Aris Sunarno. Upaya Meningkatkan Aktivitas . UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY LEARNING PADA SISWA KELAS XI TKJ-A SMK NEGERI 1 DONOROJO Aris Sunarno SMK Negeri 1 Donorojo Abstrak Kegiatan penelitian mempunyai tujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar Bahasa Inggris melalui model pembelajaran Guided Inquiry Learning pada siswa kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan. Pembelajaran Guided Inquiry Learning/inkuiri terbimbing merupakan metode inkuiri dimana guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi. Dalam proses belajar mengajar dengan metode inkuiri terbimbing, siswa dituntut untuk menemukan konsep melalui petunjuk-petunjuk seperlunya dari seorang guru. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan, waktu penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2016 semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Adapun subyek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ-A) semester 2, dengan Jumlah adalah sebanyak 31 orang siswa. Sedangkan data yang diperlukan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa ini akan dikumpulkan dengan teknik: . Tes formatif. Observasi/pengamatan. Rubrik Penilaian Kinerja Kelompok. Hasil Analisis pada kondisi awal nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan ini adalah 62,7 kemudian nilai rata-rata ini meningkat sedikit pada pertemuan ke-1 yakni menjadi 65,6, meningkat kembali menjadi 69,3. Pada awal siklus 2 yakni pada pertemuan ke-1 nilai rata-rata ini meningkat kembali menjadi 77,7 pada pertemuan ke-2 menjadi 80,8. Selanjutnya dari grafik di atas juga dapat dilihat bahwa nilai tertinggi yang diraih siswa pada awalnya adalah 75, kemudian meningkat pada pertemuan ke-1 menjadi 80, pada pertemuan ke-2 menjadi Sedangkan pada siklus 2 nilai tertinggi pada pertemuan ke-1 meningkat menjadi 90, dan pertemuan ke-2 menjadi 95. Dengan melihat adanya peningkatan hasil belajar siswa, maka berarti pembelajaran model Guided Inquiry Learning cukup efektif dalam upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan. Kata kunci: hasil belajar, bahasa Inggris, medel pembelajaran, guided inquiry learning PENDAHULUAN Sekolah sebagai lembaga pendidikan berusaha secara terus menerus dan terprogram mengadakan pembenahan diri di berbagai bidang baik sarana dan prasarana, pelayanan administrasi dan informasi serta kualitas pembelajaran secara utuh dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada faktor guru saja, tetapi berbagai menghasilkan keluaran atau out put proses pengajaran yang bermutu. Namun pada hakikatnya guru tetap merupakan unsur kunci utama yang paling menentukan, sebab guru adalah salah satu unsur utama dalam sistem pendidikan yang sangat mempengaruhi pendidikan. Salah satu peran guru sebagai tenaga pendidik dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan adalah menciptakan pembelajaran yang berkualitas dalam kelas. Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas diperlukan keterampilan dari seorang guru agar anak didik mudah memahami materi yang diberikan guru. Jika guru kurang menguasai strategi mengajar maka siswa akan sulit menerima materi pelajaran dengan sempurna. Guru dituntut untuk mengadakan inovasi dan berkreasi dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa memuaskan. Salah satu upaya meningkatkan hasil belajar adalah kemampuan guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Guru sebagai motivator dan fasilitator dituntut untuk mampu mengembangkan atau menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar Jurnal Humaniora. Vol. No. Oktober 2021. Hal. agar pelajaran tersebut dapat dicerna dengan baik oleh siswa. Demikian pula guru sebagai fasilitator, harus senantiasa memfasilitasi siswa dengan berbagai media untuk memudahkan siswa dalam memahami pelajaran dan juga dapat menarik minat siswa untuk belajar. Untuk mengatasi hal ini, guru diharapkan dapat mengembangkan suatu model pembelajaran yang dapat memotivasi dan mengaktifkan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas sehingga dapat meningkatkan hasil belajar Salah satu alternatif model pembelajaran yang timbul dari kegiatan pembelajaran yaitu model pembelajaran kontekstual yaitu model pembelajaran yang dilakukan dengan pengenalan lingkungan berdasarkan contoh yang konkret atau nyata sehingga permasalahan yang timbul dari aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dapat Pembelajaran yang dilakukan pada siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan (TKJ-A) SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan, dalam hal ini peserta didik harus disiapkan sejak awal untuk mampu bersosialisasi dengan lingkungannya sehingga berbagai jenis model pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik. Model-model pembelajaran sosial merupakan pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan di kelas dengan melibatkan peserta didik secara penuh . tudent cente. sehingga peserta didik memperoleh pengalaman dalam menuju kedewasaan, peserta dapat melatih kemandirian, peserta didik dapat belajar dari lingkungan kehidupannya. Berdasarkan hasil pengamatan penulis selaku guru/peneliti di kelas XI TKJ-A di SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan diketahui bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa terutama dalam memahami materi tentang percakapan sederhana sehari-hari baik dalam konteks profesional maupun pribadi dengan orang bukan penutur asli masih rendah sehingga tidak pembelajaran Bahasa Inggris. Hasil analisis terhadap nilai hasil belajar Bahasa Inggris pada siswa, menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh pada kegiatan evaluasi rata-rata hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ-A) relatif masih rendah dan jauh dari KKM yang ditetapkan sekolah sebesar 75. Hasil tes awal didapatkan nilai rata-rata siswa kelas XI TKJA adalah sebesar 62,7 dengan uraian bahwa siswa yang nilainya di atas KKM hanya 9 siswa atau . %), dan yang belum mencapai KKM sebanyak 22 orang atau 71% dari 31 orang siswa kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini merupakan gambaran hasil belajar sebelum diberikan tindakan pembelajaran secara Upaya untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris pada siswa kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan dapat dilakukan dengan pembelajaran kooperatif, . ooperative learnin. merupakan pendekatan pengajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa untuk berkerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dan mencapai tujuan belajar, yang tentunya sesuai yang diharapkan atau ditargetkan Menurut Johson dalam Anita Lie . mengatakan bahwa pada umumnya hasil penelitian dari penggunaan metode pembelajaran kooperatif akan menghasilkan prestasi yang lebih tinggi, hubungan yang lebih positif, dan penyesuaian psikologis yang lebih baik dari pada suasana belajar yang penuh dengan persaingan dan memisahmisahkan siswa. Melalui pembelajaran kooperatif siswa didorong untuk berkerjasama secara maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya. Kerja sama yang dimaksud dalam pembelajaran kooperatif adalah setiap anggota kelompok harus saling membantu menguasai bahan ajar. Bagi siswa yang mempunyai kemampuan tinggi harus membantu siswa yang berkemampuan rendah agar dapat menguasai materi yang sedang dipelajari sehingga kelompoknya dapat berhasil karena penilaian akhir ditentukan oleh keberhasilan kelompok. Oleh karena itu setiap anggota kelompok harus mempunyai tanggung jawab penuh terhadap Salah satu model pembelajaran yang bersifat kooperatif tersebut adalah model Guided Inquiry Learning sebagaimana telah di uraikan di atas, maka pembelajaran tersebut merupakan solusi yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris pada siswa kelas XI TKJ-A di SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan di terapkan model pembelajaran Guided Inquiry Learning oleh guru/peneliti yang mengampunya yakni sebagai penulis sendiri. Penerapan pembelajaran dengan metode Guided Inquiry Learning / inkuiri terbimbing merupakan metode inkuiri dimana guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi. Dalam proses belajar mengajar dengan metode inkuiri terbimbing, siswa dituntut untuk menemukan konsep melalui petunjukpetunjuk seperlunya dari seorang guru. Guru mempunyai peran aktif dalam menentukan permasalahan dan tahap-tahap pemecahannya. Dengan pendekatan ini siswa belajar lebih Aris Sunarno. Upaya Meningkatkan Aktivitas . berorientasi pada bimbingan dan petunjuk dari guru hingga siswa dapat memahami konsep-konsep Pada pendekatan ini siswa akan dihadapkan pada tugas-tugas yang relevan untuk diselesaikan baik melalui diskusi kelompok maupun secara individual agar menyelesaikan masalah dan menarik suatu kesimpulan secara mandiri. Pada dasarnya siswa selama proses belajar berlangsung akan memperoleh pedoman sesuai dengan yang diperlukan. Pada tahap awal, guru banyak