Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. Mei 2025, pp. Pengaruh Independensi dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Auditor Internal Inspektorat Pekanbaru dengan Integritas Auditor Sebagai Variabel Moderasi Samsul Bahri1. Annie Mustika Putri2. Nur Fitriana3 Universitas Muhammadiyah Riau Info Artikel ABSTRAK Article history: Pada penelitian ini bertujuan untuk supaya bisa menganalisa dampak dari kemandirian auditor serta dedikasi perusanaan pada kualitas kerja auditor yang dimoderasi oleh integritas auditor internal di inspektorat Pekanbaru. Tipe penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Total populasi yang diteliti yaitu seluruh auditor internal Inspektorat Pekanbaru dengan total 55 orang Untuk pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik sampling jenuh. Pada studi ini memakai sumber data dari hasil kuesioner yang sudah dijawab oleh para responden yang merupakan sampel pada penelitian. Untuk Teknik analisis data peneliti memakai analisis regresi moderasi peneliti memakai software statistik yaitu SPSS 23. Temuan pada studi ini menjelaskan temuan penelitian yaitu variabel independensi auditor serta dedikasi perusahaan mempunyai dampak positif pada kualitas kerja auditor. Integritas auditor memoderasi pengaruh independensi dan komitmen organisasi pada kualitas kerja auditor. Received Jun 9, 201xx Revised Nov 20, 201xx Accepted Dec 11, 20xx Kata Kunci: Integritas Auditor. Independensi. Komitmen Organisasi. Kinerja Auditor. Keywords: Auditor auditorAos ABSTRACT The purpose of this research is to examine the impact of auditor independence and organizational commitment on auditor performance, with internal auditor integrity acting as a moderator at the Pekanbaru Inspectorate. This study adopts a quantitative approach. The research population includes all internal auditors at the Pekanbaru Inspectorate, totaling 55 auditors. The sampling technique employed is saturated sampling. Data for the study is collected through questionnaires completed by respondents who represent the sample. The data analysis is conducted using moderation regression analysis with the SPSS 23 statistical software. The results show that auditor independence and organizational commitment positively affect auditor performance. Furthermore, auditor integrity moderates the relationship between independence, organizational commitment, and auditor performance. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Samsul Bahri Institution: Universitas Muhammadiyah Riau Email: s. bahri100494@gmail. PENDAHULUAN Hadirnya Aparat Pengawasan Internal Pemerintah menjadikan penyebab peningkatan mutu kerja aparat pemerintah secara teoritis. Peranan Institusi seperti Inspektorat seharusnya dapat menjalankan tugas dan melakukan pengendalian serta pengawasan agar berhasilnya dalam mengelola finansial daerah dapat tercapai sehingga dapat mendorong tumbuhnya ekonomi serta Mengelola finansial yang netral serta tertupup dari deviasi akan terwujdu apabila pekerjaan serta peran inspektorat beroperasi berdasarkan aturan perundangundangan. Hal tersebut sangat diharapkan terwujud jika Inspektorat mempunyai tenaga kerja yang berkualitas dan mumpuni dalam kinerjanya. Namun masih ditemukan penanganan kasus yang ditangani secara Kasus tersebut adalah penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Lurah Meranti Pandak Silvenus Hendra. Dalam hal ini auditor internal Inspektorat Pekanbaru harus mampu mendeteksi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Lurah Meranti Pandak berdasarkan laporan yang telah disampaikan pada 18 Mei 2022. Lambatnya penanganan kasus terlihat ketika tokoh masyarakat mendatangi kembali kantor Inspektorat Pekanbaru untuk meminta penjelasan mengenai kasus yang telah dilaporkan setahun yang lalu tersebut (Riau Tribune. com, 2. Berbacam faktor yang mempengaruhi kinerja auditor, salah satunya rendahnya kualitas kinerja Autonomi auditor dan komitmen organisasi adalah dua komponen penting dalam hal ini. Auditor melakukan segala upaya untuk menjaga independensi untuk menjaga kepercayaan pihakpihak yang bergantung dalam laporan yang disusun oleh auditor tersebut. Auditor tidak hanya harus