Jubilezer Sihite. Junita Batubara. Arsen Nahum Pasaribu. Kamaluddin Galingging Perbahasan Musikal dan Lingual dalam Penerjemahan Andung Tonggo Raja: Ditinjau dari Melodi dan Kountur Jubilezer Sihite. Junita Batubara. Arsen Nahum Pasaribu. Kamaluddin Galingging Universitas HKBP Nommensen Medan Jl. Sutomo Ujung No. 4A Medan Tlp. Email: jubilezer. sihite@uhn. ABSTRACT This paper discusses the translation results, melodic and contours of AndungAos singing in the Tonggo Raja video. The problem in this paper is that listeners do not always understand the structure of the meaning, melody and contours of AndungAos lyrics. The method applied is descriptive qualitative. For this problem, the theories of Ilzamudin MaAomur . and Malm . are used. This paper concludes that Andung has repetitive, interactive, reverting, stropic and progressive melodies, and has ascending, descending, pendulous, terraced and static contours. Andung is not learned, but arises from the feelings of the speaker. Andung can be sung by certain people, certain times and places. Andung is sung in some emotional situation. In this case. Andung in the video is a representation of expectations about the good or bad feelings or situations faced by a King who sees the condition of the surrounding environment. Keywords: andung, melody, contour, tonggo raja ABSTRAK Tulisan ini membahas hasil terjemahan, struktur melodi dan kontur nyanyian Andung pada video Tonggo Raja. Permasalahan dalam tulisan ini bahwa para pendengar tidak selalu memahami struktur makna, melodi, dan kontur lirik Andung. Adapaun metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif. Untuk permasalahan ini digunakan teori Ilzamudin MaAomur . dan Malm . Tulisan ini menghasilkan kesimpulan di antaranya Andung memiliki melodi repetitive, interatif, reverting, stropic dan progressif, serta memiliki kontur ascending, descending, pendulous, terraced dan static. Andung tidak dipelajari, tetapi timbul dari perasaan penutur. Andung dapat dinyanyikan oleh orang tertentu, waktu dan tempat tertentu. Andung dinyanyikan pada saat sedih, susah, senang sesuai dengan situasi emosional yang melakukannya. Dalam hal ini doa yang disampaikan dalam bentuk Andung yang terdapat dalam video merupakan representasi dari harapan tentang baik atau buruknya perasaan atau situasi yang dihadapi oleh seorang raja yang melihat kondisi lingkungan sekitar. Kata kunci: andung, melodi, kontur, tonggo raja upacara meminta hujan Babangkongan di Desa PENDAHULUAN Indonesia Surawangi di Kabupaten Majalengka, dimana yang majemuk. Dalam hal ini majemuk upacara tersebut diawali dengan doabersama didefenisikan sebagai keberagaman dalam yang dipimpin oleh seorang tetua desa dalam berbagai latar belakang budaya. (Marliana, 2021, hlm. Salah satu contoh keragaman budaya yaitu pada kebudayaan yang beraneka ragam itu Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Perbedaan Perbahasan Musikal dan Lingual dalam Penerjemahan Andung Tonggo Raja: Ditinjau dari Melodi dan Kountur menjadi sebuah ciri khas dan keunikan dari Aorasa yang lebihAo dimana dapat menimbulkan bermacam suku yang telah menciptakan rasa nyaman, menenangkan, mengungkapkan berbagai bentuk seni dan sastra. Sastra ekspresif positif, rileks, berstruktur dan merupakan wujud dan hasil kebudayaan memiliki ungkapan secara universal. dalam kehidupan masyarakat. Sastra lisan Andung masyarakat Batak Toba bukan tidak sekedar secara bersama-sama pada peristiwa tertentu, menceritakan pengalaman hidup dalam hal dengan maksud dan tujuan tertentu yang berduka saja, tetapi di dalam Andung terdapat berkaitan dengan daur hidup. Seni sastra yang pesan, harapan, dan juga ungkapan rasa dimaksud berupa ratapan, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Artikel ini membahas kesedihan, penyesalan, kerinduan, ungkapan tentang struktur melodi