CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. com/index. php/caradde Volume 8 | Nomor 2 | Desember . 5 e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961 DOI: https://doi. org/10. 31960/caradde. Peningkatan Nilai Tambah Jeruk Siam Pasca Panen Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Pada Kelompok Tani Buluh Serumpun Kiki Kristiandi1*. Sri Mulyati2. Sangkala3. Dea Apriani4. Novita5. Heri Budianto6 Kata Kunci: Buluh Serumpun. Jeruk Siam. Pengingkatan Ekonomi. Keywords: Buluh Serumpun. Economic Improvement. Siamese Oranges. Corespondensi Author Program Studi Agroindustri Pangan. Politeknik Negeri Sambas. Sambas. Kalimantan Barat Email: kikiristiandi2020@gmail. Article History Received: 10-10-2025. Reviewed: 28-10-2025. Accepted: 25-11-2025. Available Online: 18-12-2025. Published: 28-12-2025. Abstrak. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membantu Kelompok Tani Buluh Serumpun sebagai mitra untuk mengurangi limbah jeruk siam pascapanen dengan mengembangkan produk turunan yang tidak terserap oleh Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan PKM ini yaitu dengan participatory approach. Metode ini menekankan bahwa mitra terlibat aktif dari tahapan perencanaan hingga evaluasi. Uraian dalam tahapan PKM yang dilakukan mencakup identifikasi masalah dan kebutuhan mitra, sosialisasi program, pelatihan dan peningkatan kapasitas, penerapan teknologi tepat guna, uji coba produksi, pendampingan produksi dan pengembangan pasar dan evaluasi dan keberlanjutan program. Jumlah peserta yang terlibat adalah 25 orang . orang laki-laki dan 18 perempua. Sedangkan untuk mengukur tingkat pengetahuan mitra yaitu dengan melakukan pre-post test. Hasil dari kegiatan PKM ini adanya peningkatan pengetahuan pre test dengan rata-rata nilai 54,08 dan post test sebesar 74,78. Hal ini menunjukan adanya daya terima positif dari masyarakat selaku mitra terhadap pelatihan yang diberikan dengan peningkatan nilai yang didapat sebesar 38,27%. Dan secara wawancara langsung bahwa kegiatan ini membantu masyarakat dalam mengolah jeruk siam yang tidak diterima oleh pasar dan mitra mendapatkan pengalaman baru dalam pengolahan jeruk siam dari pelatihan yang telah dilakukan. Abstract. The objective of this community service program is to assist the Kelompok Tani Buluh Serumpun as a partner in reducing post-harvest waste of Siam oranges by developing derivative products that are not absorbed by the The method used to achieve the goals of this PKM program is the participatory approach, which emphasizes active involvement of the partners from the planning stage to the evaluation stage. The stages carried out in this program include identifying the partnersAo problems and needs, program dissemination, training and capacity building, implementation of appropriate technology, development, and program evaluation and sustainability. total of 25 participants were involved . men and 18 To measure the partnersAo level of knowledge, pre- Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 test and post-test assessments were conducted. The results show an increase in knowledge, with an average pre-test score of 54. 08 and a post-test score of 74. This indicates positive acceptance from the community as partners toward the training provided, reflected by a 38. 27% increase in Direct interviews also revealed that this activity helped the community process Siam oranges that were not accepted by the market, and that the partners gained new experience in Siam-orange processing through the training This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. @2025 by Author Ibrahim. , & Lestari. , 2. Selain itu pula hal ini menjadi bagian dari kerugian petani. Kurugian ini diukur dari harga yang tidak sesuai dengan pasar dan juga petani cenderung kebingungan dalam menutup harga pupuk yang cukup mahal. Ketidakserapan hasil panen ini biasanya disebabkan oleh beberapa fakor, diantaranya adalah kondisi cuaca, harga pupuk, dan hama, sehingga menyebabkan tingkat kematangan dan ukuran buah yang didapatkan mengalami kondisi yang tidak diinginkan oleh pasar atau tidak memenuhi standar pasar. Hal ini sejalan dengan Hanif & Ashari. , 2021. Sastrya Wanto . , yang menyebutkan bahwa spesifikasi pasar yang ketat terhadap hasil yang didapatkan