Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 725-741 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA USAHATANI KOPI ARABIKA DI KELOMPOK TANI HUTAN GIRI SENANG DAN KELOMPOK TANI SUNDA BUHUN BUSINESS FEASIBILITY ANALYSIS OF ARABICA COFFEE FROM THE GIRI SENANG FOREST FARMER GROUP AND SUNDA BUHUN FARMING GROUP Dzikri Khalifatullah*1. Yosini Deliana2. Iwan Setiawan2 Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Jatinangor Sumedang Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Jatinangor Sumedang *E-mail: dkhalifatullah@gmail. (Diterima 17-02-2022. Disetujui 11-04-2. ABSTRAK Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dalam sektor perkebunan Indonesia. Kabupaten Bandung sebagai salah satu penghasil kopi di Jawa Barat ikut berperan dalam kontribusi produksi kopi Jawa Barat. Dengan kualitas kopi yang baik dan produktivitas yang tinggi menjadikan kopi sebagai komoditas utama para petani kopi di Kelompok Tani Hutan Giri Senang dan Kelompok Tani Sunda Buhun. Tujuan penelitian menganalisis kelayakan usaha pada usahatani kopi arabika di Kelompok Tani Hutan Giri Senang dan Kelompok Tani Sunda Buhun. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kunalitatif dan alat analisis data yang digunakan adalah analisis kelayakan usahatani, matriks IFE dan EFE. Hasil penelitian menunjukkan analisis kelayakan usahatani kopi arabika layak untuk dikembangkan dan analisis sensitivitas menunjukkan bahwa layak untuk diusahakan dan memberikan keuntungan. Kata kunci: kopi, kelayakan, usahatani ABSTRACT Coffee is one of the leading commodities in the Indonesian plantation sector. Bandung Regency as one of the coffee producers in West Java plays a role in the contribution of West Java coffee With good coffee quality and high productivity, coffee is the main commodity for coffee farmers in the Giri Glad Forest Farmers Group and the Sunda Buhun Farmers Group. The purpose of the study was to analyze the business feasibility of Arabica coffee farming in the Giri Glad Forest Farmers Group and the Sunda Buhun Farmers Group. The analytical method used is descriptive qualitative method and the data analysis tools used are farming feasibility analysis. IFE and EFE matrices. The results showed that the feasibility analysis of Arabica coffee farming was feasible to be developed and the sensitivity analysis showed that it was feasible to cultivate and provide benefits. Keywords: coffee, feasibility, farming Namun, karena berbagai kendala, upaya PENDAHULUAN Di Jawa Barat produksi kopi masih yang dilakukan oleh pemerintah masih transfer teknologi, pemberian penyuluhan Akibatnya, banyak usaha kopi yang lain-lain. Mulai dari penyaluran dana. ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA USAHATANI KOPI ARABIKA DI KELOMPOK TANI HUTAN GIRI SENANG DAN KELOMPOK TANI SUNDA BUHUN Dzikri Khalifatullah. Yosini Deliana. Iwan Setiawan sudah berkembang ada juga yang belum meningkat, tentu memiliki potensi untuk terus menjadi sentra kopi terbesar di Jawa Komoditas kopi di Jawa Barat Barat. Namun dalam produksi memang berfluktuatif setiap tahunnya, hal tersebut terutama jika dilihat dari proporsi luas penyakit, dan berbagai unsur lainnya. lahan tanaman kopi di Jawa Barat Kabupaten ditingkatkan lagi. Lalu ditambah lagi pengembangan usahatani kopi di Jawa perkebunan kopi. Dapat dikatakan bahwa Barat terus meningkat dari tahun ke Dengan bantuan benih pohon kopi menjanjikan dan memiliki potensi untuk dilakukan oleh pemerintah di Jawa Barat yang menghasilkan lebih banyak luas khususnya di Kabupaten Bandung. Tak lahan dan produksi perkebunan kopi. terpungkiri sekarang bagi masyarakat Jawa Barat memiliki komoditas Bandung Bandung, kopi yang sangat terkenal yaitu kopi Java menikmati kopi sudah menyebar luas ke Preanger, kopi tersebut merupakan kopi kalangan generasi anak muda, saat ini arabika yang telah mempunyai sertifikasi anak-anak muda di Bandung sering kali indikasi geografis yang merupakan suatu menjadikan kedai kopi sebagai tempat berkumpul bersama teman-teman sebaya, dihasilkan bagi para konsumen sehingga tidak hanya sekedar