425 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 Analisis Dampak Pembiayaan Syariah BSI Kantor Cabang Sibolga Bagi Nelayan Tradisional Kota Sibolga Silviana1. Tuti Anggraini2. Kusmilawaty3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. UIN Sumatera Utara E-mail : silvianatanjung66@gmail. com, tuti. anggraini@uinsu. id, kusmilawaty@uinsu. Article History: Received: 26 November 2023 Revised: 04 Desember 2023 Accepted: 06 Desember 2023 Keywords: Dampak. Pembiayaan Syariah. Nelayan Tradisional Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembiayaan syariah yang sesuai untuk nelayan tradisional dan dampak apa yang terjadi kepada para nelayan tradisional setelah melakukan pembiayaan di bank syariah. Untuk penelitian yang lengkap dan rinci dengan menggunakan jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode penelitian ini yaitu melakukan observasi dengan pengamatan terhadap subjek dan objek penelitian, melakukan wawancara tidak terstruktur antar peneliti dengan informan dan yang terakhir melakukan dokumentasi yang berbentuk gambar terhadap informan yaitu para nasabah nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode analisis deskriptif dengan model miles dan hubermen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan syariah di kota sibolga yang dapat membantu berkembangnya usaha para nelayan tradisional adalah dengan produk KUR Mikro dan semakin banyak nelayan mengetahui keberadaan bank syariah, yang menyediakan pembiayaan tanpa bunga dengan syarat ketentuan yang tidak sulit,sehingga mereka tidak perlu meminjam ke rentenir sekitar. Serta dampak yang dihasilkan dari pembiayaan syariah kepada nelayan tradisional ini amatlah sangat bagus dan positif,setelah para nelayan melakukan pembiayaan di bank syariah indonesia semakin bertambah penghasilan yang mereka dapat dan usaha para nelayan semakin berkembang. Sehingga membantu pertumbuhan dan pergerakan perekonomian di sektor kelautan dan perikanan di kota Sibolga. PENDAHULUAN Perikanan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah peradaban manusia. Perikanan tidak saja mengubah pola peradaban tetapi, juga telah mengubah pola pemanfaatan sumber daya ikan dari sekedar kebutuhan pangan menjadi cara hidup dan kebutuhan ekonomi (Akhmad Fauzi 2. Sektor perikanan mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 perekonomian nasional. Terutama dalam meningkatkan perluasan kesempatan kerja, pemerataan pendapatan dan peningkatan taraf hidup masyarakat pada umumnya, nelayan kecil, pembudidaya ikan kecil dan pihak- pihak pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan dengan tetap memelihara lingkungan, kelestarian dan ketersediaan sumberdaya hayati. Perikanan baik secara langsung maupun tidak langsung memainkan peran penting bagi jutaan orang yang bergantung hidupnya pada sektor perikanan. Di Indonesia sendiri sebagian besar masyarakat di daerah pesisir sangat bergantung hidupnya dari sektor perikanan sehingga tidaklah mengherankan jika sektor perikanan sering disebut sebagai "employment of the last resortAy di mana tenaga kerja yang tidak terserap pada sektor lain akan mudah diserap oleh sektor perikanan. (Akhmad Fauzi 2. Wilayah Pantai Barat Sumatera merupakan bagian laut Indonesia yang strategis karena langsung berhadapan dengan laut lepas yaitu Samudra Hindia. Sibolga merupakan salah satu wilayah pesisir yang terletak di wilayah pantai barat Sumatera dan menjadi salah satu sentral produksi ikan di kawasan ini. Hal ini dapat kita lihat dengan didirikannya Pelabuhan Perikanan Nusantara oleh Departemen Kelautan dan Perikanan. Aktifitas perikanan khususnya perikanan tangkap di Kota Sibolga sangat tinggi. Pada tahun 2018 tercatat ada sebanyak 31,155,84 ton jumlah ikan hasil tangkapan yang mendarat di Sibolga dengan jumlah nelayan 7,277 orang. (Badan Pusat Statistik 2. Dengan ini Sibolga berpotensi mengembangkan sub sektor perikanan sebagai penggerak perekonomian daerah. Sub sektor perikanan tangkap di Kota Sibolga merupakan sektor basis dalam perekonomian daerah berdasarkan indikator PDRB (Produk Domestik Regional Brut. dan tenaga kerja. Keberadaan sumberdaya ikan dalam pembangunan kelautan mempunyai potensi yang cukup besar. Apabila potensi sumberdaya tersebut dimanfaatkan secara optimal maka akan memberikan kontribusi yang besar bagi peningkatan pendapatan nelayan maupun bagi Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan eksploitasi yang intensif pada wilayah tertentu, yang apabila tidak dikendalikan dengan baik dapat mengancam kelestarian sumberdaya. (Acmad Rizal. Emerson Junior dkk. Perikanan adalah kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan. Sumberdaya hayati perairan tidak dibatasi secara tegas dan pada umumnya mencakup ikan, amfibi dan berbagai avertebrata penghuni perairan dan wilayah yang berdekatan, serta lingkungannya. Kota Sibolga yang terletak di pantai barat pulau sumatera, membujur sepanjang pantai utara ke selatan dan berada pada kawasan teluk yang bernama teluk tepian nauli, sekitar 350 km dari kota medan. Komoditi andalan yang menjadi primadona di kota Sibolga adalah produksi perikanan laut yang cukup berlimpah. Tepatnya produk ikan yang