Terbit online pada laman web jurnal: http://journal. id/index. php/JASENS JOURNAL OF APPLIED SMART ELECTRICAL NETWORK AND SYSTEMS (JASENS) Vol. 6 No. 10 - 16 ISSN Media Elektronik: 2723-5467 Implementasi Sistem SCADA dan PLC S7-300 untuk Otomatisasi Koreksi Berat Semen Pada Checkweigher Dinda Ayu Permatasari1. Alfian Raid Jiddan Al Fath 2 . Edi Sulistio Budi3 . Wahyu Tri Wahono4 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Malang dinda_ayu@polinema. id, 2 jiddanjr3@gmail. com, 3edi. sulistio@polinema. id, 4wahyu_tri@polinema. Abstract A Checkweigher is a device used to correct the weighing of cement. This system is designed to address issues found in the previous Checkweigher, which frequently measured below the setpoint, lacked stability, and had low precision. The old Checkweigher also had a limitation in that its weighing process could not be monitored remotely. The newly designed Checkweigher displays the weighing data on an HMI at the local control panel and is connected to a SCADA system for remote monitoring. The Checkweigher system is equipped with five correction zones: Underweight. Tendency(-), normal . Tendency( ), and Overweight, with a setpoint range of 40Ae40. 3 kg. Test results show that the Checkweigher functions properly, with an average load cell sensor error of 0. 118%, and most of the weighing results fall within the setpoint The system effectively reduces Underweight occurrences, with 30. 88% of weighings falling into zones 1 and 2 (Underweight and Tendency(-)), and 69. 12% falling into zones 3, 4, and 5 . Tendency( ), and Overweigh. Keywords: Checkweigher. PLC S7-300. Load Cell. SCADA. Correction System. Abstrak Checkweigher merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengoreksi penimbangan semen. Sistem ini dirancang untuk mengatasi masalah penimbangan dari Checkweigher lama yang penimbangannya sering dibawah setpoint, tidak stabil, dan kurang presisi. Pada Checkweigher yang lama mempunyai kelemahan yaitu penimbangannya tidak dapat dipantau secara jarak jauh. Pada Checkweigher yang dirancang ini display dan data penimbangan ditampilkan pada HMI di kontrol lokal dan terhubung ke sistem SCADA untuk pemantauan jarak jauh. Sistem Checkweigher yang dirancang memiliki 5 zona koreksi: Underweight. Tendency(-), normal . Tendency( ), dan Overweight, dengan set point 40Ae40,3 kg. Hasil pengujian menunjukkan Checkweigher bekerja baik, dengan rata-rata error sensor load cell 0,118% dan penimbangan lebih banyak masuk ke zona setpoint. Sistem ini berhasil meminimalisir Underweight, dengan 30,88% penimbangan masuk zona 1 dan 2 (Underweight dan Tendency(-)), serta 69,12% masuk zona 3, 4, dan 5 . Tendency( ), dan Overweigh. Kata Kunci: Checkweigher. PLC S7-300. Load Cell. SCADA. Sistem Koreksi. Diterima Redaksi : 26-04-2025 | Selesai Revisi : 09-06-2025 | Diterbitkan Online :30-06-2025 Pendahuluan dalam sistem penimbangan telah banyak diterapkan di sektor industri makanan dan farmasi karena Sistem Checkweigher terus menjadi perhatian kemampuannya dalam mengurangi deviasi berat . dalam berbagai bidang industri semen karena Selain itu, integrasi sistem kontrol seperti PLC dan efisiensinya dalam menangani produk secara cepat dan SCADA telah terbukti meningkatkan keandalan sistem akurat . Di dunia modern, peralatan elektronik otomatisasi dan mempermudah pengawasan jarak jauh digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk terhadap performa alat produksi . Hal ini membuat semua tugas inspeksi Sistem penimbangan yang digunakan sebelumnya yang