FIQHUNA: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM e-ISSN : x-x Laman Jurnal : https://ejournal. stitaw-binjai. id/index. php/fiqhuna Volume 1 Nomor 2. Juli-Desember 2025 Penerapan Metode Pembelajaran Controversial Issu Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Langkat Putri Aprilia Wardana1. Muhammad Safiar2. Masitha Ulfah3 STIT Al Ae WASHLIYAH BINJAI Email : putriaca011@gmail. STIT Al Ae WASHLIYAH BINJAI Email : muhammadayafiarsyafiar @gmail. STIT Al Ae WASHLIYAH BINJAI Email : masithaulfa144 @gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, penerapan, dan evaluasi model pembelajaran controversial issue dalam mata pelajaran Fiqih untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X di MAN 3 Langkat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru Fiqih dan siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dengan model controversial issue disusun melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat langkah-langkah diskusi isu-isu aktual dan relevan dengan materi Fiqih. Penerapan model ini membuat siswa lebih aktif, berani mengemukakan pendapat, serta mampu menganalisis persoalan dari berbagai sudut pandang. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik, yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, penerapan model controversial issue terbukti efektif dalam mendorong siswa untuk berpikir kritis, sistematis, serta meningkatkan keterlibatan aktif mereka dalam pembelajaran Fiqih. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi guru serta lembaga pendidikan dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa. Kata Kunci: controversial issu, kemampuan berpikir kritis, fiqih. STIT Al-Washliyah Binjai ABSTRACT This study aims to determine the planning, implementation, and evaluation of the controversial issue learning model in Fiqh (Islamic jurisprudenc. to improve the critical thinking skills of tenth-grade students at MAN 3 Langkat. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The subjects were Fiqh teachers and tenth-grade students. The results show that learning planning using the controversial issue model is structured through a Lesson Implementation Plan (RPP) that includes steps for discussing current and relevant issues related to the Fiqh material. The implementation of this model makes students more active, confident in expressing their opinions, and able to analyze problems from various perspectives. Learning evaluation was conducted through cognitive, affective, and psychomotor assessments, which showed a significant increase in students' critical thinking skills. Thus, the implementation of the controversial issue model has proven effective in encouraging students to think critically and systematically, and increasing their active engagement in Fiqh learning. This research provides theoretical and practical contributions to teachers and educational institutions in developing innovative and relevant learning strategies to meet students' needs. Keywords: controversial issue, critical thinking skills, fiqh. PENDAHULUAN Pendidikan pada dasarnya adalah pengalaman belajar yang di lakukan seseorang sepanjang hidupnya sebagai upaya suatu proses pengembangan potensi manusia, baik fisik, mental, emosional, maupun spiritual. Pendidikan bertujuan untuk menjamin manusia dapat hidup dan berkembang dengan baik, serta dapat beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Secara bahasa kata pembelajaran mempunyai imbuhan pe- dan -an yang berarti Auproses cara menjadikan orang makhluk hidup untuk belajarAy. Sedangkan secara istilah pembelajaran adalah tahapan perubahan individu yang relative menetapkan sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif (R Noviana, 2. Defenisi pembelajaran adalah proses interaksi pembelajaran yang melibatkan interaksi antara siswa . eserta didi. dan guru . , serta berbagai sumber Interaksi ini dapat terjadi secara langsung, seperti dalam kegiatan tatap muka, atau secara didik langsung melalui media pembelajaran. Perubahan tingkah laku atau tanggapan, akibat pengalaman, kecerdasan/pengetahuan setelah belajar dan latihan. Menurut Museing model controversial issues merupakan model pembelajaran yang menyajikan isu-isu kontroversial yang mudah diterima