ngobrol, membahas mempunyai nilai tambah yang signifikan, soal kegiatan atau tugas sekolah, dan sehingga Provinsi Jawa Barat mempunyai kebanyakan dari mereka gunakan waktu ngopi tersebut untuk bermain game dibanggakan kualitas rasanya. Sehingga bersama di kedai kopi tersebut, hal dari hal tersebut dapat memotivasi para tersebut menjadikan tingkat konsumsi petani untuk menanam tanaman kopi kopi masyarakat di Bandung meningkat. lebih berkembang lagi, serta ikut serta Sebagian kopi tumbuh di lahan mendukung dalam peningkatan produksi milik Perhutani dan sebagian di lahan . ttp://disbun. milik masyarakat. Jumlah pohon kopi Kabupaten Bandung yang setiap yang terdapat di Kabupaten Bandung tahunnya luas areal lahannya selalu 000 pohon, pohon kopi ini Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 725-741 (Dinas Perkebunan Kab. Bandung . Akan kebanyakan petani kopi di Kabupaten Beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung Bandung menargetkan penjualan kopinya hanya untuk domestik, sedangkan untuk produktivitas setiap tahunnya meningkat, ekspor belum semua kelompok tani atau dilain hal dikarenakan minat petani yang para petani kopi lakukan karena adanya ingin berpindah ke usahatani kopi, maka biaya besar yang perlu dikeluarkan, dan tidak jarang bahwa gapoktan di setiap hanya beberapa pelaku usahatani kopi tertentu saja yang dapat mengekspor hasil perluasan/pembukaan lahan baru bagi diajukan kepada Perhutani Kabupaten Hingga saat ini jenis kopi yang Bandung dan Perhutani Provinsi Jawa terkenal dari Kabupaten Bandung yaitu Barat. kopi Java Preanger, kopi Puntang, dll Dihadapkan dengan tren booming yang sudah banyak mendapatkan prestasi kopi, tentu para petani tidak ingin Internasional maupun nasional. Tren kopi kehilangan momentum dalam menambah tersebut menyebabkan konsumsi kopi pendapatan, akibatnya banyak petani masyarakat khususnya di Kabupaten yang berpindah ke usahatani kopi, hingga Bandung tercatat terus meningkat setiap saat ini tercatat sudah 206 kelompok tani tahunnya, semua itu berkat terdapatnya kopi yang kebanyakan beranggotakan 25 kedai kopi yang saat ini sudah menjamur Seiring waktu, petani kopi mulai di seluruh penjuru Kabupaten Bandung. menikmati kesejahteraan. Para pemburu Penghitungan data konsumsi kopi kopi, termasuk importir, mulai melirik menggunakan satuan kantong yaitu 1 Kopi kantong = 60 kg kopi dalam bentuk cerry Kabupaten Bandung sudah mengekspor gelondongan yang belum diproses. Dari hingga ke Jepang. Australia, dan rintisan ke Spanyol dan Prancis yang difasilitasi masyarakat Kabupaten Bandung selalu meningkat, merujuk dari hal tersebut Kabupaten Bandung. Kondisi harga kopi yang sekarang terjadi di Kabupaten Bandung mengalami keadaan dalam tren masyarakat yang peningkatan dari ketiga jenis bentuk kopi sedang berkembang saat ini. ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA USAHATANI KOPI ARABIKA DI KELOMPOK TANI HUTAN GIRI SENANG DAN KELOMPOK TANI SUNDA BUHUN Dzikri Khalifatullah. Yosini Deliana. Iwan Setiawan Dengan banyaknya para wisatawan Kabupaten Bandung adalah salah satu yang berkunjung ke Kabupaten Bandung daerah penghasil kopi di Jawa Barat dan juga banyaknya penduduk Kabupaten dengan jenis kopi yang terkenal yaitu Bandung yang sangat menjanjikan untuk Java Preanger. perkembangan bisnis di bidang kuliner. Desain dan Teknik Penelitian Perkembangan usaha cafe di Kabupaten Penelitian ini merupakan penelitian Bandung menyebabkan tingginya tingkat Metode penelitian kuantitatif persaingan antar cafe, restoran dan rumah dapat diartikan sebagai metode penelitian makan baik tradisional maupun modern memang merupakan sebuah bisnis yang positivisme, digunakan untuk meneliti cukup bahkan sangat diminati oleh para pada populasi atau sampel tertentu. pelaku usaha. Sebagai salah satu daerah Teknik Kabupaten gencar-gencarnya Bandung menyelenggarakan beberapa event besar bersifat kuantitatif atau statistik dengan dalam memperkenalkan produk kopi tujuan untuk menguji hipotesis yang telah hasil usaha para petani kopi, contohnya Metode ini disebut juga yaitu event Bandung Coffee