Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 ARTIKEL RISET Perbedaan Pengetahuan Remaja Putri Sebelum dan Sesudah Pemberian Edukasi Media Video tentang Anemia Kadek Anggi Valentin Ayu Cahyani. Ni Luh Putu Sri Erawati. Ni Gusti Kompiang Sriasih. 1,2,3 Jurusan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Denpasar. Indonesia Corespondensi: Anggikvalent14@gmail. ABSTRAK Anemia merupakan masalah kesehatan yang bersifat global dan menjadi fokus utama, terutama di negara-negara berkembang dan dapat menyerang siapapun termasuk remaja. Anemia pada remaja tidak hanya menurunkan produktivitas tapi juga mengakibatkan anemia pada saat kehamilan. Beberapa akibat yang dapat ditimbulkan pada remaja perempuan, seperti gangguan pertumbuhan, turunnya fungsi kognitif dan sistem imun. Anemia dapat dicegah dengan memastikan remaja mendapatkan cukup zat besi untuk meningkatkan produksi hemoglobin. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pengetahuan mengenai anemia pada remaja putri sebelum dan setelah mendapatkan edukasi video. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Sampel berjumlah 31 responden yang dipilih Proportional Random Sampling. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner sebelum dan setelah responden mendapatkan edukasi melalui video animasi. Hasil menunjukkan bahwa nilai median pengetahuan remaja perempuan sebelum diberikan edukasi media video adalah 75, dan setelah diberikan edukasi video 80 dengan nilai A sebesar 0,00 < . dan nilai Z sebesar -4,949. Simpulannya terdapat perbedaan signifikan dalam pengetahuan remaja putri sebelum dan setelah mendapatkan edukasi melalui video animasi tentang anemia. Disarankan remaja putri dapat secara aktif mencari informasi lain mengenai anemia, misalnya dengan membaca artikel kesehatan yang terpercaya, berkonsultasi dengan tenaga medis agar pengetahuan tentang anemia dapat meningkat. Kata kunci: Remaja putri, anemia, edukasi, pengetahuan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 ABSTRACT Anemia is a global health problem and a major focus, especially in developing countries, and can affect anyone, including adolescents. Anemia in adolescents not only decreases productivity but also results in anemia during Some of the consequences that can be caused in adolescent girls, such as growth disorders, decreased cognitive function and immune system. Anemia can be prevented by ensuring adolescents get enough iron to increase hemoglobin production. The purpose of this study to analyze the difference in understanding of anemia among adolescent girls before and after receiving education videos. The research method used was preexperimental with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 31 respondents selected by Proportional Random Sampling. Data was collected by distributing questionnaires before and after respondents received education animation videos. The analysis was carried out by univariate and bivariate test analysis with the Shapiro Wilk test, the data was not normally distributed and then continued with the Wilcoxon test which showed a p value of 0. 000 ( < 0. and a Z-value of -4. The conclusions that there are significant differences in the knowledge of young women before and after receiving education through animated videos about anemia. is recommended adolescents can actively seek out other information about anemia, for example by reading trusted health articles, consulting medical professionals, so that knowledge about anemia can increase. Keywords: adolescent girls, anemia, education, knowledge Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 PENDAHULUAN Anemia merupakan masalah kesehatan yang bersifat global dan menjadi fokus utama, strategi penanganan anemia pada ibu hamil (Nadiawati dkk. , 2. terutama di negara-negara berkembang. Kejadian Media dapat menyampaikan apa yang Anemia dapat dideteksi melalui pemeriksaan pemberi informasi tidak dapat disampaikan oleh hemoglobin (H. dalam darah. Remaja didiagnosis pemberi informasi, baik