oleh seseorang atau kelompok tetapi juga mudah ditolak oleh orang atau kelompok lain. Pendapat lain dikemukakan oleh Lockwood, yang menjelaskan bahwa model controversial issues diperlukan untuk membentuk kemampuan berpartisipasi guna memecahkan masalah-masalah dalam suatu masyarakat demokratis dengan cara diskusi. Adapun manfaat dalam model pembelajaran tersebut yaitu pembelajaran isu-isu kontroversial penting untuk mencegah terjadinya kesenjangan dan salah paham, yang dapat menjurus pada terjadinya konflik (Edo Dwi Cahyo. Nurul Mahmudah, 2. Berpikir kritis merupakan kemampuan yang dapat mengarahkan seseorang tepat dalam dalam berpikir dan dapat menentukan sesuatu dengan STIT Al-Washliyah Binjai Dalam al-QurAoan yang mengajak manusia untuk berikir. Kemampuan berpikir kritis pada peserta didik dapat dilakukan dengan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik untuk menggali potensi, mengeksplorasi, menemukan dan memecahkan masalah dalam pembelajaran. Berpikir kritis sangat diperlukan dalam pembelajaran fiqih karena dengan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh siswa akan dapat membatu siswa tidak mudah memperolehi informasi yang mungkin tidak sesuai dengan Al QurAoan dan Hadist, karena itu sangat penting bagi pendidik untuk melatih peserta didik berpikir kritis dalam segala aspek kehidupan terutama dalam pembelajaran fiqih, karena itu penelitian ini akan difokuskan (Afifah. Salah satu metode controlvrsial issu yang melibatkan penggunaan alat visual dan isu-isu kontroversial sebagai saran untuk menggerakkan diskusi dan analisi diantara siswa. Daya kritis siswa dapat dikembangkan melalui strategi pembelajaran tertentu. Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni pembelajaran melalui isu kontroversial (Controversial Issue. , dengan menyajikan suatu isu atau masalah aktual yang mudah diterima oleh seseorang atau kelompok, tetapi juga mudah ditolak oleh orang atau kelompok lain. Melalui perbedaan pendapat tentang suatu isu atau masalah, maka materi isu kontroversial secara langsung membangkitkan kemampuan berpikir kritis siswa (Farihatul Husna, 2. Guru dapat menerapkan model isu kontroversial dalam KBM pada mata pelajaran fiqih karena terbukti dapat meningkatkan daya kritis siswa. Kemampuan berpikir Kritis merupakan keterampilan yang sangat penting bagi siswa, terutama dalam konteks pembelajaran fiqih. Pembelajaran fiqih tidak hanya mencakup penyesuaian materi, tetapi juga kemampuan untuk menganalisis dan menyebarkan informasi yang berkaitan dengan hukum islam. Siswa dibiasakan untuk menerapkan model isu kontroversial dalam aktivitas belajar agar mereka terbiasa dalam menghadapi persoalanpersoalan hidup serta dapat memberikan pendapat disertai alasan yang tepat. Proses pembelajaran fiqih yang telah ada di sekolah memunculkan beberapa masalah nyata yaitu siswa menganggap pelajaran fiqih menjemukan karena berisi konsep-konsep yang harus dihafal, siswa hafal konsep-konsep dalam fiqih tetapi tidak memahami maknanya . , siswa memahami konsep tetapi tidak mampu mengemukakan pendapat secara sistematis dengan lisan maupun tulisan, siswa tidak terbiasa untuk berbeda pendapat, berdebat, dan mengambil keputusan yang terbaik bagi dirinya dan orang lain, guru berorientasi pada target hasil penguasaan materi sehingga sering kali mengabaikan bagaimana proses belajar siswa menuju penguasaan materi. Permasalahan ini bisa diatasi melalui kemauan guru fiqih untuk memperbaiki desain dan strategi pembelajaran serta berkolaborasi dengan peneliti untuk mengkaji strategi pembelajaran apa yang sangat tepat diterapkan, sehingga mampu memperbaiki kondisi tersebut. Model Controversial issues adalah sesuatu yang mudah diterima oleh seseorang atau kelompok, tetapi juga mudah ditolak oleh seseorang atau kelompok lain. Kecenderungan seseorang atau kelompok untuk memihak didasari oleh pertimbangan-pertimbangan pemikiran tertentu. Apabila orang tidak sependapat, atau terbentuk opini yang bertentangan dalam suatu hal, maka itulah yang disebut isu kontroversial. Melalui perbedaan pendapat tentang suatu isu, maka materi isu kontroversial secara langsung membangkitkan kemampuan berpikir seseorang. Melalui bacaan atau mendengar mengenai suatu kejadian, maka ia secara spontan