menunjukkan kemandirian mereka, tetapi mereka juga harus menghindari segala hal yang dapat meragukan kesetiaan mereka. Auditor harus mempertahankan ketergantungan sikap mental. Standar ini memastikan bahwa mereka tetap independen dan tidak melakukan hal tersebut. Auditor yang bekerja untuk kepentingan terbaik publik mudah terpengaruh. Seorang auditor bekerja dengan cara yang independen didorong oleh rasa otonomi dan kepatuhan terhadap aturan. Independensi yang tinggi akan menghasilkan output yang optimal. Dalam hal peningkatan kinerja auditor, hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun rasa komitmen organisasi yang kuat. Hal ini mengacu pada nilai pribadi yaitu loyalitas dan dedikasi terhadap organisasi (Luthan, 2. Konsep independensi dalam audit ditandai dengan adanya otonomi antara kepentingan sendiri dan kepentingan lain yang berkaitan melalui laporan keuangan. Auditor wajib mempertahankan kesetaraan dan ketidakberpihakan dalam mengambil keputusan. Independensi dalam konteks ini mengacu pada keadaan mental dimana auditor bebas dari pengaruh dan kendali eksternal, hanya mengandalkan penilaiannya sendiri. Tingkat independensi dapat dipengaruhi oleh kinerja seorang auditor. Di sisi lain, dedikasi organisasi dikembangkan melalui keyakinan karyawan terhadap prinsio-prinsip organisasi, kesediaan mereka untuk berkontribusi dalam mencapai tujuan organisasi, dan loyalitas mereka terhadap organisasi. Ketika pekerja merasakan hubungan yang kuat dengan nilai-nilai organisasi, mereka mengalami kepuasan kerja, yang mengarah pada peningkatan kinerja (Trisnaningsih, 2. Fokus penelitian ini tidak hanya menilai kinerja auditor berdasarkan komitmen organisasi dan independensinya, namun juga memasukkan integritas auditor sebagai faktor moderasi. Integritas merupakan aspek mendasar dari karakter seseorang yang menjadi landasan pengakuan Hal ini berfungsi sebagai ukuran kepercayaan masyarakat dan menjadi pedoman bagi auditor dalam mengambil keputusan (Mulyadi, 2014: . Konsep integritas mencakup empat elemen kunci: kejujuran dan transparansi, keberanian, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam Vol. No. Mei 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A melakukan audit (Ayuningtyas, 2. Dengan menerapkan keempat elemen ini, independensi auditor diperkuat sehingga kualitas auditnya meningkat. Tujuan utama dalam studi ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pada kemandirian serta dedikasi perusahaan pada mutu kerja auditor internal di inspektorat Pekanbaru yang dimoderasi oleh integritas auditor. TINJAUAN PUSTAKA 1 Independensi . dan Kinerja Auditor Auditor harus bersikap independen dalam mendapatkan hasil audit yang objektif. Dengan demikian, karena mereka tidak memiliki kepentingan atau hubungan khusus dengan pihak mana pun, auditor akan mengungkapkan kecurangan yang terjadi pada klien sesuai dengan yang seharusnya tanpa ragu. Auditor harus mempertahankan sikap mental yang tidak memihak selama menjalankan tugasnya karena pengguna laporan keuangan harus percaya pada kemandirian auditor (Pairingan et al. , 2. Teori atribusi mengacu pada bagaimana seseorang menjelaskan alasan mengapa seseorang berperilaku tertentu atau dirinya sendiri. Alasan ini dapat bersumber dari internal, misalnya karakteristik, ciri khas, perilaku, dan sebagainya, ataupun berasal dari sumber eksternal, misalnya penekanan dari lingkungan ataupun situasi yang lain yang dapat mempengaruhi sikap seseorang (Luthans, 2005 dalam Fatimah, 2. Oleh karena itu, independensi terkait erat dengan teori atribusi karena menjelaskan bagaimana seorang auditor dapat mempertahankan independensinya dengan menghindari tekanan situasi, baik dari luar maupun dari dalam. Saat melakukan audit, auditor harus menghindari tekanan yang menimbulkan subjektifitas. (Primadana dan Sudjiman, 2. Artinya sikap objektif atau independensi mampu memperbaiki kualitas kerja auditor. Pada studi dari Bona Nainggolan et al. , . , menjelaskan yaitu kemandirian mempunyai dampak positif pada mutu kerja auditor. 