COGNITIVE: JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN http://ejournal. org/index. php/cognitive ISSN: 3026-1686 (Onlin. ANALISIS POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU-SISWA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rofiqi1*. Hendi Sugianto2 1Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan. Indonesia 2Institut Agama Islam Negeri Ternate. Indonesia *rofiqie625@gmail. Keywords Abstract Interpers Communi Learning Interactio n. Islamic Religious Education This research aims to investigate and analyze in-depth the patterns of interpersonal communication between teachers and students in the context of Islamic Religious Education learning. The research method employed is a qualitative approach using a library research type, where data is obtained from the analysis of existing information sources in the library, such as books, journals, theses, as a basis for constructing arguments and analyzing the phenomena under study. The findings reveal that these patterns of interpersonal communication encompass various aspects, such as the clarity of the message conveyed, responsiveness to individual students' needs, the level of familiarity in interaction, and the use of language appropriate to the context and students' understanding. These findings provide a deeper understanding of communication dynamics in Islamic religious education, which can serve as a basis for the development of more effective and inclusive teaching strategies in the future, and contribute to improving the quality of interpersonal interaction in the context of Islamic religious Kata Kunci Abstrak Komunikasi Interpersonal. Interakasi Pembelajaran. Pendidikan Agama Islam Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis secara mendalam pola komunikasi interpersonal antara guru dan siswa dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis library research di mana data-data diperoleh dari analisis sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan, berupa buku, jurnal, tesis, sebagai dasar untuk menyusun argumentasi dan menganalisis fenomena yang diteliti. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pola komunikasi interpersonal ini mencakup beragam aspek, seperti kejelasan pesan yang disampaikan, responsif terhadap kebutuhan individual siswa, tingkat keakraban dalam interaksi, serta penggunaan bahasa yang sesuai dengan konteks dan pemahaman Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika komunikasi dalam pembelajaran agama Islam, yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif di masa depan, serta memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas interaksi interpersonal dalam konteks pendidikan agama Islam. ACognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is licensed under a Creative Commons Attribution 4. International License. 69 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. PENDAHULUAN Dalam ranah pendidikan, komunikasi interpersonal antara guru dan siswa memegang peran sentral dalam membentuk pengalaman belajar yang bermakna (Tinta. Interaksi yang efektif antara kedua belah pihak tidak hanya berdampak pada pemahaman materi pelajaran, tetapi juga membentuk ikatan emosional, motivasi, dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Namun, di era digitalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, dinamika komunikasi interpersonal dalam konteks kelas mengalami perubahan yang signifikanA Faktor-faktor seperti kemajuan teknologi, perbedaan gaya pengajaran, keberagaman budaya, dan dinamika sosial memengaruhi interaksi guru-siswa di dalam kelas (Purnomo, 2. Misalnya, penggunaan media sosial, platform pembelajaran daring, dan alat bantu teknologi lainnya telah memperluas cakupan komunikasi antara guru dan siswa di luar ruang kelas. Hal ini menciptakan tantangan baru dalam memahami bagaimana pesan disampaikan, diterima, dan dipahami dalam konteks interaksi interpersonal yang semakin kompleks. Penelitian tentang analisis pola komunikasi interpersonal guru-siswa dalam interaksi pembelajaran di kelas menjadi semakin penting dalam mengeksplorasi dinamika pendidikan kontemporer. Penggunaan pendekatan dalam penelitian ini memungkinkan kita untuk menelusuri makna, kekuatan, dan implikasi pesan yang disampaikan dalam konteks kelas. Dengan demikian, analisis semacam ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang proses komunikasi, tetapi juga membuka