Volume 5 Nomor 1 Bulan September Tahun 2025 https://jurnal. Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan dengan Investasi Syariah Yusril Mahendra1. Paisal Rahmat2. Saniah Ilma Lubis3. Risna Hayati4 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA) Jln. Prof. Dr. Andi Hakim Nasution. Panyabungan, 22912 082272025292, y27mahendra@gmail. Naskah masuk: 08-07-2025, direvisi: 20-07-2025, diterima: 26-07-2025, dipublikasi: 01-09-2025 ABSTRAK Investasi syariah merupakan salah satu bentuk pengelolaan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai etika, keadilan, dan keberlanjutan sebagaimana diatur dalam prinsip-prinsip Islam. Prinsip tersebut menekankan larangan terhadap praktik yang mengandung riba, gharar, dan maisir, sekaligus mendorong terciptanya sistem keuangan yang lebih transparan, adil, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana investasi syariah dapat dijadikan strategi dalam membangun masa depan yang berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, laporan penelitian, dan dokumen relevan Dari hasil kajian ditemukan bahwa investasi syariah tidak hanya memberikan dampak positif dalam hal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu mendukung keberlanjutan lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan sosial. Contohnya, instrumen keuangan syariah seperti sukuk hijau terbukti efektif dalam pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan, sementara pembiayaan UMKM berbasis syariah mampu mendorong pemerataan ekonomi dan mengurangi kesenjangan sosial. Selain itu, konsep investasi hijau yang selaras dengan prinsip syariah menjadi salah satu terobosan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. Dengan demikian, investasi syariah memiliki potensi besar sebagai instrumen pembangunan inklusif dan berkeadilan. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa untuk mengoptimalkan peran investasi syariah di masa depan, diperlukan edukasi masyarakat, pengembangan inovasi produk keuangan syariah, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha. Kata Kunci: investasi syariah, keberlanjutan, ekonomi Islam, sukuk hijau, pembangunan ABSTRACT Islamic investment is a form of financial management that not only focuses on material gains but also upholds values of ethics, justice, and sustainability as guided by Islamic principles. These principles emphasize the prohibition of practices involving riba . , gharar . xcessive uncertaint. , and maisir . , while promoting a more transparent, equitable, and socially beneficial financial system. This article aims to analyze how Islamic investment can serve as a strategic approach in building a sustainable future while balancing economic, social, and environmental interests. This study employs a qualitative approach using a literature review method by examining various scholarly sources, including journals, books, research reports, and other relevant documents. The findings reveal that Islamic investment not only contributes positively to economic growth but also supports environmental sustainability and enhances social welfare. For instance. Islamic financial instruments such as green sukuk have proven Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. effective in financing environmentally friendly projects, while Sharia-based financing for micro, small, and medium enterprises (MSME. has played a vital role in promoting economic inclusiveness and reducing social inequality. Moreover, the concept of green investment aligned with Sharia principles emerges as a breakthrough in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDG. Therefore. Islamic investment holds significant potential as an instrument for inclusive and just The conclusion of this study highlights that in order to optimize the role of