P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Kepemilikan Institusional. Kepemilikan Manajerial dan Ukuran Perusahaan terhadap Integritas Laporan Keuangan Putri Naysilla Anastasia1. Maryati Rahayu2. Nursina3 1,2,3 Fakutas Ekonomi dan Bisnis Universitas Persada Indonesia YAI E-mail : putri. anastasia@upi-yai. , maryati. rahayu@upi-yai. id2,nursina@upi-yai. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan terhadap integritas laporan keuangan. Menggunakan teknik purposive sampling , diperoleh sebanyak 8 perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Penelitian menggunakan uji normalitas, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan software Eviews 9. Secara parsial, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial berpengaruh secara positif terhadap integritas laporan keuangan. Sedangkan ukuran perusahaan tidak berpenaruh terhadap integritas laporan keuangan. Secara simultan kepemilikan institusional , kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan berpengaruh secara bersama-sama terhadap integritas laporan keuangan . Nilai koefisien determinasi dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel bebas mempengaruhi integritas laporan keuangan 28% sisanya sebesar 0,72% merupakan konstribusi dari variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian. Kata kunci : Kepemilikan Institusional. Kepemilikan Manajerial. Ukuran Perusahaan dan Integritas Laporan Keuangan. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of institutional ownership, managerial ownership and company size on the integrity of financial statements. Using a purposive sampling technique, a total of 8 automotive companies were obtained which were listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2018-2022 period. The research uses normality test, classic assumption test, and hypothesis test with Eviews 9 software. Partially, institutional ownership and managerial ownership have a positive effect on the integrity of financial While the size of the company (Siz. has no effect on the integrity of financial statements. Simultaneously, institutional ownership, managerial ownership and company size have a joint effect on the integrity of financial statements. The value of the coefficient of determination can be concluded that the three independent variables affect the integrity of financial statements by 99. 28%, the remaining 0. 72% is the contribution of other variables not included in the study. keywords: Institutional Ownership. Managerial Ownership. Company Size and Financial Statement Integrity. PENDAHULUAN Laporan keuangan perusahaan mencerminkan tanggung jawab utama Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 manajemen atas kewajaran penyajian dan Walaupun perusahaan telah P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. memiliki laporan keuangan, namun hal tersebut tidak menjamin bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen adalah jujur dan sesuai dengan standar yang berlaku umum serta tidak mengandung laporan keuangan yang Pada menyajikan laporan keuangan yang tidak mencerminkan keadaan sebenarnya atau bisa disebut juga manipulasi laporan keuangan (Wahyuni, 2. Terdapat fenomena manipulasi data keuangan yang terdapat pada beberapa multinasional yang dapat membuktikan bahwa kurangnya integritas laporan keuangan dalam penyajian informasi yang tidak menunjukkan laporan keuangan yang sebenarnya. Salah satu kasus kecurangan yang terungkap datang dari aliansi Renauld Nissan-Mistubishi. Carlos Ghosn. Dalam sebuah pernyataan. Nissan mengungkapkan Carlos Ghosn dan Greg Kelly telah memotong keuangan mereka dan mengajukan saldo yang salah di Bursa Efek Tokyo beberapa tahun lalu. Berdasarkan informasi di atas, penipuan laporan keuangan, terjadi di berbagai segmen perusahaan yang ada, termasuk otomotif dan komponen. Integritas pelaporan keuangan adalah suatu kondisi dimana laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan mengandung informasi yang tidak bias (Dewi & Putra, 2. Jika informasi keuangan tidak relevan dengan kebutuhan pengambil keputusan, maka informasi keuangan tidak dapat diandalkan. Integritas pelaporan keuangan adalah tentang bagaimana laporan keuangan harus disajikan dengan benar . anpa kesalahan yang disengaj. , semua informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan, kinerja perusahaan dan arus kas pemegang saham perusahaan tersebut Kepemilikan institusional memiliki manajemen melalui proses pengawasan yang efektif untuk meningkatkan kinerja Kepemilikan institusional dalam menghindari manipulasi laporan keuangan yang mungkin dilakukan