AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies P-ISSN: 2622-9897 E-ISSN: 2622-9838 Vol. No. 2, 2025, 375-391 DOI: https://doi. org/10. 58223/al-irfan. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School Laila Nailil Ighfariyah Sunan Ampel State Islamic University. Indonesia nelinailil004@gmail. Saefullah Azhari Sunan Ampel State Islamic University. Indonesia saefullah652@gmail. Nurul Istiqomah Sunan Giri University. Indonesia nurulistiqomahsyifa76@gmail. Abstract Keywords: spelling mistakes, learning Arabic This study investigates the difficulties faced by junior high school students in developing maharah kitabah . riting skill. within Arabic language learning, focusing on errors from the perspective of imlaAo (Arabic orthograph. The problem arises from studentsAo limited exposure to Arabic in their previous learning environments, which impacts their ability to write correctly and fluently. Common challenges identified include difficulties in mastering Arabic letters, vocabulary limitations, grammatical errors, and incorrect connections between letters. To address these issues, effective learning strategies and environmental supportAiparticularly from parentsAiare crucial. The research employs a qualitative descriptive approach consisting of four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The participants were students of Madrasah Tsanawiyah Taswirul Afkar Surabaya. The findings indicate that the majority of students demonstrate fairly good writing proficiency. however, a small proportion still struggle with specific imlaAo aspects, particularly in writing the hamzah and in adding or omitting letters unintentionally. The study contributes to understanding the relationship between imlaAo mastery and AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 Arabic writing performance, emphasizing the importance of integrating orthographic awareness in Arabic writing instruction. These insights can guide educators in designing more effective pedagogical approaches to improve maharah kitabah among learners of Arabic at the junior high school level. Abstrak Kata Kunci: Kesalahan ejaan, menulis, belajar bahasa Arab Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesulitan yang dihadapi oleh siswa tingkat madrasah tsanawiyah dalam mengembangkan maharah kitabah . emahiran menuli. dalam pembelajaran bahasa Arab, dengan fokus pada analisis kesalahan dari perspektif imlaAo . jaan Ara. Permasalahan utama muncul akibat keterbatasan pengalaman belajar bahasa Arab sebelumnya, yang berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menulis dengan benar dan Kesulitan yang umum ditemukan meliputi penguasaan huruf Arab, keterbatasan kosakata, kesalahan tata bahasa, serta ketidakmampuan dalam menghubungkan huruf secara tepat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang efektif serta dukungan dari lingkungan sekitar, khususnya dari orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang meliputi empat tahap: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Subjek penelitian adalah siswa Madrasah Tsanawiyah Taswirul Afkar Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kemampuan menulis yang tergolong cukup baik, meskipun masih terdapat sebagian kecil siswa yang mengalami kesulitan dalam aspek imlaAo, terutama dalam penulisan hamzah serta kesalahan dalam menambah atau mengurangi huruf. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami hubungan antara penguasaan imlaAo dan keterampilan menulis bahasa Arab, serta menekankan pentingnya integrasi kesadaran ortografis dalam pembelajaran maharah kitabah di tingkat madrasah tsanawiyah. Received: 26-08-2025. Revised: 02-10-2025. Accepted: 05-10-2025 A Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah Pendahuluan Bahasa merupakan hal yang sangat penting untuk semua orang, dikarenakan bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi untuk mengekspresikan perasaan, harapan dan keinginan yang ada pada dalam diri individu. Sarana penting yang menjadikan manusia menjadi lebih berkeprimanusiaan adalah 376 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 