Islamic investment in the future, there is a strong need for public education, continuous product innovation, and cross-sector collaboration involving governments, financial institutions, and business actors. Keywords: Islamic investment, sustainability. Islamic economics, green sukuk, sustainable development PENDAHULUAN Islam mengarahkan para pengikutnya Untuk berjuang mencapai kehidupan yang lebih baik, baik di dunia ini maupun di kehidupan selanjutnya setelah kematian. Mencapai kehidupan yang baik di kedua aspek ini bisa menjamin tercapainya kesejahteraan baik secara fisik maupun mental. Salah satu cara untuk mendapatkan kesejahteraan adalah dengan berinvestasi (Sakinah, 2. Salah satu cara untuk mempertahankan ketahanan serta kesejahteraan ekonomi adalah melalui investasi. Kegiatan investasi bertujuan untuk meningkatkan kekayaan dengan menempatkan modal di berbagai alat keuangan. Indonesia, investasi menjadi faktor kunci untuk usaha pribadi dan institusi untuk mengatur kekayaan dan mencapai tujuan keuangan. Namun, untuk beberapa orang yang berpegang pada prinsip syariah, investasi tradisional sering kali menjadi masalah karena tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai yang diatur dalam Islam (Husain et al. , 2. Oleh karna itu dalam pandangan hukum syariah, investasi keuangan berhubungan dengan aktivitas perdagangan atau usaha, yang mungkin meliputi produk, aset, atau layanan Namun, untuk memastikan bahwa investasi keuangan sejalan dengan prinsipprinsip syariah, harus ada hubungan langsung dengan properti atau usaha tertentu dan memberikan manfaat, sebab hanya manfaat ini yang bisa digunakan untuk membagi keuntungan (Lestari & Kurniawati, 2. Di Indonesia, penerapan konsep ekonomi berkelanjutan melalui investasi syariah memiliki potensi yang besar untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, terutama dengan tingginya jumlah populasi Muslim dan minat terhadap investasi berbasis nilai-nilai Investasi syariah dipandang sebagai solusi yang mampu memberikan dampak positif pada pembangunan ekonomi jangka panjang sekaligus menjaga prinsip keadilan dan keseimbangan ekologi. Namun, terdapat beberapa kendala dalam optimalisasi investasi syariah untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai investasi syariah dan nilai tambahnya dalam pembangunan ekonomi menjadi tantangan. Minimnya literasi investasi syariah ini dapat menghambat peningkatan jumlah investor, sehingga distribusi manfaat ekonomi berkelanjutan belum merata (Qotrunada et al. , 2. Investasi salah satu strategi yang penting dalam pengelolaan uang, yang bisa membantu meningkatkan kondisi ekonomi di masa yang akan depan. Di zaman globalisasi dan digital, mendapatkan informasi tentang investasi menjadi lebih mudah dan meluas. Banyak platform investasi bisa diakses oleh semua orang. Namun, pemahaman investasi di kalangan siswa masih merupakan masalah. Mengetahui Pemahaman tentang investasi yang Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. mendasar, risiko yang mungkin timbul, dan rencana Investasi yang baik sangat penting untuk menghindari kesalahan saat membuat keputusan keuangan (Candra & Kohar, 2. Investasi syariah adalah jenis kepemilikan di mana individu menanamkan uang mereka dengan maksud mendapatkan keuntungan, tetapi tetap harus sesuai yang diajarkan pada Al-Quran dan Hadits. Investasi syariah tidak boleh melibatkan praktik-praktik yang tidak diperbolehkan, seperti riba . , gharar . , dan maisir . Investasi syariah harus diarahkan pada Kegiatan yang diperbolehkan dan dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat, tidak hanya berfokus pada mencari laba semata (Nafisah et al. Di dalam hukum Islam telah menetapkan suatu cara untuk mengelola harta serta memberikan penjelasan tentang Aturan yang perlu dipatuhi atau yang