perusahaan untuk memikat investor. Cornet et al. ,2006 dalam penelitian (Efrianti, 2. , pengawasan perusahaan oleh pihak investor institusional dapat mendorong manajer untuk lebih memfokuskan perhatiannya terhadap kinerja perusahaan. Dalam penelitian (Haq et al. , 2. mendefinisikan kepemilikan manajerial sebagai persentase saham yang dimiliki oleh manajemen yang secara aktif terlibat perusahaan, termasuk komisaris dan Kepemilikan manajerial diharapkan dapat meningkatkan integritas laporan keuangan perusahaan karena manajemen bertanggung jawab atas kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Karena secara teori, sebagian besar, manajemen akan berperilaku sebagai seseorang yang memiliki kepentingan Kepemilikan menyelaraskan kepentingan manajer dan pemegang saham. Artinya, semakin tinggi rasio kepemilikan manajemen maka kinerja perusahaan akan semakin baik. Ukuran perusahaan merupakan nilai besar kecilnya perusahaan yang dilihat dari besarnya equity, nilai penjualan, dan aset yang berperan sebagai variable konteks yang mengatur tuntutan pelayanan atau produk yang dihasilkan oleh organisasi, dan juga ukuran perusahaan merupakan variabel penilaian yang umum digunakan menjelaskan fluktuasi besar dalam laporan keuangan Hal ini terkait dengan teori keagenan, dimana perusahaan besar dengan biaya keagenan yang lebih tinggi akan mengungkapkan lebih banyak Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. informasi untuk mengurangi biaya Untuk menentukan ukuran suatu perusahaan, investor melihat besar kecilnya total aset suatu perusahaan. Aset perusahaan yang dikelola dengan baik dapat dijadikan sinyal penentu bagi perusahaan, karena aset merupakan bagian dari informasi publik perusahaan. Perusahaan yang mampu bertahan dalam kondisi ekonomi yang sulit dianggap berada dalam kondisi keuangan yang baik. Dengan posisi keuangan yang baik, integritas laporan keuangan meningkat di mata investor. Semakin besar total dimiliki perusahaan, maka semakin juga integritas laporan keuangannya (Indrasti, 2. LANDASAN TEORI Teori Keagenan Dalam teori ini distributor juga disebut sebagai pemangku kepentingan yang memiliki perusahaan dan investor bertindak sebagai pengurus perusahaan yang mengelola perusahaan. (Jensen & Meckling, 1. ialah orang pertama yang mengajukan teori ini. Teori tersebut menjelaskan bahwa konflik keagenan cenderung terjadi pada perusahaan yang berbagi kepemilikan dan peran manajemen. Dalam Penelitian (Rivandi & Pramudia, 2. , agency cost ini meliputi monitoring cost, bonding cost, dan residual Monitoring cost adalah pengeluaran yang dikeluarkan guna memonitor aktivitas Sementara bonding cost ialah pengeluaran yang wajib dibayar oleh agen guna menetapkan dan menjalankan prosedur sebagai jaminan agar agen dapat menjalankan tugasnya guna keperluan Integritas Laporan Kuangan Integritas laporan keuangan pada hakekatnya merupakan hasil dari suatu proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara pihak manajemen dengan pihak luar mengenai informasi keuangan atau kinerja suatu Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 (PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan, n. ) mengemukakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna dalam rangka membuat keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggung jawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan yang berkualitas berguna sebagai dasar pengambilan keputusan keuangan bagi para pemangku kualitas laporan keuangan dapat dilihat, seberapa lama dan lengkap data keuangan yang disiapkan untuk penyusunan laporan keuangan tersebut, diharuskan disiplinnya pencatatan setiap transaksi . ransaksi tidak hilan. , komponen laporan keuangan dan standar akuntansi yang digunakan. Pengukuran integritas informasi laporan keuangan yang menggunakan indeks konservatisme MBV diumuskan sebagai berikut: MBV = Harga Pasar Saham Nilai Buku Saham Kepemilikan Institusional Kepemilikan institusional juga merupakan proposi saham dimiliki oleh pemerintah, perusahaan bank, perusahaan asuransi, perusahaan investasi, dan institusi lain yang berasal dari dalam atau luar negeri, dengan kepemilikan lebih dari Dalam hal ini kepemilikan institusioanal dapat dirumuskan sebagai ycycAycyc = ycyeCyeOyeCyea yeoyeCyeayeO yeIyeOyeayeOyesyeOyeUyeO ycyeayeiyeiyeOyeiyenyeiyeOyeayeayeCyes ycyenyeayesyeCyeO ycyeCyeOyeCyea yeoyeCyeayeO yeEyeIyeeyeIyeIyeCyee Kepemilikan Manajerial Kepemilikan Manajerial diukur dengan rasio Managerial Ownership. Managerial Ownership kepemilikan saham oleh manajemen perusahaan yang diukur dengan presentase jumlah saham yang dimiliki oleh