JSI (Jurnal Sistem Informas. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma p-ISSN: 2355-9675 e-ISSN: 2541-3228 Sistem informasi monitoring pengangkutan dan pelaporan hasil panen kelapa sawit pada PTPN IV unit berangir Fazira Erlina1,*. Samsudin2. Raissa Amanda Putri3 1,2,3Sistem Informasi. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia 1faziraerlina5@gmail. com, 2samsudin@uinsu. id, 3raissa. ap@uinsu. Article Info Article history: Received December 2, 2024 Accepted December 19, 2024 Published December 22, 2024 Kata Kunci: Monitoring Pengangkutan Pelaporan Hasil Panen Website ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi monitoring pengangkutan dan pelaporan hasil panen kelapa sawit yang terintegrasi dan real-time guna meningkatkan efisiensi di PTPN IV Unit Berangir. Populasi penelitian adalah proses operasional pengelolaan hasil panen di unit tersebut, dengan sampel berupa data prosedur pengangkutan dan pelaporan hasil panen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sementara metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan sistem berbasis teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengurangi kesalahan pencatatan, meminimalkan potensi kecurangan, dan meningkatkan efektivitas operasional secara signifikan. Kesimpulannya, sistem ini memberikan dukungan yang akurat dan efisien untuk pengambilan keputusan, sehingga mengoptimalkan pengelolaan hasil panen di PTPN IV Unit Berangir. Corresponding Author: Fazira Erlina. Department of Information Systems. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Email: * faziraerlina5@gmail. PENDAHULUAN Di era globalisasi saat ini, teknologi informasi berkembang dengan pesat. Komputer, sebagai alat yang dirancang untuk mempermudah pekerjaan manusia, telah mengalami kemajuan signifikan baik dalam hal pembuatan perangkat keras maupun perangkat lunak (Aulia. Rizki. Prindiyana, & Surgana. Jumjumi & Triase, 2. Namun, pada kenyataannya, tidak seluruh area kehidupan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi ini dengan efisien dan tepat sasaran (Awaludin, 2. Salah satu area tersebut adalah sektor perkebunan kelapa sawit, yang merupakan salah satu komoditas strategis dan kontributor utama devisa negara Indonesia (Alda, 2023. Aman & Suroso, 2021. Effendi. Handoko. Azim, & Farida, 2. Prosedur dan operasional pengelolaan kebun kelapa sawit secara konvensional memiliki struktur dan sistem yang kompleks serta terorganisasi dengan baik. Namun, permasalahan muncul ketika kebun kelapa sawit memasuki masa panen (Fadilah. Wijaya, & Wiratama, 2016. Utomo. Triyanto, & Ristian. Pada tahap ini, kelapa sawit yang telah dipanen akan ditimbang dan dihitung sebelum diangkut oleh sopir ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Proses pengangkutan hasil panen dari kebun menuju pabrik seringkali tidak dapat diawasi secara langsung, seperti yang terjadi di PTPN IV Unit Berangir. Setelah dipanen, hasil panen ditimbang, dicatat, dan dilaporkan oleh asisten afdeling melalui WhatsApp kepada koordinator timbang. Data yang dilaporkan mencakup informasi seperti nama sopir, nomor polisi kendaraan, nomor telepon, lokasi pengangkutan, waktu, tanggal keberangkatan, dan jumlah hasil panen ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) yang akan diangkut (Laisina. Haurissa, & Hatala, 2018. Saziati. Hadary, & Bach, 2024. Suprasetyo. Kalifa, & Diwandari, 2. Setelah truk sampai di pabrik, koordinator timbang mengecek ulang muatan truk dan menimbangnya kembali untuk memilah buah yang matang dan mentah. Selanjutnya, pimpinan memantau data dari kedua pihak asisten afdeling dan koordinator timbang untuk memastikan Ketidaksesuaian data sering kali memerlukan tindakan lebih lanjut berupa peringatan atau