JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik * Umi Nurhayati Kementerian Agama Kabupaten Tuban Email uminurhayati74@gmail. Abstract This research aims to find out how coaching methods in academic supervision can improve teacher competence in the 21st century. To find out efforts to improve teacher competence in making teaching modules through coaching methods carried out by researchers/madrasah supervisors. Teachers of the 21st century are required to apply designed learning strategies, provide quality learning experiences, pay attention to the characteristics of students. Teachers carry them out by understanding the roles, functions and uses of the subjects they teach. This study used action research methods which were carried out in two cycles. The results of the study showed an increase in teacher competency with the coaching method. Furthermore, it is proven by the existence of observational data. Keywords: Supervisors. Teacher Competence. Coaching Methods. Academic Supervision Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode coaching pada supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru abad 21. Untuk mengetahui mengetahui usaha meningkatkan kompetensi guru dalam membuat modul Ajar melalui metode coaching yang dilakukan peneliti/pengawas madrasah. Guru abad 21 dituntut untuk menerapkan strategi pembelajaran yang dirancang, memberi pengalaman belajar yang berkualitas, memperhatikan karakteristik Peserta Didik guru melaksanakannya dengan memahami peran, fungsi dan kegunaan mata pelajaran yang diajarnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan yang dilangsungkan dalam dua silus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dengan metode coaching. Selanjutnya dibuktikan dengan adanya data hasil observasi. Kata Kunci: Pengawas. Kompetensi Guru. Metode Coaching. Supervise Akademik *** Umi Nurhayati: Upaya Pengawas Meningkatkan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm PENDAHULUAN Perkembangan zaman telah memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pendidikan merupakan program yang sangat penting dalam pembangunan karakter anak bangsa. Tanpa pendidikan, suatu bangsa tidak memiliki jati diri karena melalui pendidikan, nilai-nilai dan identitas bangsa dapat ditanamkan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan menjadi agenda yang sangat krusial untuk memastikan generasi penerus memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Guru merupakan komponen penting dalam proses belajar mengajar. Sebagai fasilitator pendidikan, guru berperan besar dalam usaha membentuk sumber daya manusia yang potensial. Mereka tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi contoh dalam adaptasi terhadap perubahan. Seorang guru diwajibkan untuk mampu beradaptasi dengan situasi aktual, terutama dalam pembelajaran abad-21 yang menuntut perubahan paradigma dan pendekatan baru dalam pendidikan. Dengan perubahan paradigma pembelajaran di abad-21 dan dinamika global yang sangat tidak menentu, diperlukan pola baru dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran di madrasah. Madrasah harus senantiasa melakukan perubahan dan perbaikan berkelanjutan, berani melakukan inovasi, serta memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal. Hal ini penting untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi seluruh warga madrasah, sejalan dengan kebutuhan peserta didik di era digital ini. Paradigma pembelajaran yang baru ini juga tercermin dalam berbagai regulasi pendidikan, seperti yang diatur dalam Permendikbud Nomor 07 Tahun 2022 tentang Standar Proses dan Permen Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Kualifikasi Guru. Regulasi ini mengharuskan guru untuk menerapkan strategi pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berkualitas, dengan memperhatikan karakteristik peserta didik serta memahami peran, fungsi, dan kegunaan mata pelajaran yang diajarkan. Namun, tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan regulasi ini adalah kenyataan bahwa masih ada guru yang belum memiliki kompetensi yang memadai. Beberapa guru masih menunjukkan metode mengajar yang kurang bervariasi dan Umi Nurhayati: Upaya Pengawas Meningkatkan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm belum memanfaatkan teknologi informasi dengan optimal. Hal ini sering kali menyebabkan kebosanan di kalangan peserta didik dan kurangnya keterlibatan emosional dalam proses pembelajaran. Dalam konteks ini, supervisi dengan pendekatan coaching menjadi salah satu solusi untuk membantu guru mengembangkan kompetensi profesionalnya. Pendekatan ini memungkinkan supervisor untuk memberikan bimbingan secara lebih personal dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing guru. Coaching dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mendesain administrasi pembelajaran, menerapkan metode pembelajaran yang efektif di kelas, dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Peran pengawas pendidikan juga menjadi sangat penting dalam konteks ini. Mereka harus mampu menjawab tantangan perkembangan dunia pendidikan dengan membimbing peningkatan kompetensi profesi guru dan kepala sekolah. Tugas utama pengawas mencakup tugas kepengawasan akademik dan manajerial yang harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan agar hasil yang diperoleh dapat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru abad 21 melalui metode coaching pada supervisi akademik dan pengaruh metode ini terhadap kompetensi guru. Diharapkan, metode coaching dapat memberikan manfaat praktis dan teoritis, baik bagi guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalnya, maupun bagi supervisor pendidikan sebagai alternatif metode supervisi akademik yang efektif. Urgensi penelitian ini juga terletak pada kebutuhan untuk memberikan masukan berharga bagi tenaga pendidik dan pengawas dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan efektivitas supervisi akademik. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan supervisi akademik dengan metode coaching dapat diterapkan sebagai langkah strategis dalam mendukung penerapan kurikulum merdeka yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pendidikan saat ini. Supervisi terhadap pembelajaran harus dilakukan secara rutin dan mengembangkan kemampuan profesional mereka. Supervisi yang dilakukan oleh Umi Nurhayati: Upaya Pengawas Meningkatkan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm supervisor di sekolah harus bersifat konstruktif dan kreatif, mendorong inisiatif guru untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan memotivasi kreativitas siswa. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan, yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan mengenai perubahan dan peningkatan sebagai dampak dari suatu tindakan yang dapat memberdayakan kelompok sasaran (Pardjono. Dalam hal ini, pengawas madrasah berperan ganda sebagai peneliti sekaligus sebagai coach yang melaksanakan tindakan. Penelitian ini melibatkan tiga observer, yaitu rekan sejawat, wakil kepala madrasah, dan perwakilan guru senior dari salah satu madrasah. Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan dalam dua Setiap siklus terdiri dari serangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I difokuskan pada pembahasan mengenai mekanisme evaluasi dan pengisian instrumen, sedangkan siklus II berfokus pada coaching bagi guru-guru yang melaksanakan pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah para guru, dengan tujuan perubahan yang diinginkan berupa peningkatan kompetensi guru. Fokus pengamatan meliputi keaktifan guru dalam proses pembelajaran, terpenuhinya perangkat pembelajaran, serta meningkatnya keterampilan guru dalam mengelola kelas dan memberikan pembelajaran kepada peserta didik. Dalam konteks penelitian ini, objek yang diamati adalah materi penyusunan modul ajar kurikulum merdeka sebagai bagian dari administrasi perangkat pembelajaran. Penelitian tindakan melalui metode coaching ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memaksimalkan peran guru sesuai dengan tuntutan abad ke-21. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di madrasah. PEMBAHASAN Kompetensi guru berkaitan erat dengan pengetahuan, kemampuan, serta tugas yang dibebankan kepada mereka. Menurut Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan. Umi Nurhayati: Upaya Pengawas Meningkatkan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya. Supervisi pendidikan memiliki tujuan dan manfaat Supervisi pendidikan memiliki tujuan dan manfaat penting, antara lain: (Jamal MaAomur Asmani, hal. Membangkitkan dan mendorong semangat guru dan pegawai administrasi sekolah lainnya untuk menjalankan tugas dengan sebaikbaiknya. Membantu guru dan pegawai administrasi dalam melengkapi kekurangan mereka dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk penyediaan berbagai media instruksional yang diperlukan untuk kelancaran proses belajar mengajar. Mendorong usaha bersama untuk mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode baru demi kemajuan proses belajar Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa supervisi pendidikan sangat memperhatikan peningkatan kualitas guru sebagai komponen penting dalam pendidikan. Kerja sama antara supervisor dan guru diperlukan untuk mengembangkan pendidikan. Untuk mendukung upaya ini, peneliti menerapkan metode coaching. Metode coaching merupakan interaksi dan intervensi berkelanjutan yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja individu dan tim. Coaching adalah proses pembinaan yang memungkinkan terjadinya pembelajaran dan pengembangan yang berujung pada peningkatan atau perbaikan kinerja (Parsloe, 2. Melalui proses coaching, keterampilan dan pengetahuan dikembangkan sehingga coachee dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Dalam hal ini, pengawas, sebagai coach, berperan langsung dalam proses belajar mengajar. Pengawas, kepala madrasah, dan guru, sebagai coach, memberikan pelayanan, bimbingan, dan pelatihan profesional kepada guru-guru agar dapat meningkatkan Umi Nurhayati: Upaya Pengawas Meningkatkan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm proses belajar mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas hasil Prinsip-prinsip coaching meliputi: Perubahan (Chang. : Percakapan dalam coaching harus mengarah pada tindakan yang dapat mengubah kondisi menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kepedulian (Concer. : Seorang coach menanyakan apa yang menjadi kepedulian coachee terkait hal-hal yang dibicarakan, termasuk harapan dan sasaran yang ingin dicapai. Pembelajaran (Learnin. : Coachee perlu memiliki pengalaman belajar, mampu merefleksikan pemikirannya sendiri, dan menemukan jawaban dari refleksi proses belajar. Hubungan (Relationshi. : Hubungan antara coach dan coachee harus saling terlibat. Coaching tidak akan terjadi jika salah satu pihak tidak Oleh karena itu, coaching adalah sarana untuk mencapai tujuan melalui proses pembelajaran dan pelatihan yang berfokus pada peningkatan kinerja. Kompetensi guru dapat ditingkatkan melalui faktor internal maupun Faktor internal meliputi