Nyeri Punggung Bawah Akibat Posisi Duduk yang Salah Pada Pesepeda Zahra Salsabila Hafid1*. Ummy Aisyah N2. Parmono Dwi Putro3 1,2,3 Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas AAisyiyah Yogyakarta *E-mail: zahrasalsabilahafid26@gmail. Abstrak Background: Lower back pain still occurs in many cyclists. The sitting position is considered to be one of the factors causing complaints of low back pain. This study was conducted to determine the correlation between sitting position and complaints of low back pain in cyclists. Methods: This study employed the narrative review method by collecting ten research articles from the Google Scholar and PubMed databases, identifying keywords using the PEOs format, so that the keywords "Cyclist", "Sitting Position", "Lower Back Pain", and "All Study Design" were used. Results: All articles used were articles published starting in 2010. Seven articles stated that lower back pain occurred more frequently in a sitting position with large lumbar flexion. Six articles stated that the sitting position of a cyclist was affected by the position of the handlebars. Five articles stated that sitting with the lower handlebars resulted in greater lumbar flexion and anterior pelvic tilt. Five articles stated that prolonged lumbar flexion and anterior pelvic tilt resulted in a lower crossed syndrome. Four articles found that lower crossed syndrome contributes to lower back pain. Conclusion: There is a correlation between sitting position and complaints of low back pain in cyclists. However, there are limitations to the article which states that the statistical closeness of the correlation between sitting position and complaints of low back pain in cyclists. Keywords : cyclists, low back pain, sitting position bertahun-tahun olahraga (Setiawan, 2. Gerakan tubuh pesepeda yang muncul saat mengendarai sepeda akan berfokus pada bagian kaki, kepala, tangan, dan punggung (Ramadhan & Sihombing. Menurut Kencana et al. , . biomekanika punggung pada pesepeda dapat terjadi karena adanya posisi menunduk pada saat bersepeda. Posisi menunduk dilakukan pada saat mengayuh dan menjaga keseimbangan. Punggung yang difungsikan sebagai penjaga kestabilan dalam menggunakan sepeda. Bersepeda sebagian besar melibatkan gerakan anggota tubuh bawah, namun peran otot tubuh bagian atas digunakan untuk mempertahankan posisi tubuh. Posisi tubuh bagian atas berkaitan dengan perubahan dalam aktivitas otot tungkai mempengaruhi kinerja dalam bersepeda PENDAHULUAN Sepeda sangat umum digunakan oleh semua orang dari berbagai kalangan, baik tua atau muda, laki-laki maupun perempuan (Raharjo, 2. Bersepeda merupakan sebuah aktivitas rekreasi sekaligus olahraga yang dapat dilakukan di berbagai macam medan (Kencana. Herlambang, & Nurhidayat, 2. Menurut Sastaman . , bersepeda dapat meningkatkan berbagai komponen kebugaran seperti kebugaran jantung, komposisi tubuh, fleksibilitas, ketahanan, dan kekuatan otot. Terdapat dua jenis cedera yang sering terjadi dalam olahraga, yaitu trauma akut dan overuse syndrome. Trauma akut merupakan cedera berat yang terjadi secara mendadak. Overuse terjadi akibat dari adanya proses akumulasi dari cedera berulang yang baru dirasakan atau diketahui setelah 72 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 (Bini & Carpes, 2. Masalah seringkali terjadi dimana mempertimbangkan kondisi badan yang sehat, tetapi kurang memperhatikan cara duduk (Torik, 2. Terutama pada pesepeda yang hanya menggunakan filling dalam proses penyetelan sepeda dan menentukan ukuran sepeda, sedangkan pengukuran sepeda yang kurang tepat akan mengakibatkan nyeri (Raharjo. Menurut Clarsen et al. , . posisi duduk yang tidak ergonomis mengalami nyeri punggung bawah. Penelitian menunjukan pada atlet sepeda professional di 7 tim road cycling yang berpartisipasi dalam kompetisi internasional yang diadakan oleh Union Cycliste Internationale, 58% atlet sepeda professional mengalami nyeri punggung bawah, dan 22% atlet sepeda yang mengalami nyeri punggung bawah kehilangan waktu dan aktivitas (Clarsen et , 2. Angka kejadian nyeri Indonesia diperkirakan antara 7,6% hingga 37% (Riningrum & Widowati, 2. Posisi duduk dan ketidaksesuaian desain menimbulkan nyeri punggung bawah yang dapat menurunkan tingkat produktivitas (Putra. Legiran, & Azhar, 2. Penelitian dilakukan oleh Fatmawati & Khotimah . , menunjukan hasil bahwa terdapat punggung bawah dengan sikap duduk. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati. Sudarmanto, & Hasan menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara risiko postur dengan nyeri punggung bawah. Perbedan pendapat pada penelitian sebelumnya merupakan hal yang perlu dibuktikan kebenarannya melalui penelitian ini. Kedua observasional, sedangkan penelitian ini adalah narrative review. Berdasarkan latar belakang tersebut diperlukan bukti ilmiah dari beberapa literature, karena belum ditemukan pula penelitian dengan metode Narrative Review untuk mengetahui korelasi posisi duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pesepeda. Oleh karena itu dilakukan metode narrative review untuk mengetahui korelasi posisi duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pesepeda berdasarkan studi terdahulu. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan merupakan narrative review. Artikel penelitian didapatkan dari dua database yaitu Google Scholar dan PubMed. Lingkup waktu artikel penelitian yang digunakan dibatasi yaitu artikel yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir, sedangkan lingkup tempat penelitian dari artikel penelitian tidak dibatasi atau tidak ditentukan diterbitkan di negara manapun. Pencarian artikel dilakukan menggunakan kata kunci dengan format metode pencarian PEOS, yang terdiri dari P : population (Peseped. E : exposure (Posisi Dudu. O : outcome (Nyeri Punggung Bawa. , dan s : study design (Semua Design Penelitia. Kriteria inklusi yang ditentukan yaitu artikel yang dipublikasikan dalam bahasa inggris atau bahasa Indonesia, artikel yang terkait dengan manusia, artikel yang diterbitkan berhubungan dengan posisi duduk dan Zahra Salsabila Hafid. Nyeri Punggung Bawah Akibat Posisi Duduk yang