bereaksi menentukan kepada pihak mana ia berada. Mungkin juga seorang siswa memerlukan beberapa saat untuk dapat menentukan posisinya. Keuntungan yang diperoleh melalui pengajaran dengan menggunakan isu kontroversial adalah melalui pendapat yang berbeda, orang dapat mengembangkan pendapat baru yang lebih baik. Di sini terjadi proses berpikir tingkat tinggi . enganalisis, menyintesis, dan mengevaluas. Atas dasar perbedaan pendapat itulah dinamika kehidupan akademik dan sosial terjamin dengan baik (Nurfaizah AP, 2. Hasil penelitian ini memberikan saran kepada beberapa pihak sebagai bahan pertimbangan dan masukan. Guru dapat menerapkan model isu kontroversial dalam KBM pada mata pelajaran fiqih karena terbukti dapat meningkatkan daya kritis siswa. Siswa dibiasakan untuk menerapkan model isu kontroversial dalam aktivitas belajar agar mereka terbiasa dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup serta dapat memberikan pendapat disertai alasan yang tepat. STIT Al-Washliyah Binjai METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dilakukan beberapa teknik utama yaitu, wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Pengertian kualitatif itu sendiri adalah suatu prosedur penelitian yang dihasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilakunya dapat diamati. Sehingga dalam penulisan skripsi Ilmu Pengetahuan Sosial ini disajikan dalam bentuk uraian naratif. Uraian naratif adalah sebuah teks yang menyampaikan sebuah cerita atau pengalaman kronologis (Adelima Elsyana, 2. Lokasi yang dijadikan objek penelitian adalah MAN 3 Langkat Waktu pelaksanaan kurang lebih 3 bulan. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X IPA 2 di MAN 3 Langkat, dimana siswa-siswi tersebut tidak hanya diperlukan sebagai objek yang dikenai tindakan, tetapi juga aktif dalam kegiatan yang dilakukan. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi Jenis observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non-partisipan. Karena peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen. Dalam kegiatan ini peneliti akan melakukan observasi sesuai dengan data yang ingin peneliti dapatkan (Adelima Elsyana, 2. Wawancara Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara bertanya dengan yang menjawab secara respoon dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide . anduan wawancar. yaitu berisi daftar pertanyaan dan topik yang harus dibahas untuk memastikan kelengkapan informasi dalam penelitian. Dari pedoman wawancara itulah kemudian peneliti melakukan tanya jawab dengan informasi agar data yang didapatkan sesuai focus penelitian yang dibuat (Adelima Elsyana, 2. Dokumentasi Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi bisa berbentuk lisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi tentang orang atau sekelompok orang, peristiwa, atau kejadian dalam siituasi sosial yang sesuai dan terkait dengan fokus penelitian adalah sumber informasi yang sangat berguna dalam penelitian kualitatif. Dengan menggunakan teknik dokumenter, maka penelitian dapat melampirkan bukti-bukti yang mendukung penelitian (Adelima Elsyana, 2. Teknik Analisis Data Pengumpulan Data Data yang muncul berwujud kata bukan dalam bentuk rangkaian angka. Data itu mungkin dikumpulkan dalam bentuk aneka ragam macam . bservasi, wawancara, dan dokumentas. Dan biasanya diproses sebelum siap digunakan . elalui pencatatan, pengetikan, penyuntingan atau ahli tuli. , tetapi analisis data kualitatif tetap menggunakan susunan kata yang biasanya digunakan dalam teks yang diperjelas. Penyajian Data Penyajian data ini membantu peneliti melihat pola, hubungan, dan kecendrungan yang muncul dari hasil penerpan metode controversial issue dalam pembelajaran fiqih. Penyajian data dalam penelitian ini yaitu menyajikan hasil wawancara yang telah diperoleh dan telah disalin dalam bentuk tulisan. Dari hasil penyajian data baik diperoleh dari wawancara, dokumentasi, ataupun observasi kemudian dilakukan analisis. STIT Al-Washliyah Binjai Penyajian data dalam penelitian ini yaitu menyajikan hasil wawancara yang telah diperoleh dan telah disalin dalam bentuk tulisan. Dari hasil penyajian data baik diperoleh dari wawancara, dokumentasi, ataupun observasi kemudian dilakukan analisis. Selanjutnya, disimpulkan