Festival sebagai metode artistik, karena proses Sabilulungan yang menyandang rekor penelitian lebih bersifat seni . urang muri sebagai event dengan penyajian terpol. , dan disebut sebagai metode aneka kopi terbanyak di Indonesia. penelitiannya lebih berkenaan dengan METODE PENELITIAN interpretasi terhadap data yang ditemukan Objek dan Tempat Penelitian Adapun Objek penelitian mengenai strategi deskriptif adalah metode yang berfungsi pengembangan usahatani kopi arabika mendeskripsikan atau memberi gambaran yang dilakukan kepada petani kopi di terhadap objek yang diteliti melalui data Kelompok Tani Hutan Giri Senang dan Kelompok (Sugiyono, 2. Tani Sunda Buhun Kabupaten Bandung. Pemilihan daerah Teknik penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu teknik penelitian Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 725-741 yang mendalam tentang individu, suatu dari Dinas Pertanian. Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung. Badan program, kegiatan dan sebagainya dalam Pusat Statistik Kabupaten Bandung. Cara Menentukan Sumber Data Tujuan penelitian studi kasus adalah untuk Sugiyono memperoleh deskripsi yang utuh dan bahwa sampling purposive adalah teknik mendalam dari sebuah entitas. Data studi penentuan sampel dengan pertimbangan kasus diperoleh dari hasil wawancara. Sedangkan menurut Margono observasi, dan pencatatan. Studi kasus . , pemilihan sekelompok subjek lebih banyak berkutat pada atau berupaya dalam purposive sampling menjawab pertanyaan-pertanyaan AuhowAy atas ciri-ciri tertentu yang dipandang . dan AuwhyAy . , serta mempunyai sangkut paut yang erat pada tingkatan tertentu juga menjawab dengan ciri-ciri populasi yang sudah pertanyaan AuwhatAy . dalam kegiatan diketahui sebelumnya, dengan kata lain penelitian (Burhan Bungin, 2. unit sampel yang dihubungi disesuaikan Jenis dan Sumber Data dengan kriteria-kriteria tertentu yang Dalam diterapkan berdasarkan tujuan penelitian. menggunakan dua sumber data yaitu data Teknik Pengambilan Data primer dan data sekunder. Data primer Metode pengumpulan data yang diperoleh melalui hasil wawancara dan digunakan dalam penelitian ini adalah : pengisian kuesioner untuk mencari tahu Wawancara analisis kelayakan usahatani diajukan Wawancara kepada masing-masing Kelompok Tani pengumpulan data penelitian dengan Hutan Giri Senang dan Kelompok Tani Sunda Buhun berjumlah 10 informan dengan beberapa pihak yang menjadi petani kopi untuk menganalisis kelayakan sumber data penelitian, sehingga data Sedangkan data sekunder yang yang dihasilkan adalah data kualitatif. didapatkan melalui studi kepustakaan Wawancara dengan responden diperlukan dari berbagai sumber, baik publikasi yang untuk melengkapi data yang tercantum bersifat resmi seperti jurnal, buku, hasil dalam kuesioner. penelitian maupun publikasi terbatas arsip data lembaga/instansi yang terkait ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA USAHATANI KOPI ARABIKA DI KELOMPOK TANI HUTAN GIRI SENANG DAN KELOMPOK TANI SUNDA BUHUN Dzikri Khalifatullah. Yosini Deliana. Iwan Setiawan Observasi Dokumentasi Menurut Arikunto dokumentasi merupakan suatu metode pengumpulan data yang meliputi kegiatan untuk memperoleh data atau informan pemusatan perhatian secara langsung kaitannya dengan penelitian dengan jalan menggunakan seluruh alat indra. Pada melihat kembali laporan-laporan tertulis baik berupa angka maupun keterangan langsung untuk mengetahui aktivitas . ulisan atau papan, tempat, dan oran. Pada penelitian ini metode dokumentasi dikebun, pengolahan hasil panen, serta dipakai untuk mengetahui data produksi, peralatan yang digunakan. Data yang luas lahan, dan jumlah petani kopi yang diperoleh melalui observasi adalah : diambil dari BPS Kabupaten Bandung Peneliti dapat melihat dan mengamati Menurut secara langsung obyek yang diteliti Dinas Perkebunan . Kabupaten Bandung. Observasi yang dilakukan kapan saja Arikunto Teknik Analisis Data Analisis Kelayakan Usahatani Analisis finansial adalah analisis mengemati pada pagi hingga siang pandang pengusaha sebagai pemilik. Pada Analisis finansial diperhatikan