RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 125 -136 E-ISSN: 2775-2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi MAKNA LABA BAGI PELAKU USAHA MIKRO. KECIL. DAN MENENGAH (UMKM) Layly Dwi RohmatunnisaAo Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo laylydwi@gmail. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywods: Profit. Taste. Happiness. MSMEAos Kata Kunci: Laba. Rasa. Bahasia. UMKM 05 April. Oktober. Oktober. Abstract: This research tries to find out the perception of profit and triggers in the formation of mindset or mindset of MSME entrepreneurs towards profit. The type of research conducted is qualitative research using phenomenological studies, where there is still something that needs to be revealed in a problem that still has hidden meaning. Researchers used primary data and secondary data, primary data is data obtained directly from informants through direct interviews, this interview was conducted using the semi-structured interview method. Primary data in this study are 2 MSME entrepreneurs of building tools and The results of the study provide a meaning that profit is not always only in the form of large profits, but it is enough to have capital turnover which will be used again for the next production capital for business continuity and development of the business. Profit according to MSME entrepreneurs in Blitar is triggered by the enthusiasm of entrepreneurs to further develop their business by prioritizing consumer confidence in every order. Abstrak: Penelitian ini mencoba untuk mengetahui persepsi laba dan pemicu dalam pembentukan mindset atau pola pikir pengusaha UMKM terhadap laba. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan studi fenomenologi, dimana masih adanya sesuatu yang perlu diungkap dalam dari suatu masalah yang masih memiliki makna tersembunyi. Peneliti menggunakan data primer dan data sekunder, data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari informan melalui wawancara secara langsung, wawancara ini dilakukan dengan menggunakan metode semi-structured interview . awancara semi terstruktu. Data primer dalam penelitian ini merupakan 2 pengusaha UMKM alat dan bahan banguanan. Hasil penelitian memberikan makna bahwa laba tidak selalu hanya berupa keuntungan yang RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 125 -136 besar, namun cukup dengan adanya perputaran modal yang akan digunakan lagi untuk modal produksi berikutnya demi kelangsungan usaha dan pengembangan dari usaha. Laba menurut pengusaha UMKM di Blitar ini dipicu oleh semangat pengusaha untuk lebih mengembangkan usaha bisnisnya dengan mengedepankan kepercayaan konsumen PENDAHULUAN Beragam profesi yang digeluti oleh masyarakat Indoesia saat ini. Adapun profesi tersebut adalah sebagai pengusaha UMKM dibidang dagang baik itu pedagang retail maupun manufaktur yang sama-sama menjual hasil daganganya kepada konsumen namun tidak banyak yang tahu sampai sejauh mana usahanya dikatakan telah meraih sejumlah laba dan makna dari laba itu sendiri. Mereka hanya terfokus pada penjualan yang mereka lakukan tanpa bekal pengetahuan akan akuntansi yang memadai tentang Pengertian laba secara umum adalah selisih dari pendapatan di atas biaya-biayanya dalam jangka waktu . Laba sering digunakan sebagai suatu dasar untuk pengenaan pajak, kebijakan deviden, pedoman investasi serta pengambilan keputusan dan unsur prediksi (Harnanto, 2003: . Menurut (Moeljadi, 2. , bahwa pengusaha memiliki peran besar dalam bidang perekonomian suatu negara yang banyak bergerak di sector UMKM yang bekerja sama dengan perusahaan besar. Ada beberapa hal yang dapat membangkitkan semangat dan energi ekonomi yaitu mengembangkan kompetensi dan serta menumbuhkan motivasi usaha. Mengembangkan motivasi disini dijelaskan bahwa pengusaha meningkatkan pengembangan sumber daya manusia seperti pengembangan standar pendidikan, pelatihan khusus dan mampu menyesuaikan diri di lingkungan persaingan bisnis. Penelitian yang dilakukan oleh Akhmad Riduwan . Assih . , dan Fadli Albugis . atas laba menunjukan bahwa laba jika dilihat dari masing-masing profesi dan masing-masing persepsi individu, maka akan menunjukan hasil yang berbeda. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui persepsi laba dan pemicu dalam pembentukan mindset atau pola pikir pengusaha UMKM terhadap laba. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 125 -136 TELAAH LITERATUR Pengertian Laba Secara Umum Pengertian laba secara umum adalah selisih dari pendapatan diatas biayabiayanya dalam jangka waktu tertentu. Laba sering digunakan sebagai suatu dasar dalam pengenaan pajak, kebijakan deviden, pedoman investasi, serta pengambilan keputusan dan unsur prediksi (Harnanto, 2003: . Kenaikan modal . ktiva bersi. yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama satu periode kecuali yang termasuk dari pendapatan . atau investasi oleh pemilik (Baridwan, 2004: . Laba adalah kelebihan penghasilan diatas biaya selama satu periode akuntansi Sementara pengertian laba yang dianut oleh struktur akuntansi sekarang ini adalah selisih pengukuran pendapatan dan biaya. Besar kecilnya laba sebagai pengukur kenaikan sangat bergantung pada ketepatan pengukuran pendapatan dan biaya (Harahap, 2008: . Laba merupakan angka yang penting dalam laporan keuangan karena berbagai alasan antara lain laba merupakan dasar dalam perhitungan pajak, pedoman dalam menentukan kebijakan investasi dan pengambilan keputusan, dasar dalam peramalan laba maupun kejadian ekonomi perusahaan lainnya di masa yang akan datang, dasar dalam perhitungan dan penilaian efisiensi dalam menjalankan perusahaan, serta sebagai dasar dalam penilaian prestasi atau kinerja perusahaan (Harahap, 2008: Konsep Dasar Persepsi Secara etimologis, persepsi berasal berasal dari kata perception (Inggri. berasal dari bahasa latin perception. dari percipare yang artinya menerima atau mengambil (Sobur, 2003: . Menurut Leavit . alam Sobur, 2003: . persepsi dalam arti sempit adalah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu, sedangkan dalam arti luas persepsi adalah pandangan atau pengertian yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Menurut Moskowitz dan Ogel . alam Walgito, 2003:. persepsi merupakan proses yang integrasi dari individu terhadap stimulus yang Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa persepsi itu merupakan proses pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang diterima oleh RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 125 -136 organisme atau individu sehingga merupakan sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang integrasi dalam diri individu. Konsep Dasar Pengusaha Istilah wiraswasta berasal dari kata AuwiraAy berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang, dan AuswaAy berarti sendiri dan AutaAy berarti berdiri, sehingga swasta berarti berdiri diatas kaki sendiri atau berdiri atas kemampuan sendiri. Wiraswasta atau kewiraswastaan, diartikan sebagia orang yang memiliki kemampuan secara intuisi dalam melihat dan mengelola setiap peluang yang ada, yaitu kesempatan usaha yang dimanfaatkannya untuk meraih keuntungan menuju kesuksesan (Meredith, 2000: . METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan studi fenomenologi, dimana masih adanya sesuatu yang perlu diungkap dalam dari suatu masalah yang masih memiliki makna tersembunyi. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Data dan Metode Pengumpulan Data Peneliti menggunakan data primer dan data sekunder, data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari informan melalui wawancara secara langsung, wawancara ini dilakukan dengan menggunakan metode semi-structured interview . awancara semi terstruktu. dimana penanya telah menyiapkan serangkaian pertanyaan dan urutanya, namun arah wawancara tidak harus terikat. Data primer dalam penelitian ini merupakan 2 pengusaha UMKM alat dan bahan banguanan yang berada di Blitar yang telah memenuhi kriteria pengambilan responden. Observasi Observasi adalah kegiatan, dimana peneliti melibatkan dirinya secara langsung pada situasi yang diteliti dan secara sistematis mengamati berbagai dimensi yang ada termasuk interaksi, hubungan, tindakan, kejadian, dan sebagainya (Mason, yang dikutip RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 125 -136 oleh Efferin, 2. Observasi ditujukan untuk memperoleh data tentang sebuah aktivitas yang tengah berlangsung (Efferin, 2. Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang . , pelaku, kegiata, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, dan perasaan (Afriani, 2. HASIL PENELITIAN Unit analisis dalam penelitian ini adalah persepsi pengusaha UMKM di BliBlitar yang memiliki jiwa seorang pengusaha dan mengerti tentang laporan keuangan secara sederhana terhadap laba yang didapat dari aktifitas bisnisnya. Tehnik analis data bertujuan untuk tahapan dalam menganalisis data. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrument kunci. Oleh karena itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas untuk bisa bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. Pembahasan fenomenologi peneliti mulai mengorganisasikan semua data atau gambaran menyeluruh tentang fenomena fenomena pengalaman yang telah dikumpulkan, lalu membaca data keseluruhan dan membuat catatan pinggir mengenai data yang dianggap penting kemudian melakukan pengkodean data. Menemukan dan mengelompokan makna pernyataan yang telah dirasakan oleh responden dengan melakukan horizontalizing yaitu setiap pernyataan pada awalnya diperlakukan dengan memiliki nilai yang sama. Selanjutnya pernyataan yang tidak relevan dengan topik dan pertanyaan maupun pertanyaan yang bersifat repetitive atau tumpang tindih dihilangkan, sehingga yang tersisa hanya horizons . rti tekstural dan unsur pembentuk atau menyusun dari phenomenon yang tidak mengalami penyimpanga. Penyataan tersebut kemudian dikumpulkan ke dalam unit makna lalu ditulis gambaran tentang bagaimana pengalaman tersebut terjadi. Selanjtunya peneliti mengembangkan uraian secara keseluruhan dari fenomena tersebut sehingga menemukan esensi dari fenomena tersebut, kemudian mengembangkan textural description . ang menjelaskan bagimana fenomena itu terjad. Peneliti kemudian menjelaskan secara naratif mengenai esensi dari fenomena yang diteliti dan mendapatkan makna pengalaman responden mengenai fenomena tersebut. Membuat laporan pengalaman setiap patrisipan. Setelah itu, gabungan dari gambaran tersebut RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 125 -136 ditulis (Afriani, 2. Sesudah pemaparan diatas peneliti membuat dan memberikan bukti fisik berupa foto atau rekaman saat melakukan prosesi wawancara dengan responden agar penelitian ini kebenaranya dapat dipertanggungjawabkan. PEMBAHASAN Pemaknaan Laba bagi Pelaku UMKM Garis Batas Satu Ae Laba. Penebar Rasa Bahagia dalam Roda Kehidupan Informan berikut merupakan pemilik dari UMKM UD Beton Press bergerak dalam bidang pembuatan bahan bangunan. Berikut adalah laba menurut Bapak Udin : AuKarena ini yang pernah saya alami mbak ya, jadi pembelian bahan baku seluruhnya saya catat, trus ongkos kerja sekian, jadi akhir dari finishing nya barang kita total semuanya, terus kita bagi daripada berapa yang waktu itu kita produksi, lalu