Vol. 2 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 3021-8497 ISU-ISU KONTEMPORER: Terkait Ilmu Ke-Madrasah Ibtidaiyah Lilla Septiliana1. Ibnu Alwan Saputra2 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Universitas Wahid Hasyim Email: lillaseptiliana21@gmail. com, alwansaputra13okt@gmail. Abstrak Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah menghadapi tantangan untuk mempertahankan identitasnya sebagai institusi pendidikan awal yang menanamkan ajaran agama. Problem yang terkait dengan praktik pembelajaran harus diperhatikan secara menyeluruh. Dikarenakan madrasah adalah lembaga pendidikan Islam dengan tujuan penting untuk mendidik generasi muda Islam untuk menjadi penggerak dalam pembangunan masyarakat dan negara ke arah masa depan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan isu kontemporer terkait ilmu ke-Madrasah Ibtidaiyah. Dalam uraian tersebut, memberikan ikhtisar tentang berbagai isu dan topik yang dibicarakan dalam konteks pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah secara global. penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pustaka. Penelitian ini juga termasuk dalam kategori penelitian kualitatif. Hasil penelitian menggambarkan Dari hasil penelitian, terungkap gambaran mengenai prototipe Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta pemahaman mengenai isu-isu yang sedang terjadi dalam konteks pendidikan saat ini di kelas-kelas kontemporer. Kata Kunci: Isu Kontemporer. Madrasah Ibtidaiyah. PENDAHULUAN Pendidikan memainkan peran penting dalam kehidupan setiap orang. Islam, sebagai agama yang penuh kasih sayang, sangat memperhatikan pengembangan pendidikan untuk kelangsungan hidup manusia. Proses pendidikan memiliki potensi untuk menghasilkan banyak manfaat dan kebijaksanaan yang signifikan dalam menjalani kehidupan manusia, (Awwaliyah and Baharun, 2. Bersamaan dengan perubahan zaman, timbul berbagai isu kontemporer di dunia pendidikan, terutama di Madrasah Ibtidaiyah. Pendidikan kontemporer didefinisikan sebagai contoh pendidikan yang memiliki kemampuan untuk mendorong, mendorong, mengubah, dan membangun individu yang unggul dalam berbagai hal, termasuk moral, sosial, intelektual, dan spiritual. Pendidikan modern juga didefinisikan sebagai kegiatan yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk meningkatkan potensi siswa dengan menggunakan sistem dan pengetahuan yang telah ditetapkan. Sangat menarik untuk berbicara tentang madrasah di era global saat ini. Ini membutuhkan diskusi kolektif untuk menemukan solusi dan metode terbaik. Sebagai institusi pendidikan Islam, madrasah memiliki tujuan penting untuk mempersiapkan generasi muda Islam untuk berkontribusi pada peningkatan masyarakat dan negara di masa depan. Madrasah adalah bagian penting dari sistem pendidikan Islam. Pendidikan Islam adalah proses pertumbuhan fisik. Lilla Septiliana. Ibnu Alwan Saputra / ISU-ISU KONTEMPORER: Terkait Ilmu Ke-Madrasah IbtidaiyahSekolah Dasar Vol. 2 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 3021-8497 mental, bahasa, tingkah laku, kehidupan sosial, dan keagamaan seseorang dengan tujuan mencapai kesempurnaan dan kebaikan. Pendidikan Islam kontemporer berarti kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dengan tujuan meningkatkan potensi siswa berdasarkan prinsip-prinsip agama Islam yang relevan dengan dunia modern. Menurut Pasal 1 Ayat 2 UU Sisdiknas tahun 2003, tujuan pendidikan Islam modern harus selaras dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu pendidikan yang didasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, didasarkan pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional, dan responsif terhadap tuntutan zaman (Achadi, n. , . Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan salah satu jenjang pendidikan dasar yang memiliki peran penting dalam membentuk dasar pengetahuan dan karakter anak-anak. Dalam era kontemporer yang terus berubah dan berkembang, terdapat berbagai isu yang relevan dan berkaitan dengan ilmu yang diajarkan di MI. Isu-isu ini perlu diperhatikan agar pendidikan di MI dapat mengikuti perkembangan zaman dan tantangan yang ada. Beberapa isu kontemporer yang menjadi fokus dalam pendidikan MI. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru dan tokoh agama untuk membantu siswa mempelajari agama melalui kerangka konstruksi agama. Kerangka ini memiliki kemampuan untuk mengubah agama menjadi gagasan yang mengutamakan nilai-nilai universal. Pendidikan agama memainkan peran penting dalam perkembangan sosial dan perubahan ajaran agama, terutama dalam Islam. Ini penting karena mayoritas orang Indonesia beragama Islam. Fakta bahwa konflik dan kasus agama sering kali berasal dari interpretasi dan penerapan doktrin agama yang buruk menjadi tantangan bagi pendidikan Islam, dan Madrasah dan institusi Islam harus menangani tanggung jawab ini. Madrasah Ibtidaiyah, sebagai lembaga pendidikan Islam dini, memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi pada pembentukan negara yang aman dan damai. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa konflik agama telah meningkat dalam beberapa tahun kebelakangan ini. Tidak ada alasan untuk menyalahkan secara langsung guru agama Islam atau pendidikan agama di Madrasah Ibtidaiyah atas ketidaksesuaian antara realitas dan tujuan pendidikan. terutama dalam konteks masalah pendidikan agama Islam. Namun, hal ini perlu diperiksa dengan cermat. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, masalah identitas lokal yang terpengaruh oleh doktrin transnasional, serta masalah dalam praktik pembelajaran di Madrasah, merupakan dasar dari masalah yang perlu diteliti secara menyeluruh. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan masalah penting dan tren saat ini yang terjadi di Madrasah Ibtidaiyah, terutama dalam hal religiusitas. Diharapkan deskripsi ini dapat memberikan gambaran tentang berbagai masalah pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah di seluruh dunia, sehingga anomali pendidikan agama yang tidak mampu menjawab tantangan zaman dapat diatasi. Dua hal yang sangat penting bagi peneliti untuk melakukan penelitian ini. Pertama, mereka ingin mengetahui bagaimana pendidik menerapkan penyegaran dan pemahaman Lilla Septiliana. Ibnu Alwan Saputra / ISU-ISU KONTEMPORER: Terkait Ilmu Ke-Madrasah IbtidaiyahSekolah Dasar Vol. 2 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 3021-8497 agama dengan cara kritis, transformatif, dan pengakuan fungsi. Kedua, mereka ingin mendiskusikan kesulitan yang dihadapi dalam menerapkan pendidikan agama di Madrasah Ibtidaiyah dalam konteks pendidikan modern. Untuk memastikan penelitian ini memiliki arah yang jelas dan dapat dilaksanakan, penting untuk membatasi masalah yang telah diidentifikasi, yang menjadi perbedaan utama dengan penelitian serupa yang telah dilakukan Beberapa penelitian terkait Madrasah dan dunia pendidikan Islam telah dilakukan, yaitu: 1. Penelitian yang dilakukan oleh Ismi Adelia dan Oki mengenai Permasalahan Pendidikan Islam di Lembaga Pendidikan Madrasah. Hasil penelitian mereka mengungkap beberapa masalah pendidikan Islam di Madrasah, antara lain: . rendahnya moral siswa. kurangnya kontribusi siswa dalam menyebarkan ajaran Islam di masyarakat. kurangnya minat siswa, karena banyak siswa lebih suka sekolah umum daripada sekolah Studi Ilham tentang Masalah Pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah dan Strategi untuk Mengatasinya Penelitian ini menemukan bahwa institusi pendidikan Islam seringkali berada di posisi yang tertinggalAibahkan lebih tertinggal daripada institusi pendidikan lainnya. Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun orientasi dan visi pendidikan Islam. untuk mengintegrasikan ilmu agama dan umum. untuk mengembangkan tradisi akademik. untuk mengevaluasi kembali visi dan misi guru. untuk membuat strategi pembelajaran. dan untuk mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai Islam. Studi ulasan oleh Setyadi Sulaiman tentang tulisan Faris A. Noor. Yoginder Sikand, dan Martin van Bruinessen tentang pendidikan di Asia, aktivisme politik, dan hubungan antar negara. Buku ini mencakup kumpulan artikel yang ditulis oleh penulis dengan latar belakang Tujuan buku ini adalah untuk menjawab pertanyaan dan mempelajari perkembangan madrasah terbaru dalam lingkungan Muslim kontemporer. Madrasah, sebagai institusi pendidikan Islam modern, berfungsi sebagai cara yang efektif untuk menyebarkan ajaran Islam dan mengajar ulama kepada generasi berikutnya. Madrasah diharapkan dapat membantu membangun peradaban yang maju sesuai dengan kemajuan zaman, meskipun berkembang lebih lambat daripada pesantren. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa buku yang diperiksa terdiri dari kompilasi artikel yang ditulis oleh penulis berpendidikan tinggi. Tujuan dari buku tersebut adalah untuk menjawab pertanyaan dan mengetahui perkembangan madrasah terbaru di dunia Muslim saat ini. Sebagai lembaga pendidikan Islam modern. Madrasah memiliki tugas yang lebih luas daripada hanya mendidik ulama generasi baru. Selain itu, mereka berfungsi sebagai alat Lilla Septiliana. Ibnu Alwan Saputra / ISU-ISU KONTEMPORER: Terkait Ilmu Ke-Madrasah IbtidaiyahSekolah Dasar Vol. 2 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 3021-8497 yang efektif untuk menyebarkan iman Islam. Madrasah dirancang untuk membantu membangun peradaban yang unggul dan sejalan dengan kemajuan zaman yang cepat, meskipun berkembang lebih lambat daripada pesantren, yang masih memiliki kekurangan. Dari semua penelitian yang telah dilakukan, fokusnya lebih pada "madrasah secara umum", bukan tren atau masalah yang terjadi secara khusus di Madrasah Ibtidaiyah atau diskusi tentang pendidikan dasar Islam yang lebih spesifik. Salah satu ciri khas penelitian ini adalah mendeskripsikan masalah ilmu ke-Madrasah Ibtidaiyah kontemporer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana konsep pendidikan dasar Islam muncul dan berkembang. Peneliti berpendapat bahwa penelitian ini harus dilakukan karena Madrasah Ibtidaiyah memberikan pemahaman agama dan praktik keagamaan bagi generasi Muslim di Indonesia. Akibatnya, penelitian ini sangat penting untuk mempelajari Pendidikan Dasar Islam, yang seringkali dikotomis atau kurang diperhatikan dalam pembicaraan global. Peneliti percaya bahwa penelitian ini dapat membantu pendidikan agama Islam, khususnya pendidikan dasar Islam, di seluruh dunia dengan menggunakan pendekatan yang komprehensif dan universal. METODE Berbagai sumber referensi, seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen lain, dikumpulkan untuk digunakan dalam penelitian ini. Berbagai jenis media, termasuk yang diakses secara online dan offline, baik di dalam maupun di luar Setelah sumber referensi dikumpulkan, mereka dianalisis dan disintesis. Hasil dari analisis ini digunakan sebagai dasar diskusi tentang topik yang dibahas dalam artikel ini, karena bahan atau data yang diperlukan untuk penelitian ini sumbernya berasal dari perpustakaan, seperti buku, ensiklopedi, kamus, jurnal, dokumen, majalah, dan lainnya. Penelitian ini juga termasuk dalam kategori penelitian pustaka, juga dikenal sebagai penelitian pustaka (Harahap, 2014:. Ini karena strategi pertanyaannya menekankan pada pencarian makna, pengertian, konsep, karakteristik, dan deskripsi fenomena alami dan holistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan, dua elemen utama ditemukan ketika menceritakan tentang masalah dan tren saat ini di Madrasah Ibtidaiyah. Dua aspek tersebut berkaitan dengan gambaran implementasi Madrasah Ibtidaiyah dalam memberikan pemahaman agama kepada peserta didik melalui pendekatan fungsional yang kritis, transformatif, dan legitimasi. Model Madrasah Ibtidaiyah Lilla Septiliana. Ibnu Alwan Saputra / ISU-ISU KONTEMPORER: Terkait Ilmu Ke-Madrasah IbtidaiyahSekolah Dasar Vol. 2 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 3021-8497 Faktor penting yang perlu diteliti secara menyeluruh adalah penekanan khusus pada Madrasah Ibtidaiyah sebagai alat untuk memberikan ajaran dan nilai-nilai agama kepada generasi Muslim. Identitas Madrasah Ibtidaiyah yang berbasis