Pengetahuan dan Sikap Lansia tentang Penggunaan Obat Tradisional Hipertensi Awaluddin1. Purwanto2 Prodi Keperawatan. STIKes Tengku Maharatu. Pekanbaru. Riau. Indonesia awaluddinhasan@yahoo. Abstract The used of traditional medicines to decrease hypertension were increased. The used of them were influenced by knowledge and attitude. The purpose of this study was to known the correlation of knowledge and attitude of the elderly in use of the traditional medicine to reducing hypertension in Batang Tumu Health Center. District of Indragiri Hilir. This study was analytical withcross sectionaldesign. The population were all elderly who had hypertension as many as 143 respondent. The number of samples in this study were 59 respondents. The technique of sampling was purposive. Measuring instrument used was questionnairre. The results showed that elderly with well knowledge were 31 respondents . 2%) and positive attitude were 38 respondents . 4%). The chi square test results showed that there was a significant correlation between knowledge with the use of traditional medicine to reduce hypertension with p value 0. 002 r tabel 0,552-0,721 dan yang tidak valid p1, p2, p9, p10 dengan nilai 0,3170,426. Soal sikap dari 10 butir yang valid 5 butir yaitu soal nomor s3, s4, s5, s6, s7 dengan nilai r hitung > r tabel 0,685-0,718 dan yang tidak valid soal s1, s2, s8, s9, s10 dengan nilai 0,232-0,423. Dari keseluruhan soal pengetahuan dan sikap yang tidak valid dikeluarkan dan tidak diuji kembali karena keseluruhan soal yang valid sudah mewakili dari item-item pertanyaan. Hasil uji reliabilitas kuesioner pada penelitian ini menunjukkan nilai r alpa > r tabel yaitu 0,824 untuk variabel pengetahuan dan 0,787 untuk variabel sikap sehingga pertanyaan 48 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 1 Nomor 1. Mei 2019 tersebut reliabel. Analisa data dilakukan dengan uji Kai kuadratdengan tingkat kemaknaan 95% (=0,. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Jenis Kelamin di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa distribusi frekuensi responden berdasarkan jenis kelamin dapat diketahui bahwa mayoritas responden adalah perempuan sebanyak 31 responden . ,5%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pendidikan di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil Pendidikan SLTA SLTP Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat diketahui bahwa mayoritas responden berpendidikan SD sebanyak 43 responden . 9%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil Pengetahuan Baik Cukup Kurang Pada tabel 3 terlihat bahwa mayoritas responden yang berpengetahuan baik sebanyak 31 responden . ,5%) dan minoritas pengetahuan kurang sebanyak 9 responden . ,3%), sedangkan yang berpengetahuan sedang berjumlah sebanyak 19 orang . ,2%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupeten Inhil Sikap Positif Negatif Dari tabel 4 dapat diketahui bahwa mayoritas responden yang memiliki sikap positif dengan jumlah 38 responden . ,4%) dan minoritas responden yang memiliki sikap negatif sebanyak 21 responden . ,6%). Tabel 5. Distribusi Frekuensi Penggunaan Obat Tradisional Hipertensi Responden di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupeten Inhil Penggunaan Obat Tradisional Tidak Dari tabel 5 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menggunakan obat tradisional hipertensi dengan jumlah 37 responden . ,7%) dan minoritas responden tidak menggunakan obat tradisional hipertensi`sebanyak 22 responden . ,3%). Awaluddin, dkk. Pengetahuan dan Sikap Lansia tentang Penggunaan Obat . | 49 Tabel 6. Hubungan Pengetahuan dengan Penggunaan Obat Tradisional untuk Menurunkan Hipertensi di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil Penggunaan Obat Tradisional Untuk Menurunkan Hipertensi Pengetahuan (%) Tidak (%) Total Baik Cukup Kurang 0,000 Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat bahwa dari 31 responden yang berpengetahuan baik, 90,3 % responden diantaranya menggunakan obat tradisional. Dari 19 responden yang memiliki pengetahuan cukup 57,9 % Dari 9 responden yang memiliki pengetahuan kurang 88,9 % responden tidak menggunakan obat tradisional. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value = 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengetahuan dengan penggunaan obat tradisional untuk menurunkan hipertensi di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil. Tabel 7. Hubungan Sikap Lansia dengan Penggunaan Obat Tradisional untuk Menurunkan Hipertensi di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil Penggunaan Obat Tradisional Untuk Menurunkan Hipertensi Sikap Positif (%) Tidak (%) Total Negatif Value Hasil analisa hubungan sikap lansia dengan menurunkan hipertensi di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil diperoleh hasil dari 38 responden yang memiliki sikap positif, 29 responden . 3%) menggunakan obat tradisional. Dari 21 responden yang memiliki sikap negatif, 13 responden . Hasil uji statistik didapatkan hasil nilai p value 0,004 < alpa . Maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara sikap lansia dengan menurunkan hipertensi di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti pengetahuan dan sikap lansia dengan menurunkan hipertensi di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh mayoritas responden yang berpengetahuan baik sebanyak 52,5%. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat pengetahuan baik tentang pengetahuan dan sikap lansia dalam penggunaan obat tradisional untuk menurunkan hipertensi di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil. Penulis menyimpulkan bahwa tidak semua responden berpengetahuan baik ada juga responden yang berpengetahuan kurang, hal ini tergantung bagaimana cara seseorang memiliki pengetahuan dan sikap lansia dalam menggunakan obat tradisional untuk menurunkan hipertensi. 50 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 1 Nomor 1. Mei 2019 Berbagai upaya yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh pengetahuan. Upaya serta cara-cara tersebut digunakan dalam memperoleh pengetahuan. Menurut Riswandi . salah satu upaya seseorang mendapatkan pengetahuan yaitu dengan bertanya pada orang yang memiliki otoritas atau dianggap lebih tahu. Selain itu pengalaman juga dapat digunakan untuk mendapatkan pengetahuan. Pengalaman masa lalu dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi saatini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa mayoritas responden memiliki sikap positif dengan sebanyak 64,4% responden dan minoritas responden yang memiliki sikap negatif sebanyak 35,6% responden. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat sebagian besar memiliki sikap positif dalam menggunakan Peneliti menyimpulkan bahwa tidak semua responden memiliki sikap positif ada juga yang memiliki sikap negatif tergantung bagaimana cara responden tradisional untuk menurunkan penyakit Perubahan dan perkembangan sikap dapat dipengaruhi oleh faktor pembelajaran, proses sosial, informasi, budaya dan pengalaman yang baru didapat (Riswandi. Sikap juga dibentuk melalui kejadian dan peristiwa yang terjadi secara berulangulang dalam waktu yang lama (Sarwono. Hubungan penggunaan obat tradisional untuk UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang obat tradisional untuk pengetahuan baik sebanyak 31 responden . ,5%). Hasil uji statistik didapatkan hasil p value = 0,000 . <0,. maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan pengetahuan lansia dalam menggunakan obat tradisional untuk menurunkan hipertensi di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil. Penelitian ini tidak sesuai dengan yang dilakukan Fajri . dengan hasil p value 0. 072 > . dimana tidak ada hubungan pengetahuan dengan penggunaan obat tradisional untuk menurunkan hipertensi. Penelitian ini berbanding terbalik dengan hasil yang peneliti lakukan dengan nilai p value 0. karena tingkat pendidikan tidak berpengaruh tinggi terhadap masyarakat. Penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian (Awaluddin, 2. bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan tekanan darah pada lansia hipertensi di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Khusnul Khotimah Pekanbaru dengan p value=0,029. Meskipun penelitian tersebut bukan tentang obat tradisional, tapi dari segi pengetahuan dapat dibandingkan dengan hasil penelitian ini, dimana pengetahuan memiliki