Salah Pada Pesepeda 73 keluhan nyeri punggung bawah pada Kriteria esklusi yang ditetapkan yaitu artikel dengan pembahasan yang menggunakan bahasa selain bahasa Inggris dan Indonesia, artikel yang dipublikasikan sebelum tahun 2010, artikel dalam bentuk naskah publikasi, artikel dengan responden bukan pesepeda, artikel dengan responden yang memiliki riwayat trauma atau operasi pada area Dalam pencarian didapatkan artikel-artikel yang terindikasi dalam database berdasarkan kata kunci, 10 artikel diantaranya direview dalam Hasil digambarkan di dalam Gambar 1 PRISMA Flow Diagram. Temuan disajikan dalam bentuk narasi. Penyaringan Judul Relevan dari Database Google Scholar . : . PubMed . : . Total screening artikel . : . Screening lebih lanjut Penyaringan Artikel . : . Screening Menyeluruh & Penyaringan Kriteria Inklusi Ekslusi . : . Artikel Narrative Review . Gambar 1. PRISMA Flow Diagram HASIL PENELITIAN Sebanyak tujuh artikel membahas bahwa nyeri punggung bawah lebih banyak ditemukan pada pesepeda dengan posisi duduk dalam fleksi lumbar yang besar. Dalam enam artikel menyatakan posisi duduk pada pesepeda dipengaruhi oleh pengaturan sepeda, termasuk posisi setang yang membagi posisi duduk menjadi tiga posisi yaitu, posisi duduk dengan tegak dengan tangan pada setang, posisi duduk dengan tangan pada tuas rem dan posisi 74 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 duduk dengan tangan pada drop . Sebanyak lima artikel menyatakan posisi duduk dengan posisi meningkatkan fleksi lumbar dan anterior pelvic tilt yang lebih besar pada saat duduk bersepeda. Posisi duduk dengan tangan pada drop menghasilkan fleksi lumbar dan anterior pelvic tilt yang lebih Sebanyak lima artikel menyatakan fleksi lumbar dan anterior pelvic tilt aktivasi otot. Hal ini merupakan lower crossed syndrome atau ketidakseimbangan otot, yang menurut empat artikel berkontribusi dalam menyebabkan nyeri punggung bawah pada pesepeda. Tabel 1. Hasil Narrative Review Artikel Penelitian Judul Hasil (Penulis. Tahu. Factors Associated With Fleksi lumbar yang lebih besar dihasilkan pada posisi Lumbo-Pelvic Pain In duduk dengan tangan pada drop. Nyeri punggung bawah Recreational Cyclists ditemukan pada pesepeda dengan posisi duduk dalam (Rodseth & Stewart, fleksi lumbar yang besar dibandingkan dengan posisi Kelemahan dalam Gluteus medius terkait dengan Gluteus ekstensibilitas hamstring berhubungan dengan nyeri punggung bawah pada pesepeda. The Relationship Pada saat forward bending test pesepeda cenderung Between Prolonged mengalami keterbatasan anterior pelvic tilt karena Sitting Position And menghindari rasa nyeri yang dirasakan. Pada saat Adaptive Alterations In backward return test, terjadi keterbatasan ekstensi lumbar Lumbar Spine And end-range dan sudut posterior pelvic tilt pesepeda dengan Pelvic Range Of Motion nyeri punggung bawah sebagai akibat dari postur fleksi ke In Cyclists With Chronic depan pada saat bersepeda. Mempertahankan posisi duduk Low Back Pain (Zamiri dengan postur lumbar fleksi yang berkepanjangan dan et al. , 2. berulang, dapat berkontribusi pada perubahan kinematik daerah lumbar dan pelvic dan pengembangan nyeri punggung bawah. Comparing Lower Persentase rata-rata total fleksi lower lumbar selama 2 jam Lumbar Kinematics In bersepeda secara signifikan lebih besar pada kelompok Cyclists With Low Back nyeri punggung bawah. Mempertahankan peningkatan Pain (Flexion Patter. fleksi lumbar saat bersepeda dikaitkan dengan peningkatan Versus Asymptomatic nyeri punggung bawah yang signifikan selama bersepeda. Controls E Field Study Using Wireless Posture Monitoring System(Hoof. Volkaerts. Sullivan. Verschueren, & Dankaerts, 2. Zahra Salsabila Hafid. Nyeri Punggung Bawah Akibat Posisi Duduk yang Salah Pada Pesepeda 75 Relationship Between Body Positioning. Muscle Activity, and Spinal Kinematics in Cyclists With Without Low Back Pain: A Systematic Review (Streisfeld et al. , 2. Spinal Posture Thoracic And Lumbar Spine And Pelvic Tilt In Highly Trained Cyclists (Muyor. Lypez-miyarro, & Alacid, 2. Body Characteristics of Professional Japanese Keirin Cyclists: Flexibility. Pelvic Tilt, and Muscle Strength (Tashiro et al. , 2. Recreational cyclist : The Relationship between Low Back Pain Training Characteristics (Schultz & Gordon, 2. Prevention . Evaluation , and Rehabilitation of Cycling-Related Injury (Kotler. Babu. Semakin rendah posisi setang mengakibatkan peningkatan fleksi lumbar pada saat duduk bersepeda. Hal ini mengakibatkan terjadi ketidakseimbangan aktivasi otototot spinal dan core akibat posisi duduk dengan fleksi yang berkepanjangan saat bersepeda yang dapat menyebabkan kinematik tulang belakang maladaptif dan meningkatkan tekanan tulang belakang yang berkontribusi terhadap nyeri punggung bawah. Pesepeda hyperkyphotic thoracic saat berdiri di lantai, namun tidak berhubungan langsung dengan posisi duduk yang digunakan pada sepeda. Semakin rendah posisi setang mengakibatkan pengendara sepeda duduk dengan lumbar yang lebih fleksi dan semakin anterior pelvic tilt, yang apabila dipertahankan lebih lama akan mengakibatkan ketidaknyamanan pada lumbar karena aktivasi myoelectric yang lebih tinggi pada otot multifidus lumbar ketika posisi dipertahankan untuk waktu yang lama Anterior pelvic tilt signifikan lebih besar pada pesepeda. Kekuatan otot isokinetik quadricep dan hamstring secara signifikan lebih tinggi pada pesepeda. Fleksibilitas quadricep secara signifikan rendah dan fleksibilitas hamstring secara signifikan tinggi pada pesepeda. Pengendara sepeda juga memiliki tightness otot ekstensor torakolumbar dan kelemahan otot seperti abdominal, ketidakseimbangan fleksibilitas otot paha. Hal ini sama dengan lower crossed syndrome. Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, gender, riwayat merokok dengan nyeri punggung bawah. Jarak tempuh yang lebih jauh setiap minggunya mempengaruhi nyeri punggung bawah. Kelompok nyeri punggung bawah lebih banyak menggunakan posisi duduk tangan di tuas Pesepeda dengan nyeri punggung bawah melaporkan waktu yang lebih lama dihabiskan dengan posisi tersebut dibanding kelompok tidak nyeri punggung bawah. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok nyeri punggung bawah dan kelompok tidak nyeri punggung bawah untuk pengalaman bersepeda, frekuensi bersepeda, kecepatan, banyak event, dan jumlah gear. Ketidaksesuaian pengaturan sepeda dengan tubuh pengendara dapat mengakibatkan cedera overuse. Pada kategori cedera overuse cedera dapat terjadi di berbagai area seperti nyeri lutut anterior, nyeri punggung bawah dan 76 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 Robidoux, 2. Chronic Musculoskeletal Conditions Associated With Cycling Segment Triathlon. Prevention and Treatment With an Emphasis on Proper Bicycle Fitting (Deakon. Riding Position And Lumbar Spine Angle In Recreational Cyclists: A Pilot Study (Schulz & Gordon, 2. cervical, nyeri area selangkangan, pantat, genital, ankle dan Nyeri punggung bawah terjadi akibat bersepeda dalam posisi duduk dengan peningkatan fleksi lumbar. Bersepeda menghasilkan fleksi lumbar dan beberapa derajat kyphosis lumbar pada semua posisi. Fleksi lumbar juga dipengaruhi oleh posisi tangan pada setang. Rehabilitasi efektif melibatkan identifikasi dan koreksi dari faktor biomekanik pengendara sepeda dan sepeda. Nyeri lutut anterior, nyeri punggung bawah dan nyeri leher myofascial, iliotibial band friction syndrome, dan Achilles tendinitis adalah diagnosis yang paling umum. Pengaturan sepeda yang tidak tepat memberikan kontribusi, karena dapat mempengaruhi posisi duduk tubuh saat bersepeda sehingga mengakibatkan sejumlah kondisi tersebut. Untuk penanganannya dapat dilakukan dengan melakukan pengaturan sepeda yang baik dan sebagai penangan awal dari cidera dapat dilakukan RICE. Didapatkan reliabilitas sangat baik dalam mengukur sudut tulang belakang lumbar dengan inclinometer. Tidak terdapat hubungan signifikan secara statistik antara nyeri punggung bawah dan usia, tinggi, berat badan atau IMT. Ditemukan pengaruh yang signifikan dari pengukuran tinggi, sadel dan drop. Fleksi tulang belakang lumbar yang secara signifikan lebih besar ketika mengendarai pada posisi duduk dengan tangan drop dibandingkan dengan posisi tegak dan posisi pada rem. Posisi duduk dengan fleksi yang lebih besar memungkinkan untuk mengurangi end range sendi facet lumbar dan kompresi sendi terjadi lebih lama. PEMBAHASAN Rodseth & Stewart . pada penelitian AuFactors Associated With Lumbo-Pelvic Pain In Recreational CyclistsAy mengidentifikasi faktor-faktor intrinsik dan pengaturan sepeda yang terkait dengan nyeri punggung bawah pada Penelitian ini diikuti oleh 121 pesepeda yang usia 18 tahun atau lebih. Dalam penelitian dilakukan pengukuran sudut lumbar dengan Saunders digital inclinometer yang dilakukan dalam tiga posisi duduk yaitu duduk tegak dengan tangan pada setang atau handlebar, duduk dengan tangan pada tuas rem dan duduk dengan tangan pada drops atau lengkungan pada setang. Penelitian ini juga melakukan pengukuran inner range holding capacity dari Gluteus maksimus. Hamstring extendibility, full range control dan inner range holding capacity dari Gluteus Kontrol fleksi lumbar diukur dengan sitting forward lean tes. Mobilitas saraf dinilai dengan slump tes, dan tes SLR (Active Straight Leg Rais. pada Zahra Salsabila Hafid. Nyeri Punggung Bawah Akibat Posisi Duduk yang Salah Pada Pesepeda 77 posisi terlentang digunakan untuk menilai transfer beban antara trunk dan kaki yang diusulkan untuk menilai kekuatan di sekitar pelvis. Pergeseran lateral pelvis diukur dengan menggunakan single-leg stance movement control test, serta leg length discrepancy (LLD) atau perbedaan panjang kaki (LLD) diukur dalam posisi terlentang dari ASIS ke bagian paling distal dari lateral malleolus dengan pita pengukur yang fleksibel. Pengaturan sepeda diukur meliputi tinggi sadel, setback sadel, sudut sadel, tinggi setang, reach distance dan posisi cleat. Hasil dari penelitian ini menyatakan fleksi tulang belakang lumbar ditemukan lebih besar pada posisi duduk dengan tangan pada drop . ean curvature: 17,94A) dan paling kecil pada posisi duduk . ean 15,93A). Pengendara sepeda menggunakan posisi fleksi lumbar di atas sepeda, terlepas dari tingkat kompetisi, dan mereka yang mengalami nyeri punggung bawah menggunakan posisi dengan fleksi lumbar yang lebih besar. Namun pada penelitian ini untuk posisi duduk hanya posisi duduk dengan tangan pada tuas rem yang diteliti terkait dengan hubungan terhadap nyeri punggung bawah. Dinyatakan bahwa posisi duduk dengan tangan pada tuas rem berhubungan dengan nyeri punggung bawah . = 0,. , posisi tersebut merupakan posisi yang sering digunakan, 48% waktu latihan dipertahankan dalam posisi tangan pada tuas rem. Peserta dengan range control Gluteus medius yang buruk juga memiliki holding internal Gluteus maksimus yang buruk dan Kelemahan Gluteus dikaitkan dengan nyeri punggung . = 0,. Kelemahan dalam Gluteus medius terkait dengan kelemahan Gluteus maksimus dan menurunkan ekstensibilitas Penelitian oleh Zamiri et al. AuThe Relationship Between Prolonged Sitting Position and Adaptive Alterations in Lumbar Spine and Pelvic Range of Motion in Cyclists with Chronic Low Back PainAy bertujuan untuk membandingkan rentang gerak (ROM) sagital lumbar spine dan rentang gerak sagital pelvic titl antara atlet dengan nyeri punggung bawah kronis yang secara teratur mengendarai sepeda dan kontrol sehat tanpa mengendarai sepeda secara Penelitian diikuti oleh 19 pesepeda berusia 18-53 tahun dan 20 atlet bukan pesepeda tanpa gejala berusia 18-60 Pengendara sepeda dengan nyeri punggung bawah yang bersepeda dalam posisi duduk dengan fleksi trunk setidaknya selama 1 tahun . inimal 2 kali per mingg. dan telah menderita nyeri punggung bawah dalam 12 bulan terakhir. Semua pengendara sepeda dengan nyeri punggung bawah menghubungkan gejala mereka dengan mengendarai sepeda. Responden tidak memiliki riwayat operasi tulang belakang, segala kelainan bentuk tulang belakang, penyakit tulang belakang yang serius . anker, infeks. , penyakit sistemik dan kehamilan. Peserta demografi dan kuesioner tentang riwayat LBP, dan kuesioner skala skala nyeri numerik. Data kinematik dicatat selama pengujian forward bending dan backward return dalam posisi berdiri. Subjek melakukan pengujian