Arti Kongres Nasional PKC Xi Endi RUKMO Kongres Partai Komunis Cina (PKC) Xi yang berlangsung di Beijing tanggal 25 Oktober-1 November 1987 berlatar-belakang ketidakpastian. Salah satu sebabnya adalah jatuhnya Hu Yaobang. Sekretaris Jenderal PKC dan salah seorang tokoh kunci dari kelompok pembaharu, pada awal tahun 1987. Oleh beberapa kalangan perkembangan ini dianggap sebagai bukti masih kuatnya kelompok penentang . ering disebut kelompok konservati. dalam PKC. Tetapi setelah Kongres mengangkat Zhao Ziyang, juga seorang tokoh kunA ci dalam kelompok pembaharu, sebagai Sekretaris Jenderal PKC yang baru dan Li Peng, anak angkat mendiang Zliou Enlai, terpilih sebagai Perdana Menteri menggantikan Zhao Ziyang, semakin jelas ke mana perkembangan di Cina untuk masa mendatang . edikitnya sampai akhir abad in. akan diarahA Ini makin terlihat lagi setelah hasil lengkap anggota Politbiro dan Komite Tetap Politbiro, sebagai organ partai tertinggi, diumumkan. Sedikitnya sebelas dari 20 anggota Politbiro . ermasuk anggota penggant. dan empat dari lima anggota Komite Tetap Politbiro berasal dari kelompok pembaharu hasil didikan Zhou Enlai dan Deng Xiaoping. Anggota lain adalah tokohtokoh teknokrat atau netral,1 sedangkan tokoh-tokoh kelompok konservatif tinggal beberapa saja yaitu Jenderal Wei Guoqing, bekas Komisaris Politik Tentara Pembebasan Rakyat (TPR). Jenderal Li Desheng dan Jenderal Chen Xilian. Tetapi tampaknya ketiga tokoh TPR tersebut tidak akan mempengaA 'Komite Tetap Politbiro dari kelompok pembaharu adalah: . Zhao Ziyang. Li Peng. Yao Yilin. Hu Qili. Sementara itu tokoh-tokoh pembaharu lainnya yang menjadi anggota Politbiro adalah: . Wan Li. Tian Jiyun. Li Tieying. Li Ximing. Yang Rudai. Wu Xueqian. Hu Yaobang. Untuk lebih jelasnya lihat Li Tek Tjeng. AoAoHasil Kongres Ke-13 PKC: Hasil Maximal yang Dapat Diharapkan ASEAN,Ay Kompas . November 1. : hal. IV. ANALISA 1987-1 1 ruhi pengambilan keputusan karena di samping usia mereka yang sudah lanA jut, juga sebenarnya mereka itu merupakan pendukung kelompok pembaharu dan yang terpenting adalah bahwa mereka ini bisa dikendalikan oleh Deng Xiaoping yang masih tetap menjabat sebagai Ketua Komisi Militer Pusat. Dari hasil Kongres Xi itu tampak bahwa kekuatan kelompok pembaharu semakin kokoh. Hal ini merupakan keberhasilan Deng Xiaoping dalam usahaA nya merekrut orang-orang yang lebih muda guna meneruskan gagasan dan pelaksanaan modernisasi yang sudah sejak lama dicanangkan bersama Liu Saoqi dan Zhou Enlai. Dengan dominasi kelompok pembaharu yang semakin kuat di organ tertinggi partai itu program modernisasi dapat lebih terjamin Tulisan ini akan mengulas perkembangan perubahan struktur kekuasaan di Republik Rakyat Cina (RRC) dan khususnya perkembangan kekuatan keA lompok pembaharu. Pergolakan kekuatan-kekuatan kelompok-kelompok di RRC itu bisa lebih jelas bila dilihat dari perkembangan yang terjadi sej^k awal . etelah negeri itu dikuasai oleh PKC tahun 1. Perkembangan pergolakan politik itu sangat mempengaruhi tindak-tanduknya baik dalam pengambilan keputusan dalam negeri maupun pandangannya mengenai politik internasioA Setelah bersatu dalam menggulingkan Pemerintah Kuomintang pada tahun 1949, para pemimpin PKC tampak mulai terpecah-pecah terutama dalam dua kelompok. Suasana tenang hanya berlangsung tujuh tahun perA tama saja. Sejak dilangsungkannya Kongres Nasional PKC Vi dalam bulan September 1956, perpecahan itu semakin jelas. Kedudukan tokoh utama di RRC pada waktu itu. Mao Zedong, dalam kongres itu mulai goncang. Kongres memutuskan untuk menghapus semua yang berkenaan dengan Mao Zedong dan pemikirannya. Keputusan kongres tersebut berlatar-belakang pada kegagalan Mao Zedong dalam usaha penerapan sistem pembangunan ekonomi yang sesuai dengan ideologi yang dianut. Memang sejak kemenangan PKC tahun 1949 itu. RRC berupaya merombak struktur lembaga-lembaga pemerintahan sebelumA nya dan menggantikannya dengan yang baru. Segera para pemimpin Cina menyatakan untuk sepenuhnya mengikuti model pembangunan Soviet (Stalini. dalam mengkonstruksi perekonomiannya, misalnya dengan menekankan pelaksanaan sistem pembangunan berencana, penekanan pada pengawasan sentral, kolektivisasi dan pembangunan industri berat. Kebijakan ini dilaksaA 2Harold C. Hinton. An Introduction to Chinese Politics (New Town Abbod: David & Charles, 