Beberapa faktor penyebab permasalahan dalam proses ini adalah sulitnya memonitor pengangkutan dan pelaporan hasil panen akibat pencatatan manual melalui WhatsApp dan kertas. Proses ini rentan terhadap perbedaan data, yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kurangnya koordinasi dalam proses pengangkutan ini dapat mengakibatkan penurunan mutu hasil panen, kualitas operasional, serta peningkatan risiko penjualan tandan buah segar yang tidak sesuai (Malau. Yahfizham, & Putri, 2022. Suprasetyo et al. , 2. Dengan perkembangan teknologi informasi, diharapkan sistem informasi dapat memanfaatkan berbagai keunggulan teknologi untuk menciptakan pengelolaan data yang lebih efektif. Salah satu platform yang mendukung penyampaian informasi secara terintegrasi adalah website (Muryan Awaludin. Tata Sumitra, & Achmad Ramadhany, 2. Penggunaan teknologi berbasis web memungkinkan pengembangan sistem yang dapat memantau proses pengangkutan tandan buah segar dari titik awal hingga titik akhir secara terintegrasi, sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga (Asbullah & Samsudin, 2024. Endra & Aprilita, 2018. Kurniawan. Samsudin, & Triase, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi monitoring berbasis web yang dapat mengatasi keterbatasan dalam proses pengangkutan dan pelaporan hasil panen kelapa sawit. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, meminimalkan kesalahan, dan mengurangi risiko kecurangan dalam pengelolaan hasil panen. Penelitian ini didasarkan pada studi sebelumnya, seperti penelitian oleh Indra Warman dan Khisbal Jihadi . yang mengembangkan aplikasi layanan monitoring progres hasil plasma perkebunan kelapa sawit berbasis web untuk memantau pertumbuhan kebun dan bagi hasil. Namun, penelitian tersebut hanya fokus pada aspek pertumbuhan kebun dan pembagian hasil (Warman & Jihadi, 2. Penelitian lain oleh Redy Irvin Wiratama . mengembangkan sistem informasi monitoring hasil kebun dan produksi berbasis web, namun hanya mencakup kegiatan hasil kebun dan hasil produksi (Fadilah et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan kontribusi baru dalam bentuk sistem yang lebih komprehensif untuk memantau proses pengangkutan dan pelaporan hasil panen secara real-time, sekaligus memberikan solusi praktis terhadap permasalahan yang ada di PTPN IV Unit Berangir. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data dan informasi yang relevan, serta metode pengembangan sistem berbasis waterfall untuk merancang sistem yang diusulkan. Pemilihan metode ini bertujuan untuk memastikan proses penelitian dan pengembangan dilakukan secara sistematis dan terarah (Jumjumi & Triase, 2. Metode Penelitian Kualitatif Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam dan komprehensif terkait permasalahan yang menjadi fokus penelitian (Waruwu, 2. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik berikut: Observasi Pengamatan langsung dilakukan di PTPN IV Unit Berangir untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan data terkait proses pengangkutan dan pelaporan hasil panen kelapa sawit. Data ini digunakan untuk mendukung analisis kebutuhan sistem. Wawancara Informasi dikumpulkan melalui wawancara dengan narasumber, yang mencakup proses pendataan hasil panen serta kebutuhan sistem informasi untuk memantau pengangkutan dan pelaporan hasil panen kelapa sawit. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Studi Pustaka Data tambahan diperoleh dari jurnal, buku, dan penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik pengembangan sistem informasi ini (Rismayanti. Wibowo, & Pranoto, 2. Metode Pengembangan Sistem Pengembangan sistem menggunakan metode waterfall, yang merupakan pendekatan terstruktur dengan langkah-langkah yang jelas dan terurut. Metode ini dipilih karena memberikan panduan yang sistematis dalam setiap tahap pengembangan sistem, mulai dari analisis hingga tahap pendukung. Waterfall sering disebut sebagai model sekuensial linier atau alur hidup klasik . lassic life cycl. karena setiap langkah harus diselesaikan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya (Damanik. Putri, & Harahap, 2024. Jumjumi & Triase, 2. Tahapan metode waterfall yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Gambar 1. Tahapan Metode Waterfall. Analisis Kebutuhan Pada tahap ini, kebutuhan sistem dianalisis berdasarkan data yang dikumpulkan. Analisis Analisis Sistem Tahapan pertama adalah mengidentifikasi permasalahan, seperti belum adanya sistem informasi untuk monitoring pengangkutan dan pelaporan hasil panen. Analisis Kebutuhan Pada tahap ini menentukan solusi berupa pengembangan sistem informasi untuk mempermudah pemantauan dan pelaporan. Desain Sistem dirancang menggunakan UML (Unified Modeling Languag. untuk menghasilkan use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram. Desain juga mencakup perancangan basis data dan antarmuka pengguna. Implementasi kode program dikembangkan menggunakan XAMPP dengan PHP sebagai bahasa pemrograman. Apache sebagai web server, dan MySQL sebagai basis data. Visual Studio Code digunakan sebagai alat bantu pengembangan. Pengujian dilakukan untuk memastikan sistem dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan adalah sebuah proses yang dilakukan pada penelitian ini untuk mendapatkan informasi tentang sistem yang berjalan pada PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Berangir dan kebutuhan sistem yang dibutuhkan untuk diterapkan sehingga dapat meningkatkan kegiatan monitoring pengangkutan dan pelaporan hasil panen kelapa sawit secara terintegrasi dengan menggunakan sebuah sistem berbasis web. Pada tahapan ini juga dilakukan pengumpulan data secara langsung pada PTPN IV Unit Berangir melalui proses wawancara. Analisis kebutuhan juga dilakukan untuk mengevaluasi ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) kekurangan yang ditemukan di dalam sistem yang berjalan pada PTPN IV Unit Berangir untuk selanjutnya dijadikan acuan dalam membangun sistem yang sesuai dengan kebutuhan dalam kegiatan monitoring pengangkutan dan pelaporan hasil panen kelapa sawit pada PTPN IV Unit Berangir. 1 Analisis Sistem Usulan Sistem yang diusulkan untuk diterapkan adalah digitalisasi proses pencatatan dan pendataan laporan hasil panen, terutama dalam pengangkutan dan pelaporannya, yang dilengkapi dengan otomatisasi pembuatan laporan kinerja supir. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kemudahan pengawasan terhadap berbagai proses yang ada di dalamnya. Pengembangan sistem akan dilakukan pada platform web, yang memungkinkan pencatatan berbasis waktu guna mendukung pembuatan laporan secara otomatis. Hal ini diharapkan dapat mempermudah proses pendataan, mempercepat penarikan kesimpulan dari data, serta meningkatkan efisiensi pekerjaan di PT Perkebunan Nusantara IV Unit Berangir. Selain itu, sistem ini juga berperan dalam mengurangi potensi masalah yang dapat muncul dari metode manual. Flow of Diagram dari sistem usulan ini dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Flowchart of Diagram Sistem Usulan Flowchart di atas menggambarkan alur proses pengangkutan hasil panen di PT Perkebunan Nusantara IV. Proses dimulai oleh staff pabrik yang membuat perintah pengangkutan melalui sistem. Selanjutnya, supir memulai proses pengangkutan berdasarkan perintah tersebut. Data muatan yang diangkut kemudian dicatat oleh asisten afdeling. Sistem memproses dan memfilter data tersebut untuk menghasilkan data timbangan. Data ini selanjutnya dicatat sebagai data muatan pabrik oleh koordinator Akhirnya, pimpinan menerima laporan akhir berupa data proses pengangkutan yang telah Alur ini dirancang untuk memastikan semua proses tercatat dengan baik dan efisien. 