di daratkan di tempat ini. Penangkapan ikan merupakan penyumbang utama bagi kegiatan perekonomian Kota Sibolga. Salah satu kelompok masyarakat yang memanfaatkan sumber daya perikanan adalah masyarakat Masyarakat nelayan merupakan kelompok masyarakat yang melakukan aktivitas usaha dengan mendapat penghasilan bersumber dari kegiatan menangkap ikan. Semakin banyak maka semakin besar pula pendapatan yang diterima dan pendapatan tersebut sebagian besar untuk keperluan konsumsi keluarga. Dengan demikian tingkat pemenuhan kebutuhan konsumsi keluarga ditentukan oleh pendapatan yang diterimanya. Sumber daya perikanan sebenarnya secara potensial dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan, namun pada kenyataannya masih banyak nelayan belum dapat meningkatkan hasil tangkapannya, sehingga tingkat pendapatan nelayan tidak meningkat. (Sujarno 2. Secara umum masyarakat Kota Sibolga memiliki profesi sebagai nelayan. Nelayan yang ada a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 di wilayah Sibolga dikategorikan sebagai nelayan asli dan nelayan pendatang. Nelayan asli adalah penduduk setempat yang telah turun-temurun berprofesi sebagai nelayan, sedangkan yang dimaksud nelayan pendatang adalah nelayan yang berasal dari luar wilayah Sibolga. Dilihat dari sisi waktu kerja, nelayan di Kota Sibolga dikelompokkan menjadi nelayan penuh dan nelayan paruh waktu. Nelayan penuh adalah nelayan yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan, sedangkan nelayan paruh waktu merupakan nelayan yang hanya pada waktu-waktu tertentu melakukan pekerjaan penangkapan ikan. Tabel 1. Jumlah Nelayan di Kota Sibolga Berdasarkan Kecamatan Kecamatan Jumlah Nelayan (KK) Sibolga Sambas Sibolga Selatan Sibolga Utara Sibolga Kota Jumlah (Sumber: data administrasi dinas ketahanan pangan dan perikanan tahun 2. Berdasarkan tabel 1 kecamatan sibolga selatan merupakan daerah dengan memiliki jumlah nelayan terbanyak berdasarkan data tersebut. Jumlah nelayan sibolga sambas berjumlah 86 KK yang terdiri dari 32 KK nelayan tradisional dan 54 KK nelayan besar. Nelayan di sibolga selatan berjumlah 645 KK,seluruhnya adalah nelayan tradisional. Jumlah nelayan sibolga utara ada 102 KK yang terdiri dari 45 KK nelayan tradisional dan 57 KK nelayan besar, sedangkan pada kecamatan sibolga kota ada 54 KK nelayan besar. Nelayan skala kecil juga dihadapkan pada banyak masalah agar mereka dapat survive untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mulai dari rendahnya harga jual hasil ikan tangkapan, lemahnya posisi tawar dengan para pemilik modal, rendahnya kualitas SDM, rendahnya penguasaan teknologi, dan maraknya praktek illegal fishing adalah gambaran ketidakadilan sistem perikanan dan kelautan. Sementara itu, para nelayan selaku garda terdepan pemanfaatan potensi perikanan, yang didominasi oleh 94% nelayan tradisional, selalu menjadi pihak yang kalah karena dihadapkan pada ketidakadilan sistem yang cenderung memihak pada pihak yang Untuk itu, suka atau tidak suka nelayan perlu tambahan modal dari pihak lain. Penurunan jumlah nelayan terjadi karena tingginya bahan bakar minyak sehingga banyak nelayan yang beralih profesi. (Acmad Rizal. Emerson Junior dkk. Nelayan secara sadar sangat membutuhkan peran tengkulak maupun rentenir, sebagai suatu sistem sosial, yang pada akhirnya menjerat mereka sendiri untuk tetap terperangkap dalam kondisi kemiskinan berkelanjutan. Sistem ini sudah begitu melembaga pada masyarakat nelayan. Persoalan keterbatasan modal, pengetahuan, keahlian, penggunaan teknologi alat tangkap dan overfishing seringkali dinyatakan sebagai penyebab kemiskinan atau rendahnya peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan. Modal menjadi faktor pembatas optimasi usaha yang dilakukan oleh nelayan. Dari sisi ekonomi hasil tangkapan nelayan masih jauh dari memadahi untuk memenuhi kebutuhan Hal ini disebabkan karena minimnya modal yang dimiliki nelayan. Modal merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting. Modal dalam suatu usaha berfungsi untuk meningkatkan kapasitas dalam mengadopsi Para nelayan perlu modal untuk membeli alat-alat atau sarana penangkapan yang lebih Bagi para nelayan membeli sarana penangkapan yang lebih modern dapat memunculkan masalah karena sebagian besar tidak sanggup membeli dengan dana sendiri. Demikian pula terkait permasalahan permodalan/pembiayaan yang seharusnya diberikan kepada nelayan skala a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 kecil yang sesuai dengan kondisi nelayan tersebut. Salah satu upaya signifikan untuk menyelesaikan permasalahan nelayan ini adalah melalui pembentukan atau penguatan lembaga keuangan yang berbasis syariah, yang dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri dan berkelanjutan sesuai permasalahan dan pola pendapatan nelayan sendiri, dimana lembaga keuangan baik formal maupun non formal harusnya meninggalkan praktik riba berupa penggunaan bunga dalam kegiatan usahanya. Tidak menetapkan bunga dalam kegiatan transaksi apapun bentuknya karena riba bertentangan dengan spirit kemitraan, keadilan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Sistem bunga tidak peduli dengan nasib debiturnya