bahwa ada data temuan dari ketiga data tersebut, sehingga mampu menjawab permasalahan apa saja yang ada dalam penelitian ini. Penarikan Kesimpulan Tahap terakhir yang dilakukan setelah tahap kondensasi dan penyajian data yaitu mengambil kesimpulan dari data yang telah dianalisis. Pengambilan kesimpulan dalam penelitian ini yaitu menjawab fokus penelitian yang telah dirumuskan sejak awal (Adelima Elsyana, 2. Analisis data kualitatif menunjukkan bahwa penerapan metode ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi, mengembangkan pola pikir secara tersusun dan meningkatkan keberanian dalam menyampaikan pendapat secara baik dan jelas. Analisis data kualitatif menunjukkan bahwa penerapan metode ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi, mengembangkan pola pikir secara tersusun dan meningkatkan keberanian dalam menyampaikan pendapat secara baik dan jelas. controversial issue terbukti memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Fiqih. bahwa metode ini mampu dalam mendorong siswa untuk berpikir kritis. Dengan menghadirkan isu yang kontroversial, siswa didorong untuk menggali, menyusun pendapat, dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang secara kritis. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Model Penerapan Controversial Issu Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X Fiqih MAN 3 Langkat Menurut Syarifudin, perencanaan adalah salah satu langkah awal dalam suatu kegiatan, dimana prosesnya harus dimulai dengan menetapkan tujuan yang ingin dicapai melalui analisis (Syarifudin, 2. Dalam konteks ini, perencanaan pembelajaran dapat dipahami sebagai kegiatan merancang materi ajar, penggunaan media pengajaran, serta pemilihan pendekatan dan metode pengajaran yang sesuai, dan penilaian dalam rentang waktu tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Absul Majid, 2. Dalam konteks ini, para pengajar di MAN 3 Langkat bertanggung jawab untuk menyusun RPP, terutama dalam pelajaran Fiqih tentang ekonomi dalam Islam untuk kelas X dengan cara yang lengkap dan Tujuannya adalah agar proses belajar dapat berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, serta memotivasi siswa untuk terlibat aktif. Selain itu. RPP juga harus menyediakan kesempatan yang cukup bagi inisiatif, kreativitas, dan kemandirian yang sesuai dengan bakat, minat, serta perkembangan fisik dan mental siswa. RPP disusun berdasarkan Kompetensi Dasar atau subtema yang akan diajarkan dalam satu pertemuan atau lebih. Salah satu kemampuan kognitif yang harus ditingkatkan di MAN 3 Langkat adalah mengasah kemampuan berpikir kritis melalui pendekatan pembelajaran Masalah Kontroversial. Dengan memperkuat keterampilan berpikir kritis, siswa dapat dilatih untuk mengambil keputusan dengan mempertimbangkan berbagai perspektif secara hati-hati, teliti, dan rasional. Apabila kemampuan berpikir kritis siswa ditanamkan dan dikembangkan dalam diri mereka siswa, sehingga akan muncul sumber daya manusia yang pintar dalam berpikir dan analitis dalam mengatasi masalah. Oleh karena itu, proses pembelajaran di sekolah hendaknya mempersiapkan siswa untuk menemukan kemampuan dan keahlian dalam mencari, mengolah, serta mengevaluasi berbagai informasi dengan cara yang kritis (Yulia Eka rini, 2. Pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir secara kritis telah diterapkan oleh para guru di MAN 3 Langkat, terutama dalam pelajaran Fiqih mengenai ekonomi dalam Islam. Diharapkan siswa dapat berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah dalam memahami materi dan mampu mengingat isi serta makna dari materi perekonomian dalam Islam. STIT Al-Washliyah Binjai Pelaksanaan Model Penerapan Controversial Issu Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X Fiqih MAN 3 Langkat Menurut Abdullah Syukur, pelaksanaan adalah suatu proses yang melibatkan serangkaian aktivitas sebagai tindak lanjut setelah suatu program atau kebijakan ditetapkan. Proses ini mencakup pengambilan keputusan serta langkah-langkah yang strategis dan operasional, yang bertujuan untuk merealisasikan kebijakan demi mencapai tujuan program yang telah ditentukan (Abdullah Syukur,1. Menurut Triwiyanto, "Proses pelaksanaan pembelajaran adalah penerapan dari RPP, yang mencakup kegiatan