dan kontur nyanyian Andung pada video Youtube Tonggo Raja. terhadap Tuhan. Pada masyarakat Batak Toba Secara umum, terdapat permasalahan yang ratapan kesedihan disebut dengan Andung diidentifikasi dalam penelitian ini. Masalah untuk mengiringi ritual tertentu. Tujuan Nyanyian Andung pada dasarnya terdiri digunakan oleh masyarakat Batak Toba. dari falsafah hidup yang membimbing cara Masyarakat Batak Toba lebih sering hidup dan berfikir masyarakat disesuaikan menyaksikan Andung secara langsung di dengan norma dan nilai budaya yang dianut berbagai even, kejadian atau pun pada acara oleh masyarakat itu sendiri. Andung terdiri dari ungkapan kesedihan atau penderitaan hidup yang dialami seseorang, misalnya keluhan atas Bahasa dalam Andung tersebut dan tidak rusaknya alam. Andung memiliki irama yang sama bermacam-macam, tetapi berbeda dalam yang sesungguhnya. Bahkan sebagian dari menyampaikan dan memaknai tujuannya. mereka yang menyaksikan bahkan tidak Mangandung artinya meratap, sedangkan perduli dengan struktur, bentuk melodis dan penutur Andung disebut pangandung. Siahaan kontur yang terdapat pada Andung tersebut. 4, hlm. mengatakan bahwa teks andung Beberapa identifikasi masalah ditemukan merupakan sejenis sastra lisan yang berisi bahwa saat ini banyak masyrakat yang curahan perasaan untuk meratapi jenazah tidak lagi menggunakan bahasa Batak Toba orang yang dikasihi. Dalam teks andung sebagai Bahasa sehari-hari sehingga tidak ungkapan-ungkapan banyak orang Batak Toba yang memahami tertentu yang tidak lazim dalam penghidupan arti sebenarnya dari nyanyian Andung. Hal sehari-hari. Penutur Andung mengungkapkan itu juga menyebabkan terkikisnya nilai-nilai semua keluhan dalam hidupnya dengan tradisional yang melekat pada masyarakat sangat ekspresif dan mendalam. Hal ini juga Batak Toba sejak dahulu kala. Masalah lain diungkapkan oleh Batubara . 1, hlm. juga bahwa nyanyian Andung kurang eksis bahwa musik atau nyanyian memiliki suatu di masyarakat Batak karena penutur Andung Walaupun Andung Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Jubilezer Sihite. Junita Batubara. Arsen Nahum Pasaribu. Kamaluddin Galingging pada tradisi masyarakat Batak Toba sekarang hati, perasaan, permohonan doa dan harapan dalam kondisi emosinal yang dalam istilah Bahkan sebagian menganggap bahwa tradisi Andung dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan Batak Toba dikenal dengan Andung. Setiap ritual dalam masyarakat Batak Toba menggunakan bahasa sebagai alat terjadinya pergeseran dan perubahan tradisi dasar dalam pelaksanaannya. Andung sebagai yang seharusnya dijaga kelestariannya. media paling ampuh untuk menyampaikan isi Suku Batak Toba mengenal istilah perasaan baik atau buruk, susah atau senang. AutonggoAy dalam menyampaikan permohonan sehingga dengan hal tersebut seseorang dapat dan harapan kepada Sang Maha Pencipta. melampiaskan kekesalan, kekecewaan, dan Hal itu sering dilakukan baik dalam keadaan bahkan kesenangan. Andung juga dilantunkan baik atau buruk. Praktik AutonggoAy merupakan dengan berbagai bentuk seperti mantra, puisi bentuk komunikasi yang umumnya disertai ataupun lirik nyanyian yang tercipta alami dengan persembahan atau sesajen dengan dari si pelantun. Andung tidaklah sesuatu yang harapan memperoleh berkah melimpah seperti harus dipelajari untuk di praktikkan, akan kekayaan, kesehatan, ketenangan dan lain tetapi Andung itu benar-benar timbul alami Penggunaan bahasa dalam ritual dari diri seseorang yang ingin menuangkan bersifat tradisional sangat unik dan berbeda isi perasaan tertentu, dalam kondisi tertentu dengan bahasa yang digunakan sehari-hari. dan dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena Bahasa pada kegiatan ritual dapat dimaknai hal tersebut, dapat dipastikan bahwa tidak semua masyarakat suku Batak Toba dapat permohonan atau harapan dalam