kita kurangi dengan harga jual kita itu kita kurangi dengan modal yang kita keluarkan dan disitu nanti ketahuan untung sekian terus mbayar kerja sekianAy Penjelasan dari beliau juga sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh (Suwardjono, 2008: . laba dimaknai sebagai imbalan atas upaya perusahaan dalam menghasilkan barang dan jasa. Bapak Udin menjelaskan bahwa dalam setiap mengerjakan pesanan pelanggan. Bapak Udin mencatat berapa pemakaian bahan baku yang digunakan untuk produksi, sehingga Bapak Udin mengetahui berapa pemakaian baku yang terpakai, selanjutnya adalah mencatat ongkos kerja yang merupakan biaya untuk menggaji tenaga kerja, setelah barang yang diproduksi telah selesai dibuat. Bapak Udin menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat semua produknya termasuk biaya tenga kerja yang dinamakan harga pokok produksi, setelah terhitung. Bapak Udin menghitung selisih dari harga jual dengan harga pokok produksi tadi untuk menghitung jumlah laba yang diterima namun Bapak Udin juga menyatakan pendapat lain tentang laba sebagai berikut: : AuLaba dari sudut pandang pengusaha merupakan kunci utama dari setiap orang bekerja, karena apa? Untuk mendapatkan suatu kelebihan dari suatu segi taraf hidup perekonomian dari keluarga kalau dapat laba intinya kan senang, bahagiaAy RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 125 -136 Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa selain berupa materi, menurut Bapak Udin laba juga memberikan sesuatu yang bersifat non materi yang tidak dapat dilihat namun dapat dirasakan, yakni perasaan senang dan bahagia karena dapat mengangkat segi taraf kehidupan dari keluarga dari usaha yang dilakukanya. Bapak Udin juga menambahkan tentang persepsinya terhadap laba : AuKalau kita dalam produk membuat sesuatu yang rugi otomatis kita kan susah kan gitu, wah kok ga untung kan gitu mbak yah . ?Ay Itu saja simpelnya dari makna laba ya itu, kita bisa membuat suatu perekonomian keluarga bisa mungkin lebih ada tambahanAy Beliau menjelaskan bahwa tujuan utama dalam membuat suatu produk adalah mendapatkan laba, dari laba tersebut Bapak Udin dapat memberikan tambahan untuk kebutuhan ekonomi keluarga. Bapak Udin selalu berusaha supaya beliau memperoleh keuntungan dari aktifitas bisnisnya, maka dari itu Bapak Udin memberikan rincinan mengenai bagaimana cara menghitung laba : AuJadi kita mengeluarkan biaya untuk pembelian bahan baku, biaya opersionalnya, biaya operasionalnya itu ongkos pegawai. Dari harga jual kita kurangi biaya bahan baku dan ongkos pegawai jadi nanti ketahuanAy Bapak Udin dalam menerima pesanan, selalu menghitung dulu diawal berapa biaya yang dikeluarkan untuk pembelian dan pemakaian bahan baku, berapa biaya operasionalnya, biaya operasional adalah biaya untuk menggaji pegawai sehingga Bapak Udin dapat menghitung berapa laba yang akan diperoleh sehingga tidak mengalami kerugian nantinya. Dari apa yang telah dijelaskan oleh Bapak Udin, merupakan cara perhitungan Bapak Udin dalam menghitung laba kotor, karena Bapak Udin hanya sebatas menghitung selisih atas pendapatan dari penjualan dikurangi atas beban biaya seperti biaya tenaga kerja saja. Namun dalam praktiknya. Bapak Udin tidak menarget laba yang terlalu tinggi seperti yang diungkap berikut : Auada orang dari CV datang cari pengrajin yang harganya sifatnya dia sudah keliling mana yang termurah, saya gak ambil laba banyak-banyak pokoknya saya bisa terus produksiAy Pernyataan di atas menjelaskan bahwa Bapak Udin tidak menarget laba yang tinggi dari usahanya, walaupun laba yang diterima sedikit, dengan adanya perputaran modal itu sudah cukup bagi Bapak Udin dalam menjalankan aktifitas bisnisnya supaya terus berjalan. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 125 -136 Garis Batas Dua Ae Laba. Perputaran untuk Roda Perekonomian Bapak Aziz pemilik UD Makmur Adadi yang menyediakan berbagai alat dan bahan Persepsi laba menurut informan adalah: AuA. tiap hari misalnya ada berapa barang yang keluar, kalau keluarnya besar . kan ya seneng. Nanti setelah terjual dalam satu periode, kita hitung berapa pendapatanya lalu kita kurangi dengan biaya-biaya yang dibutuhkan selama penjualan barang tersebut. Menurut Bapak Aziz , laba adalah apabila pendapatan yang diterima dari penjualan baik itu secara ecer maupun grosir yang kemudian akan dikurangi dengan biaya produksi seperti ongkos karyawan dan biaya pemakaian bahan baku. Pendapat ini senada dengan apa yang dikemukakan oleh Belkaoui . laba merupakan perbedaan antara revenue yang direalisasikan yang timbul dari transaksi pada periode tertentu dihadapkan pada biaya-biaya yang dikeluarkan pada periode tersebut. Laba menurut informan juga dapat memberikan informasi penting sebagai pengambil keputusan pemilik usaha untuk memperbesar modal yang berguna untuk kemajuan usaha, hal tersebut juga mengandung unsur akuntansi bahwa laba berguna sebagai dasar pengambilan Bapak Aziz juga menambahkan laba menurut Bapak Aziz adalah apabila barang yang diproduksi cepat keluar atau laku terjual sebagaimana penyataan sebagai AuAdan juga barang yang dibuat itu gak pernah nyimpan sampai lama, . ambahan dari Bapak Azi. pokoknya model yang kita buat itu baru terus mbak. Intinya model baru, model bagus-bagus jualnya enak. Bagi saya banyak barang keluar itu sudah untung bagi sayaAy Bagi Bapak Aziz dengan cepatnya perputaran produk untuk segera laku terjual sudah merupakan laba, dikarenakan dalam perkembangan alat dan bahan bangunan selalu mengalami perkembangan, baik itu secara model, warna, dan akesoris lainya, maka diharapkanya supaya barang yang dipasarkan supaya cepat laku agar Bapak Aziz dapat memperbaruhi barang dengan model yang lebih baru, namun bila ada pemesan yang menginginkan barang model lama Bapak Aziz juga siap untuk menerima pesanan Bapak Aziz juga menambahkan terkait laba : RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 125 -136 AuA. pokoknya barang gak ada sisa, terus kalaupun ada sisa ya paling cuman sedikit karena nanti saya rugi. Begitu uda habis, ya gak bikin lagi kita upgrade model baru lagi kecuali ada pesenan pingin model yang duluAy Bapak Aziz menjelaskan bahwa produk yang belum atau tidak terjual hendaknya jangan dalam jumlah yang banyak, karena barang yang dipasrkan tersebut membutuhkan biaya dalam proses pemasaran, dan apabila tidak terjual maka akan ada beban kerugian sebesar jumlah sisa tersebut. Barang yang belum terjual tersebut akan tetap dipajang oleh Bapak Aziz dengan sampai ada pembeli yang tertarik membelinya baik secara ecer maupun grosir. Bapak Aziz juga menginginkan adanya kelangsungan usaha, dengan terjualnya barang dagangan Bapak Aziz , maka akan mendapat laba yang nantinya sebagian dari laba tersebut akan dibuat modal untuk Bapak Aziz stock barang Dalam melakukan aktifitas bisnisnya. Bapak Aziz juga membuat laporan keuangan secara sederhana seperti diungkap dalam kutipan berikut : AuAada karyawanAy AuA. saya bisa bandingkan antara laporan keuangan yang dahulu dan sekrang karena sudah lebih berpengalamanAy Dalam laporan keuangan yang Bapak Aziz buat secara sederhana terdapat beberapa akun seperti aksesoris, yang semuanya merupakan akun alat dan bahan bangunan yang dijual, dan Bapak Aziz juga memasukan akun beban gaji di dalam laporan keuangan. Laba sering digunakan sebagai suatu dasar untuk pengenaan pajak, kebijakan deviden, pedoman investasi serta pengambilan keputusan dan unsur prediksi dan prestasi. Bapak Aziz juga menjelaskan peran laporan keuangan dalam