1. , hal. KONGRES NASIONAL PKC Xi nakan dalam Repelita I . Tetapi sistem yang diterapkan secara tergesa-gesa itu gagal antara lain karena tidak terdapatnya tenaga kader yang Sementara itu renggangnya hubungan RRC-Soviet terutama sejak Kongres Partai Komunis Soviet XX bulan Februari 1956, di mana Khrushchev melonA tarkan kebijakan de-Stalinisasi, sangat mempengaruhi program pembangunan di RRC. De-Stalinisasi itu sendiri sebenarnya tidak ditujukan ke Cina. MeskiA pun demikian Mao Zedong yang pada dasarnya Stalinis sangat terpukul, terlebih lagi setelah kelompok yang pro de-Stalinisasi (Liu Saoqi. Zhou Enlai dan Deng Xiaopin. mendesak Mao agar mengikuti perkembangan yang sedang terjadi di Uni Soviet itu. Mao Zedong segera mencari dukungan dan berusaha memperkuat keduA dukannya dengan memanfaatkan organ propaganda partai untuk menarik kaum intelektual yang pada waktu itu mulai melancarkan kritik-kritik terhadap usaha sosialisasi PKC dan merangkul kembali kelompok dalam parA tai yang menentangnya. Salah satu usaha yang terkenal adalah melancarkan kampanye AoAobiarkan seratus bunga berkembang. Ay Tetapi karena kegagalanA nya dalam mengatasi krisis-krisis yang terjadi pada waktu itu, terutama yang berkaitan dengan sistem kolektif. Mao Zedong gagal memperoleh dukungan, bahkan pada tahun 1959 ia dicopot dari kedudukannya sebagai Ketua PKC dan digantikan oleh Liu Shaoqi. Masa sejak Kongres Vi itu merupakan masa kemenangan pertama kelompok Pembaharu, terutama bagi Deng XiaoA ping yang pada kongres itu diangkat sebagai Sekjen Komite Pusat PKC. Tetapi karena pengaruh kharisma yang besar sebagai pemimpin masa perA juangan melawan Kuomintang. Mao Zedong berhasil bertahan dan bahkan ia berhasil mendapatkan banyak dukungan dalam melontarkan kritikan terhaA dap kelompok Liu. Pada suatu pertemuan Komite Sentral PKC bulan SeptemA ber 1962 ia berhasil mewujudkan prakarsa tentang AoAokampanye pendidikan Ay Dengan dalih membersihkan unsur-unsur revisionis. Mao melancarA kan kampanye pembersihan terhadap para penentangnya. Kedudukannya semakin kuat setelah pertemuan Komite Tetap Politbiro (September-Oktober 1. menerima rancangannya mengenai kampanye anti-pemikiran borjuis yang reaksioner dalam partai. Gagasannya itu ternyata mendapat dukungan dari kaum muda yang kemuA dian diorganisir menjadi Pengawal Merah yang merupakan kekuatan inti Gerakan Revolusi Kebudayaan (GRK) yang berlangsung tahun 1966-1967. Lebih dari itu. Mao berhasil pula memperkuat kedudukannya terutama dengan munculnya kelompok Revolusi Kebudayaan cabang Shanghai yang diketuai oleh isterinya sendiri. Ny. Jiang Qing dan ketiga rekannya. Yao 3Lihat lebih lanjut Endi Rukmo. AoAoPembaharuan dan Liberalisasi di Cina,Ay Analisa . ANALI! berlangsung bulan Maret 1977 diputuskan suatu resolusi yang mei Deng tampil kembali dalam kepemimpinan partai dengan satu sya Deng harus mengakui kesalahan-kesalahan yang telah dilakukanr masa-masa yang lalu. Kemudian, karena berbagai tekanan dari kt kelompok pendukung Deng. Sidang Pleno Ke-3 Kongres Komite Sen X bulan Juli 1977, akhirnya memutuskan untuk: . mengang Guofeng menjadi Ketua Partai dan Ketua Komisi Militer Komite Sent . mengangkat Deng Xiaoping sebagai Wakil Ketua Partai I. Wa Komisi Militer Komite Sentral. Wakil Perdana Menteri dan Kt Jenderal-jenderal. memecat Empat Sekawan dari keanggotaan Ao menyatakan bahwa mereka adalah musuh bersama. 6 Di sini tampe Deng mempunyai pengaruh begitu besar tidak saja di kalangan pa partai tetapi juga di kalangan tokoh-tokoh militer. Tidak meng kalau sampai sekarang ia tetap duduk sebagai Ketua Komisi Milit meskipun dia tidak lagi menjadi anggota Politbiro. Segi Kon Sovi Kongres Nasional PKC XI yang berlangsung dalam bulan Septen atau tepatnya Sidang Ke-3 Komite Sentral Kongres PKC XI dalam l sember 1978, adalah awal masa kedua kekuasaan kelompok pemba merupakan saat yang menentukan perkembangan di RRC sampai Sejak Kongres XI itu baik kejadian sebelumnya maupun rencana stn akan ditempuh dibahas secara menyeluruh. Sidang sepakat bahwa pt sebelumnya telah melakukan kesalahan-kesalahan sejak Kongres P Kesalahan terbesar adalah kebijakan AoAoLompatan Besar ke Dej AoAoRevolusi KebudayaanAy yang mengakibatkan menurunnya pert perekonomian secara drastis dan timbulnya pergolakan politik. Kongres PKC XI itu tampak mulai didominasi