konteks Tonggo Raja adalah salah satu karya Tonggo adalah doa yang diucapkan seni yang mengandung nilai tradisi dan dengan irama bahasa menurut ucapan terikat, budaya yang sangat kental dengan kesakralan yang isinya hanya berupa permintaan, pujian, upacara dan ritual masyarakat suku Batak pengakuan, dan penyerahan kepada roh Toba. Karya seni ini bertema generasi muda dan dilakukan dengan menyajikan sesaji saat ini terikut jaman yang lebih mengarah besar dan kecil (Sangti, 1977, hlm. Doa ke hal negatif dan memohon agar disadarkan adalah kata-kata yang memiliki kekuatan oleh Tuhan. untuk menyenangkan hati yang transenden. ketidakseimbangan lingkungan alam, sosial Tonggo dalam implemetasinya dilakukan dan kondisi kemasyarakatan yang tidak stabil dengan komunikasi verbal dan atau dalam sehingga dirasa perlu di doakan kepada bentuk nyanyian nyaring dengan berkarakter Yang Maha Kuasa untuk kembali disadarkan Ratapan seperti sediakala. Dalam hal ini narator yang disampaikan berupa nyanyian dengan menyampaikan doa permohonan yang sangat susunan nada yang beraturan dan tidak mendalam di iringi dengan nyanyian Andung beraturan, dengan maksud menyampaikan isi yang sangat merdu dengan maksud untuk Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Hal negatif itu menyebabkan Perbahasan Musikal dan Lingual dalam Penerjemahan Andung Tonggo Raja: Ditinjau dari Melodi dan Kountur memperdalam makna dari doa permohonan ungkapan dalam satu bahasa diubah ke tersebut dengan harapan dikabulkan demi dalam makna ungkapan bahasa yang lain. kebaikan dan kesimbangan dalam kehidupan. Dengan kata lain penerjemahan merupakan Hasil karya ini juga menjadi salah satu bukti bahwa betapa sakralnya ritual mengganti pesan atau pernyataan tertulis dalam satu bahasa dengan pesan atau merupakan tradisi turun temurun yang tidak pernyataan yang sama dalam bahasa lain. akan pernah lekang oleh waktu di tengah Syarat utama yang harus dimi1iki modernisasi saat ini. Bukti dokumen berupa penerjemah yang meliputi: . penguasaan video mudah di akses dari akun dan laman bahasa sumber. penguasaan bahasa sasaran, . penguasaan bidang yang diterjemahkan, dan sebagai bahan referensi atau hanya untuk . meyakini penerjemahan bukanlah sekedar hiburan semata. Namun dalam kenyataannya, kiat, tetapi kegiatan yang berdasarkan teori dokumentasi hasil karya seni seperti Tonggo Selain itu ada lima perangkat Raja tidak begitu menarik di mata orang yang intelektual yang harus dimi1iki seorang telah menjauh dari tradisi dan budaya karena penerjemah, yakni: . kemampuan yang baik terkesan kuno, sehingga diabaikan dan tidak dalam bahasa sumber. kemampuan yang begitu melekat dan mendapat tempat di hati baik dalam bahasa sasaran. pengetahuan masyarakat luas secara umum. mengenai pokok masalah yang diterjemahkan. Pengungkapan hasil terjemahan dan bentuk melodis serta kontur dalam nyanyian Andung pada video Youtube Tonggo Raja akan penerapan pengetahuan yang dimiliki, dan . Menurut Romans Jacobson membuka wawasan para pembaca tentang terjemahan dibagi menjadi tiga jenis yaitu: kedalaman makna karya sastra lisan dan akan intralingual translation, interlingual translation, menyadarkan pendengar akan pentingnya dan intersemiotic translation. Penerjemahan melestarikan kebudayaan itu. Terjemahan intralingual adalah penafsiran atas tanda- lirik pada Andung akan membantu pembaca tanda verbal dengan bantuan tanda-tanda memahami dengan benar makna dalam lirik lain dari bahasa yang sama. Penerjemahan interlingual adalah penafsiran tanda-tanda Sebuah karya terjemahan harus mengacu verbal dengan bantuan beberapa bahasa lain. hasil atau produk, terjemahan harus mengacu Sedangkan penerjemahan semiotika adalah pada proses menerjemahkan ujaran dari Bahasa terstentu ke bahasa lain, terjemahan dengan bantuan sistem tanda-tanda non- harus mengacu pada