2 Analisis Monitoring Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada PTPN IV Unit Berangir didapatlah beberapa data yang diperlukan untuk monitoring seperti data pegawai, data jadwal keberangkatan supir, hingga lokasi pengangkutan atau afdeling. Pada PTPN IV Unit Berangir terdapat 6 Afdeling (Pondo. Tiap Afdeling memiliki Asisten Afdeling yang akan mendata hasil panen, waktu pengangkutan dan data yang diperlukan lainnya dalam pengangkutan sawit. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Tabel 1. Data Afdeling Afdeling Nama Asisten Afdeling Suhaidi Muhammad Khairil i Arganta Hotlian Sirait Satria Nurdiansyah Sapendro Sitompul Jeprianto Masing-masing afdeling memiliki 4 truck untuk pengangkutan sawit. Berikut tabel data truk dan sopir pengangkut tiap afdeling. Tabel 2. Data Truk dan Supir Afdeling Nomor Plat Truk Nama Sopir 9450 YK Sisu 8415 YF Udin 8044 VN Dolok 8475 YE Ompong 8309 CQ Gugun 8117 CK Padil 8154 EQ Chandra 8782 YG Demun 8068 YH Ondik 8814 BR Iyan i 9762 YE Anwar 9815 YM Ewin 9951 EC Budi 9073 LN Juan 8327 YL Bari 8328 YK Dedi 9345 CD Yono 8680 YZ Jali 8542 WM Supri 8216 TL Yusuf 8940 SN Pairin 9023 JK Jaiman 8429 ZN Wahyu 9565 YL Galang Kegiatan monitoring dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pengangkutan hasil panen, juga untuk menghindari terjadinya kecurangan yang dapat menyebabkan kerugian (Akmal. Ramdani, & Pinandito, 2. Monitoring berjalan dimulai saat sopir masuk ke sistem untuk mengkonfirmasi bahwa ia akan berangkat ke afdeling yang telah dijadwalkan atau ditentukan oleh staf pabrik/admin. Saat sopir sampai ke afdeling maka asisten afdeling akan menginputkan data panen, termasuk berapa banyak sawit yang diangkut oleh tiap truck yang datang. Setelah truk pengangkut sampai ke pabrik, koordinator timbang akan menginputkan data jumlah panen yang dibawa oleh tiap Kemudian data-data tersebut akan di cek oleh pimpinan pabrik. Data hasil panen yang di input oleh koordinator timbang harus sesuai dengan inputan asisten afdeling, sehingga jika terjadi ketidaksesuaian ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) antara inputan keduanya maka patut dicurigai adanya kecurangan. Berikut sampel data monitoring pada Afdeling VI. Tabel 3. Data Monitoring Afdeling VI No. Lori No. Polisi (BK) Jam Jumlah Tandan Nama Sopir Afdeling Pabrik Afdeling Pabrik Galang Jaiman Wahyu Pairin Diangkut TPH/ Blok Galang Jaiman Wahyu Pairin Total Keterangan: B = Bruto . erat truk ditambah berat sawit yang diangku. T = Tarra . erat truk pengangku. N = Netto . erat sawit yang diangku. Pada Tabel 3, tercatat bahwa sopir bernama Galang dengan truk berplat nomor 9565 YL tiba di Afdeling VI pada pukul 13. 27 WIB. Sopir tersebut mengangkut sebanyak 280 tandan sawit dengan rincian berat Bruto 10. 055 ton. Tarra 4. 250 ton, dan Netto 5. 805 ton, dari TPH/Blok A di Afdeling VI menuju pabrik. Truk tiba di pabrik pada pukul 13. 47 WIB, dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 20 Setelah sampai, koordinator timbang mencatat hasil panen yang dibawa, yakni 280 tandan sawit dengan berat Bruto 10. 055 ton. Tarra 4. 250 ton, dan Netto 5. 805 ton. Hal yang sama berlaku untuk truk lainnya, dengan total keseluruhan 2. 