99 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. PENGARUH PINJAMAN MODAL DAN PEMBINAAN SIMPAN PINJAM PEREMPUAN TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) THE INFLUENCE OF CAPITAL LOANS AND WOMEN'S SAVINGS AND LOAN DEVELOPMENT ON THE DEVELOPMENT OF MICRO SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES Rosanti Insititut Agama Islam Negeri Langsa rosantibungsu@gmail. Shelly Midesia Insititut Agama Islam Negeri Langsa shellymidesia@iainlangsa. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of capital loans and women's savings and loan guidance on the development of MSMEs in Meloak Sepakat Village. Gayo Lues Regency. This study uses primary data sourced from a research questionnaire with a sample of 120 Methods of data analysis using multiple linear regression equations, t test. F test and the coefficient of determination (R. The results showed that capital loans and women's savings and loan coaching have an effect on the development of MSMEs in Meloak Sepakat Village. Gayo Lues Regency, which is known from the multiple linear regression equation Y = 281 0. 299X1 0. 692X2. The t test results show that capital loans have a significant effect on the development of MSMEs in Meloak Sepakat Village. Gayo Lues Regency. The development of savings and loans for women has a significant effect on the development of MSMEs in Meloak Sepakat Village. Gayo Lues Regency. Then the results of the F test, simultaneously capital loans and women's savings and loan guidance have a significant effect on the development of MSMEs in Meloak Sepakat Village. Gayo Lues Regency. Keywords: capital loans, coaching, development of MSMEs Abstrak Tujuan penelitian dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh pinjaman modal dan pembinaan simpan pinjam perempuan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini menggunakan data primer yang bersumber kuesioner penelitian dengan sampel sebanyak 120 orang responden. Metode analisis data menggunakan persamaan regresi linier berganda, uji t, uji F dan uji koefisien determinasi (R . Hasil penelitian diperoleh pinjaman modal dan pembinaan simpan pinjam perempuan berpengaruh terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kabupaten Gayo Lues yang diketahui dari persamaan regresi linier berganda Y = 4,281 0,299X1 0,692X2. Hasil uji t diketahui pinjaman modal berpengaruh signifikan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kabupaten Gayo Lues. Pembinaan simpan pinjam perempuan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kabupaten Gayo Lues. Kemudian hasil uji F, secara simultan pinjaman modal dan pembinaan simpan pinjam perempuan Pengaruh Pinjaman Modal Dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rosanti dan Shelly Midesia 100 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. berpengaruh signifikan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kabupaten Gayo Lues. Kata kunci: pinjaman modal, pembinaan, perkembangan UMKM Penduhuluan Perbaikan ekonomi masyarakat untuk menjadi lebih baik adalah suatu fenomena sepanjang sejarah Negara Indonesia sebagai suatu Negara Kesatuan dan menjadi persoalan besar bagi perkembangan bangsa Indonesia. Persoalan kurang sejahteranya masyarakat telah menyebabkan adanya anak-anak tidak dapat mengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan dalam membiayai kesehatan, kurangnya perhatian khusus yang diberikan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu, jumlah pengangguran yang semakin meningkat yang disebabkan oleh kurangnya lapangan kerja dan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat serta kurangnya jaminan sosial dari pemerintah terhadap perlindungan masyarakat miskin. Sehingga menyebabkan jutaan rakyat kekurangan dalam memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Penyebab kurang sejahteranya adalah kelemahan masyarakat untuk mampu mengembangkan kehidupan maupun usahaya. Banyak orang tidak mampu memperoleh pekerjaan disebabkan oleh lemahnya kemampuan serta akses mereka terhadap pekerjaan yang tersedia (Waluyo, 2. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya kualitas sumber daya manusia yang ada. Selain itu, bagi masyarakat yang telah memiliki usaha permasalahan belum dapat dikatakan selesai. Seringkali masalah modal usaha menjadi hambatan bagi mereka untuk mengembangkan kelangsungan usahnya. Sulitnya prosedur untuk memperoleh pinjaman dari berbagai lembaga keuangan, misalnya pada bank serta agunan yang harus diserahkan menyebabkan masyarakat enggan untuk meminjam pada lembanga Akibatnya, mereka lebih banyak yang meminjam kepada rentenir karena akses serta persyaratan yang lebih mudah, meskipun dengan bunga yang jauh lebih Keterlibatan pemerintah dalam menyikapi masalah kesejahteraan masyarakat sangatlah strategis dengan menempuh kebijakan yang dapat melahirkan program pembangunan yang terpadu, antara pertumbuhan dan pemerataan termasuk didalamnya upaya peningkatan peran pemerintah yang lebih mampu menggerakkan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah pada era Pengaruh Pinjaman Modal Dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rosanti dan Shelly Midesia 101 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. sebelumnya telah melakukan berbagai usaha. Usaha-usaha tersebut berupa pemberian kredit usaha, program beras untuk rakyat miskin . , program bantuan langsung tunai (BLT), program inpres, jaring pengaman sosial (JPS) dan lain sebagainya (Putera. Pemberian kemudahan bagi usaha-usaha kecil di setiap daerah di Indonesia salah satunya adalah kemudahan memperoleh modal. Karena dengan adanya modal dapat memulai usaha atau mengembangkan usaha yang telah dijalankan (Rina, 2. Menjalankan usaha tidak terlepas dari modal yang digunakan, umumnya adalah modal sendiri atau modal keluarga bagi usaha-usaha yang telah dioperasionalkan. Sementara untuk yang tidak memiliki harus melakukan pinjaman pada Bank atau lembaga keuangan lainnya non bank. Pinjaman ini umumnya adalah pinjaman konvensional yang berkaitan dengan bunga atau riba. Setiap pelaku usaha yang akan melakukukan usaha dengan modal pinjaman sebaiknya menghindari pinjaman dengan menambah bunga . Pertimbangan riba menjadi polemik bagi yang ingin membuat usaha dengan kekurangan modal kerja. Pinjaman modal yang tidak mengenakan bunga diantaranya adalah pinjaman yang dikelola dengan program pemerintah. Program pemerintah salah satunya adalah PNPM Mandiri diterapkan sejak tahun 2007 untuk pengentasan kemiskinan di perkotaan, wilayah khusus dan desa tertinggal. Setelah 31 Desember 2014 berakhir, selanjutnya terdapat program yang terus berlanjut yang dikelola oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu program yang tetap membantu masyarakat dalam hal pengembangan perekonomian dan tetap berbasis pemberdayaan masyarakat. Modal yang diberikan oleh lembaga swadaya ini adalah modal yang diberikan khusus untuk perempuan yang disebut simpan pinjam perempuan (SPP). Simpan Pinjam Perempuan yaitu pinjaman untuk modal usaha yang dikelola oleh perempuan dan pinjaman ini sifatnya berkelompok. Pinjaman modal yang difasilitasi tersebut kemudian perlu dilakukan pembinaan yang merupakan bagian dari progam lembaga swadaya masyarakat ini yaitu membina setiap kelompok yang diberikan fasilitas pinjaman Pembinaan ini berupa pemberian arahan agar UMKM dapat berkembang dan menghasilkan pendapatan serta dapat meningkat kesejahteraan masyarakat dan juga pinjaman dana dapat dikembalikan tepat waktu. Pelaku UMKM dapat berkembang selain adanya orientasi pasar dengan dukungan modal (Zulkarnain dan Mukarramah. Pengaruh Pinjaman Modal Dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rosanti dan Shelly Midesia 102 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. Program lembaga swadaya masyarakat di Desa Meloak Sepakat Kabupaten Gayo Lues telah dilaksanakan sejak tahun 2015 sampai saat ini. Berbagai macam program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan, selalu terdapat masalah yang terjadi dalam proses pelaksanaannya. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa kegiatan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) terjadi beberapa masalah yang timbul seperti tidak tepat sasaran dari kegiatan SPP. Sebagian masyarakat yang mendapatkan pinjaman modal tidak menggunakan dana pinjaman untuk modal usaha,bahkan digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kemudian, terjadi kasus keterlambatan anggota kelompok SPP dalam mengembalikan pinjaman yang sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. Hal ini berpengaruh terhadap pencairan pinjaman untuk periode Pada desa Meloak Sepakat terdapat sebanyak 6 kelompok simpan pinjam perempuan dengan anggota masing-masing 40 orang dalam satu kelompok, sehingga terdapat sebanyak 240 orang perempuan yang memperoleh pinjaman dana SPP. Sementara pembinaan yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat tersebut dibantu oleh aparatur desa dan kecamatan. Kondisi para perempuan di desa Meloak Sepakat saat ini, merasa sangat terbantu dengan adanya simpan