dan tidak adil dalam penetapan bunga atas pokok modal. (Warda. Akhmad dkk. Pembiayaan ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang jauh dari 20 %, perbankan syariah juga minim pembiayaan ke sektor nelayan. Kontribusi usaha sektor nelayan bukan hanya pada Produk Domestik Bruto saja akan tetapi memiliki dampak terhadap turunan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat seperti komoditas pengolahan hasil perikanan, komoditas pergaraman, biofarmakologi dan bioteknologi dari hasil laut, dan jasa-jasa kelautan. Dengan potensi sektor nelayan tersebut, tentunya perbankan syariah bisa mencoba melirik sektor ini untuk melakukan pembiayaan syariah, sehingga akan meningkatkan produktifitas dan mensejahterakan ekonomi para nelayan. Namun dengan jauhnya lembaga keuangan syariah dalam pembiayaan di sektor nelayan yang terjadi saat ini maka akan jauh pula para nelayan Indonesia untuk merasakan bagaimana rasanya pembiayaan syariah tersebut. Untuk itu, kreativitas dan inovasi pembiayaan syariah untuk skema sektor nelayan perlu diciptakan, apalagi dalam akad syariah yang ada selama ini sangat memungkinkan terciptanya skema akad khusus pembiayaan sektor itu. METODE PENELITIAN Penelitian ini mrrupakan penelitian kualitatif. Alasan peneliti menggunakan penelitian kualitatif sebab peneliti mendeskripsikan secara fenomenologis terhadap objek penelitian tanpa menggunakan simbol, angka ataupun rumus statistik (M. Musfiqon 2. Lokasi penelitian ini di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Sibolga. Subjek penelitian ini adalah nasabah nelayan di Kota Sibolga dan Objek penelitian ini adalah pembiayaan syariah di bank yang cocok untuk para nelayan tradisional sehingga meningkatkan kesejahteraan dan dampak terhadap masyarakat nelayan di kota tersebut. Jenis data penelitian ini dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumulan data penelitian ini menggunakan tiga teknik yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model Miles dan Hubermen, menggunakan tiga tahapan analisis data yaitu data reduction, display data and verivitation. Penggunaan analisis data model Miles dan Hubermen dapat digunakana dalam dua kondisi, pada saat pengumpulan data sedang berlangsung dan pada saat pengumpulan data telah selesai (Sugiyono 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembiayaan Syariah BSI Kantor Cabang Sibolga Terhadap Nelayan Tradisional. Pada dasarnya Bank syariah Indonesia KC. Sibolga adalah salah satu lembaga keuangan syariah yang ada di sibolga, dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian kepada pihak bank syariah Indonesia di kota sibolga, produk pembiayaan yang ada di bsi meliputi: BSI gadai emas,BSI cicil emas. BSI Griya. BSI KPR. BSI KUR. BSI Pensiun dan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 Ibu S. H selaku bagian pembiayaan mikro staff menjelaskan: AuNasabah nelayan tradisional biasanya memiliki 2 tujuan yaitu modal kerja dan juga investasi jadi pembiayaan yang di gunakan nelayan yaitu KUR mikro, jadi nasabah yang punya usaha sudah jalan 2 tahun bisa mengajukan pembiayaan di BSI termasuk nelayan tradisional, dan pembiayaan mikro ini sudah jalan dari tahun 2010 sebelum menjadi BSI sampai dengan sekarang namun pembiayaan ini sempat terhenti di masa pandemi satu tahun lamanyaAy Pembiayaan BSI KUR Mikro merupakan jenis Kur BSI multiguna sehingga dapat digunakan sebagai modal kerja, investasi maupun sebagai kredit konsumtif. Artinya selain bisa dipakai guna pengembangan bisnis UMKM, dana KUR BSI jenis ini bisa untuk memenuhi kebutuhan seperti membayar biaya pendidikan. Pembiayaan BSI KUR Mikro Merupakan Pembiayaan yang di berikan Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga untuk membantu penambahan modal UMKM agar dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM. Peran pembiayaan BSI KUR Mikro dalam membantu para nelayan tradisional yaitu dengan memberikan bantuan modal usaha, sosialisasi dan memberikan informasi-informasi kepada para nasabah serta calon nasabah dalam mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah sehingga dapat meningkatkan pendapatan para nelayan di laut. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu R. H selaku CBRM di bank syariah KC. Sibolga, beliau mengatakan: Au Acara kami menarik minat para nelayan untuk mau melakukan pembiayaan di BSI yaitu dengan sebar brosur ke pasar-pasar nelayan,seperti pelabuhan nelayan tempat mereka berangkat dan pulang dari laut dan pasar-pasar tempat mereka jual hasil tangkap, dan juga mensosialisasikan tentang pembiayaan syariahAy Setiap Bank haruslah melakukan upaya dalam hal menarik hati masyarakat untuk melakukan pembiayaan di bank syariah dari pada ke rentenir atau sejenisnya. Dalam hal ini tentu saja pihak bank telah menargetkan untuk mendapatkan nasabah sebanyak-banyaknya agar tujuan dari target bisa tercapai. Oleh karena itulah Bank Syariah Indonesia Cabang Sibolga dalam melakukan strategi untuk menarik minat para nelayan tradisional dan memperkenalkan pembiayaan syariah. Strategi-strategi tersebut meliputi: Melakukan sosialisasi Sosialisasi merupakan suatu cara memperkenalkan produk dengan cara menjelaskan dan memaparkan