dari segi observasi langsung untuk mengetahui cash flow yaitu perbandingan antara hasil aktivitas petani dalam budidaya di penerimaan atau penjualan kotor . ross kebun hingga pengolahan hasil panen. dengan jumlah biaya-biaya . otal Kuesioner Menurut Arikunto kelayakan atau keuntungan suatu proyek pertanyaan tertulis yang digunakan untuk (Soekartawi, 2. memperoleh informasi dari responden Analisis kelayakan usaha berfungsi dalam arti laporan tentang pribadinya untuk menentukan suatu usaha layak atau hal-hal yang diketahui. Hal penting dilakukan agar suatu usaha yang Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 725-741 Bila NPV terhindar dari kerugian. Kesalahan dalam dinyatakan tidak layak . merencanakan suatu usaha akan berakibat Bila NPV = 0, maka investasi berada pembengkakan investasi. Hal ini juga pada posisi break event point dapat terjadi apabila pemilik usaha ingin . Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) mengembangkan usahanya yang telah Net Benefit Cost Ratio (Net BC) berjalan tanpa perhitungan yang matang. Oleh karena itu analisis kelayakan usaha benefit yang telah didscount positif dengan net benefit yang telah didiscount diperhatikan (Karim, 2. Kriteria pengukuran pada analisis Perhitungan pada analisis finansial Kriteria Net Benefit Cost Ratio adalah: Jika Net B/C > 1, maka usaha tersebut layak untuk diusahakan Jika Net B/C < 1, maka usaha tersebut mengetahui berapakah manfaat . tidak layak untuk diusahakan serta biaya-biaya . selama umur Jika Net B/C = 1, maka usaha tersebut ekonomis proyek . n the futur. nilainya dalam keadaan break event point saat ini dengan nilai . Internal Rate of Return (IRR) sekarang . resent valu. (Djamin, 1. Internal Rate of Return (IRR) Caranya adalah dengan menggunakan merupakan suatu tingkat bunga yang discounting factor, sebagai berikut: Net Present Value (NPV) sama dengan jumlah seluruh Net Present Value (NPV) atau nilai investasi proyek, atau dengan kata lain tunai bersih, merupakan metode yang tingkat bunga yang menghasilkan NPV menghitung selisih antara manfaat atau sama dengan nol. Kriteria penilaiannya Perhitungan Bila dengan nilai uang sekarang dengan Bila NPV dinyatakan layak . Bila IRR IRR dinyatakan tidak layak . o feasibl. dinyatakan layak . Bila IRR = 1, maka investasi berada pada keadaan . reak event poin. ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA USAHATANI KOPI ARABIKA DI KELOMPOK TANI HUTAN GIRI SENANG DAN KELOMPOK TANI SUNDA BUHUN Dzikri Khalifatullah. Yosini Deliana. Iwan Setiawan Untuk Menganalisis pendapatan Keterangan : pertanian, dilakukan analisis pendapatan TR = Total Penerimaan (R. Y = Total Produksi (K. Dalam P = Harga Jual salak pondoh (Rp/k. digunakan rumus berikut : (Suratiyah, 2. Untuk = TR Ae TC Dimana : usahatani salak pondoh secara finansial di = Pendapatan Usahatani (R. TR = Total Penerimaan (R. NPV. Net B/C dan IRR. Rumus TC = Total Pengeluaran yang digunakan : Untuk . Net Present Value (NPV) (TR) usahatani kopi arabika digunakan rumus berikut : TR = Y . NPV dalah nilai sekarang arus kas Dimana : TR = Total Penerimaan (R. Y tahunan setelah pajak dikurangi dengan Produksi Proyek dinyatakan layak apabila nilai NPV > 0 Py = Harga yang diterima (Rp/k. (Keown, 1. Kemudian untuk mengetahui total Keterangan : pengeluaran (TC) usahatani kopi arabika Bt = Penerimaan yang diperoleh pada digunakan rumus berikut : tahun ke-t (R. TC = FC VC Ct = Biaya yang dikeluarkan pada tahun Dimana : ke-t (R. TC = Total Pengeluaran (R. i = Tingkat diskonto FC = Biaya Tetap (R. n = Umur usahatani VC = Biaya Variabel (R. Penerimaan usahatani salak pondoh . Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) yaitu jumlah produksi salak pondoh Net B/C menunjukkan besarnya dikali dengan harga jual salak pondoh, tambahan manfaat bersih setiap tambahan dengan rumus sebagai berikut ini : satu rupiah biaya yang digunakan. Jika TR = Y . nilai B/C Ratio > 1, maka proyek layak (Gittinger, 1. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 725-741 Kelompok Tani Hutan (Pokta. Giri Senang terletak di Kampung Legok Nyenang RT. 01 RW. 03 Desa Giri Keterangan : Mekar. Kecamatan Bt = Penerimaan yang diperoleh pada Kabupaten Bandung. tahun ke-t (R. berbatasan langsung dengan wilayah Ct = Biaya yang dikeluarkan pada tahun kehutanan BKPH Manglayang Barat, ke-t (R. RPH Arcamanik, dan KPH Bandung i = Tingkat diskonto Utara yang dikelola oleh Perhutani. n = Umur usahatani Wilayah Desa Giri Mekar termasuk juga Cilengkrang. Desa kedalam kawasan Bandung Utara yang . Internal Rate Of Return (IRR) IRR adalah tingkat diskonto yang Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena sering terjadi menyamakan nilai sekarang arus bersih alih fungsi lahan. masa depan proyek dengan pengeluaran Awalnya, pada tahun 1980 sampai awal proyek. Poyek dinyatakan layak tahun 2000 di Kecamatan Cilengkrang apabila nilai IRR > tingkat diskonto yang sering diadakan berbagai kegiatan yang disyaratkan (Keown, 1. penanaman, percontohan UPSA maupun DAM Pembuatan Teras, dan lain-lain. i1= Tingkat diskonto yang menghasilkan kegiatan tersebut memberikan dampak i2= Tingkat diskonto yang menghasilkan positif bagi masyarakat Desa Giri Mekar, sekarang yang salah satunya pada tahun 1997 kampung mengahasilkan nilai negatif. NPV2= Nilai bersih Penahan. Gully Plug. Sumur Resapan. Keterangan : NPV1= Nilai bersih Legok sekarang yang Nyenang lembaga masyarakat yang merupakan menghasilkan nilai positif. wadah bagi masyarakat tani yang diberi nama AuKelompok Tani Penghijauan Giri HASIL DAN PEMBAHASAN SenangAy. Gambaran Umum Kelompok Tani Hutan Giri Senang Terbentuknya masyarakat tersebut bukan tanpa alasan. Bapak Oded Sopandi ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA USAHATANI KOPI ARABIKA DI KELOMPOK TANI HUTAN GIRI SENANG DAN KELOMPOK TANI SUNDA BUHUN Dzikri Khalifatullah. Yosini Deliana. Iwan Setiawan Blok Legok masyarakat sekitar untuk memanfaatkan Nyenang dan Cilaja sangat antusias dan Lahan Bawah Tegakan Hutan (PLBTH) tak segan untuk memberikan aspirasi dan alasannya karena tanaman kopi dapat Pada tahun 2002 terbitlah program tumbuh dibawah naungan tanaman lain. Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Budidaya (PHBM) yang melibatkan masyarakat berkembang dengan baik dan hutan dalam mengelola kawasan hutan bersama terjaga kelestariannya. Kawasan hutan Perhutani. Hal ini disambut baik oleh seluas 151 Ha dipenuhi dengan tanaman masyarakat yang tergabung dalam Poktan Pada tahun 2009 terjalin kerjasama Giri Senang. Dalam mengelola kawasan antara Poktan/ LMDH Giri Senang hutan tersebut tentunya masih terdapat dengan Perhutani dalam hal Pemanfaatan Lahan Bawah Tegakan Hutan (PLBTH) Padahal hal tersebut dilarang dengan budidaya tanaman kopi. Pada karena dapat merusak kawasan hutan tahun 2011 terjadi pergantian pengurus Poktan Giri Senang dengan ketuanya dengan cara pembakaran. Sehingga pada Bapak Asep Rohman yang mempunyai tahun 2005 terjadi bencana kebakaran hutan seluas 50 Ha yang menyebabkan budidaya tanaman kopi. kerusakan lingkungan yang cukup parah. Adanya kegiatan yang difasilitasi Atas terjadinya kebakaran hutan oleh Penyuluh Kehutanan, budidaya kopi tersebut, akhirnya ketua Poktan Giri Senang Penyuluh kerjasama dengan instansi terkait dalam Kehutanan bekerjasama dengan pihak mengelola hasil kopi ini dapat berjalan Perhutani dengan baik. Sehingga pada tahun 2012 pertemuan/sosialisasi Unit masyarakat untuk mencegah terjadinya Pengeolaan Hasil (UPH) Kopi dari Dinas kebakaran hutan. Ketua Poktan Giri Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Senang bersama Penyuluh Kehutanan Kabupaten Bandung. Pada tahun 2013, membuat terobosan dalam mengelola Poktan kawasan hutan dengan menyarankan Kelompok kepada anggota Poktan Giri Senang dan sebagai cikal bakal terbentuknya koperasi Giri Senang Usaha Bersama (KUB) Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 725-741 dan pada tahun 2015 mendapat fasilitasi Letak kantor Kelompok Tani Sunda Buhun terletak di Jl. Patrol Palintang Kementerian Lingkungan Hidup dan No. Kehutanan, sehingga terbentuk AuKoperasi Produsen Tani Hutan Giri SenangAy. kebanggaan mereka yaitu AoKedai Coffee Disamping budidaya kopi. Poktan