oleh gagasan-gagj Xiaoping. Hal ini terungkap dengan diterimanya strategi bertal dalam usahanya mengatasi krisis-krisis yang terjadi di Cina. Strateg yang ia lakukan adalah memperkuat posisinya di dalam lembaga tert tai yaitu Politbiro. Dalam Sidang Pleno Ke-3 Komite Pusat PKC berlangsung tanggal 18-22 Desember 1978 Deng berhasil memasuki orangnya ke dalam Politbiro yaitu: janda Zhou Enlai. Chen Y Dingchao. Hu Yaobarig dan Wang Chen. Kemudian dalam Kongr Nasional V yang bersidang tanggal 26 Desemer 1978. Deng ber menarik masuk Wang Jenchung sebagai Wakil Perdana Menteri. tahun 1933 menjadi penasihat politik Li Xiannian dan pada wakti Kebudayaan bersama Deng didepak keluar dan dipenjarakan. 7 Hu anak didiknya, pada awal tahun 1979 berhasil menjabat Sekjen Kom PKC, suatu jabatan yang telah dihapus sejak Revolusi Kebuda. 6Warren Kuo. AoAoThe Political Power Structure in Mainland China,Ay Issues & XIV, no. 6 (Juni 1. , hal. 1Antara, 27 Desember 1978. KONGRES NASIONAL PKC Xi sebagai Kepala Dinas Propaganda menggantikan Zhang Binghua, seorang kawan dekat Hua Guofeng. Kemudian dalam Sidang Ke-2 Kongres Rakyat Nasional V yang berakhir tanggal 1 Juli 1979. Deng berhasil meningkatkan dominasi kelompok pembaA haru dengan memasukkan Bo Yibo dan Yao Yillin . eduanya adalah korban Revolusi Kebudayaa. menjadi Wakil Perdana Menteri dan empat Wakil Ketua Kongres Rakyat Nasional, antara lain Peng Zhen, bekas Walikota BeiA jing yang dipecat pada permulaan Revolusi Kebudayaan. Kongres juga memiA lih orang Deng. Fang Yi, sebagai Ketua Akademi Ilmu Pengetahaun Cina. Kelompok Pembaharu ini-semakin kokoh dengan masuknya Zhao Ziyang ke dalam keanggotaan Politbiro pada Sidang Pleno Kongres PKC XI bulan September 1979, setelah pada tahun 1977 diangkat sebagai anggota alternatif. Dalam bulan September 1980 Zhao Ziyang dikokohkan menjadi Perdana Menteri, sementara itu dalam Sidang Pleno Komite Sentral PKC yang berlangsung bulan Juni 1981. Hu Yaobang dikokohkan menjadi Ketua PKC. Keduanya menggantikan kedudukan Hua Guofeng. Dengan demikian semua jabatan kunci berhasil dikuasai oleh orang-orang dari kelompok Deng. i Setelah berhasil mendominasi keanggotaan Politbiro dan Komite Tetap Politbiro. Deng Xiaoping dan kawan-kawan mulai menerapkan strategi tahap Deng baru berani melontarkan lagi gagasan tentang modernisasi yang pernahAodilontarkan oleh mendiang Zhou Enlai, pertama pada tahun 1964 dan kedua dalam Kongres Rakyat Nasional IV bulan Januari 1975. Zhou mengataA kan bahwa jika Cina ingin menjadi negara sosialis yang besar dan kuat di akhir abad ke-20, maka ia harus melaksanakan empat modernisasi yaitu: modernisasi di bidang pertanian, perindustrian, ilmu pengetahuan dan teknoA logi, dan pertahanan. Pembaharuan kehidupan di pedesaan tampaknya merupakan sasaran utama kelompok pembaharu dalam strateginya itu. Pembaharuan di sektor ini sebenarnya telah dikemukakan ketika Deng Xiaoping berpidato di depan Sidang Ke-3 Komite Sentral PKC XI bulan Desember 1978. Ia secara panjanglebar menyampaikan suatu rencana pembaharuan di bidang pertanian. DiA katakannya bahwa perioritas utama tidak lagi di bidang industri berat, tetapi di bidang pertanian yang menyangkut kehidupan sebagian besar rakyat pedeA Suatu sistem baru akan diterapkan menggantikan sistem lama. Sistem baru itu adalah sistem tanggungjawab kontrak atas dasar keluarga, dengan penggajian yang sesuai dengan kemampuan. Dengan sistem pertanggungA 8Kompas, 4 Januari 1979. 9Antara, 2 Juli 1979. ANALISA 1987-11 jawaban ini keluarga-keluarga petani tidak lagi bekerja bersama-sama dalam komune-komune, melainkan menyewa tanah dari pemerintah untuk mengusaA hakan pertaniannya sendiri dan langsung mendapatkan keuntungan. Cara kuota akan diterapkan. Para petani diwajibkan memenuhi jatah produksi yang akan dibeli oleh pemerintah dan sisanya boleh dijual di pasar. Untuk mendukung sistem pemerintah mengijinkan usaha swasta dibuka kembali. Sistem baru yang dilontarkan oleh Deng itu sangat bertentangan dengan sistem lama yang pada dasarnya menganut tiga prinsip yaitu: . pemilikan negara atas alat-alat produksi. pengambilan keputusan ekonomi yang sangat tersentralisir. sistem insentif yang didasarkan terutama pada pertimA bangan ideologis. Berdasarkan prinsip ini Pemerintah Cina pada Pelita I . menutup semua usaha swasta dan menasionalisasi