pinjam perempuan, baik yang telah menjalankan usaha maupun yang baru memulai usaha dan bagi perempuan yang tidak memiliki usaha sekalipun sangat terbantu kondisi keuangannya walaupun nantinya harus mengembalikannya. Para perempuan yang memiliki usaha dapat menambah produk usahanya dan dapat meningkatkan pendapatan keluarga, sementara yang tidak memiliki usaha dalam hal pengembalian dilakukan dengan perolehan dari pendapatan suami untuk pengembaliannya. Berdasarkan latar belakang, penulis tertarik untuk melakukan penelitian berjudul AuPengaruh Pinjaman Modal dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan UMKM di desa Meloak Sepakat Kabupaten Gayo LuesAy Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh pinjaman modal simpan pinjam perempuan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Untuk mengetahui pengaruh pembinaan simpan pinjam perempuan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Pengaruh Pinjaman Modal Dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rosanti dan Shelly Midesia 103 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. Untuk mengetahui pengaruh pinjaman modal dan pembinaan simpan pinjam perempuan secara simultan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Kerangka Teori Istilah LSM secara tegas didefinisikan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagr. No. 8/1990, yang ditujukan kepada Gubernur di seluruh Indonesia tentang Pembinaan Lembaga Masyarakat. Lampiran II dari Inmendagri. menyebutkan bahwa LSM adalah organisasi/lembaga yang anggotanya adalah masyarakat warga negara Republik Indonesia yang secara sukarela atau kehendak sendiri berniat serta bergerak dibidang kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh organisasi/lembaga sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, yang menitikberatkan kepada pengabdian secara swadaya (Novian, 2. Lembaga Swadaya Masyarakat dapat memainkan beberapa peranan dalam mendukung kelompok swadaya yang dikembangkan, termasuk diantaranya adalah (Novian, 2. Mengidentifikasi kebutuhan kelompok lokal dan taktik-taktik untuk memenuhi Melakukan mobilisasi dan agitasi untuk usaha aktif mengejar kebutuhan yang telah diidentifikasi tersebut. Merumuskan sasaran-sasaran pembangunan lebih umum. Menghasilkan dan memobilisasi sumber daya lokal atau eksternal untuk kegiatan pembangunan pedesaan. Peraturan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan. Tiap Lembaga Swadaya Masyarakat biasanya tidak menjalankan semua fungsi ini, setidaknya pada waktu yang sama. Mendukung dan memberdayakan masyarakat pada tingkat akar rumput (Grassroot. yang sangat esensial dalam rangka menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Ikut mengambil bagian dalam menentukan arah dan agenda pembangunan daerah. Pengaruh Pinjaman Modal Dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rosanti dan Shelly Midesia 104 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. Simpan Pinjam Perempuan (SPP) adalah kegiatan pemberian permodalan untuk kelompok perempuan yang mempunyai kegiatan simpan pinjam perempuan (Tim Penyusun Pedoman SPP, 2. Adapun tujuan dari Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Tujuan Umum Untuk mengembangkan potensi kegiatan simpan pinjam pedesaan, kemudahan akses pendanaan usaha skala mikro, pemenuhan kebutuhan pendanaan sosial dasar, dan memperkuat kelembagaan kegiatan kaum perempuan dan mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga miskin. Tujuan khusus Mempercepat proses pemenuhan kebutuhan pendanaan usaha ataupun sosial Memberikan kesempatan kaum perempuan meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui pendanaan peluang usaha. Prinsip-prinsip Pengelolaan simpan pinjam perempuan, (Tim Penyusun Pedoman SPP, 2. , yaitu: Kemudahan artinya masyarakat miskin dengan mudah dan cepat mendapatkan pelayanan pendanaan kbutuhan Terlembagakan, artinya daana kegiatan SPP disalurkan melalui kelompok yang sudah mempunyai tata cara dan prosedur yang sudah baku dalam pengelolaan simpanan dan pengelolaan pinjaman. Keberdayaan, artinya proses pengelolaan didasari oleh keputusan yang profesional oleh kaum perempuan dengan mempertimbangkan pelestarian dan pengembangan dana bergulir guna meningkatkan kesejahteran. Pengembangan, artinya setiap keputusan pendanaan harus berorientasi pada peningkatan pendapatan sehingga meningkatkan pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan. Akuntabilitas, artinya dalam melakukan pengelolaan dana bergulir harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Pengaruh Pinjaman Modal Dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rosanti dan Shelly Midesia 105 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. Pinjaman modal atau modal asing adalah modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh dari pinjaman (Kasmir, 2. Pembinaan adalah suatu tindakan, proses, hasil, atau pernyataan yang lebih baik. Dalam hal ini menunjukkan adanya kemajuan, peningkatan pertumbuhan, evolusi atas berbagai kemungkinan, berkembang atau peningkatan atas sesuatu (Toha, 2. Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah merupakan usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan. Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah lebih di tekankan pada peningkatan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan pada masa yang akan datang, yang dilakukan melalui pendekatan yang terintergrasi dengan kegiatan lain untuk mengubah perilaku kerja, (Harmaizar. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Meloak Sepakat Kecamatan Putri Betung. Kabupaten Gayo Lues. Sampel yang digunakan sebanyak 120 responden. Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu jenis data yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka(Agusty, 2. Data dinyatakan dengan bilangan atau berbentuk angka-angka statistik. Dalam hal ini data kuantitatif yang diperlukan adalah data kuesioner penelitian dengan pernyataan yang dinilai dengan skala likert . Metode analisis data menggunakan uji validitas dan reliabilitas kuesioner, uji asumsi persamaan regresi linier berganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi (R . (Sugiyono, 2. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil uji validitas dari 13 pernyataan pada tiga variabel penelitian secara keseluruhan valid dengan nilai corrected item-total correlation > r-tabel. Berdasarkan hasil reliabilitas masing- masing variabel memiliki cronbach alpha > 0,60 (Situmorang dan Lufti, 2. Dengan demikian variabel pinjaman, pembinaan dan perkembangan UMKM, realibel. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan grafik normal P-P Plot of Regression Standardized Residual. Pengaruh Pinjaman Modal Dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rosanti dan Shelly Midesia 106 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. Gambar 1 Grafik Normal P-Plot Sumber: Output SPSS Berdasarkan gambar 1 dapat disimpulkan bahwa kurva p-plot terlihat titiktitiknya menyebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya tidak terlalu jauh atau Berarti kurva menunjukan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas dan model regresi layak untuk menganalisa pengaruh variabel pinjaman modal dan pembinaan simpan pinjam perempuan terhadap perkembangan UMKM. Gambar 2 Scaterplots Sumber: Output SPSS Pengaruh Pinjaman Modal Dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rosanti dan Shelly Midesia 107 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. Uji heterokedastisitas menggunakan grafik scatterplot. Berdasarkan output tersebut dapat dilihat bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas, dan titik-titik menyebar di atas dan dibawah titik original 0 pada sumbu Y, hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas. Tabel 1 Uji Multikolinearitas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. Pinjaman ,816 1,225 Pembinaan ,816 1,225 Sumber: Output SPSS Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 1 diketahui bahwa nilai dari tolerance > 0,1 yaitu untuk pinjaman 0,816 > 0,1, pembinaan 0,816 > 0,1 serta nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10, pinjaman 1,225 < 10, pembinaan 1,225 < 10, dapat dinyatakan pada semua variabel bebas tidak terjadi multikolinearitas. Tabel 2 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Model (Constan. Pinjaman Pembinaan Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 1,234 4,281 ,069 ,299 ,290 ,692 ,079 ,585 Sig. 3,469 ,001 ,000 ,000 4,338 8,738 Sumber: Output SPSS Berdasarkan Tabel 2 dapat dibuat persaamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 4,281 0,299X1 0,692X2. Konstanta . adalah sebesar 4,281 skala, dapat dijelaskan jika pinjaman modal dan pembinaan atau X1. X2 = 0 atau dianggap konstan . , maka nilai perkembangan UMKM adalah sebesar 4,281 satuan. Nilai koefisien regresi variabel pinjaman modal sebesar 0,299 satuan artinya jika pinjaman modal meningkat sebesar 1 satuan maka tingkat perkembangan UMKM akan meningkat sebesar 0,299 satuan. Nilai koefisien regresi variabel pembinaan sebesar 0,692 satuan Pengaruh Pinjaman Modal Dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rosanti dan Shelly Midesia 108 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. artinya jika pembinaan meningkat sebesar 1 satuan maka tingkat perkembangan UMKM akan meningkat sebesar 0,692 satuan. Tabel 3 Hasil Pengujian secara Parsial Model Uji t (Constan. 