Giri Sunda Senang juga mempunyai usaha Hasil berbagai macam produk olahan kopi Hutan Bukan Kayu (HHBK) dari bambu dengan berbagai bentuk dan proses cara Desa Cipanjalu. BuhunAo Kantornya bekerjasama dengan Saung Angklung honey,dry,semi-wash,wash, dan natural. Udjo. Kopi Desa Cipanjalu telah memiliki Gambaran Umum Kelompok Tani Sunda Buhun speciality coffee di Swedia, bersama kopi Kelompok tani Sunda Buhun yang dengan Kopi Puntang. Kopi Malabar, dan Desa Cipanjalu, lainnya, untuk cita rasa tidak kalah Kec. Kopi Pangalengan. Cilengkrang, ialah kelompok tani yang Saat ini Poktan Sunda Buhun memiliki kemauan serta tujuan untuk memiliki 150 anggota petani, yang terdiri berkolaborasi dengan para petani lain dari 90 laki-laki dan 60 perempuan. supaya bisa membuat kemajuan pada Dengan perekonomian petani. Kelompok tani ini tercipta atas kemauan para petani supaya produktivitas 50-60 ton per tahun, harga mereka dapat lebih akrab dengan petani pasaran saat ini untuk kopi dalam bentuk lain yang menimbulkan rasa buat silih cerry yaitu Rp. 7000/kg. Selain menanam kopi, para petani juga menanam sayur- menggapai kesuksesan secara bersama- sayuran, pisang, jeruk, dan nangka, hal sama, serta para petani pula dapat membagikan komentar ataupun keluhan meningkatkan nilai tambah penghasilan yang dihadapinya pada dikala dialog Pengelolaan Usaha Pengelolaan Usah. otong- anggota kelompok tani bisa menolong petani dalam menuntaskan permasalahan (Analisis Subsistem Pengadaan Sarana Produksi dan Tenaga Kerja yang dihadapinya (Adiwarman, 2. C Pengadaan Sarana Produksi ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA USAHATANI KOPI ARABIKA DI KELOMPOK TANI HUTAN GIRI SENANG DAN KELOMPOK TANI SUNDA BUHUN Dzikri Khalifatullah. Yosini Deliana. Iwan Setiawan Sistem pengadaan sarana produksi Kapur Pertanian. Nematisida/ Insektisida. di Kelompok Tani Hutan Giri Senang dan sebagainya biasa membelinya dari dan Kelompok Tani Sunda Buhun pada toko-toko garis besarnya sama saja, karena terletak Ujung Berung. Menurut penelitian Amir Kecamatan Kabupaten beberapa bagian, diantaranya al . memperoleh sarana produksi dari toko Alat produksi sendiri, membeli dari toko dibutuhkan yaitu ember, cangkul, terpal, pertanian, serta adanya mitra kerja dan pompa air, sabit, karung, selang air, beberapa bantuan dari pihak Pemerintah. Penanaman kopi dimulai biasanya pada kandang yang digunakan diperoleh dari awal bulan februari dan penggunaan kotoran hewan ternak milik mereka Saprotan pada usahatani kopi arabika sendiri, bantuan pupuk dari poktan dan untuk satu tahun dengan rata-rata luas lahan yang dimiliki petani kopi yaitu 2 bantuan pupuk tidak mencukupi, mereka Ha, dalam 2 Ha dapat ditanami 3000 membeli dari pedagang yang berada di Pupuk Kecamatan penggunaan saprotan untuk 3000 pohon : Cilengkrang menggunakan motor muatan Tabel 1. Penggunaan Sarana Produksi dan Biaya yang Dikeluarkan Pada Usahatani Kopi Arabika untuk 3000 Pohon Kopi No. Saprotan Satuan Kuant Harga Jlh (Rp. Satuan (Rp. Alat Pertanian Bibit Pupuk Pupuk 100 kg Kandang Pupuk NPK 50 kg Pupuk KCL 50 kg Insektisida: Vydate 2 kg 40 Kg Currater 2 kg 40 Kg Total Sumber: Analisis Data Primer, 2017 dengan harga Rp. 000 per 100kg. Kebutuhan pupuk kandang untuk luas lahan setiap 2 Ha dan 3000 tanaman kopi yaitu 3 ton dengan pemupukan 1 kg per Sedangkan untuk pupuk kimia yaitu Urea dan KCL kebutuhan pupuk untuk setiap luas lahan 1 Ha masingmasing 100kg, lalu untuk Insektida yang digunakan yaitu Vydate dan Currater dengan kebutuhan masing-masing 10kg Berdasarkan Tabel 1, penggunaan yang disemprot setahun 2 kali dan jumlah biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. Kelompok Tani Hutan Giri Senang dan 000,-. Kelompok Tani Sunda Buhun antara lain seperti: Alat Pertanian. Pupuk NPK. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 725-741 Selain itu. Kelompok Tani Hutan digunakan dalam budidaya kopi arabika Giri Senang dan Kelompok Tani Sunda yaitu 75 Hok untuk setiap kepemilikan Buhun telah memiliki mitra kerja dan 3000 tanaman kopi. beberapa bantuan dari pihak Pemerintah Upah yang dibayarkan untuk buruh seperti halnya dalam penyediaan Lahan, tani laki-laki adalah sebesar Rp. dan untuk buruh tani perempuan sebesar Huller. Akan tetapi petani kopi di desa Rp. 000 yang bekerja dari pukul 07. giri mekar kebanyakan mengeluhkan WIB-15. 