ruang untuk merumuskan strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan Selain itu, pemahaman yang lebih baik tentang wacana pola komunikasi interpersonal dalam pembelajaran dapat memberikan wawasan baru terhadap peran bahasa dan budaya dalam proses pendidikan. Misalnya, bagaimana penggunaan bahasa dan simbol-simbol tertentu dapat memengaruhi persepsi siswa terhadap materi pelajaran, atau bagaimana faktor budaya dapat memengaruhi dinamika interaksi dalam kelas (Baihaqy & Ramli, 2. Hal ini memperkuat pentingnya pendekatan multibudaya dalam merancang kurikulum dan strategi pengajaran yang responsif terhadap kebutuhan siswa dari berbagai latar belakang. Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 70 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Di samping itu juga, setiap individu memiliki gaya komunikasi yang berbeda, dan pemahaman tentang variasi ini dapat memperkaya interaksi guru-siswa. Studi yang lebih mendalam tentang bagaimana guru dan siswa mengadaptasi gaya komunikasi mereka sesuai dengan preferensi dan karakteristik masing-masing dapat membantu dalam mengembangkan pendekatan yang lebih personal dalam pembelajaran (Sareong & Supartini, 2. Terdapat beberapa penelitian yang bisa dijadikan preferensi dalam penelitian ini. Pertama, penelitian yang dilakukan oleh El Hidayah menemukan fakta bahwa pola komunikasi memiliki yang dibangun memiliki dampak positif, khususnya dalam menciptakan suasana efektif seperti empati, dukungan dan keterpukaan (Hidayah & Saribudi, 2. Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Khoir juga menemukan fakta bahwa pola komunikasi yang dijalankan secara efektif di kelas memberikan dampak yang yang bagus terhadap suasana emosional serta kemampuan siswa dalam meningkatkan skillnya di kelas (Khoir, 2. Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Nurdin juga mengungkapkan fakta bahwa pola komunikasi interpersonal sangat mempngaruhi prestasi akademik siswa di kelas (Nurdin et al. , 2. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan memahami pola komunikasi interpersonal yang terjadi antara guru dan siswa dalam interaksi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas, serta menganalisis wacana komunikasi yang digunakan oleh guru dan siswa serta maknanya dalam konteks pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki implikasi yang luas dan mendalam dalam konteks pendidikan kontemporer yang relevan dengan kebutuhan aspek pendidikan saat ini. Dengan memahami lebih baik dinamika komunikasi ini, kita dapat mengembangkan pendekatan pendidikan yang lebih holistik, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan siswa secara optimal. METODE Penelitian ini mengacu pada sebuah studi yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis pola komunikasi interpersonal antara guru dan siswa dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 71 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. penelitian ini adalah metode library research atau sering juga disebut sebagai penelitian Metode library research, atau disebut juga penelitian kepustakaan, merupakan pendekatan penelitian yang mengandalkan sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan, baik berupa buku, jurnal, tesis, atau dokumen lainnya sebagai dasar untuk menyusun argumentasi dan menganalisis fenomena yang diteliti (Creswell et al. , 2. Pendekatan ini sering digunakan dalam penelitian-penelitian kualitatif yang berfokus pada analisis konseptual, teoritis, atau deskriptif. Dalam konteks penelitian tentang analisis pola komunikasi interpersonal antara guru dan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, metode library research mengharuskan peneliti untuk mengumpulkan dan menganalisis literatur-literatur yang relevan tentang konsep-konsep komunikasi interpersonal, teori-teori pembelajaran, dan prinsip-prinsip Pendidikan Agama Islam (Moleong, 2. Peneliti kemudian akan menggunakan informasi yang ditemukan dari literatur tersebut sebagai dasar untuk merumuskan kerangka teoretis, mengembangkan hipotesis, dan menjelaskan temuantemuan penelitian. Dengan demikian, penelitian tentang analisis pola komunikasi interpersonal guru-siswa dalam interaksi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang menggunakan metode library research akan menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep komunikasi interpersonal dan aplikasinya dalam konteks pembelajaran pada Pendidikan