forward bending dan backward return sejauh mungkin dengan kecepatan preferensi individu. Sistem penangkapan gerak 6 kamera (Qualisys AB. Swede. digunakan untuk melacak posisi marker 78 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 atau penanda 3 dimensi. Reflective skin markers ditempatkan 7 cm di sisi prosesus spinosus vertebra lumbar ke-3, ujung vertebra sakral 1, titik tertinggi dari krista iliaka, greater trochanter, aspek posterior tengah femur, garis medial dan lateral sendi lutut, malleolus lateral, bilateral, dan dua penanda pada prosesus spinosus vertebra lumbalis 1 dan 5. Kalibrasi dilakukan sebelum akuisisi data. Pada saat forward bending test diambil data sudut maksimal pelvic tilt dan sudut maksimal fleksi lumbar. Pada saat backward return diambil data sudut maksimal posterior pelvic tilt dan sudut maksimal ekstensi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pesepeda besarnya anterior pelvic tilt dikaitkan dengan otot Pada saat forward bending test keterbatasan anterior pelvic tilt . = 0,. , karena menghindari rasa nyeri yang Pada saat backward return test, terjadi keterbatasan ekstensi lumbar endrange . =0,. dan sudut posterior pelvic tilt . =0,. , pada pesepeda dengan nyeri punggung bawah sebagai akibat dari postur fleksi ke depan pada saat Mempertahankan posisi duduk dengan postur lumbar fleksi yang berkepanjangan dan berulang, dapat berkontribusi pada perubahan kinematik daerah lumbar dan panggul dan pengembangan nyeri punggung bawah. Pengendara peningkatan anterior tilt dan fleksi lumbar pada setang yang lebih rendah. Penelitian oleh Hoof et al. , . AuComparing Lower Lumbar Kinematics In Cyclists With Low Back Pain (Flexion Patter. Versus Asymptomatic Controls E Field Study Using A Wireless Posture Monitoring SystemAy bertujuan untuk menguji kinematika lower lumbal pada pengendara sepeda dengan dan tanpa nyeri punggung kronis. Untuk kelompok nyeri punggung bawah berjumlah 8 orang hanya pengendara sepeda yang menunjukkan nyeri punggung bawah yang terkait langsung dengan aktivitas bersepeda yang Kelompok tanpa nyeri punggung bawah berisi 9 pesepeda tanpa riwayat dan gejala nyeri punggung bawah dalam 3 bulan sebelumnya. Responden bersepeda di outdoor selama 2 jam. Mereka diinstruksikan untuk bersepeda seperti biasa dan dipandu oleh monitor detak jantung mempertahankan detak jantung antara 6070% dari perkiraan usia maksimum mereka selama bersepeda. Semua bersepeda pada waktu yang sama. Kinematika lumbar bawah diukur menggunakan sistem pemantauan postur jarak jauh. Dengan mengkalibrasi terlebih dahulu output ini relatif terhadap end range fleksi dan ekstensi, kinematika dinyatakan sebagai persentase dari total fleksi lumbo-pelvic. Validitas dari body menganalisis kinematika lumbar bawah selama beraktifitas fungsional. Sensor dipasang dengan selotip pada prosesus spinosus S2 dan L3 yang merupakan daerah lower lumbar. Hasil penelitian menunjukan tingkat rasa sakit pada kelompok nyeri punggung bawah meningkat secara signifikan dari awal setelah 90 menit ( p = 0,. , dan memuncak menjelang akhir bersepeda 105 menit . = 0,. dan 120 menit ( p = 0,. Persentase rata-rata total fleksi lower lumbar selama 2 jam bersepeda secara signifikan lebih besar pada kelompok nyeri punggung bawah . ,1A (A7,. % ROM) Zahra Salsabila Hafid. Nyeri Punggung Bawah Akibat Posisi Duduk yang Salah Pada Pesepeda 79 kelompok tidak nyeri punggung . ,6 (A9,. % Fl ROM) ( p = 0,. Mempertahankan lumbar saat bersepeda dikaitkan dengan peningkatan nyeri punggung bawah yang signifikan selama bersepeda. Meskipun rasa sakit hanya meningkat ke tingkat yang signifikan secara statistik dari awal setelah 90 menit bersepeda, peningkatan sudah terjadi setelah 30 menit bersepeda, dan tetap meningkat ke tingkat yang signifikan secara klinis hingga 2 jam setelah bersepeda. Penelitian Streisfeld et al. , . AuRelationship Between Body Positioning. Muscle Activity, and Spinal Kinematics in Cyclists With and Without Low Back Pain: A Systematic ReviewAy bertujuan untuk menentukan apakah ada hubungan antara posisi tubuh, kinematika tulang belakang, dan aktivitas otot pada pengendara sepeda aktif dengan nyeri punggung bawah nontraumatic. Berdasarkan dinyatakan bahwa untuk hubungan antara pengaturan sepeda, muscle activity, dengan nyeri punggung bawah pada pesepeda, pada pesepeda didapatkan fatigue pada otot lengan dan otot-otot spinal terkait dengan support dan stabilitas Fatigue ini dipengaruhi oleh Dalam menghubungkan pengaturan sepeda dan kinematika tulang belakang dinyatakan bahwa berbagai ketinggian setang mempengaruhi pada posisi pelvic dan tulang belakang saat duduk bersepeda. Dilaporkan bahwa semakin rendah bagian setang yang digunakan maka semakin meningkatkan fleksi lumbar, penurunan sudut lumbosakral, dan peningkatan anterior pelvic tilt terhadap bidang Dalam hal kinematika Tulang Belakang, motor control, dan nyeri punggung bawah, dinyatakan bahwa pesepeda yang mengalami nyeri punggung menggunakan posisi duduk dengan fleksi lumbopelvic yang lebih besar dan mempertahankan posisi tersebut. Hasil dari dalam artikel penelitian ini membuktikan bahwa posisi duduk dipertahankan dalam posisi fleksi saat bersepeda berkaitan dengan nyeri punggung bawah. Dari tinjauan sistematis ketidakseimbangan aktivasi otot-otot juga merupakan faktor risiko untuk nyeri punggung bawah pada pengendara sepeda. Pengendara punggung bawah juga menunjukkan kokontraksi asimetris dari otot multifidi lumbar, penurunan ketebalan abdominus transversal dan lumbar multifidi, dan penurunan daya tahan otot back extensor. Ketidakseimbangan aktivasi otot-otot spinal dan core akibat posisi duduk dengan fleksi yang berkepanjangan yang menyebabkan kinematik tulang belakang maladaptif dan meningkatkan tekanan tulang belakang yang berkontribusi terhadap nyeri punggung bawah. Penelitian Muyor et al. , . AuSpinal Posture of Thoracic and Lumbar Spine and Pelvic Tilt in Highly Trained CyclistsAy mengevaluasi kelengkungan sagital tulang belakang toraks dan lumbal serta pelvic tilt pada pengendara sepeda ketika berdiri di lantai, dan posisi duduk di atas sepeda dengan tiga posisi setang yang berbeda. Penelitian