pengungkapan sesuatu dengan cara yang berbeda. Menurut David Crystal . istilah tanda-tanda Saat ini Andung jarang dipraktikkan penerjemahan adalah istilah yang digunakan pemahaman dan kegiatannya sebagian besar untuk semua jenis tugas di mana makna dipengaruhi oleh perkembangan teknologi Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Jubilezer Sihite. Junita Batubara. Arsen Nahum Pasaribu. Kamaluddin Galingging masa kini. Walaupun demikian. Andung dari objek yang diamati. Desain penelitian ini masih dapat disaksikan melalui kompetisi menggambarkan dan melukiskan keadaan yang kerap di lakukan di beberapa daerah subjek atau objek peneliti, pada saat sekarang yang pemahamannya masih melekat dengan dengan fakta yang tampak dan jelas. Hal tradisi dan budaya seperti Andung. Hal itu ini mendorong penulis untuk menerapkan dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya metode pengumpulan data dengan menyadur mempertahankan nilai tradisi budaya turun lirik pada nyanyian Andung sehingga lebih temurun sampai generasi berikutnya. Andung mudah untuk dianalisis dengan menggunakan juga dapat ditonton di berbagai media teknik observasi deskriptif, observasi terfokus sosial yang merupakan bentuk manifestasi dan observasi terpilih. dari teknologi tercanggih. Namun dalam Kendala praktiknya tidak semua penikmat pertunjukan menerjemahkan lirik dari bahasa sumber benar-benar makna, nada, irama dan bentuk nyanyian standar sebagai barometer penentuan hasil dalam Andung tersebut. Untuk itu, melalui tulisan ini penulis membantu mengungkap dipengaruhi berbagai faktor seperti latar dan menjelaskan terkait struktur melodi belakang dan budaya. Kendala lain adalah dan kontur dalam Andung sehingga dapat proses penerjemahan nada-nada lirik ke memaknainya dengan benar. dalam bentuk notasi nada karena kurangnya alat bantu standar model penerjemahan nada yang dinyanyikan secara langsung dan METODE menuangkannya kedalam bentuk transkrip. Metode analisis data yang dipakai Lirik di terjemahkan dan dianalisis penulis dalam penelitian ini adalah metode Kelanjutan analisis data dilakukan dengan mendengarkan nyanyian Andung, menterjemahkan ke dalam bentuk notasi menganalisis suatu hasil penelitian. Tujuannya balok, menentukan bentuk melodi dan kontur adalah untuk menjelaskan secara menyeluruh nyanyian, serta mendeskripsikan kesimpulan masalah yang akan diteliti dan diamati, selain tentang struktur melodis dan kontur Andung itu tujuan metode ini sebagai pedoman ketika yang disesuaikan dengan teori Malm . Metode melakukan suatu penelitian. Untuk hasil terjemahannya diterapkan Jenis penyajian data dalam penelitian Ilzamudin MaAomur ini adalah kualitatif, prosedur penelitian menyebut bahwa penerjemahan melibatkan yang menghasilkan data deskriptif berupa tiga komponen utama yakni: . bahasa Andung Tonggo sumber, sebagai media untuk menyampaikan Raja bersumber dari akun resmi Youtube pesan penulisnya, . materi teks tulis yang pencipta karya seni, lirik tertulis atau lisan mengandung pesan penulisnya, bisa berupa Youtube Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Perbahasan Musikal dan Lingual dalam Penerjemahan Andung Tonggo Raja: Ditinjau dari Melodi dan Kountur kata ataupun buku, dan . bahasa sasaran, adalah penerjemahan yang mengutamakan sebagai media yang digunakan penerjemah ekuivalensi kebahasaan dalam bahasa sumber untuk menyampaikan ulang pesan penulisnya ke dalam bahasa sasaran dalam bahasa yang berbeda, bahasa penerima. Andung adalah ratapan, ratapan atau senandung yang dirangkai dalam penggalan- penggalan kata dan lagu spontan sebagai namun pada dasarnya kata-kata tersebut ungkapan perasaan yang mendalam. Andung mengandung maksud yang serupa seperti disebut juga lagu ratapan yang umumnya . , dibawakan oleh perempuan dalam konteks . , menggantikan . , penggantian kematian, di mana puisi