awal, inti, dan akhir" (Triwiyanto,2. Berdasarkan penjelasan mengenai pelaksanaan pembelajaran yang telah disampaikan sebelumnya, kita dapat menyimpulkan bahwa proses pembelajaran merupakan wujud nyata dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mencakup kegiatan pembuka, inti, dan penutup. Evaluasi Model Penerapan Controversial Issu Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X Fiqih MAN 3 Langkat Berdasarkan hasil penemuan beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam membuat tes hasil belajar sebagai evaluasi Model Pembelajaran Controversial Issue dalam pembelajaran Fiqih, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di MAN 3 Lagkat, yang dipelajari pada materi tersebut. perekonomian yakni: prinsip-prinsip jual beli, syarat-syaratnya, jenis-jenis opsi . , kemitraan . , bagi hasil . , dan penjualan mar-up . Pada kelas X, terdapat beberapa aspek penilaian, yaitu: Ranah Kognitif (Pengetahua. Dalam ranah kognitif, guru fiqih lebih fokus pada kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan kemampuan intelektual mereka, terutama pada materi perekonomian Islam di kelas X. Ranah Afektif (Sika. Ranah Afektif (Sika. berkaitan dengan perasaan, emosi, motivasi, kecenderungan tingkah laku, tingkat penerimaan atau penolakan terhadap suatu materi, khususnya pada materi perekonomian Islam di kelas X. Ranah Psikomotor (Keterampila. Ranah Psikomotor (Keterampila. berkaitan dengan kompetensi yang menunjukkan kinerja Kinerja di sini dimaksudkan sebagai kemampuan yang harus ditunjukkan oleh peserta didik dalam melakukan suatu tindakan yang diharapkan dalam pembelajaran, khususnya pada materi perekonomian Islam di kelas X. Berdasarkan data dari hasil temuan, terbukti bahwa dalam kegiatan evaluasi pembelajaran bu arintyas menggunakan rubrik penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Berikut aspek penilaian yang dilakukan oleh Bapak Sutaji yaitu: STIT Al-Washliyah Binjai Kriteriakesuaian Rambu-Rambu Jumlah Sesuai Kurang Tidak Total Tidak mengerjakan tugas Penyusunan kerangka Sumber data sama dengan materi yang diajarkan Kesimpulan diakhir pembelajaran dengan materi yang diajarkan Tabel 1. 1 Instrumen Penilaian KESIMPULAN Perencanaan pembelajaran menggunakan model controversial issue dalam pembelajaran Fiqih bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di MAN 3 Langkat pada tahun pelajaran 2024/2025. Sebelum merancang rencana pembelajaran, guru melakukan observasi terhadap siswa, yaitu dengan memperhatikan karakteristik siswa, gaya belajar mereka, media yang digunakan, metode dan model pembelajaran, serta cara guru dalam menyampaikan materi. Setelah mendapatkan hasil dari observasi tersebut, guru mulai menyusun RPP untuk dilaksanakan. Dalam penelitian ini, perencanaan pembelajaran menggunakan model controversial issue yang sudah terdapat dalam RPP dan diterapkan dalam materi perekonomian Islam. UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah Swt atas limpah rahmat dan karunia Ae Nya sehingga penulisan jurnal ini dapat terselesaikan dengan baik. Jurnal ini berjudul AuPenerapan Metode Pembelajaran Controversial Issu Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 LangkatAy. Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar Ae besarnya kepada: Pimpinan dan Tim Reduksi Jurnal Fiqhuna Pendidikan Agama Islam, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mempubliskasikan karya ilmiah ini. Kepada Dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, masukan, serta semangat dalam proses penulisan jurnal ini. Kepala Sekolah MAN 3 Langkat yang telah memberikan izin serta dukungan selama proses penelitian Para siswa dan guru MAN 3 Langkat yang telah bersedia menjadi subjek penelitian dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. STIT Al-Washliyah Binjai Semoga tulisan ini dapat memberikan konstribusi positif dalam Penerapan Metode Pembelajaran Controversial Issu Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Langkat, serta menjadi refrensi yang bermanfaat bagi para pendidik, peneliti dan pemerhati dunia Akhir kata saya menyadari bahwa jurnal ini masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, saya sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa yang akan datang. DAFTAR PUSTAKA