berkaitan dengan barang-barang yang diproduksi di perusahaan semen PT XX ini masih berbasis menjadi lebih mudah . , sehingga perusahaan semen teknologi lama, yakni rak mikrokontroler yang pada PT XX tersebut dapat memastikan bahwa setiap dikombinasikan dengan sensor LVDT (Linear Variable material yang digunakan dalam proses produksinya Differential Transforme. Meskipun sistem tersebut memenuhi standar yang ditetapkan. telah digunakan cukup lama, performa penimbangan Beberapa kerap kali tidak stabil dan menunjukkan tingkat akurasi mengembangkan sistem Checkweigher dengan yang rendah. Secara teknis, degradasi performa LVDT pendekatan berbasis sensor digital dan kontrol otomatis ini memang bisa ditanggulangi dengan penggantian untuk meningkatkan presisi dan efisiensi produksi. unit baru. Namun, pendekatan ini bersifat kuratif dan Misalnya, penggunaan load cell untuk akurasi tinggi Dinda Ayu Permatasari1. Alfian Raid Jiddan Al Fath 2 . Edi Sulistio Budi3 . Wahyu Tri Wahono4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 10 Ae 16 tidak menjawab kebutuhan jangka panjang terhadap keputusan berbasis data . Dengan demikian, sistem yang lebih robustdan future-proof. Selain itu, sistem ini memungkinkan pengawasan jarak jauh yang LVDT memiliki keterbatasan dalam hal umur pakai, lebih responsif dan meminimalkan intervensi manual sensitivitas terhadap gangguan elektromagnetik, serta dalam proses produksi . Kinerja sistem yang kompleksitas dalam kalibrasi jika dibandingkan ditingkatkan ini diharapkan dapat mendukung dengan load cell . Oleh karena itu, terdapat keberlanjutan operasional pabrik secara optimal dan kebutuhan yang signifikan untuk mengeksplorasi solusi adaptif terhadap kondisi industri modern. alternatif berupa penggunaan sensor yang lebih andal dan mudah diintegrasikan dengan sistem kontrol Metode Penelitian Untuk menjawab tantangan tersebut, dilakukan Berikut merupakan beberapa metode dari penelitian ini. modifikasi sistem penimbangan dengan mengganti Metode penelitian ini akan dijelaskan menggunakan sensor LVDT menjadi empat buah load cell, serta diagram blok sistem dan diagram blok kontrol seperti mikrokontroler dibawah ini. ke Programmable Logic Controller (PLC) Siemens S72. Diagram Blok Sistem Modifikasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan akurasi pengukuran, tetapi juga Sistem dari Checkweigher yang digunakan untuk dan memudahkan perawatan, kompatibilitas jangka panjang, sistem koreksi penimbangan berat semen yang serta fleksibilitas dalam integrasi sistem industri. Load dirancang berdasarkan hasil kajian dan studi literatur cell, yang bekerja dengan prinsip konversi gaya dari penelitian sebelumnya dapat dilihat pada Gambar 1 menjadi sinyal listrik, terbukti memberikan tingkat dibawah ini. akurasi tinggi serta lebih stabil terhadap gangguan lingkungan . Adapun pemilihan PLC S7-300 bukan semata-mata karena "keandalannya" secara umum, melainkan karena arsitektur modular, dukungan . Profine. , kompatibilitasnya yang tinggi terhadap sensor analog seperti load cell melalui modul input analog . Checkweigher yang dikembangkan bukan hanya sekadar alat timbang statis, tetapi juga melakukan koreksi berat secara otomatis. Sistem ini mampu mendeteksi berat dan membaginya ke dalam lima zona Overweight. Tendency ( ). Normal. Tendency (-). Gambar 1 Diagram Blok Sistem dan Underweight terhadap set point yang diinginkan, yaitu 40 Ae 40,3 kg. Jika terdeteksi kondisi over atau under, sistem secara otomatis mengirimkan sinyal Berikut merupakan penjelasan dari diagram