tidak boleh dilakukan. Salah satu metode untuk menambah kekayaan adalah dengan melakukan investasi. Ini menunjukkan bahwa konsep investasi tidak hanya berupa pengetahuan, tetapi juga memiliki dimensi spiritual karena mengikuti norma syariah. Selain itu, investasi salah satu inti dari ilmu dan amal. Oleh karena itu, setiap Muslim sangat dianjurkan untuk berinvestasi (Dantes, 2. Hal tersebut dijelaskan dalam Al-QurAoan surat al-Hasyr ayat 18 sebagai berikut: a AaO eE aIA A aEEacN aacCaO a a aIIaO aEacaOI eaOaaOac aNA a AaOacCaO a a aEa aCaac aI acI aIa eAA a Aa a e aIEaOI a aI a aaO aEEacN auaI a aEEacNA Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok . bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Surat Al-Hasyr Ayat . Ayat diatas menjelaskan bahwa kita harus memikirkan atau mempersiapkan bekal untuk hari yang akan datang dengan kata lain memikirkan dunia akhirat. Kita bisa berinvestasi untuk mendapatkan akhirat dengan menjauhkan diri dari larangannya dan mengerjakan apa yang di perintahnya. Untuk mempersiapkan hari esok di dunia kita bisa berinvestasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah seperti bebas dari unsur riba, gharar, dan Ber-investasi juga harus bisa memberikan manfaat untuk masyarakat luas dan tidak merugikan pihak lain sehingga bisa menjadikan bekal dunia dan akhirat. Investasi syariah akan menjadi solusi sekaligus jawaban dari kekhawatiran umat islam untuk menjadikan investasi menjadi pilihan dalam membangun masa depan yang Keberkahan dari keuntungan yang didapatkan merupakan poin utama investasi syariah dibanding investasi lainnya. Artikel ini akan membahas mengenai bagaimana membangun masa depan yang berkelanjutan dengan investasi syariah. METODE PENELITIAN Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan . ibrary researc. Pendekatan kualitatif dipilih karena bertujuan untuk memahami, menggali, dan menjelaskan fenomena secara mendalam dalam konteks aslinya atau lingkungan alaminya (Sugiyono, 2. Melalui pendekatan ini, peneliti berupaya memperoleh pemahaman yang lebih luas dan komprehensif terhadap konsep pembangunan berkelanjutan yang menjadi fokus kajian. Metode analisis literatur digunakan sebagai teknik utama dalam penelitian ini. Analisis literatur memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan, mengkaji, serta membandingkan berbagai sumber informasi yang relevan, baik primer maupun sekunder. Sumber data meliputi artikel jurnal ilmiah, buku referensi, laporan penelitian, dokumen kebijakan, serta publikasi resmi dari lembaga nasional maupun Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. internasional yang berkaitan dengan isu pembangunan berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Berkelanjutan Investasi Syariah Investasi Syariah merupakan jenis investasi yang bebas dari tindakan maysir, gharar, dan riba, serta mematuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh prinsip fikih muamalah dan kesepakatan para ulama yang tercantum dalam fatwa. Secara keseluruhan, setiap aktivitas investasi memiliki tujuan untuk meraih keuntungan melalui peningkatan nilai aset, dan tidak ada investor yang ingin mengalami kerugian. Dalam Islam, tidak ada larangan untuk mendapatkan Ganti rugi yang menguntungkan dari penggunaan sumber daya, produk, atau keterampilan oleh orang lain (Melisa, et al. , 2. Investasi syariah tidak hanya memikirkan keuntungan akan tetapi di dalam investasi syariah berpedoman terhadap kaidah fiqih muamalah dan para ulama agar keuntungan yang kita dapat terhindari dari unsur Investasi yang berkelanjutan merujuk pada penempatan modal dalam berbagai instrumen investasi yang bertujuan untuk memiliki aset tersebut dalam jangka panjang. Ini dilakukan tanpa ada niat untuk menjual atau menarik kembali dana yang diinvestasikan (Lutfah