144 tandan sawit dari Afdeling VI. Berdasarkan data yang tercatat, hasil input oleh asisten afdeling dan koordinator timbang menunjukkan konsistensi dan kesesuaian. Dengan adanya sistem monitoring, perusahaan dapat memastikan bahwa proses pengangkutan hasil panen berjalan secara efisien dan akurat, yang pada akhirnya mendukung peningkatan produktivitas dan kinerja operasional secara keseluruhan. Desain Sistem Desain sistem merupakan salah satu tahapan penting dalam keseluruhan proses pembangunan Pada penelitian ini, perancangan sistem dilakukan dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML), yang mencakup beberapa komponen utama, yaitu use case diagram, activity diagram, sequence diagram, class diagram, desain basis data, serta desain antarmuka sistem. Setiap komponen ini dirancang untuk mendukung pengembangan sistem secara terstruktur dan sistematis, sehingga menghasilkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan penelitian (Alda, 2021. Fauzi. Erniawati, & Hidayat, 2019. Febiana. Triase, & Alda, 2. 1 Use Case Diagram ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Use case diagram digunakan untuk menggambarkan hubungan antara aktor dan aktivitas dalam Diagram ini menjelaskan berbagai proses yang ada dalam sistem serta bagaimana interaksi aktor dengan proses tersebut. Gambar 3 menunjukkan use case diagram dari sistem yang akan dibangun. Gambar 3. Use case Diagram 2 Activity Diagram Activity diagram menggambarkan alur berbagai aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, termasuk bagaimana setiap alur dimulai, keputusan-keputusan yang mungkin terjadi, dan bagaimana alur tersebut berakhir. Activity diagram dalam sistem ini adalah sebagai berikut: Gambar 4. Activity Diagram Login ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Activity diagram pada Gambar 4 diatas menunjukkan alur proses login pada sistem. Proses dimulai ketika staff pabrik memilih menu login dan memasukkan username serta password. Sistem akan memvalidasi data yang dimasukkan. Jika validasi berhasil, pengguna diarahkan ke halaman dashboard. Namun, jika validasi gagal, sistem menampilkan pesan kesalahan . rror messag. melalui pop-up. Gambar 5. Activity Diagram Data Afdeling Activity diagram pada Gambar 5 diatas menggambarkan alur proses pengelolaan data afdeling oleh staff pabrik dalam sistem. Proses dimulai dengan staff memilih menu "Data Afdeling", yang dilanjutkan dengan tiga opsi utama, yaitu menambah, mengedit, dan menghapus data afdeling. Pada proses penambahan data, staff memilih opsi "Tambah Data Afdeling", kemudian sistem menampilkan formulir untuk memasukkan data baru. Setelah data diinput, sistem akan menyimpan data tersebut. Pada proses pengeditan, staff memilih data afdeling yang akan diubah, sistem menampilkan formulir edit, dan setelah dilakukan perubahan, sistem akan memperbarui data yang sudah ada. Sedangkan untuk menghapus data, staff memilih data afdeling yang akan dihapus, dan sistem akan menghapus data tersebut dari database. Diagram ini menunjukkan implementasi fungsi CRUD (Create. Read. Update. Delet. yang terstruktur untuk mempermudah pengelolaan data afdeling. 3 Sequence Diagram ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan alur kerja sistem dengan menunjukkan interaksi antara aktor . dan komponen sistem secara berurutan berdasarkan waktu. Diagram ini memvisualisasikan bagaimana pesan atau instruksi dikirimkan dari satu objek ke objek lainnya untuk menjalankan suatu proses. Dalam penelitian ini, hanya beberapa sequence diagram yang ditampilkan sebagai contoh, seperti alur kerja proses login dan pengelolaan data afdeling, untuk memberikan gambaran representatif tanpa menyertakan seluruh proses yang ada dalam sistem. Hal ini dilakukan untuk menjaga fokus pada bagian-bagian utama dari implementasi sistem. Gambar 6. Sequence Diagram Login Sequence diagram di atas menjelaskan proses login oleh Staff Pabrik ke dalam sistem. Alur dimulai dari Staff Pabrik yang mengakses Menu Login untuk membuka Form Login. Staff kemudian memasukkan username dan password, yang