sekitar 9 juta perusahaan swasta. Dengan diterapkannya sistem ini ternyata pemerintah gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kegagalan itu semakin lengkap dengan dilontarkannya kebijakan AoAoLompatan Besar ke DepanAy seperti yang telah diutarakan sebelumnya. Kegagalan sistem lama ini terutama disebabkan oleh pengawasan yang sangat ketat oleh negara, kurang tersedianya ahli-ahli ekonomi pembangunan dan pergolakan politik yang terus-menerus. Di samA ping itu semua pegawai dan pejabat bekerja lebih didasari oleh ketaatan ideologis daripada ketrampilan atau insentif materiil. Hal ini mengakibatkan stagnasi pertumbuhan produksi. Perusahaan tidak dirangsang untuk meningA katkan efisiensi dan pekerja menjadi malas karena rajin pun . yang diperolehnya sama saja. Strategi pembangunan Deng ini baru diterapkan sepenuhnya pada tahun 1979, setelah ia berhasil memantapkan posisi kelompoknya baik di dalam parA tai maupun di dalam pemerintahan. Uji coba selama empat tahun . menunjukkan hasil yang positif. Tampak pendapatan penduduk di pedesaan meningkat tajam. Hasil pertanian rata-rata naik 6,5% per tahun . erdasarkan harga konstan tahun 1. 10 Sementara itu jumlah usaha swasta yang pada tahun 1978 tinggal sekitar 150. 000, pada tahun 1982 meningkat kembali menA 000 buah. 11 Di samping itu perekonomian pedesaan bergerak meA nuju spesialisasi dan dengan sistem insentif itu para petani berlomba meningA katkan produksi mereka dengan harapan agar sisa hasil yang dijual kepada pemerintah meningkat. Dengan demikian mereka dapat menjual lebih banyak hasil di pasar bebas. Hasil-hasil yang diperoleh itu mempertebal keyakinan kelompok pembaA haru untuk meningkatkan usaha modernisasi. Dalam laporannya pada Kongres PKC XII bulan September 1982. Hu Yaobang menyatakan antara ^Far Eastern Economic Review. AoAoChinaAo 82,Ay 1-7 Oktober 1982, hai. AoAoChao Yin-shen. AoAoExpansion on Individual Economy on the Chinese Mainland,Ay Issues & Studies (April 1. , hal. KONGRES NASIONAL PKC Xi lain bahwa: . pemerintah akan melipatgandakan hasil pertanian dan industri tahunannya dari 710 milyar Yuan . ekitar US$364,1 milya. menjadi 2,8 trilyun Yuan . tau US$1,4 trilyu. pada akhir abad ke-20. politik ekonomi pintu terbuka dan kebijakan mengimpor teknologi asing adalah suatu perkemA bangan yang rasional dan bukan tindakan tanpa dasar. kekuatan pasar sangat esensial, meskipun hal itu merupakan nomor dua dalam ekonomi . ekonomi individual dan kolektif masih tetap penting untuk beberapa tahun sebagai pelengkap sektor negara. Sistem pertanggungjawaban harus dilanjutkan, sebab hal itu merupakan pencerminan kehendak rakyat. Sistem ini memberikan tambahan penghasilan kepada petani dan meningkatA kan semangat kerja mereka, memenuhi kuota produksi dan memberi kesemA patan kepada mereka untuk menjual sendiri kelebihan produk yang Keberhasilan di sektor ekonomi pedesaan itu bisa tercapai karena kebiA jakan lain yang mendukung, seperti desentralisasi pengambilan keputusan untuk memberi kesempatan kepada para manajer untuk meningkatkan proA duktivitas, tanggungjawab dan efisiensi kerja. Peraturan baru memungkinkan para manajer menentukan rencana produksi dan pemasaran, mempekerjakan dan memecat pegawai, menentukan besarnya bonus dan pada tingkat tertentu menentukan harga sendiri. Negara juga mengijinkan perusahaan menyimpan sisa keuntungan setelah sebagian disetorkan sebagai pajak. Kebijakan desentralisasi ini hanya bisa berhasil karena diperbaikinya sistem pasar dan harga. Sebelumnya harga produk dianggap tidak realistis karena ditentukan oleh pemerintah dan bukan ditentukan oleh pasar. Dengan sistem baru, pemerintah mendorong mekanisme pasar yang didasari oleh perA mintaan dan penawaran. Dengan demikian harga memang mencerminkan biaya produksi yang lebih riil. Sistem baru ini tampaknya berusaha mengemA bangkan sistem ekonomi campuran yang bercirikan suatu sistem pemilikan oleh negara pada sektor pelayanan masyarakat, desentralisasi pengambilan keputusan di bidang ekonomi, pengawasan tidak langsung atas kegiatan makro-ekonomi oleh penguasa pusat, dan mekanisme pasar. Sejak awal pelaksanaannya, banyak hambatan sudah dihadapi oleh sistem baru itu. Hambatan-hambatan itu tidak saja karena pada awalnya program yang dicanangkan terlalu ambisius, tetapi juga karena sistem tersebut belum sepenuhnya