Jurnal Infortech Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN: 2715-8160 Implementasi Sistem Monitoring Jaringan Real-Time Berbasis Open Source Dengan Integrasi Zabbix Dan Telegram Anton1*. Hendra Supendar2 Informatika. Universitas Nusa Mandiri e-mail: 1anton@nusamandiri. Teknologi informasi. Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: 2hendra. hds@bsi. Diterima 27-05-2025 Direvisi 04-06-2025 Disetujui 12-06-2026 Abstrak - Pemantauan jaringan secara real-time merupakan kebutuhan penting dalam menjaga kinerja dan keandalan infrastruktur Teknologi Informasi (TI) pada perusahaan modern. Ketika terjadi gangguan pada sistem jaringan atau server, keterlambatan dalam mendeteksi dan menindaklanjuti masalah tersebut dapat berdampak pada penurunan produktivitas, bahkan gangguan layanan bisnis. PT Indo Mutu Makmur menghadapi tantangan serupa, di mana belum tersedianya sistem monitoring otomatis menyebabkan keterbatasan dalam mengelola infrastruktur TI secara efisien. Penelitian ini mengusulkan integrasi antara Zabbix sebagai sistem monitoring jaringan berbasis open source dan Telegram sebagai media pengiriman notifikasi real-time kepada administrator. Sistem ini dirancang untuk memantau parameter penting seperti penggunaan CPU, memori, kapasitas disk, dan lalu lintas jaringan. Apabila terdeteksi adanya anomali seperti layanan SNMP yang tidak aktif, sistem secara otomatis akan mengirimkan peringatan melalui bot Telegram. Metode yang digunakan adalah metode model Network Development Life Cycle. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi gangguan dengan akurat dan mengirimkan notifikasi dalam waktu kurang dari lima detik, memungkinkan respons cepat dari tim teknis. Dengan demikian, implementasi sistem ini memberikan solusi monitoring yang efisien, terjangkau, dan mudah diadopsi oleh perusahaan berskala kecil hingga menengah. Sistem ini juga meningkatkan visibilitas infrastruktur TI dan mempercepat pengambilan keputusan dalam penanganan insiden. Kata Kunci: Zabbix. Network Monitoring. Telegram Abstract - Real-time network monitoring is a critical requirement for maintaining the performance and reliability of Information Technology (IT) infrastructure in modern enterprises. Delays in detecting and responding to network or server issues can result in decreased productivity and business service disruptions. PT Indo Mutu Makmur faces a similar challenge, where the absence of an automated monitoring system limits the efficient management of its IT infrastructure. This study proposes an integration of Zabbix, an open-source network monitoring system, with Telegram as a real-time notification delivery platform for administrators. The system is designed to monitor key parameters such as CPU usage, memory utilization, disk capacity, and network traffic. Upon detecting anomalies like inactive SNMP services, the system automatically sends alerts through a Telegram The method used is the Network Development Life Cycle (NDLC) model. The testing results show that the system can accurately detect issues and deliver notifications within five seconds, enabling rapid response from the technical team. Therefore, the implementation of this system provides an efficient, cost-effective, and easily adoptable monitoring solution for small to medium-sized enterprises. It also enhances IT infrastructure visibility and accelerates decision-making in incident handling. Keyword : Zabbix. Network Monitoring. Telegram PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mengubah cara perusahaan dalam mengelola dan memantau infrastruktur jaringan mereka. Indo Mutu Makmur, sebagai salah satu perusahaan yang mengelola infrastruktur teknologi informasi, menghadapi tantangan besar dalam melakukan pemantauan terhadap jaringan yang digunakan untuk mendukung operasional bisnis. Keterbatasan