melalui bahasa(Putri et al. , 2. Bahasa arab merupakan salah satu bahasa yang ada di dunia dan dianggap bahasa yang asing oleh orang asing. Bahasa ini tergolong sebagai bahasa internasional dan dikategorikan sebagai bahasa resmi(Farihatun et al. , 2. yang ditetapkan pada tanggal 18 Kondisi ini terjadi karena jumlah penutur bahasa arab yang sangat banyak, sehingga ditetapkan sebagai hari bahasa arab sedunia. Ini adalah cara untuk meningkatkan kesadaran anggota PBB dan individu yang ingin mempelajari bahasa arab. Bahasa ini secara resmi dipakai di sekitar 20 negara(Nasution & Lubis, 2. Tujuan pembelajaran bahasa ini adalah melatih kemampuan berkomunikasi dalam berbagai situasi serta mengasah beberapa keterampilan seperti pemahaman arti, fungsi, dan kemampuan interpretasi(Hani syifa & Khizanatul Hikmah, 2. Bahasa arab bagian dari ilmu agama dan seharusnya dipahami oleh setiap umat islam(L. Rahmawati, 2. Peserta didik diwajibkan untuk mempelajari dan memahami cara menulis hijaiyyah dalam bahasa arab. Karena pedoman dasar mereka adalah alqur'an dan hadist. Kedua pedoman tersebut merupakan tulisan yang berbahasa arab dan seharusnya mereka harus sangat perlu untuk belajar bahasa tersebut. Selain itu, baahsa arab adalah bahasa yang digunakan umat islam saat beribadah atau sholat(Adnin, 2. Oleh karena itu, kurang tepat apabila dikatakan bahwa studi Islam terpisah dari studi bahasa Arab, mengingat Al-Qur'an diturunkan di Makkah dan Madinah yang merupakan wilayah Arab. Selain itu. Al-QurAoan memiliki dimensi yang bersifat personal, yang membedakannya dari struktur percakapan dalam bahasa Arab sehari-hari(Awadin et al. , 2. Namun, bahasa Arab tidak perlu lagi dianggap sebagai bahasa yang disakralkan atau sebagai bahasa suci . ughoh muqaddasa. , melainkan cukup ditempatkan sebagai bahasa yang mulia dan layak mendapat penghargaan tinggi(Arifah et al. , 2. Hal ini mengindikasikan bahwa bahasa Arab merupakan suatu sistem sosial dan lanjut(Wahab, 2. 377 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 Pembelajaran merupakan proses yang dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas, di mana pendidik . dan peserta didik terlibat, peserta didik memperoleh pengetahuan dari pendidik mengenai materi yang diajarkan. Salah satunya adalah pengajaran bahasa arab yang disampaikan oleh pendidik melalui berbagai metode yang dapat diterima dan dimengerti oleh peserta didik. Pembelajaran dapat diartikan sebagai proses memperoleh informasi dan pengetahuan, menguasai keterampilan dan kebiasaan. Pembelajaran bahasa Arab bertujuan untuk membantu siswa menguasai materi yang disampaikan oleh guru, sehingga melalui proses ini dapat ditanamkan sikap dan perilaku positif dalam diri peserta didik(Febian & Lubis, 2. Aspek harus diperhatikan dan dipahami oleh peserta didik dalam proses pembelajaran bahasa arab terdiri dari empat maharah . (Harimi, 2. , yaitu: maharah istima' . eterampilan mendenga. , maharah kalam . eterampilan berbicar. , maharah qiraah . eterampilan membac. , dan maharah kitabah . eterampilan menuli. Empat maharah . ini sebelumnya telah disampaikan dan dijelaskan materi yang berkaitan dengan tema yang telah ditentukan oleh sekolah untuk mencapai kemampuan peserta didik dalam memahami pelajaran bahasa arab. Dari keempat maharah . tersebut, memliki fungsi masingmasing(Masyitoh & Masrukhi, 2. Maharah istima' merujuk pada kemampuan peserta didik untuk memahami materi mufradat melalui pendengaran terhadap pengajar saat menyampaikan materi, seperti kosakata bahasa arab dengan Maharah keterampilan peserta didik dalam menggunakan kosakata bahasa Arab secara tepat, jelas, dan benar dalam praktik berbicara. Tujuan dari keterampilan ini adalah agar peserta didik mampu mengucapkan kosakata bahasa Arab dengan pelafalan dan intonasi yang sesuai. Maharah qiraah adalah kemampuan peserta didik untuk membaca kosakata atau teks bahasa arab dengan tepat dan dapat membedakan anatara harakat fathah, kasrah, dan dhummah serta tanda sukun dan tasydid yang sesuai 378 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 dengan pelafalan