ISSN 2548-9623 (Onlin. Available online at : http://jurnal. id/index. php/acehmedika ISSN 2548-9623 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Aceh Medika STUDI KASUS: DIAGNOSTIK HOLISTIK DAN PENATALAKSANAAN BERBASIS LAYANANKEDOKTERAN KELUARGA PADA PASIEN ANAK DENGAN SKABIES Hady Maulanza1. Ade Maya Masyitah2. Yuni Rahmayanti3. Fuadi4 1,2,3,4 Program Studi Kedokteran Umum. Fakultas Kedokteran. Universitas Abulyatama. Jl. Blangbintang Lama. Aceh Besar. Indonesia * Email korespondensi:hady_maulanza@abulyatama. Diterima 21 Agustus 2024. Disetujui 16 September 2024. Dipublikasi 7 Oktober 2024 Abstract: Scabies is a parasitic infectious disease (Sarcoptes scabiei var homini. which is still a public health problem in the world, including Indonesia. Scabies can be transmitted through direct and indirect contact with the greatest prevalence in children, densely populated populations, poor sanitation and hygiene. Symptoms and signs of scabies include papules, vesicles, pustules or nodules accompanied by itching at night with a predilection for a thin epidermal layer. This study is a case report that aims to examine the accuracy in diagnosing and providing pharmacological and non-pharmacological . ommunication, information and educatio. treatment of scabies patients. Primary data were obtained through anamnesis . y autoanamnesis and alloanamnesis with the patient's family member. and physical examination by conducting home visits, filling out the family folder, and filling out patient files. The assessment was carried out based on the initial holistic diagnosis, process and end of the visit both quantitatively and qualitatively. In the study, a 16-year-old boy patient was found at the Pediatric Polyclinic at the Meuraxa Health Center with complaints of itching all over the body, especially between the fingers, since the last 8 months. Complaints of itching worsen at night so that it disturbs the patient's sleep. The patient has two siblings who live in the same home with the same complaint The patient's mother also had the same complaint. On physical examination. HR: 84x/I. RR: 20x/I, temperature: 36AC and nodules were found in the left palmar region of the manus, and canaliculi in the form of white straight lines with papular tips. Management in the form of communication, information and education on environmental sanitation and hygiene as well as pharmacological treatment. Keywords: Scabies. Children. Sanitation. Family Folder Abstrak: Skabies merupakan penyakit infeksi parasit (Sarcoptes scabiei var homini. yang masih menjadi permasalah kesehatan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Skabies dapat ditularkan melalui kontak langsung dan tidak langsung dengan prevalensi terbesar pada usia anak, populasi padat penduduk, sanitasi dan higienitas yang buruk. Gejala dan tanda skabies berupa lesi papul, vesikel, pustule atau nodul disertai gatal saat malam hari pada predileksi lapisan epidermis yang tipis. Studi ini merupakan laporan kasus yang bertujuan untuk menelaah ketepatan dalam mendiagnosis dan memberikan tatalaksana secara farmakologis maupun nonfarmakologis . omunikasi, informasi dan edukas. pada pasien skabies. Data primer diperoleh melalui anamnesis . ecara autoanamnesis dan alloanamnesis dengan anggota keluarga pasie. dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Pada studi didapatkan pasien anak laki-laki usia 16 tahun di Poliklinik Anak Puskesmas Meuraxa dengan keluhan gatal seluruh badan terutama sela jari tangan sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan gatal memberat pada saat malam hari sehingga mengganggu tidur pasien. Pasien memiliki empat saudara kandung yang tinggal di rumah yang sama dengan keluhan yang sama Ibu pasien juga mengeluhkan hal yang serupa. Pada pemeriksaan fisik didapatkan HR: 84x/I. RR: 20x/I, suhu: 36CC dan ditemukan nodul pada regio palmar manus sinistra dan dextra, dan kanalikuli berbentuk garis lurus putih dengan ujung papul. Penatalaksaan berupa komunikasi, informasi dan edukasi sanitasi lingkungan dan kebersihan serta tatalaksana farmakologis. Kata Kunci: Skabies. Anak. Sanitasi. Pelayanan Kedokteran Keluarga Diagnostik Holistik dan Penatalaksanaana. (Maulanza et al, 2. -106- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 106-113 http://jurnal. id/index. php/acehmedika skabies dan Kasus yang salah didiagnosis sebesar PENDAHULUAN Skabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Infestasi dari tungau Di Indonesia, penyakit ini masih menjadi ektoparasit Sarcoptes scabiei masih menjadi masalah tidak saja di daerah terpencil tapi juga di kota-kota besar seperti Jakarta, karena kondisi Diperkirakan lebih dari 300 juta orang telah kota Jakarta yang sangat padat merupakan faktor terinfeksi skabies hingga saat ini. Beberapa pendukung perkembangan scabies. Berdasarkan laporan epidemiologis melaporkan prevalensi pengumpulan data Kelompok Studi Dermatologi skabies di berbagai negara. Di Brazil Sebanyak Anak Indonesia (KSDAI) tahun 2001, dari 8,8% penduduk di perkampungan miskin terkena sembilan rumah sakit di tujuh kota besar di skabies, kemudian di negara Australia pada Indonesia, jumlah penderita scabies terbanyak didapatkan Jakarta yaitu 335 kasus di tiga rumah skabies sebanyak 13,4%. Di negara berkembang Pelayanan seperti Indonesia prevalensi skabies mencapai 4,6-12,95%. Berdasarkan kesehatan Provinsi Lampung tahun 2011 jumlah penegakan diagnosis dan terapi yang tepat, kasus baru penyakit skabies berjumlah 1135 pencegahan penyakit dan menularnya penyakit ke orang dan tahun 2012 mengalami peningkatan komunitas, karena penyakit ini mudah sekali lebih dari 2x lipat menjadi 2941 orang1 menular terutama pada pemukiman yang padat. Kejadian scabies paling banyak ditemukan Oleh karena itu, penanganan yang tepat pada tempat institusional seperti pusat penitipan pada kasus ini dengan menggunakan pendekatan anak, panti jompo, penjara, pondok pesantren, kedokteran keluarga. dan rumah sakit. Faktor yang berperan penting Menurut Gorroll dan Mulley, . Ciri adalah kepadatan tempat tinggal, karena pada dokter keluarga adalah . menjadi kontak tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang pertama dengan pasien dan memberi pembinaan dihuni oleh banyak orang. Selain itu, persamaan berkelanjutan . ontinuing car. , . membuat yang umum ditemukan adalah penyakit ini diagnosis medis dan penanganya, . membuat banyak diderita oleh anak-anak diagnosis psikologis dan penangannya, . Menurut Worth et al . , skabies memberi dukungan personal bagi setiap pasien menurunkan kualitas hidup pasien. Sebanyak dengan berbagai latar belakang dan berbagai 72% pasien dewasa dengan skabies merasa malu karena penyakitnya tersebut. Tidak jauh berbeda dengan hasil survey di pengobatan, dan prognosis, . melakukan Tiongkok yang menunjukkan 78% pasien skabies pencegahan dan pengendalian penyakit kronik mengalami penurunan kualitas hidup. Skabies dapat menjadi tantangan untuk pendidikan kesehatan, deteksi dini penyakit, didiagnosa karena tidak ada tes diagnostik lain terapi preventif, dan perubahan perilaku. selain isolasi tungau dari lesi kulit. Sebuah Kasus laporan penelitian retrospektif di departemen Pasien datang dibawa ibunya ke poli anak gawat darurat Universitas Taiwan selama empat puskesmas Meuraxa dengan keluhan timbul tahun telah diidentifikasi 135 pasien dengan -107- ISSN 2548-9623 (Onlin. bintil-bintil merah pada sela-sela jari tangan nadi: 84 x/menit. frekuensi napas: 20 x/menit. kanan dan kiri. Bintil-bintil tersebut berukuran suhu: 36 0C. s a t ur a s i O 2 : 99% . seperti biji jagung dan di beberapa lesi terdapat badan: 60 kg. tinggi badan: 167 cm. IMT: 21,5 seperti terowongan. Bintil-bintil merah tersebut (Berat Idea. terasa gatal, gatal dirasakan terus menerus Status Generalis : terutama pada malam hari, gatal tanpa disertai rasa nyeri. Keluhan dirasakan ketika pasien Kepala, mata, telinga, hidung, kesan dalam mandi dengan menggunakan air sumur bor dan batas normal. Paru, gerak dada dan fremitus taktil tidur bersama adiknya yang memiliki penyakit simetris, tidak didapatkan rhonki dan wheezing, dengan keluhan yang sama. Sejak 4 hari yang kesan dalam batas normal. Batas jantung tidak lalu pasien mengatakan bintil-bintil