Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 311-316 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Implementasi Permainan Tradisional Lompat Tali Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Gracia Sudiang Grace Hesty Bela Hiariej1. Muhammad Akil Musi2. Muhammad Yusri Bachtiar3. Faradillah Rusliana4 Info Artikel Abstract Keywords: Implementation. Traditional Games. Jump Rope. Early Childhood. This study aims to determine the implementation of the traditional jump rope game for children aged 5Ae6 years at Gracia Sudiang Kindergarten. This study used a qualitative approach with a descriptive type. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation of the principal, teachers, and 15 children aged 5Ae6 years in classes B. 3 and B. The results showed that the implementation of the jump rope game in a structured and integrated manner in learning activities was able to improve gross motor skills such as motor coordination, balance, and agility. In addition, children's social-emotional aspects such as the ability to wait for turns, work together, manage emotions, and foster self-confidence also increased. Supporting factors in implementation include teacher involvement, school support, and children's enthusiasm. Meanwhile, inhibiting factors include limited time, weather, and the influence of gadgets. This study concluded that the traditional jump rope game is an effective and contextual learning medium in developing the physical and social skills of early childhood. Kata kunci: Implementasi. Permainan Tradisional. Lompat Tali. Anak Usia Dini. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi permainan tradisional lompat tali pada anak usia 5Ae6 tahun di TK Gracia Sudiang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta 15 anak usia 5Ae6 tahun di kelas B. 3 dan B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi permainan lompat tali secara terstruktur dan terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar seperti koordinasi gerak, keseimbangan, dan kelincahan anak. Selain itu, aspek sosial emosional anak seperti kemampuan menunggu giliran, bekerja sama, mengelola emosi, dan menumbuhkan rasa percaya diri juga mengalami peningkatan. Faktor pendukung dalam implementasi meliputi keterlibatan guru, dukungan sekolah, dan antusiasme anak. Sementara itu. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Kota Makassar. Indonesia Email: gracehiariej@gmail. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Kota Makassar. Indonesia Email: akrimna@yahoo. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Kota Makassar. Indonesia Email: m. yusri@unm. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Kota Makassar. Indonesia Email: faradillahrusliana@unm. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 faktor penghambat antara lain keterbatasan waktu, cuaca, dan pengaruh Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan tradisional lompat tali merupakan media pembelajaran yang efektif dan kontekstual dalam mengembangkan kemampuan fisik dan sosial anak usia dini. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 27 Juni 2025 14 Agustus 2025 05 September 2025 10 September 2025 Cara Mensitasi Artikel: Hiariej. Musi. Bachtiar. , & Rusliana. Implementasi permainan tradisional lompat tali pada anak usia 5Ae6 tahun di TK Gracia Sudiang. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 311-316, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Grace Hesty Bela Hiariej, gracehiariej@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap pendidikan yang sangat penting dalam membentuk dasar perkembangan anak secara optimal. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan pada masa usia dini bertujuan mengembangkan seluruh potensi anak secara menyeluruh. Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar Nasional PAUD menekankan pentingnya stimulasi perkembangan anak melalui kegiatan bermain yang terstruktur, terutama pada aspek motorik kasar dan sosial emosional. Namun, hasil observasi awal di TK Gracia Sudiang menunjukkan sebagian anak usia 5Ae6 tahun belum mencapai perkembangan optimal pada kedua aspek tersebut. Beberapa anak tampak kurang lincah, kurang koordinasi dalam gerak, serta cenderung pasif atau enggan bekerja sama dengan teman sebaya. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan akan strategi pembelajaran yang dapat mengintegrasikan stimulasi fisik dan sosial secara bersamaan. Taman Kanak-kanak yakni salah satu badan pengelola ppembelajaran yang berpusat atas perkembangan serta kemajuan anak. Pertambahan serta kemajuan tersebut dibelah menjadi aspek aspek pertumbuhan, ialah akhlak serta agama, olahraga motorik, bahasa . erdialog, serta menceritaka. , kognitif . nergi berpikir, serta menghitun. Kehadiran taman kanak-kanak ialah berarti, sebab anak ialah determinan masa yang akan datang (Solehah. & Gumiandari. Permainan tradisional merupakan salah satu kultur budaya yang ada di masyarakat, yang menjadi aset bangsa dan keberadaannya perlu dilestarikan. Salah satu upaya untukmelestarikan permainan tradisional yaitu melalui pendidikan formal,ataupun non formal (Waldo. Kevin. Dkk, 2. Permainan tradisional, khususnya lompat tali, menjadi salah satu alternatif yang relevan dan kontekstual. Permainan ini tidak hanya melatih koordinasi, keseimbangan, dan kelincahan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas, kerja sama, dan keterampilan mengelola emosi (Fitria & Chikmah, 2021 . Susanti, dkk. Berbagai penelitian sebelumnya membuktikan efektivitas permainan tradisional dalam mengembangkan aspek motorik kasar dan sosial emosional anak (Eva. Srikandi, dkk. Namun, kajian yang menguraikan secara rinci proses implementasi permainan lompat tali dalam konteks pembelajaran di satuan PAUD tertentu masih terbatas. Dengan menggunakan permainan tradisional lompat tali dapat melatih kemampuan anak menggerakkan tubuh, melatih ketangkasan dan kelincahan anak dalam permainan, meningkatkan kemampuan komunikasi dan melepaskan emosi anak. Selain itu anak akan terlihat aktif dalam pembelajaran pengembangan fisik motorik dan mempunyai minat dan motivasi untuk melakukan permainan tersebut dengan hati yang menyenangkan (Andini. Dkk, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi permainan tradisional lompat tali pada anak usia 5Ae6 tahun di TK Gracia Sudiang, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Fokus penelitian diarahkan untuk menggambarkan strategi guru, respon anak, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan permainan ini dalam pembelajaran. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dalam memperkaya literatur pendidikan anak usia dini terkait pembelajaran berbasis permainan tradisional, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam mengintegrasikan permainan lompat tali untuk menstimulasi perkembangan motorik kasar dan sosial emosional anak. Dalam masa usia dini, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, di mana anak mengalami sekitar 40% dari keseluruhan perkembangan yang dialami manusia sepanjang rentang kehidupannya. Usia dini juga merupakan usia yang paling tepat untuk anak diberikan stimulasistimulasi dari lingkungannya yang merangsang aspek-aspek perkembangan anak sehingga dalam masa ini, anak dapat mencapai keberhasilan dalam memenuhi tugastugas perkembangannya yang memang semestinya dicapai (Khaironi, 2. Aspek-aspek perkembangan anak usia dini secara garis besar meliputi aspek motorik, aspek kognitif, aspek sosial-emosi, aspek moral, aspek religiusitas, dan aspek bahasa (Nidaoan & Suyadi, 2. Secara teoretis, penelitian ini berpijak pada teori perkembangan motorik kasar Hurlock yang menekankan pentingnya stimulasi fisik melalui aktivitas bermain (Latama, dkk. , dan teori psikososial Erikson pada tahap inisiatif versus rasa bersalah yang menyoroti peran interaksi kelompok dalam membentuk rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kemampuan sosial anak (Khairunnisa,dkk. Pendekatan ini sejalan dengan pembelajaran berbasis budaya lokal yang mengintegrasikan nilainilai edukatif permainan tradisional ke dalam kegiatan belajar anak usia dini (Ria & Musyaddad, 2. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran yang efektif, tetapi juga pada pelestarian budaya permainan tradisional sebagai warisan nilai bangsa. METODE Pada Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai implementasi permainan tradisional lompat tali pada anak usia 5Ae6 tahun di TK Gracia Sudiang. Penelitian dilaksanakan di TK Gracia Sudiang. Kota Makassar, pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 selama bulan AgustusAe Oktober 2024. Kehadiran peneliti bersifat partisipatif moderat, di mana peneliti terlibat langsung dalam proses pengamatan, wawancara, dan dokumentasi, namun tetap menjaga objektivitas selama pengumpulan data. Subjek penelitian adalah 15 anak usia 5Ae6 tahun di kelas B. 3 dan B. 4, dengan informan pendukung terdiri dari kepala sekolah dan guru kelas. Pemilihan subjek dan informan dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan pembelajaran serta relevansi informasi yang dapat diberikan terhadap fokus penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati proses pelaksanaan permainan lompat tali, interaksi anak, serta respons terhadap instruksi guru. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah dan guru untuk memperoleh informasi tentang perencanaan, strategi pelaksanaan, serta faktor pendukung dan penghambat. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan bukti visual dan tertulis berupa foto kegiatan, catatan guru, dan perangkat pembelajaran. Instrumen penelitian dikembangkan dalam bentuk pedoman observasi, pedoman wawancara, dan daftar periksa dokumentasi yang telah divalidasi oleh ahli bidang pendidikan anak usia dini. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 memilih dan memfokuskan informasi yang relevan dengan tujuan penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif, tabel, dan kutipan langsung dari informan. Penarikan kesimpulan dilakukan secara induktif berdasarkan temuan di lapangan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik, perpanjangan keikutsertaan peneliti di lapangan, serta pengecekan anggota . ember chec. kepada informan. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi permainan tradisional lompat tali di TK Gracia Sudiang dilaksanakan secara terencana dan terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran harian. Guru memulai kegiatan dengan menjelaskan aturan permainan, memberikan demonstrasi gerakan, serta membagi peran anak sebagai pemutar tali dan pelompat. Anak terlihat menunjukkan antusiasme yang tinggi, ditunjukkan dengan kesediaan mengikuti instruksi dan keinginan untuk mencoba berulang Observasi mengungkap bahwa sebagian besar anak dapat mengikuti irama putaran tali serta melakukan lompatan dengan koordinasi yang semakin baik dari sesi ke sesi. Dalam aspek pengembangan motorik kasar, terjadi peningkatan koordinasi, keseimbangan, dan kelincahan anak. Anak yang awalnya ragu mulai melompat dengan ritme tepat, sedangkan anak yang lebih terampil mencoba variasi lompatan seperti menggunakan satu kaki atau lompatan beruntun. Guru juga mencatat adanya peningkatan kekuatan kaki dan daya tahan fisik anak yang sering berpartisipasi. Pada aspek sosial emosional, anak belajar menunggu giliran, memberikan dukungan kepada teman yang sedang bermain, dan menerima hasil permainan dengan lapang dada. Interaksi sosial selama bermain memupuk rasa kebersamaan, empati, dan kerja sama. Faktor pendukung kegiatan ini antara lain keterlibatan aktif guru, dukungan kepala sekolah dalam penyediaan waktu dan fasilitas, serta antusiasme anak. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan waktu pembelajaran di luar kelas, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta pengaruh gawai yang mengurangi minat anak terhadap permainan fisik. PEMBAHASAN Pembahasan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional lompat tali dapat menjadi strategi pembelajaran efektif untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar dan sosial emosional anak usia dini apabila dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. Implementasi di TK Gracia Sudiang membuktikan adanya sinergi antara pendekatan bermain berbasis budaya lokal dengan strategi pembelajaran aktif, yang selaras dengan temuan Fitria & Chikmah . mengenai peningkatan koordinasi gerak melalui lompat tali, serta penelitian Srikandi et al. yang menegaskan peran permainan tradisional dalam pembentukan karakter sosial anak. Dampak positif dari permainan lompat tali dalam kembangkan kemampuan motorik kasar anak usia dini yaitu. pelaksanaan permainan tradisional lompat tali memiliki dampak yang positif bagi anak. Permainan ini memiliki potensi untuk meningkatkan keterampilan ketelitian anak, karena untuk berhasil melompati tali yang tinggi, anak harus mengasah keterampilan motorik kasarnya (Maulida. Dkk, 2. Hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran PAUD relevan dengan tuntutan kurikulum sekaligus berkontribusi pada pelestarian budaya lokal. Dengan pengelolaan yang tepat, lompat tali dapat berfungsi sebagai media pembelajaran kontekstual yang menyenangkan, memfasilitasi interaksi sosial positif, serta mendorong perkembangan anak secara Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 KESIMPULAN Implementasi permainan tradisional lompat tali di TK Gracia Sudiang terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar dan sosial emosional anak usia 5Ae6 tahun. Kegiatan ini meningkatkan koordinasi, keseimbangan, kelincahan, serta membentuk sikap kerja sama, disiplin, dan rasa percaya diri. Faktor pendukung meliputi keterlibatan guru, dukungan sekolah, dan antusiasme anak, sedangkan penghambatnya adalah keterbatasan waktu, cuaca, dan pengaruh gawai. Dengan pelaksanaan terstruktur, permainan lompat tali menjadi media pembelajaran kontekstual yang menyenangkan sekaligus sarana pelestarian budaya lokal. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian pendidikan anak usia dini dengan menegaskan relevansi permainan tradisional sebagai pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Hasilnya memperkuat teori perkembangan motorik kasar Hurlock serta teori psikososial Erikson, khususnya terkait pentingnya aktivitas bermain kelompok dalam mendukung inisiatif, kepercayaan diri, dan interaksi sosial anak. Penelitian ini juga memberi kontribusi pada pengembangan model pembelajaran berbasis budaya lokal yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan anak di era digital. Secara praktis, penelitian ini memberikan rujukan bagi guru PAUD untuk merancang kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan permainan tradisional sebagai media stimulasi perkembangan motorik kasar dan sosial emosional secara menyenangkan. Bagi sekolah, temuan ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pelestarian permainan tradisional dalam program pembelajaran berbasis budaya dan karakter. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan model implementasi permainan tradisional pada berbagai konteks dan satuan pendidikan. DAFTAR KEPUSTAKAAN Andini. Syamsudin. , & Ulansari. Pengaruh Permainan Lompat Tali Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini. JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan. Pengasuhan. Kesehatan Dan Gizi Anak Usia Din. , 3. , 97-108. Eva Soraya Zulfa. Pengaruh Permainan Tradisional Lompat Tali Terhadap Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun. Attaqwa: Jurnal Pendidikan Islam Dan Anak Usia Dini, 2. , 15Ae26. https://doi. org/10. 58355/attaqwa. Fitria. , & Chikmah. Pengembangan Kemampuan Motorik Kasar Berbasis Permainan Tradisional Lompat Tali pada Usia 4-5 Tahun. Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4. , 46Ae Retrieved from https://ejournal. uit-lirboyo. id/index. php/piaud/article/view/5078 Herawati. Ningrat. Puspita. Yulia. Marliana. Octora. A Daud. Upaya Pelestarian Permainan Tradisional Sebagai Warisan Budaya Bangsa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Babakti, 1. , 29Ae34. https://doi. org/10. 53675/babakti. Khaironi. Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age, 2. , 01. Khairunnisa Nazwa Kamilla. Alifia Nur Elga Saputri. Dayang Astri Fitriani. Sofie Aulia Az Zahrah. Putri Febiane Andryana. Istighna Ayuningtyas, & Indah Salsabila Firdausia. Teori Perkembangan Psikososial Erik Erikson. Early Childhood Journal, 3. , 77Ae87. https://doi. org/10. 30872/ecj. Latama. Atuna. Nur. Kantoli. , & Abaidata. Peran Permainan Tradisional Lompat Tali dalam Menstimulasi Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Dan Kewarganegaraan, 2. , 132. Maulida. Lestari. , & Aisyah. Implementasi Permainan Lompat Tali Dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Di PAUD Bina Kasih Desa Mekar Jaya Kecamatan Bunguran Barat. Research and Development Journal of Education, 10. , 542-551. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Nidaoan Khafiyya, & Suyadi. Urgensi Pembelajaran Seni Untuk Optimalisasi Pembelajaran Anak Usia Dini: Tinjauan Neurosains. Generasi Emas, 5. , 8Ae17. Ria. , & Musyaddad. Permainan Tradisional Sebagai Model Permainan Edukatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 2. , 14Ae24. https://doi. org/10. 24042/ajipaud. Solehah. , & Gumiandari. Penerapan Permainan Tradisional Lompat Tali Dalam Melatih Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini Di Tk Al-Wathoniyyah. Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7. , 1-7. Srikandi. Suardana. , & Sulthoni. Membentuk Karakter Anak Usia Dini melalui Permainan Tradisional. Jurnal Pendidikan: Teori. Penelitian. Dan Pengembangan, 5. , 1854. https://doi. org/10. 17977/jptpp. Susanti. Muslihin. , & Sumardi. Manfaat Permainan Tradisional Lompat Tali bagi Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Paud Agapedia, 5. , 80Ae89. https://doi. org/10. 17509/jpa. Susanti1 . Heri Yusuf Muslihin2. Bagi Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun. Bagi Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun, 9, 77Ae84. Waldo. Kevin. Dkk. Permainan Tradisional. Unja Publisher.