bahasa arab. Maharah kitabah adalah kemampuan peserta didik untuk menulis bahasa arab dengan baik dan benar serta mengetahui dan memahami kaidah bahasa arab sesuai dengan yang telah dijelaskan dan dipelajari oleh pendidik selama proses belajar mengajar. Pembelajaran imla' dalam bahasa arab menekankan bentuk atau postur huruf untuk membentuk suatu kata atau kalimat. Berdasarkan pemahaman dari Mahmud Ma'ruf, imla' adalah proses penulisan huruf-hururf pada posisinya kata-kata makna(Insaniyah & Nur Kumala, 2. Hal ini diterapkan bertujuan untuk melatih peserta didik untuk fokus kepada pengajar dalam memberikan bacaan dengan cara mendengar kemudian ditulis dengan benar. Secara etimologi, kata kitabah dalam bahasa arab merupakan bentk masdar dari kata A E Ae OE Ae EAyang berarti tulis, menulis dan tulisan. Sedangkan secara terminologi, kitabah adalah kemampuan untuk mengetahui simbol-simbol tulisan dan pemahaman merangkai menjadi satu kata ditjukan untuk menekankan indera penglihatan(Irfan, 2. Keterampilan menulis adalah salah satu keahlian bahasa yang paling pneting karena menentukan kemampuan individu dalam mengungkapkan pemikiran emosi, dan pengalaman secara akurat dan jelas. Dengan menulis, peserta didik dapat menyampaikan pemikiran dalam bentuk tulisan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan berkomunikasi dengan cara yang tidak Menurut kuraedah, keterampilan menulis atau maharah kitabah adalah salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan karena terkait dengan proses berpikir dan kemampuan dalam mengekspresikan diri melalui tulisan. Menulis juga tidak dapat terpisahkan dari keetrampilan lain, seperti: mendengar, berbicara, dan menulis(Firdausiyah & Jannah, 2. Keterampilan ini menjadi aspek yang sangat krusial untuk dipelajari oleh semua lapisan, terutama peserta didik. Karena keahlian ini semakin diperlukan di era modern, karena menjadi keperluan dalam bidang ilmu 379 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 pengetahuan, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari. Kemampuan menulis ini muncul secara tidak langsung(Rinjani & Khotimah, 2. , terdapat tahapan yang perlu dipelajari oleh peserta didik agar dapat memahami konteks bahasa Orang yang mempelajari bahasa arab akan lebih cepat memhami dan menguasainya dengan melatih beberapa keterampilan bahasa arab(Thoha, 2. , yaitu istima' . , kalam . , qiraah . dan kitabah . Salah satu metode menulis bahasa arab yang sesuai dengan susunan dan qoidah bahasa . ahwu dan shara. , kosakata, gaya bahasa . , dan penyusunan ide logis pada penulisan yang jelas, tepat dan baik. Penyampaian pelajaran bahasa arab dalam pengajaran keterampilan menulis kepada penutur asli dan pembelajar asing akan menghadapi berbagai Pada kriteria perbedaan dalam menulis bahasa arab dan bahasa lain yaitu posisi awal penulisannya(Ida Wijayanti et al. , 2. Sementara itu, tulisan bahasa arab dimulai dari sisi kanan. Bahkan salah satu unsur penting dalam menulis bahasa arab adalah ketepatan dalam penulisan ejaan . mla'). Pada aspek ini dapat menghambat pemahaman isi tulisan serta mengindikasikan kurangnya penguasaan peserta didik terhadap struktur bahasa dan kosakata arab. Kategori penyebab kesalahan peserta didik dalam menulis huruf bahasa arab mencakup huruf-huruf hijaiyyah baik yang berdiri terpisah maupun yang Sebagian besar dari mereka belum mampu menyusun huruf yang terletak di depan, di tengah maupun di akhir kata, dan tata letak huruf yang masih salah seperti huruf AOA. ANA. AOA. AIA. ACA, a. AA. AA. AA, a. AA. AA. AA. A(AIrfan, 2. Oleh karena itu, keterampilan ini memerlukan latihan yang berkelanjutan, pengajaran yang tektruktur, dan praktik yang dapat meningkatkan rasa percaya diri, kreativitas, serta perbaikan kinerja secara bertahap. Pada zaman globalisasi dan digitalisasi sekarang, baik dalam konteks akademis, profesional, maupun sosial. Di sini penulis akan mengkaji mengenai maharah kitabah atau keterampilan menulis. Terdapat beberapa kendala yang masih dihadapi oleh peserta didik dalam menulis bahasa arab dengan baik dan benar. Oleh karena 380 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 itu, jika maharah kitabah ini dapat dikuasai oleh peserta didik, akan bisa menguasai keterampilan lainnya. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada kelas VII di MTs Taswirul Afkar dan wawancara peserta didik ada beberapa masalah, salah satunya ada beberapa faktor baik internal maupun eksternal Metode Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan, yaitu jenis penelitian yang dilaksanakan secara langsung di lokasi untuk memperoleh data secara Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk menganalisis data-data yang telah diperoleh sebelumnya secara mendalam(Olsson, 2. Proses penelitian ini mengikuti tahapan-tahapan analisis data yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kemudian disusun dalam bentuk laporan yang terstruktur dan jelas, disertai dengan daftar pustaka yang memuat referensi dari data yang digunakan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menulis dalam bahasa Arab secara baik dan benar. Pembahasan dan Diskusi Kesulitan Belajar Bahasa Arab Pembelajaran bahasa arab sangat kompleks dan menantang untuk dipelajari(Indriani, 2. Salah satu bahasa dengan keistimewaan terbanyak di dunia adalah bahasa arab, khusunya dalam konteks agama, budaya dan Di indonesia pengajaran bahasa arab sudah berlangsung lama, namun hasilnya masih belum sebaik yang diharapkan. berbeda pada zaman dahulu yang mana banyak ulama yang menyusun kitab dengan bahasa arab(Firdausiyah & Jannah, 2. , seperti syaikh Nawawi Al Bantani, syaikhona Kholil Bangkalan, syaikhona KH. Hasyim As'ari dan ulama lainnya. Meskipun memiliki banyak keistimewaan, bahasa arab dikenal sebagai bahasa yang cukup asing dan menantang untuk dipelajari, terutama bagi penutur non-arab(Rusyadi, 2. Kesulitan ini disebabkan oleh berbagai 381 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 persoalan dalam proses pengajaran bahasa arab yang kerap muncul namun belum menemukan solusi yang efektif bagi mereka. Oleh karena itu, permasalahan ini membutuuhkan perhatian serius dan penanganan yang maksimal agar dapat melahirkan generasi yang unggul dalam penguasaan bahasa arab(Bakar, 2. Kesulitan dapat diartikan sebagai kondisi di mana seseorang menghadapi berbagai rintangan, hambatan, atau tantangan yang menghalangi kemajuan dan pencapaian tujuan atau impian mereka . Dalam konteks pemeblajaran bahasa arab, tantangan yang dihadapi tidak hanya terbatas pada perbendaharan kata dan makna, tetapi juga mencakup kompleksitas tata bahasa . ahwu shara. , pelafalan huruf-huruf yang tidak dapat ditemui dalam bahasa lain, serta perbedaan antara bahsa arab yang fushah dan 'amiyah. Sehingga menganggap bahasa ini adalah bahasa yang asing dan sulit bagi mereka. Kesulitan belajar sendiri menjadi faktor yang menyebabkan seseorang tidak mampu mengikuti proses pembelajaran dengan optimal, karena dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Banyak peserta didik mengalamai kendala dalam mempelajari bahasa arab, seperti kesulitan menghafal, serta merangkai kata menjadi kalimat dalam berbahasa arab(Sulaiman, 2. Sebagian besar lembaga pendidikan Islam di Indonesia, mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyyah hingga perguruan tinggi Islam, telah menggabungkan mata pelajaran bahasa Arab ke dalam Kurikulum Merdeka(Amalia et al. , 2. karena kurikulum juga harus menyesuaikan daripada esensi dan khas zaman pembelajaran(C. Rahmawati et al. , 2. Kondisi serupa terjadi di Madrasah Tsanawiyah Taswirul Afkar Surabaya. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan peserta didik mengalamai kesulitan dalam belajar bahasa arab, yang pada akhirnya mengakibatkan kesalahan dalam penulisan bahasa arab. Salah sattu penyebab utamanya adalah lingkungan yang kurang mendukung dalam penggunaan dan pemahaman bahasa arab. Selain itu, peserta didik juga mengalami kesulitan 382 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 dalam menghafal kosakata, yang berdampak pada keterbatasan dalam penguasaan bahasa tersebut. Menurut penuturan guru mata pelajaran bahasa arab di madrasah tersebut, salah satu kendala yang idhadapi peserta ididik adalah kurangnya perhatian dari orangtua dalam mendampingi anak belajar membaca bahasa arab di rumah seperti dalam kegiatan mengaji. Selain itu,keaktifan peserta didik juga menjadi faktor penting, karena bebrapa diantaranya sering tidak hadir di sekolah, sehingga tertinggal dalam mengikuti pelajaran. Dapat digaris bawahi bahwa peserta didik mengalami kesulitan ketika belajar bahasa arab, beberapa diantaranya belum mampu memahami materi bahasa arab karena latar belakang pendidikan sebelumnya yang berisfat umum, seperti Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu, pendidik bahasa harus memberikan penejlasan dan pemahaman tambahan pada materi yang akan dipelajari oleh peserta didik sehingga dapat memberikan pemahaman yang cukup dan dapat menerapkan serta mempraktikkan materi yang sudah diajarkan. Terdapat tantangan dalam mengajarkan bahasa arab kepada peserta didik yaitu pendidik perlu mempersiapkan diri dengan baik sebelum menyampaikan Jika pendidik belum menguasai dengan baik materi bahasa arab, maka peserta didik akan kesulitan untuk mengerti dan memahami. Tenpa pemahaman tentang metode dari pendidik, proses pembelajaran bahasa arab tidak akan berjalan dengan baik dan sukses. Bahkan juga akan terjadi kesalahan dalam menulis dari segi metode imla' yang diterapkan dalam pembelajaran bahasa arab di kelas yang dipandu oleh pengajar kemudian disalin pada otak, pikiran dan tulisan para peserta didik. Dari sisi pengalaman, pendidik tersebut sebelumnya belum pernah mengajar pelajaran bahasa arab. Sama seperti saat menghadapi peserta didik yang berasal dari latar belakang kurang dan berbeda dari peserta didik lainnya, serta pola pikir peserta didik yang tergolong lama. Hal ini membuat pendidik juga akan mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi dan mengelola kelas secara maksimal serta memerlukan usaha tenaga yang optimal. 383 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 Kesalahan Menulis Bahasa Arab dari Segi Imla' Menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang dianggap paling menantang untuk dikuasai oleh peserta didik dibandingkan keterampilan berbahasa yang lain. Kemampuan dalam menulis sangat bergantung pada kecakapan berbahasa yang bersifat aktif dan menghasilkan(Ida Wijayanti et al. , 2. Hal ini berperan sangat penting dalam menjalani aktivitas menulis, salah satunya penguasaan materi dan peningkatan kemampuan berpikir kritis. Kesalahan dalam menulis bahasa arab yang terjadi di tingkat Madrasah Tsanawiyah adalah masalah yang sering dijumpai dalam aspek pembelajaran bahasa arab. Kesulitan ini muncul dari kesalahan dalam penulisan peserta didik ketika memahami teks berbahasa arab. Keberadaan faktor internal dan eksternal mengakibatkan peserta didik terhalang dalam proses belajar. Keterampilan menulis perlu dilandasi dan didukung dengan tata bahasa yang baik agar peserta didik mengetahui susunan gramatikal bahasa arab(Khaerotin, 2. Adapun jenis kesalahan daris egi imla' yang sering ditemukan yaitu adanya kesalahan penulisan huruf, kesalahan harakat, kesalahan bentuk kata, dan kesalahan dalam penyambungan huruf. Penyebab timbul kesalahan imla' tersebut, maka ada beberapa faktor dikarenakan kurangnya latihan untuk menulis bahasa arab, terpengaruh dengan bahasa ibu yang berbeda dengan penulisan bahasa arab, keetrbatasan dalam penguasaan kosakata bahasa arab, metode pembelajaran yang kurang fokus, dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran seperti kamus yang kurang diminati peserta didik. Peneliti menerapkan keterampilan menulis bahasa arab dengan metode imla' istima'i yang dilaksanakan dengan cara guru membaca teks kemudian peserta didik mendengarkan dan menulis sesuai dengan apa yang mereka dengar dan pahami. Cara peserta didik menangkap bayangan tulisan yang sudah dibacakan oleh pengajar yaitu dengan mendengarkan, kemudian menyalin dalam otak dan pikiran, setelah itu mereka dapat menyalin pada tulisan secara abstrak. Hal ini dapat memberikan evaluasi belajar keterampilan 384 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 menulis bahasa