di hadapan masyarakat agar apa yang di sampaikan oleh pihak bank mudah di mengerti dan di pahami oleh masyarakat nelayan tradisional. Yang mana sosialisasi yang bank lakukan tidak hanya di satu tempat saja melainkan di beberapa tempat yaitu pelabuhan, pasar ikan, penduduk di tepi pantai yang mana mayoritas mereka adalah nelayan. Selain itu, disamping sosialisasi juga juga di lakukan, namun para nelayan tradisional masih takut untuk melakukan pembiayaan di bank,oleh sebab itu sosialisasi terus dilakukan pihak bank untuk memberitahu kelebihan pembiayaan yang ada di Bank Syariah Indonesia dan secara tidak langsung sosialisasi yang dilakukan dapat menginfokan dan menarik minat para nelayan tersebut. Sebar brosur Penyebaran brosur kepada masyarakat nelayan sekitar sibolga sehingga membuat para nelayan dapat melihat,membaca keuntungan yang di dapat dan produk yang ada di Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga, tentu hal ini dapat mempengaruhi para nelayan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 melakukan pembiayaan syariah. Ibu S. H selaku bagian pembiayaan mikro staff mengatakan : Au setelah bank melakukan sebar brosur dan para nelayan tertarik melakukan pembiayaan, lalu nasabah melakukan permohonan pembiayaan kepada pihak kami dan juga ada beberapa hal yang harus dilakukan calon nasabah, seperti memenuhi syarat untuk melakukan pembiayaan,setelah dokumen lengkap, kami melakukan survey,wawancara kepada calon nasabahAy. Adapun prosedur pelaksanaan pemberian pembiayaan syariah BSI KC. Sibolga sebagai Tahap Permohonan Pada tahap ini nasabah terlebih dahulu datang ke Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga untuk mengajukan peromohonan pembiayaan untuk nelayan. Mengisi Formulir Pembiayaan Kemudian nasabah diharuskan mengisi formulir pembiayaan yang cocok untuk usaha nelayan yaitu KUR Mikro dan Melengkapi semua persyaratan. Persyaratan dokumen pembiayaan BSI Kur Mikro di Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga : Foto kopi KTP Suami/ Istri . Foto kopi Akta Nikah . Foto kopi Kartu Keluarga . Foto kopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Paja. Foto kopi Sertifikat jaminan . ajib sertifikat ruma. Pas photo suami/istri . Surat izin usaha/SIUP . Faktur Penjualan . PBB dan STTS Tahun Terakhir . Non ASN/ TNI/POLRI Seleksi Administrasi Pada tahap ini petugas akan melakukan pengecekan persyaratan-persyaratan pemohon yang telah dilengkapi oleh calon nasabah dan layak untuk di proses ke tahap berikutnya atau tidak. Proses Analisa Pembiayaan Pada Tahap ini tim analisa pembiayaan melakukan pengumpulan data terhadap nasabah dengan melakukan wawancara secara langsung maupun wawancara terhadap orang terdekat calon nasabah. Sewaktu melakukan wawancara ibu S. H selaku mikro staff mengatakan bahwa: Aubiasanya jika calon nasabahnya adalah nelayan itu memiliki ciri khasnya yaitu kalau memang calon nasabah adalah pelaku usaha nelayan maka mereka akan saling kenal antar sesama nelayan di sibolga ini, jadi kami memiliki cara tersendiri dengan menanyakan calon nasabah kepada nasabah nelayan kami,apakah benar calon nasabah kami adalah pelaku usaha nelayan, dan saat kami melakukan wawancara kepada calon nasabah jika benar dia adalah pelaku usaha nelayan maka dia pasti akan menerangkan usahanya dengan baikAy. Kunjungan OTS atau On The Spot Petugas Melakukan Kunjungan terhadap nasabah untuk mengetahui Tempat tinggal a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 nasabah, usaha nasabah, status jaminan nasabah,dan kemampuan nasabah. ibu S. H selaku mikro staff mengatakan bahwa: Au . jaminan calon nasabah dalam persyaratan boleh BPKP kendaraan, sertifikat tanah dan sebagainya namun semakin BSI bijak memilih nasabah yang sesuai kreteria, kami memilih calon nasabah dengan jaminan rumah yaitu sertifikat rumah tetapi kami bukan ingin menjual jaminan namun kami mengambil agunan inti yang milik calon nasabah guna menghindari tunggakan dan jika terjadi sesuatu kami selaku pihak bank juga mudah mencari dan menemui nasabah tersebutAy. Keputusan Pembiayaan Setelah semua laporan dan persyaratan di terima kemudian seluruh laporan akan di periksa untuk mengetahui keputusan pembiayaan untuk nelayan ini, apakah pembiayaan ini dapat diterima ataupun tidak oleh pihak bank. Adapun peran Bank Syariah Indonesi dalam mengawasi usaha nasabah nelayan agar usaha para nasabah dapat berkembang serta dapat meningkatkan pendapatan usaha adalah: Pencegahan dini (Early warning syste. dimana Bank Syariah Indonesia Sibolga melakukan pencegehan dini untuk pembiayaan murabahah yang sudah berjalan melalui cara peninjauan secara data atau angsuran dari nasabah yang masuk setiap bulannya melaui sistem yang ada pada bank. Pengawasan secara langsung dimana Bank Syariah Indonesia Sibolga melakukan peninjauan secara langsung yang dilakukan oleh petugas lapangan untuk meninjau prospek dari nasabah nelayan pembiayaan murabahah, dimana petugas lapangan menghampiri langsung nasabahnya baik di rumah ataupun pelabuhan. Pada saat itu pula peninjaun terhadap prospek dari nasabah nelayan dapat terlihat. On site monitoring yakni survei lokasi yang dilakukan oleh pihak Bank Syariah