Islam membuatnya bertanggung jawab secara moral untuk memberikan pengetahuan dan nilai-nilai kepada siswanya. Fokus penelitian ini adalah pada model proses pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah, bukan pada infrastruktur fisik seperti bangunan sekolah atau kapasitas kelas. Dua tugas dan tanggung jawab utama guru dalam kerangka penelitian ini adalah mengajar dan mendidik, serta meneliti kondisi peserta didik. Baik pendidik maupun peserta didik berperan penting dalam sistem pendidikan dan berperan sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran. Posisi mereka juga menentukan hasil belajar. Data yang ada mendukung pernyataan ini, seperti yang ditunjukkan dalam diagram berikut: Gambar 1. Model Madrasah Ibtidaiyah dalam Proses Pembelajaran Ada mempertimbangkan informasi yang disajikan dalam diagram proses pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah di atas. Pertama, input yang bermanfaat, seperti kurikulum yang mencakup ilmu agama dan ilmu umum, kegiatan sehari-hari yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama dan Fasilitas kelas, terutama papan tulis, sangat penting untuk menjamin bahwa pembelajaran berjalan dengan baik. Untuk mencapai tujuan Madrasah, fasilitator, dalam hal ini kepala Madrasah Ibtidaiyah, harus memaksimalkan pemanfaatan sumber daya manusia dan perlengkapan Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah, tugas fasilitator juga meliputi pembuatan program yang mencakup berbagai kegiatan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan program tersebut. Oleh Lilla Septiliana. Ibnu Alwan Saputra / ISU-ISU KONTEMPORER: Terkait Ilmu Ke-Madrasah IbtidaiyahSekolah Dasar Vol. 2 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 3021-8497 karena itu, penggunaan alat bantu audio-visual sangat penting untuk mendukung Transfer of Methodology untuk peserta didik usia 7-12 tahun. Peserta didik pada usia ini sangat responsif dan mampu memahami materi yang disampaikan oleh guru dengan bantuan alat seperti LCD atau Media audio-visual, seperti suara dan gambar, membantu anakanak memahami pelajaran. Ini disebabkan oleh fakta bahwa mereka sudah mampu menggunakan akal sehat pada usia ini. Dengan menggunakan media yang memiliki elemen suara dan gambar, guru akan membuat konsep yang dia sampaikan lebih mudah dipahami oleh siswa. Pada akhirnya, ini akan menghasilkan hasil pembelajaran yang lebih baik. Selain itu, teori Gardner tentang Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence. didukung oleh penggunaan media audio-visual. Menurut teori ini, setiap anak memiliki kelebihan dan memiliki kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan Penggunaan media audio-visual, seperti kecerdasan musik dan visual-spasial, dapat meningkatkan keterlibatan anak-anak dalam Kedua, input dari lingkungan. Sebagai hasil dari Sebagai hasil dari data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa hukum Madrasah Ibtidaiyah telah diterapkan dengan baik. Selain itu, pembelajaran dipengaruhi oleh Pembelajaran seharusnya dapat membantu masalah demografis, menurut Soemarwoto . Maryati . Istiadi . Bhakti. Istiqomah, dan Suprapto . Sebagai contoh, pendidikan agama sangat penting untuk menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan dan kebersihan alam, terutama di daerah dan tempat tinggal yang dekat dengan sungai. menekankan pendidikan multikultural, toleransi beragama, dan inisiatif pendidikan sejak dini. Guru dan pemangku kepentingan Madrasah Ibtidaiyah juga harus mempertimbangkan perubahan sosial dan kemajuan teknologi dalam pembelajaran. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar dapat disesuaikan dengan gaya belajar siswa, terutama yang berkaitan dengan anak-anak atau generasi milenial. Selanjutnya, prototipe Madrasah Ibtidaiyah berfokus pada proses Selama proses pembelajaran, setiap individu akan mengalami pengalaman hidup yang berbeda, tergantung pada ruang, waktu, dan lingkungan sosial yang mempengaruhinya. Perbedaan pengalaman hidup ini, baik dalam hal sosial maupun budaya, akan memengaruhi intensitas dan integritas pendidik dan peserta didik dalam agama dan budayanya, serta pemahaman agama mereka. Pendidikan agama Islam, yang merupakan komponen penting dalam kehidupan, diharapkan dapat membentuk dan menyesuaikan iman, takwa, dan akhlak siswa untuk terus meningkatkan peradaban dan kehidupan yang harmonis dalam masyarakat pluralis. Selain itu, tujuan tersebut mencakup pembentukan peradaban yang berbudi pekerti dan mencintai tanah air, serta pembentukan individu yang siap menghadapi tantangan, hambatan, dan perubahan sosial di tingkat lokal, nasional. Lilla Septiliana. Ibnu Alwan Saputra / ISU-ISU KONTEMPORER: Terkait Ilmu Ke-Madrasah IbtidaiyahSekolah Dasar Vol. 2 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 3021-8497 regional, dan global. Profesionalitas guru dan pendidik di Madrasah Ibtidaiyah sangat penting untuk mencapai harapan tersebut. Guru sebagai profesional sangat penting. Oleh karena itu, untuk meningkatkan profesionalisme guru, banyak pihak harus membantu. Ini termasuk kelompok kerja guru/musyawarah guru mata pelajaran. LPMP/P4TK (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidik/Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidika. Kepala Madrasah. Persatuan Orangtua Murid (POM)/Komite Madrasah. Pengawas Madrasah, pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan kementerian agama di daerah. Jika semua komponen bekerja sama dengan baik dan ada upaya yang terencana, terarah, dan berkelanjutan untuk pembaharuan pendidikan, maka profesionalitas guru dapat terwujud secara nyata. Selanjutnya, ide, konsep, dan strategi pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran harus mampu mengakomodir kebutuhan dan mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Harapannya, dalam proses pembelajaran tersebut juga dapat menjawab berbagai permasalahan, tantangan, hambatan, dan perubahan yang muncul dalam masyarakat secara sosial, baik dalam skala lokal, regional, nasional, maupun global. Pemahaman tentang Madrasah Ibtidaiyah Saat Ini (Permasalahan di Kelas dalam Konteks Moder. Ada dua belas hal penting yang harus menjadi perhatian utama dari perspektif pendidikan modernAiterutama di dalam kelasAiberdasarkan informasi yang dikumpulkan tentang masalah yang sering dihadapi di Madrasah Ibtidaiyah dalam lingkungan kelas kontemporer. Ini termasuk literasi media dan teknologi, ukuran kelas, pendidikan multikultural, pembelajaran berbasis sosial dan emosional, perilaku dan sikap siswa, masalah bullying, tugas rumah, manajemen waktu, peran orang tua, dan pengembangan profesionalisme pendidik. Literasi media dan tren teknologi. berdasarkan temuan, dapat disimpulkan bahwa tindakan yang diperlukan adalah memberikan pedoman dan pengetahuan yang tepat kepada peserta didik mengenai penggunaan yang bijak dari perangkat telepon pintar, gadget, dan perangkat elektronik Peserta didik sudah memiliki pemahaman yang canggih dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi tersebut, oleh karena itu, penting untuk mengarahkan dan membina kemampuan mereka agar digunakan secara positif. Stakeholder dapat mengoptimalkan kurikulum dengan memasukkan literasi media, seperti melalui penggunaan e-learning atau platform Google Classroom untuk tingkat yang lebih tinggi, serta memperkenalkan inovasi seperti tugas-tugas rumah (PR) yang menggunakan aplikasi digital dan permainan edukatif digital . bagi peserta Lilla Septiliana. Ibnu Alwan Saputra / ISU-ISU KONTEMPORER: Terkait Ilmu Ke-Madrasah IbtidaiyahSekolah Dasar Vol. 2 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 3021-8497 Daya tampung dan ukuran kelas. hasil pengamatan menunjukkan bahwa ukuran Dalam proses pembelajaran, kelas memerlukan perhatian yang lebih Semua pihak yang bertanggung jawab harus mempertimbangkan kapasitas siswa di kelas. Untuk memaksimalkan proses pembelajaran, strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan ukuran kelas. Bagaimana tempat duduk diatur selama diskusi kelompok atau ujian sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pendidikan