blok sistem koreksi ke server, lalu diteruskan ke mesin roto diatas: packer untuk menyesuaikan proses pengisian semen. Dalam kondisi normal, sistem tidak mengirim sinyal Sistem ini menggunakan sumber daya 220VAC yang koreksi, sehingga proses tetap berjalan secara optimal. mengalirkan listrik ke PSU SITOP 24VDC. PSU ini Dengan pendekatan ini, koreksi berat bukan sekadar mengubah tegangan AC 220V menjadi DC 24V untuk solusi untuk "menghindari underweight", tetapi juga mengoperasikan perangkat kontrol seperti PLC merupakan bagian dari strategi kontrol adaptif terhadap SIMATIC S7-300 dan HMI TP900 Comfort. PLC dinamika proses pengisian, seperti variasi tekanan bertugas mengendalikan proses berdasarkan sinyal udara, keausan mekanis, dan getaran mesin. input dan output, sementara HMI memungkinkan Pada sistem Checkweigher lama, data hasil operator memantau dan mengontrol proses secara lokal. penimbangan tidak dapat dipantau secara real-time dari Semua perangkat ini ditempatkan di dalam control box. jarak jauh, sehingga menyulitkan pengawasan performa Modul Digital Input 16xDC 24V menerima sinyal dari sistem di plant. Oleh karena itu, sistem yang perangkat seperti photocell . ntuk mendeteksi kantong dikembangkan dilengkapi antarmuka HMI (Human seme. dan sinyal biner . ntuk menampilkan spout Machine Interfac. yang menampilkan data berat number ke HMI). Modul Digital Output 16xDC 24V / secara real-time dan memungkinkan operator mengatur 0. 5A mengontrol sinyal seperti Underweight, nilai set point dengan mudah . Data yang Overweight. Tendency , dan Tendency - yang dikirim ditampilkan pada HMI ini juga dikirim ke sistem ke server untuk diproses oleh Roto packer. Sinyal SCADA (Supervisory Control and Data Acquisitio. Belt_Pulse digunakan untuk menghitung pulsa saat Integrasi HMI dan SCADA tidak hanya meningkatkan kantong semen bergerak ke Checkweigher. Siwarex efisiensi pemantauan, tetapi juga memberikan feedback Weighing Module membaca data dari Load Cell untuk loop langsung yang memudahkan pengambilan mengolah informasi berat semen. Load Cell, yang Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Dinda Ayu Permatasari1. Alfian Raid Jiddan Al Fath 2 . Edi Sulistio Budi3 . Wahyu Tri Wahono4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 10 Ae 16 ditempatkan di bawah Checkweigher, mengukur berat Tendency semen dan mengirim datanya ke modul Siwarex. Sistem ini juga terintegrasi dengan SCADA untuk Tendency pemantauan jarak jauh, dengan komunikasi antara PLC dan SCADA menggunakan kabel Profinet. Overweight Diagram Blok Kontrol h 0,05 g h Oe 0,05 h Oe 0,2 Diagram Blok Kontrol dibawah menggambarkan sistem Dengan rumus diatas maka berat semen akan selalu koreksi untuk mengkoreksi berat semen yang sedang terjaga dan akan sesuai dengan range set point berat Koreksi berat semen ini menggunakan yang diinginkan sehingga dengan sistem koreksi sensor load cell yang mana load cell tersebut tersebut diharapkan dapat membuat konsumen lebih disambungkan ke modul siwarex agar dapat melakukan puas dan untuk penambahan dan pengurangan berat Sistem koreksi semen seperti diatas dapat diubah ubah sesuai kondisi menggunakan sistem zona yaitu pada koreksi ini lapangan. Diagram blok kontrol dapat dilihat pada menggunakan 5 zona koreksi dan menggunakan 4 Gambar 2. perintah koreksi yaitu Underweight. Tendency -. Tendency , dan Overweight. Semua sistem koreksi dari Checkweigher sinyalnya akan dikirimkan ke server yang kemudian server akan mengolah data dan mengirimkan perintah koreksi ke packing machine . oto