P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. manajemen (Haruman, 2. dalam penelitian (Istiantoro et al. , 2. ycycycycA = ycyeCyeOyeCyea yeoyeCyeayeO yeIyeOyeayeOyesyeOyeUyeO yeayeCyeayeCyeUyeIyeayeIyea ycyenyeayesyeCyeO ycyeCyeOyeCyea yeoyeCyeayeO yeEyeIyeeyeIyeIyeCyee Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan adalah skala yang bisa mendeteksi apakah perusahaan dalam skala besar dan kecil. Besar kecilnya suatu perusahaan dapat diukur dari total aset perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangannya. Ukuran perusahaan akan dihitung berdasarkan nilai natural log . dari total aset lebih stabil dan representatif dalam (Indrasti, 2. , yang dirumuskan dengan ycOycoycycycaycu ycEyceycycycycaEaycaycaycu = yaycA ycNycuycycayco yaycyceyc Kerangka Pemikiran & Perumusan Hipotesis Penelitian yang dilakukan oleh (Abigail, 2. Kepemilikan institusional adalah saham perusahaan yang dimiliki oleh institusi atau institusi yang meliputi Kepemilikan institusional mendorong pemeriksaan atau pengawasan terhadap aktivitas manajemen karena pemegang keterampilan dan keahlian yang baik dalam mengevaluasi laporan yang disajikan oleh manajemen. Kepemilikan institusional yang tinggi akan menimbulkan pengawasan yang lebih besar oleh institusional sehingga menghalangi perilaku oportunistik dari para manajer perusahaan, (Rahayu & Utami, 2. Semakin besar kekuatan suara dan dorongan institusi keuangan untuk mengawasi manajemen, sehingga akan memberikan dorongan yang lebih besar untuk mengoptimalkan laporan keuangan serta dapat meningkatkan integritas laporan keuangan. H1: Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Integritas Laporan Keuangan Kepemilikan manajerial adalah kondisi dimana manajer memiliki peran ganda sebagai pengelola sekaligus pemegang saham dalam suatu perusahaan (Fahmi & Nabila, 2. Manajer yang memegang saham perusahaan akan ditinjau oleh pihak-pihak yang terkait dalam kontrak seperti pemilihan komite audit yang menciptakan permintaan untuk pelaporan keuangan berkualitas oleh pemegang saham, kreditur dan pengguna laporan keuangan untuk memastikan efisiensi kontrak yang dibuat. Oleh karena manajemen memiliki tanggung jawab untuk membuat perusahaan tetap bertahan dalam jangka waktu yang panjang. H2: Kepemilikan Manajerial berpengaruh terhadap Integritas Laporan Keuangan Informasi merupakan salah satu sinyal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi, dan investor dapat melihat bahwa perusahaan telah menyajikan informasi laporan keuangan secara akurat dan jujur investor terhadap perusahaan tempat Untuk menentukan ukuran suatu perusahaan, investor melihat besar kecilnya total aset suatu perusahaan. Aset perusahaan yang dikelola dengan baik dapat dijadikan sebagai sinyal penentu bagi perusahaan, karena aset merupakan bagian dari informasi publik perusahaan. H3: Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Integritas Laporan Keuangan Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Berdasarkan fenomena, kesenjangan, dan dijelaskan, kerangka kerja dikembangkan untuk membantu menjelaskan hubungan antar variabel sebagai berikut : Kepemilikan Institusional (X. Kepemilikan Manajerial (X. Ukuran Perusahaan (X. Integritas Laporan Keuangan (Y) Data penelitian Jenis data dalam penelitian ini adalah data dokumenter, sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder, karena sumber data penelitian yaitu laporan keuangan dikumpulkan secara tidak langsung melalui perantara, untuk mengetahuinya dengan mengakses melalui website w. Data penelitian ini merupakan data gabungan dari data cross section dan time series sehingga berimplikasi terhadap jumlah data panel. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, uji asumi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t , uji F, dan koefisien determinasi . djusted R. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Sumber: Hasil olahan penulis . HASIL DAN PEMBAHASAN METODOLOGI Asosiatif kausal merupakan jenis penelitian ini, yaitu penelitian yang melihat hubungan kausal . ebab-akiba. enyebab munculnya variabel terika. dengan variabel terikat . enjadi akibat karena adanya variabel beba. Berdasarkan syarat kriteria yang digunakan dalam pemilihan sampel, perusahaan yang layak dijadikan sampel, dengan variabel yang keuangan pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2018 Ae 2022 Populasi dan Sampel Menurut (Sugiyono, 2. populasi merupakan area generalisasi yang terdiri dari hal-hal dan individu dengan atribut dan karakteristik tertentu yang dipahami dan kesimpulan yang ditarik oleh peneliti. Pada penelitian ini populasi sebanyak 19 perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. digunakan dalam teknik pengambilan sampel Menurut kriteria yang ditentukan diperoleh 8 perusahaan dengan satu tahun pengamatan dalam 5 tahun, jumlah data dalam penelitian ini sebanyak 40 data yang merupakan sampel Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 Pengumpulan Data Tabel 1. Daftar Sampel Perusahaan No Kode Nama Perusahaan ASII PT Astra Internasional Tbk SMSM PT Selamat Sempurna Tbk GJTL PT Gajah Tunggal Tbk BOLT PT Garuda Metalindo Tbk INDS PT Indospring Tbk PRAS PT Goodyear Indonesia Tbk MPMX PT Mitra Pinasthika Universal Tbk CARS PT Bintraco Dharma Tbk Sumber : Data Diolah Peneliti . Statistik Deskriptif Tabel 1. Statistik Deskriptif P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. probabilitasnya lebih besar dari 0. 137554 > 0. 05 maka data terdistribusi normal. Sumber : Eviews, 9. 0, data diolah peneliti. Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa hasil pengujian statistik deskriptif keseluruhan pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Variabel berskala rasio yang digunakan pada penelitian ini adalah kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial ,ukuran perusahaan serta integritas laporan keuangan yang akan maksimum, rata-rata . dan standar Analisis Regresi Data Panel Data panel, merupakan gabungan dari data time series dan cross section. Dari ketiga model yaitu Common Effect Model (CEM). Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM), akan dilakukan pengujian yaitu dengan uji chow, hausman, dan lagrange multiplier. Sehingga pada penelitian ini model yang cocok digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM). Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas ini menguji apakah model regresi yang diolah hubungan antar variabel bebas. Dalam melakukan pengujian multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai centered VIF dan dapat dilihat dari tabel dibawah ini: Tabel 4. Uji Multikolinearitas Sumber : Eviews, 9. 0, data diolah peneliti, 2023 Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai centered VIF yang diperoleh untuk masing-masing variabel kurang dari 10. Hal ini sesuai dengan kriteria pengujian bahwa hasil uji multikolinearitas tidak memiliki koefisien antar variabel lebih besar dari 10, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas pada data. Tabel 5. Hasil Uji Heterokedastisitas Uji Asumsi Klasik Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Sumber : Eviews, 9. 0, data diolah peneliti. Sumber : Eviews, 9. 0, data diolah peneliti. Berdasarkan histogram uji residual dapat dilihat bahwa nilai probabilitasnya Berdasarkan tabel diatas, nilai probabilitas variabel X1 . epemilikan institusiona. 9934 lalu nilai probabilitas pada variabel X2 . epemilikan manajeria. 9161 dan nilai probabilitas pada variabel X3 . kuran perusahaa. 6811 maka dapat Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. disimpulkan bahwa tidak terdapat heterokedastisitas, karena ketiga variabel nilai probabilitasnya > 0. Uji Hipotesis Tabel 6. Hasil Output Fixed Effect Model Sumber : Eviews, 9. 0, data diolah peneliti. Analisis Korelasi Dari model fixed effect model pada tabel 6, diperoleh koefisien determinasi R2 994665, jadi nilai R Oo0. Angka 0. 99733 menunjukkan bahwa hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah sangat kuat. Uji Persamaan Regresi Linear Berganda Berdasarkan hasil uji pada tabel 6, maka dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: MBV = 272. 083,6 14. 656,82 X1 877,7 X2 0,026450 X3 a Konstanta . regresi sebesar 272. menunjukan bahwa jika koefisien regresi variabel-variabel independen yaitu X1 . epemilikan institusiona. X2 . epemilikan manajeria. X3 . kuran perusahaa. bernilai nol, maka variabel Y . ntegritas laporan keuanga. adalah sebesar 272. Nilai koefisien regresi kepemilikan institusional (X. 656,82 Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 artinya bahwa jika nilai variabel lain konstan dan variabel X1 mengalami peningkatan satu satuan, maka variabel Y . ntegritas laporan keuanga. akan 656,82 Nilai koefisien regresi kepemilikan manajerial (X. artinya artinya bahwa jika nilai variabel lain konstan dan variabel kepemilikan (X. peningkatan satu satuan, maka variabel Y . ntegritas laporan keuanga. akan Nilai perusahaan (X. sebesar 0,026450 artinya bahwa jika nilai variabel lain konstan dan variabel ukuran perusahaan (X. mengalami peningkatan satu satuan, maka variabel Y . ntegritas laporan keuanga. akan mengalami peningkatan sebesar 0,026450. Uji t Berdasarkan T-tabel dengan df-1 . yang diperoleh hasil 35 . -4-. , dimana n = 40 . umlah observas. dan k = 5 . umlah variabel dependen dan independe. dan signifikansi sebesar 0. 