2 Komitmen Organisasi dan Kinerja Auditor Apabila sebuah organisasi hendak bertahan, setiap auditor internal harus memiliki komitmen organisasi. Teori atribusi mendukung pengaruh komitmen organisasi terhadap kualitas kerja auditor. Menurut teori atribusi, kombinasi pengaruh internal dan eksternal menentukan bagaimana seseorang berperilaku (Heider, 1. Keterikatan organisasi yaitu pengaruh internal yang dapat mempengaruhi perilaku individu, terutama pada konteks organisasi atau institusi. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian dari Ilmatiara et al. , 2020. Hasil penelitian menjelaskan keterikatan yang sesuai bisa menjadikan individu mempunyai sikap kesetiaan yang kuat pada serta bisa memberi pengaruh yang bagus pada kualitas kerja sebuah pekerjaan. Hal tersebut menjelaskan yaitu tingginya komitmen auditor sehingga akan berpengaruh positif. 3 Komitmen organisasi dan kinerja auditor yang dimoderasi integritas auditor. Menurut definisi, dedikasi auditor pada organisasi adalah tingkat kesetiaan yang ditunjukkan oleh auditor terhadap perusahaan tempat dia bekerja. Seorang auditor integritas harus bertindak jujur, terbuka, tegas, bijak, serta mempunyai tanggung jawab dalam melaksanakan audit. Indikasi kejujuran auditor adalah " Tulus, tegas, bijak, dan memiliki tanggung jawab, dan menjunjung tinggi kode etik profesi. " Integritas auditor adalah "kumpulan" karakteristik mengindikasikan siapa mereka serta Tindakan yang perlu mereka lakukan dalam tugas audit mereka. Dengan demikian, teori atribusi dapat diterapkan untuk menunjukkan hubungan diantara sifat-sifat seorang auditor dengan kualitas kerja mereka 4 Independensi dan kinerja auditor yang dimoderasi integritas auditor Situasi tidak memungkinkan perilaku terjadi. Teori sikap dan tindakan dapat berpengaruh terhadap auditor dalam mengendalikan faktor individunya maka mereka dapat berperilaku jujur, bukan condong pada kepentingan lain, berpikir secara logis, serta tetap teguh dalam situasi dalam penekanan, dan bersikap rasional. Melalui mengikuti norma profesional dan moral yang berlaku, auditor dapat menghasilkan opini yang tepat (Chandra dan Ramantha, 2. Teori atribusi mempunyai persamaan melalui teori perilaku dan tingkah laku, mengatakan perilaku, norma social. Vol. No. Mei 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science dan tradisi seseorang mempengaruhi perilaku mereka, dan bahwa auditor internal tidak mudah dipengaruhi tersebut (Prabayanthi dan Widhiyani, 2. Auditor internal tidak dibenarkan untuk memihak kepentingan individu tertentu. Auditor internal harus jujur kepada pihak lain yang mempercayai pekerjaannya atau kepercayaannya. (Christiawan, dalam (Elfarina, 2. Sunarto . menjelaskan kejujuran bisa diterima dalam kesalahan yang bukan sengaja serta berbeda dalam berpendapat yang rasuonal, namun tidak bisa mentolerir kebohongan dalam prinsip. Melalui kejujuran yang tinggi, sehingga auditor bisa lebih berkualitas dalam pekerjaannya (Pusdiklatwas BPKP, 2. METODE PENELITIAN Desain studi ini menggunakan data kuantitatif. Pada studi ini populasinya yaitu semua auditor yang bertugas sebagai auditor di Kantor Inspektorat Kota Pekanbaru, dimana jumlah semua pegawai auditor internal di Inspektorat Pekanbaru adalah 58 orang yaitu auditor pertama, auditor muda dan auditor madya. Data untuk penelitian tersebut akan dikumpul lewat kuesioner terstruktur diberikan terhadap auditor. Teknik mengumpulkan data yang dilaksanakan oleh peneliti melalui kuisioner dan wawancara. Metode skala dipakai yaitu skala Likert. Teknik analisis data yang peneliti pakai yaitu teknik deskriptif. Sesudah data dikumpulkan lewat kuisioner dan wawancara, kemudian menganalisa datanya. Untuk memberi penafsiran data yang diambil oleh peneliti dengan memakai metode deskriptif. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan data yang mereka kumpulkan. Efek moderasi, adalah dampak variabel bebas terhadap variabel terikat, dilihat dalam persamaan kedua. Regresi persamaan asli . anpa moderas. ditambah variabel moderasi menentukan terdapat efek variabel moderasi signifikan ataupun tidak. Analisis faktor, uji reliabilitas konsistensi internal, seperti Cronbach's alpha, akan digunakan dalam analisis untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas instrumen Selain itu, terdapat atau tidak dampak dari variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial dievaluasi melalui uji t. Uji t juga berfungsi untuk mengevaluasi terdapat atau tidak dampak dari variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Pengujian pada hasil regresi dilaksanakan dengan uji t pada derajat kepastian dengan nilai 95% ataupun = 5% syaratntya adalah apabila tingkatan signifikannya lebih rendah dari 5% . sehingga kesimpulannya adalag H0 ditolak dan Ha diterima dan seterusnya. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Gambaran Umum Responden Dibawah ini merupakan tabel umur responden yang digunakan pada penelitian ini: Tabel 1. Distribusi Jumlah Responden Penelitian Menurut Umur Usia Frekuensi (Oran. Presentase (%) Total Sumber: Data Primer yang diproses, 2024 Menurut tabel 1 menunjukkan umur auditor yang sangat berpengaruh yaitu pada rentang umur 36 sampai 45 tahun yaitu sebanyak 35 auditor . 6%). Berdasarkan tabel diatas menyatakan auditor internal Inspektorat Pekanbaru dominan masih umur produktif. Menyatakan yaitu auditor masih cakap dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai auditor internal Inspektorat Pekanbaru secara professional. Untuk melihat lebih jelas tentang pendidikan terakhir auditor pada studi tersebut yaitu dijabarkan pada tabel 2 berikut: Tabel 2. Total Responden Penelitian sesuai Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Frekuensi (Oran. Presentase (%) Vol. No. Mei 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Total Sumber: Data Primer yang diproses, 2024 Menurut tabel 2 menunjukkan yaitu pendidikan terakhir yang sangat berpengaruh yaitu Strata Satu (S. yaitu adanya 48 responden . 3%) dan 7 responden . 7%) yang telah menyelesaikan program Magister (S. Hal ini menunjukkan bahwa auditor internal Inspektorat Pekanbaru yang telah mengenyam pendidikan tinggi hingga program pasca sarjana atau Strata 2. Untuk melihat lebih jelas mengenai tingkatan auditor sebagai responden pada studi ini dijelaskan di tabel 3 berikut. Tabel 3. Distribusi Jumlah Responden Penelitian Menurut Tingkatan Auditor Usia Frekuensi (Oran. Presentase (%) Pertama Muda Madya Total Sumber: Data Primer yang diproses, 2024 Menurut tabel 3 dijelaskan yaitu tingkatan auditor yang sangat berpengaruh yaitu auditor pertama yaitu sejumlah 28 responden . 9%). Menyatakan yaitu auditor internal Inspektorat Pekanbaru memiliki auditor yang memiliki kemampuan dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai auditor internal Inspektorat Pekanbaru. 2 Hasil Uji Deskriptif Gambaran mengenai variabel-variabel penelitian yaitu independensi (X. , dedikasi perusahaan (X. , integritas auditor (Z), dan kinerja auditor (Y) dijabarkan pada tabel 4. 4 berikut. Tabel 4. Hasil Uji Deskriptif Standar Variabel Minimum Maximum Mean Deviation Independensi (X. Komitmen Organisasi (X. Kinerja Auditor (Y) Integritas Auditor (Z) Sumber: Data Primer yang diolah, 2024 Berdasarkan tabel 4 penjelasan variabel-variabel di penelitian secara statistik. Pada tabel 4 menujukkan yaitu variabel independensi mempunyai nilai mean 58. 4 sedangkan nilai standar Nilai mean > standar deviasi. Hal ini berarti data variabel X1 yaitu independensi bersifat Hal ini juga menunjukkan semakin akurat rata-ratanya. Sehingga mengindikasikan hasil yang cukup baik. Pada tabel 4 menyatakan yaitu variabel X2 yaitu komitmen organisasi mempunyai nilai rata-rata sejumlah 37. 5 sedangkan nilai standar deviasi yang diperoleh sejumlah 9. Nilai mean > standar deviasi. Hal ini berarti data variabel X2 yaitu komitmen organisasi bersifat homogen. Hal ini juga menunjukkan semakin akurat rata-ratanya. Sehingga mengindikasikan hasil yang cukup Table 4 juga menjelaskan variabel Y yaitu kinerja auditor mempunyai nilai rata-rata 4 sedangkan penilaian standar deviasi yang diperoleh sejumlah 5. Nilai mean > standar deviasi. Hal ini berarti data variabel Y yaitu kinerja auditor bersifat homogen. Hal ini juga menunjukkan semakin akurat rata-ratanya. Sehingga mengindikasikan hasil yang cukup baik. Table Vol. No. Mei 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science 4 juga menjelaskan variabel moderasi yaitu integritas auditor mempunyai nilai rata-rata sejumlah 