Jurnal Peduli Masyarakat Volume 6 Nomor 3. September 2024 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM HUBUNGAN KECEMASAN AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS Vi Amalina Firda Tondani*. Arni Nur Rahmawati. Noor Yunida Triana Fakultas Kesehatan. Universitas Harapan Bangsa Jl. Raden Patah No. Kedunglongsir. Ledug. Kembaran. Banyumas. Jawa Tengah 53182. Indonesia *amalinaft@gmail. ABSTRAK Prestasi belajar merupakan sebagai kecakapan nyata yang dapat diukur dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai interaksi aktif antara subyek belajar dengan obyek belajar selama berlangsungnya proses belajar mengajar untuk mencapai hasil atau tujuan belajar. Kecemasan akademik adalah saat seseorang merasa khawatir terhadap berbagai potensi ancaman yang mungkin datang dari lingkungan akademik, termasuk pengajar dan mata pelajaran tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan akademik dengan prestasi belajar siswa kelas Vi di SMP N 2 Kembaran. Penelitian menggunakan deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode proportionate stratified random sampling sebanyak 135 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Academy Anxiety Scale (AAS). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis Spearman Rank. Hasil diperoleh responden sebagian besar berjenis kelamin laki Ae laki . ,7%), berusia <14 tahun . ,6%), tingkat kecemasan akademik kategori sedang . ,3%), prestasi belajar sedang . ,3%). Uji Spearman Rank didapatkan tidak ada hubungan kecemasan akademik dengan prestasi belajar siswa kelas Vi di SMP N 2 Kembaran p value 0,635 (<0,. Kata kunci: kecemasan akademik. prestasi belajar. THE RELATIONSHIP OF ACADEMIC ANXIETY AND LEARNING ACHIEVEMENT OF CLASS Vi STUDENTS ABSTRACT Learning achievement is a real skill that can be measured by knowledge, attitudes and skills as an active interaction between learning subjects and learning objects during the teaching and learning process to achieve learning outcomes or goals. Academic anxiety is when someone feels worried about various potential threats that may come from the academic environment, including teachers and certain subjects. This research aims to determine the relationship between academic anxiety and the learning achievement of class Vi students at SMP N 2 Kembaran. The research uses correlation descriptions with a cross sectional approach. The sampling technique in this research was carried out using the proportionate stratified random sampling method of 135 students. The instrument used in this research used the Academy Anxiety Scale (AAS) questionnaire. Data analysis in this study used Spearman Rank analysis. The results obtained by respondents were mostly male . 7%), <14 years old . 6%), moderate level of academic anxiety . 3%), moderate academic achievement . 3%). The Spearman Rank test found that there was a no relationship between academic anxiety and the learning achievement of class Vi students at SMP N 2 Kembaran, p value 0. 041 (>0. Keywords: academic anxiety. learning achievement. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group PENDAHULUAN Istilah remaja sering disebut sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, hal ini di mulai saat anak secara seksual matang dan berakhir saat ia mencapai usia matang secara Menurut World Health Organization (WHO) rentang usia remaja ialah pada usia 10 sampai 19 tahun. Masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluh tahun. (Firdaus & Marsudi, 2. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapi. Kementerian dalam negeri, jumlah penduduk Jawa Tengah ada 37,49 juta jiwa pada Juni 2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25,99 juta jiwa . ,34 %) penduduk di Provinsi Jawa Tengah ini adalah kelompok usia produktif . 