Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA POSTER DIGITAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA MAHASISWI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Sindy Dwi Safitri1. Rosini1*. Hendra Wicaksono1 Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas YARSI *Korespondensi: rosini@yarsi. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan poster digital terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi Universitas YARSI tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (AuSADARIA. Populasi penelitian adalah mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi Universitas YARSI. Jenis penelitian adalah eksperimen menggunakan one group pretest-posttest. Jumlah sampel 70 Teknik sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis accidental Hasil t-test menunjukan bahwa nilai sig. -taile. sebesar 0,000 < 0,05 artinya t hitung < dari t tabel. Dengan demikian, terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan, yaitu penyampaian edukasi kesehatan dengan menggunakan poster digital maka H0 ditolak dan H1 diterima. Selain itu diketahui juga jumlah nilai sebelum diberi perlakuan sebesar 9,54 dan setelah diberi perlakuan pengetahuan mahasiswi terhadap SADARI menjadi meningkat sebesar 11,27. Dapat dikatakan bahwa media poster digital dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswi terhadap SADARI. Kata kunci: Literasi kesehatan. Peningkatan pengetahuan. Poster digital. SADARI PENDAHULUAN Literasi kesehatan merupakan kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh seseorang. Karena tingkat kemampuan literasi kesehatan memiliki dampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Prasanti . bahwa literasi kesehatan yang baik sangat penting dimiliki karena bisa berdampak pada batasan faktor sosial, kultur, dan individu, sementara literasi kesehatan yang buruk juga dapat berefek pada pelayanan kesehatan. Literasi kesehatan diartikan sebagai pengetahuan, motivasi, dan kompetensi untuk mengakses, memahami, menilai, dan menerapkan informasi kesehatan untuk membuat penilaian dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari mengenai perawatan kesehatan, serta pencegahan penyakit dan kesehatan (Syrensen et al. , 2. Edukasi kesehatan dan literasi kesehatan saling berhubungan erat (Stars, 2. Edukasi kesehatan diarahkan untuk meningkatkan literasi kesehatan dan disajikan sebagai salah satu hasil utama dari kebijakan, kegiatan, dan intervensi edukasi kesehatan (Baker et al. , 1. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 Sedangkan literasi kesehatan adalah konsep ambigu yang telah menjadi isu dalam ilmu kesehatan dan kesehatan masyarakat (Nutbeam, 2. Keragaman literasi kesehatan dapat menjadi motivator yang menantang untuk edukasi kesehatan. Lima tantangan literasi kesehatan untuk pendidikan kesehatan berhasil diidentifikasi oleh Stars . , yaitu: . literasi kesehatan sebagai hasil yang terkait dengan intervensi edukasi kesehatan. literasi kesehatan mempunya tingkat literasi kesehatan yang berbeda. konsep literasi kesehatan dan kelengkapannya. pergeseran dari edukasi kesehatan yang pasif menjadi lebih interaktif dan memberdayakan. konteks budaya literasi kesehatan dan edukasi kesehatan. Salah satu media untuk edukasi kesehatan yang efektif adalah poster. Beberapa penelitian dilakukan terkait dengan efektif nya poster untuk edukasi kesehatan antara lain dilakukan oleh LaSane et. yang menampilkan poster tentang fentanil dan nalokson . bat-obat terlaran. sebagai upaya intervensi terhadap pencegahan terjadinya overdosis di tempattempat hiburan malam di Kota New York. Poster diberikan sebagai training/latihan kepada pihak manajemen dan para staf di tempat hiburan malam. Para responden yang dilatih dengan menggunakan poster tersebut melaporkan bahwa mereka belajar tentang nalokson dan fentanil melalui intervensi, dan sebagian besar staf . %) menerima pesan intervensi tersebut. Penelitian lainnya dilakukan oleh Sumartono dan Astuti . yang menyampaikan hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa poster efektif digunakan sebagai media komunikasi kesehatan karena tampilan fisiknya menarik, dibuat dengan menggunakan warna, dan isi pesannya bermanfaat bagi pembacanya. Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang kini banyak ditemukan pada masyarakat, khususnya pada perempuan. Di Amerika Serikat, penyakit kanker payudara pada tahun 2014 masih merupakan beban kesehatan yang luar biasa. Diperkirakan terdapat 232. kasus kanker payudara baru dan 40. 000 kematian antara perempuan yang hidup di Amerika Serikat (Siegel et al. , 2. Sementara itu di Indonesia, kanker payudara menempati urutan pertama jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker (Rokom, 2. Data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68. 858 kasus . ,6%) dari total 396. 914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus (Rokom. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 Kanker payudara sebenernya dapat diatasi jika ditemukan lebih awal dengan cara mendeteksi secara dini. Sekitar 43% kematian akibat kanker bisa dikalahkan manakala pasien rutin melakukan deteksi dini dan menghindari faktor risiko penyebab kanker (Rokom, 2. Salah satu program pencegahan kanker yang diluncurkan oleh Kemenkes RI, yaitu deteksi dini kanker payudara yang dikenal dengan metode Pemeriksaan Payudara Sendiri atau AuSADARIAy (Lubis, 2. Tujuan dari SADARI itu sendiri untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara, sehingga jika terjadi perubahan seperti benjolan dapat segera diketahui. Salah satu media yang dapat digunakan untuk memperkenalkan tentang SADARI adalah Seperti yang disampaikan oleh Wongsawat . , poster merupakan salah satu media edukasi kesehatan yang menggunakan huruf dengan ukuran besar dan jelas serta disertai Salah satu format poster adalah smart poster . oster berbentuk digita. yang memungkinkan bisnis atau organisasi lain menyebarkan informasi kepada pengguna dengan cara lebih interaktif dibandingkan dari poster standar (Wu et al. , 2. Dari pernyataan di atas, poster digital dianggap lebih mudah untuk mendapatkan dan memahami informasi serta menyebarkan informasi tersebut kepada orang lain. Keunggulan poster digital lainnya adalah dapat menghemat biaya karena tidak perlu mencetak poster sebelum dibagikan. Para wanita merupakan orang yang rentan terhadap penyakit kanker payudara. Dengan adanya data bahwa kanker payudara merupakan peringkat pertama jenis kanker yang paling banyak di Indonesia dan juga memiliki jumlah kasus baru tertinggi di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 65. 858 kasus, atau 16,6% dari total 396. 914 kasus kanker (Andriani, 2. , maka para mahasiswi perlu melakukan deteksi dini kanker payudara. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh pemberian edukasi kesehatan melalui penggunaan poster digital terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswi di Fakultas Teknologi Informasi Universitas YARSI tentang AuSADARIAy. Manfaat penelitian dilakukan adalah untuk mengetahui gambaran mengenai peningkatan pengetahuan para mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi Universitas YARSI mengenai AuSADARIAy. METODE Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif, dengan metode eksperimen one group pretest dan Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Populasi mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi Universitas YARSI pada saat penelitian berlangsung Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 berjumlah 190 orang mahasiswi aktif yang terdiri dari 2 program studi, yaitu Teknik Informatika dan Perpustakaan dan Sains Informasi. Penentuan besaran sampel menggunakan rumus Taro Yamane dengan peluang kesalahan 10% dan diperoleh 70 responden. Data hasil dari kuesioner dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan SPSS versi 20. Dari hasil uji validitas dengan menggunakan pearson product moment dengan 14 item pertanyaan pada kuesioner, diperoleh hasil bahwa nilai r tabel sebesar 0. 361 sedangkan nilai r hitung semua di Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa seluruh item soal pada kuesioner valid. Sedangkan uji reliabilitas menghasilkan nilai alpha cronbach sebesar 0,852 yang artinya reliabilitasnya sangat kuat. Gambar 1. Tahapan penelitian Poster digital yang digunakan dalam penelitian ini dibuat sendiri dengan mengambil sumber dari Departemen Kesehatan RI dan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (Gambar . Poster diperlihatkan setelah para responden mengisi kuesioner pretest kemudian ditutup dengan mengisi kuesioner posttest. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 Gambar 2. Poster yang digunakan dalam penelitian. Data dianalisis dengan statistik deskriptif, yaitu dengan cara tabulasi data membuat tabel dengan mendeskripsikan data yang telah terkumpul apa adanya tanpa bermaksud kesimpulan yang berlaku umum (Sugiyono, 2013, hlm. Setelah dilakukan tabulasi data, selanjutnya data diolah dengan menggunakan metode uji statistik untuk menguji hipotesis. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: H0 = tidak terdapat pengaruh yang signifikan diantara sesudah dan sebelum perlakuan edukasi kesehatan menggunakan media poster digital terhadap peningkatan pengetahuan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). H1 = terdapat pengaruh yang signifikan diantara sesudah dan sebelum perlakuan edukasi kesehatan menggunakan media poster digital terhadap peningkatan pengetahuan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Dengan Kriteria keputusan sebagai berikut: Jika nilai signifikan > 0,05 maka H0 diterima Jika nilai signifikan < 0,05 maka H0 ditolak Sebelum uji hipotesis dilakukan, maka terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap persyaratan analisis yaitu berupa pemeriksaan. Normalitas dan Homogenitas dengan uji Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 Kolmogorov Smirnov dengan bantuan SPSS. Setelah itu melakukan uji t atau T-Test yaitu pengujian yang dilakukan pada dua variabel untuk mengetahui adanya pengaruh atau perbedaan sebelum dan setelah pemberian perlakuan edukasi kesehatan . ariabel X) dengan peningkatan pengetahuan . ariabel Y). Pengujian T-Test dilakukan dengan bantuan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Pengujian Hipotesis Berdasarkan hasil uji terhadap hipotesis penelitian ini, diperoleh suatu kesimpulan bahwa ada pengaruh edukasi kesehatan melalui poster digital terhadap peningkatan pengetahuan SADARI sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Hal ini ditunjukan dari hasil t Test bahwa nilai sig. -taile. sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat dikatakan terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan pada penggunaan poster digital. Dalam penelitian ini terbukti bahwa poster digital dapat meningkatkan pengetahuan Penelitian ini didukung oleh penelitian (Wongsawat 2015, p. yang telah membuktikan bahwa poster memiliki pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan diet diabetes tipe 2 pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p=0,001 . < 0,. 2 Peningkatan Pengetahuan Diketahui bahwa pada penelitian ini, nilai sebelum diberi perlakuan yaitu sebesar 9,54 dan setelah diberi perlakuan, pengetahuan mahasiswi terhadap SADARI menjadi meningkat yaitu sebesar 11,27. Artinya ada peningkatan pengetahuan sebesar 1,73 secara Pengetahuan mahasiswi dapat dikatakan meningkat setelah diberikan perlakuan melalui poster digital. Notoatmodjo . berpendapat bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah media informasi. Majunya teknologi mengakibatkan tersedianya bermacam-macam media massa yang dapat mempengaruhi pengetahuan masyarakat. Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media cetak atau media elektronik seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, penyuluhan, dan lain-lain, mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan opini dan kepercayaan orang. Poster digital merupakan salah satu media informasi. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 Tabel 1. Peningkatan Pengetahuan Pre Test Post Test Valid N . Minimu Maximu Mea 9,54 Std. Deviation 2,977 1,849 Hasil penelitian ini juga sejalan dengan Iman . tentang peningkatan pengetahuan tentang SADARI pada mahasiswi keperawatan UIN Allaudin Makasar. Pada penelitian Iman . ini dapat memberikan gambaran kepada kita bahwa pengetahuan responden meningkat setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang SADARI. Hal ini dibuktikan oleh hasil uji statistik t berpasangan yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan responden. Di mana uji t paired diperoleh nilai p sebesar 0. 