Agama Islam, sehingga hal ini akan berkontribusi kepada pengembangan teoritis-konseptual pada materi-meteri yang relevan dengan penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Indikator Komunikasi Efektif dalam Interaksi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam konteks pendidikan agama Islam, komunikasi efektif memegang peran yang sangat penting. Komunikasi yang efektif antara guru dan siswa memungkinkan transmisi nilai-nilai Islam dengan jelas dan akurat (Iswari, 2. Hal ini tidak hanya mencakup pemahaman teks-teks agama, tetapi juga menjangkau makna yang terkandung di dalamnya. Dengan komunikasi yang efektif, guru dapat menjelaskan nilai-nilai Islam dengan tepat kepada siswa, membantu mereka memahami Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 72 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. signifikansinya dalam kehidupan sehari-hari (Inah, 2. Selain itu, komunikasi yang baik juga memungkinkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Ketika siswa merasa didengar, dipahami, dan dihargai oleh guru, motivasi belajar mereka dapat meningkat secara signifikan. Tidak hanya sebagai sarana untuk mentransmisikan pengetahuan, komunikasi yang efektif juga memainkan peran penting dalam memecahkan miskonsepsi yang mungkin dimiliki siswa tentang ajaran Islam (Nahria et al. , 2. Melalui dialog yang terbuka dan jujur, guru dapat mendeteksi miskonsepsi tersebut dan memberikan klarifikasi yang diperlukan kepada siswa. Ini membantu memastikan bahwa pemahaman siswa tentang Islam tidak terdistorsi oleh pemikiran yang keliru atau ekstrem. Selain itu, komunikasi yang efektif juga memungkinkan terciptanya hubungan yang kuat antara guru dan siswa. Hubungan yang baik ini menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung, di mana siswa merasa lebih mampu untuk mengemukakan pendapat mereka dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran (A. Agustan Arifin, 2. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dan spiritual antara guru dan siswa, yang merupakan aspek penting dalam pendidikan agama Islam (Rofiqi. Iksan, et al. , 2. Selanjutnya, komunikasi yang efektif memungkinkan kolaborasi antara guru dan siswa dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan menarik. Dengan mendengarkan dan memahami kebutuhan serta minat siswa, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan relevan (Rosmalina, 2. Hal ini memungkinkan siswa untuk lebih terlibat dalam pembelajaran dan meningkatkan retensi informasi serta pemahaman mereka tentang ajaran Islam. Pendidikan agama Islam merupakan bagian integral dari sistem pendidikan yang bertujuan untuk membentuk karakter dan nilai-nilai moral siswa sesuai dengan ajaran Islam. Dalam konteks pembelajaran agama Islam, komunikasi efektif antara guru dan siswa memainkan peran yang sangat penting (Inah, 2. Komunikasi yang efektif tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga mencakup aspek-aspek seperti keterlibatan siswa, pemecahan miskonsepsi, dan pembentukan hubungan yang kuat antara guru dan siswa. Sebelum memahami indikator komunikasi efektif dalam pembelajaran agama Islam, penting untuk menyadari bahwa pendidikan agama Islam bukan hanya tentang Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 73 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. menghafal teks-teks suci, tetapi juga tentang pemahaman yang mendalam tentang nilainilai yang terkandung di dalamnya. Dalam konteks ini, komunikasi efektif memungkinkan guru untuk menyampaikan ajaran Islam dengan jelas dan memastikan pemahaman yang akurat oleh siswa. Beberapa indikator komunikasi efektif dalam interaksi pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam akan diuraikan berikut ini: Pertama. Klaritas Pesan: Guru harus mampu menyampaikan materi pelajaran dengan jelas dan mudah dipahami oleh siswa. Pesan-pesan yang disampaikan harus bebas dari kebingungan atau ambigu sehingga siswa dapat dengan mudah memahami inti dari ajaran Islam yang diajarkan (Sagala & Naibaho, 2. Kedua. Aktif Mendengarkan: Guru perlu aktif mendengarkan pertanyaan, tanggapan, atau kekhawatiran yang diajukan oleh siswa. Mendengarkan dengan seksama menunjukkan kepada siswa bahwa pendapat mereka dihargai dan memungkinkan guru untuk merespon dengan tepat sesuai dengan kebutuhan siswa (Martoredjo, 2. Ketiga. Keterlibatan Siswa: Interaksi pembelajaran harus melibatkan partisipasi aktif dari siswa. Guru