arab. Serta dapat membimbing dan mengajari para peserta didik sehingga timbul hasil penulisan bahasa arab yang baik, benar dan tepat. Peserta didik yang ada di Madrasah Tsanawiyah Taswirul Afkar Surabaya mampu menulis kalimat bahasa arab dari segi imla' dengan baik meskipun tidak semua. Seperti halnya pada cara membedakan penulisan huruf hamzah qotho' (A )Adan hamzah washal. (A )ATidak dapat dipungkiri bahwa penulisan huruf hamzah jika didengar akan sama penulisannya, namun perlu diketahui bahwa hal ini sangat akan membedakan makna kata dan kalimat. seperti pada kata A NAsering terjadi pada penulisan peserta didik. Segi tulisan ini dapat dianggap lumrah namun seharusnya menjadi kesalahan fatal dalam penulisan arab. Penulisan kata A IAAterjadi pada penulisan yang salah dengan tulisan AIA. Jika didengar akan terlihat sama antara huruf A Adan a, kemudian penulisan a aA a eayang seharusnya penulisan yang benar adalah aA a ea. Hal ini akan mengakibatkan kekeliruan penulisan bahasa arab sehingga akan mengubah makna yang asli. Kesalahan dalam pengurangan huruf penulisan kata A IAtelah ditemukan dengan tulisan kata AIA. Peserta didik mendengar bahwa huruf A Atidak dibaca Panjang, maka adanya kekurangan dalam penulisan huruf AA. Penulisan kata AEOAdari mufrodnya A EOAterjadi juga dengan kurangnya menulis huruf A A. Hal ini terjadi karena ada kesalahpahaman dalam mendengar intonasi panjang pendeknya kata dan akan terjadi kekeliruan dalam membaca sehingga akan terjadi kesalahan dari segi makna kata. Kesalahan dalam menambahkan huruf pada penulisan kosakata bahasa arab disertai dengan kata kepemilikan seperti A a eO a aOAyang seharusnya penulsian yang benar adalah Aa eOaOA. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya kesulitan kepada pembaca dan penerjemah. Masalah kesalahan menulis yang terjadi di Madrasah Tsanawiyah Taswirul Afkar Surabaya sering dialami oleh peserta didik. Kenyataannya menulis bahasa arab membutuhkan pemahaman yang baik tentang huruf-huruf yang terhubung, aturan penulisan, serta variasi bentuk huruf dan tanda titik huruf pada posisinya dalam kata. 385 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 Solusi Menangani Kesalahan Penulisan Bahasa Arab Terdapat adanya beberapa tingkatan dalam pembelajaran maharah kitabah yang diulas pada jurnal diantaranya(Susanti, 2. , pembelajaran penulisan huruf yang diterapkan oleh peserta didik dengan cara memegang alat tulis, posisi duduk yang benar dan bagaimana meletakkan buku tulis di depannya, pembelajaran menyalin yang diterapkan oleh peserta didik dengan menyalin tulisan pendidik dari papan tulis, pembelajaran imla' yang diterapkan oleh peserta didik menulis materi yang sudah dijelaskan oleh pendidik mencakup menyalin, kosakata dan tata bahasa. Mengarang terbimbing yang diterapkan kepada pendidik untuk mendikte tulisan atau bacaan kemudian ditulis oleh peserta didik, serta mengarang bebas yaitu dengan cara peserta didik membuat kalimat atau mengarang cerita sesuai tema atau bebas berbahasa arab. Pelaksanaan pembelajaran imlaAo di kelas dilakukan melalui kegiatan menulis bahasa Arab dengan metode dikte. Dalam metode ini, aspek pendengaran dan penglihatan peserta didik harus benar-benar terfokus. Salah satu pendekatan yang telah diterapkan di beberapa sekolah adalah metode imlaAo ghairu al-mandhur . , di mana peserta didik diminta menulis teks yang dibacakan oleh pendidik tanpa melihat sumber tertulis. Metode ini bertujuan untuk melatih daya ingat serta koordinasi antara otak, pendengaran, dan tangan dalam proses menulis dan menyimak(Aisyah et al. , 2. Berdasarkan jurnal yang diteliti dari judul solusi untuk problematika kesulitan dalam menulis bahasa arab yaitu dengan cara menyediakan buku dan materi tambahan yang relevan bagi peserta didik, membuat materi yang sesuai dengan konteks keseharian mereka, memberikan bimbingan khusus untuk peserta didik yang mengalamai kesulitan agar merasa lebih percaya dan senang dalam belajar bahasa arab, serta memberikan penghargaan kepada peserta didik yang menunjukkan peningkatan keterampilan menulis mereka(Guci, 2. Berdasarkan