4 tahu. Terdapat pula 11,5 juta jiwa . ,66 %) penduduk Jawa Tengah yang masuk kelompok usia tidak produktif. Remaja dalam rentang usia 13-17 tahun dapat diartikan sebagai siswa. Siswa itu sendiri merupakan kelompok individu yang sedang mengalami masa pubertas dan secara resmi terdaftar untuk mengikuti proses pembelajaran, dimana mereka memiliki peran sentral dalam interaksi pendidik dan peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang optimal. (Laduniyyah & Suyanti, 2. Prestasi belajar merupakan sebagai kecakapan nyata yang dapat diukur dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai interaksi aktif antara subyek belajar dengan obyek belajar selama berlangsungnya proses belajar mengajar untuk mencapai hasil atau tujuan belajar. (Simamora et , 2. Prestasi belajar merupakan hal yang dipandang dari dua sisi yaitu dari sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa prestasi belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar (Sakti et al. , 2. Kegiatan Belajar dilakukan oleh siswa dengan harapan dapat mengembangkan prestasi belajar, oleh sebab itu, prestasi belajar merupakan alat ukur pencapaian tujuan pembelajaran (Fajri, 2. Secara umum, gangguan mental yang sering dialami oleh siswa adalah kecemasan akademik. Kecemasan akademik adalah saat seseorang merasa khawatir terhadap berbagai potensi ancaman yang mungkin datang dari lingkungan akademik, termasuk pengajar dan mata pelajaran tertentu. (Laduniyyah & Suyanti. Adanya peningkatan kecemasan yang dialami oleh siswa menjelang ujian akhir semester memberikan efek kepada para siswa. Reaksi kecemasan yang dialami oleh siswa membuat adanya mekanisme yang dilakukan oleh siswa, disebut sebagai mekanisme koping. Ada bermacam-macam koping yang digunakan dan tidak selalu sama pada tiap siswa. Koping siswa ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat prestasi siswa pada akhirnya (Zavera S J & Suherman, 2. Presentase remaja yang mengalami kecemasan akademik secara global sebesar 38-71%, sedangkan di Asia sebesar 39,6- 61,3%. Di Indonesia, persentase remaja yang mengalami kecemasan akademik sebesar 36,7- 71,6% (Merry & Mamahit Henny Christine, 2. Situasi kelas yang kurang kondusif dapat menyebabkan timbulnya kecemasan siswa dikarenakan situasi kelas yang kurang kondusif membuat konsentrasi siswa menjadi terganggu sehingga timbul kecemasan(Rawa & Mastika Yasa, 2. Ujian yang diawasi guru dengan ketat semakin membuat cemas ketika mengerjakan soal. Mereka cemas atau takut lupa rumus-rumus yang digunakan pada soal tersebut, serta cemas dikarenakan mereka tidak bisa bertanya kepada siswa yang lebih pintar. Lemahnya kemampuan guru dalam menyampaikan materi pelajaran yang sedang dipelajari (Utami & Warmi, 2. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan apabila kecemasan akademik yang dialami oleh siswa rendah, maka kecenderungan prestasi belajar akan tinggi begitupun sebaliknya apabila kecemasan akademik yang dialami para Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group siswa tinggi maka prestasi belajar cenderung rendah. Seperti yang telah dijelaskan bahwa kecemasan bisa berdampak baik ketika masih tergolong wajar dan terkendali yang akan membuat siswa lebih siap menghadapi proses pembelajaran sehingga mampu mencapai prestasi belajar yang diinginkan, tetapi sebaliknya ketika kecemasan yang dialami berlebihan dan tidak terkendali maka akan berdampak buruk bagi siswa salah satunya belum mampu untuk mencapai prestasi belajar yang diinginkan (Laely et al. , 2. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 25 Oktober 2023 dengan wali kelas Vi SMP N 2 Kembaran mengatakan bahwa belum pernah dilakukan adanya penelitian tentang hubungan kecemasan akademik terhadap prestasi belajar siswa. Terdapat 12 siswa merasa cemas saat diwawancarai karena mereka kurang memahami materi. Mereka khawatir tidak bisa menjawab soal dengan baik karena pemahaman mereka yang rendah. Ujian yang diawasi guru membuat mereka semakin cemas, dan mereka juga takut lupa rumus-rumus yang diperlukan. Selain itu, mereka tidak bisa bertanya kepada siswa yang lebih pintar, yang membuat mereka tambah cemas. Dari situ, bisa disimpulkan bahwa cara belajar yang kurang efektif, seperti begadang sebelum ujian dan kurangnya