00 WIB. Upah yang dibayarkan kualitas bantuan bibit dari pemerintah, tersebut sudah termasuk kedalam biaya hal ini dikarenakan bibit dari pemerintah makan dan minum, biaya tenaga kerja kuat 3 kali panen saja, sedangkan untuk bibit kopi tua unggul yang sangat usahatani kopi arabika. Akan tetapi berkualitas yang dimiliki Poktan Hutan ketika memasuki tahun ke 2 hingga tahun Giri Senang mampu dipanen hingga ke 3 yaitu panen, tenaga kerja tidak puluhan kali dan berumur panjang, namun hanya beberapa orang saja yang memelihara 3000 tanaman kopi. Secara membudidayakannya dan dijual dengan rinci biaya tenaga kerja yang digunakan harga Rp. 1500/pohon. dapat dilihat pada tabel dibawah ini: C Tenaga Kerja Tabel 2. Penggunaan Tenaga Kerja dan Biaya Tenaga Kerja yang Digunakan Setiap Kepemilikan 3000 Pohon Kopi Usahatani Kopi Arabika Kegiatan Kebutuhan Upah Jumlah Usahatani Tenaga (Rp. (Rp. Kerja Pengolahan Tanah Penanaman Penyemprotan Penggemburan Penyiangan Penyerbukan Panen dan Pasca Panen Total Sumber: Analisis Data Primer, 2017 Mesin Rousting. Pulper. Dalam setiap tahapan budidaya kopi arabika membutuhkan tenaga kerja yang berbeda-beda. Tenaga kerja tersebut ada yang berasal dari tenaga kerja keluarga dan tenaga kerja buruh. Tenaga kerja laki-laki dan perempuan mempunyai Pekerja laki-laki bertugas Tenaga sifatnya tidak dipengaruhi oleh besarnya biaya produksi terdiri dari biaya sharing bertugas melakukan penyiangan dan juga Biaya lain-lain adalah biaya yang penyemprotan tanah dan pemupukan. C Biaya Lain-lain untuk melakukan penggemburan tanah, profit tanah . ajak tana. , penyusutan alat pertanian dan biaya pembayaran ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA USAHATANI KOPI ARABIKA DI KELOMPOK TANI HUTAN GIRI SENANG DAN KELOMPOK TANI SUNDA BUHUN Dzikri Khalifatullah. Yosini Deliana. Iwan Setiawan Biaya pajak tanah pertanian yang sebesar 2 Ha atau 3000 tanaman kopi dikeluarkan dalam usahatani kopi arabika adalah sebagai berikut: Poktan Hutan Giri Senang untuk luas lahan rata-rata yang dimiliki petani kopi Tabel 3. Biaya Usahatani Kopi Arabika di Untuk Setiap 3000 Pohon Kopi yaitu 2 Ha dan rata-rata pohon yang No. diusahakan 3000 pohon kopi adalah 30% dari profit petani kopi dalam kurun waktu setiap 5 tahun, karena setiap petani memiliki lahan yang berbeda-beda, maka Penggunaan Biaya Biaya Saprotan Tahun ke 1 Biaya Tenaga Kerja Biaya Lain-lain Total Jumlah (Rp. Sumber: Analisis Data Primer, 2017 besarnya biaya pajak tanah pertanian yang dibayarkan kepada pihak Perhutani Berdasarkan Tabel 3 biaya usatani pun berbeda-beda. Sedangkan untuk kopi arabika di Poktan Hutan Giri Senang biaya listrik yang dibayarkan setiap satu untuk setiap 3000 pohon kopi hingga bulan sekali yaitu sebesar Rp. tahun ke 3 adalah Rp. Biaya yang dikeluarkan yaitu biaya Saprotan biaya-biaya penggunaan harta atau aktiva Rp. 000, biaya tenaga kerja Rp. milik petani yang terdiri dari biaya uang Biaya yang dikeluarkan untuk Biaya untuk penyusutan pembelian sarana produksi disebabkan dihitung dari besarnya penyusutan alat- karena dalam usahatani kopi arabika alat pertanian yang digunakan dalam usahatani kopi arabika meliputi ember, produksi yang cukup banyak jumlahnya cangkul, hand sparayer, selang air, terpal, dan juga mahalnya harga sarana produksi Biaya penyusutan alat sebesar Rp. C Penerimaan Pendapatan Agribisnis Kopi Arabika di Kelompok Tani Hutan Giri Senang dan Kelompok Tani Sunda Buhun Biaya C Biaya Usahatani Biaya Penerimaan biaya saprotan dengan biaya tenaga kerja lain-lain Rp. dan biaya lain-lain. Biaya usahatani kopi perkalian antara jumlah hasil produksi arabika di Poktan Hutan Giri Senang dengan harga barang atau nilai rupiah dalam setiap rata-rata pemilik lahan Pendapatan merupakan selisih penerimaan dengan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 725-741 yang dikeluarkan, mempunyai