multikultural. dampak demografis terlihat pada interaksi dan pemahaman siswa tentang keragaman budaya dan agama. Oleh karena itu, mendorong pendidikan agama yang mendorong pemahaman profetik, inklusif, dan humanis dalam lingkungan kelas sangat penting. Dengan memasukkan nilai-nilai yang berpusat pada kemanusiaan, kita dapat menghilangkan sikap eksklusif yang muncul dari pemikiran sempit yang berkaitan dengan agama, suku, atau golongan. Sangat penting untuk mempersiapkan interaksi sosial di luar lingkungan kelas, seperti kunjungan atau kerja sama antara sekolah atau madrasah dengan tempat ibadah, panti asuhan, dan lokasi budaya. Selain itu, materi yang berkaitan dengan muamalah atau topik yang terkait dengan "Hablumminannas" harus mencakup nilai-nilai seperti memahami satu sama lain, menghargai satu sama lain, dan mempercayai satu sama lain dalam kehidupan sosial. Hasil lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran yang berfokus pada aspek sosial dan emosional diperlukan untuk mencegah jalan individualisme dan pragmatisme. Siswa akan lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran jika mereka memiliki kemampuan interpersonal dan intrapersonal. Kesadaran diri, kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri, kesadaran sosial . , kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, dan tanggung jawab pengambilan keputusan adalah beberapa keterampilan yang perlu dikembangkan. Perilaku dan sikap siswa serta masalah perundungan, atau bullying, dipengaruhi oleh kecenderungan siswa untuk meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Dalam menangani masalah ini, guru dan kepala madrasah menghadapi tantangan seperti pelanggaran terhadap aturan Madrasah, percakapan di luar konteks pembelajaran, kurangnya minat dalam partisipasi aktif di kelas, perundungan . aik verbal maupun tindaka. , dan perilaku kenakalan. Oleh karena itu, pendidikan karakter yang menggabungkan prinsip-prinsip, termasuk prinsip-prinsip religius . khlakul karima. , sangat penting untuk diterapkan. Pekerjaan Rumah (PR). Ujian, dan Evaluasi Pembelajaran. pengamatan dan wawancara yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sangat penting untuk membuat tugas rumah yang mencakup aspek afektif dan psikomotorik serta kognitif. Sangat penting untuk melampaui batas menghafal dan menjawab pertanyaan, terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dan untuk menghasilkan penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan pembelajaran proyek dapat Lilla Septiliana. Ibnu Alwan Saputra / ISU-ISU KONTEMPORER: Terkait Ilmu Ke-Madrasah IbtidaiyahSekolah Dasar Vol. 2 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 3021-8497 membuat tugas sekolah lebih bermakna, terutama bagi anak-anak usia 7 hingga 12 tahun, yang berada di stadium operasional konkrit. Dalam pembelajaran, kerja sama antara guru dan orang tua sangat Keterlibatan orangtua dalam membantu pembelajaran di rumah dapat mempercepat pemahaman siswa. Hasil wawancara dengan orangtua menunjukkan bahwa banyak dari mereka mengeluh tentang jumlah pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh guru kepada anak-anak mereka. Namun, tanpa mengurangi pentingnya PR, orangtua juga harus memahami kurikulum dan materi apa yang harus dipelajari oleh anak-anak mereka. Jadi, orangtua dapat aktif membantu guru mencapai tujuan pembelajaran. Karena mereka mendapatkan bantuan dari orang tua mereka, siswa di sekolah tidak akan tertinggal dalam pelajaran. Oleh karena itu, kerja sama yang erat antara orangtua dan guru sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan paling baik. Pengamatan ini menunjukkan bahwa penting bagi semua orang di MadrasahAikepala sekolah, staf, peserta didik, guru, dan orang tua sebagai mitra guruAiuntuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya waktu dan membangun budaya kepatuhan segera. Agar budaya atau kebiasaan "jam karet" dihindari, setiap orang yang terlibat harus memperhatikan disiplin dan peraturan Madrasah, serta peraturan kelas. Pengembangan kemampuan profesional pendidik: Tugas guru sebagai agen pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah termasuk mengajar, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa. Untuk melakukan semua ini, diperlukan kemampuan dan keahlian yang sangat tinggi. Kemampuan siswa untuk menerapkan ajaran agama yang inklusif, humanis, dan profetik sangat bergantung pada kualitas pendidikan Karena itu, kompetensi guru sangat penting untuk Madrasah Ibtidaiyah karena mereka menjadi penentu utama keberhasilan kurikulum dan mewakili identitas Madrasah Ibtidaiyah. Untuk meningkatkan kompetensi guru, termasuk kompetensi pedagogik, keprampilan akademik, dan kemampuan pedagogis, peran industri dan mitra internasional, serta KKG/MGMP (Kelompok Kerja Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajara. LPMP/P4TK (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidik/Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidika. Kepala Madrasah. Pesatuan Orangtua Murid (POM)/Komite Madrasah. Pengawas Madrasah. Pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan Kementeri SIMPULAN Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah menghadapi tantangan untuk mempertahankan identitasnya sebagai institusi pendidikan awal yang menanamkan ajaran agama. Problem yang terkait dengan praktik pembelajaran harus diperhatikan secara menyeluruh. Analisis ini menghasilkan kesimpulan bahwa masalah dan tren modern di Madrasah Ibtidaiyah harus dibahas secara Lilla Septiliana. Ibnu Alwan Saputra / ISU-ISU KONTEMPORER: Terkait Ilmu Ke-Madrasah IbtidaiyahSekolah Dasar Vol. 2 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 3021-8497 Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menggambarkan masalah dan tren modern di Madrasah Ibtidaiyah, dua elemen yang paling Pertama, ada gambaran tentang bagaimana Madrasah Ibtidaiyah menggunakan pendekatan kritis, transformatif, dan legitimasi untuk memberikan pemahaman agama kepada siswanya. Kedua, ada gambaran tentang kesulitan yang dihadapi dalam menerapkan pendidikan agama di Madrasah Ibtidaiyah dalam konteks pendidikan modern. Dua komponen ini termasuk prototipe Madrasah Ibtidaiyah dan pemahaman tentang Madrasah Ibtidaiyah saat ini. Kedua komponen ini mencerminkan masalah yang terjadi dalam kelas Madrasah Ibtidaiyah dari sudut pandang modern. DAFTAR PUSTAKA Awwaliyah. Robiatul. And Hasan Baharun. AuPendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan\Nasional (Telaah Epistemologi Terhadap Problematika Pendidikan Isla. Ay 19 . Muvid. Muhammad Basyrul. Miftahuddin, dan Moh. Abdullah. AuPendidikan Islam Kontemporer Perspektif Hasan Langgulung dan Zakiah DarajatAy. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam 6. Hidayat. Nur. AuIsu-isu Kontemporer Keterpaduan Antara Islam Dengan PerdamaianAy. Achadi. Muh Wasith. AuPendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional,Ay Jurnal Al Ghazali . Muqoyyidin. Membangun Kesadaran Inklusif-Multikultural untuk Deradikalisasi Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 2. Shaleh. Pendidikan agama & pembangunan watak bangsa. Raja Grafindo Persada. Sarnoto. Konsepsi Politik Pendidikan di Indonesia. Jurnal Educhild: Pendidikan dan Sosial, 1. Damopolii. POTRET PENDIDIKAN ISLAM: Perspektif Pembaruan Pemikiran dan Gerakan Islam Indonesia Kontemporer. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 10. Nurdin. Reformasi Manajemen Pendidikan di Madrasah (Sebuah Tantangan Idealitas dan Realita. Mahfud. Rethinking Politik Pendidikan Islam Di Indonesia. Madania: Jurnal Ilmu Keislaman, 1. Nazir. Metode penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia, cet. Ke-7 Aeni. Pendidikan Karakter Untuk Siswa SD Dalam Perspektif Islam. Mimbar Sekolah Dasar, 1. Gardner. , & Hatch. Educational implications of the theory of multiple Educational researcher, 18. Lilla Septiliana. Ibnu Alwan Saputra / ISU-ISU KONTEMPORER: Terkait Ilmu Ke-Madrasah IbtidaiyahSekolah Dasar Vol. 2 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 3021-8497 Soemarwoto. Indonesia dalam kancah isu lingkungan global. Gramedia Pustaka