MuAominin et al. , 2. Investasi berkelanjutan dalam konteks ekonomi syariah mengacu pada pendekatan investasi yang tidak hanya mempertimbangkan keuntungan finansial semata, akan tetapi mengintegrasikan nilai-nilai Islam yang mencakup aspek sosial, lingkungan, dan keuangan (Melisa, et al. , 2. Investasi berkelanjutan dalam ekonomi syariah merupakan pendekatan investasi yang etis dan bertanggung jawab, dengan tujuan keberlanjutan jangka panjang yang sejalan dengan ajaran Islam. Pendekatan ini menyeimbangkan kepentingan finansial, sosial, dan lingkungan, menjadikannya relevan untuk menjawab tantangan global masa kini. Dalam hukum Islam, investasi yang diharapkan memberikan kebaikan bagi banyak Investasi seharusnya tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi harus adil sehingga pihak lain tidak menderita kerugian yang besar (Dantes, 2. Keberlanjutan dalam investasi, ketika dilihat dari sudut pandang nilai-nilai Islam, memerlukan penilaian yang lebih komprehensif terhadap efek sosial dan lingkungan. Kerangka hukum dan moral yang ditetapkan oleh Islam memandu dalam menentukan apakah investasi tersebut sesuai dengan tujuan keberlanjutan, yang mencakup kesejahteraan masyarakat dan perlindungan terhadap lingkungan. Dengan demikian, pengaruh nilai-nilai Islam tidak hanya terbatas pada kelangsungan dalam aspek finansial. Nilai-nilai ini juga membantu menjadikan investasi digital sebagai alat untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab sosial serta lingkungan (Abdurrahman & Iska, 2. Investasi dalam perspektif Islam tidak hanyaa sekadar aktivitas ekonomi untuk mendapatkan keuntungan, tetapi juga merupakan ibadah muamalah yang harus dilandasi oleh nilai-nilai etika, keadilan, dan keberlanjutan. Investasi syariah yang berkelanjutan menuntut investor untuk bertanggung jawab secara sosial dan ekologis, sekaligus menumbuhkan ekonomi secara adil dan bermartabat. Cara Membangun Masa Depan Yang Berkelanjutan Dengan Investasi Syariah Membangun masa depan yang berkelanjutan dengan investasi syariah adalah Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. langkah strategis yang memadukan prinsip keuangan Islam dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan diantaranya: Memahami Prinsip-Prinsip Syariah Terdapat sejumlah prinsip syariah yang spesifik mengenai investasi yang perlu diperhatikan oleh para investor ketika mereka melakukan investasi (Pardiansyah, 2. Mencari penghasilan bukan dari usaha yang dilarang, baik dari bahan yang digunakan maupun cara mendapatkan, mengolah, dan menyebarkannya, serta tidak menggunakan untuk hal-hal yang tidak diperbolehkan. Tidak melakukan tindakan zalim dan juga tidak menjadi korban zalim. Pendistribusian pendapatan harus dilakukan secara adil. Transaksi harus dilakukan berdasarkan kesepakatan tanpa adanya paksaan. Transaksi tidak boleh mengandung unsur bunga, perjudian, ketidakpastian, penipuan, kerugian, dan juga tidak boleh berisi perbuatan yang dilarang. Investasi syariah tidak hanya fokus pada hasil keuntungan finansial, akan tetapi mengharuskan pentingnya moralitas, etika, dan keberkahan dalam setiap aktivitas investasi. Tujuan utama supaya para investor memperoleh manfaat yang tidak hanya bersifat duniawi, tetapi juga memberikan kebaikan dan keberkahan untuk kehidupan akhirat. Diversifikasi Portofolio Dalam proses membuat keputusan investasi, ada beberapa langkah penting yang harus diikuti untuk memaksimalkan keuntungan dan menghindari kerugian (Al-mustafa, 2. , diantaranya: Penentuan Kebijakan Investasi: Di tahap awal ini, para investor terlibat dalam menetapkan sasaran investasi dan menilai jumlah dana yang tersedia untuk Mengingat hubungan yang baik antara risiko dan hasil, sangat penting untuk mencakup pengetahuan tentang risiko yang mungkin menyebabkan kerugian saat