ini diikuti 60 pesepeda elite dengan rata-rata usia 22,95 . dan 60 pesepeda master dengan rata-rata usia 34,27 . Responden yang dipilih 80 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 harus memiliki waktu latihan 2-4 jam perhari, 3-6 hari/minggu. Telah bersepeda selama 4 tahun dan tidak diagnomis medis pada spinal. Dalam penelitian lengkungan tulang belakang sagital dan pelvic tilt diukur menggunakan sistem Spinal Mouse dalam posisi berdiri di lantai dan pada posisi duduk di atas sepeda dengan posisi setang yang berbeda. Hasil dari penelitian ini terdapat persentase tinggi postur hyperkyphotic thoracic saat posisi berdiri di lantai. Namun, hyperkyphosis thoracic tidak berhubungan langsung dengan posisi duduk yang digunakan pada sepeda. Ketika duduk bersepeda, kurva toraks berada pada sudut yang lebih rendah pada tiga posisi setang dibanding dengan posisi berdiri di lantai pada kedua kelompok . <0,. Kelengkungan lumbar berubah dari lordosis saat berdiri menjadi kyphosis dalam posisi duduk. Pengendara sepeda elit menunjukkan fleksi lumbar yang lebih besar pada semua posisi duduk daripada pengendara sepeda master dengan mean different pada upper handlebar . 2,40A (-0,32 to Ae 5,. middle handlebar . uas re. 1,85A (-0,91 to 4,. lower handlebar . 3,26A . ,53 to 5,. , dan lebih kecil ketika berdiri dengan mean different -2,01A(-4,46 to 0,43. Fleksi intervertebralis dan pelvic titl yang lebih besar terjadi pada posisi duduk dengan posisi setang yang lebih rendah. Untuk semua postur yang dievaluasi, pesepeda elit menunjukkan pelvic tilt yang lebih besar daripada pesepeda master . < 0,. Keedua kelompok menunjukkan anterior pelvic tilt yang lebih besar pada posisi duduk daripada saat berdiri. Pengendara sepeda elit menunjukkan anterior pelvic tilt yang jauh lebih tinggi daripada pengendara sepeda master di semua posisi yang dianalisis dengan mean different saat berdiri 2,40A . ,46 to 4,. pada upper handlebar 2,93A . ,74 to 5,. pada middle handlebar 2,45A . ,13 to 4,. dan pada lower handlebar 2,95A . ,63 to 5,. Hal ini dikarenakan oleh setang pada sepeda pengendara sepeda elit lebih rendah. Postur ketidaknyamanan lumbar karena aktivasi myoelectric yang lebih tinggi pada otot dipertahankan untuk waktu yang lama. Maka semakin rendah posisi setang mengakibatkan pengendara sepeda duduk dengan lumbar yang lebih fleksi dan semakin anterior pelvic tilt, yang apabila mengakibatkan ketidaknyamanan pada Penelitian Tashiro et al. , . AuBody Characteristics of Professional Japanese Keirin Cyclists: Flexibility. Pelvic Tilt, and Muscle StrengthAy, mengidentifikasi ketidakseimbangan otot dan pelvic tilt dengan implikasi untuk nyeri punggung bawah pada pengendara sepeda Keirin. Penelitian ini diikuti oleh 16 pesepeda yang sudah >2 tahun bersepeda dengan rata rata usia 32. 2 A 8. tahun dan 16 pria sebagai kontrol dengan rata rata usia 24. 3 A 2. 3 tahun. Responden tidak boleh memiliki riwayat penyakit muskuloskeletal ekstremitas bawah. Pengukur sudut pelvic tilt dilakukan dengan menggunakan palpation meter (PALM). Reliabilitas dari PALM adalah 0,90. Selama pengukuran, responden melepas sepatu mereka dan berdiri dalam posisi tegak dengan kaki terpisah 10-12 Penanda untuk pengukuran adalah anterior superior iliac spine (ASIS) dan Zahra Salsabila Hafid. Nyeri Punggung Bawah Akibat Posisi Duduk yang Salah Pada Pesepeda 81 posterior superior iliac spine (PSIS). Anterior pelvic tilt diukur dengan penempatan ujung kaliper PALM pada ipsilateral ASIS dan PSIS. Tingkat deviasi dari horizontal dibaca dari inclinometer. Heel Buttock Distance (HBD) diukur sebagai indikator fleksibilitas paha depan . Tes Thomas dilakukan untuk mengukur fleksibilitas iliopsoas. Tes Straight Leg Raise (SLR) digunakan untuk mengukur fleksibilitas hamstring. Sudut fleksi pinggul diukur dengan HBD dan SLR diukur untuk kedua sisi. Finger Floor Distance (FFD) diukur sebagai indikator fleksibilitas trunk dan hip. FFD didefinisikan sebagai jarak antara ujung jari dan lantai ketika subjek membungkuk dalam posisi berdiri tegak dan menjulurkan jari ke arah lantai. Jarak ujung jari ke tanah diukur dengan meteran, dengan nilai positif yang Dinamometer isokinetic digunakan untuk mengukur kekuatan otot. Hasil penelitian ini menunjukkan anterior pelvic tilt signifikan lebih pada pesepeda dibandingkan dengan kontrol . < 0,. Hasil HBD, skor tes SLR, dan FFD secara signifikan lebih tinggi di pesepeda daripada di kontrol . < 0,. Tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan dalam skor tes Thomas dari kedua kelompok. Kekuatan otot isokinetic quadriceps . = 0,. dan hamstring . =0,. secara signifikan lebih tinggi pada pesepeda. Selain itu, pesepeda memiliki H / Q ratio 180A dan 360A lebih besar daripada kontrol . < 0,. Namun, tidak ada perbedaan signifikan yang diamati antara sisi kanan dan kiri. Dalam penelitian ini, fleksibilitas quadricep secara signifikan rendah dan fleksibilitas hamstring secara signifikan tinggi pada pesepeda. Namun, tidak ada perbedaan signifikan dalam fleksibilitas iliopsoas yang diamati antara kedua Pada pesepeda tightness quadricep dan looseness hamstring, bukan iliopsoas, akan terlibat dalam anterior pelvic tilt. Pengendara sepeda juga torakolumbar dan kelemahan otot seperti abdominal, gluteus maximus, dan medius, fleksibilitas otot paha. Hal ini dengan berkontribusi dalam mengakibatkan nyeri punggung bawah. Penelitian Schultz & Gordon, . AuRecreational Cyclist: The Relationship Between Low Back Pain and Training CharacteristicsAy bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara nyeri punggung bawah (LBP) dan karakteristik pelatihan pada pengendara sepeda. Sebanyak 70 pesepeda mengikuti survei, namun 4 orang dikeluarkan karena mengalami nyeri punggung bawah sebagai akibat dari kecelakaan traumatis hingga tersisa 66 orang dan 33 diantaranya mengalami nyeri punggung bawah. Responden berusia 18 hingga 61 tahun. Dilakukan pengambilan data mengenai karakteristik individu dan karakteristik pelatihan sebagai variabel yang diuji . iwayat merokok, pengalaman bersepeda, jarak bersepeda setiap minggu, frekuensi bersepeda dan jumlah acara bersepeda per Diambil juga data lain seperti jenis setang pada sepeda, jumlah gigi pada sepeda, riwayat cedera traumatis pada tulang belakang lumbar dalam dua tahun terakhir, nyeri punggung bawah selama atau setelah bersepeda dalam tiga bulan terakhir atau enam bulan terakhir, gejala yang terkait dengan nyeri punggung 82 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 bawah enam bulan terakhir, perkiraan persentase waktu yang dihabiskan bersepeda di berbagai posisi duduk, jenis medan bersepeda Analisis mengungkapkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia . = 0,. , gender . = 0,. , riwayat merokok . = 1,. dengan nyeri punggung bawah. Perbedaan signifikan jarak tempuh yang lebih jauh per minggunya ditemukan pada pesepeda dengan nyeri punggung bawah . = 0,. Pada penelitian ini kelompok nyeri menggunakan posisi duduk dengan tangan pada tuas rem. Kelompok nyeri punggung bersepeda dilakukan dalam posisi tangan pada tuas rem . 