kegiatan yang dilakukan oleh guru, seperti mengikuti seminar, workshop. MGMP/KKG, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Faktor eksternal mencakup program supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah, yang bertujuan untuk membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran dan menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, pengawas sekolah juga berfungsi sebagai partner akuntabilitas bagi guru dan kepala sekolah dalam menjalankan program-program yang direncanakan. Pengawas sekolah yang melaksanakan proses coaching tidak memberikan saran atau masukan secara langsung. Semua ide dan pemikiran harus berasal dari guru atau kepala sekolah. Pengawas hanya membantu mereka untuk Umi Nurhayati: Upaya Pengawas Meningkatkan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm berpikir, menggali insight, dan menstrukturkan pemikiran mereka. Selanjutnya, pengawas memastikan bahwa guru atau kepala sekolah melakukan apa yang telah mereka rencanakan dan katakan. Oleh karena itu, sangat penting bagi pengawas untuk menguasai kemampuan coaching ini. Terlebih lagi, sesuai dengan tuntutan kecakapan abad ke21, keterampilan komunikasi dan kolaborasi pengawas sekolah sebagai coach sangat diperlukan. Dengan menguasai aplikasi pengawasan, khususnya dalam pembuatan program akademik untuk guru, pelaksanaan, dan penerapannya, pengawas madrasah dapat memanfaatkan teknologi sesuai dengan tuntutan abad Versi ini memecah teks menjadi paragraf-paragraf yang lebih jelas dan terstruktur, serta menyajikan poin-poin utama dengan lebih sistematis untuk membantu pemahaman pembaca. Sebelum pelaksanaan siklus 1, peneliti melakukan observasi awal untuk mengetahui kondisi dasar guru dan proses pembelajaran di madrasah. Dari hasil observasi awal ini, ditemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran belum berjalan secara optimal. Penilaian dalam observasi awal menggunakan instrumen supervisi akademik yang berfokus pada analisis kondisi awal penyusunan perangkat Temuan awal menunjukkan bahwa kompetensi guru abad ke-21 belum Diagram yang menggambarkan hasil dari Siklus 1 dan Siklus 2 menunjukkan perubahan dan perkembangan yang signifikan antara kedua siklus. Dari temuan observasi awal, terlihat bahwa kompetensi guru abad ke-21 masih memerlukan peningkatan. Kegiatan Siklus 1 Selama pelaksanaan Siklus 1, peneliti melakukan refleksi dari hasil observasi dan menemukan beberapa masalah, antara lain: Guru belum sepenuhnya melengkapi perangkat pembelajaran. Guru mengajar tidak berdasarkan modul ajar yang telah disusun. Guru tidak menggunakan media pembelajaran dalam proses mengajar. Hasil dari instrumen telaah administrasi pembelajaran selama Siklus 1 menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran masih kurang memadai. Diagram menunjukkan bahwa sebagian besar aspek pembelajaran, seperti Alur Tujuan Umi Nurhayati: Upaya Pengawas Meningkatkan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm Pembelajaran (ATP), modul ajar, bahan ajar, dan hasil asesmen, masih berada di bawah standar yang diharapkan. Kegiatan Siklus 2 Pada Siklus 2, dilakukan tanya jawab tentang pengalaman mengajar, yang dilanjutkan dengan refleksi oleh peneliti. Berdasarkan observasi pada Siklus 2, ditemukan perbaikan signifikan, di mana: Perangkat pembelajaran sudah terpenuhi. Modul ajar tersusun dengan baik. Guru mulai melakukan pembelajaran dengan menerapkan model-model pembelajaran yang variatif serta memanfaatkan teknologi informasi secara lebih efektif. Hasil dari Siklus 2 menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa aspek pembelajaran. Diagram yang menggambarkan perkembangan dari Siklus 1 ke Siklus 2 memperlihatkan bahwa penerapan instrumen telaah administrasi pembelajaran mengalami peningkatan dalam hal pemenuhan ATP, modul ajar, bahan ajar, dan hasil asesmen. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan metode supervisi akademik dengan pendekatan coaching telah mampu meningkatkan kompetensi guru abad ke-21 secara signifikan, terutama dalam pemenuhan perangkat pembelajaran dan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar. KESIMPULAN Tuntutan kecakapan abad ke-21 menempatkan pendidik dan pengawas pada peran dan fungsi yang semakin kompleks, salah satunya sebagai coach. Sebagai coach, pengawas tidak hanya berperan sebagai penilai, tetapi juga sebagai pembimbing yang membantu guru mengembangkan kompetensi profesionalnya. Dalam konteks ini, peran pengawas menjadi sangat penting dalam mendukung guru untuk memenuhi standar kompetensi yang diperlukan di era digital dan dinamis saat Salah satu upaya yang dapat dilakukan pengawas untuk meningkatkan kompetensi guru adalah melalui metode coaching. Metode ini memberikan kesempatan kepada pengawas untuk melakukan pembinaan secara personal dan berkesinambungan, dengan fokus pada Umi Nurhayati: Upaya Pengawas Meningkatkan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm pengembangan keterampilan dan pengetahuan guru. Coaching dapat membantu guru memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan. Penerapan metode coaching terbukti efektif dalam meningkatkan mutu kompetensi guru abad ke-21. Dengan coaching, guru tidak hanya belajar mengenai teknik dan strategi pengajaran yang efektif, tetapi juga mendapatkan arahan tentang pemenuhan instrumen pembelajaran yang diberikan oleh supervisor, terutama terkait dengan komponen administrasi pembelajaran. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan, sehingga dapat menghasilkan output pendidikan yang berkualitas. *** DAFTAR PUSTAKA