packe. yang bertugas untuk mengisi kantong Gambar 2. Diagram Blok Kontrol semen dengan berat sesuai range set point yaitu 40 kgO berat semen <40,3 kg. Berikut merupakan penjelasan dari diagram blok Berikut merupakan jenis jenis zona dan range beratnya Dalam sistem Checkweigher, terdapat beberapa dapat dilihat pada tabel 1: komponen utama yang memiliki peran penting dalam memastikan berat semen yang diproduksi sesuai Tabel 1 Jenis Zona dan Range Berat dengan standar yang telah ditentukan. Pertama, server Jenis Zona Pengertian Range Berat berperan sebagai pusat kendali yang bertugas Zona 1 Berat semen 39,7 kg> Berat menentukan set point penimbangan berat semen. Selain (Underweigh. dibawah set point Semen >39 kg itu, server juga menerima hasil koreksi dari sistem Checkweigher dan mengirimkan sinyal koreksi ke roto Zona 2 Berat semen 39,7 kgO Berat packer, sehingga proses pengisian semen dapat (Tendency -) sedikit dibawah Semen <40 kg disesuaikan agar sesuai dengan set point yang Selanjutnya, roto packer bertanggung jawab untuk Zona 3 (Range Berat semen 40 kgO Berat melakukan pengisian semen ke dalam kemasan dengan Set poin. sesuai range set Semen <40,3 berat yang mengacu pada nilai set point yang telah dikirimkan oleh server. Proses pengisian ini dikendalikan oleh filling tube, yaitu komponen yang Zona 4 Berat semen 40,3 kgO Berat bertugas untuk membuka dan menutup valve pengisian (Tendency ) sedikit diatas set Semen <40,5 pada roto packer, sehingga aliran semen dapat dihentikan atau dilanjutkan sesuai kebutuhan. Untuk mengukur berat semen, sistem menggunakan Zona 5 Berat semen 40,5 kgO Berat load cell yang dipasang pada Checkweigher. Load cell (Overweigh. diatas set point Semen <42 kg ini berfungsi menimbang semen yang berada di atasnya, dan hasil penimbangan tersebut akan dikategorikan ke dalam zona berat mode operasi. Zona ini dibagi menjadi lima kategori, yaitu zona Underweight. Berikut merupakan rumus perintah koreksi dari sistem Tendency(-), normal. Tendency( ), dan Overweight. koreksi Checkweigher dapat dilihat pada tabel 2 : Setiap zona menggambarkan sejauh mana hasil Tabel 2 Rumus Perintah Koreksi penimbangan mendekati atau menjauh dari nilai set Perintah Koreksi Rumus Terakhir, zona berat mode operasi ini berfungsi untuk Underweight h menentukan jenis koreksi yang akan dikirimkan 0,2 kembali ke server. Masing-masing zona memiliki nilai Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Dinda Ayu Permatasari1. Alfian Raid Jiddan Al Fath 2 . Edi Sulistio Budi3 . Wahyu Tri Wahono4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 10 Ae 16 koreksi yang berbeda, baik dalam bentuk penambahan berat semen sesuai. Jika berat semen sudah sesuai, maupun pengurangan, dan nilai tersebut dapat diatur proses selesai. Flowchart ini menggambarkan sistem ulang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Dengan kontrol berat yang terintegrasi antara Roto packer. Belt sistem ini, proses pengisian semen menjadi lebih presisi conveyor. Checkweigher, dan server untuk memastikan dan dapat dikontrol secara otomatis serta efisien. akurasi berat semen yang diproduksi. Perancangan Software Hasil dan Pembahasan Berikut merupakan perancangan software dari alat yang Berikut merupakan hasil dan pembahasan dari dibuat dan dapat dilihat pada Gambar 3: penelitian ini. pengujian ini juga menguji keakuratan pengukuran dari sensor load cell. Pengujian Sensor Load Cell Pengujian sensor load Z6FC3 100 kg untuk pembuatan Checkweigher bertujuan untuk memastikan bahwa sensor ini dapat bekerja dengan