosial yang dianggap menyimpang atau AusakitAy akibat faktor Menurut Kartini Kartono, patologi sosial mencakup perilaku yang bertentangan Abuddin Nata. Sosiologi Pendidikan Islam, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2. , 85 Zakiah Daradjat. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1. , hlm. Ahmad Tafsir. Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , hlm. Arifin. Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , hlm. Syamsul Nizar. Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Prenada Media, 2. , hlm. Abuddin Nata. Sosiologi PendidikanA, hlm. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2. , hlm. dengan norma kebaikan, moral, hukum, dan nilai-nilai sosial seperti kesederhanaan, solidaritas, dan hidup rukun. Perubahan sosial dalam masyarakat dapat bersifat positif atau negatif. Perubahan positif harus dimiliki setiap masyarakat, sementara perubahan negatif, seperti penyakit masyarakat, harus dihindari. Simuh menjelaskan bahwa perubahan sosial negatif muncul akibat adanya unsur-unsur yang saling bertentangan dalam kehidupan bermasyarakat. Semakin meningkatnya gejala patologi sosial di suatu masyarakat, kondisi masyarakat akan semakin tidak stabil. Berbagai macam permasalahan sosial yang kita baca di media cetak dan disaksikan di media elektronik seakan-akan mengancam ketenteraman kita Hassan Shadily mengatakan bahwa gangguan masyarakat ini merupakan kejahatan. Kenakalan remaja, kemiskinan, dan lain sebagainya merupakan hal yang harus dicarikan 29 Gillin dan Gillin, sebagaimana dijelaskan oleh Salmadanis, mendefinisikan patologi sosial sebagai kajian tentang disorganisasi sosial atau maladjustment, termasuk penyebab, dampak, dan upaya perbaikan terhadap faktor-faktor yang mengganggu penyesuaian sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, kejahatan, perceraian, dan penyakit sosial lainnya. Patologi sosial juga berarti penyakit masyarakat atau keadaan abnormal dalam Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit di dalam masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa gangguan mental cukup besar kontribusinya terhadap waktu produktif dan ekonomi. 31 Menurut Vebrianto, patologi sosial mempunyai dua arti. Pertama, patologi sosial berarti suatu penyelidikan disiplin ilmu pengetahuan tentang disorganisasi sosial dan social maladjustment, yang di dalamnya membahas tentang arti, eksistensi, sebab, hasil, maupun tindakan perbaikan . terhadap faktor-faktor yang mengganggu atau mengurangi penyesuaian sosial . ocial Kedua, patologi sosial berarti keadaan sosial yang sakit atau abnormal pada suatu masyarakat. Jenis Patologi Sosial Tindak Kriminal dan Kenakalan Remaja. Usia remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, yang sering diwarnai dengan perilaku menyimpang akibat keinginan untuk menemukan jati diri dan dorongan untuk bebas dari kendali orang lain. Dalam kondisi ini, peran orang tua sangat penting sebagai penanggung jawab perilaku anak-anak. Kleptomania. Kleptomania adalah gangguan yang ditandai dengan dorongan untuk mencuri secara berulang, biasanya barang-barang tidak berharga seperti gula atau permen. Penderita merasakan ketegangan sebelum mencuri dan kelegaan setelahnya. Tindakan ini berbeda dari pencurian biasa yang didorong oleh motivasi keuntungan dan perencanaan. Perjudian. Judi adalah permainan yang mempertaruhkan uang atau barang berharga dengan mengandalkan spekulasi, biasanya dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi untuk memperoleh uang cepat tanpa bekerja. Kebiasaan berjudi dapat menyebabkan Kartini Kartono. Patologi Sosial, (Jakarta: Rajawali Press, 1. , hlm. Simuh. Islam dan Hegemoni Sosial: Islam Tradisional dan Perubahan Sosial, (Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, 2. , hlm. Hassan Shadily. Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia, (Jakarta: PT Bina Aksara, 1. , hlm. Salmadanis. Patologi Sosial dalam Perspektif Dakwah Islam Studi Kasus di KODI DKI, tt, hlm. Ascobat Gani, http:w. Diakses 12 Desember 2024. St. Vebrianto. Patologi Sosial, (Yogyakarta: Yayasan Pendidikan Pratama, 1. , hlm. Dadan Sumara. Sahadi Humaedi, & Meilany Budiarti Santoso. AuKenakalan Remaja dan penanganannyaAy. Jurnal Penelitian dan PPM. Vol. No. Juli 2017, 346. Reti Oktania & Winarini Wilman D. Mansoer. AuPengalaman Individu Dengan Riwayat KleptomaniaAy. Jurnal Psikologi Ulayat. Vol. No. 2, 2020, 141. ketergantungan, mengarah pada perilaku malas, emosional, tidak sabaran, dan kurang Alkoholisme (Minum-Minuman Kera. Minuman keras . mengandung alkohol dan zat adiktif yang dapat menimbulkan ketergantungan serta penurunan kesadaran. Penyalahgunaan miras, terutama di kalangan remaja, terus meningkat dan berakibat pada kenakalan, perkelahian, geng remaja, perbuatan asusila, dan premanisme. Penyalahgunaan Narkotika. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang yang dapat menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan ketidaksadaran, atau kecanduan. Jenis-jenis narkoba antara lain Opium. Morfin. Ganja. Cocaine. Heroin. Shabu-shabu. Ekstasi. Putaw. Alkohol, dan Hipnotika. Penyimpangan Seksual. Pelacuran, merupakan tindakan hubungan seksual demi mendapatkan imbalan uang atau barang berharga. Bestialiti, yaitu persetubuhan dengan binatang. Maturbasi/ Onani, yaitu mencari kenikmatan sex melalui benda-benda atau tangan sendiri maupun orang lain. Homosexual, yaitu berhubungan sex antara laki-laki dengan laki-laki. Lesbi, yaitu berhubungan sex antara perempuan dengan perempuan. Transvestitism, adalah suatu kondisi ketika penderita memiliki ketertarikan erotik seksual terhadap jenis kelamin yang sama . aki-lak. , dan Ia juga menikmati penampilan sosial dengan menggunakan atribut kewanitaan. Sadisme dan Machochism. penderita Sadisme akan memperoleh kepuasan seksual bila mereka melakukan hubungan seksual dengan terlebih dahulu menyakiti atau menyiksa Sedangkan Machochism merupakan kebalikan dari sadisme, yaitu seseorang dengan sengaja membiarkan dirinya disakiti atau disiksa untuk memperoleh kepuasan seksual. Pedofilia, adalah kelainan seksual yang menjadikan anak-anak sebagai objek seksual. Nekrifilia, adalah kelainan seksual yang berupa hubungan seks dengan orang mati. Free Sex atau sering disebut sex bebas merupakan hubungan sex atas dasar kesenangan, biasanya kerap dilakukan oleh kalangan remaja. Gangguan Kepribadian/ Kejiwaan Dalam Psikologi Islam, gangguan kepribadian adalah serangkaian perilaku manusia yang menyimpang . dari fitrah asli yang murni, bersih dan suci yang ditetapkan oleh Allah SWT. 38 berikut merupakan jenisjenis gangguan kepribadian antara lain. Stres. Stres adalah gangguan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar, sering kali terkait dengan masalah kejiwaan. Meskipun tidak langsung disebabkan oleh penyakit fisik, stres dapat menurunkan daya tahan tubuh, memicu penyakit fisik. Penyebab stres meliputi kecemasan, frustrasi, kelelahan, perasaan tertekan, dan lainnya, yang dapat diatasi dengan konsultasi psikiater atau istirahat total. Depresi. Depresi adalah gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan persaan yang merosot. Beberapa gejala gangguan depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, perasaan tidak berarti, hilang minat dan Mesias J. Sagala. AuTinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Permainan JudiAy. Jurnal Hukum Kaidah. Volume 18. No. 3, t. , 89. Titik Nurbiyati & Arif Widyatama. AuSosialisasi Bahaya Minuman Keras Bagi RemajaAy. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan. Vol. No. September 2014, 187. Fransiska Novita Eleanora. AuBahaya Penyalahgunaan Narkoba Serta Usaha Pencegahan dan PenanggulangannyaAy. Jurnal Hukum. Vol. No. April 2011, 442-443. Abdul Mujib. Kepribadian dalam Psikologi Islam, (Jakarta: Rajawali Pers, 2. , 351. semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri. Piromania. Piromania adalah kelainan jiwa yang menyebabkan seseorang merasa puas dengan membakar sesuatu. Penderita piromania . berbeda dari pembakar gedung atau mereka yang membakar karena kepentingan pribadi, moneter, atau balas Mereka menyulut api untuk merangsang euforia dan sering tertarik pada halhal yang berhubungan dengan pengendalian api, seperti pemadam kebakaran. Psikopat. Psikopat, yang berarti sakit jiwa, adalah kondisi di mana pengidapnya menunjukkan perilaku menyimpang dan antisosial. Berbeda dengan gangguan mental seperti skizofrenia, psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya disebut psikopati, dan pengidapnya sering dianggap sebagai orang gila tanpa gangguan mental. KESIMPULAN Pendidikan Islam berbasis masyarakat dapat menjadi antisipasi yang efektif terhadap patologi sosial karena beberapa alasan: Penguatan Nilai-Nilai Agama: Pendidikan Islam berbasis masyarakat dapat memperkuat nilai-nilai agama dalam diri individu, sehingga mereka lebih tahan terhadap pengaruh negatif yang dapat menyebabkan patologi sosial. Pemberdayaan Masyarakat: Pendidikan Islam berbasis masyarakat dapat memberdayakan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mencegah patologi sosial, sehingga masyarakat menjadi lebih kuat dan solid. Pengembangan Karakter: Pendidikan Islam berbasis masyarakat dapat membantu mengembangkan karakter individu yang kuat dan positif, sehingga mereka lebih mampu menghadapi tantangan dan tidak terjerumus ke dalam patologi sosial. Peningkatan Keterampilan Sosial: Pendidikan Islam berbasis masyarakat dapat membantu meningkatkan keterampilan sosial individu, sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan orang lain dan membangun hubungan yang positif. Pencegahan Penyimpangan Sosial: Pendidikan Islam berbasis masyarakat dapat membantu mencegah penyimpangan sosial dengan memperkuat nilai-nilai agama dan moral dalam diri individu. Dengan demikian, pendidikan Islam berbasis masyarakat dapat menjadi antisipasi yang efektif terhadap patologi sosial dengan memperkuat nilai-nilai agama, memberdayakan masyarakat, mengembangkan karakter, meningkatkan keterampilan sosial, dan mencegah penyimpangan sosial. DAFTAR PUSTAKA