0 A 27. dibandingkan dengan pesepeda tidak nyeri punggung bawah . ,3 A 28,6%). Dan penggunaan posisi tersebut mendekati punggung bawah. Namun penelitian ini menyebutkan bahwa dari data survei belum didapatkan kejelasan posisi duduk mana yang berhubungan dengan inisial onset nyeri punggung bawah. Tidak ada kelompok nyeri punggung bawah dan non- nyeri punggung bawah untuk banyaknya event, dan jumlah roda gigi . pada siklus. Data geografis tidak memungkinkan Mempertahankan posisi pesepeda dan mengayuh dalam waktu yang lama, mempengaruhi gluteal, hamstring, serta berkontribusi terhadap nyeri punggung bawah pada pengendara sepeda. Kotler et , . , dalam penelitian dengan judul AuPrevention . Evaluation , and Rehabilitation of Cycling-Related InjuryAy evaluasi dan rehabilitasi pada cedera yang berhubungan dengan bersepeda. Penelitian melaporkan berbagai jenis cedera yang terjadi pada pesepeda. Disebutkan bahwa penyesuaian antara tubuh dengan sepeda, dapat mempengaruhi biomekanik pesepeda di seluruh kinetik chain, meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan pembangkit Pengaturan sepeda yang tepat dimulai dengan wawancara kebutuhan dan tujuan pengendara sepeda, diikuti oleh pemeriksaan fisik yang berfokus pada faktor-faktor anatomis yang memengaruhi ketepatan sepeda, seperti rentang gerak tulang belakang dan pelvic. Seperti pada posisi tubuh yang dapat disesuaikan dengan pengaturan setang. Pencegahan cedera bersepeda dapat dilakukan dengan mengetahui mekanisme cedera traumatis dan overuse. Cedera traumatis pada pesepeda dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk infrastruktur atau kondisi jalan yang buruk, kerusakan mekanis, kesalahan operator, atau interaksi dengan kendaraan Mayoritas melibatkan jaringan lunak dan kulit, diikuti oleh fraktur dan gegar otak. Setelah terjadi kecelakaan, kerusakan pada helm, wajah, atau leher pengendara harus menjamin evaluasi medis yang cepat. Pada kategori cedera overuse terjadi di berbagai area seperti nyeri lutut anterior. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan tekanan kontak patella yang terdistribusi secara abnormal di lutut yang bisa berasal dari ketidaksesuaian pengaturan sepeda, volume pelatihan, atau teknik bersepeda. Pada cedera overuse tulang belakang, nyeri punggung bawah dan nyeri leher Zahra Salsabila Hafid. Nyeri Punggung Bawah Akibat Posisi Duduk yang Salah Pada Pesepeda 83 adalah keluhan umum, khususnya pada peningkatan fleksi lumbar. Bersepeda adalah aktivitas dapat menghasilkan fleksi lumbar dan semua posisi menghasilkan beberapa derajat kyphosis lumbar. Pada pengendara sepeda yang mengalami nyeri punggung bawah akibat fleksi lumbar, sepeda harus disesuaikan agar tingkat fleksi lumbar dapat Memvariasikan posisi tangan selama bersepeda dapat membantu punggung, karena fleksi lumbar juga dipengaruhi oleh posisi tangan pada Posisi yang lebih rendah, juga mengakibatkan cervical dipaksa menjadi ekstensi dan protraksi juga dapat berkontribusi pada nyeri leher dan melawan daya tahan otot ekstensor. Pada pesepeda juga kerap terjadi nyeri pada area selangkangan, pantat, dan genital dimana hal ini berhubungan dengan kontak dengan sadel. Nyeri ankle dan kaki pada pesepeda terjadi akibat penggunaan sepatu bersol kaku, sehingga kaki kaku untuk transfer daya ke pedal. Selain itu posisi cleat yang tidak tepat dan sadel yang terlalu rendah meningkatkan dorso fleksi, namun sadel yang terlalu tinggi dapat meningkatkan plantar fleksi yang menyebabkan nyeri Achilles. Distal ulnar neuropathy, carpal tunnel syndrom pada pesepeda dikaitkan dengan tekanan yang dipertahankan dalam waktu lama terhadap setang yang kemudian terjadi penekanan pada saraf di pergelangan Perubahan posisi tangan yang sering membantu dalam meredakan Rehabilitasi yang efektif dari pengendara sepeda melibatkan identifikasi dan koreksi dari faktor-faktor biomekanik yang berkontribusi pada pengendara sepeda dan sepeda. Penelitian Deakon, . AuChronic Musculoskeletal Conditions Associated With the Cycling Segment of the Triathlon . Prevention and Treatment With an Emphasis on Proper Bicycle FittingAy bertujuan untuk mengetahui pencegahan dan treatment dari kondisi muskuloskeletal kronik pada pesepeda. Jurnal ini membahas mengenai kejadian cedera akibat bersepeda. Dinyatakan menyumbang 20% dari semua cedera yang terjadi selama triathlon. Pendekatan terbaik untuk cedera ini adalah Sendi lutut, punggung bagian bawah, leher, dan tendon achilles adalah lokasi anatomi yang paling sering terkena. Nyeri punggung bawah, lutut anterior dan nyeri leher myofascial, iliotibial band friction syndrome, dan Achilles tendinitis adalah diagnosis yang paling umum. Keluhan yang terjadi akibat bersepeda sebagian besar timbul karena overuse atau teknik yang buruk. Cedera traumatis akibat jatuh atau kecelakaan lebih jarang Sebagai perawatan awal harus selalu RICE . est, compression, dan elevatio. Penguatan dan peregangan otot serta modalitas fisik penanganan subakut. Kebutuhan untuk operasi jarang terjadi. Pengaturan sepeda yang tidak tepat dapat memberikan kontribusi pada penyebab sejumlah besar kondisi ini. Geometry sepeda juga dapat diubah untuk mengurangi gejala. Pengaturan sepeda triathlon yang tepat biasanya dimulai dengan sudut tempat