mereka memiliki lahan yang mereka tanami dengan sayuran seperti cabai, sehari-hari, dan melanjutkan kegiatan kacang tanah, bayam, dll. Sehingga petani kopi tidak hanya mengandalkan Sisa merupakan tabungan untuk persediaan kopi sebagai pemasukan utama mereka. modal kembali atau menjalankan usaha Tabel 5. Analisis kelayakan usahatani kopi yang lain. Produksi, penerimaan dan No. pendapatan yang diterima petani dalam usahatani kopi arabika Kelompok Tani Hutan Giri Senang dan Kelompok Tani Sunda Buhun dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Produksi. Penerimaan. Biaya dan Pendapatan Usahatani Kopi Arabika Untuk Setiap Kepemilikan 3000 Pohon Kopi No. Uraian Jumlah Produksi (K. Populasi (Poho. Produksi/Pohon (K. 1 kg per Harga Kopi Cerry (Rp/K. Penerimaan (R. Total Biaya (R. Pendapatan (R. Tabel Kopi Arabika 10,861,458 117,557,511 64,67% 44,689,605 57,69% Hasil analisis kelayakan usahatani kopi arabika dengan discount factor 20% mendapatkan NPV (Net Present Valu. Sumber: Analisis Data Primer, 2017 Berdasarkan Uraian Harga bahan baku (Rp/k. Biaya investasi (Rp/tahu. Biaya modal kerja (Rp/tahu. Produksi . Harga penjualan . erry/k. Discount faktor (%) Rata-rata laba/tahun (R. NPV Net B/C ratio IRR(%) Sensitivitas* NPV Net B/C ratio IRR(%) PP usahatani sebesar Rp. 117,557,511 , net B/C ratio 8, nilai IRR 64,67%, dan payback periode usaha 3 tahun 5 bulan. Dengan demikian dengan kepemilikan setiap 3000 pohon usahatani kopi arabika layak untuk kopi dalam 3 tahun adalah sebesar Rp. Sejalan dengan penelitian 000, pendapatan usahatani sebesar Zakaria . usaha kopi arabika di Rp. Dalam usahatani kopi Desa Suntenjaya layak diusahakan serta arabika, musim panen dilakukan pada tahun ke 3 dan dilakukan sebanyak 2 kali Analisis Akan tetapi sumber pendapatan kenaikan 30% bahan baku, kenaikan suku dari kebanyakan petani kopi di Desa Giri bunga 10%, dan variabel lain tetap Mekar tidak hanya dari kopi saja, tetapi NPV Rp. ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA USAHATANI KOPI ARABIKA DI KELOMPOK TANI HUTAN GIRI SENANG DAN KELOMPOK TANI SUNDA BUHUN Dzikri Khalifatullah. Yosini Deliana. Iwan Setiawan 44,689,605,-, nilai net B/C ratio 5, nilai DAFTAR PUSTAKA IRR 57,69%, dan nilai payback period Amir. N,H. Rasmikayati,E. Saefudin. B,R. Analisis Usahatani Kopi di Kelompok Tani Hutan Giri Senang Desa Giri Mekar Kabupaten Bandung. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh. Vol. No. 3: 842-847. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Bungin. Burhan. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT. Raja Grafindo. Dinas Perkebunan Kabupaten Bandung, . Luas Areal Lahan dan Produksi Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Bandung Bandung. Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Barat, . Kopi Java Preanger Menjadi Ciri Khas Kopi Bandung. Bandung. Diakses 10 Juli http://disbun. Djamin. Zulkarnain. Perencanaan dan Analisis Proyek. Edisi Kedua. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta. Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta Karim Adiwarman. Ekonomi Mikro Islam. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Soekartawi. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method. Bandung. Alfabeta. Suratiyah. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya. Zakaria. Akhmad. Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Kopi Arabika (Coffea arabic. di Desa Suntenjaya Kecamatan usahatani selama 3 tahun 7 bulan. Hasil sensitivitas ini menunjukkan bahwa layak KESIMPULAN DAN SARAN Hasil analisis kelayakan usahatani kopi arabika dengan discount factor 20% mendapatkan NPV (Net Present Valu. sebesar Rp. 117,557,511 , net B/C ratio 8, nilai IRR 64,67%,. Artinya demikian usahatani kopi arabika layak untuk Analisis dengan kenaikan 30% bahan baku, kenaikan suku bunga 10%, dan variabel lain tetap konstan, hasil NPV adalah Rp. 44,689,605,-, nilai net B/C ratio 5, nilai IRR 57,69%, dan nilai payback period usahatani selama 3 tahun 7 bulan. Hasil sensitivitas ini menunjukkan bahwa layak untuk diusahakan dan memberikan keuntungan. Saran untuk