memberikan bimbingan, kemudian pada tahap-tahap berikutnya, bimbingan tersebut dikurangi, sehingga siswa mampu melakukan proses inkuiri secara mandiri. Pada pembelajaran Bahasa Inggris, bimbingan yang diberikan dapat berupa pertanyaan-pertanyaan dan diskusi multi arah yang dapat menggiring siswa agar dapat memahami konsep pelajaran Bahasa Inggris. samping itu, bimbingan dapat pula diberikan melalui lembar kerja siswa yang terstruktur. Selama berlangsungnya proses belajar, guru harus memantau kelompok diskusi siswa, sehingga guru dapat mengetahui dan memberikan petunjukpetunjuk yang diperlukan oleh siswa. Pembelajaran Guided Inquiry Learning Pembelajaran Guided Inquiry Learning/Inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan merancang dan menemukan sendiri konsep-konsep dalam belajar akan membuat materi tersebut lebih lama tersimpan dalam ingatan Pada inkuiri terbimbing peran siswa lebih dominan dan siswa lebih aktif sedangkan guru mengarahkan dan membimbing siswa ke arah yang tepat/benar. Berdasarkan telaah pustaka yang telah dilakukan penulis, dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing siswa dapat mengonstruksi pengetahuan melalui eksperimen, proses berpikir dan bertanya, dan dengan adanya kombinasi antara motivasi belajar dan pemilihan model pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tahapan pembelajaran inkuiri terbimbing . uided inquiry Learnin. /langkah-Langkah Pendekatan Inkuiri Terbimbing secara tabulasi adalah sebagai berikut: Tabel 1 Langkah-langkah Pembelajaran Guided Inquiry Learning Tahapan Pembelajaran Introduction . Questioning . Planning . Implementing . Concluding . Reporting . Aktivitas Guru Memperkenalkan dan mengarahkan siswa terhadap topik yang akan disajikan. Menemukan pengetahuan awal yang dimiliki oleh siswa terhadap topik. Menemukan kesalahan konsep yang dimiliki oleh siswa. Menuntun siswa merumuskan permasalahan dan Menuntun siswa untuk merencanakan eksperimen dengan beberapa pertanyaan. Apa bahan dan alat yang kalian butuhkan? Apa prosedur yang akan kalian lakukan untuk mengumpulkan data? Bagaimana kalian melakukan observasi dan merekam data? Menuntun siswa dalam menggunakan alat dan bahan. Menuntun siswa dalam melakukan prosedur Menuntun siswa dalam mengobservasi dan merekam data. Menuntun siswa untuk merumuskan suatu kesimpulan berdasarkan bukti-bukti yang di dapat dan hipotesis yang telah dirumuskan. Menuntun siswa dalam melaporkan hasil eksperimen yang telah dilakukan melalui kegiatan diskusi. Siswa Memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Merumuskan permasalahan dan Membuat prosedur eksperimen. Menentukan alat dan bahan yang akan digunakan. Menentukan teknik observasi yang akan dilakukan. Menentukan teknik merekam Menggunakan alat dan bahan. Melakukan prosedur Melakukan kegiatan observasi dan merekam data yang Merumuskan kesimpulan berdasar bukti-bukti yang di dapat dan hipotesis yang telah dirumuskan. Melaporkan hasil yang telah diperoleh dalam bentuk makalah, dipresentasikan kepada temannya Aris Sunarno. Upaya Meningkatkan Aktivitas . Model pembelajaran Guided Inquiry Learning merupakan model yang membelajarkan kepekaan siswa di bawah bimbingan seorang guru terhadap permasalahan yang ada di sekitarnya melalui analisis contoh-contoh berupa gambargambar/foto/kasus yang bermuatan masalah. Siswa diarahkan untuk mengidentifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan masalah, dan menemukan cara pemecahan masalah yang paling efektif, serta melakukan tindak lanjut. Pengertian Aktivitas Belajar Adanya perubahan paradigma pendidikan saat ini menuntut dilakukannya perubahan proses pembelajaran di dalam kelas. Peran guru saat ini diarahkan untuk menjadi fasilitator yang dapat membantu siswa dalam belajar, bukan sekedar menyampaikan materi saja. Guru harus mampu melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran secara optimal. Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kegiatan pembelajaran, sehingga siswa mampu mengaktualisasikan kemampuannya di dalam dan di luar kelas. Aktivitas belajar adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas secara sadar yang dilakukan oleh seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya, berupa perubahan pengetahuan atau kemahiran yang sifatnya tergantung pada sedikit banyaknya perubahan. Aktivitas dalam proses belajar mengajar adalah rangkaian kegiatan yang meliputi keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran, bertanya hal yang belum jelas, mencatat, mendengar, berpikir, membaca dan segala kegiatan yang dilakukan yang dapat menunjang prestasi Hasil Belajar Siswa Belajar dapat terjadi dengan sendirinya, dalam arti tanpa bantuan orang lain, tetapi ada kalanya memerlukan bimbingan sekalipun akhirnya yang belajar adalah pelajar itu sendiri. Inilah yang disebut belajar Menurut Aunurrahman . , siswa adalah suatu organisme yang hidup. Dalam dirinya terkandung banyak kemungkinan dan potensi yang hidup dan sedang berkembang. Dalam kegiatan pembelajaran setiap siswa terdapat Ayprinsip aktifAy yakni keinginan berbuat dan bekerja sendiri. Prinsip Pembelajaran perlu mengarahkan tingkah laku menuju ke tingkat perkembangan yang diharapkan. Potensi yang hidup perlu mendapat kesempatan berkembang ke arah tujuan tertentu. Sardiman . berpendapat bahwa pemenuhan kebutuhan untuk bergaul dan mengenal siswa, guru dan orang lain merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan sosial siswa. Dalam hal ini sekolah dipandang sebagai lembaga tempat bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan, guru dapat membangkitkan dan menciptakan suasana kerja sama, tolong-menolong dan pengalaman belajar yang lebih baik, atau aktivitas ini lebih dikenal dengan aktivitas sosial. Unsur-unsur Dasar Pembelajaran Kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Adapun berbagai elemen dalam pembelajaran kooperatif adalah adanya: Au. saling ketergantungan positif. interaksi tatap muka. akuntabilitas individual, dan . keterampilan untuk menjalin hubungan antar pribadi atau keterampilan sosial yang secara sengaja diajarkanAyAunurrahman . Penelitian tentang kooperatif telah dilakukan pada tahun 1920 oleh Social Psychological tetapi penelitian secara aplikasi khusus dari pembelajaran kooperatif dalam kelas baru dimulai pada tahun 1970. Pada saat itu empat mengembangkan metode pembelajaran kooperatif dalam kelas. Sejak saat itu para peneliti di seluruh dunia mulai menerapkan pembelajaran kooperatif dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, dan pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang sangat cocok. METODE Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2016 semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan pada SMK Negeri 1 Donorojo, yang beralamat di Desa Jajar Kecamatan Donorjo Kabupaten Pacitan. Adapun subyek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ-A) semester genap pada SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan tahun pelajaran 2015/2016, dengan Jumlah adalah sebanyak 31 siswa. Sedangkan data yang diperlukan untuk memperoleh gambaran tentang efektivitas pembelajaran model Guided Inquiry Learning dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI TKJ-A, maka peneliti akan menggunakan tiga dokumen sebagai sumber data: Dokumen Hasil Belajar Siswa. Dokumen Aktivitas Belajar Siswa. Dokumen Hasil Penilaian Kinerja Kelompok. Sedangkan data yang diperlukan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar Aris Sunarno. Upaya Meningkatkan Aktivitas . siswa ini akan dikumpulkan dengan teknik: . Tes . Observasi/pengamatan. Rubrik Penilaian Kinerja Kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pembelajaran model Guided Inquiry Learning dalam meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa kelas XI TKJ-A di SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan. Pelajaran Bahasa Inggris, maka untuk analisisnya menggunakan teknik non statistik. Yaitu hanya akan membandingkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada siklus dan pertemuan yang berjalan dengan nilai hasil belajar yang diperoleh pada siklus dan pertemuan sebelumnya. Adapun Indikator keberhasilan dalam peneliitian yang diharapkan Terdapat aktivitas pembelajaran bahasa Inggris dengan efektivitas pembelajaran model Guided Inquiry Learning yang dilakukan pada siswa kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan dalam Memahami percakapan sederhana sehari-hari baik dalam konteks profesional maupun pribadi dengan orang bukan penutur asli terdapat peningkatan. Penerapan pembelajaran model Guided Inquiry Learning bagi siswa dalam Memahami percakapan sederhana sehari-hari baik dalam konteks profesional maupun pribadi dengan orang bukan penutur asli lebih menyenangkan. Secara klasikal ketuntasan siswa yang mendapat nilai lebih dari atau sama dengan 75 dan >80% siswa yang tuntas dalam pelajaran bahasa Inggris. Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dengan kaidah dalam penelitian tindakan kelas, yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya, dengan rincian sebagai berikut: XI TKJ-A SMKN 1 Donorojo Kabupaten Pacitan guru/peneliti meminta bantuan siswa untuk mempersiapkan gambar yang telah dibuat dan sekaligus pembentukan kelompok siswa. Siklus 1 Perencanaan Pada tahap perencanaan peneliti memberikan penjelasan kepada siswa tentang penerapan pembelajaran Model Guided Inquiry Learning serta aturan mainnya dalam pelajaran bahasa Inggris terutama dalam memahami materi tentang percakapan sederhana sehari-hari baik dalam konteks profesional maupun pribadi dengan orang bukan penutur asli dan sekaligus menyusun instrumen dan evaluasi. Pelaksanaan Pelaksanaan pada siklus 2 guru memberikan penekanan kepada siswa agar belajar menggunakan bahan ajar yang ada, memotivasi siswa agar mampu belajar secara aktif, memberikan arahan agar siswa mampu bekerja sama dengan anggota kelompok yang lain dan meminta bantuan siswa untuk mempersiapkan gambar yang telah dibuat dan sekaligus pembentukan kelompok siswa. Sekaligus Guru cenderung membimbing/menuntun siswa untuk merumuskan suatu kesimpulan berdasarkan bukti-bukti yang di dapat dan hipotesis yang telah Pelaksanaan Pelaksanaan pembelajaran Model Guided Inquiry Learning yang dilakukan pada siswa kelas Observasi Observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran dengan penerapan Model Guided Inquiry Learning yang dilakukan pada siswa kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Kabupaten Pacitan, maka selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan observasi yang dilakukan oleh teman sejawat peneliti yang sama-sama mengajar Bahasa Inggris. Peneliti melibatkan observer ini dengan tujuan untuk menjaga objektivitas dalam melakukan observasi dan penilaian. Refleksi Guna melihat aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang dilakukan, maka selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan observasi yang dilakukan oleh teman sejawat peneliti yang sama-sama mengajar Bahasa Inggris. Peneliti melibatkan observer ini dengan tujuan untuk menjaga objektivitas dalam melakukan observasi dan penilaian pembelajaran Model Guided Inquiry Learning yang dilakukan pada siswa kelas XI TKJA SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan. Siklus 2 Perencanaan Melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi/refleksi pada siklus sebelumnya dengan memperhatikan kelemahan yang terjadi, dan guru/peneliti memberikan penjelasan kepada siswa tentang penerapan pembelajaran Model Guided Inquiry Learning serta aturan mainnya, guna perbaikan pada siklus 2 dengan memperkenalkan dan mengarahkan siswa terhadap topik yang akan Observasi Jurnal Humaniora. Vol. No. Oktober 2021. Hal. Hasil observasi yang dilakukan pada siklus 2 memberikan penilaian dan observasi terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran pada masing-masing pertemuan ini diperoleh keterangan bahwa aktivitas belajar siswa pada pertemuan ini diharapkan adalah termasuk kategori baik, sehingga terjadi peningkatan pembelajaran yang dilakukan. Refleksi Berdasarkan hasil yang observasi diperoleh siswa mengenai hasil belajarnya dari beberapa pertemuan, masih ada siswa yang dianggap belum Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan model Guided Inquiry Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris umtuk siswa Kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kondisi Awal Hasil belajar siswa yang digambarkan dengan nilai prestasi siswa pada kondisi awal adalah nilai yang diperoleh siswa sebelum diterapkannya pembelajaran dengan Guided Inquiry Learning. Mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran wajib bagi seluruh siswa untuk semua tingkatan. Rekapitulasi nilai yang diperoleh siswa sebelum penelitian tindakan kelas . ondisi awa. , adalah sebagai Tabel 1 Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar Siswa pada Kondisi Awal Uraian Rata-rata nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Jumlah Siswa tuntas Jumlah Siswa Belum tuntas Keterangan Berdasarkan data dalam tabel di atas, terlihat bahwa nilai rata-rata yang diraih siswa kelas XI TKJ-A ini baru mencapai 62,7. Kemudian nilai tertingginya adalah 75 sama dengan KKM, sedangkan nilai terendahnya adalah 40. Dengan melihat tingkat ketuntasan belajar siswa dalam kondisi awal yakni sebelum dilakukannya penelitian tindakan kelas (PTK) sebagaimana dikemukakan dalam tabel dan grafik