9 sedangkan nilai standar deviasi yang diperoleh sejumlah 6. Nilai mean > standar deviasi. Hal ini berarti data variabel Z yaitu kinerja auditor bersifat homogen. Hal ini juga menunjukkan semakin akurat rata-ratanya. Sehingga mengindikasikan hasil yang cukup baik. 3 Uji Instrumen 1 Uji Validitas Data Dalam pengujian validitas peneliti melakukannya melalui perbandingan r hitung . abel corrected item-total correlatio. terhadap rtabel . abel product momen pada tingkat signifikasi 5% ataupun 0,05 untuk degree of freedom . = n-2. Sebuah kuesioner dikatakan valid jika r hitung> rtabel. Uji ini menggunakan Pearson Correlation. Jika r hitung Ou r tabel sehingga pengukuran yang dipakai valid dan begitupun sebaliknya. Nilai r-tabel diambil dari rumus: r tabel = N-2 = 55 - 2 = 53 = 0,2656 . -tabel pada tingkat signifikasi 5%) Tabel 5. Tabel Pengujian Validitas Data Variabel Independensi (X. Komitmen Organisasi (X. Kinerja Auditor (Y) Item r hitung P10 P11 P12 P13 P14 r tabel Keterangan 0,265 Valid 0,265 Valid 0,265 Valid Vol. No. Mei 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Integritas Auditor (Z) P10 P11 P12 P13 P10 P11 P12 P13 P14 0,265 Valid Sumber: Data Primer yang diproses, 2024 Sesuai tabel 5 terlihat menujukkan item yang dipakai dikatakan valid. Hal tersebut disebabkan semua item pernyataan untuk masing-masing variabel mempunyai nilai r hitung > r table yaitu 0,265. Jadi, bisa diambil kesimpulan yaitu seluruh item yang dipakai dikatakan valid. 2 Uji Reliabilitas Data Untuk menguji reliabilitas memakai Cronbach Alpha. Apabila koefisien alpha yang diperoleh Ou 0,6, sehingga indikator ini dikatakan reliabel. Hasil uji reliabilitas setiap variabel dijelaskan di tabel 6 berikut: Table 6. Pengujian Reliabilitas Data Variabel Cronbach Alpha Nilai Kritis Keterangan Independensi (X. Reliabel Komitmen Organisasi (X. 0,737 0,799 Reliabel Kinerja Auditor (Y) 0,835 Reliabel Integritas Auditor Reliabel Sumber: Data Primer yang diproses, 2024 Pada tabel 6 hasil pengujian reliabilitas seluruh variabel yaitu nilai pengujian reliabilitas > 0,6. Kesimpulannya pengukuran yang dipakai terpercaya. 4 Uji Asumsi 1 Uji Normalitas Data Pengujian normalitas bertujuan menilai apakah pada model regresi, variabel yang mengganggu atau residual mempunyai distribusi normal. Uji normalitas pada studi tersebut dilaksanakan pada pengujian statistik One-Sample Kolmogorov Smirnov. Hasil pengujian normalitas memakai pengujian statistik One-Sample Kolmogorov-Smirnov dijelaskan di tabel 7 berikut. Vol. No. Mei 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Table 7. Uji Normalitas Data Unstandardized Residual Keterangan Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Normal Sumber: Data Primer yang diproses, 2024 Pada hasil pengujian normalitas di tabel 7 dinyatakan yaitu semua variabel pada penelitian ini memiliki penilaian yang signifikansi lebih tinggi daripada 0,05 . ig > 0,. , kesimpulannya adalah setiap variabel penelitian pada model regresi ini memiliki distribusi normal. 2 Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas memiliki tujuan dalam menentukan apakah pada model regresi adanya perbedaan variance dari residual satu mengamati ke mengamati yang lain. Uji heteroskedastisitas pada penelitian menggunakan pengujian statistik Glejser. Apabila nilai signifikansi pada variabel independen lebih tinggi daripada 0,05, kesimpulannya yaitu belum adanya masalah heteroskedastisitas. Table 8. Uji Heteroskedastisitas Variabel Signifikansi Keterangan Independensi tidak terjadi heteroskedastisitas. Komitmen Organisasi tidak terjadi heteroskedastisitas. Sumber: Data Primer yang diproses, 2024 Berdasarkan tabel 8 menjelaskan seluruh variabel bebas memiliki nilai yang signifikansi di atas 0,05 . ig > 0,. , kesimpulannya adalah seluruh model regresi dalam penelitian ini tidak adanya 3 Uji Multikolinearitas Pengujian multikolinearitas dipakai dalam menentukan yaitu diantara variabel independen . tidak memiliki korelasi satu sama lain atau mengalami multikolinearitas, sebab tidak diizinkan untuk uji model regresi. Ketentuan tidak terjadi multikolinearitas adalah tolerance value > 0,1 dan variance inflation factor (VIF) <10. Hasil pengujian nmultikolinearitas yaitu di tabel 9 yaitu: Tabel 9. Pengujian Multikolinearitas Collinearity Statistics Variabel Keterangan Tolerence VIF Independensi Tidak ada Multikolinearitas Komitmen Organisasi Tidak ada Multikolinearitas Sumber: Data Primer yang diolah, 2024 Sesuai pada Tabel 9 menjelaskan yaitu seluruh variabel bebas memiliki nilai tolerance di atas 0,1 serta nilai VIF di bawah 10, kesimpulannya yaitu seluruh model regresi di penelitian tersebut belum adanya multikolinearitas. 