duduk sekitar 78 hingga 80 derajat dan road cycle sudut tempat duduk biasanya sekitar 72 derajat. Posisi pos kursi yang lebih ke arah vertikal akan memposisikan pengendara ke depan di 84 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 atas sepeda dari posisi punggung yang lebih ke posisi yang lebih horizontal. Posisi kursi dengan tinggi yang tepat tanpa menggoyangkan pelvic selama mengayuh pedal sangat penting. Meski ada formula untuk memberikan perkiraan sandaran tangan untuk ketinggian tempat duduk dan sudut tempat duduk, hal ini biasanya justru ditentukan berdasarkan perasaan dan kenyamanan pengendara. Pengaturan sepeda pada triathlon menghasilkan sudut pinggul tertentu yang tidak berubah secara signifikan dari sepeda jalanan. Nyeri punggung bawah (LBP) adalah salah satu keluhan umum pengendara sepeda. Geometri bingkai dapat menyebabkan posisi duduk dengan tulang belakang lumbar pada posisi yang ketegangan pada tulang belakang lumbar bawah dan sendi sakroiliaka. Hal tersebut dapat menyebabkan keluhan nyeri punggung bawah. Penelitian Schulz & Gordon, . AuRiding Position And Lumbar Spine Angle In Recreational Cyclists: A Pilot StudyAy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui reliabilitas inclinometer dalam menilai sudut tulang belakang lumbar di tiga posisi bersepeda yang berbeda, dan mengeksplorasi hubungan antara sudut tulang belakang lumbar dan posisi duduk bersepeda, antropometri, ukuran sepeda dan nyeri punggung bawah (LBP). Sebanyak 13 peserta . atu perempuan dan 12 laki-lak. berusia antara 19 dan 53 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Para peserta yang melaporkan cedera traumatic dalam dua tahun sebelumnya dan diketahui patologi tulang belakang lumbar tidak diikut sertakan dalam penelitian ini. Pengambilan data antropometri, dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan dan indeks massa tubuh. Sepeda diukur untuk menentukan jarak dari posisi sandaran tangan ke pelana di setiap posisi Pengukuran sepeda mencakup jarak bagian sadel paling anterior dan superior ke lantai, atas setang ke lantai, bagian atas tuas rem ke lantai dan bagian atas drop ke lantai. Dari pengukuran ini jarak vertikal dari sadel ke bagian atas setang, tuas rem dan drop dihitung. Sudut lumbar diukur pada sebelum dan setelah subjek mengendarai sepeda selama 10 Subjek diinstruksikan untuk bersepeda dengan kecepatan bersepeda normal di setiap posisi duduk bersepeda: yaitu dengan tangan di atas setang, pada tuas rem dan pada drop. Inclinometer difokuskan pada permukaan vertikal dan bagian di S2 dan T12-L1. Subjek diminta untuk berdiri dan berjalan selama tiga menit antara pengukuran setiap posisi bersepeda tes. Hasil dari penelitian ini didapatkan reliabilitas sangat baik dalam mengukur sudut tulang belakang lumbar dengan Tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik ditemukan antara nyeri punggung bawah dan usia, tinggi, berat badan atau indeks masa tubuh. Tidak terjadi perubahan signifikan sudut lumbal antara sebelum dan setelah 10 menit pada setiap posisi . >0,. Dalam membandingkan sudut tulang belakang lumbar pada 3 posisi duduk yang berbeda didapatkan perbedaan yang signifikan. Studi ini mengidentifikasi fleksi tulang belakang lumbar yang secara signifikan lebih besar ketika mengendarai pada posisi duduk dengan tangan di drop dibandingkan dengan posisi tegak dan posisi tangan di tuas rem pada kedua kelompok . <0,. , dengan standar deviasi sudut lumbar kelompok nyeri Zahra Salsabila Hafid. Nyeri Punggung Bawah Akibat Posisi Duduk yang Salah Pada Pesepeda 85 punggung bawah pada waktu ke-0 : 29,0 ( 10,. , pada 10 menit : 30,0 ( 11,. , sedangkan pada kelompok tidak nyeri punggung bawah di waktu ke-0 : 22,5 ( 13,. , pada 10 menit : 26,0 ( 13,. Posisi duduk dengan fleksi yang lebih besar memungkinkan untuk mengurangi end range sendi facet lumbar dan kompresi sendi terjadi lebih lama. Jumlah sampel yang terlalu kecil tidak memungkinkan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara posisi duduk dan nyeri punggung bawah. Berdasarkan review dari seluruh artikel penelitian yang digunakan, diketahui bahwa nyeri punggung bawah lebih banyak ditemukan pada pesepeda dengan posisi duduk dalam fleksi lumbar yang besar. Posisi duduk berdasarkan bagian setang dibagi menjadi posisi duduk dengan tegak dengan tangan pada setang . pper handleba. , posisi duduk dengan tangan pada tuas rem . iddle handleba. dan posisi duduk terendah dengan tangan pada drop atau lengkungan . ower handleba. , yang mana semakin rendah bagian setang yang digunakan dalam posisi duduk menyebabkan tubuh akan semakin condong ke depan dan lumbopelvic yang lebih besar pada saat duduk bersepeda. Posisi duduk dengan tangan pada drop menghasilkan fleksi lumbar dan anterior pelvic tilt yang lebih Pada pesepeda dengan nyeri punggung bawah ditemukan terdapat peningkatan fleksi lumbar yang lebih besar dibandingkan pesepeda tanpa nyeri punggung bawah. Hal ini sesuai dengan AuBiomechanics of CyclingAy bahwa perubahan posisi tangan pada handlebars bagian atas ke bawah menyebabkan sudut trunk dan pelvic yang lebih besar. Semakin condong ke depan efek yang lebih besar diamati pada lumbar pelvic (Bini & Carpes, 2. Fleksi lumbar dan anterior pelvic tilt aktivasi otot sehingga terjadi tightness quadricep dan looseness hamstring, tightness otot ekstensor torakolumbar dan kelemahan otot abdominal, gluteus maksimus, dan medius, yang merupakan tanda dari lower crossed syndrome atau punggung bawah. Pernyataan tersebut sesuai dengan teori dari Janda, bahwa sindrom tersebut diistilahkan sebagai Lower Crossed Syndrome yang ditandai oleh ada tightness otot ekstensor lumbal akan diikuti tightness otot fleksor panggul atau sebaliknya, tightness otot ekstensor lumbal dan otot fleksor panggul disebabkan oleh adanya kelemahan otototot perut dan bokong dalam kontrol . ubuh Ketidakseimbangan otot dimana panjang atau kekuatan otot agonis dan antagonis berubah biasanya akan menghasilkan pola gerak yang berubah dan sindrom nyeri (Page. Frank, & Lardner, 2. Diketahui memvariasikan posisi duduk dengan merubah bagian setang yang digunakan selama bersepeda dapat mengurangi tekanan dan membantu para pesepeda mengurangi nyeri keluhan punggung Adanya korelasi posisi duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pesepeda, didukung oleh pendapat Fatmawati & Khotimah . , yang menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara nyeri punggung bawah dengan sikap duduk. Keterbatasan dalam Narrative Review ini adalah adanya 86 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 keterbatasan literature atau artikel penelitian yang bertujuan utama meneliti korelasi posisi duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pesepeda dan menyatakan secara statistik keeratan korelasi posisi duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pesepeda. Clarsen. Krosshaug. , & Bahr. Overuse Injuries Professional Road Cyclists. The American Journal Sports Medicine, 38. , 2494Ae2501. https://doi. org/10. 