baik sesuai kebutuhan Kemudian, sensor ini mampu mengukur berat dengan akurat dan dapat mendeteksi perubahan kecil dalam berat, karena Checkweigher digunakan untuk memeriksa berat produk secara presisi. Tujuan kalibrasi yaitu agar sensor dapat mengukur berat barang yang ditimbang sesuai dengan berat aslinya dan pada pengujian dan kalibrasi ini menggunakan tesweight yang telah ditera oleh badan metrologi untuk melakukan pengujian. Berikut merupakan hasil 3 Hasil pengujian Sensor Load Cell menggunakan pengujianTabel load cell dapat dilihat pada tabel 3. Tesweight Pengujian sensor load cell Z6FC3 pada sistem penimbangan Checkweigher dilakukan menggunakan alat uji tesweight dengan berat bervariasi dari 5 kg Gambar 3 Perancangan software alat hingga 40 kg. Tabel 3 menunjukkan bahwa sensor Flowchart tersebut menggambarkan proses pengisian bekerja dengan akurasi tinggi. Pada berat 5 kg, hasil zak semen dengan berat 40 kg menggunakan Roto penimbangan adalah 5. 02 kg, sedangkan untuk 10 kg, packer dan sistem kontrol berat yang melibatkan Belt 20 kg, dan 25 kg, hasilnya masing-masing 10. 01 kg, conveyor dan Checkweigher. Proses dimulai dengan 20. 01 kg, dan 25. 01 kg. Sementara itu, pada berat 40 kg. Roto packer mengisi zak semen dengan berat target 40 hasil pengukuran tepat di angka 40. 00 kg. Selisih antara Sistem kemudian memeriksa apakah pengisian berat tesweight dengan hasil penimbangan sangat kecil, sudah memenuhi target berat tersebut. Jika sudah. Roto hanya 0. 01 kg hingga 0. 02 kg, yang masih dalam batas packer mengirimkan zak semen ke Belt conveyor 1, toleransi untuk alat industri. Perbedaan ini yang kemudian memindahkannya ke Belt conveyor 2 menunjukkan bahwa sensor mampu mendeteksi berat untuk menuju tahap penimbangan. Setelah sampai di dengan sangat akurat dan konsisten. Bahkan, pada Belt conveyor 2, zak semen ditimbang oleh beban yang lebih besar seperti 40 kg, sensor mampu Checkweigher. Jika beratnya tidak sesuai dengan set memberikan hasil yang sempurna tanpa deviasi. Dari point. Checkweigher akan mengirimkan data koreksi pengujian ini, dapat disimpulkan bahwa sensor load ke server. Server kemudian mengirimkan sinyal koreksi cell Z6FC3 memiliki performa yang stabil dan presisi ke Roto packer untuk menyesuaikan berat pengisian tinggi. Sensor ini sangat cocok digunakan pada sistem pada proses selanjutnya. Sistem memeriksa kembali Checkweigher untuk memastikan pengukuran berat apakah berat semen sudah sesuai dengan range set berjalan akurat dan andal, baik pada beban kecil point yang ditentukan . isalnya 40Ae40,3 k. Jika maupun besar. belum, proses koreksi akan terus dilakukan hingga Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Dinda Ayu Permatasari1. Alfian Raid Jiddan Al Fath 2 . Edi Sulistio Budi3 . Wahyu Tri Wahono4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 10 Ae 16 Pengujian Sistem Tujuan pengujian ini yaitu untuk memantau kinerja dari Checkweigher yang dibuat dan memantau statistik zona koreksi dari Checkweigher. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa berat semen yang masuk ke zona 3 . ange set poin. persentasenya lebih tinggi daripada zona yang lain. Pengujian ini juga untuk memastikan bahwa persentase zona 1 dan zona 2 jika diakumulasikan harus lebih kecil dari pada akumulasi persentase zona 3, zona 4, dan zona 5. Berikut merupakan hasil pengujian sistem secara Gambar 5 Hasil Pengujian dan Monitoring SCADA Gambar 4 Hasil Pengujian dan Monitoring Statistik . Berikut merupakan tabel hasil pengujian secara keseluruhan: Tabel 4 Hasil