menetapkan tujuan investasi. Penilaian Sekuritas: Di tahap ini, para investor mengevaluasi berbagai jenis sekuritas, yaitu evaluasi dari sekuritas tertentu atau sekelompok sekuritas. Tujuannya adalah agar menemukan sekuritas yang mungkin tidak dinilai dengan tepat. Sejumlah investor percaya bahwa harga sekuritas sudah pada titik keseimbangan karena mereka menganggap pasar sudah efisien. Pembuatan Portofolio: Pada langkah ketiga ini, dibuatlah portofolio dengan memilih investasi yang akan dilakukan dan memberikan dana yang diperlukan untuk masingmasing aset tersebut. Pada tahap ini, perhatian utama adalah pada selektivitas, waktu yang tepat, dan diversifikasi. Dalam investasi, diversifikasi melibatkan pencampuran berbagai jenis sekuritas dalam satu portofolio. Selektivitas berkaitan dengan memperkirakan pergerakan harga tiap sekuritas . , sedangkan penentuan waktu berkaitan dengan memprediksi pergerakan harga antara saham biasa dan sekuritas pendapatan tetap . Diversifikasi juga meliputi penyusunan portofolio yang dirancang untuk menurunkan risiko dengan mempertimbangkan berbagai batasan. Peninjauan Portofolio: Langkah ini mencakup pengulangan secara berkala dari ketiga tahap sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, mungkin ada kebutuhan bagi investor Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. untuk menyesuaikan tujuan investasinya dan membangun portofolio baru yang lebih Penyesuaian tersebut bisa disesuaikan dengan keinginan investor mengenai risiko dan pengembalian. Penilaian Hasil Portofolio: Di tahap akhir ini, investor secara rutin menilai kinerja portofolio mereka. Penilaian ini tidak hanya melihat keuntungan dari investasi, tetapi juga risiko yang dihadapi. Dalam mengambil keputusan investasi, penting untuk investor mengikuti proses yang terstruktur. Dengan pendekatan yang terencana dan berdasarkan analisis yang matang, investor bisa membuat keputusan yang lebih bijak dan terukur. Cara ini tidak hanya membantu untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang, akan tetapi juga bisa mengurangi risiko kerugian yang bisa terjadi karena keputusan yang terburu-bur atau tidak Investasi yang Berkelanjutan Salah satu investasi yang berkelanjutan untuk membangun masa depan yang cerah adalah dengan berinvestasi di investasi hijau. Investasi hijau adalah jenis investasi yang bertujuan untuk memberikan dukungan finansial bagi proyek yang membawa pengaruh baik bagi lingkungan dan keberlanjutan, seperti sumber energi terbarukan, konservasi sumber daya alam, pengelolaan sampah, dan infrastruktur ramah lingkungan. Investasi hijau syariah menggabungkan prinsip-prinsip investasi hijau dengan hukum syariah Islam. Prinsip utama dalam hukum syariah adalah melarang aktivitas yang dapat merusak lingkungan, penyalahgunaan yang tidak adil terhadap sumber daya alam, serta penggunaan sumber daya dengan cara yang tidak berkelanjutan (Nuraini et al. , 2. Ada dua tujuan yang ingin diperoleh dalam ide ekonomi hijau. Yang pertama, ekonomi hijau berusaha untuk menciptakan konsep yang tidak hanya melihat isu-isu ekonomi besar, khususnya investasi hijau. Namun, juga menyoroti pentingnya investasi hijau dalam produk dan layanan, serta peningkatan peluang kerja dalam sektor yang ramah Yang kedua, ekonomi hijau berupaya untuk memberikan saran mengenai investasi hijau yang mendukung kesejahteraan orang-orang miskin (Pramana & Dewi, 2. Beberapa inovasi utama dalam investasi hijau syariah meliputi (Nuraini et al. , 2. Sukuk Hijau Syariah Green Wakaf Pembiayaan Berkelanjutan Insentif Pajak dan Pembiayaan Hijau Investasi hijau berbasis syariah merupakan salah satu cara nyata untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan dan adil, sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Dengan menggabungkan inovasi di bidang keuangan syariah dan dukungan dari kebijakan yang tepat, investasi ini tidak hanya membantu menjaga kelestarian lingkungan, tapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Memilih Instrumen Investasi yang Sesuai Investasi berkelanjutan dapat direalisasikan Melalui berbagai alat keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. (Ramadhan, n. ) diantaranya: Saham Syariah: Memilih saham dari perusahaan yang sesuai dengan standar syariah, seperti tidak terlibat dalam industri haram . isalnya alkohol, tembakau. Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. dan mematuhi prinsip-prinsip transaksi syariah. Manfaat yang kita dapat disini adalah Potensi pertumbuhan modal yang halal dan etis. Obligasi Syariah: Menginvestasikan dana dalam surat utang yang dikeluarkan oleh negara atau korporasi yang sesuai dengan aturan-aturan syariah, seperti tidak mengandung unsur riba . dan melibatkan aset yang halal. Manfaatnya Stabilitas pendapatan dan kepastian syariah. Reksa Dana Syariah: Menginvestasikan uang dalam reksa dana yang dikelola dengan mengikuti aturan syariah, baik dalam pemilihan portofolio in vestasi maupun dalam proses pengelolaan dana secara keseluruhan. Manfaatnya Praktis, diawasi DPS, dan disarankan untuk investor pemula. Sukuk Hijau: Sukuk hijau adalah obligasi syariah yang diterbitkan untuk mendanai proyek-proyek ramah lingkungan, seperti pengembangan energi terbarukan atau proyek-proyek infrastruktur yang berkelanjutan. Manfaatnya Kombinasi antara keberlanjutan lingkungan dan kepatuhan syariah. Instrumen Keuangan Berbasis Wakaf: Investasi dalam instrumen keuangan yang didukung oleh wakaf, seperti obligasi wakaf atau instrumen investasi lainnya yang bertujuan untuk memanfaatkan dana wakaf untuk pembangunan sosial dan Manfaatnya Imbal hasil sosial dan ekonomi jangka panjang. Crowdfunding Syariah: Melakukan investasi melalui platform crowdfunding yang memfasilitasi proyek-proyek yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah, contohnya adalah pengembangan usaha mikro atau program untuk mengurangi Manfaatnya Investasi mudah diakses dan berorientasi sosial. Pembiayaan Peer-to-Peer (P2P) Syariah: Menginvestasikan dana dalam platform P2P lending yang mengikuti prinsip-prinsip syariah, sehingga dana tersebut digunakan untuk mendukung bisnis-bisnis yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Manfaatnya Memberdayakan UMKM dan menghindar dari unsur riba. Investasi Berbasis Mudharabah atau Musharakah: Melakukan investasi dalam proyek-proyek yang dibiayai berdasarkan prinsip-prinsip mudharabah . agi hasi. atau musharakah . erjasama moda. , yang umumnya dilakukan dalam skema investasi modal ventura. Manfaatnya Meningkatkan inklusi keuangan dan memperkuat ekonomi riil. Contoh Keberhasilan Investasi Syariah Dalam Membangun Masa Depan Yang Berkelanjutan Berikut adalah contoh keberhasilan investasi syariah dalam membangun masa depan yang berkelanjutan: Sukuk Hijau (Green Suku. Pemanfaatan sukuk hijau mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk menyediakan pembiayaan pengelolaan limbah yang berkelanjutan, yang bertujuan untuk mengatasi isu lingkungan dan perubahan iklim. Sukuk hijau membantu dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, termasuk Tujuan 13 yang berkaitan dengan aksi iklim, dengan mengumpulkan dana untuk investasi yang ramah lingkungan. Proyek-proyek yang didanai oleh sukuk hijau ini berperan penting dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial dan Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Sukuk hijau dapat mendukung Indonesia dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan mendorong. Pengembangan yang berkelanjutan dan penyelesaian isuisu lingkungan sangat penting. Sukuk hijau berperan dalam menyediakan dana untuk proyek energi