menyebabkan kondisi ketatnya spesifikasi menyebabkan petani menjadi kualahan dalam memenuhi standar dan lebih banyak ruginya, karena selalu tidak sejalan dengan harga jual dengan biaya operasional dan memberikan pendapatn yang tidak layak bagi petani (Fitriani. , & Mahmud. , 2. Fenomena yang terjadi di petani jeruk ini tidak hanya terjadi secara sporadis, tetapi menjadi pola tahunan yang dialami sebagian besar sentra jeruk siam khususnya di Kabupaten Sambas. Tantangan lainnya yaitu fasilitas serta minimnya akses petani pada teknologi pengolahan sederhana yang dapat mengurang kehilangan hasil . orst harvest Disisi lain, jeruk siam menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan dapat membantu perekonomian Permasalahan tersebut menunjukan bahwa ketergantungan pada penjualan PENDAHULUAN Kabupaten Sambas wilayah yang berada di Kalimantan Barat dengan hasil pertanian yang melimpah diantaranya jeruk siam. Jenis buah ini menjadi brand yang dikenal masyarakat Indonesia adalah jeruk pontianak. Jeruk siam menjadi ladang pekerjaan dan pendapatan bagi sebagian masyarakat Kabupaten Sambas. Tingkat produksi jeruk siam pada tahun 2023 mencapai 8. 89,8 kuintal. Namun jumlah tersebut tidak sebesar pada tahun 2020-2021, dimana kondisi hasil produksinya mencapai 4,5x lipat (BPS, 2. Hal ini disebabkan karena banyak petani yang mengalami kerugian akibat banyaknya hasilnya tidak sesuai permintaan pasar, perawatan yang rumit, harga pupuk yang terus mahal, petani yang tidak memiliki keterampilan dalam mengolah turunan jeruk siam dan kendala lainnya, sehingga banyak petani jeruk siam saat ini beralih fungsi lahan menjadi sawit dan tumbuhan lainnya (Nk et , 2020. Strano et al. , 2022. Munawaroh. & Aziz. , 2. Produksi jeruk siam pada saat musim pascapanen sering mendapatkan kendala yang cukup serius, yakni tidak semua hasil panen yang terserap oleh pasar. Kondisi tersebut terjadinya peningkatan volume limbah organik yang berasal dari buah jeruk siam yang tidak terjual. Secara empiris, petani cenderung membuang jeruk yang tidak laku atau bahkan memberikannya secara cumacuma kepada orang sekitar karena tidak pascapanen Kurniawan. , & Wibowo. Kristiandi, et al. Peningkatan Nilai Tambah Jeruk. dengan buah segar membuat petani selalu berada pada kondisi yang rentan, terutama saat pascapanen telah tiba (Hasan. , & Yuliana. , 2. Oleh karena itu diperlukan adanya proses lain dalam mengelola buah yang tidak diterima pasar tersebut menjadi produk olahan turunan yang memberikan keuntungan kepada para petani (Fitriani. & Mahmud. M, 2. Intervensi ini akan memberikan pengalaman baru pada petani dan dapat menjadi mengatasi masalah yang dihadapi selama ini. Selain itu dapat membuka dan menciptakan pasar baru dari hasil menciptakan diversifikasi produk dan menjadi fungsi untuk memperkuat daya tahan ekonomi petani terhadap fluktuasi harga dan risiko kerugian akibat dari buah yang pascapanen (Aisyah. Yunita. , & Rahmawati. R, 2. Olahan merupakan salah satu kondisi yang dapat memberikan turunan dari suatu produk dan menjadikannya terhadap peluang pasar baru, selain itu pula menjadi identitas produk baru. Abdullah. , & Syarif. Secara konseptual, pengolahan menjadi tahapan penting untuk dapat memberikan penigkatan terhadap mutu dan nilai tambah terhadap suatu komoditas. (Arifin. , & Tanjung. M, 2. menjelaskan bahwa produk olahan yang dihasilkan dari bahan baku yang tidak terserap bukan berarti tidak memiliki manfaat, melainkan sebaliknya bahan yang tidak terserap menjadi bahan baku yang menguntungkan dari sisi olahan Dengan demikian, pengolahan bukan hanya menjadi solusi atas permasalahan limbah, melainkan menjadi solusi atas permasalahan limbah dan menjadi potensi menciptakan peluang kerja baru ditingkat lokal (Hidayat et al. , 2023. Hadi. , & Abdullah. , 2. Kelompok Tani Buluh Serumpun sebagai mitra dalam kegiatan ini memiliki potensi besar dalam mengembangkan pengolahan jeruk siam secara berkelanjutan, namun keterbatasan keterampilan dan akses teknologi menjadi kendala utama yang perlu dipecahkan bersama agar mendapatkan solusi yang dapat teratasi. Melalui program pengabdian masyarakat ini, diharapkan para kelompok tani Buluh Serumpun mampu mengolah jeruk siam pascapanen menjadi jangkauan pemasaran, serta meningkatkan daya saing di pasar (Damayanti. , & Hasanah. N, 2. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi limbah, tetapi sebagai bentuk nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi petani di Kabupaten Sambas. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjalin mitra dengan Kelompok Tani Buluh Serumpun. Kelompok ini terdiri dari 25 peserta dengan rentang usia yaitu 18-58 tahun, untuk jumlah pria sebanyak 7 orang dan wanita sebanyak 18 orang. Pendekatan yang digunakan dalam pengabadian ini yaitu secara participatory approach. Pendekatan ini merupakan salah satu jenis metode yang melibatkan peserta dalam semua kegiatannya termasuk evaluasi dan program keberlanjutan. Pendekatan ini bertujuan untuk dapat dilakukan dapat sesuai dengan kebutuhan dengan potensi mitra sehigga dapat Adapun digunakan dalam participatory approach Identifikasi masalah dan kebutuhan mitra . Pada tahap pertama tim melakukan kunjungan pada Kelompok Tani Buluh Serumpun permasalahan yang terjadi pada kelompok tersebut serta menanyakan apa kebutuhan yang perlu dilakukan untuk memecahkan masalah. Melakukan diskusi untuk menggali potensi dan harapan mitra tujuannya adalah mencari secara mendalam terhadap permasalahan yang ada pada kelompok tani tersebut Sosialisasi program . Menjelaskan tujuan, manfaat, dan rencana pelaksanaan kegiatan kepada . Menginformasikan tahapan kegiatan dan jadwal pelaksanaan . Melakukan pre-test dan penyebaran kuesioner untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum kegiatan yang akan . Setelah selesai melakukan pre-test . Pemberian materi dan post-test pada peserta, tujuan post test ini untuk melihat sejauh mana penangkapan Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 peserta terhadap paparan materi dari sosialisasi tersebut. Pelatihan dan peningkatan kapasitas . Pelatihan teknis pengolahan jeruk siam menjadi produk turunan . irup, selai, pupuk, sabun, teh herbal dan serbuk dari jeruk sia. Pelatihan pengemasan dan strategu pemasaran Penerapan teknologi Tepat Guna . Memperkenalkan teknologi sederhana yaitu alat pengering dengan panel surya pengolahan limbah jeruk, percobaan dengan mengiris kulit jeruk dan mamasukan kedalam alat pengering sampai kering . Uji coba produksi . Melakukan bersama mitra untuk memastikan Percobaan ini bersifat kualitatif, dimana keterukuran produk yang dikatakan berhasil di uji coba berdasarkan rasa, aroma, tekstur dan . Evaluasi uji coba untuk perbaikan kualitas jika produk olahan yang di buat tidak sesuai dengan penilaian. Pendampingan pengembangan pasar Pendampingan dalam skala produksi Pendampingan promosi dan perluasan jaringan pemasaran Evaluasi dan keberlanjutan program Mengumpulkan umpan balik dari peserta dengan menggunakan wawacara Menyusun rencana tindak lanjut bersama mitra untuk keberlanjutan Produk yang diolah dalam PKM ini meliputi sirup, selai, teh, sabun, serbuk dan ecoenzym sedangkan untuk teknologi tepat gunanya yaitu alat pengering dengan menggunakan energi tenaga surya HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan masyarakat ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Buluh Serumpun di Kabupaten Sambas. Jumlah peserta yang terlibat yaitu 70,83% perempuan dan laki-laki 29,17%. Untuk jenis olahan turunan yang diberikan pada Kelompok Tani Buluh Serumpun yaitu selai, sabun, sirup, teh, dan ecoenzym. Pengolahan ini dilakukan karena memilliki umur simpan yang cukup panjang sehingga memudahkan mendistribusikan jika ada permintaan pasar diluar dari Kalimantan Barat, hal lain juga yang diterapkan adalah alat pengering yang dapat membantu masyarakat dengan bantuan panas melalui panel surya sehingga masyarakat tidak dirugikan dengan kondisi tekanan biaya melalui energi listrik konvensional dan lebih ramah lingkungan. Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan PKM di Kelompok Tani Buluh Serumpun Evaluasi dari peningkatan pengetahuan (Gambar . menunjukan bahwa peningkatan pengetahuan dari 10 pertanyaan yang diberikan sebelum melakukan pemberian Nilai rata-rata pre-test peserta yaitu 54,08 dan setelah diberikan materi lalu Kristiandi, et al. Peningkatan Nilai Tambah Jeruk. dilakukan post-test mendapatkan peningkatan rata-rata 74,78. Perbandingan peningkatan antara pre-test dan post-test yaitu sekitar 38,27%. Hasil ini mengindikasikan bahwa materi dan metode yang diberikan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat pengetahuan peserta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pengalaman baru dan keterampilan baru mengenai olahan turunan dari jeruk siam (Lestari. , & Pratiwi, , 2. Hal ini sejalan dengan pendapat yang diberikan oleh peserta ketika menggali informasi mengenai kegiatan ini dalam wawancara langsung (Tabel . Gambar 2. Hasil Pre-Post Test Berdasarkan pernyataan tersebut (Tabel . didapatkan satu peserta tidak menjawab pada poin 3 dikarenakan lupa dalam mengisi kuesioner yang diberikan dan untuk 1 peserta lagi tidak dapat hadir dalam kegiatan Peningkatan pengetahuan merupakan suatu upaya dalam meningkatkan kesadaran dan memberikan informasi mengenai materi yang disampaikan, pengetahuan memberikan tingkat kesadaran bagi individu atau kelompok yang menjadi pelatihan dan pemberian pengetahuan yang diberikan dapat mengurangi pula limbah organik dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi Kelompok Tani Buluh Serumpun (Arham et al. , 2019. Koestanti S et , 2024. Mucharam et al. , 2. Tabel 1. Persepsi peserta terhadap kegiatan Pertanyaan Apakah anda pernah belajar atau mengikuti pelataihan tentang pemasaran Apakah anda membutuhkan sesi lanjutan atau pendampingan Apakah anda mengetahui bahwa kegiatan pertanian dapat berdampak negatif terhadap lingkungan Tanggapan Ya Tidak produk dan kemampuan dalam mengambil Keputusan petani dalam pengelolaan hasil pertanian (Satriani. , & Umar. , 2021. Rahman. , & Yusuf. , 2. Pelatihan Efektivitas pelatihan dalam Meningkatkan Pengetahuan Dalam proses peningkatan didapatkan bahwa edukasi dan pelataihan teknis secara langsung dapat meningkatkan literasi proses Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 pengalaman langsung kepada peserta dalam pembuatan selai, sirup, teh, sabun dan ecoenzym, sehingga memabntu kelompok tersebut dalam memahami proses secara komprehensif, selain tiu penerapat teknologi tepat guan yang dibuat oleh tim PKM Poltesa mendukung konsep pertanian berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada energi listrik konvesional dan menekannkan pentingnya terhadap pengurangan post harvest melalui teknologi sederhana namun efisien (Tampilan Gambar . Penelitian lain menyebutkan bahwa perlu adanya pemantauan dan keberlanjutan usaha pendampingan keberlanjutan agar petani dapat dengan mandiri dapat meningkatkan kapasitas yang lebih baik lagi dan dampak yang telah dilakukan berjalan menjadi ekonomi baru bagi kelompopk tani (Sulaiman. , & Ardiansyah. , 2018. Wijayanti. , & Rakhmawati. , 2. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan masyarakat yang dilaksanakan bersama kelompok tani buluh serumpun di Kabupaten Sambas dapat dikatakan berhasil hal ini didapatkan dari respon pada peserta dan juga adanya peningkatan rata-rata pengetahuan 38,27% pengabdian masyarakat ini. Penerapan teknologi tepat guna, seperti penggunaan alat pengering berbasis panel surya, turut pyla dalam memberikan solusi ramah lingkungan dan mengurangi biaya operasional. Antusias lain yang didapatkan adalah permintaan peserta yang ingin dilanjutkan lagi demi kemandirian ekonomi petani jeruk siam di Kabupaten Sambas. Saran untuk tindak lanjut berikutnya adalah perlu adanya Upaya dalam membantu mitra untuk membuat legalitas produk dan pemerintah dan pelaku industry untuk memfasilitasi pemasaran lebih luas. Analisis persepsi peserta terhadap kegiatan Tabel 1. Menunjukan bahwa sebagian besar peserta membutuhkan pendampingan Dalam hal ini dapat dilihat bahwa tingginya motivasi warga untuk dapat melanjutan usaha olahan jeruk siam. Meskipun mayoritas belum pernah mengikuti Peserta menunjukan semangat itnggi pada setiap sesi Hal ini menunjukan bahwa dibutuhkan oleh aspek teknis produksi, melanikan juga manajerial, pengamasa, branding dan pemasaran (Putri. , & Sari, , 2. Tanggapan peserta yang masih rendah terhadapa dampak lingkungan menunjukan bahwa edukasi tentang pemanfaatan limbah pertanian sebagai bagian dari ekonomi perlu Dan menegaskan pentingnya pemahaman pemahaman petani mengenai dampak dari limbah itu sendiri dan mendorong agar terjadinya perilaku menuju praktik yang ramah lingkungan (Rini. , & Hendrawan. , 2019. Satriani. , & Umar, , 2. UCAPAN TERIMA KASIH