solusi dari peneliti yaitu dengan cara memberikan penjelasan yang jelas tentang huruf-huruf yang mirip dan cara menggabungkan satu huruf dengan huruf lainnya, kemudian memberikan penjelasan tentang 386 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 huruf yang banyak gelombang seperti AA,AA,AA,a,AA,AA. kemudian memberikan perbedaan huruf yang memerlukan kejelasan tulisan dari tanda titik huruf bahasa arab seperti a. ACA a ,AA,AA,AA,AOA,AA,AA,AA. Hal tersebut sangat efektif dalam penulsian bahasa arab guna peserta didik dapat berhati-hati dalam menulis huruf bahasa arab sehingga tercipta tulisan yang baik dan benar. Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Arab merupakan proses yang kompleks dan menantang, terutama bagi penutur non-Arab yang menganggapnya sebagai bahasa asing. Kesulitan utama siswa dalam mempelajari bahasa Arab di tingkat Madrasah Tsanawiyah disebabkan oleh latar belakang pendidikan sebelumnya yang kurang mendukung pembelajaran bahasa Arab secara intensif. Keterampilan menulis . aharah kitaba. menjadi salah satu aspek yang paling sering menimbulkan kendala, karena menulis dalam bahasa Arab menuntut ketelitian dalam memahami bentuk, hubungan, dan struktur huruf. Meskipun demikian, secara umum siswa di Madrasah Tsanawiyah Taswirul Afkar Surabaya telah menunjukkan kemampuan menulis yang cukup baik. Temuan menarik dari penelitian ini adalah bahwa sebagian siswa masih mengalami kebingungan dalam membedakan hamzah washal dan hamzah qathAo, serta sering melakukan kesalahan penambahan atau pengurangan huruf. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun siswa telah memahami dasar-dasar penulisan Arab, masih terdapat aspek ortografis yang sulit dipahami. Namun, semangat belajar siswa tetap tinggi, dan mereka menunjukkan antusiasme dalam memperbaiki kesalahan melalui bimbingan guru. Fakta ini menegaskan pentingnya pembelajaran imlaAo sebagai dasar penguasaan maharah kitabah. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada lingkup subjek yang relatif sempit, yaitu hanya berfokus pada satu madrasah sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke seluruh lembaga pendidikan setingkat. Selain itu, penelitian ini belum menganalisis secara mendalam faktor psikologis dan 387 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 strategi pengajaran individual yang mungkin memengaruhi kemampuan menulis siswa. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas objek kajian dan menggunakan pendekatan campuran . ixed method. agar hasilnya lebih komprehensif dan aplikatif bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyusunan dan penyelesaian penelitian ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada dosen pembimbing di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel dan Universitas Sunan Giri yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan masukan berharga selama penelitian berlangsung. Terima kasih juga ditujukan kepada pihak Madrasah Tsanawiyah Taswirul Afkar Surabaya yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. Tak lupa, apresiasi mendalam diberikan kepada para peserta didik yang dengan antusias turut serta dalam pengumpulan data serta kepada rekan-rekan sejawat yang senantiasa memberikan dukungan moral dan akademik. Pernyataan Kontribusi Penulis Seluruh penulis berkontribusi secara aktif dalam penelitian ini. Laila Nailil Ighfariyah berperan dalam perancangan penelitian, pengumpulan data, dan analisis hasil. Saefullah Azhari bertanggung jawab pada penyusunan kerangka teoritis, tinjauan pustaka, serta validasi hasil penelitian. Sementara itu. Nurul Istiqomah berperan dalam interpretasi data, penyusunan naskah akhir, serta penyuntingan bahasa untuk publikasi. Semua penulis telah membaca dan menyetujui naskah akhir ini, serta menyatakan tidak terdapat konflik kepentingan dalam penelitian ini. 388 | Laila Nailil Ighfariyah. Saefullah Azhari. Nurul Istiqomah. The Interplay Between ImlaAo Mastery and Writing Errors in Maharah Kitabah: A Case Study at Junior High School AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 375-391 References