di atas, yang masih dianggap masih rendah tingkat keberhasilannya, maka guru harus berupaya untuk mencari solusi guna meningkatkan keberhasilan siswa dalam menerima materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Guru harus mengevaluasi seluruh elemen yang terlibat dalam proses belajar mengajar, sehingga solusi penyelesaian masalah dapat ditemukan dengan tepat. Melihat kondisi ini seorang guru dituntut mempunyai kejelian dalam mengevaluasi proses belajar mengajar sangat diperlukan agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sekaligus sebagai langkah evaluasi diri karena semula hanya menggunakan metode ceramah dengan buku-buku dan bahan ajar yang ada serta proses belajar masih bersifat teacher centered. Siklus 1 Perencanaan Pada perencanaan awal yang dilakukan adalah menentukan materi pokok untuk diberikan kepada siswa yaitu dengan memahami percakapan sederhana sehari-hari baik dalam konteks profesional maupun pribadi dengan orang bukan penutur asli, dengan memberikan penjelasan kepada siswa tentang penerapan pembelajaran Model Guided Inquiry Learning serta aturan Pelaksanaan Tindakan Pada pelaksanaan yang dilakukan guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui LCD, meminta bantuan siswa untuk mempersiapkan gambar yang telah dibuat dan membimbing siswa dalam pembelajaran. Guru melakukan observasi aktivitas siswa secara individu maupun dalam kelompok oleh observer dan guru meminta salah seorang anggota kelompok masing-masing mempresentasikan hasil kerjanya dalam kelompok masing-masing. Observasi dan Penilaian Guna melihat aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, maka selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan observasi yang dilakukan oleh teman sejawat peneliti yang sama-sama mengajar Bahasa Inggris. Peneliti melibatkan observer ini dengan tujuan untuk menjaga objektivitas dalam melakukan observasi dan Hasil observasi tentang aktivitas belajar siswa yang dilakukan pada pertemuan ke-1 ini rekapitulasi datanya dikemukakan pada tabel Tabel 2 Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar Siswa Aris Sunarno. Upaya Meningkatkan Aktivitas . Uraian Rata-rata nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Jumlah Siswa tuntas Jumlah Siswa Belum tuntas Keterangan Berdasarkan data dalam tabel di atas, terlihat bahwa rata-rata nilai yang diperoleh adalah sebesar 65,5, nilai tertingginya 80 serta nilai terendahnya adalah masih tetap sama dengan hasil tes awal Nilai hasil belajar ini jika dibandingkan dengan hasil penilaian pada kondisi awal bahwa nilai yang diperoleh siswa pada pertemuan ke-1 lebih baik dari nilai pada kondisi awal. Adanya sedikit peningkatan nilai hasil belajar ini menunjukkan adanya pergerakan positif dari penerapan pembelajaran model Guided Iquiry Learning dalam meningkatkan hasil belajar, hal ini tentunya jika dibandingkan dengan tingkat ketuntasan belajar siswa pada hasil penilaian sebelum dilakukannya tindakan pembelajaran yang bersifat kooperatif. Selanjutnya karena siswa melaksanakan proses pembelajaran secara berkelompok, yang setiap kelompoknya terdiri dari 5 dan 6 orang, maka kinerja kelompok belajar siswa juga diobservasi dan dinilai. Hasil Penilaian kinerja kelompok pada pertemuan ke-1 ini adalah: Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Penilaian Kinerja Kelompok Aspek yang Dinilai Sikap Pendapat Bahasa Kreativitas Kebenaran substansi Penyajian materi Visual/grafis Laporan hasil diskusi kelompok Jumlah Rata-rata skor Kategori Cukup Berdasarkan data dalam tabel di atas, diketahui bahwa seluruh kelompok masih berkategori cukup. Ini tentu harus ada tindakan untuk meningkatkan kinerja kelompok belajar Refleksi Dengan melihat hasil penilaian pada pembelajaran di pertemuan ke-1 ini, maka yang masih dianggap lemah adalah pada aktivitas belajar siswa aspek mengamati dan mempertanyakan halhal yang kurang jelas kepada guru maupun dengan sesama anggota kelompoknya, maka refleksi yang dilakukan adalah : guru memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan aktivitas belajarnya baik secara individu maupun dalam kelompok, melakukan penekanan kepada siswa agar belajar harus selalu dilakukan secara terus menerus dengan memanfaatkan segala sumber yang ada secara maksimal dan membina siswa agar mampu kerja sama dalam kelompok. Sehingga perlu adanya perbaikan pada siklus berikutnya. Siklus 2 Cukup Kelompok Cukup Cukup Cukup Cukup Perencanaan Pada kegiatan siklus 2 guru/peneliti melakukan refleksi terhadap hasil pada kelemahan/kelebihan yang terjadi pada siklus sebelumnya dengan memperhatikan materi pokok untuk diberikan kepada siswa. Melakukan perbaikan tentang penerapan pembelajaran Model Guided Inquiry Learning serta aturan mainnya dan sekaligus membagi siswa ke dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang, memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mempelajari materi pelajaran dengan dipimpin oleh ketua kelompok. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan pada siklus 2 sebenarnya memberikan penekanan yang lebih dengan memperhatikan penekanan kepada siswa agar belajar menggunakan bahan ajar yang ada, memberikan arahan agar siswa mampu bekerja sama dengan anggota kelompok yang lain. Meminta bantuan siswa untuk mempersiapkan gambar yang telah dibuat dan sekaligus pembentukan kelompok siswa dengan Memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa Jurnal Humaniora. Vol. No. Oktober 2021. Hal. memperhatikan/menganalisis Sekaligus meminta siswa untuk melihat dan menelaah gambar yang disajikan secara seksama, agar detil gambar dapat dipahami oleh siswa. Observasi dan Penilaian Observasi yang dilakukan oleh rekan sejawat atas aktivitas belajar siswa pada siklus 2 telah menunjukkan ke arah yang lebih baik dari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Berdasarkan data dalam tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa beraktivitas belajar secara baik, bahkan yang termasuk kategori sangat baik juga mengalami peningkatan. Hal ini berarti aktivitas belajar siswa pada pertemuan ini lebih baik dari pada aktivitasnya pada pertemuanpertemuan sebelumnya. Sebagaimana pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, pada pertemuan ini, pembelajaran tetap dilakukan dengan membentuk 6 kelompok. Tabel 4 Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar Siswa Uraian Rata-rata nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Jumlah Siswa tuntas Jumlah Siswa Belum tuntas Keterangan Berdasarkan data dalam tabel di atas, terlihat bahwa nilai rata-rata siswa adalah 80,8, nilai tertingginya sebesar 95, nilai nilai terendahnya Nilai hasil belajar pada pertemuan ke 5 ini lebih baik dan meningkat dari hasil penilaian yang diperoleh pada pertemuan sebelumnya. Dari 31 orang siswa pada kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorjo Kabupaten Pacitan pada pertemuan ke-2 siklus 2 ini bahwa siswa yang telah dianggap tuntas adalah sebanyak 27 orang siswa . %) sedangkan sisanya yakni sebanyak 4 orang . %) masih dianggap belum tuntas. Tabel 5 Rekapitulasi Hasil Penilaian Kinerja Kelompok Aspek yang Dinilai Sikap Pendapat Bahasa Kreativitas Kebenaran substansi Penyajian materi Visual/grafis Laporan hasil diskusi kelompok Jumlah Rata-rata skor Kategori Berdasarkan data yang dikemukakan pada tabel di atas, terlihat bahwa pada pertemuan ini seluruh kelompok telah termasuk memiliki kinerja yang baik. Refleksi Dengan melihat hasil pada pertemuan ini sebagaimana telah dikemukakan pada tabel-tabel dan uraian di atas, refleksi yang dilakukan adalah: Meningkatkan kembali aktivitas siswa dengan memberikan arahan terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai. Memberikan rangkuman materi pelajaran Mengingatkan kembali arti pentingnya kerja Pembahasan Baik Baik Kelompok Baik Baik Baik Baik Sebagai upaya untuk memperbaiki proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dilaksanakan dengan menerapkan pembelajaran model Guided Inquiry Learning. Pemberian tindakan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan pada mata pelajaran Bahasa Inggris serta membuat variasi dalam penerapan model pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan, sehingga dengan dua siklus berarti penerapan model pembelajaran Guided Inquiry Learning dilaksanakan dalam 6 kali pertemuan. Dalam setiap kali pertemuan penelitian terbagi ke dalam empat Aris Sunarno. Upaya Meningkatkan Aktivitas . yakni perencanaan, tindakan, observasi dan penilaian serta refleksi. Selama kegiatan pembelajaran peneliti memberikan tindakan dan penilaian terhadap aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Tindakan yang diberikan adalah guru bertindak selaku guide . memberikan tuntunan atau bimbingan terhadap siswa yang berada dalam kelompoknya masing-masing. Dengan tuntunan yang bersifat kelompok diharapkan akan lebih efektif dan efisien. Karena sekali memberikan tuntunan berarti guru menuntun 4 sampai dengan 5 orang siswa