merah pada sela-sela jari tangan kanan dan kiri lecet dan Abdomen, didapatkan organomegali ataupun ascites, kesan dalam batas normal. dengan menggunakan salap cina yang dibeli Ekstermitas : sendiri di apotek. Pasien juga mengatakan bintilbintil merah pada sela-sela jari semakin hari semakin banyak dan terasa semakin gatal, pasien bintil-bintil merah menjadi koreng. Keluhan lain disangkal. BAK dan BAB dalam batas normal. Pasien Riwayat Pasien adalah seorang siswa SMA yang keseharian pasien pergi ke sekolah Bersama teman teman seusianya nya. Look : Ektermitas atas kanan dan kiri simetris lesi berbentuk vesikel, ekstermitas Pendapatan keluarga pasien berasal dari bawah kanan dan kiri simetris leri berbentuk ayah nya pasien yang berkerja sebagai dan nelayan dan ibu seorang IRT dan mereka di C kategorikan sebagai keluarga berkecukupan. Feel : teidak ada nyeri tekan . CRT < 2 detik, akral hangat Hubungan antar keluarga pasien cukup harmonis yang di tandai dengan mereka sering Move : peregerkan ektermitas atas dan bawah normal. bercengkarama dan saling menceritakan apa yang Status Dermatologis : dilalui sehari sehari diluar rumah, dan saling Lokalisasi : regio manus dextra et sinistra dan peduli satu sama lain dalam hal apapun. brachii dextra et sinistra Distribusi : Regional Data Klinis Efloresensi primer : terdapat papul eritema Pemeriksaan Fisik : multiple berukuran milier hingga lentikuler Keadan umum tampak baik, kesadaran warna kulit sebagian eritematosa. Terdapat compos mentis, tekanan darah: - mmHg frekuensi Diagnostik Holistik dan Penatalaksanaana. (Maulanza et al, 2. -108- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 106-113 http://jurnal. id/index. php/acehmedika . dibeberapa bagian lesi. Juga terdapat Family Apgar Score: Adaptation Partnership Growth Affection Resolve Total Family Apgar score 10 . ilai 8-10, fungsi keluarga bai. pustule, erosi dan ekskoriasi yang ditutupi krusta merah kehitaman. Tampak bekas garukan. Data Keluarga Pasien adalah anak pertama dari empat Memiliki dua saudara Perempuan Data Lingkungan Rumah Denah Rumah dan dua saudara laki Ae laki. Pasein belum Bentuk keluarga pasien adalah keluarga inti yaitu terdiri pasien dan kedua orang tua. Keluarga berobat jika terdapat anggota keluarga yang Perilaku memeriksakan diri ke layanan kesehatan bila keluhan sudah terasa mengganggu kegiatan sehari-hari. Keluarga Jarak rumah ke puskesmas A 15 menit jika menggunanakn sepeda motor . Genogram Gambar 1 . genogram An. Tabel 1. Karakteristik Sanitasi Rumah dan Tempat Tinggal Karakteristik Sanitasi Rumah dan Tempat Tinggal Lantai Rumah Keramik Atap rumah Plafon Dinding rumah Tembok Cat dinding rumah Putih Luas Tanah Luas bangunan 3 kamar tidur 1 Jumlah kamar kamar mandi Cerobong asap Tidak ada Jendela terbuka Ada Jendela Family Map Ada Dapur Ada Sumber air bersih PDAM Sumber dekat (<10. dari sumber Tidak Ada Kemudahan Gambar 2. Family Map An. mendapatkan air bersih -109- Mudah ISSN 2548-9623 (Onlin. Pengolahan air minum Air gallon sebelum diminum Tempat penampungan Tidak ada air sebelum dimasak Tempat penampungan air limbah dari kamar Septic tank mandi/tempat cuci/dapur Saluran limbah dari mandi/tempat cuci/dapur Tempat Memelihara Memuaskan Diagnostik Holistik Gas memasak sehariAehari Terjangkau Pelayanan kesehatan yang diberikan Ada sampah diluar rumah Bahan Angkutan umum ke faskes terdekat Tarif Dialirkan melalui menit dari yang dapat naik sepeda Ada Aspek Klinis C Diagnosis klinis : Skabies Tidak Ada C Diagnosis gizi/nutrisi : Baik Keadaan Didalam Rumah C Diagnosis psikososial : Tidak ada C Kepemilikan rumah : rumah sewa Aspek Personal C Daerah perumahan : Padat pemukiman C Alasan kedatangan: Pasien mengalami C Ukuran rumah cukup luas untuk di tempati timbul bintil-bintil merah di sela-sela jari oleh 7 orang C Rumah berada di lingkungan yang tangan kanan dan kiri disertai dengan gatal yang sudah dirasakan 2 bulan yang lalu. C Kekhawatiran: Takut apabila keluhan gatal C WC yang digunakan pasien adalah WC semakin memburuk C Harapan: pasien berharap penyakit tidak C Ventilasi udara cukup baik semakin memburuk dan tidak