atau teks tersebut . , dan mengubah . urned int. , serta berisi ungkapan perasaan mendalam yang kesemuanya menyandarkan makna sebagai umumnya mengungkapkan kesedihan dan kata kuncinya. Dalam hal ini makna teks Dalam penyampaiannya Andung bahasa sumberlah yang harus dialihkan dan terdiri dari bermacam-macam irama, tempo, dicarikan padanan sedekat mungkin dalam melodi dan kontur. Hal itu dapat dilihat teks bahasa sasaran baik dari segi semantik, dari nyanyian dan tujuan yang dinyanyikan sintaktik, stilistik, maupun pragmatik sesuai oleh penutur Andung sesuai dengan kondisi clengan tujuan penerjemahan dan orientasi Bentuk melodi dan kontur yang bervariasi mengiring perasaan para pendengar Walaupun ke dimensi yang berbeda sesuai dengan keadaan atau kejadian pada saat Andung itu HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam memaknai sebuah hasil karya tentu saja melibatkan indra perasa dalam diri terjemahan yang akurat. Menurtut Brislin Rasa adalah daya penggerak dan . penerjemahan terdiri dari empat jenis pewarna tingkah laku dan kreasi manusia. yaitu: pragmatis, estetis-puitis, etnografis, dan Rasa atau sense adalah salah satu daya- linguistik, di mana penerjemahan pragmatis daya khusus tubuh manusia, yang dengan apa seseorang menyadari sesuatu melalui Untuk pada ketepatan, terutama untuk dokumen penerjemahan estetis-puitis adalah sentuhan, pengecap atau gabungan dari dua penerjemahan yang mengutamakan emosi, atau lebih dari indra-indra tersebut (Marianto, perasaan, serta dampak aestetika seperti 2006, hlm. Dengan rasa seseorang tidak dalam penerjemahan puisi. hanya mengartikan realitas seperti apa adanya, tetapi dengan rasa seseorang dapat memilah- mengutamakan penyajian konteks budaya milah realitas itu menjadi bagian-bagian yang bahasa sumber ke dalam konteks budaya kemudian memadukannya kembali menjadi bahasa sasaran. dan penerjemahan lingusitik sebuah pola baru, yang bagi orang yang Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Jubilezer Sihite. Junita Batubara. Arsen Nahum Pasaribu. Kamaluddin Galingging bersangkutan lebih bermakna. nada lebih rendah dari nada yang lebih Melodi adalah rangkaian nada-nada tinggi yang lebih rendah atau disebut dengan yang teratur, yang disusun secara ritmis descending, garis melodi yang melengkung dari yang mengungkapkan suatu pikiran dan nada rendah ke nada yang lebih tinggi atau Dalam pengertian yang singkat, disebut dengan pendulous, kemudian kembali Ratner . 7, hlm. mengatakan bahwa ke nada yang lebih rendah atau sebaliknya melodi adalah garis dari nada-nada. Melodi dari nada yang lebih tinggi ke nada yang lebih dapat naik dan turun, serta melodi juga rendah dan kembali ke nada yang lebih tinggi, dapat tetap di tempatnya untuk waktu bertingkat yang merupakan garis melodi yang singkat dan lama dalam satu nada, serta bergemerincing seperti langkah dari nada melodi juga mempunyai wilayah nada yang yang lebih rendah ke nada yang lebih tinggi, luas dan sempit. Melodi adalah barisan atau kemudian bergerak sejajar, kemudian pindah susunan unsur nada yang berpadu dengan ke nada yang lebih tinggi dan seterusnya unsur ritmis dan bergerak/berjalan dalam yang akhirnya berbentuk seperti anak tangga Secara alami kedua unsur tersebut disebut dengan terraced, dan yang terakhir tidak dapat dipisahkan. Melodi terdiri dari yakni garis melodi yang sifatnya masih serangkaian nada secara horizontal. Bentuk bergerak dalam lingkup terbatas/datar atau melodis pada nyanyian Andung adalah bentuk disebut dengan static. nyanyian yang berulang atau yang disebut dengan repetitive, bentuk nyanyian yang menggunakan rumus melodi kecil dengan kecenderungan pengulangan di seluruh lagu atau yang disebut dengan interatif, bentuk nyanyian yang terjadi pada pengulangan frase pertama setelah terjadi penyimpangan melodi atau yang disebut dengan reverting, bentuk nyanyian yang pengulangan melodinya tetap sama tetapi teks lagu baru atau yang disebut dengan stropic, dan yang terakhir yakni bentuk nyanyian yang terus berubah menggunakan materi melodi baru atau yang disebut dengan Sedangkan kontur adalah garis atau alur melodi dalam sebuah lagu, menurut Malm . 