melalui kata-kata maupun anemia apabila kadar Hb di bawah 12 g/dl. Insiden kalimat tertentu. Salah satu media yang efektif anemia paling tinggi terjadi pada usia remaja. Hal untuk dijadikan promosi kesehatan adalah video. ini disebabkan oleh banyaknya kehilangan zat besi Video adalah alat yang sangat baik untuk selama menstruasi serta rendahnya asupan zat besi memperlancar proses perolehan pengetahuan. pada remaja perempuan. Remaja perempuan sangat Video kaya akan informasi dan lengkap karena memerlukan zat besi untuk mendukung proses langsung ke audiens. Audiens dapat melihat gambar pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Zat bergerak dan suara dalam video. Zaman sekarang besi penting untuk meningkatkan massa tubuh dan para remaja lebih suka untuk menonton video kadar hemoglobin pada remaja wanita (Kemenkes RI. menjadikan alasan video menjadi media yang Hal Indonesia berada di posisi kedelapan dari paling efektif digunakan dibandingkan dengan sebelas negara di Asia, setelah Sri Lanka, dengan media lain seperti famplet, brosur ataupun media angka prevalensi anemia sebanyak 7,5 juta wanita cetak lainnya (Agustien dkk. , 2. yang berusia antara 10 hingga 19 tahun (Widiastuti Penelitian yang dilakukan oleh Rahayu , 2. Survei tentang anemia menunjukkan . dikutip dalam penelitian (Kusnadi. 20% remaja putri menunjukkan tanda dan gejala menyatakan adanya hubungan antara pemahaman anemia yaitu muka pucat dan konjungtiva anemia. mengenai anemia dan frekuensi kejadian anemia di Remaja putri juga menyatakan bahwa seringkali kalangan remaja perempuan. Remaja perempuan merasa lemah, letih, lesu, pusing, mengantuk saat yang memiliki pengetahuan mendalam tentang jam pelajaran dan tidak nafsu makan (Mularsih. anemia biasanya cenderung memilih makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi dan Anemia pada remaja putri dapat dicegah mencegah masalah anemia. Remaja perempuan dengan memastikan remaja mendapatkan cukup zat juga termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap besi untuk meningkatkan produksi hemoglobin. anemia dibandingkan dengan remaja laki-laki. Hal Selain itu, penting untuk mengedukasi remaja putri tentang gejala anemia dan cara menghindarinya. perempuan yang mengalami menstruasi untuk Remaja juga akan mendapat manfaat lebih besar menjaga bentuk tubuh yang ramping, sehingga dari penggunaan remaja putri melakukan diet yang mengurangi Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 kurangnya nutrisi. (A < 0,. Akibatnya, uji Wilcoxon diterapkan sebelum . dan sesudah . intervensi edukasi dengan media animasi, menggunakan METODE Metode tingkat kepercayaan 95% (A O 0,. pendekatan kuantitatif, dengan memilih desain pre- HASIL eksperimental yaitu pretest-posttest satu kelompok. Populasi target dari penelitian ini terdiri dari 243 Tabel siswi kelas XI di SMA Negeri 2 Mengwi. Teknik Pengetahuan pada pengambilan sampel yang digunakan dalam Anemia di SMA Negeri 2 Mengwi Tahun 2025 penelitian ini adalah probability sampling dengan Karakteristik Kategori Frekuensi . Persentase (%) Usia 16 Tahun 17 Tahun Tidak Pernah Tidak Pernah Orang Tua berdasarkan usia responden, riwayat anemia. Guru riwayat edukasi tentang anemia, dan sumber Teman Selain itu, dilakukan penilaian terhadap Media Sosial jenis proportional random sampling. Sampel terdiri dari 31 siswi kelas XI dari SMA Negeri 2 Mengwi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan serta menyetujui untuk berpartisipasi dalam penelitian. Kriteria inklusi mensyaratkan Total Riwayat Anemia partisipan adalah siswi dari SMA Negeri 2 Mengwi yang tertarik menonton video edukasi dan yang Total metode pembelajarannya menggunakan media Riwayat Edukasi audio-visual. Data primer dikumpulkan dalam penelitian ini, diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner atau wawancara. Analisis data Total Media Informasi pengetahuan remaja putri tentang anemia sebelum dan sesudah pemberian edukasi media video Karakteristik Total Subjek Remaja Penelitian Putri tentang Hasilnya disajikan sebagai nilai median. Tabel 1 menunjukkan besar usia subjek minimum, dan maksimum, karena data tidak penelitian berusia 17 tahun . ,4%), subjek terdistribusi normal. Normalitas data diperiksa penelitian tidak memiliki riwayat anemia . ,3%), menggunakan uji Shapiro-Wilk, yang sesuai untuk subjek penelitian yang pernah mendapat edukasi sampel dengan kurang dari 50 responden. Analisis tentang anemia . %), dan subjek penelitian menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal media/ informasi media sosial . 