sesuai dengan jumlah anggota kelompoknya. Secara singkat hasil belajar siswa sebagai efek dari pemberian tindakan dan penilaian terlihat dari peningkatan nilai hasil belajar yang diperoleh siswa seperti dapat dilihat dari grafik berikut: Gambar 1. Hasil Belajar Siswa Kelas XI TKJ-A dengan menerapkan Pembelajaran Model Guided Inquiry Learning 1 dan pertemuan ke- 2 nilai terendah tetap 60. Selanjutnya uraian dan data di atas menunjukkan bahwa pembelajaran model Guided Inquiry Learning dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa pada kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus 1 ditemukan beberapa kelemahan yang menghambat tercapainya tujuan pembelajaran. Kelemahan yang terjadi pada siklus 1 pertemuan ke-1 dan ke-2 tampaknya siswa belum serius dalam mengikuti pelajaran dengan Guided Inquiry Learning karena masih melihat catatan atau buku pendukung lainnya dalam menjelaskan setiap soal dan kurang mengeksplor setiap jawaban soal. samping itu tidak semua siswa memiliki aktivitas yang baik selama proses pembelajaran berlangsung, baik pada saat menyampaikan, menanggapi dan mengajukan pertanyaan pada saat pembahasan soal. Namun pada pertemuan-pertemuan berikutnya siswa sudah merasa nyaman dengan model Guided Inquiry Learning tersebut, bahkan ada kompetisi dari setiap kelompok untuk menjadi yang terbaik. Dengan melihat adanya peningkatan hasil belajar siswa, maka berarti pembelajaran model Guided Inquiry Learning cukup efektif dalam upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan. PENUTUP Berdasarkan grafik di atas nilai hasil belajar siswa pada kondisi awal sebagian besar siswa Kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan memiliki nilai hasil belajar yang rendah. Pada kondisi awal nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan ini adalah 62,7 kemudian nilai rata-rata ini meningkat sedikit pada pertemuan ke1 yakni menjadi 65,6, meningkat kembali menjadi 69,3. Pada awal siklus 2 yakni pada pertemuan ke1 nilai rata-rata ini meningkat kembali menjadi 77,7 pada pertemuan ke-2 menjadi 80,8. Selanjutnya dari grafik di atas juga dapat dilihat bahwa nilai tertinggi yang diraih siswa pada awalnya adalah 75, kemudian meningkat pada pertemuan ke-1 menjadi 80, pada pertemuan ke-2 Sedangkan pada siklus 2 nilai tertinggi pada pertemuan ke-1 meningkat menjadi 90, dan pertemuan ke-2 menjadi 95. Nilai terendah pada mulanya adalah 40 demikian juga pada pertemuan ke-1, pada pertemuan ke 2 meningkat menjadi 50. Pada siklus 2 nilai terendah ini menjadi 60 pada pertemuan ke- Simpulan Berdasarkan data-data hasil penelitian tindakan kelas yang dikemukakan dalam bab sebelumnya, maka dapat ditarik simpulan sebagai Terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Guided Inquiry Learning hal ini ditandai dengan pembelajaran bahasa Inggris meningkat lebih baik, dari sebelumnya dalam kategori cukup meningkat menjadi kategori baik Terdapat Peningkatan hasil belajar siswa kelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan pembelajaran Guided Inquiry Learning. Dengan hasil nilai rata-rata semua 62,7 . ondisi awa. meningkat menjadi 65,5 . ertemuan ke-. meningkat lagi menjadi 69,3. Pada awal siklus 2 menjadi 77,7 . ertemuan ke-. dan meningkat menjadi 80,8 . ertemuan ke-. Jurnal Humaniora. Vol. No. Oktober 2021. Hal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Guided Inquiry Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas XI TKJ-A pada mata pelalajaran Bahasa Inggris di SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan tahun 2015/2016. Saran Sehubungan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, maka pada kesempatan ini ingin penulis mengajukan beberapa saran, yaitu: Bagi Sekolah Untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, hendaknya kepala sekolah selalu memotivasi guru untuk melakukan pembaruan proses pembelajaran yang dapat memudahkan siswa memahami materi pelajaran, proses pembaruan akan lebih baik jika dituangkan dalam suatu tulisan karya ilmiah yang berupa laporan hasil penelitian tindakan kelas. Bagi Guru Guru hendaknya menyesuaikan materi pelajaran dengan metode atau model pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran. Guru harus lebih rajin melakukan penelitian tindakan kelas, karena dari penelitian ini akan diperoleh cara terbaik dalam menyampaikan suatu materi pelajaran kepada siswa, di samping untuk meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme guru itu sendiri. DAFTAR PUSTAKA