pemahaman materi, adalah faktor utama yang menyebabkan penurunan prestasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan akademik dengan prestasi belajar siswa kelas Vi di SMP N 2 Kembaran. Untuk mengidentifikasi karakteristik siswa kelas Vi . erdasarkan usia dan jenis kelami. di SMP N 2 Kembaran. Untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan akademik siswa kelas Vi di SMP N 2 Kembaran. Untuk mengidentifikasi prestasi belajar siswa kelas Vi di SMP N 2 Kembaran. Untuk menganalisis hubungan antara kecemasan akademik dengan pretasi belajar siswa kelas Vi di SMP N 2 Kembaran METODE Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menggambarkan dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden dengan menggunakan suatu alat pengukuran, baik kuesioner maupun wawancara (Sugiyono, 2. Data primer dalam penelitian ini berupa data tentang kecemasan akademik siswa. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa yang didapatkan dari nilai rapor semester ganjil. Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan dan pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam penelitian (Nursalam, 2015. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Cara perhitungan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan Rumus Slovin (Suryana, 2. Kuesioner Academic Anxiety Scale versi Bahasa Indonesia memiliki 46 pertanyaan yang telah diuji validitas dan realibitasnya oleh Toby, . Hasil uji validitas dari 46 pertanyaan dinyatakan valid dengan nilai r hasil > r tabel . ,329-0,. Hasil uji realibitias menunjukkan nilai koefisien cronbach alpha 0,934 yaitu intrumen penelitian Academic Anxiety Scale (AAS) ini dinyatakan reliabel. Peneliti menggunakan kuesioner yaitu Academic Anxiety Scale (AAS). AAS pertama kali dikemukakan oleh Cassady dan Johnson pada tahun Kuesioner ini dikembangkan untuk mengukur semua tanda kecemasan akademik baik psikis maupun somatik. Kuesioner ini terdiri dari 11 item pertanyaan untuk mengukur tanda adanya kecemasan pada anak dan orang dewasa (Wibawa, 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Karakteristik Jenis Kelamin dan Usia Siswa Karakteristik Responden Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia <14 tahun Ou14 tahun Total Berdasarkan tabel 1 menunjukan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki Ae laki sebanyak 82. ,7%) siswa dan yang berusia <14 tahun sebanyak 75. ,6%) siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 82 . ,7%) siswa. Hal ini dikarenakan jumlah siswa laki Ae laki di SMP Negeri Kecamatan Kembaran lebih banyak yaitu sebanyak 686 siswa jika dibandingkan dengan jumlah perempuan sebanyak 673 siswa berdasarkan (Kemendikbudriste. Tingkat kecemasan ringan lebih banyak dialami oleh laki Ae laki karena dianggap memiliki sikap kuat dalam menghadapi reaksi yang merugikan. Namun, wanita lebih sering mengeluhkan kecemasan ringan dibandingkan laki Ae laki. Hal ini disebabkan oleh perbedaan biologis antara keduanya. Meskipun demikian, tidak ada perbedaan yang signifikan karena seluruh siswa secara umum memiliki beban yang sama (Rehman et al. , 2. Pada penelitian ini tidak dapat dibandingkan bahwa kecemasan akademik berhubungan dengan jenis kelamin dikarenakan subjek perempuan lebih banyak dibandingkan subjek laki Ae laki (Pratama & Sari, 2. Berdasarkan penelitian sebelumnya, menurut Istiantoro . masa usia remaja, siswa berpotensi mengalami permasalahan emosional serta berperilaku yang beragam. Siswa di lingkungan sekolah mengalami perubahan signifikan sebab mengalami transisi dari jenjang sekolah menengah pertama ke jenjang sekolah menengah atas (Wahyuni et al. , 2. Tabel 2. Distribusi Tingkat Kecemasan Akademik di SMP N 2 Kembaran Tahun 2024 Tingkat Kecemasan Akademik Rendah Sedang Tinggi Total Berdasarkan tabel 2 dapat dideskripsikan bahwa tingkat kecemasan akademik responden dengan kategori sedang sejumlah 107 . ,3%) siswa. Kecemasan akademik adalah salah satu jenis kecemasan yang berkaitan dengan kekhawatiran sesuatu hal mendatang dalam lingkup