diteruskan ke Database untuk memeriksa keabsahan data. Jika validasi berhasil, sistem akan menampilkan Dashboard Staff Pabrik, yang menjadi halaman utama setelah login berhasil. Diagram ini menunjukkan interaksi antara aktor (Staff Pabri. , sistem (Menu Logi. , dan database secara kronologis. Gambar 7. Sequence Diagram Data Afdeling Sequence diagram di atas menggambarkan alur interaksi antara aktor Staff Pabrik dengan sistem pengelolaan data afdeling yang mencakup tiga proses utama: menambah, mengedit, dan menghapus Dalam proses penambahan data. Staff Pabrik memilih menu Data Afdeling pada dashboard, kemudian sistem menampilkan form tambah data melalui komponen Form Data Afdeling. Setelah data diinput, sistem menyimpan data tersebut ke database dan memberikan notifikasi bahwa data berhasil Proses pengeditan data dimulai dengan Staff Pabrik memilih menu edit data, diikuti dengan tampilan form edit data untuk memperbarui informasi. Setelah data diperbarui, sistem menyimpan perubahan ke database dan memberikan notifikasi keberhasilan. Pada proses penghapusan data. Staff Pabrik memilih menu hapus data, sistem menghapus data dari database, dan memberikan notifikasi bahwa data berhasil dihapus. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 4 Class Diagram Berdasarkan rancangan basis data yang telah dirancang, berikut adalah Class Diagram dari sistem informasi monitoring pengangkutan dan pelaporan hasil panen kelapa sawit pada PTPN IV unit berangir. Gambar 8. Class Diagram Implementasi Pada penelitian ini telah dihasilkan sebuah sistem informasi berbasis web yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan monitoring terhadap pengangkutan sawit hasil panen pada PTPN IV Unit Berangir. Berikut adalah hasil tampilan sistem yang telah dibangun: Tampilan Halaman Login Gambar 9. Halaman Login Halaman login ini adalah halaman pertama yang muncul saat program dijalankan. Pada halaman ini, pengguna harus memasukkan username dan password untuk mengakses sistem. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Tampilan Halaman Data Afdeling Gambar 10. Halaman Data Afdeling Halaman data afdeling diatas menampilkan tabel data afdeling dan memiliki operasi untuk melakukan penambahan, pengeditan dan penghapusan data. Tampilan Halaman Tambah Data Operasional Gambar 11. Halaman Tambah Data Operasional Halaman ini merupakan halaman tambah data operasional yang menampilkan form untuk dilakukan penginputan oleh staff pabrik. Tampilan Halaman Data Muatan Pabrik Gambar 12. Halaman Data Muatan Pabrik Halaman ini merupakan halaman data muatan pabrik yang menampilkan tabel data muatan pabrik dan memiliki operasi untuk melakukan pencetakan data berdasarkan dengan tanggal yang diinginkan. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Tampilan Halaman Operasional Supir Gambar 13. Halaman Operasional Supir Halaman ini merupakan halaman data operasional supir yang menampilkan tabel data operasional supir dan memiliki operasi untuk mulai melakukan operasional. Tampilan Halaman Data Muatan Afdeling Gambar 14. Halaman Data Muatan Afdeling Halaman ini merupakan halaman data muatan afdeling yang menampilkan tabel data muatan afdeling dan memiliki operasi tambah untuk melakukan penambahan data muatan. Tampilan Halaman Tambah Data Muatan Afdeling Gambar 15. Halaman Tambah Data Muatan Afdeling ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Halaman ini merupakan halaman tambah data muatan yang menampilkan form untuk dilakukan penginputan data muatan yang akan dimuat ke dalam truck. Tampilan Halaman Tambah Data Muatan Pabrik Gambar 16. Halaman Tambah Data Muatan Pabrik Gambar diatas merupakan tampilan tambah data muatan pabrik untuk mengonfirmasi muatan yang datang di pabrik sekaligus