dalam pemantauan secara manual dan tidak adanya sistem pemantauan otomatis menjadi salah satu masalah utama yang berdampak pada keterlambatan deteksi masalah jaringan, yang pada gilirannya dapat http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 menurunkan produktivitas dan menyebabkan gangguan layanan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengusulkan penggunaan sistem pemantauan berbasis Zabbix, sebuah perangkat lunak opensource yang banyak digunakan untuk memonitor infrastruktur TI, termasuk status perangkat jaringan, penggunaan CPU, memori, dan kapasitas disk. Zabbix memungkinkan pemantauan secara real-time dan memberikan notifikasi kepada administrator melalui berbagai metode, salah satunya adalah Telegram. Telegram dipilih sebagai media pengiriman notifikasi karena kemampuannya untuk mengirimkan pesan instan secara real-time, serta kemudahan dalam integrasi melalui API yang mendukung pembuatan bot untuk mengirimkan Beberapa studi sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Mardiyono et al. dan Husna & Rosyani . , penggunaan Zabbix dalam memantau jaringan secara real-time, serta Telegram sebagai media komunikasi yang efektif dalam memberikan pemberitahuan kepada administrator. Implementasi sistem ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dan efektivitas dalam pemantauan jaringan, dengan harapan dapat mengurangi keterlambatan dalam responsibilitas tim teknis dalam menangani gangguan yang terjadi. Dengan mengintegrasikan Zabbix dan Telegram, penelitian ini berfokus pada penerapan sistem pemantauan yang dapat memberikan solusi yang efisien, terjangkau, dan mudah diadopsi oleh perusahaan berskala kecil hingga menengah, khususnya dalam hal pemantauan infrastruktur TI secara otomatis dan responsif. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan model Network Development Life Cycle (NDLC) untuk mendukung penelitian ini karena metode ini efektif dalam mengoptimalkan infrastruktur jaringan komputer. Gambar 1 menunjukkan tahapan-tahapan model NDLC. Analysis (Analisi. : Pada tahap ini, analisis dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai masalah yang muncul dan membuat hubungan antara struktur jaringan saat ini dan yang telah ada sebelumnya. Design (Desai. : Pada tahap ini, dirancang solusi pemantauan jaringan dengan Zabbix. Ini termasuk mengatur Zabbix Server. Sistem operasi, dan pengaturan perangkat Mikrotik agar dapat terhubung dengan Zabbix dan telegram. Selain itu, format laporan dirancang untuk membantu dalam proses analisis hasil pemantauan jaringan. Simulation Prototyping (Simulasi Prototip. Pada tahap ini, peneliti menyusun simulasi pemantauan untuk perangkat jaringan yang akan Tujuan dari tahap ini adalah untuk menjadi dasar untuk menerapkan sistem pengawasan di PT. Indo Mutu Makmur. Implementation (Implementas. : Ini adalah tahap di mana simulasi diimplementasikan dengan menggunakan bahan dan alat yang telah dirancang sebelumnya. Zabbix, yang berfungsi untuk memantau perangkat keras jaringan, digunakan bersama dengan Vmware sebagai platform untuk menjalankan Linux, dan program tambahan seperti PuTTY digunakan untuk mengatur perangkat Mikrotik dan Ubuntu Server. Monitoring (Pemantaua. : Pada langkah ini, peneliti menerapkan dan menunjukkan hasil pemantauan perangkat Mikrotik yang telah Zabbix. Ini menunjukkan data dan status koneksi perangkat Mikrotik yang dimonitor dengan baik oleh perangkat lunak Zabbix. Management (Manajeme. Manajemen pemeliharaan dilakukan secara teratur untuk memastikan sistem tetap stabil dan berfungsi dengan baik setelah sistem monitoring berjalan dengan baik. Pembaruan atau pembaruan sistem Zabbix, penyesuaian konfigurasi saat terjadi perubahan jaringan, dan analisis berkala terhadap data yang dikumpulkan untuk mendeteksi gangguan awal adalah semua bagian dari pemeliharaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Sumber: (Miftahur Rahman et al. , 2. Gambar 1. Model NDLC http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Analysis: Struktur jaringan dirancang untuk memisahkan fungsi kerja antardivisi, meningkatkan keamanan dan efisiensi pemantauan, serta memungkinkan integrasi sistem monitoring seperti Zabbix untuk pemantauan perangkat secara real-time. Untuk dimaksud sebagai berikut: Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 Tabel 1. Kebutuhan hardware Nama Merek Spesifikasi Perangkat Server Huawei 16 CPUs x Intel(R) Xeon(R) Silver 4216 CPU @2. 10GHz. Ram: 256GB. HDD: Access Unify 4 GHz: 800 Mbps Point 5 GHz: 1,7 Gbps Unify . GbE RJ45 ports . USB port Switch Huawei Patch Cord. LC/PC10G CE6881 LC/PC Berkabel, 48*10G SFP Switch Cisco Ethernet 100Base1G Catalyst TX/10Base-T Berkabel, 24x10/100 Router Mikroti Ethernet 100Basek TX/10Base-T 1100AH Berkabel, 13x10/100/1000 Ethernet ports Laptop Lenovo AMD A4-9125 Ideapad 4 GB DDR4 AMD Radeon R3, 14 inci 500 GB 5400rpm Sumber: hasil penelitian Tabel 2. Kebutuhan Software Spesifikasi Software Sistem Windows 10 Home 64 Bit Operasi Windows 11 Home 64 Bit Linux CentOs. Linux Red Hat Aplikasi Microsoft Office. Firefox. Chrome. Anti Malwarebytes. Firewall. Windows Defender Sumber: hasil penelitian Design: Peneliti membuat skema jaringa jaringan yang akan dibangun sesuai dengan persyaratan. Gambar 2, adalah desain skemanyanya sebagai berikut: Sumber: hasil penelitian Gambar 2. Skema Jaringan usulan http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Skema jaringan ini menggambarkan struktur jaringan PT Indo Mutu Makmur yang terbagi menjadi tiga segmen utama, yaitu segmen server dan pengembangan, divisi IT, serta bagian direksi. Seluruh segmen terhubung ke Router0 sebagai pusat jaringan, yang juga terkoneksi ke dua ISP eksternal, yakni R. ISP Moratel dan R. ISP Fiberstar, untuk memastikan koneksi internet tetap stabil melalui mekanisme failover atau load balancing. Simulation Prototyping: Simulasi prototipe dilakukan dengan membangun Jaringan terdiri dari tiga segmen utama: Segment Server/Development Segment IT Segment Direksi (Manajeme. Semua segmen ini terhubung melalui router utama (Router. , yang menjadi penghubung antara jaringan internal dan dua ISP eksternal (R. ISP Moratel dan ISP Fibersta. Segment 1: Server & Development Terhubung ke Switch 2960-24 (SW R. Server 1G). Mencakup 3 server: SVR Development. SVR Production 1. Server Production. Segment 2: Divisi IT Terhubung ke Switch SW R. Bag. IT. Terdapat 4 PC: PC0. PC1. PC2. PC7. Masing-masing PC terhubung ke access point (Linksys Wireless Route. , lalu didistribusikan ke beberapa laptop: Laptop0. Laptop1. Laptop2. Fungsinya operasional teknis, pengujian sistem, serta konektivitas nirkabel untuk staf IT. Segment 3: Direksi / Bagian Manajemen Terhubung ke Switch SW R. Bag. Direksi. Terdapat 4 PC: PC3. PC4. PC5. PC6. Masing-masing PC juga terhubung ke router wireless Linksys, dan mendistribusikan jaringan ke laptop: Laptop3. Laptop4. Laptop5. Fungsinya untuk konektivitas eksekutif, akses ke server pusat, monitoring. Alur Koneksi. Semua switch dari masing-masing segmen terhubung ke Router0, yang menjadi tulang punggung jaringan . Router0 memiliki koneksi ke ISP untuk akses internet global. Hasil simulasi prototipe dalam penelitian ini menyimpulkan temuan penting tentang seberapa efektif penggunaan aplikasi Zabbix dalam memantau jaringan yang sedang beroperasi. Implementation Pada tahap ini dilakukan konfigurasi jaringan sesuai topologi rancangan, dan untuk setting zabbix dilakukan seperti pada gambar 2. Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 Sumber: Hasil Penelitian Gambar 6. Utilisasi Memory Server Sumber: Hasil Penelitian Gambar 3. Dashboard Zabbix Dashboard Zabbix menunjukkan bahwa sistem berjalan normal dan memonitor dua host, tetapi hanya satu host yang aktif, sedangkan satu lainnya tidak dapat diakses. Terdapat satu masalah aktif dengan tingkat keparahan Average, yaitu disk pada server hampir penuh . enggunaan > 90%). Masalah ini sudah berlangsung selama lebih dari 10 menit dan belum ditindaklanjuti. Visual indikator memperlihatkan 1 host tersedia, 1 host tidak tersedia, 1 masalah tingkat sedang. Secara umum. Zabbix berfungsi baik, namun diperlukan tindakan untuk mengatasi ruang penyimpanan penuh pada server agar tidak mengganggu layanan. Pengujian jaringan awal ini hanya melakukan pengecekan Graphs pada perangkat server seperti Trafik cpu load zabbix server, trafik on eth0 zabbix server dan trafik on zabbix server performance seperti di bawah ini : Pada Gambar 6 terlihat memory utilisasi dari pemakaian server. Grafik tersebut menunjukkan penggunaan memori fisik (RAM) pada server yang dipantau menggunakan Zabbix. Selama periode pengamatan, penggunaan memori berada pada kisaran yang stabil antara 58% hingga 60%, dengan rata-rata sebesar 60,71%. Nilai ini masih jauh di bawah ambang batas kritis 90%, sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi memori server dalam keadaan normal dan aman untuk operasional. Tidak mengindikasikan overload. Pengujian Jaringan Pada pengujian jaringan ini, peneliti melakukan setting notification telegram untuk mengetahui kondisi server berikut konfigurasi seperti di bawah Setup Telegram Daftarkan Bot Telegram baru: kirim "/newbot" ke @BotFather dan ikuti instruksinya. Token yang disediakan oleh @Botfather pada langkah terakhir akan diperlukan untuk mengonfigurasi webhook Zabbix Sumber : Hasil Penelitian Gambar 4. CPU Load Server Gambar 4 adalah grafik utilisasi dari CPU, dari grafik tersebut dapat terlihat utilsasi minimal, average dan maximal dari pemakaian CPU tersebut Sumber: Hasil Penelitian Gambar 7. Membuat Bot Monitoring Setelah itu masuk ke t. me/zabbixmonsvr_bot dan melakukan chat test untuk memunculkan ID Sumber : Hasil Penelitian Gambar 5. Traffic Bandwith Server Pada Gambar 5 terlihat pemakaian bandwith dari ethernet yang di monitor, untuk grafik berwarna merah adalah pemakaian upload dan yang berwarna hijau adalah pemakaian download. http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Sumber: Hasil Penelitian Gambar 8. Testing Alert Chat BOT Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 Setelah melakukan chat test, akses via browser https://api. org/bot6627534753:AAHpwxs BxafAEmBjQMq8TR7_kxCRWnyhfY4/getUpdate s untuk menampilkan ID. Sumber : Hasil Penelitian Gambar 11. Setup Alert Telegram Setelah konfigurasi media types dan sudah berhasil, selanjutnya melakukan pengetesan send message dari zabbix ke telegram Sumber : Hasil Penelitian Gambar 9. Check ID Chat BOT Konfigurasi Zabbix Masuk ke web zabbix, lalu navigasikan ke menu berikut: Administration -> Media Types, lalu pilih Sumber: Hasil Penelitian Gambar 12. Test Alert Telegram Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 13. Hasil Test Alert Sumber: Hasil Penelitian Setelah itu melakukan setup di menu administration -> Admin -> media, menu ini berfungsi untuk mengirimkan alert jika terjadi masalah pada perangkat di dalam monitoring zabbix Gambar 10. Setup Alert Telegram Untuk kolom AyToAy menggunakan ID yang di dapatkan dari akses https://api. org/bot6627534753:AAHpwxs BxafAEmBjQMq8TR7_kxCRWnyhfY4/getUpdate s Ay 925907183Ay dan kolom AyTokenAy menggunakan kode yang di dapatkan dari @Botfather telegram Ay 6627534753:AAHpwxsBxafAEmBjQMq8TR7_kx CRWnyhfY4Ay. Sumber: Hasil Penelitian Gambar 14. Setup Alert Pengujian Alert Telegram Pada bagian ini akan dilakukan pengujian dengan cara mematikan service SNMP pada server, untuk memastikan alert berjalan dengan baik. Login http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 ke server yang sudah