menularkan C Keadaan di dalam rumah barang tertata kepada orang disekitar pasien C Persepsi: dengan rapi. Keadaan Disekitar Rumah Pasien berkonsultasi dengan Masyarakat di lingkungan tempat tinggal hindari kontak dengan orang lain agar pasien menggunakan PDAM dan sumur , sarana tidak menularkan, konsumsi obat yang pembuangan langsung ke septic tank. Sampah rumah tangga dibuang ke tong sampah dan akan dilakukan pengambilan oleh petugas pengelola meningkatkan imunitas tubuh pasien. Aspek Risiko Internal C Personal hygiene Tabel 2. Karakteristik Akses dan Pemanfaatan C Pengetahuan Pelayanan Kesehatan C Pola berobat kuraitf Karakteristik Akses dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Sarana Puskesmas Jarak dan waktu Puskes yang harus ditempuh Diagnostik Holistik dan Penatalaksanaana. (Maulanza et al, 2. Aspek Eksternal Kurang nya pengetahuan orang tua pasien terhadap penyakit yang diderita anak nya Aspek Derajat Fungsional -110- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 106-113 http://jurnal. id/index. php/acehmedika Derajat 2 : Started to Have Difficulties . asien C Edukasi pasien makan yang sehat dan aktivitas nya ) teratur untuk pasien Uraian Diagnosis Holistik: C Edukasi keluarga pola hidup yang Seorang anak Laki-Laki berusia 16 tahun bersih dan sehat. didiagnosis scabies berdasarkan gejala dan hasil Kuratif anamnesis yang dilakukan. Dikeluarga ada yang Farmakologi memiliki riwayat keluhan yang sama. Diketahui pasien memiliki kebiasaan sering berolahraga dan pasien sering menggunakan kembali baju Topical Sistemik Permetrhin 5% Cetirizine 1 x yang sduah diapakai, kebiasaan jarang mencuci tangan menggunakan sabun setelah beraktivitas . Edukasi jarang menjemur kasur dan bantal, jarang C Rutin minum obat sesuai anjuran mencuci sprei dan sarung bantal. Kemungkinan berdasarkan anamnesis yang didapatkan hal C Istirahat cukup. tersebut yang dapat menjadi faktor resiko C Perbanyak minum air putih adanya penyakit pada pasien. C Menjaga personal hygiene Pengelolaan Komprehensif C Memberikan makanan bergizi Patient-Centered seimbang sesuai kebutuhan pasien. Promotif C Menjaga kebersihan diri dan C Edukasi pasien agar memberikan obat lingkungan sekitar teratur kepada pasien Disability limitation : Tidak ada C Edukasi pasien untuk memperhatikan Intervensi gizi : Mengikuti pandua pola asupan nutrisi pasien makan untuk BB ideal dengan pola Au Au isi C Edukasi pasien bagi pasien untuk piring ku Au istirahat yang cukup C Edukasi pasien untuk memperhatikan Rehabilattif : Tidak ada personal hygiene. Pengelolaan gizi dan nutrisi Preventif Materi edukasi terdiri dari materi tingkat awal dan materi edukasi tingkat lanjutan. Kebutuhan Kalori BMR Laki-Laki C Edukasi mungkin terjadi jika penyakit tidak C Menjelaskan kepada penderita bahwa Kebutuhan Karbohidrat = BB ideal x RDA . sia = 60 kg x 70 kkal/kg/hari = 4200 kkal/hari = 70% x 4200kkal/hari : 4 gram = 2940gram/hari : 4 gram = 735 gram/hari penyakit scabies adalah penyakit yang menular dan dapat berulang jika -111- ISSN 2548-9623 (Onlin. Intervensi pada pasien ini dilakukan secara = 10% x Kebutuhan total kalori harian : 4 = 10% x 4200 kkal/hari : 4 Kebutuhan Protein permethrin 5% dan cetirizine 10 mg. intervensi non-farmakologis yang diberikan pada pasien ini adalah edukasi dan konseling kepada pasien dan keluarga pasien mengenai hal-hal mencegah komplikasi yang mungkin terjadi jika = 93. 3 gram/ 1 gram Karbohidrat : 4 1 gram Protein : 4 kkal Komposisi non-faramakologis. Tatalaksana farmakologis yang diberikan adalah = 105 gram/hari = 20% x Kebutuhan total kalori harian : 9 = 20% x 4200 kkal/hari : 9 Kebutuhan Lemak tidak cepat ditangani dengan baik dan benar. Intervensi yang dilakukan terbagi atas patien center, family focus, dan community oriented. Edukasi pasien diberikan dengan konsep patient centered dan family focused. Pada 1 gram Lemak : 9 kkal edukasi pasien dilakukan : edukasi mengenai Jenis makanan yang dianjurkan untuk berat badan ideal : mengenai PHBS dan menjaga personal hygiene Karbohidrat komplek nasi beras merah, pribadi dan lingkungan. singkong, kentang, dan ub. DAFTAR PUSTAKA