Jurnal Ibu dan Anak Vol 12. No. Mei 2024, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. THE RELATIONSHIP OF EARLY MARRIAGE AND THE IMPACT OF PREGNANCY IN THE SIPAYUNG HEALTH CENTER AREA Elsie Anggreni . Dosen Program Studi D-i Kebidanan Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri. Rengat. Indonesia Email: elsieanggreni@yahoo. Article Info Article history Received date: 4 April 2024 Revised date: 4 mei 2024 Accepted date: 31 mei 2024 Abstract Early marriage is a marriage carried out by teenagers under the age of 20 who are not yet ready to get married. Pregnancy is the union of spermatozoa and ovum followed by nidation. The aim of this research is to break the relationship between early marriage and the production of 43 pregnancies in the Sipayung Community Health Center Work Area in The method used is an analytical method with a cross sectional The result was that there were 49% who had early marriage and 51% who did not, 44% who felt the impact of early marriage and 56% who did not feel the impact of early marriage. In conclusion, there is no relationship between early marriage and the impact of pregnancy in the Sipayung Community Health Center Working Area with a P-value Keywords: Early marriage 1. Impact of Pregnancy 2 Abstrak Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh remaja dibawah usia 20 tahun yang belum siap untuk melangsungkan Kehamilan merupakan penyatuan spermatozoa dan ovum yang diikuti dengan nidasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memutus hubungan pernikahan dini dengan produksi kehamilan yang berjumlah 43 orang di Wilayah Kerja Puskesmas Sipayung pada tahun 2022. Metode yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasilnya terdapat 49% yang melakukan pernikahan dini dan 51% yang tidak melakukan pernikahan dini, 44% yang merasakan dampak pernikahan dini dan 56% yang tidak merasakan dampak pernikahan dini. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan pernikahan dini dengan dampak kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Sipayung dengan nilai P-value sebesar 0,207. Kata kunci: Pernikahan Dini 1. Dampak Kehamilan 2 PENDAHULUAN Menurut World Health Organization (WHO) pernikahan dini . arly marrie. adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan dikategorikan anak anak atau remaja yang berusia dibawah usia 20 tahun. Menurut data yang dikeluarkan United Nations ChildrenAos Jurnal Ibu dan Anak Vol 12. No. Mei 2024, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Fund (UNICEF), sekitar 21% perempuan dan 4% laki-laki di dunia yang menikah sebelum pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun. Apabila masih di bawah umur tersebut, maka dinamakan pernikahan dini. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Indragiri Hulu terdapat pasangan yang melakukan pernikahan dibawah usia 20 tahun berjumlah 3. 144 (BPS, 2. Dari data yang di peroleh dari Puskesmas Sipayung ada 43 pasangan yang menikah di bawah usia 20 tahun. Pernikahan usia muda ini terjadi pada anak usia 15-19 tahun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sipayung. Kehamilan merupakan penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi. Kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 Dari data tersebut di dapatkan sekitar 650 juta perempuan yang menikah ketika masih dalam kategori anak-ana. dengan angka 12 juta dibawah 18 yang menikah pertahunnya (Unicef, 2. Menurut Rohan dan Siyoto . menyatakan dampak kehamilan di usia muda yaitu : Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak misalnya: karena terkejut, cemas, karena memiliki dampak kesehatan yang besar antara lain meningkatnya diinginkan, terminasi kehamilan,kematian pada bayi didalam kandungan, keguguran, persalinan,gangguan Secara fisik, remaja yang hamil mengalamikematian saat melahirkan. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping 17 yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. Program pencegahan kehamilan remaja mencakup hal-hal berikut (Papri. Zubaida. Sarwat dan Marsheda 2. yaitu: . Remaja harus didorong untuk menunda aktivitas seks dini. Pentingnya pemberian konseling dan informasi tentang pencegahan kehamilan, jika mereka menjadi seksual yang . Tenaga kesehatan harus peka terhadap masalah yang berkaitan dengan seksualitas remaja dan mempunyai riwayat perkembangan seksual yang tepat pada semua pasien remaja. Harus dipastikan bahwa semua remaja yang melakukan hubungan seksual aktif memiliki pengetahuan tentang alat kontrasepsi. Menurut Yanti, dkk . dampak pernikahan dini