3%). Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Tabel 2. Pengetahuan Remaja Putri Sebelum Tabel 4. Uji normalitas data Pemberian Edukasi Media Video tentang Anemia di SMA Negeri 2 Mengwi Tahun 2025 Nilai Pretest Total (%) Median Min Pretest Posttest Maks Signifikasi ,003 ,004 Hasil uji normalitas data menggunakkan uji shapiro wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal, didapatkan nilai pretest 0,003 dan posttest 0,004 sehingga data disajikan dalam bentuk nilai median, minimum, dan maksimum. Penyajian data tabel 2, dapat diketahui Tabel 5. Perbedaan Pengetahuan Remaja Putri bahwa sebelum pemberian edukasi media video Sebelum dan Setelah di Berikan Edukasi Media animasi pengetahuan tentang anemia pada remaja Video Animasi tentang Anemia di SMA Negeri 2 Pengetahuan remaja putri tentang anemia Mengwi Tahun 2025 terendah dengan nilai 60, nilai tertinggi 80, dan Dapat disimpulkan bahwa sebelum Tabel 3 Pengetahuan Remaja Putri Setelah Negative Ranks Positive Ranks Ties Pemberian Edukasi Media Video tentang Total pemberian edukasi nilai responden pengetahuan tentang anemia terbanyak yaitu dengan nilai 75. Anemia di SMA Negeri 2 Mengwi Tahun 2025 Nilai Prosttest Total . (%) Median Min Maks Sum of Ranks 0,00 Nilai Nilai Mean Ranks 0,00 16,00 496,00 -4,949 0,000 Tabel peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi media video animasi. Nilai rata-rata atau peringkat rata-rata adalah 16,00 dan jumlah nilai peringkat atau jumlah peringkat terhadap peningkatan adalah 496,00. Hasil analisis bivariat dengan uji Wilcoxon Penyajian data tabel 3, dapat diketahui memperoleh nilai Z sebesar -4,949 dengan nilai A = bahwa setelah pemberian edukasi media video 0,00 ( <0,. Ini menunjukkan bahwa ada animasi pengetahuan tentang anemia pada remaja perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan Pengetahuan remaja putri tentang anemia remaja putri sebelum dan sesudah diberikan terendah dengan nilai 70, nilai tertinggi 90, dan edukasi media video animasi tentang anemia. nilai median 80. Dapat disimpulkan bahwa setelah Penggunaan video animasi sebagai media edukasi pemberian edukasi nilai responden pengetahuan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang anemia terbanyak yaitu dengan nilai 80. tentang anemia pada remaja putri. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 pematangan fungsi organ. PEMBAHASAN Pengetahuan remaja putri tentang anemia Pengetahuan remaja putri tentang anemia setelah pemberian edukasi media video animasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan tentang anemia pada remaja putri nilai pengetahuan remaja putri tentang anemia setelah diberikan edukasi melalui video animasi, minimum 60, dan nilai maksimum 80, dengan nilai diperoleh nilai terendah yang sebesar 70, nilai Hasil penelitian ini lebih tinggi tertinggi mencapai 90, dan nilai median berada di dibandingkan dengan hasil penelitian Ramayanti Data tersebut mengindikasikan adanya dkk . yang menunjukkan bahwa pengetahuan peningkatan dalam pengetahuan remaja putri remaja sebelum diberikan edukasi memperoleh mengenai anemia setelah diberikan pendidikan nilai terendah 44 dan nilai nilai tertinggi 72, dengan melalui media video animasi. Hasil penelitian ini rata-rata 60,43. serupa dengan Ramayanti dkk . , yang Penelitian Eka dkk . menunjukkan yang lebih rendah dibandingkan dengan dengan pengetahuan remaja putri setelah menerima hasil penelitian ini, dimana nilai pengetahuan edukasi melalui video animasi