diterima oleh semua pihak. Untuk mengatasi hambatanhambatan itu. Deng dan kawan-kawan tidak mau mengulangi kesalahankesalahan yang pernah dilakukan oleh Mao Zedong. Tampaknya ia sangat memperhatikan kerukunan nasional dan berusaha merangkul lawan-lawanA nya, misalnya dengan memberikan pembenaran-pembenaran bagi kebijakan yang sedang ditempuh. Di samping itu pemerintah baru Cina juga terbuka terhadap kritik-kritik. Pada Kongres PKC XII, misalnya, koreksi-koreksi dilakukan berdasarkan kritik-kritik yang dilontarkan oleh berbagai pihak. ANALISA 1987-11 Koreksi penting yang dilakukan misalnya adalah penundaan pembangunan di beberapa sektor industri berat dan meningkatkan pembangunan industri ringan yang lebih bermanfaat bagi kehidupan pertanian. Dalam memelihara kestabilan nasional itu. Deng bahkan berani mengorA bankan Hu Yaobang turun dari jabatan pemimpin tertinggi PKC, ketika terA jadi demonstrasi mahasiswa pada akhir tahun 1986 dan awal tahun 1987. dituduh bertanggungjawab dan menyimpang dari empat prinsip partai yaitu: diktator proletariat, jalan sosialisme, kepemimpinan PKC dan ideologi Marxis-Leninis. Pertimbangan kerukunan nasional dan stabilitas nasional itu pulalah yang mendasari keputusan-keputusan yang dibuat dalam Kongres PKC Xi yang berlangsung tanggal 25 OktoTer-l November 1987. Deng dan kawan-kawan tidak ingin lagi menggunakan apa yang disebut pembersihan. Hu Yaobang, meskipun pernah salah, tetap diangkat menjadi anggota PolitA biro dan Hua Guofeng yang dianggap tokoh Maois yang radikal tetap menjadi anggota Komite Sentral. Cara Deng menggeser tokoh-tokoh tua juga cukup terpuji. Mereka tidak langsung dipensiun, tetapi digeser secara bertahap dengan dibentuknya Komisi Penasihat Pusat yang anggotanya adalah tokoh-tokoh revolusi dan teman-teman dekat Deng. Bahkan Deng sendiri rela mundur dari keanggotaan Politbiro guna menarik keluar tokoh-tokoh tua seangkatannya yang selama ini dianggap sebagai penghalang pembaharuan seperti Chen Yun. Li Xiannian. Peng Zhen. Deng Liqun. Yang Deshi dan Yu Quili. Kebijakan yang sangat moderat ini tampaknya meningkatkan popularitas Deng dan kawan-kawan tidak saja di kalangan rakyat, tetapi juga di kalangan tokoh partai. Hal ini terbukti dari hasil-hasil Kongres PKC Xi, yang jelas sangat mendukung kebijakan kelompok pembaharu. Kalau pada Kongres PKC XII kritik-kritik terhadap kebijakan yang dilontarkan oleh kelompok Deng masih terdengar, maka pada Kongres yang terakhir ini kritik-kritik seperti itu tidak terdengar lagi. Kebijakan modernisasi yang telah berlangsung sejak tahun 1979 kiranya sudah dapat diterima dan dirasakan hasilnya. Hasil pengamatan Beijing Review yang dimuat dalam penerbitannya nomor 7, tangA gal 16 Februari 1987, secara jelas melaporkan kemajuan kehidupan di RRC. Penelitan yang dilakukan terhadap 17. 000 keluarga di 106 kota besar di RRC itu mengungkapkan bahwa pada tahun 1986 kesejahteraan di kota-kota tersebut meningkat. Pendapatan per kapita naik 18% dari tahun 1985 dan mencapai 890 Yuan (US$1 =2,878 Yua. Sementara itu Beijing Review nomor 11, tanggal 16 Maret 1987 melaporkan bahwa pendapatan per kapita petani meningkat terus dari 191,32 Yuan pada tahun 1980 menjadi 424,00 Yuan pada tahun 1986. Tampaknya itulah sebabnya mengapa Zhao Ziyang diberi kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinan tertinggi PKC. Mereka sadar bahwa di bawah kepemimpinan kelompok pembaharu RRC akan maju dan kesejahteraan rakyat bisa terus ditingkatkan. KONGRES NASIONAL PKC Xi Semakin kokohnya posisi kelompok pembaharu setelah Kongres PKC Xi berakhir akan memperlancar pelaksanaan rencana yang telah dicanangkan seA jak kelompok pembaharu itu berkuasa dalam kebijakan pertahanan. Sebagian dari rencana itu telah dilaksanakan seperti misalnya pengurangan anggaran belanja pertahanan dan reorganisasi Tentara Pembebasan Rakyat dalam usaha meningkatkan efisiensi. Sejak tahun 1980 Pemerintah Cina telah menurunkan anggaran belanja pertahanannya lebih dari 6% . ari GNP) menA jadi kurang 3%. 