Pengujian Sistem Secara Keseluruhan Pengujian Pengujian 1 Pengujian 2 Pengujian 3 Pengujian 4 Pengujian 5 Pengujian 6 Zona Bag Counter Persentase Zona 1 Zona 2 Zona 3 Zona 4 Zona 5 Zona 1 Zona 2 Zona 3 Zona 4 Zona 5 Zona 1 Zona 2 Zona 3 Zona 4 Zona 5 Zona 1 Zona 2 Zona 3 Zona 4 Zona 5 Zona 1 Zona 2 Zona 3 Zona 4 Zona 5 Zona 1 17,85% 12,21% 43,19% 7,91% 18,79% 21,43% 11,66% 36,99% 7,34% 22,49% 17,47% 11,19% 44,72% 8,37% 18,14% 19,46% 11,76% 40,00% 8,00% 20,68% 19,31% 12,10% 39,92% 7,85% 20,73% 19,38% Persentase Paling Tinggi Jumlah Bag Counter Persentase Zona Memenuhi Persentase Zona Tidak Memenuhi Zona 3 69,89% 30,06% Zona 3 66,82% 33,09% Zona 3 71,23% 28,66% Zona 3 68,68% 31,22% Zona 3 68,5% 31,41% Zona 3 68,91% 30,97% Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Dinda Ayu Permatasari1. Alfian Raid Jiddan Al Fath 2 . Edi Sulistio Budi3 . Wahyu Tri Wahono4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 10 Ae 16 Zona 2 11,59% Zona 3 40,77% Zona 4 7,78% Zona 5 20,36% Zona 1 18,17% Zona 2 12,52% Pengujian 7 Zona 3 42,02% Zona 3 69,26% 30,69% Zona 4 7,33% Zona 5 19,91% Zona 1 17,45% Zona 2 12,21% Pengujian 8 Zona 3 70,33% 29,66% Zona 3 43,81% Zona 4 7,74% Zona 5 18,78% Zona 1 18,72% Zona 2 12,07% Pengujian 9 Zona 3 69,21% 30,79% Zona 3 41,16% Zona 4 7,90% Zona 5 20,15% Zona 1 11,57% Zona 2 20,66% Pengujian 10 Zona 3 41,32% Zona 3 67,76% 32,23% Zona 4 18,18% Zona 5 8,26% Berikut merupakan analisa pengujian dari 4. Kesimpulan Checkweigher: C Persentase zona target tertinggi terdapat pada Perancangan Checkweigher memanfaatkan PLC S7pengujian ke 3 dengan persentase sebesar 300 sebagai prosesor utama, yang berfungsi dengan baik sebagai kontrol otomatis untuk sistem koreksi 71,23%. C Persentase zona korektif tertinggi terdapat penimbangan. PLC ini tidak hanya meningkatkan pada pengujian ke 2 dengan persentase sebesar akurasi penimbangan tetapi juga efisiensi biaya pembuatan alat. Sensor load cell digunakan sebagai 33,09%. C Persentase zona korektif terendah terdapat sensor berat dalam sistem ini, menunjukkan akurasi pada pengujian ke 3 dengan persentase sebesar yang sangat baik dengan rata-rata error hanya 0,118% setelah kalibrasi. HMI digunakan untuk kontrol dan 28,66%. C Sample pengujian tertinggi terdapat pada monitoring lokal, memungkinkan pemantauan data pengujian ke 5 dengan perhitungan bag penimbangan secara real-time dan memudahkan pengecekan kinerja Checkweigher. Selain itu. SCADA counter sejumlah 353. C Rata rata dari persentase zona target yaitu berfungsi dengan baik untuk monitoring jarak jauh, menampilkan proses penimbangan secara real-time sebesar 30,87%. C Rata rata dari persentase zona korektif yaitu dan memudahkan pemeliharaan. Dari hasil pengujian. Checkweigher berhasil meminimalisir Underweight, sebesar 69,06%. Secara keseluruhan, proses sistem 5 zona koreksi dengan 69,12% hasil penimbangan masuk ke zona 3, 4, memiliki hasil dan kinerja yang baik dikarenakan dan 5 . ange set point dan di atasny. , sementara memang tujuan dari koreksi ini yaitu digunakan untuk 30,88% masuk ke zona 1 dan 2 (Underweight dan meminimalisir terjadinya berat Underweight dari Tendency -). Hal ini menunjukkan bahwa semen yang diproduksi. Kemudian dapat dilihat pada Checkweigher bekerja sesuai tujuan, yaitu memastikan hasil pengujian dalam beberapa hari yang ada didalam akurasi penimbangan dan meminimalisir kesalahan tabel 4 menunjukkan bahwa persentase hasil berat. penimbangan yang masuk ke zona 3 selalu memiliki persentase yang lebih tinggi dari zona yang lain. DAFTAR PUSTAKA