memiliki dua sisi, yaitu dampak positif dan dampak negative. Pertama, dampak positif dari pernikahan dini baik jika ditinjau dari segi agama adalah menghindari terjadinya zina, terhindar dari perilaku seks bebas karena kebutuhan seksual terpenuhi, dapat mengurangi beban orang tua yang ekonominya rendah serta adanya anggapan jika menikah muda menginjak usia tua tidak lagi mempunyai anak yang masih kecil. Kedua. Kematangan psikologis belum tercapai. Ditinjau dari segi sosial, dengan perkawinan mengurangi kebebasan pengembangan diri, mengurangi kesempatan melanjutkan pendidikan ke Jurnal Ibu dan Anak Vol 12. No. Mei 2024, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. jenjang yang lebih tinggi, serta menjadi sebuah aib bagi keluarga di lingkungan masyarakat setempat. Ditinjau dari segi meningkatkan angka kematian bayi dan ibu, risiko komplikasi kehamilan, persalinan dan Bagi bayi risiko terjadinya kesakitan dan kematian meningkat. Taraf kehidupan yang rendah serta tingkat perceraian tinggi. METODE Jenis dan rancangan penelitian Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan adalah data skunder dengan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat analitik serta menggunakan design penelitian cross sectional dengan tujuan mencari keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen. Dalam penelitian ini variabel dependen adalah dampak pernikahan dini dan variabel independen adalah pernikahan dini di Wilayah Puskesmas Sipayung Variabel Penelitian Independen Dependen Pernikahan Dini Dampak Kehamilan Gambar 1Variabel Penelitian Populasi dan Sampel Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan yang melakukan pernikahan dini yang berada di Puskesmas Sipayung Tahun 2020-2022 dengan jumlah 43 Catin Dan Yang dijadikan sampel adalah 43 orang. Teknik pengambilan sampel total sampling, yaitu cara pengambilan sampel dengan teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua. (Sugiyono, 2. Teknik Pengambilan data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan pembagian kuesioner kepada responden agar di isi secara langsung oleh responden dan dihitung hasil pengisian kueisioner yang telah dilakukan oleh Hipotesa Ho : Tidak ada hubungan antara kehamilan di Wilayah Puskesmas Sipayung Tahun 2022. Ha : Ada hubungan antara pernikahan dini dengan dampak kehamilan di Wilayah Puskesmas Sipayung Tahun Analisa Data Analisis Univariat Analisis univariat dilakukan dengan meggunakan rumus yeo P=yea X 100% Keterangan: P : Persentase X : Jumlah kejadian pada responden N : Jumlah seluruh responden Analisis Bivariat dengan uji paired sample t-test pengambilan keputusan dalam uji paired sample t-test berrdasarkan nilai signifikansi (Sig. ) hasil output SPSS, sebagai berikut: Jika nilai sign. -taile. < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha Jika nilai sign. -taile. > 0,05, maka Ho diterima dan Ha HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univarit Tabel 1. Distribusi frekuensi pernikahan dini di Wilayah Kerja Puskesmas Sipayung Jurnal Ibu dan Anak Vol 12. No. Mei 2024, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Pernikahan Dini Menikah Dini Tidak Meniah Dini Jumlah Respond Persentas e (%) Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa mayoritas tingkat pernikahan dini di Wilayah Kerja Puskesmas Sipayung Tahun 2022 yang menikah dini berjumlah 21 orang . %), dan yang tidak menikah dini berjumlah 22 orang . %). Tabel 2. Distribusi frekuensi dampak pernikahan dini di Wilayah Puskesmas Sipayung Dampak Respond Persentase Pernikahan (%) Berdampak Tidak Berdampak Jumlah Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dampak dari pernikahan dini di wilayah kerja puskesmas Sipayung berjumlah 19 orang . %) dan yang tidak berdampak berjumlah 24 orang. %). Analisis Bivariat Tabel 3. Distribusi dampak pada pernikahan dini di Wilayah Puskesmas Sipayung Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa pada pernikahan dini yang berdampak pada kehamilan berdasarkan umur mayoritas pada usia 20 tahun berjumlah 22 orang . ,2%). Dan minoritas pada usia 18 tahun berjumlah 5 orang . ,6%). Dari hasil uji statistik di dapat hasil P-Value 0,207. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pernikahan dini pada kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Sipayung. SIMPULAN Kesimpulannya adalah. Dari hasil uji statistik di dapat hasil P-Value 0,207. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pernikahan dini pada kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Sipayung. UCAPAN TERIMA KASIH