12 Sementara itu dalam kerangka kebijakan reorganisasi, pemerintah telah meniadakan beberapa bidang tugas seperti pasukan artileri medan, pasukan khusus kereta api . ailroad troop. , dan beberapa bidang tugas yang pengelolaannya diserahkan kepada golongan sipil seperti Korps Zeni Konstruksi Ibukota, dan cabang-cabang komunikasi. Dalam bulan Juni 1985 daerah komando militer diciutkan dari 11 menjadi tujuh daerah saja. Hingga bulan Desember 1986 pemerintah telah mendemobilisasikan 410. Penciutan jumlah personil ini dianggap masih jauh dari target yang direncanakan yaitu penciutan dari 4,2 juta menjadi 1 juta. Reorganisasi TPR itu hanya bisa berhasil karena Deng Xiaoping sendiri yang menangani langsung sejak ia diangkat menjadi Ketua Komisi Militer Pusat pada Sidang Pleno Komite Sentral Ke-6 Kongres PKC XI akhir Juni 1981. Beberapa alasan sering dinyatakan baik oleh Deng. Hu Yaobang. Zhao Ziyang, maupun para pemimpin TPR seperti Yang Shangkun (Wakil Ketua Permanen Komisi Militer Pusa. untuk memberikan pembenaran kebijakan pertahanan yang dewasa ini dilakukan pemerintah. Alasan pertama adalah menurunnya ancaman konflik militer di perbatasan antara RRC dan Uni SoA Memang sejak kelompok pembaharu berkuasa, konflik perbatasan anA tara kedua negara boleh dikatakan tidak terjadi lagi. Bahkan hubungan dagang di perbatasan kedua negara makin meningkat. Berkurangnya keteA gangan di daerah perbatasan ini dan terus membaiknya hubungan kedua negara memungkinkan Pemerintah Beijing untuk mengurangi kesiagaan temA pur di kawasan perbatasan yang sebelumnya menjadi pusat perhatian TPR. Dengan demikian anggaran pertahanan yang dimaksudkan untuk keperluan itu bisa dialihkan untuk keperluan lain yang lebih mendesak seperti moderniA sasi persenjataan. Modernisasi persenjataan ini oleh Pemerintah RRC dianggap tidak saja penting untuk meningkatkan kualitas TPR dalam menghadapi kemungkinan perang modern, tetapi juga penting untuk pembangunan nasional itu sendiri. Selama ini RRC dikenal sebagai pengekspor senjata yang cukup besar di samA ping Amerika Serikat. Uni Soviet. Inggris. Perancis, dan lain-lain. Kedudukan RRC sebagai salah satu negara pengekspor senjata itu semakin menonjol. 12Harlan W. Jencks. AoAo. Defending China in 1987,Ay Current History (September 1. , hal. ANALISA 1987-11 Banyak negara mulai tertarik untuk membeli senjata dari negeri itu. Muangthai, misalnya, yang secara tradisional merupakan pembeli senjata Amerika Serikat, telah mulai membeli persenjataan dari RRC. Pada pertengahan bulan Mei 1987. KASAD Muangthai. Chaowalit Yongchaiyut, berkunjung ke BeiA jing dan menandatangani suatu perjanjian pembelian persenjataan dengan Pemerintah Cina. Pembelian persenjataan itu meliputi 30 buah tank T-69, seA jumlah meriam artileri 130 mm, meriam penangkis serangan udara kaliber 37 mm dan beberapa kendaraan lapis baja pengangkut personil (APC). SemuaA nya bernilai US$10 juta. 13 Negara lain yang meningkatkan pembeliannya adaA lah Iran. Berdasarkan program penjualan senjata ke Iran. RRC telah menjual 96 rudal Silkworm senilai US$1 milyar. Semakin banyaknya negara yang tertarik pada persenjataan itu, menA dorong Cina untuk meningkatkan usaha perluasan industri persenjataan dan transfer teknologi persenjataan dari negara-negara lain. Usaha ini telah dicanangkan dalam Repelita VII . dan hasilnya sudah pula terungA kap, misalnya, dengan munculnya pembom B 6D buatan RRC pada perteA ngahan bulan Januari 1987. Pesawat itu berkecepatan supersonik dan mampu meluncurkan rudal, serta mempunyai peralatan navigasi elektronik muA 15 Akhir bulan November ini untuk pertama kalinya RRC juga mengA adakan pameran persenjataan hasil produksinya dan mengundang beberapa negara lain seperti Amerika Serikat. Jerman Barat. Inggris, dan Perancis unA tuk ikut serta. Industri persenjataan ini mempunyai andil besar dalam perindustrian RRC. Di samping menyerap tenaga kerja ia juga mempunyai andil sekitar 25% dari keseluruhan kapasitas produksi, dan menghasilkan sekitar 10% dari GNP. 16 Pada tahun 1984 saja RRC telah berhasil mengekspor persenjataan senilai US$1,6 milyar. 17 Keberhasilan ini disebabkan oleh rendahnya biaya produksi dan kemampuannya menyerap teknologi modern, sehingga RRC mampu bersaing dalam harga dan kualitas. Andil industri persenjataan dalam meningkatkan dana pembangunan ini merupakan alasan pembenaran kedua bagi kebijakan pertahanan baru. Alasan yang diberikan oleh para tokoh pembaharu itu untuk memodernisir persenjataan semakin diterima oleh tokoh-tokoh TPR setelah mereka melihat sendiri kenyataan bahwa kualitas persenjataan yang digunakan oleh TPR dalam Perang Cina-Vietnam awal tahun 1979 sangat tertinggal. Dalam perang 13Prioritas, 19 Mei 1987. Suara Pembaruan, 27 Oktober 1987. 