hubungan dengan tindakan/suatu kejadian. Hal ini berarti edukasi diperlukan dalam upaya menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi terrmasuk lansia. Awaluddin, dkk. Pengetahuan dan Sikap Lansia tentang Penggunaan Obat . | 51 Pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional juga akan dipengaruhi oleh Pemanfaatan Salah diantaranya yang dinilai mempunyai peranan yang sangat penting adalah upaya Standarisasi dibuat untuk meningkatkan kualitas obat tradisional dan menghindari efek samping yang merugikan pasien (Zulkifli, 2. Standarisasi digunakan sebagai batas minimal dalam menerima suatu standar dan merupakan keadaan yang ideal atau mempunyai tingkat pencapaian tinggi dan Standar tersebut mendekati capaian ideal dan dalam batas yang diperbolehkan (Zulkifli, 2. Suatu standar dikatakan baik jika memenuhi syarat . bersifat jelas yaitu bisa diukur dengan baik dan mengukur kemungkinan terjadinya penyimpangan, . logis artinya suatu standar yang masuk akal, yang mencegah frustasinya para profesional, . mudah dipahami artinya suatu standar yang baik akan mudah dipahami oleh tenaga pelaksananya, . kredibel artinya bisa dipercaya, . absah yaitu terdapat korelasi yang kuat dan dapat diartikan antara standar tersebut dengan hal yang mewakilinya, . meyakinkan yaitu merupakan perwakilan dari syarat yang ditentukan. Syarat tersebut tidak boleh rendah karena akan mengurangi maknanya, . mantap, spesifik, eksplisit yaitu bisa dipengaruhi oleh waktu, memiliki ciri khas dan memiliki keterbukaan (Zulkifli. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia KEPMENKES No. 1076/MenKes/SK/VII/2003 membuat aturan dalam pelaksanaan pengobatan tradisional yang memiliki prinsip, yaitu: . tidak berbahaya, tidak melanggar norma dan aturan agama serta keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah diakui di Negara Indonesia, . aman digunakan dan memiliki manfaat untuk kesehatan, . harus berupaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, . harus sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat (USU, 2. Menteri Kesehatan RI pada acara the 3rdConference on Traditional Medicine in Asean Countries menyampaikan bahwa obat tradisional bisa dijadikan salah satu bagian yang penting dalam sistem kesehatan di ASEAN dan dunia. Di Indonesia sudah diberlakukan Keputusan Menteri Kesehatan sebagai landasan hukum penggunaan obat Keputusan tersebut mempunyai tujuan supaya tersedianya obat tradisional yang berkualitas, berkhasiat, aman, teruji secara ilmiah dan terbukti secara empiris di kalangan masyarakat baik secara individu maupun dalam pelayanan formal. Masyarakat yang ada diwilayah UPT Puskesmas Batang Tumu mayoritas berpendidikan SD . ,9%) sehingga sehingga kurang mengetahui bagaimana mengembangkan obat tradisional untuk menurunkan hipertensi . oga, tanaman obat keluarg. , selain itu kondisi geografis yang kurang memungkinkan dan didukung dengan pasang surutnya air sehingga seminggu sekali atau dua minggu sekali dan 52 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 1 Nomor 1. Mei 2019 mereka rata-rata dirumah ada menyimpan persediaan ikan asin yang kaya akan garam yang dapat memicu kenaikan hipertensi bagi siapa saja yang memiliki riwayat hipertensi. Selain itu faktor lain yang menyebabkan masyarakat menyediakan ikan asin dirumah dikarenakan faktor hewan yang mengganggu tanaman sayur-sayuran masyarakat untuk bercocok tanam seperti babi hutan. Masyarakat disana pekerjaan mayoritas petani dalam arti kata kerja kopra atau kelapa, sehingga mereka setelah pulang kerja tidak sempat untuk beraktifitas bercocok tanam dan disana masyarakat mempunyai faktor kebiasaan untuk tidak bercocok tanam sayur-sayuran. Hubungan penggunaan obat tradisional menurunkan hipertensi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan sikap lansia dengan penggunaan hipertensi di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil diperoleh hasil sikap lansia positif 38 responden . 4%). Hasil uji statistik dapat disimpulkan nilai p value 0,004. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Desni . dengan hasil p value 0. 