000, nilai p kurang dari 0,05 (Nilai p O , di mana < =0,. , maka keputusannya adalah H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti ada peningkatan pengetahuan responden setelah diberikan penyuluhan mengenai SADARI (Iman, 2. Hasil peningkatan penelitian ini juga didukung oleh Husada et al. yang menyimpulkan bahwa pengetahuan mempengaruhi sikap remaja puteri dalam pemeriksaan payudara sendiri, karena semakin tinggi pengetahuan seseorang maka semakin positif sikap seseorang terhadap suatu perilaku kesehatan. Di bawah ini terlihat pengetahuan yang mana saja yang mengalami peningkatan dan seberapa besar Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 Tabel 2. Peningkatan Pengetahuan PERNYATAAN SADARI salah satu cara untuk mendeteksi secara dini penyakit kanker JAWABAN SEBELUM JAWABAN SESUDAH PENINGKATAN TIDAK TIDAK Nilai 51,4% 48,6% 54,3% 45,7% 2,85% singkatan SADARI Tujuan dilakukannya SADARI 80,0% 20,0% 90,0% 10,0% 70,0% 30,0% 78,6% 21,4% 8,57% Yang melakukan SADARI 80,0% 20,0% 90,0% 10,0% 68,6% 31,4% 80,0% 20,0% 11,42% 77,1% 22,9% 88,6% 11,4% 11,42% 61,4% 38,6% 78,6% 21,4% 17,14% 65,7% 34,3% 87,1% 12,9% 21,43% 77,1% 22,9% 91,4% 8,6% 14,28% 47,1% 52,9% 75,7% 24,3% 28,57% 91,4% 8,6% 98,6% 1,4% 7,14% 57,1% 42,9% 72,9% 27,1% 15,71% 65,7% 34,3% 75,7% 24,3% 61,4% 38,6% 65,7% 34,3% 4,28% Jumlah langkah yang harus dilakukan pada saat melakukan SADARI Posisi saat melakukan SADARI Alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaaN SADARI Teknik pemeriksaan yang dilakukan saat melakukan SADARI Kelainan yang ditemukan pada payudara saat melakukan SADARI Kemungkinan perubahan pada puting yang ditemukan pada saat melakukan SADARI Cairan yang keluar dari puting pada keadaan payudara yang tidak normal saat melakukan SADARI Gerakan memeriksa payudara pada SADARI Gerakan lainnya saat memeriksa payudara pada SADARI Tempat untuk konsultasi bila terdapat ciri-ciri kanker payudara Pada Tabel 2 di atas, terdapat jawaban AuYaAy dan AuTidakAy yang merupakan pengujian terhadap para responden tentang pengetahuan SADARI di mana jawaban AuYaAy merupakan jawaban yang benar, dan AuTidakAy merupakan jawaban yang salah. Dari Tabel 2 ini, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada semua item Peningkatan pengetahuan yang paling besar adalah pengetahuan kesepuluh, yaitu pengetahuan tentang Aukemungkinan perubahan pada puting yang ditemukan saat melakukan SADARIAy dengan persentase sebesar 28,57%. Sedangkan pengetahuan yang meningkat setelahnya adalah pengetahuan Auteknik pemeriksaan yang dilakukan saat SADARIAy dengan persentase 21,43%. Bila dihitung secara keseluruhan, maka jumlah peningkatan pengetahuan sebesar 13% dapat terlihat pada Gambar 3 dan Gambar 4 sebagai berikut: Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 Gambar 3. Grafik Sebelum Perlakuan Gambar 4. Grafik Setelah Perlakuan Selain peningkatan pengetahuan, penelitian ini juga berusaha mengungkapkan peningkatan pengetahuan pada masing-masing responden (Tabel . Tabel 31. Peningkatan Pengetahuan Masing-masing Responden Responden Jumlah Benar Persentase R10 R15 R16 R17 R18 R19 R21 Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . R22 R23 R26 R28 R29 R30 R31 R32 R34 R36 R37 R39 R40 R43 R46 R47 R48 R49 R50 R51 R52 R54 R55 R56 R57 R58 R59 R61 R62 R65 R67 R68 R69 R70 Berdasarkan Tabel 3 di atas, terdapat persentase peningkatan pengetahuan setiap Sesuai dengan pengelompokan pengetahuan dari teori Budiman & Ryanto . , maka peningkatan pengetahuan para responden adalah sebagai berikut: 85% atau 23 responden berada di kategori mempunyai pengetahuan yang baik tentang SADARI. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6 . 2021 24 responden atau 34. 28 responden berada di kategori mempunyai pengetahuan yang cukup tentang SADARI. 85% atau 23 responden berada di kategori mempunyai pengetahuan yang kurang tentang SADARI. KESIMPULAN Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh edukasi kesehatan melalui poster digital terhadap peningkatan SADARI pada mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi Universitas YARSI. Selain itu, juga terdapat peningkatan pengetahuan tentang SADARI pada tiap responden dengan masing-masing kategori baik, cukup, dan kurang. DAFTAR PUSTAKA