15Kompas, 16 Januari 1987. 16Harlan W. Jencks. AoAoThe Chinese Military-Industrial Complex and Defense Modernization,Ay Asian Survey. Vol. XX, no. 10 (Oktober 1. , hal. ^Kompas, 16 Januari 1987. KONGRES NASIONAL PKC Xi itu terbukti bahwa dalam perang modern jumlah tentara yang besar tidak lagi menentukan kemenangan, dan RRC menderita korban yang besar. Perang menghadapi pasukan Vietnam itu tampaknya menjadi pelajaran berharga dan sekaligus pil pahit bagi RRC untuk kemudian meningkatkan kemampuan dan teknologi militer yang lebih canggih. Pada pidato pembukaan Kongres PKC Xi Zhao Ziyang menyatakan bahwa RRC akan mempertahankan suatu kebijakan yang independen dap mengembangkan hubungan persahabatan dengan semua negara. Untuk keA pentingan pembangunan nasionalnya RRC juga ingin mengembangkan huA bungan persahabatannya dengan semua negara yang bisa diartikan sebagai kelanjutan kebijakan luar negeri kelompok pembaharu sejak mereka berkuasa pada tahun 1978. Pernyataan Zhao Ziyang itu juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Cina sekarang ini tidak lagi memberi penekanan pada hubungan yang bersifat ideologis seperti pada pemerintahan sebelumnya. Untuk membuat Cina menA jadi negara yang kuat dan modern di awal abad ke-21. Pemerintah Beijing berusaha mengembangkan hubungan luar negerinya yang pragmatis. Untuk kebutuhan dana dan transfer teknologi, misalnya. RRC melontarkan kebijakA an pintu terbuka. Dengan kebijakan ini sejak tahun 1978 banyak pemimpin dan ahli Cina berkunjung ke negara-negara industri maju, terutama Amerika Serikat. Jepang dan negara-negara Barat lainnya. Demikian pula banyak mahasiswa Cina dikirim ke negara-negara tersebut untuk mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan modernisasi. Dalam usaha menggalakkan investasi. Pemerintah Cina juga memutuskan kebijakan AoAosatu negara dua sistemAy yaitu di bawah kedaulatan sistem sosialis, sistem kapitalis diijinkan untuk hidup. Deng Xiaoping dan Zhao Ziyang sering mengatakan bahwa sistem ini diterapkan untuk tujuan penyatuan Hongkong. Macao dan Taiwan. Tetapi dengan diputuskannya 14 kota yang terletak di sepanjang pantai timur sebagai daerah-daerah administrasi khusus yang boleh menentukan peraturan-peraturan yang berbeda guna merangsang modal asing, maka sasaran dari kebijakan satu negara dua sistem itu jelas bukan melulu untuk penyatuan kembali ketiga wilayah itu, melainkan juga untuk menarik sebanyak mungkin modal dan dana dari negara-negara lain yang sangat penting bagi kelancaran pembaharuan. Meskipun telah dan sedang menghadapi banyak hambatan. Pemerintah Beijing tampaknya akan tetap meneruskan kebijakan-kebijakan tersebut. Hal itu terungkap dalam pidato Zhao Ziyang pada pembukaan Kongres Nasional PKC Xi, yang antara lain menyatakan, bahwa: ANALISA 1987-11 menutup sebuah negara terhadap dunia luar hanya akan meningkatkan keterbelakangan. Kita tidak akan pernah kembali lagi kepada masyarakat tertutup di masa lampau, ketika rakyat dilarang berhubungan dengan pemikiran-pemikiran lain. Pernyataan itu jelas merupakan penegasan kebijakan pintu terbuka. Hambatan-hambatan seperti masih banyaknya investor asing yang enggan menanamkan modal mereka di Cina karena peraturan-peraturan yang berbelit-belit, sulitnya memperoleh bahan baku dan lain-lain, kelihatannya akan lebih mendapat perhatian. Tampaknya Pemerintah Cina sadar akan penA tingnya investasi asing dalam pembangunan nasional. Meskipun kontrak inA vestasi dengan pihak asing, yang pada pertengahan tahun 1986 telah mencapai sebesar US$18,1 milyar, baru terwujud sebesar US$5 milyar. Pemerintah BeiA jing tidak putus asa dan berusaha terus memperbaiki kondisi yang lebih menarik bagi penanaman modal asing, misalnya dengan mengadakan dereguA Dalam bulan Oktober 1986 Pemerintah Cina mengeluarkan 22 peraturan baru yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi penanaman modal asing. Peraturan-peraturan itu menawarkan suatu perlakuan istimewa bagi calon penanam modal. Penegasan Zhao Ziyang itu tampaknya untuk meyakinkan para investor Barat yang sebelumnya merasa khawatir akan situasi anti-Barat di Cina terutama setelah terjadi demonstrasi mahasiswa yang akhirnya mengakibatA kan jatuhnya Hu Yaobang. Tetapi yang sampai saat ini masih menjadi perA tanyaan adalah bagaimana sikap Perdana Menteri yang baru. Li Peng. MesA kipun dia merupakan anak didik Zhou Enlai dan pendukung kelompok pemA baharu, dikabarkan dia lebih bersikap hati-hati terhadap penanaman modal dari Barat. Pada bulan Februari 1987, ia pernah memperingatkan para penaA nam modal Barat agar bersiap-siap secara psikologis karena pemerintah segera akan meninjau kembali kontrak mereka. 