terbarukan, dengan tujuan mencapai ekonomi yang ramah lingkungan dan mengatasi masalah perubahan iklim. Ini dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip syariah maqasid, serta memastikan bahwa proyek yang didukung akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga sumber daya alam (Kurnia & Suwita, 2. Green Sukuk menjadi bukti bahwa investasi syariah bisa ikut andil dalam menyelamatkan lingkungan. dana dari sukuk ini dipakai untuk proyek-proyek yang ramah lingkungan, seperti energi terbarukan. Selain tetap sesuai dengan ajaran syariah. Green Sukuk juga bantu capai target SDGs, terutama terhadap perubahan iklim. lewat instrumen ini, bisa bangun ekonomi yang lebih hijau dan tetap peduli terhadap kesejahteraan Bank Syariah Indonesia (BSI) Pembiayaan UMKM Berbasis Keberlanjutan Keberhasilan BSI dalam mendukung UMKM terlihat dari akses pembiayaan yang mudah dan dukungan pemasaran yang luas. Sebelum adanya dukungan dari BSI. UMKM mungkin mengalami keterbatasan modal dan kesulitan dalam pengembangan produk serta Namun, setelah bekerja sama dengan BSI, program pemberdayaan dan peningkatan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) menunjukkan dampak yang signifikan terhadap UMKM. Adapun proses pengajuan pembiayaan melalui skema murabahah menjadi lebih mudah dan transparan. Dukungan staf yang membantu menjelaskan proses secara detail juga mempermudah UMKM dalam mendapatkan modal yang diperlukan. Dengan tambahan modal. UMKM dapat melakukan inovasi produk dan meningkatkan variasi penawaran, yang berdampak positif pada hasil penjualan. Selain itu. BSI menyediakan pelatihan dan dukungan pemasaran digital yang berkontribusi pada peningkatan keterampilan manajerial dan pemasaran UMKM (Hidayah et al. , 2. Dukungan dari BSI sangat membantu UMKM untuk berkembang. Karna para pelaku UMKM mudah untuk mendapatkan pembiayaan yang sesuai prinsip syariah, tapi juga dibekali pelatihan dan pendampingan yang membuat usaha mereka lebih maju. Cara Mengintegrasikan Investasi Syariah Dengan Tujuan Hidup Yang Berkelanjutan Terdapat berbagai cara untuk mengintegrasikan investasi syariah dengan tujuan hidup yang berkelanjutan diantaranya: Menetapkan tujuan untuk investasi Langkah awal Dalam proses membuat keputusan investasi, penting untuk menentukan tujuan yang ingin dicapai. Setiap investor kemungkinan memiliki tujuan yang berlainan, bergantung pada pilihan yang dibuat oleh masing-masing investor (Farhan, 2. Penentuan tujuan investasi syariah adalah unutk mendapatkan keuntungan yang hanya bersifat duniawi, tetapi juga memberikan kebaikan dan keberkahan untuk kehidupan Penetapan Kebijakan Investasi Pada tahap kedua ini, fokusnya adalah pada penetapan Aturan yang dibuat untuk mencapai sasaran investasi yang telah ditetapkan. Tahapan ini dimulai dengan memilih cara pengelolaan aset. Pilihan ini berkaitan dengan bagaimana dana yang tersedia akan didistribusikan ke berbagai kelompok aset, seperti saham, obligasi, real estate, atau sekuritas Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Di samping itu, investor harus memperhatikan berbagai kendala yang mungkin memengaruhi kebijakan investasinya, contoh jumlah dana yang tersedia, metode pemisahan dana tersebut, serta tanggung jawab pajak dan pelaporan yang wajib dipatuhi (Farhan. Penentuan kebijakan investasi syariah harus sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, yaitu menghindari riba . , gharar . , maysir . , dan investasi pada usaha yang haram . isalnya alkohol, judi, pornograf. Pemilihan strategi portofolio Strategi portofolio yang dipilih harus sesuai dengan dua tahap sebelumnya. Terdapat dua pilihan strategi portofolio, yaitu strategi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif. Strategi portofolio aktif melibatkan penggunaan informasi yang ada