akademik, hal ini dapat berupa perasaan gelisah atau distress yang merupakan bentuk reaksi diri terhadap situasi akademik yang dianggap sulit (Wahyuni et al. , 2. Kecemasan akademik disebabkan oleh faktor-faktor seperti gangguan kesehatan, ketidakmampuan menyesuaikan diri, kebiasaan belajar buruk (Debi, 2. , tuntutan orang tua, kurangnya bimbingan, masalah keluarga, pengharapan tidak realistik terhadap hasil belajar anak, penolakan lingkungan, diskriminasi, persepsi salah terhadap hasil belajar siswa, kompetisi antar siswa, hubungan dengan guru yang kurang baik, fasilitas sekolah yang tidak memadai, dan tuntutan akademik yang terlalu tinggi (Ramadhani et al. , 2. Kecemasan akademik menimbulkan berbagai gejala seperti pusing, mual atau sakit perut, berkeringat pada telapak tangan. Perasaan tersebut merupakan suatu keadaan emosional yang tidak menyenangkan bagi individu yang mengalaminya (Dini et al. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa penilaian kecemasan yang dilakukan setelah Ujian Akhir Semester mengalami peningkatan, sehingga data responden sebanyak 107 . ,3%) siswa memiliki tingkat kecemasan akademik kategori sedang terlepas dari nilai yang didapatkan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Hoffman, n. ) bahwa semua hal yang berhubungan dengan situasi sekolah dapat menimbulkan kecemasan akademik, seperti menyelesaikan tugas Ae tugas sekolah, menyajikan presentasi tugas, menghadapi ujian Tabel 3. Distribusi Prestasi Belajar Siswa di SMP N 2 Kembaran Tahun 2024 Prestasi Belajar Rendah Sedang Tinggi Total Berdasarkan tabel 3 dapat dideskripsikan bahwa prestasi belajar responden dengan kategori sedang sejumlah 125 . ,6%) siswa. Kegiatan Belajar dilakukan oleh siswa dengan harapan dapat mengembangkan prestasi belajar, oleh sebab itu, prestasi belajar merupakan alat ukur pencapaian tujuan pembelajaran (Fajri, 2. Penyebab penurunan prestasi belajar itu sendiri bisa terjadi karena masalah kesehatan mental seperti stres, depresi, dan kecemasan telah terbukti mengurangi kemampuan kognitif dan motivasi belajar siswa (Angioni et al. , 2. Tabel 4. Tabulasi Silang Hubungan Kecemasan Akademik dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas Vi DI SMP N 2 Kembaran Tahun 2024 Kecemasan Akademik Rendah Sedang Tinggi Total Prestasi Belajar Sedang Rendah Tinggi A value 0,635 0,041 Berdasarkan tabel 4 di atas menunjukan hasil analisis dengan menggunakan spearman rank didapatkan hasil A value sebesar 0,635 (<0. sehingga H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara kecemasan akademik dengan prestasi belajar di SMP N 2 Kembaran. Proses pembelajaran dan kemampuan mengingat kembali yang menurun saat seseorang mengalami gangguan kecemasan, dapat membuat kesalahan dalam mengerjakan ujian yang berdampak pada nilai rapor sebagai pencatatan kemampuan nilai akademik siswa (Cendana. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Kusumastuti, 2. yang menungkapkan bahwa kecemasan memiliki hubungan dengan arah negatif dengan prestasi akademik. Penelitian yang dilakukan (Nanda, 2. mengungkapkan hal sebaliknya. Dalam penelitian ini hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara kecemasan terhadap prestasi belajar yang signifikan ditunjukkan dengan nilai p = 0,000 dan nilai OR sebesar 20,952 yang artinya bahwa responden yang mengalami kecemasan memiliki risiko mendapatkan prestasi belajar buruk sebesar 20,952 kali lebih tinggi dibandingkan responden yang tidak memiliki Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group SIMPULAN Sebagian besar responden berjenis kelamin laki Ae laki sebanyak 82 responden . ,7%) dan usia <14 tahun sebanyak 75 responden . ,6%). Sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan akademik dalam kategori sedang sebanyak 107 responden . ,3%). Sebagian besar responden memiliki tingkat prestasi belajar dalam kategori sedang sebanyak 125 responden . ,6%). Tidak ada hubungan kecemasan akademik dengan prestasi belajar di SMP N 2 kembaran dengan p value 0,635 (<0. DAFTAR PUSTAKA