dimasukan ke dalam zabbix lalu stop service SNMP Sumber: Hasil Penelitian Gambar 18. Start Service SNMP Sumber: Hasil Penelitian Gambar 15. Test Stop Service SNMP Berikut adalah status server pada Zabbix setelah service SNMP sudah di start kembali. Monitoring Pada tahapan monitoring dilakukan dengan memantau pada dashboard Zabbix saat status SNMP Seperti terlihat pada gambar Sumber: Hasil Penelitian Gambar 16. Status Zabbix Setelah Stop Service SNMP Analisis Status Monitoring pada gambar 16. Server: dengan interface . SNMP tidak dapat diakses . vailability: mera. Ie kemungkinan besar layanan SNMP di perangkat belum aktif atau IP/komunitas SNMP salah. Zabbix server: dengan interface . 1:10. Berfungsi dengan baik . gent Zabbix aktif dan Router: dengan interface . 1:1610 Berhasil dimonitor melalui SNMP. Berikut adalah alert yang muncul pada telegram saat status service SNMP pada server di stop. Sumber: Hasil Penelitian Gambar 17. Alert Saat Service Stop SNMP Setelah alert status SNMP stop, melakukan start kembali service SNMP agar dapat termonitor kembali dari sisi zabbix http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Sumber: Hasil Penelitian Gambar 19. Status Zabbix Setelah Start Service SNMP Berikut adalah alert yang muncul pada telegram saat status service SNMP pada server di start kembali. Sumber: Hasil Penelitian Gambar 20. Alert Saat Start Service SNMP Managemen Pada tahap ini, fokus utama adalah pada kegiatan pemeliharaan dan manajemen sistem monitoring jaringan berbasis Zabbix. Pemeliharaan sistem adalah upaya untuk memastikan bahwa seluruh komponen sistem, termasuk perangkat keras jaringan dan perangkat lunak Zabbix, berjalan secara Pemeliharaan sistem mencakup pembaruan konfigurasi, pemulihan sistem, dan perbaikan Agar sistem pemantauan dapat memantau perangkat jaringan seperti server, router. Mikrotik, real-time, pemeliharaan rutin diperlukan. Jadwal pemeliharaan yang teratur dapat mengurangi kemungkinan Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 kesalahan deteksi, keterlambatan notifikasi, atau bahkan kegagalan sistem. KESIMPULAN Penelitian ini melihat sistem pemantauan jaringan real-time yang menggunakan Zabbix dan Telegram sebagai media notifikasi. Sistem ini dikembangkan secara terstruktur melalui pendekatan NDLC, yang mencakup analisis kebutuhan hingga tahap Zabbix dapat melacak parameter jaringan penting seperti status SNMP, memori. CPU, dan disk. Selain itu, saat terjadi gangguan. Zabbix akan mengirimkan peringatan melalui Telegram dalam waktu kurang dari lima detik. Grafik yang jelas dan mudah dipahami menunjukkan hasil Solusi yang efisien, fleksibel, dan terjangkau yang ditawarkan oleh integrasi ini cocok untuk digunakan oleh bisnis skala kecil hingga Sistem ini meningkatkan keandalan dan visibilitas operasional jaringan PT Indo Mutu Makmur pengawasan dan mempercepat respons teknis terhadap insiden. Kebaruan utama dari penelitian ini terletak pada integrasi Zabbix dengan Telegram, kecepatan respons yang sangat cepat dalam mengirimkan notifikasi, serta penerapan solusi terjangkau untuk perusahaan kecil dan menengah. Semua hal ini membedakan penelitian ini dari penelitian-penelitian sebelumnya yang mungkin hanya berfokus pada penggunaan Zabbix atau Telegram secara terpisah tanpa integrasi. Untuk penelitian lanjutan, sistem monitoring jaringan berbasis Zabbix dapat dikembangkan mencakup penggunaan pembelajaran mesin untuk prediksi gangguan, otomatisasi penanganan awal . uto-remediatio. , dan visualisasi data real-time yang lebih interaktif melalui integrasi dengan Grafana atau InfluxDB. Selain itu, pengembangan monitoring pada infrastruktur berbasis cloud dan kontainer seperti Docker atau Kubernetes diharapkan peneliti lain dapat menggunakan usulan ini untuk membangun solusi monitoring jaringan yang lebih fleksibel dan pintar. REFERENSI