20 Memang ucapan itu dinyatakan ketika Pemerintah Cina sedang berusaha mengatasi gejolak politik yang diseA babkan oleh demonstrasi mahasiswa. Dengan anggapan bahwa perusahaanperusahaan Barat ikut bertanggungjawab dengan cara mempengaruhi masyaA rakat Cina lewat pemikiran-pemikiran Barat mereka, peringatan Li Peng itu Apakah penegasan Zhao Ziyang itu merupakan jaminan yang bisa meyakinkan para investor Barat, sampai saat ini belum bisa diketahui karena secara teoretis pemerintahan sehari-hari akan dipimpin oleh Li Peng. Hubungan RRC dengan Uni Soviet tampaknya juga akan mengalaA mi perubahan-perubahan lebih lanjut. Hal itu mulai tampak sekurangkurangnya sejak RRC menerima tawaran Soviet untuk merundingkan norA malisasi hubungan kedua negara yang dilontarkan oleh Brezhnev di TashA kent bulan Maret 1982. Sejak pertengahan tahun 1950-an hubungan antara RRC dan Uni Soviet terus memburuk terutama karena adanya perbedaan lsKompas, 26 Oktober 1987. 19Chu-Yuan Cheng. AoAoChinaAos Economy at the Crossroads,Ay Current History (September 1. , hal. 20Ibid. , hal. KONGRES NASIONAL PKC Xi dasar pandangan ideologi dan kepemimpinan dalam dunia komunis. RRC menuduh Uni Soviet sedang melaksanakan revisi terhadap ideologi MarxisLeninis, dan kemudian konfliknya memuncak menjadi perang perbatasan pada tahun 1969. Cina pada dasawarsa 1970-an menganggap Uni Soviet sebagai musuh nomor satu, dan menuduhnya sebagai negara yang mempunyai ambisi hegemoni yang paling besar di dunia. Hubungan Cina-Soviet juga memburuk setelah pasukan Vietnam melakukan invasi ke Kampuchea akhir tahun 1978 dan pasukan Soviet masuk ke Afghanistan tahun 1979. Sikap baru Cina itu membuahkan babak baru hubungan Cina-Soviet yang tampaknya semakin akrab. Sampai bulan November 1987 RRC dan Uni Soviet sudah menyelesaikan* perundingan babak ke-12. Hubungan dagang pun meningkat pesat. Kalau pada tahun 1979 ekspor ke Uni Soviet hanya bernilai US$242 juta dan impornya bernilai US$250 juta, maka pada tahun 1985 ekspornya meningkat menjadi bernilai US$1. 037 juta dan impornya bernilai US$1. 017 juta. 21 Sebab utama peningkatan itu adalah dibukanya kembali hubungan dagang tradisional di wilayah perbatasan. Dalam suasana baru itu Pemerintah Beijing rupanya berharap agar Uni Soviet mau membantu menghidupkan kembali proyek-proyek bersama yang menggunakan teknologi Soviet. Hal ini oleh Beijing dianggap lebih murah daripada harus membangun proyek baru dengan teknologi Barat. Suasana yang semakin amari di wilayah perbatasan dan hubungan dagang yang terus meningkat antara kedua negara itu jelas akan tetap dipelihara oleh PemerinA tah Beijing karena hal itu sangat mendukung pelaksanaan modernisasi yang sekarang ini sedang digalakkan. Meskipun demikian tampaknya Beijing tetap ingin menjaga jarak dengan tidak terlalu tergesa-gesa meningkatkan hubungan politiknya dengan Moskow. Hal ini tampaknya berkaitan dengan usaha Beijing mempertahanA kan hubungan baiknya dengan Barat, terutama Amerika Serikat, dan Jepang demi lancarnya transfer teknologi dan bantuan ekonomi lainnya. Dengan demikian jelas bahwa pernyataan Zhao Ziyang pada pembukaan Kongres PKC Xi itu lebih ditujukan untuk kepentingan pembaharuan di daA lam negeri daripada kepentingan politik atau strateginya. Peningkatan huA bungan dengan semua negara diharapkan dapat membantu pelaksanaan pemA bangunan nasionalnya dan dapat pula mengurangi anggaran belanja pertaA hanan sehingga dapat dialihkan ke sektor-sektor lain. Di samping itu hubungan yang baik dengan semua negara itu juga bisa melunakkan sikap keras dari sekelompok pemimpin Cina yang selama ini menghendaki diperA baikinya hubungan dengan Uni Soviet dan negara-negara sosialis lainnya. Usaha Zhao itu akhirnya membawa hasil. Dia bisa mempersatukan para pemimpin PKC dan bahkan kemudian dipilih menjadi pemimpin tertinggi PKC pada akhir Kongres Xi itu. 2i1MF. Direction of Trade Statistic 1986, hal.