dapat menggunakan berbagai teknik seperti diskusi kelompok, permainan peran, atau tanya jawab untuk mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (Mukaromah et al. , 2. Keempat. Feedback Konstruktif: Memberikan umpan balik yang konstruktif merupakan bagian penting dari komunikasi efektif. Guru harus memberikan umpan balik yang jelas dan berguna kepada siswa untuk membantu mereka memperbaiki pemahaman atau keterampilan mereka dalam memahami ajaran Islam (Nst & Ahmad Fuadi, 2. Kelima. Empati: Penting bagi guru untuk memahami latar belakang, kebutuhan, dan kekhawatiran individu siswa. Dengan memperlihatkan empati terhadap siswa, guru dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan memfasilitasi pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran Islam (Pahrudin et al. , 2. Keenam. Penggunaan Bahasa yang Sesuai: Bahasa yang digunakan oleh guru harus sesuai dengan pemahaman siswa dan budaya mereka. Guru perlu menghindari penggunaan bahasa yang terlalu teknis atau asing yang dapat membingungkan siswa (Hariadi, 2. Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 74 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Ketujuh. Penilaian yang Berkelanjutan: Guru perlu melakukan penilaian yang berkelanjutan terhadap pemahaman siswa tentang ajaran Islam. Ini dapat dilakukan melalui berbagai bentuk penilaian seperti tes, tugas, atau proyek yang dirancang untuk mengukur pemahaman dan penerapan siswa terhadap materi pelajaran (Trianingsih. Dengan memperhatikan indikator-indikator ini, diharapkan guru dapat meningkatkan efektivitas komunikasi mereka dalam menyampaikan ajaran Islam kepada siswa, serta memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual dalam proses Oleh karena itu, komunikasi efektif tidak hanya menjadi suatu kebutuhan, tetapi juga merupakan salah satu kunci untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam dalam membentuk generasi yang paham dan berakhlak baik sesuai dengan ajaran Islam. Bahasa dan Non-verbal dalam Komunikasi Interpersonal dalam Pendidikan Agama Islam Bahasa dan komunikasi non-verbal memiliki peran yang sama-sama penting dalam interaksi interpersonal dalam pendidikan agama Islam. Dalam konteks ini, bahasa bukan hanya sebagai alat untuk menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan nilai-nilai, keyakinan, dan makna yang mendalam dari ajaran Islam (Septiningsih, 2. Sebaliknya, komunikasi non-verbal, seperti ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan bahasa tubuh, dapat memberikan tambahan dimensi dalam memahami dan merespons pesan-pesan agama. Dalam pengajaran agama Islam, penggunaan bahasa yang sesuai sangat penting. Bahasa harus dipilih dengan hati-hati untuk memastikan bahwa pesan-pesan agama dapat disampaikan dengan jelas dan sesuai dengan pemahaman siswa (Praditya, 2. Selain itu, keberagaman bahasa di kalangan siswa harus dipertimbangkan untuk memastikan bahwa pesan dapat tersampaikan kepada semua siswa tanpa kehilangan substansi atau maknanya. Selain bahasa verbal, komunikasi non-verbal juga memiliki dampak yang signifikan dalam interaksi interpersonal dalam pendidikan agama Islam. Misalnya, ekspresi wajah guru dapat mencerminkan empati, kesabaran, dan penghargaan terhadap siswa, yang dapat memperkuat hubungan antara guru dan siswa serta membantu dalam Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 75 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. pemahaman ajaran agama. Gerakan tubuh yang tepat, seperti mengangguk atau mengangkat alis sebagai respon terhadap pertanyaan siswa, juga dapat memberikan umpan balik yang positif dan menguatkan interaksi antara guru dan siswa (Gantiano. Beberapa hal yang dapat diterapkan oleh guru untuk menciptakan bahasa dan komunikasi non-verbal yang efektif dalam interaksi dengan siswa dalam konteks pendidikan agama Islam: Pertama, guru dapat memperhatikan bahasa tubuh mereka sendiri. Sikap yang terbuka, ekspresi wajah yang ramah, dan kontak mata yang mantap dapat menciptakan atmosfer yang nyaman dan mengundang siswa untuk terlibat dalam pembelajaran (Praditya, 2. Misalnya, senyum hangat atau anggukan kepala ringan dapat memberikan pesan yang positif kepada siswa bahwa guru mendengarkan dan memahami mereka. Kedua, penting bagi guru untuk menggunakan bahasa yang sesuai dengan pemahaman siswa. Bahasa yang sederhana dan mudah dipahami membantu siswa untuk memahami pesan dengan lebih baik (Pranowo, 