filterisasi buah yang sampai. Tampilan Halaman Data Operasional Pimpinan Gambar 17. Halaman Data Operasional Pimpinan Halaman ini merupakan halaman data operasional pimpinan yang menampilkan tabel dari data operasional serta memiliki tombol detail untuk melihat secara menyeluruh dari data operasi. Tampilan Halaman Data Kinerja Supir Pimpinan ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Gambar 18. Halaman Data Kinerja Supir Pimpinan Halaman ini merupakan halaman data kinerja supir pimpinan yang menampilkan tabel dari data operasional serta memiliki tombol detail kinerja untuk menampilkan halaman kinerja supir scara detail. Tampilan Halaman Monitoring Kinerja Supir Gambar 19. Halaman Monitoring Kinerja Supir Halaman ini merupakan tampilan pada halaman detail kinerja supir yang menampilkan riwayat pengangkutan yang dibawa supir yang bersangkutan Tampilan Halaman Laporan Afdeling Pimpinan Gambar 20. Halaman Laporan Afdeling Pimpinan Halaman ini merupakan halaman laporan muatan afdeling yang menampilkan tabel dari data laporan muatan afdeling. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Tampilan Halaman Laporan Pabrik Pimpinan Gambar 21. Halaman Laporan Pabrik Pimpinan Halaman ini merupakan halaman laporan pabrik pimpinan yang menampilkan tabel dari laporan pabrik serta memiliki tombol cetak untuk mencetak hasil laporan pabrik sesuai dengan tanggal yang Tampilan Halaman Laporan Panen Hilang Pimpinan Gambar 22. Halaman Laporan Panen Hilang Halaman ini merupakan halaman laporan panen hilang pimpinan yang menampilkan tabel dari laporan panen serta memiliki tombol cetak untuk mencetak hasil laporan panen hilang sesuai dengan tanggal yang diinginkan. Pengujian Pengujian dilakukan untuk melihat apakah menu-menu yang terdapat pada sistem dapat berjalan sesuai dengan perancangan yang telah di tentukan. Uji coba sistem ini menggunakan mentode pengujian black box. Hasil pengujian black box dari Sistem Informasi Monitoring Pengangkutan dan Pelaporan Hasil Panen Kelapa Sawit Pada PTPN IV Unit Berangir, dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 4. Data Monitoring Afdeling VI Skenario Uji Hasil Yang Diharapkan Menjalankan Website Masuk kedalam halaman login Berhasil Masuk kedalam halaman utama Berhasil Menampilkan halaman dashboard Menampilan halaman form setting akun supir yang hanya dapat Berhasil Masukkan username dan Pilih menu dashboard Pilih menu setting akun Hasil Pengujian Berhasil ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) No Skenario Uji Klik simpan pilih menu data operasional Klik tombol mulai operasional sebelum supir Klik tombol Detail Klik logout Hasil Yang Diharapkan mengubah nama, telepon, dan ubah Menampilkan notifikasi akun berhasil Menampilkan data operasional Menampilkan notifikasi AuArmada Telah Berangkat Menuju TujuanAy Menampilkan halaman detail pengangkutan yang dibawa supir yang bersangkutan Menutup sistem akun dan kembali ke halaman awal . Hasil Pengujian Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dihasilkan pada penelitian ini, dapat disimpulkan: Pada penelitian ini dihasilkan sebuah sistem informasi monitoring pengangkutan dan pelaporan hasil panen kelapa sawit yang terintegrasi dan realtime, dimana pimpinan dapat memantau proses pengangkutan dan hasil panen secara struktur, akurat dan langsung. Hal ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan cepat, serta meningkatkan efektivitas operasional yang lebih baik di PTPN IV Unit Usaha Berangir. Pada sistem ini juga dihasilkan sistem yang terintegrasi dan sistematis, dimana proses pengumpulan dan pengolahan data dapat dilakukan dengan lebih efisien, sehingga mengurangi kesalahan, meminimalisir kecurangan, dan keterlambatan dalam pelaporan. DAFTAR PUSTAKA