Indonesia Sibolga seperti meninjau usaha yang dijalankan oleh nasabah nelayan, apakah nelayan masih melaut dan menjual ikannya atau tidak. Exception monitoring merupakan satu pengawasan lebih lanjut oleh Bank Syariah Indonesia Sibolga untuk pembiayaan yang berada dalam kategori perhatian khusus. Dalam hal ini akan terlihat hal-hal yang berjalan kurang baik dan tidak sesuai dengan Menindak lanjuti kasus seperti ini Bank Syariah Indonesia Sibolga akan . Teguran secara tertulis, yakni berupa teguran dengan diberi surat peringatan. Teguran secara langsung kepada nasabah untuk memenuhi kewajibannya membayar . Mendatangi nasabah nelayan yang bersangkutan jika nasabah masih belum memenuhi Dalam pemantauan ini, nasabah akan diberi pengarahan dan mencari jalan keluar agar bisa memenuhi kewajibannya membayar angsuran. ibu S. H selaku mikro staff mengatakan bahwa: Au . bank bekerja sama dengan pelabuhan perikanan nusantara sibolga dalam membahas tentang fasilitas akses pendanaan usaha nelayan dan pihak BSI bersedia dan menyediakan pembiayaan dalam meningkatkan usaha nelayan dan melakukan pelatihan kepada nelayan dalam mencegah kecelakaan dan meningkatkan pengetahuan nelayan dalam membawa kapalnya di laut dan juga Himpunan nelayan seluruh indonesia (HNSI) kota sibolga sudah memfokuskan pada pembinaan dan pemberdayaan serta situasi nelayan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 sehingga kami sebagai bank hanya ikut mengkontribusikan pembiayaan untuk para nelayan dan pengawasan pada nasabah nelayan Ay Dengan kerjasama yang di lakukan pihak bank syariah Indonesia dengan pelabuhan perikanan nusantara sibolga, membuat Basic Safety Traning (BST) adalah sertifikat yang harus di miliki oleh setiap pelaut,adapun tujuan dari pada BST ini adalah salah satunya meningkatkan dan menambah kesadaran nahkoda kapal perikanan terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan meningkatkan pengetahuan para nelayan kapal akan upaya pencegahan kecelakaan pada saat melakukan penangkapan ikan di laut sehingga terjadi kerugian. Serta di sibolga sendiri sudah memiki organisasi kumpulan nelayan yang di sebut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kota sibolga yang memfokuskan pada pembinaan dan pemberdayaan untuk para nelayan,sehingga bank syariah indonesia berkerjasama dengan HNSI dalam meningkatkan ekonomi nelayan dan bank berkontribusi dalam memberikan pembiayaan kepada nelayan tradisional dan melakukan pengawasan terhadap nelayan dalam bekerja menangkap ikan dan pengecekkan terhadap kekurangan apa yang nasabah nelayan butuhkan untuk meningkatkan pendapatan melautnya. Dampak Pembiayaan Syariah BSI Kantor Cabang Sibolga Bagi Nelayan Tradisional Kota Sibolga. Peran pembiayaan syariah BSI KC. Sibolga dalam meningkatkan usaha nasabah adalah dengen memberikan pembiayaan KUR mikro dengan akad murabahah untuk membiayai biaya operasional dan perbaikan pada kapal untuk menunjang kerja para nelayan sibolga,oleh karena itu dapat di lihat dari hasil wawancara penulis terhadap nasabah nelayan, sebagai berikut : Bapak Asrel Marbun selaku nelayan yang memiliki 2 kapal Ay . Saya melakukan pembiayaan di BSI karena salah satu kapal saya mengalami kerusakan sehingga saya tidak bisa maksimal dalam menangkap ikan jadi saya putuskan untuk melakukan pembiayaan modal kerja kepada pihak bank sebesar Rp. 000 yang di gunakan untuk memperbaiki kapal yang rusak, pembelian mesin kapal, dan juga modal operasional untuk melaut, seperti pembelian BBM, uang makan selama melaut, dan lainnya, setelah kapal saya di perbaiki aktifitas melaut saya juga jalan dengan menggunakan ke 2 kapal saya, dan dengan di modalkan oleh bank, lama waktu melaut saya yang biasanya 7 hari dengan penghasilan Rp. 000- per tangkap dengan satu kapal setelah melakukan pembiayaan di bank, sekarang saya bisa melaut dengan jangka waktu lama melaut 15 hari dengan penghasilannya Rp. 000 per tangkap dengan satu kapalAy Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Asrel selaku nelayan yang memiliki 2 Bapak Asrel melakukan pembiayaan di bank syariah Indonesia cabang sibolga untuk memperbaiki salah satu kapalnya yang sudah rusak dan biaya operasional selama Sebelum pak asrel melakukan pembiayaan di bank, pak asrel melaut dengan menggunakan kapalnya yang masih bagus dan lama melaut hanya 7 hari saja karena pak asrel memiliki modal melaut yang hanya sedikit untuk biaya makan selama melaut, bahan bakar, rokok, dan juga pembelian es, sehingga mengharuskan pak asrel dan nelayan di kapalnya harus pulang lebih cepat dan rata-rata pendapatannya Rp. 000 per tangkap. Namun setelah melakukan pembiayaan dengan akad murabahah, pak asrel mampu bertahan di laut dengan 15 hari karena modal yang di berikan pihak bank membuat mereka bisa bertahan di laut jauh lebih lama dari a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 biasanya sehingga penghasilan tangkap juga bertambah sebesar Rp. 000 karena kapal yang di gunakan pak asrel menjadi 2 setelah di perbaiki dengan pembiayaan jadi sekali pulang melaut dengan 2 kapal pak asrel bisa membawa pulang uang sebesar Rp. Bapak Kaplan Simamora selaku nelayan yang memiliki 3 kapal Au saya melakukan pembiayaan