serta teknik peramalan untuk secara proaktif mencari kombinasi portofolio yang lebih menarik. Sementara itu, strategi portofolio pasif berfokus pada investasi dalam portofolio yang mengikuti kinerja indeks pasar. Prinsip dari strategi pasif ini adalah bahwa pasar akan menyerap semua informasi yang ada dan mengimplementasikannya dalam harga saham (Farhan, 2. Sementara pemilihan strategi portofolia investasi syariah menentukan pendekatan terbaik untuk mengelola portofolio investasi dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah. Pemilihan aset dan pembentukan portofolio Setelah Anda memiliki strategi portofolio, langkah selanjutnya adalah memilih aset yang akan dimasukkan ke dalamnya. Dalam proses ini, diperlukan penilaian terhadap setiap sekuritas yang ingin Anda tambahkan ke portofolio. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengidentifikasi kombinasi portofolio yang optimal. Artinya, portofolio ini akan memberikan pengembalian yang diharapkan sebesar mungkin dengan risiko tertentu atau sebaliknya, memberikan pengembalian tertentu dengan risiko yang paling rendah (Farhan. Pemilihan aset dan pembentukan portofolio syariah harus memenuhi prinsip syariah sekaligus mendukung Keberlanjutan yang berkaitan dengan lingkungan, aspek sosial, dan pengelolaan (Lingkungan. Sosial. Tata Kelola / ESG). Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio Langkah ini merupakan langkah terakhir dalam proses memilih investasi. Namun, menyebutnya sebagai tahap akhir adalah keliru, karena pengambilan keputusan investasi merupakan suatu proses yang terus berlangsung dan berulang. Artinya, setelah kita melakukan penilaian dan evaluasi kinerja, hasil yang didapat tidak memuaskan, maka kita harus kembali memulai dari tahap awal, dan hal ini berlanjut sampai kita menemukan keputusan investasi yang paling baik (Farhan, 2. Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio syariah bertujuan untuk memastikan bahwa portofolio tidak hanya memberikan hasil yang optimal, akan tetapi harus tetap mengikuti prinsip-prinsip syariah dan Proses ini dilakukan dengan cara mengukur return, menilai risiko, membandingkan dengan benchmark, dan melakukan audit untuk memastikan bahwa portofolio tetap sesuai dengan aturan syariah yang berlaku. SIMPULAN Investasi syariah memberikan pendekatan alternatif dalam pengelolaan keuangan yang mengedepankan prinsip keadilan, keberlanjutan, dan etika. Berbeda dengan investasi konvensional, investasi ini berlandaskan pada syariat Islam yang melarang riba, gharar . , dan kegiatan spekulatif. Dengan prinsip-prinsip ini, investasi syariah tidak Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. hanya berorientasi pada Manfaat keuangan, namun harus memastikan bahwa uang ditempatkan di sektor-sektor yang memberikan keuntungan sosial dan ekonomi yang lebih Selain memberikan keuntungan materi, investasi syariah juga berperan penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui pembiayaan di sektor-sektor seperti energi terbarukan, kesehatan, dan pendidikan, investasi ini membantu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan. Dengan demikian, investasi syariah sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. karena mengintegrasikan aspek keuangan, sosial, dan lingkungan dalam praktik investasinya. Untuk meningkatkan kontribusi investasi syariah dalam pembangunan berkelanjutan, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, pelaku pasar, dan masyarakat. Edukasi literasi keuangan syariah, penguatan regulasi, serta inovasi produk menjadi langkah penting untuk menarik lebih banyak investor, terutama generasi muda. Dengan dukungan yang memadai, investasi syariah berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi yang adil, beretika, dan berkelanjutan di masa depan. DAFTAR PUSTAKA