didapatkan nilai terendah 13,3 dan nilai tertinggi 73,3, rata-rata terendah 60, sedangkan nilai tertinggi 87, hal ini menandakan adanya pengaruh yang signifikan pengetahuan sebelum diberikan edukasi ini terjadi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mungkin karena perbedan karakteristik dari tentang anemia dengan nilai p sebesar 0,000. sampel penelitian. Berdasarkan 45,3. Perbedaan Menurut Subratha dkk . terdapat sebelumnya maka peneliti dapat menyimpulkan adanya perbedaan perolehan nilai dikarenakan pengetahuan tentang anemia, beberapa faktor yang perbedaan karakteristik umur responden 15-19 memengaruhi tingkat pengetahuan antara lain tahun sedangkan pada penelitian ini hanya pendidikan, pekerjaan, usia, minat, pengalaman, menggunakan umur responden 16 dan 17 tahun. budaya, lingkungan, serta akses informasi. Usia Efektivitas penggunaan video animasi turut berperan dalam membentuk pengetahuan, sebagai alat pendidikan untuk meningkatkan pemahaman tentang anemia remaja perempuan mengalami perubahan baik secara fisik maupun didukung oleh riset yang dilakukan oleh Safitri dkk Secara umum, perubahan fisik meliputi . mengungkapkan bahwa media animasi empat aspek utama seperti perubahan ukuran dalam program penyuluhan dapat membantu tubuh, perubahan proporsi, hilangnya ciri lama, dan audiens mengingat informasi yang disampaikan munculnya ciri baru. Hal ini sebagai hasil dari dengan lebih baik dalam jangka waktu yang lebih Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Selain itu, tampilan visual yang ada dapat edukasi media video animasi dapat meningkatkan Pengetahuan memegang peranan penting dalam pengetahuan dan digunakan sebagai metode membentuk perilaku baru, yang dimulai dari Penggunaan media edukasi melalui pemahaman tentang suatu topik atau objek tertentu. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan mendapatkan informasi. Edukasi melalui video dapat diputar secara berulang oleh remaja, dengan mengenai gizi anemia atau kegiatan penyuluhan bahasa yang mudah dipahami dan gambar yang tentang gizi anemia. Dalam hal ini, penyuluhan gizi menarik membuat remaja mampu memahami isi anemia menjadi aspek dari pendidikan gizi yang yang disampaikan melalui edukasi video . Peneliti bertujuan untuk merubah pemahaman dan sikap terhadap isu gizi anemia. Perbedaan pemberian edukasi media video SIMPULAN DAN SARAN animasi terhadap pengetahuan remaja putri Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan remaja putri sebelum dan setelah tentang anemia Hasil penelitian ini menunjukkan ada diberikan edukasi media video tentang anemia, perbedaan pengetahuan remaja putri sebelum dan terlihat dari nilai p = 0,00 < 0,05. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meningkatkan penelitian animasi tentang anemia, video animasi tersebut ini dengan melakukan penelitian yang lebih dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri mendalam tentang anemia. edukasi melalui mengenai anemia, dengan nilai p sebesar 0,00 ( < Disarankan untuk menggunakan alat ukur 0,. , dengan demikian penggunaan video animasi lain sehingga memperoleh jawaban responden yang sebagai media edukasi terbukti bermanfaat untuk lebih objektif mengenai pengetahuan remaja putri meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang tentang anemia. Dan untuk remaja putri, diharapkan Hasil penelitian ini hampir sama dengan untuk aktif mencari informasi tambahan terkait hasil penelitian Sugiarti dkk. , . yang anemia selain dari video animasi, seperti membaca artikel kesehatan terpercaya, berkonsultasi dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia namun tenaga medis, atau mengikuti seminar kesehatan penelitian ini menggunakan media leaflet dan didapatkan nilai p =0,000. Hasil penelitian ini sama pengetahuan remaja putri tentang anemia. dengan hasil penelitian peneliti meskipun media pembelajaran yang digunakan berbeda dikarenakan besar sampel dan karakteristik umur responden yang sama. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 DAFTAR PUSTAKA