sebesar Rp. 000, yang mana semuanya saya gunakan untuk modal usaha saya melaut, membeli peralatan melaut, biaya operasional kami selama di laut, uang makan,minyak kapal, uang rokok kami di laut dan itu saya peruntukkan pada 3 kapal saya, supaya masih terus bisa berkembang, sebelum melakukan pembiayaan biasanya penghasilan saya Rp. 000 per tangkap untuk 3 kapal selama 6 hari melaut, namun setelah melakukan pembiayaan penghasilan menjadi sebesar Rp. 000 per tangkap untuk 3 kapal yang kami gunakan selama 15 hari melautAy Berdasarkan dari hasil wawancara dengan bapak Kaplan, bahwasanya beliau melakukan pembiayaan di BSI KC. Sibolga adalah untuk melakukan modal usaha, yang mana bapak Kaplan memiliki 3 kapalnya namun tidak memiliki modal yang cukup banyak sehingga pak Kaplan melaut hanya 6 hari saja lalu pulang karena keterbatasan modal itulah pak Kaplan hanya menghasilkan penjualan ikan sebesar Rp. 000 untuk 3 kapal dalam sekali tangkap. Namun setelah mengajukan pembiayaan di bank syariah pak Kaplan mampu bertahan di laut selama 15 hari karena memiliki modal yang cukup untuk bertahan di laut sehingga membuat penghasilan pak Kaplan melaut semakin bertambah menjadi sebesar Rp. 000 per tangkap pada 3 kapal milik pak Kaplan. Bapak Jipa Limbong selaku nelayan memiliki 2 kapal. Au saya mengajukan pembiayaan ke bank syariah Indonesia sebesar Rp. yang mana uang itu untuk menambah modal usaha saya dalam melaut, seperti perbaikan mesin kapal dan biaya lainnya. Sebelumnya pendapatan yang saya hasilkan selama di laut itu selama 5 hari sebesar Rp. 000 per tangkap untuk 2 kapal saya, namun setelah melakukan pembiayaan di bank pendapatan saya meningkat 2 kali lipat karena lama saya melaut menjadi lama yaitu 10 hari sehingga ikan ysaya tangkap jauh lebih banyak dari biasanya. Penghasilan saya sekarang itu Rp. 000 per tangkap untuk 2 kapal. Ay Berdasarkan hasil wawancara saya kepada pak jipa limbong, beliau mengalami peningkatan penghasilan setelah mengajukan pembiayaan kepada bank syariah Indonesia yang mana sebelumnya penghasilan pak Jipa hanya Rp. pertangkap kurun waktu 5 hari dalam melaut dengan menggunakan 2 kapalnya. Kini pak jipa dapat melaut selama 10 hari dengan biaya modal usaha yang diberikan bank, sehingga pak jipa menghasilkan sebesar Rp. 000 pertangkap selama menangkap ikan di laut dengan 2 kapalnya. Pembahasan Dalam tahap ini penulis membahas hasil penelitian yang didapat dari lapangan dengan beberapa petugas bank serta nasabah melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Maka peneliti dapat mengungkapkan bahwa: Pembiayaan Syariah BSI Kantor Cabang Sibolga Terhadap Nelayan Tradisional. Pembiayaan syariah BSI memiliki beberapa pembiayaan,namun pembiayaan yang a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 cocok untuk para nelayan adalah pembiayaan KUR Mikro yang merupakan pembiayaan yang di berikan Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga untuk membantu penambahan modal UMKM agar dapat meningkatkan pendapatan para pelaku usaha. Peran pembiayaan BSI KUR Mikro dalam membantu para nelayan tradisional yaitu dengan memberikan bantuan modal usaha, sosialisasi dan memberikan informasi-informasi kepada para nasabah serta calon nasabah dalam mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah sehingga dapat meningkatkan pendapatan para nelayan di laut. Adapun prosedur pelaksanaan pemberian pembiayaan syariah BSI KC. Sibolga sebagai berikut: Tahap Permohonan Pada tahap ini nasabah terlebih dahulu datang ke Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga untuk mengajukan peromohonan pembiayaan untuk nelayan. Mengisi Formulir Pembiayaan Kemudian nasabah diharuskan mengisi formulir pembiayaan yang cocok untuk usaha nelayan yaitu KUR Mikro dan Melengkapi semua persyaratan. Seleksi Administrasi Pada tahap ini petugas akan melakukan pengecekan persyaratan-persyaratan pemohon yang telah dilengkapi oleh calon nasabah dan layak untuk di proses ke tahap berikutnya atau tidak. Proses Analisa Pembiayaan Pada Tahap ini tim analisa pembiayaan melakukan pengumpulan data terhadap nasabah dengan melakukan wawancara secara langsung maupun wawancara terhadap orang terdekat calon nasabah. Kunjungan OTS atau On The Spot Petugas Melakukan Kunjungan terhadap nasabah untuk mengetahui Tempat tinggal nasabah, usaha nasabah, status jaminan nasabah,dan kemampuan nasabah. Keputusan Pembiayaan Setelah semua laporan dan persyaratan di terima kemudian seluruh laporan akan di periksa untuk mengetahui keputusan pembiayaan untuk nelayan ini, apakah pembiayaan ini dapat diterima ataupun tidak oleh pihak bank. Pengikatan . ealisasi keputusa. Setelah bank menyetujui pembiayaan yang diajukan nasabah, maka bank akan menyampaikan surat persetujuan pembiayaan kepada nasabah dan dilakukan penandatanganan akad pembiayaan serta jaminan. Pengawasan yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga adalah : Prinsip Pencegahan dini (Early warning syste. Dimana Bank Syariah Indonesia melakukan pencegehan dini untuk pembiayaan murabahah yang sudah berjalan melalui cara peninjauan secara data atau angsuran. Prinsip pengawasan secara langsung Dimana Bank Syariah Indonesia melakukan