5 Hasil pengujian Analisis Regresi Moderasi Dalam pengujian dampak strategi dividen sebagai variabel moderasi untuk dampak kebijaksanaan utang dan profitabilitas pada nilai perusahaan, metode yang dipakai Hierarchical Regression Analysis. Metode tersebut mempunyai dua persamaan. Persamaan pertama dipakai dalam mengamati dampak utama merupakan dampak variabel independen terhadap variabel dependen. Persamaan kedua dipakai dalam mengamatu efek moderasi pada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis tersebut di proses melalui program SPSS 23. Diperoleh hasil dijelaskan pada table 10 yaitu: Tabel 10. Hasil Uji Analisis Regresi Moderasi Model I Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Vol. No. Mei 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Dependent Variable: Y Sumber: Data Primer yang diolah, 2024 Hasil analisis regresi model I pada tabel 10, sehingga didapatkan persamaan regresi yaitu: Y = 1X1 2X2. (I) Y = 39. 613 X1 -2. 133 X2 Tabel 11. Hasil Uji Analisis Regresi Moderasi Model II Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. X1Z X2Z Dependent Variable: Y Sumber : Data Primer yang diolah, 2024 Sesuai hasil analisi regresi model II pada tabel 11 sehingga didapatkan persamaan regresi Y = 1X1 2X2 3X3 4(X1*X. 4(X2*X. A (II) Y = 81. 002 10468 X1 Ae 17. 410 X2 Ae 0. 611 X3 Ae 0. 6 Hasil Uji Hipotesis 1 Uji t Pengujian parsial . dipakai pada pengujian terdapat atau tidak dampak dari variabel independen pada variabel dependen secara parsial. Hasil uji pada hasil regresi dilaksanakan memakai uji t dengan derajat keyakinan sebesar 95% atau = 5% sesuai syarat jika jumlah signifikansi rendah dari 5% . kesimpulannya adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Apabila jumlah signifikansi lebih tinggi dari 5% . kesimpulannya yaitu H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil uji t dijelaskan pada tabel 12 yaitu: Table 12. Hasil Pengujian t Nilai Variabel Keterangan Signifikansi 0,000 Signifikan 0,000 Signifikan X1*Z 0,005 Signifikan 0,001 Signifikan X2*Z Sumber: Data Primer yang diproses, 2024 Hasil uji pada tabel 12 seluruh variabel memperoleh nilai signifikansi lebih kecil dari toleransi kesalahan yang sudah ditentukan senilai 0,05. Menyakatan yaitu integritas auditor memoderasi dampak independensi serta komitmen organisasi pada kinerja auditor internal inspektorat Pekanbaru. 2 Uji Koefisien Determinasi (R. Nilai koefisien determinasi menyatakan tingginya kapasitas model regresi untuk menjelaskan variasi variabel independen. Hasil pengujian koefisien determinasi yaitu dijelaskan pada table 13 berikut. Vol. No. Mei 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Table 13. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi (R. Predictors Adjusted R2 Constant. XI. X2. X1*Z. X2*Z Sumber: Data Primer yang diolah, 2024 Nilai koefisien determinasi (R. dipakai dalam menujukkan proporsi variasi untuk variabel dependen yang dinyatakan pada variabel independen dengan bersama. Tabel 13 menjelaskan nilai R2 sejumlah 0,477. Artinya variabel bebas adalah komitmen organisasi dan independensi yang dimoderasi oleh integritas auditor yaitu sejumlah 47. PEMBAHASAN Independensi Berpengaruh pada Kualitas kerja Auditor Menurut hasil uji statistik mengenai dampak independensi dalam kualitas kerja auditor didapatkan nilai signifikansi sejumlah 0,000. Nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih rendah dari pada batas kesalahan yang sudah ditentukan sebanyak 0,05. Nilai ini menyatakan yaitu independensi berdampak positif pada kualitas kerja auditor. Hal ini dibuktikan melalui nilai signifikansi sejumlah 0,000 lebih rendah daripada batas kesalahan yang sudah ditentukan . ,000 < 0,. Pratiwi & Srimindarti . menjelaskan bahwa independensi merupakan perilaku jujur dalam seorang auditor saat memperhitungkan kejadian yang yang nyata, terdapat pertimbangan secara adil dan tidak berpihak kepada siapapun saat menyusun dan mengungkapkan pendapat. Hasil dari pemeriksaan akan menggambarkan fakta-fakta yang sesungguhnya apabila seorang auditor mempunyai independensi tinggi dalam melaksanakan kegiatan audit dimanapun dan berdampak pada peningkatan kinerja auditor. Independensi merupakan sikap pertahanan diri seorang auditor dari berbagai tekanan. Auditor tidak boleh merasa tertekan dan akhirnya akan menimbulkan subjektifitas (Primadana dan Sudjiman, 2. Dengan kata lain, independensi atau sikap yang tidak subjektif dapat meningkatkan kinerja auditor. Pada saat penerapan independensi, seorang auditor akan mampu memisahkan antara keperluan seseorang serta keperluan entitas, auditor tidak subjektif serta tidak biasa pada saat menentukan keputusan. Seorang auditor memiliki perilaku mental yang independen, bebas dari pengaruh orang lain. Menyatakan yaitu tingkatan independensi auditor bisa berpengaruh terhadap kualitas kerja auditor. Terdapat studi yang sesuai dengan temuan penelitian ini yaitu studi yang dilaksanakan oleh Bona Nainggolan et al. , . Hasil penelitian ini menjelaskan yaitu independensi dampak positif pada kualitas kerja auditor. Studi lain yang memiliki temuan serupa bahwa studi yang dilaksanakan oleh Siti Soleha, dkk . Mengatakan yaitu kemandirian auditor berdampak bagus pada mutu kerja auditor. Komitmen Organisasi Berpengaruh Negatif Terhadap Kinerja Auditor Sesuai temuan uji statistik didapatkan nilai signifikan sejumlah 0,000. Nilai signifikan sejumlah 0,000 lebih rendah dari batas salahnya yang sudah ditentukan adalah 0,05. Menyatakan yaitu komitmen organisasi berdampak positif pada kualitas kerja auditor. Hal ini dibuktikan melalui nilai signifikansi yaitu 0,000 lebih rendah dari toleransi salah yang sudah ditentukan . ,000 < 0,. Hasil uji statistik menyatakan hipotesis kedua dalam penelitian ini dapat didukung. Namun nilai uji konstan pada table menunjukkan pada nilai -2. Menyatakan yaitu komitmen organisasi memiliki pengaruh negatif pada kualitas kerja auditor. Dedikasi perusahaan mempunyai dampak negatif pada kualitas kinerja auditor internal. Hasil penelitian tidak sesuai dengan konsep teori atribusi Luthan . yaitu teori tersebut mengatakan bahwa individu berdasarkan pada faktor internal dan faktor eksternal, akan tetapi komitmen organisasi adalah faktor internal mempunyai dampak negatif pada kualitas kerja auditor internal. Berpengaruh negatif mempunyai makna yaitu komitmen perusahaan tidak mempunyai hak yang tetap untuk berpengaruh tinggi atau tidak pada kualitas kerja auditor internal. Tingkatan komitmen perusahaan yang besar atau kecil tidak bisa menjadikan auditor berkembang ataupuin menjadikan turunnya sebuah kualitas kerja. Disebabkan karena responden merasa tidak mempunyai dan ikatan pada perusahaan tempat mereka bekerja. Dalam keadaan tersebut auditor Vol. No. Mei 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A internal belum mempunyai ikatan yang besar terhadap perusahaannya, maka mereka bekerja sekedar pekerjaan saja dimana tanggung jawab mereka sekarang serta dalam pemenuhan keperluan sebagai dampak serta interaksi timbal balik dari pekerjaannya. Selain itu, masalah tersebut berdampak terhadap situasi di mana inspektorat tidak dijadikan pilihan utama beberapa auditor namun hanya penempatan oleh pihak berwenang ke instansi tersebut. Temuan tersebut sesuai pada studi yang dilaksanakan oleh Tetty . yaitu komitmen organisasi berdampak pada negatif pada kinerja auditor. Studi lain yang memiliki temuan serupa adalah studi yang dilaksanakan oleh Nurita . Temuan studi tersebut didapatkan yaitu dedikasi perusahaan berdampak buruk pada kualitas kerja auditor. Integritas Auditor Memoderasi Dampak Independensi Terhadap kualitas Kerja Auditor Temuan pengujian statistik tentang kejujuran auditor memoderasi dampak dari kemandirian pada kualitas kerja auditor didapatkan nilai signifikans senilai 0,000. Nilai signifikan dengan nilai 0,005 lebih kecil pada batas