000 yang berati terdapat korelasi yang signifikan antara sikap kepala keluarga dengan pengambilan keputusan dalam pengobatan tradisional. Desni mengungkapkan bahwa salah satu variabel yang menentukan pengambilan keputusan adalah sikap. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian dilakukan oleh (Awaluddin, 2. bahwa adanya hubungan sikap keluarga dengan tindakan pencegahan demam berdarah dengue dengan nilai probabilitas 0,009 . value< 0,. Meskipun penelitian tersebut tentang demam berdarah dengue, namun dapat dilihat bahwa sikap seseorang berhubungan dengan tindakan seseorang. Sikap merupakan salah satu predisposisi yang cukup stabil dalam waktu yang lama dan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Definisi lain tentang sikap yaitu suatu kecenderungan seseorang untuk melakukan suatu tindakan, bisa bersikap positif atau Sikap dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengalaman individu, budaya, dan orang lain yang berpengaruh. Sikap terbentuk karena adanya interaksi sosial dengan orang lain dalam waktu yang lama dan berkelanjutan. Sikap dalam menentukan pengobatan juga terjadi dalam waktu yang lama (Walgito, 2. Menurut Zulkifli . , pengobatan tradisional dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu . faktor sosial : masyarakat bisa merawat sendiri dan mendampingi keluargnya dalam pengobatan komunikasi antara anggota keluarga dapat terjalin dengan baik. Meskipun ada juga masyarakat yang lebih memilih pengobatan konvensional dan dirawat di rumah sakit. Kadang-kadang pengobatan tradisional karena alasan biaya. Biaya rumah sakit cenderung lebih tinggi dari pengobatan tradisional. Kemungkinan juga masyarakat belum pernah berobat ke rumah sakit sehingga belum bisa membandingkan biaya antara keduanya. Faktor sosial ini juga dipengaruhi oleh pengalaman masyarakat dalam berinteraksi dengan orang lain. faktor budaya : Awaluddin, dkk. Pengetahuan dan Sikap Lansia tentang Penggunaan Obat . | 53 merupakan salah satu alasan masyarakat dalam memilih pengobatan tradisional. Faktor budaya ini memandang bahwa pengobatan tradisonal dapat memberikan Hal ini juga didukung oleh pendapat Foster dan Anderson bahwa pengobatan merupakan bagian integral dari budaya masyarakat. pengananan yang diterima lebih cepat dan tidak perlu menunggu hasil pemeriksaan penunjang seperti hasil pemeriksaan . faktor ekonomi : pengobatantradisional karena biayanya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan biaya di rumah sakit. Sistem pembayaran juga tidak memerlukan uang pendaftaran dan uang muka serta pembayaran dapat diangsur bagi yang kurang mampu (Zulkifli. Sikap juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang membentuk sikap. Menurut Riswandi . sikap dibentuk melalui 4 hal yaitu : keadaan klasik: terjadinya proses belajar karena adanya stimulus yang berlangsung dalam waktu yang lama, sehinggastimulus . Keadaan instrumental: terjadinya proses belajar karena adanya suatu perilaku yang Sebaliknya, jika ada perilaku yang tidak menyenangkan maka seseorang akan menghindari perilaku tersebut . Belajar melalui observasi: mengobservasi perilaku orang lain dan kemudian meniru perilaku tersebut. Perilaku jenis ini banyak dilakukan oleh seseorang. perbandingan sosial : proses belajar ini dilakukan dengan cara membandingkan perilaku seseorang dengan orang lain untuk memastikan bahwa perilaku yang dibuat seseorang merupakan suatu hal yang benar (Riswandi, 2. Implikasi keperawatan dari hasil penelitian pengetahuan yang baik dan sikap yang positif bagi lansia agar dapat memanfaatkan obat tradisional hipertensi. Obat tradisional hipertensi merupakan salah satu terapi alternatif yang lebih aman bagi lansia. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap lansia dengan penggunaan obat tradisional untuk menurunkan hipertensi di UPT Puskesmas Batang Tumu Kabupaten Inhil dengan uji statistik p value 0,004 < alpa 0,05. Penelitian ini menunjukan bahwa diperlukan pengetahuan yang baik dan sikap yang positif bagi lansia agar dapat memanfaatkan obat tradisional hipertensi. Diharapkan penelitian selanjutnya tentang perbandingan efek obat tradisional dan konvensional untuk menurunkan hipertensi kemajuan ilmu keperawatan komplementer. 54 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 1 Nomor 1. Mei 2019 DAFTAR PUSTAKA