peninjauan secara langsung yang dilakukan oleh petugas lapangan untuk meninjau prospek dari nelayan nasabah pembiayaan murabahah. On site monitoring Yakni survei lokasi yang dilakukan oleh pihak Bank Syariah Indonesia seperti meninjau usaha yang dijalankan oleh nasabah nelayan, apakah usaha yang dijalankan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 oleh nasabah masih berjalan atau sudah tidak lagi menjalankan usahanya. Exception monitoring Merupakan satu monitoring atau pengawasan lebih lanjut oleh Bank Syariah Indonesia untuk pembiayaan pembiayaan yang berada dalam kategori perhatian khusus. Dengan kerjasama yang di lakukan pihak bank syariah Indonesia dengan pelabuhan perikanan nusantara sibolga, membuat Basic Safety Traning (BST) adalah sertifikat yang harus di miliki oleh setiap pelaut,adapun tujuan dari pada BST ini adalah salah satunya meningkatkan dan menambah kesadaran nahkoda kapal perikanan terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan meningkatkan pengetahuan para nelayan kapal akan upaya pencegahan kecelakaan pada saat melakukan penangkapan ikan di laut sehingga terjadi kerugian. Serta di sibolga sendiri sudah memiki organisasi kumpulan nelayan yang di sebut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kota sibolga yang memfokuskan pada pembinaan dan pemberdayaan untuk para nelayan,sehingga bank syariah indonesia berkerjasama dengan HNSI dalam meningkatkan ekonomi nelayan dan bank berkontribusi dalam memberikan pembiayaan kepada nelayan tradisional dan melakukan pengawasan terhadap nelayan dalam bekerja menangkap ikan dan pengecekkan terhadap kekurangan apa yang nasabah nelayan butuhkan untuk meningkatkan pendapatan melautnya. Dampak Pembiayaan Syariah BSI Kantor Cabang Sibolga Bagi Nelayan Tradisional Kota Sibolga. Sebagaimana pemaparan data diatas Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga adalah lembaga keuangan syariah yang menjalankan pembiayaan syariah dengan tujuan untuk mengembangkan usaha nasabah serta dapat meningkatkan pendapatan dan menaikan ekonomi para nasabah nelayan agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Target utama Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga adalah para pelaku usaha yang tekun dalam menjalankan usahanya terkhusus juga untuk para nelayan di kota Sibolga yang mana merupakan salah satu pekerjaan mayoritas masyarakat sibolga. Dengan adanya pembiayaan syariah pada Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga merupakan salah satu alternatif pembiayaan yang diberikan bank tanpa unsur bunga yang mengandung riba,dengan prosedur dan ketentuan yang mudah tanpa biaya administrasi di bank,sehingga masalah dalam permodalan yang dialami oleh para nelayan dapat teratasi. Seperti yang kita ketahui bahwa modal merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan usaha nelayan dalam melaut. Bagi para nelayan tradisional di kota tersebut, maka pembiayaan sudah tidak sulit lagi untuk di dapatkan. Dan juga dengan adanya pembiayaan syariah yang diberikan bank kepada nelayan tradisional, memiliki dampak positif untuk membantu pergerakan ekonomi perikanan di kota sibolga. Pembiayaan syariah pada Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga sangat dapat membantu siklus usaha para nelayan tradisional tetap berjalan, serta membantu meningkatkan pendapatan para nelayan pula. Dalam hasil wawancara dengan nelayan penerima pembiayaan syariah pada Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga ini merasakan bahwa dengan adanya pembiayaan syariah ini bisa membantu para nelayan yang kekurangan dana untuk usaha mereka dalam membeli alat tangkap ikan, pembelian bahan bakar minyak untuk melaut, membeli beras,air minum,rokok,es batu untuk bahan pangan selama melaut,dan juga untuk perbaikan kapal yang rusak. Dengan adanya tambahan modal yang cukup untuk melaut maka semakin lama pula para nelayan berada di laut dan semakin bertambah hasil laut yang mereka tangkap sehingga pendapatan penjualan yang a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 dihasilkan oleh para nelayan tradisional, terdapat selisih pendapatan penjualan selama sebelum melakukan pembiayaan dan sesudah melakukan pembiayaan syariah di bank. Tabel 2. Peningkatan Pendapatan Nelayan Pendapatan Per Pendapatan Per Tangkap Tangkap Jumlah No. Nama Sebelum Sesudah Kapal Mendapatkan Mendapatkan Pembiayaan Pembiayaan Asrel Marbun Rp. Rp. Kaplan Rp. Rp. Simamora Jipa Limbong Rp. Rp. Sumber: Hasil Wawancara Penulis Dengan Pemilik Kapal Nelayan Tradisional. Tabel 2 di atas menunjukan bahwa Bank Syariah Indonesia KC. Sibolga sudah berperan dalam meningkatkan pendapatan para nelayan karena terlihat dari data tersebut rata-rata pendapatan nasabah meningkat dari sebelum mendapatkan pembiayaan dan setelah mendapatkan pembiayaan syariah. Karena adanya bantuan modal dari Bank Syariah Indonesia kepada para nelayan tradisional sehingga membantu para nelayan mengembangkan usahanya serta banyaknya para nelayan buruh yang memiliki pekerjaan yang di dapat dari nelayan juragan, sehingga perekonomian tetap berjalan dan mampu membantu pergerakan ekonomi perikanan di kota Sibolga. KESIMPULAN Berdasarkan dari Analisis