3,469 Pinjaman 4,338 Pembinaan 8,738 Keterangan Sig. 1,980 1,980 ,000 0,05 Signifikan ,000 0,05 Signifikan Variabel pinjaman modal diperoleh nilai thitung > ttabel . ,338 > 1,. dan nilai sig < . ,00 < 0,. artinya secara parsial pinjaman modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Kecamatan Putri Betung. Maka dengan diperolehnya pinjaman modal maka UMKM di desa Meloak Sepakat akan Variabel pembinaan diperoleh nilai thitung > ttabel . ,738 > 1,. dan nilai sig < . ,000 < 0,. artinya secara parsial pembinaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan UMKM di desa Meloak Sepakat Kecamatan Putri Betung. Pembinaan yang diberikan kepada pemilik UMKM dapat mengembangkan UMKM yang di jalankan saat ini. Tabel 4 Hasil Pengujian secara Simultan Model Regression Residual Total Sum of Squares 561,820 420,172 981,992 Mean Square 280,910 3,591 Sig. 78,221 ,000b Sumber: Output SPSS Nilai Fhitung > Ftabel . ,221 > 3,. dan nilai sig < . ,000 < 0,. sehingga dapat dinyatakan bahwa pinjaman modal dan pembinaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan UMKM di desa Meloak Sepakat kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Pengaruh Pinjaman Modal Dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rosanti dan Shelly Midesia 109 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. Tabel 5 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model ,756 R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,572 ,565 1,89505 Sumber: Output SPSS Pada Tabel 5 menunjukkan bahwa variabel independen . injaman modal dan pembinaa. mampu menjelaskan variabel dependen . erkembangan UMKM) dengan nilai koefisien determinasi (R. dari kolom R Square yaitu sebesar 57,2%, sedangkan sisanya sebesar 43,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diestimasi . idak ditelit. Pengaruh Pinjaman modal terhadap Perkembangan UMKM Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pinjaman modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Hal tersebut terjadi karena pinjaman modal SPP dari Unit Pengelola Kegiatan jumlahnya dapat menambah modal usaha serta dapat mencukupi kebutuhan modal dan sangat membantu keberlangsungan usaha, dimana dapat menambah alat produksi UMKM atau usaha yang di kelola saat ini, kemudian dengan adanya pinjaman modal SPP sangat membantu dalam pengadaan peralatan usaha dan perlengakapan usaha dan hal ini mendukung perkembangan usaha yang sedang dikelola. Pengaruh Pembinaan terhadap Perkembangan UMKM Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pembinaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Hal tersebut terjadi karena pembinaan telah dilakukan dengan perencaan dengan waktu dan capaian dan pembinaan dilakukan dengan semua anggota kelompok simpan pinjaman yang sudah terorganisir. Kemudian pembinaan diikuti setiap anggota dan setelah dilakukan pembinaan tetap diawasi sehingga tetap memberikan dampak pada perkembangan UMKM. Pengaruh Pinjaman Modal dan Pembinaan terhadap Perkembangan UMKM Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pinjaman modal dan pembinaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Hal tersebut terjadi karena Pengaruh Pinjaman Modal Dan Pembinaan Simpan Pinjam Perempuan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rosanti dan Shelly Midesia 110 | J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research. Vol. 5 No. dengan adanya pinjaman modal dan pembinaan dari Unit Pengelola Kegiatan dapat mengembangan usaha-usaha. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinjaman modal dan pembinaan secara parsial dan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Kemudian sebesar 57,2% pinjaman modal dan pembinaan dapat menjelaskan perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian mengenai perkembangan UMKM dapat Menambahkan Variabel minat berwirausaha dan modal kerja. Bagi Unit Pengelola Kegiatan dalam meningkatkan perkembangan UMKM melalui penambahan pinjaman modal setiap tahunnya dengan melihat kondisi besarnya peningkatan UMKM dan Bagi perempuan yang memiliki usaha dan memperoleh pinjaman SPP dapat dilakukan pembinaan secara berkala sehingga perkembangan UMKM di Desa Meloak Sepakat. Daftar Pustaka