2. Hindari penggunaan istilah teknis yang mungkin membingungkan siswa, dan gunakan contoh konkret atau analogi untuk menjelaskan konsep-konsep yang kompleks dalam agama Islam. Ketiga, guru perlu memperhatikan bagaimana mereka memberikan umpan balik kepada siswa. Umpan balik yang konstruktif dan bersifat mendukung membantu siswa untuk belajar dan berkembang. Hindari menggunakan nada suara yang menyalahkan atau mengkritik, dan pastikan bahwa pesan yang disampaikan secara verbal didukung oleh bahasa tubuh yang mendukung, seperti gerakan tangan yang menenangkan atau ekspresi wajah yang empatik (Nst & Ahmad Fuadi, 2. Keempat, guru dapat memanfaatkan komunikasi non-verbal untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Misalnya, menggunakan gerakan tubuh yang dinamis atau bahasa tubuh yang ekspresif dapat membantu mempertahankan perhatian siswa dan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik (Mahdaniar, 2. Selain itu, memperhatikan ekspresi wajah atau bahasa tubuh siswa juga dapat memberikan petunjuk tentang sejauh mana mereka memahami materi pelajaran. Kelima, membangun hubungan yang kuat dengan siswa merupakan kunci dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Guru perlu menunjukkan minat dan peduli Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 76 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. terhadap kebutuhan serta kekhawatiran siswa, dan menghargai mereka sebagai individu (A. Agustan Arifin, 2. Dengan membangun hubungan yang positif, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memperkuat komunikasi interpersonal dalam konteks pendidikan agama Islam. Dengan demikian, menerapkan strategi-strategi ini dapat membantu guru untuk menciptakan bahasa dan komunikasi non-verbal yang efektif dalam interaksi dengan siswa, serta meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam secara keseluruhan. Kendatipun demikian, perlu diingat bahwa dalam konteks agama Islam, komunikasi non-verbal juga harus memperhatikan aturan dan norma-norma yang Misalnya, guru harus memperhatikan ekspresi wajah yang pantas dan sikap tubuh yang menghormati saat berbicara tentang ajaran agama. Hal ini penting untuk memastikan bahwa komunikasi non-verbal tidak bertentangan dengan nilai-nilai atau norma-norma agama yang diajarkan kepada siswa. Dengan demikian, baik bahasa verbal maupun komunikasi non-verbal memegang peran yang penting dalam komunikasi interpersonal dalam pendidikan agama Islam. Kedua aspek ini saling melengkapi dan dapat digunakan secara efektif untuk menyampaikan pesan-pesan agama dengan jelas, membangun hubungan yang baik antara guru dan siswa, serta memfasilitasi pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam. Menciptakan Lingkungan yang Komunikatif antara Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pendidikan agama Islam tidak hanya tentang mentransfer pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter, nilai-nilai, dan spiritualitas siswa (Rofiqi, 2. Dalam konteks ini, menciptakan lingkungan yang komunikatif menjadi krusial untuk memastikan pemahaman yang mendalam dan penerimaan yang baik terhadap ajaran Islam sehingga memberikan prespektif yang baru bagi siswa di kelas. Suatu hal yang penting adalah bahwa lingkungan yang baik dalam pembelajaran agama Islam membutuhkan komunikasi yang jelas dan terbuka antara guru dan siswa. Guru perlu menggunakan bahasa yang sesuai dengan pemahaman siswa serta menjaga klaritas dalam penyampaian pesan-pesan agama (Zunidar, 2. Bahasa yang Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 77 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. sederhana, lugas, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa membantu dalam menumbuhkan minat dan pemahaman yang baik terhadap ajaran Islam. Selain bahasa verbal, komunikasi non-verbal juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang baik. Ekspresi wajah guru yang ramah, sikap tubuh yang terbuka, dan kontak mata yang mantap dapat menciptakan atmosfer yang nyaman dan mengundang siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran (Mahdaniar, 2. Komunikasi non-verbal yang positif dan mendukung juga membantu dalam membangun hubungan yang kuat antara guru dan siswa, sehingga meningkatkan rasa kepercayaan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu, dalam menciptakan lingkungan komunikasi interpersonal yang baik dalam pembelajaran agama Islam, guru perlu menunjukkan