4, hlm. dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu garis melodi yang naik dari nada rendah ke nada tinggi atau disebut dengan ascending, garis melodi yang memiliki Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Analisa terjemahan, melodi dan kontur nyanyian Andung pada karya seni : TONGGO RAJA Karya: Junita Batubara Link akses : https://w. watch?v=-3oGyjpQxro Pemain: Hot Parulian Sitohang (Narato. Asima Gurning (Penyany. Junita Batubara (Gordan. Kaleb Riano Saputra Parhusip (Sarune Hete. Devito Valentino Sitindaon (Garantun. Tua Elnico Gultom (Hasapi End. Algoboy Nelson Nainggolan (Hasapi Doa. Adegan I Gong dibunyikan. Gordang dibunyikan. Narator: Ompung mulajadi nabolon Ro do au tu adopanmu Musik: sarune masuk dengan glisando. diikuti dengan hasapi ende secara glisando. selanjutnya diikuti dengan hasapi doal Perbahasan Musikal dan Lingual dalam Penerjemahan Andung Tonggo Raja: Ditinjau dari Melodi dan Kountur secara glisando. dan garantung dipukul secara bebas. Siklus ini diulang sebanyak 3x Asa borhat ma hami on. Sahat tu paraloan i Adegan II Narator: Marsomba ujung au sapuluh jari-jari pasampulusadaon simanjujung Musik: Hasapi doal dan garantung membawa ritem konstan, diikuti hasapi ende dengan memainkan melodi dan variasinya. dengan sarune hetek memainkan motif melodi pertama . I 2 . I 35 . I 13 . I) dan siklus ini diulang sebanyak 2x Masuk vokal solo . ison do rajai martonggo tu ompunta Vokal duet . angido parhorasan anggiat dihorasi hita sude, maralohon, parmaraa. Sai musu dipatalu ma ompung Hami na ripe monang on Martantan ma baringin Marurat jabi jabi i. Suhar toguan bulu, balik lapaon ihani. Hei. Tiroi hami da ompung Siminik na malilung di si ulu balang ari on. Makkorasi ma ompung sahalam tu hami ue. Adegan i Musik: sarune hetek memainkan motif melodi kedua . 34 35 . I 34 34 35 . I 13 . I 12 33 . I 3 . I 5 . I 3 . I). dengan permainan instrumen musik hasapi ende dan hasapi doal dan garantung. Vokal Trio (Ho. situpa langit dohot tano ohot nasa Vokal solo . ongon nidokni umpama ma dohono. Vokal Trio . mpu tuan raja dolok, martukotton siala hutti, adat na parjolo ihut hami naparpud. Adegan IV Musik: Hasapi Ende membawa motif melodi AusiburukAy dan hasapi doal membawa ritem konstan, garantung membawa ritem dan variasi melodi Narator . ale ompung mulajadi nabolon. unang tinggalhon hami. husomba ho ale ompun. Adegan V Vokal solo/Andung/spontanitas . anpa Ue. Ompung mula jadi nabolon Pintor hau tanggurung Pintor tina boan boan i Adegan VI Musik: Gordang dengan pola ritem dasar, hasapi ende membawa melodi batara guru, hasapi doal membawa ritem konstan, diikuti variasi melodi dari garantung dan sarune hetel membawa melodi secara glisando secara terus menerus. Narator . ale ompung mulajadi nabolon. hupasahat bangso hu dohot nasa pangisina. parrohaon ma ale ompung. hami na ale ompung mulajadi tangihon tamiang hon. Gambar 1. Adegan V lirik 1 Pada adegan ini lirik ueA adalah sebagai pengantar dan dinyanyikan oleh sopran dengan melodi repetitive dengan bentuk nyanyian/melodi yang diulang-ulang, juga menggunakan kontur statik karena garis melodi yang bentuknya tetap yang jaraknya mempunyai lingkup batasan. Hal ini dilakukan sebagai awal pembuka nyanyian sebelum doa disampaikan. Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Jubilezer Sihite. Junita Batubara. Arsen Nahum Pasaribu. Kamaluddin Galingging Gambar 5. Adegan V lirik 5 Gambar 2. Adegan V lirik 2 Pada lirik ini oppung mula jadi na bolon menyebut nama Tuhan dalam Bahasa daerah dan dinyanyikan oleh sopran dengan melodi reverting bentuk nyanyian yang terjadi pada Pada adegan ini lirik adalah sebagai jeda transposisi sebelum masuk ke permohonan doa selanjutnya dan dinyanyikan oleh sopran dengan melodi repetitive dengan kontur pengulangan frase pertama setelah terjadi penyimpangan melodi, juga menggunakan kontur pendulous karena mengandung garis Gambar 6. Adegan V lirik 6 melodi yang melengkung dari nada rendah ke Pada lirik ini sopran menyanyikan nada yang lebih tinggi. Andung kontur pendulous dengan maksud memohon doa agar mampu melewati berbagai rintangan dalam perjalanan hidup. Gambar 3. Adegan V lirik 3 Pada lirik ini sopran menyanyikan dengan menggunakan melodi stropic kontur punggung dalam menjalani kehidupan seharihari. Gambar 7. Adegan V lirik 7 Pada lirik ini sopran menyanyi dengan maksud memohon doa supaya memiliki keturunan yang berkelanjutan. Gambar 4 Adegan V lirik 4 Pada lirik ini sopran menyanyikan Gambar 8. Adegan V lirik 8 Andung dengan melodi interative dan garis Pada lirik ini sopran menyanyi dengan memohon doa berkat perlindungan dengan melodi interative garis melodi kontur conjuct harapan selamat sampai ke tempat tujuan yakni tanah perantauan. keturunannya mendapatkan kebaikan dalam segala hal. Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Perbahasan Musikal dan Lingual dalam Penerjemahan Andung Tonggo Raja: Ditinjau dari Melodi dan Kountur Gambar 9. Adegan V lirik 9 Pada lirik ini eii. adalah sebagai jeda sebelum melanjutkan ke isi permohonan yang sesungguhnya kepada Tuhan dan dinyanyikan oleh sopran dengan melodi repetitive dengan bentuk nyanyian/melodi yang diulang-ulang, juga menggunakan kontur conjuct karena garis melodi yang bentuknya tetap yang jaraknya mempunyai batas-batasan. Gambar 12. Adegan 5 lirik 12 Pada adegan ini lirik makkorasi ma oppugn sahalam tu hami pinoppar mon adalah sebagai permohonan doa kepada Tuhan untuk menjaga dan melindungi ciptaanNya, dimana melodi reverting dengan bentuk nyanyian yang terjadi pada pengulangan frase pertama setelah terjadi penyimpangan melodi, juga Gambar 10. Adegan V lirik 10 disertai garis melodi yang melengkung dari nada rendah ke nada yang lebih tinggi. Pada lirik ini tiroi hami da oppungA adalah sebagai permohonan kepada Tuhan agar berkenan menjaga, dinyanyikan oleh sopran dengan melodi progresif dengan bentuk yang terus berubah menggunakan materi melodi baru, juga menggunakan kontur conjuct karena garis melodi yang bentuknya tetap yang jaraknya mempunyai batas-batasan. Gambar 13. Adegan V lirik 13 Pada adegan ini lirik ueA adalah sebagai penutup dan dinyanyikan oleh sopran dengan melodi repetitive dengan bentuk nyanyian/melodi yang diulang-ulang, juga menggunakan kontur terraced karena garis melodi yang kemudian kembali ke nada yang lebih rendah atau sebaliknya dari nada yang Gambar 11. Adegan 5 lirik 11 lebih tinggi ke nada yang lebih rendah dan kembali ke nada yang lebih tinggi, bertingkat Pada lirik ini siminik na malilung disi Ulu seperti langkah dari nada yang lebih rendah balang on adalah sebagai doa permohonan ke nada yang lebih tinggi, kemudian bergerak tentang perlindungan terhadap keturuan dan sejajar, kemudian pindah ke nada yang anak cucu. Dinyanyikan oleh sopran dengan lebih tinggi dan seterusnya yang akhirnya melodi progressif yaitu bentuk nyanyian yang berbentuk seperti anak tangga. terus berubah menggunakan materi melodi Tabel 1 menunjukkan grafik alunan nada baru, juga menggunakan kontur conjuct pada setiap lirik pada nyanyian Andung pada karena garis melodi yang bentuknya tetap video Tonggo Raja. Setiap nada pada lirik yang jaraknya mempunyai batas-batasan. menunjukkan grafik periodik yang berbeda Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Jubilezer Sihite. Junita Batubara. Arsen Nahum Pasaribu. Kamaluddin Galingging Tabel 1. Grafik periodik nada lirik