05 diperoleh nilai Ttabel sebesar 2. Berdasarkan hasil uji persial pada tabel 6 diatas maka dapat dilihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebagai berikut Variabel X1 . epemilikan institusiona. memiliki nilai probabilitas 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X1 . epemilikan institusiona. berpengaruh positif dan . ntegritas laporan keuanga. Variabel X2 . epemilikan manajerial ) memiliki nilai probabilitas 0. 05, dapat disimpulkan bahwa variabel epemilikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y . ntegritas laporan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Variabel X3 . kuran perusahaa. memiliki nilai probabilitas 0. 05, dapat disimpulkan bahwa variabel . kuran berpengaruh terhadap variabel Y . ntegritas laporan keuanga. Uji F Berdasarkan hasil uji F dari Fixed Effect Model (FEM) diatas diperoleh angka 000000 < 0. 05, dan Fstatistik 540. 7162 > F-tabel yaitu 2. tingkat = 0,05, df = . -4-1=. maka kesimpulan yang diperoleh yaitu secara bersama-sama institusional (X. kepemilikan manajerial (X. dan ukuran perusahaan (X. , memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel integritas laporan keuangan (Y). Koefisien Determinasi (R. Analisis koefisien determinasi digunakan Berdasarkan tabel 6 diatas diketahui nilai adjusted R-squared senilai 0,992826 atau 28% yang artinya secara bersama-sama variabel kepemilikan institusional (X. kepemilikan manajerial (X. dan ukuran perusahaan (X. berpengaruh dalam integritas laporan keuangan (Y) sebesar 28%, sedangkah sisanya sebesar 00,72% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Pembahasan hasil penelitian Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Integritas Laporan Keuangan Berdasarkan hasil uji regresi secara parsial dengan hasil menggunakan Fixed Effect Model menunjukan bahwa dari hasil penelitian persamaan regresi diatas terlihat bahwa koefisien regresi untuk variabel X1 . epemilikan institusiona. bernilai positif Hasil uji t yang telah dilakukan diperoleh nilai probabilitas 0399 < 0. 05, sehingga dapat integritas laporan keuangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Fahmi & Nabila, 2. , (Himawan, 2. , dan (Wardhani & Samrotun, 2. Sedangkan hasil penelitian ini yang tidak sejalan adalah dilakukan oleh (Yoga Inganta Sinulingga et al. , 2. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Integritas Laporan Keuangan Berdasarkan hasil uji secara parsial dengan memakai Fixed Effect Model menunjukkan bahwa dari hasil penelitian persamaan regresi diatas terlihat bahwa koefisien regresi untuk variabel X2 . epemilikan Hasil uji t yang telah dilakukan diperoleh nilai probabilitas sebesar 0. < 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa X2 . epemilikan manajeria. berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Yoga Inganta Sinulingga et al. , 2. , (Istiantoro et al. , 2. , dan (Fikri & Suryani, 2. Sedangkan hasil penelitian ini yang tidak sejalan adalah dilakukan oleh (Santoso & Andarsari, 2. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Integritas Laporan Keuangan Berdasarkan hasil uji secara parsial dengan memakai Fixed Effect Model menunjukkan bahwa dari hasil penelitian persamaan regresi diatas terlihat bahwa koefisien regresi untuk variabel X3 . kuran perusahaa. Hasil uji t yang telah dilakukan diperoleh nilai probabilitas sebesar 0. 9703 > 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa X3 . kuran perusahaa. tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wardhani & Samrotun, 2. , (Santoso & Andarsari, 2. , dan (Rivandi & Pramudia, 2. Sedangkan hasil penelitian ini yang tidak sejalan adalah dilakukan oleh (Rivandi & Pramudia, 2. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Pengaruh Kepemilikan Institusional. Kepemilikan Manajerial, dan Ukuran Perusahaan Intergritas Laporan Keuangan. Berdasarkan hasil uji secara parsial dengan memakai Fixed Effect Model menunjukkan bahwa semua variabel independen . epemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan ukuran perusahaa. secara simultan berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Hasil ini ditunjukan dengan nilai prob (F Statisti. 000000 < 0. KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang ada berdasarkan hasil penelitian diatas yaitu kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. Sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Dari uji F disimpulkan bahwa secara bersama-sama kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap integritas laporan keuangan. DAFTAR PUSTAKA