1177/03635465103 KESIMPULAN DAN SARAN Terdapat korelasi posisi duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pesepeda. Dimana posisi duduk dengan tangan pada bagian setang yang lebih rendah akan mengakibatkan fleksi lumbar dan anterior pelvic tilt yang dipertahankan akan mengakibatkan lower cross syndrome sehingga terjadi nyeri punggung bawah. Berdasarkan hasil dari penelitian, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dalam bentuk observasional analitik dengan menilai posisi duduk berdasarkan tingkat risiko ergonomis dan meneliti keeratan korelasi posisi duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pesepeda. Bagi Pesepeda memperhatikan pengaturan sepeda yang mempengaruhi posisi duduk sebagai bentuk pencegahan dari keluhan nyeri punggung bawah. Disarankan juga bagi para fisioterapis untuk memperhatikan faktor posisi duduk pada pasien pesepeda sebagai pendukung untuk memaksimalkan intervensi terhadap nyeri punggung bawah pada pasien pesepeda. Deakon. Chronic Musculoskeletal Conditions Associated With the Cycling Segment of the Triathlon . Prevention and Treatment With an Emphasis on Proper Bicycle Fitting. Sports Med Arthrosc Rev, 20. , 200Ae205. https://doi. org/10. 1097/JSA. DAFTAR RUJUKAN Bini. , & Carpes. Biomechanics of Cycling (R. Bini & F. Carpes. Eds. Switzerland: Springer International Publishing. Fatmawati. , & Khotimah. Hubungan Antara Lama Duduk Dan Sikap Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengrajin Batik Kayu Di Desa Wisata Krebet Bantul. Yogyakarta. Jurnal Fisioterapi, 15. , 105Ae111. Hoof. Van. Volkaerts. Sullivan. Verschueren. , & Dankaerts, . Comparing Lower Lumbar Kinematics In Cyclists With Low Back Pain ( Flexion Pattern ) Versus Asymptomatic Controls - Field Study Using a Wireless Posture Monitoring System. Manual Therapy, 17. , 312Ae317. https://doi. org/10. 1016/j. Kencana. Herlambang. , & Nurhidayat. Perancangan Tas Backpack Untuk Kebutuhan Pengguna Sepeda Bike To Work. EProceeding of Art & Design, 6. Zahra Salsabila Hafid. Nyeri Punggung Bawah Akibat Posisi Duduk yang Salah Pada Pesepeda 87 587Ae603. Kotler. Babu. , & Robidoux, . Prevention . Evaluation , and Rehabilitation of CyclingRelated Injury. Current Sports Medicine Reports, 15. , 199Ae206. https://doi. org/10. 1249/JSR. Muyor. Lypez-miyarro. , & Alacid. Spinal Posture of Thoracic and Lumbar Spine and Pelvic Tilt in Highly Trained Cyclists. Journal of Sports Science and Medicine, 10, 355Ae361. Page. Frank. , & Lardner. The Assessment and Treatment of Muscular Imbalance Ae The Janda Approach. In Human Kinetics. United States: Human Kinetics. Putra. Legiran, & Azhar. Hubungan Posisi Duduk Dan Ketidaksesuaian Desain Tempat Duduk Sepeda Motor Dengan Kejadian Nyeri Pinggang Pada Pengendara Ojek Daring. Majalah Kedokteran Sriwijaya, 50. , 74Ae84. Raharjo. Perancang Alat Ukur Posisi Bersepeda Ergonomics Bycycle. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Rahmawati. Sudarmanto. , & Hasan, . The Risk of Work Posture Did Not Affect on WorkerA s Disability Index with Low Back Pain di PT Muroco Jember. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, 5. , 7Ae12. https://doi. org/10. 19184/ams. Ramadhan. , & Sihombing. Kajian Ergonomi Desain Sepeda Fixed Gear ( Fixie ). Jurnal Desain Produk, 3. , 8Ae21. https://doi. org/10. 24821/productum. Riningrum. , & Widowati. Pengaruh Sikap Kerja. Usia. Dan Masa Kerja Terhadap Keluhan Low Back Pain. Jurnal Pena Medika, 6. , 91Ae102. Rodseth. , & Stewart. Factors Associated with LumboPelvic Pain in Recreational Cyclists. SAJSM, 1Ae8. https://doi. org/10. 17159/2078516x/2017/v29i1a4239 Sastaman. Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani Antara Siswa Yang Berjalan Kaki Dan Bersepeda Pada Siswa Putra Kelas Vi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pontianak. Jurnal Pendidikan Olahraga, 4. , 170Ae181. Schultz. , & Gordon. Recreational Cyclists : The Relationship Between Low Back Pain and Training Characteristics. Int Exerc Sci, 3. , 79Ae85. https://doi. org/10. 1016/j. Schulz. , & Gordon. Riding Position and Lumbar Spine Angle in Recreational Cyclists: A pilot study. International Journal of Exercise Science, 3. , 174Ae181. 88 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 Setiawan. Faktor Timbulnya Cedera Olahraga. Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia, 1. , 94Ae https://doi. org/10. 15294/miki. Streisfeld. Bartoszek. Creran, . Inge. McShane. , & Johnston. Relationship Between Body Positioning. Muscle Activity, and Spinal Kinematics in Cyclists With and Without Low Back Pain: A Systematic Review. Sports Health, 9. , 75Ae79. https://doi. org/10. 1177/19417381166 Tashiro. Hasegawa. Nishiguchi. Fukutani. Adachi. Hotta. A Aoyama. Body Characteristics Professional Japanese Keirin Cyclists: Flexibility. Pelvic Tilt, and Muscle Strength. Journal of Sports Science, 4, 341Ae https://doi. org/10. 17265/23327839/2016. Torik. Analisa Postur Pengendara Motor Untuk Evaluasi Dimensi Bagian Tempat Dudukan. Sinergi, 20. , 223Ae228. https://doi. org/10. 22441/sinergi. Zamiri. Yazdi. Mehravar. Takamjani. Ahmadi. , & Maroufi. The Relationship Between Prolonged Sitting Position and Adaptive Alterations in Lumbar Spine and Pelvic Range of Motion in Cyclists with Chronic Low Back Pain. World Family Medicine Journal, 15. , 23Ae27.