kesalahan yang sudah ditetapkan yaitu 0,05. Menyatakan yaitu integritas auditor memoderasi dampak independensi pada kualitas kerja auditor internal Inspektorat Pekanbaru. Terbukti dari nilai signifikansi senilai 0,000 lebih rendah pada batas kesalahan yang sudah ditentukan . ,005 < 0,. Hasil pengujian statistik menjelaskan yaitu hipotesis keempat pada penelitian ini bisa mendukung. Namun hasil pengujian koefisien regresi di tabel menunjukkan pada nilai sebesar -0. Menyatakan yaitu integritas auditor tidak bisa memoderasi dampak independensi sesuai kualitas kerja auditor. Independensi auditor adalah salah satu kemampuan yang diperlukan oleh auditor dalam melakukan audit yang sesuai (Rai, 2. Untuk melaksanakan audit, auditor perlu mempunyi kualitas personal yang bagus, akademik yang mencukupi, dan memiliki keahlian sesuai bidang. Independensi sesuai pada keahlian professional yang dimiliki oleh auditor untuk temuan pada pendidikan formal, ujian profesional, ataupun mengikuti latihan, seminar, simposium (Suraida. Artinya integritas auditor tidak memberi dampak dalam mendukung auditor untuk pengelolaan sikap independensi yang dipunyainya sebab sebaiknya auditor perlu mengetahui dengan tegas semua pengetahuan yang sudah ditetapkan supaya bisa digunakan dengan benar lepas dari cara auditor untuk mempertahankan integritasnya. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa memiliki kontradiksi melalui penelitian yang dilaksanakan oleh Lasano . menjelaskan integritas auditor dibuktikan menjadi variabel pemoderasi yang bisa diperkuat dengan dampak independensi pada kualitas kerja auditor. Fitri Rukmana . melakukan penelitian dengan hasil yang tidak sama dengan hasil penelitian ini. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa integritas auditor dibuktikan sebagai variabel pemoderasi yang bisa dikuatkan dengan dampak independensi pada kualitas kerja auditor. Integritas Auditor Memoderasi Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Auditor Berdasarkan hasil pengujian analisis data yang sudah dilaksanakan tentang tentang integritas auditor memoderasi dampak komitmen Perusahaan pada kualitas kerja auditor didapatkan nilai signifikansi senilai 0,000. Nilai signifikansi sebesar 0,001 lebih rendah dari toleransi kesalahan yang sudah ditentukan senilai 0,05. Menyatakan bahwa integritas auditor memoderasi dampak komitmen organisasi pada kualitas kerja auditor internal Inspektorat Pekanbaru. Hal ini terbukti melalui nilai signifikansi senilai 0,001 lebih rendah dari toleransi kesalahan yang sudah ditentukan . ,001 < 0,. Temuan penelitian didapatkan yaitu peningkatan kinerja auditor dapat dicapai secara lebih efektif dengan disertai integitas yang besar akan menghasilkan keinginnan komitmen perusahaan yang kuat. Seorang auditor melakukan pemeriksaan dengan kejujuran dan keyakinan, serta bersedia memikul tanggung jawab atas keputusannya. Menyatakan yaitu auditor tersebut mempunyai integritas tinggi. Dalam hal peningkatan integritas, hal tersebut akan terlihat dari dedikasi yang lebih besar terhadap tanggung jawab mereka. Peningkatan integritas juga terlihat dari kesetiaan dan ketaatan pada nilai serta aturan perusahaan dan akan menghasilkan peningkatan kinerja. Temuan penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilaksanakan oleh Nurita dan Rukmini . Vol. No. Mei 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Penelitian yang dilakukan didapatkan yaitu integritas berfungsi sebagai faktor moderasi yang memperkuat dampak komitmen perusahaan pada kualitas kerja auditor. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data yang sudah dilaksanakan, sehingga dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan temuan analisis dan pembahasan, sehingga dapat disimpulkan bahwa independensi berdampak positif serta signifikan pada kualitas kerja auditor, komitmen organisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja auditor, integritas auditor dijadikan variabel pemoderasi tidak mampu mendoronng dampak independensi pada kualitas kerja auditor serta kemandiriabn auditor dibuktikan menjadi variabel pemoderasi yang bisa mendorong dampak komitmen pada kualitas kerja auditor. DAFTAR PUSTAKA