lirik menunjukkan dalamnya permintaan, permohonan dan doa sang raja kepada Tuhan atas apa yang terjadi pada alam oleh karena perbuatan manusia itu sendiri. SIMPULAN Berdasarkan uraian pada pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa nyanyian Andung pada Tonggo Raja karya Dr. Junita Batubara memiliki melodi yang berbeda seperti repetitive, interatif, reverting, stropic dan progressif, serta memiliki kontur yang berbeda-beda seperti ascending, descending, pendulous, terraced dan static. Kebanyakan nada dalam lirik Andung AuTonggo RajaAy adalah berulang-ulang, hal tersebut menunjukkan ekspresi emosional atas keadaan yang terjadi Gambar 14. Penutur menyanyikan Andung (Sumber: youtube : 17:05:2022, 16:. akibat ketidakpedulian masyarakat sekitar sehingga sang Raja memohon perlindungan dan keselamatan, memperoleh hidup yang kekal, dan memohon ampun atas segala dosa dan perbuatan yang melanggar perintah dan larangan Tuhan. Masyarakat Batak Toba sangat mengenal adanya tradisi Andung karena dapat disaksikan langsung di tengah-tengah Gambar 15. Penutur menyampaiakan doa (Sumber: youtube : 17:05:2022, 16:. sesuai dengan penyampaian ekspresi sopran dalam video tersebut. Sebagian diantara nada yang di alunkan memiliki bentuk melodi dan kontur yang berbeda seperti di tunjukkan pada table 1. Hampir semua nada pada lirik terjadi pengulangan pada nada baik dari nada rendah ke nada yang tinggi atau Pengulangan nada-nada pada Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 masyarakat sebagai ungkapan kesedihan ataupun ungkapan perasaan lainnya. Andung dalam praktiknya bukan dipelajari, akan tetapi timbul dari perasaan pelaku Andung secara kebetulan karena melihat atau mengalami suatu kejadian yang benar-benar menyentuh hati sanubarinya yang paling dalam. Nada Andung dalam video ini sangat unik karena berbeda-beda sehingga dapat menyentuh hati para pendengar dan membawa mereka ke Perbahasan Musikal dan Lingual dalam Penerjemahan Andung Tonggo Raja: Ditinjau dari Melodi dan Kountur dalam dimensi perasaan dan emosional yang Ucapan beraneka ragam sehingga mudah tergugah disampaikan kepada Rektor Universitas HKBP hati dan perasaannya. Nommensen beserta jajarannya atas bantuan Nyanyian Andung dapat dinyanyikan baik moral dan materil, juga kepada Dekan oleh orang tertentu dan pada waktu dan Fakultas Bahasa dan Seni serta jajarannya tempat tertentu disesuaikan dengan kondisi yang memberikan dukungan penuh terhadap dan keadaan atau kejadian yang sedang berlangsung pada saat Andung dinyanyikan. Dalam menganalisis nada Andung pada KONFLIK KEPENTINGAN video Tonggo Raja, ditemukan bahwa Andung Penulisan artikel ini atas dasar anjuran dapat dinyanyikan pada saat sedih, susah, senang sesuai dengan situasi emosional yang melakukannya. Dalam hal ini doa kedua dan seterusnya untuk mendukung yang disampaikan dalam bentuk Andung terselesaikannya artikel ini. Atas penulisan yang terdapat dalam video ini merupakan artikel ini diharapkan dapat melengkapi representasi dari harapan tentang baik atau laporan akademik dosen ke depan baik di buruknya perasaan atau situasi yang dihadapi institusi dan luar institusi. rekan-rekan oleh seorang raja yang melihat langsung kondisi lingkungan dan kehidupan sosial bermasyarakat disekitarnya. *** Kebaruan dalam tulisan ini adalah bahwa Andung merupakan bagian bagian penting kehidupan bermasyarakat khusunya Batak Toba dan nyanyian Andung tidak dapat digantikan oleh nyanyian apapun yang dapat mewakili berbagai perasaan seseorang dalam kondisi tertentu. Kemudian Andung itu sendiri telah bertransformasi, dapat dinyanyikan bersama, dapat diiringi oleh instrumen musik modern sekalipun. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya di sampaikan kepada Ibu Junita Batubara. Sn. Sn. ,Ph. D selaku composer video Tonggo Raja yang telah membantu. DAFTAR PUSTAKA