empati terhadap siswa. Mendengarkan dengan baik, menunjukkan penghargaan terhadap pandangan atau pendapat siswa, dan memberikan umpan balik yang konstruktif merupakan bagian dari upaya untuk memahami dan merespons kebutuhan siswa secara efektif (Rofiqi & Rahmawati, 2. Hal ini membantu siswa merasa didengar, dihargai, dan dipahami oleh guru, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi belajar dan pengalaman pembelajaran mereka. Penting pula membangun hubungan yang baik antara guru dan siswa yang juga merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan komunikasi interpersonal yang baik dalam pembelajaran agama Islam. Hubungan yang kuat, penuh kepercayaan, dan saling menghargai membantu dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan mendukung (A. Agustan Arifin, 2. Guru perlu berusaha untuk membangun hubungan yang dekat dengan siswa, memahami latar belakang dan kebutuhan mereka, serta memberikan dukungan yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Menciptakan pembelajaran agama Islam tentu harus melibatkan penggunaan bahasa dan komunikasi non-verbal yang efektif, menunjukkan empati terhadap siswa, dan membangun hubungan yang kuat antara guru dan siswa (Mahdaniar, 2. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, diharapkan pembelajaran agama Islam dapat menjadi lebih bermakna, relevan, dan berdampak dalam membentuk karakter, nilai-nilai, dan spiritualitas siswa sesuai dengan ajaran Islam. Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 78 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Dengan demikian, lingkungan komunikasi interpersonal yang baik dalam pembelajaran agama Islam melibatkan penggunaan bahasa dan komunikasi non-verbal yang efektif, menunjukkan empati terhadap siswa, membangun hubungan yang kuat, serta menerapkan langkah-langkah praktis untuk memastikan keterlibatan aktif dan pembinaan hubungan yang positif antara guru dan siswa. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, diharapkan pendidikan agama Islam dapat memberikan dampak yang signifikan dalam membentuk karakter, nilai-nilai, dan spiritualitas siswa sesuai dengan ajaran Islam. Dampak Komunikasi Interpersonal terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu aspek fundamental dalam pendidikan di negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Pengajaran dan pembelajaran Pendidikan Agama Isam tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan agama, tetapi juga memperhatikan pengembangan karakter, moral, serta nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pembelajaran tersebut, komunikasi interpersonal memiliki peran yang signifikan dalam membentuk efektivitas proses belajar mengajar. Komunikasi interpersonal merupakan proses pertukaran pesan, gagasan, dan emosi antara individu atau kelompok, yang dilakukan secara langsung melalui berbagai saluran komunikasi verbal dan non-verbal. Dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam, komunikasi interpersonal tidak hanya melibatkan hubungan antara guru dan murid, tetapi juga antar-murid serta interaksi dengan lingkungan pembelajaran yang meliputi keluarga, teman sebaya, dan masyarakat sekitar (Pranowo, 2. Komunikasi interpersonal, sebagai pertukaran pesan, gagasan, dan emosi antara individu atau kelompok secara langsung, memegang peranan penting dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Praditya, 2. Dalam lingkup pembelajaran agama Islam, interaksi antara guru dan murid, serta antar-murid, melalui berbagai saluran komunikasi, baik verbal maupun non-verbal, menjadi kunci dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif. Komunikasi yang efektif antara guru dan murid mampu meningkatkan pemahaman materi Pendidikan Agama Islam, memotivasi Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 79 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. partisipasi aktif murid, serta memperkuat ikatan emosional antara keduanya, sehingga membentuk lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung. Selain itu, interaksi antar-murid dalam diskusi agama juga memiliki dampak yang signifikan terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Kelompok diskusi yang mampu membangun komunikasi interpersonal yang baik cenderung mencapai pemahaman yang lebih dalam terhadap konsep-konsep agama Islam (Septiningsih. Diskusi yang aktif dan kolaboratif antar-murid tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mereka, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari pada itu, lingkungan sosial tempat individu berada juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pengaruh keluarga, teman sebaya, dan masyarakat sekitar dapat memengaruhi sikap dan nilai-nilai yang diterapkan oleh individu sesuai dengan ajaran agama Islam (Rofiqi. Sugianto, et , 2. Oleh karena itu, pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang memperhatikan konteks lingkungan sosial individu dapat lebih berhasil dalam membentuk karakter dan moral yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Pemahaman mengenai dampak komunikasi interpersonal terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam (Muhtadin, 2. Dengan memperhatikan peran yang dimainkan oleh komunikasi interpersonal dalam hubungan antara guru dan murid, interaksi antar-murid, serta pengaruh lingkungan sosial, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat lebih efektif dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman agama yang mendalam serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal memainkan peran yang sangat penting dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pola komunikasi yang baik antara guru dan murid, interaksi positif antar-murid dalam diskusi agama, serta pengaruh lingkungan sosial individu, semuanya memiliki dampak yang signifikan terhadap efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Oleh karena itu, pendekatan yang holistik dan terpadu dalam mengintegrasikan komunikasi interpersonal dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam. Melalui pemahaman Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 80 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. yang mendalam mengenai peran komunikasi interpersonal dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, pendidik dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan tuntutan zaman, sehingga mampu membentuk generasi yang memiliki pemahaman agama yang kuat serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. KESIMPULAN Studi ini menggali dan menganalisis pola komunikasi interpersonal antara guru dan siswa dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Komunikasi interpersonal antara guru dan siswa memainkan peran yang signifikan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Guru yang mampu membangun hubungan yang baik, inklusif, dan responsif dengan siswa cenderung menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pemahaman materi dan partisipasi aktif siswa. Komunikasi yang terbuka dan menghargai pendapat siswa juga memperkuat ikatan emosional antara guru dan siswa, yang pada gilirannya meningkatkan efektifitas belajar siswa. Dengan demikian, pemahaman yang mendalam mengenai pola komunikasi interpersonal antara guru dan siswa menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Oleh karena itu, pendidik perlu memperhatikan dan mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal mereka agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, inklusif, dan memotivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. DAFTAR RUJUKAN Agustan Arifin. Komunikasi Efektif Dalam Penguatan Karakter Peserta Didik. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1. https://doi. org/10. 25134/prosidingsemnaspgsd. Baihaqy. , & Ramli. Pola Komunikasi Dalam Manajemen Sekolah Dan Madrasah. Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian, 5. https://doi. org/10. 56630/jti. Creswell. Plano Clark, & L. Research Design. Qualitatif and Mixed Methods Approaches. In Sage Publications Ltd. (Issue . Gantiano. Analisis Dampak Strategi Komunikasi Non Verbal. Dharma Duta, 17. https://doi. org/10. 33363/dd. Hariadi. Gaya Bahasa Ragam Ilmiah Dalam Skripsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (Ppk. Angkatan Tahun 2017/2018 Stkip Pgri Trenggalek. Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi. Kreasi Dan Inovasi Ilmiah Pendidikan, 8. Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 81 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. https://doi. org/10. 55933/jpd. Hidayah. El, & Saribudi. Pola Komunikasi Guru Dan Siswa Kelas Xi Dalam Pembelajaran Daring Pada Smk Taman Harapan. Jurnal Media Penyiaran, 3. https://doi. org/10. 31294/jmp. Inah, ety nur. Peran Komunikasi Dalam Interaksi Guru Dan Siswa. Al-TaAodib, 8. Iswari. Komunikasi Efektif Dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19. GANDIWA Jurnal Komunikasi, 1. https://doi. org/10. 