Dampak Pembiayaan Syariah BSI KC. Sibolga Bagi Nelayan Tradisional Kota Sibolga menyimpulkan bahwa: Pembiayaan syariah di BSI KC. Sibolga untuk para nelayan tradisional dalam memberikan modal kepada para nelayan untuk mengembangkan usahanya adalah dengan produk pembiayaan KUR Mikro. Dampak yang diberikan kepada nelayan tradisional amat sangat berdampak positif pada perkembangan usaha yang di lakukan oleh para nelayan, pendapatan yang semakin bertambah dari sebelum mereka melakukan pembiayaan syariah, sehingga perekonomian tetap berjalan dan mampu membantu pergerakan ekonomi di sektor perikanan semakin berkembang di kota Sibolga. DAFTAR REFERENSI Abd,Trisadinidan dan Shomad. Transaksi Bank Syariah. Jakarta: PT Bumi Aksara. Al-Qur`an Terjemah. Kementrian Agama Republik Indonesia. Antonio,Muhammad SyafiAoi. Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press. Akhmad. Warda,dkk. Analisis Pembiayaan Usaha Nelayan Skala Kecil Oleh Lembaga Keuangan Syariah ( Studi di Kelurahan Untia Kota Makassa. , (Jurnal Vol. 13 No. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar. Apriala Sari,Fittiara. Kajian Dampak Keberadaan Industri PT. Korindo Ariabima Sari Di Kelurahan Mendawi Kabupaten Kotawaringin Barat. Vol. No. Jurnal Teknik PWK. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 Atni Fadillah,Nur dan Tuti Kurnia. Analisis Kebutuhan Nelayan Terhadap Pembiayaan Perbankan Syariah di Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat. (Jurnal. Volume 4 No. Universitas Djuanda. Badan Pusat statistik Kota Sibolga. Bawono,Anton. Multivariate Analysis dengan SPSS. Salatiga: STAIN Salatiga Press. Bintari dan Suprihatin. Ekonomi dan Koperasi. Bandung: Ganesa Exact. Bungin,M Burhan. Penelitian Kualitatif. Jakarta. Kencana Prenada Media Group. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Fauzi,Akhmad. Ekonomi Perikanan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hamidi. Metode Penelitian Kualitatif. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang. Ilhamy. Lathief. Manajemen Pembiayaan Bank Syariah. Medan: FEBI UIN-SU Pess. Irwan. Dinamika dan Perubahan Sosial Pada Komunitas Lokal. Yogyakarta: Deepublish. Ismail. Perbankan Syariah. Jakarta: Prenada Group. Jamilah,Siti. pengaruh pembiayaan modal kerja murabahah pt. Banksyariah mandiri cabang pembantu tg. balai karimun Terhadap peningkatan usaha pedagang panggung Putri kemuning coastal area di tg. balai karimun Di tinjau menurut ekonomi islam. Riau: Universitas SUSKA. Junior,Emerson,Acmad rizal,dkk. Profil Sektor Perikanan Tangkap Kota Sibolga. Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan. Sibolga: Universitas Padjajaran. Kurnia,Tuti dan Anas Al Hifni. IJMS:Alternatif Model Pembiayaan Syariah Bagi Nelayan Kecil di Indonesia. (Jurnal Seminar Nasional PPM) Universitas Negri Surabaya. Kusnadi. Pemberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir. Pusat Penelitian Wilayah Pesisirdan Pulau-Pulau Kecil. Jember: Universitas Jember. Marliyah, dkk. Hadis-Hadis Ekonomi. Jakarta: KENCANA. Moleong,Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mubyarto. Nelayan dan Kemiskinan. Jakarta : Rajawali. Muhammad. Manajemen Bank Syariah. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Mulyana,Deddy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mulyadi. Ekonomi Kelautan. Jakarta : PT Grafindo Persada. Musfiqon,M. Panduan Lengkap Metodologi Penelitian. Jakarta: Pustakarya. Mustafa,Imam. Fikih Muamalah Kontemporer. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Muzdalifah,Aji Uhfatun. Pengaruh Keberadaan Industri Kecil Batik Khas Gumelem Kabupaten Banjarnegara Terhadap Guna Lahan Dan Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal. Vol. No. Jurnal Teknik PWK. Nasution. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara. Ririn Mutiara Sely. Peran Bank Syariah Dalam Pemberdayaan Usaha Nelayan di Pulau Pasaran (Studi pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Teluk Betun. Universitas Islam Negri Raden Intan. Retnowati. Nelayan Indonesia Dalam PusaranKemiskinan Struktural Vol. 16 No. Jurnal Perspektif Sosial. Ekonomi dan Hukum. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan Kombinasi. Bandung: Alfabeta. Sujarno. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Di Kabupaten Langkat. Medan : Universitas Sumatra Utara. Sukmadinata,Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Soemitra,Andri. Hukum Ekonomi dan Fiqh Muamalah di Lembaga Keuangan dan Bisnis a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 Kontemporer. Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP. Suranto. Gunawan. 2004 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Suryanto,Bagong. Anatomi Kemiskinan dan strategi penanganannya. Surabaya : In-Trans Publishing. Suyanto,Bangong. Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternative Pendekatan. Jakarta. Orenada. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998. Undang-Undang Republik Indonesia No 31 tahun 2004 tentang perikanan Yafiz Muhammad. Argumen Integrasi Islam & Ekonomi. Medan: FEBI UINSU Press Yusuf,Ayus Ahmad dan Abdul Aziz. Manajemen Operasional Bank Syariah. Cirebon: STAIN Press. ISSN : 2828-5298 .