menentukan unsur prediksi dan prestasi dengan cara membandingka laporan keuangan antara bulan lalu dengan bulan selanjutnya, dengan mempelajari laporan keuangan. Bapak Aziz dapat memprediksi penjualan dibulan selanjutnya supaya menyediakan produk yang terbaru agar dapat cepat terserap ke pasar. Bapak Aziz juga menginginkan untuk kedepanya dapat mengembangkan usahanya dari laba ini seperti yang diutarakan sebagai berikut : AuApunya cabang lagi kan enak, lebih laris , kalo bisa ni nanti mau saya jadikan CV bukan UD, kalo CV kan ada orang yang pesen banyak ribuan misalnya, sepuluh ribu dua puluh ribu kan enak, jadi mereka gak meragukan sayaAy RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 125 -136 Bapak Aziz menjelaskan dari laba yang diperoleh, akan dibuat untuk mengembangkan usahanya menjadi CV, dengan dijadikanya CV maka konsumen yang akan memesan dalam jumlah yang besar tidak akan ragu karena status badan usaha milik Bapak Aziz telah menjadi CV, dengan begitu Bapak Aziz menginginkan adanya kelangsungan usaha dari usaha miliknya supaya tidak mengalami stagnan atau bahkan Dari apa yang telah dijelaskan oleh Bapak Aziz , merupakan cara perhitungan Bapak Aziz dalam menghitung laba kotor, karena Bapak Aziz hanya sebatas menghitung selisih atas pendapatan dari penjualan dikurangi atas beban biaya seperti biaya tenaga kerja saja. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi laba menurut pengusaha UMKM di Propolinggo. Penelitian ini menggunakan dua orang informan dimana bergerak dalam usaha berbentuk UMKM bidang manufaktur dan Grosir. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data dengan cara wawancara semi berstruktur. Berdasarkan pada uraian pada bab-bab sebelumnya serta hasil analisis yang didukung, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Petama - laba adalah mendapatkan kelebihan dari suatu segi taraf kehidupan perekonomian dari keluarga sehingga keluarga akan merasa senang. Keuda - laba adalah terjualnya seluruh barang-barang yang dipasarkan, karena uang hasil penjualan tersebut akan digunakan modal lagi untuk stock model baru berikutnya serta digunakan untuk merubah status usahanya dari UD menjadi CV dalam jangka panjang serta dapat membuat merk sendiri dalam usahanya. Laba tidak selalu hanya berupa keuntungan yang besar, namun cukup dengan adanya perputaran modal yang akan digunakan lagi untuk modal produksi berikutnya demi kelangsungan usaha dan pengembangan dari usaha. Laba menurut pengusaha UMKM di Blitar ini dipicu oleh semangat pengusaha untuk lebih mengembangkan usaha bisnisnya dengan mengedepankan kepercayaan konsumen dalam setiap pesanan. Dalam melakukan penelitian ini peneliti memiliki beberapa kendala yaitu : Dalam melakukan wawancara terkadang proses wawancara terganggu oleh kondisi RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 125 -136 sekitar yang memang secara lokasi berada di pinggir jalan sehingga terganggu oleh suara kendaraan yang lewat. Jawaban informan terkadang tidak sesuai dengan pertanyaan yang disampaikan oleh peneliti. Adanya konsumen yang datang untuk memesan sejumlah pesanan sehingga proses wawancara tertunda. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah bahwa ada kekurangan dalam pencarian data informan dan literatur. Maka diharapkan peneliti selanjutnya dapat mempelajari dan memahami karakteristik usaha UMKM yang akan diteliti sehingga dapat dikembangkan. Pencarian literatur untuk penelitian berikutnya agar lebih variatif tentang pemahaman tentang konsep laba. Pemilihan informan agar lebih bervariatif tidak hanya UMKM dari manufaktur saja melainkan juga dari dagang dan jasa dan dari berbagai wilayah dan juga pemilihan informan dari skala UMKM yang sama agar dapat dibandingkan secara langsung. REFERENSI