30998/g. Khoir. Pola Komunikasi Guru dan Murid di Sekolah Luar Biasa B (SLBB) Frobel Montessori Jakarta Timur. Revista CENIC. Ciencias Biolygicas, 17. Mahdaniar. Kode Etik Bahasa Dakwah Lisan. INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah, 4. https://doi. org/10. 55372/inteleksiajpid. Martoredjo. Keterampilan Mendengarkan Secara Aktif dalam Komunikasi Interpersonal. Humaniora, 5. https://doi. org/10. 21512/humaniora. Moleong. Penelitia Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya. Muhtadin. Pengaruh Komunikasi Interpersonal Guru Pendidikan Agama Islam Dan Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Siswa. In Jurnal Pustaka Komunikasi (Vol. Issue . Mukaromah. Sugiyo, & Mulawarman. Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran ditinjau dari Efikasi Diri dan Self Regu-lated Learning. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory And Application, 7. Nahria. Laili. , & Nuryanti. Analisis Hermeneutik Nilai-Nilai Komunikasi Dalam Proses Pembelajaran Berbasis Al-QurAoan. Gema Kampus IISIP YAPIS Biak, 18. https://doi. org/10. 52049/gemakampus. Nst. aini, & Ahmad Fuadi. Implementasi Nilai-Nilai Demokrasi dalam Pembelajaran. Educandumedia: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Kependidikan, 2. https://doi. org/10. 61721/educandumedia. Nurdin. Mujahidah. , & Karmila. Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Guru Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas Tinggi. JPPSD: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 2. https://doi. org/10. 26858/pjppsd. Pahrudin. Syafril. , & Erlina. Manajemen Pembelajaran Siswa Berbakat Akademik. In Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Intan Lampung. Praditya. Pemakaian Bahasa Non Verbal Guru dan Peserta Didik di Pendidikan Anak Usia Dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 5. https://doi. org/10. 31004/aulad. Pranowo. Bahasa nonverbal sebagai konteks dalam pembelajaran BIPA: kajian pragmatik edukasional. Jurnal Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (JBIPA), 1. https://doi. org/10. 26499/jbipa. Purnomo. Manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Keislaman, 2. https://doi. org/10. 55883/jipkis. Rofiqi. Filsafat Pendidikan Islam (I). Literasi Nusantara. Rofiqi. Iksan, & M. Mansyur. Melangkah Menuju Kesehatan Mental yang Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi 82 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Optimal: Program Inovatif di Lembaga Pendidikan Islam. Edu Consilium : Jurnal Bimbingan Dan Konseling Pendidikan Islam, 4. https://doi. org/10. 19105/ec. Rofiqi. Sugianto. , & Zainiyati. Social Education in The Perspective of The QurAoan (A Study of Comparative Tafsir by Al-Maraghi and Qurthub. Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 9. , 27Ae53. https://doi. org/10. 35309/alinsyiroh. Rofiqi, & Rahmawati. Dinamika Kelompok Dalam Cooperative Learning Model ( Analisis Psikologi Sosial terhadap Interaksi Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ). Al-Riwayah, 15. , 290Ae304. https://doi. org/https://doi. org/10. 47945/al-riwayah. Rosmalina. Peran Komunikasi Interpersonal Dalam Mewujudkan Kesehatan Mental Seseorang. Prophetic : Professional. Empathy and Islamic Counseling Journal, 1. , 49Ae68. https://doi. org/10. 24235/prophetic. Sagala. , & Naibaho. Mampu Menggunakan Bahasa Yang Komunikatif. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 2. Sareong. , & Supartini. Hubungan Komunikasi Interpersonal Guru dan Siswa Terhadap Keaktifan Belajar Siswa di SMA Kristen Pelita Kasih Makassar. Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 1. https://doi. org/10. 25278/jitpk. Septiningsih. Komunikasi Interpersonal Dalam Kajian Islam. Jurnal Perndidikan Agama Islam. TINTA. Komunikasi Interpesonal Guru dan Siswa Terhadap Peningkatan Hafalan Al-Quran Siswa Kelas 1 SMP JamiAoah Batee Iliek Kecamatan Samalanga. Download. Garuda. Kemdikbud. Go. Id. Trianingsih. Bentuk-Bentuk Penilaian Autentik Pada Pembelajaran Tematik Terpadu Di Mi/Sd. Jurnal Studi Pendidikan Islami, 05. Zunidar. Efektivitas Komunikasi Guru Dalam Pembelajaran. BMC Public Health, 5. , 1Ae8. https://ejournal. id/index. php/siklus/article/view/298http://re ni/2986/1/5624. pdfhttp://dx. org/10. 1016/j. 005http://w. com/14712458/12/58http://ovidsp. com/ovidweb. cgi?T=JS&P Rofiqi dan Sugianto Ae Analisis Pola Komunikasi