Volume 14 . issue 1 . Vol. 14 - Issue 1 Ae 2025 The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilization published by Islam Nusantara Center Foundation. This journal specialized academic journal dealing with the theme of religious civilization and literature in Indonesia and Southeast Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with perspectives of philosophy, philology, sociology, antropology, archeology, art, history, and many more. This journal invites scholars from Indonesia and non Indonesia to contribute and enrich the studies published in this journal. This journal published twice a year with the articles written in Indonesian. Pegon. Arabic and English and with the fair procedure of blind peer-review. Editorial Team Managing Editor Mohamad Shofin Sugito Peer Reviewer Abdurahman MasAoud (Ministry of Religious Affairs. The Republic of Indonesi. Oman Fathurrahman (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Harissuddin (State Islamic University of Jember. Indonesi. KH. Abdul MunAoim DZ (The Vice General Secretary of PBNU) Farid F. Saenong (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Ngatawi al Zastrouw (University of Nahdlatul Ulama Indonesi. Islah Gusmian (State Islamic University of Surakarta. Indonesi. Zainul Milal Bizawie (Islam Nusantara Center Jakarta. Indonesi. Editors Johan Wahyudi Mohammad Taufiq Ahmad Ali Asistant Editors Muhammad Anwar Zainal Abidin Zainul Wafa ISSN 2621-4938 e-ISSN 2621-4946 Published by: ISLAM NUSANTARA CENTER (INC) Jl. Kemital Blok E No. Perum. Ciputat Baru. Kel. Kp. Sawah. Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan 15413 http: //ejournalpegon. com/ojs/ Islam Nusantara Center TABLE OF CONTENTS The International Journal of PEGON Islam Nusantara Civilization Vol. 14 - Issue 1 Ae 2025 TABLE OF CONTENTS . SEJARAH AWAL PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA Mardia dan Sari Febriani. Hum. KERANGKA PEMIKIRAN INTELEKTUAL ISLAM SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II DI KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM . 3Ae1. Sari Febriani dan Ahmad Suaedi . STUDI TAFSIR PEGON NUSANTARA: ASPEK LOKALITAS TAFSIR SURAT YASIN KARYA K. BISRI MUSTOFA Widodo Hami . TRANSFORMASI DIGITAL DI PENGADILAN AGAMA: EVALUASI EFEKTIVITAS E-COURT DI JAWA TENGAH SELAMA DAN SETELAH COVID-19 Nur Rofiq. Kuswan Hadji dan Muhammad Yusuf Arda Bily . PENGAMATAN KRITIS ATAS PENAFSIRAN AL-QUR'AN DAN GENDER Zainal Abidin dan Muhammad Safuan . KREDIBILITAS IBNU MASAoUD DALAM TAFSIR AL-QURAoAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN TAFSIR MAQASIDI Syamsuri . THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION KEPEMIMPINAN AoNYAIAo NUSANTARA JAWA TIMUR DAN JAWA BARAT MASA PANDEMI COVID-19 Siti Nabilah dan Sari Febriani . CONTEMPORARY CHALLENGES IN ISLAMIC SCHOLARSHIP IN THE LIGHT OF INTELLECTUAL CONNECTIONS BETWEEN CENTRAL ASIA AND SOUTHEAST ASIA Retna Dwi Estuningtyas . Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 AAStudi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa AASTUDI TAFSIR PEGON NUSANTARA:AA aSPEK LOKALITAS TAFSIR SURAT YASINAA AAKARYA K. BISRI MUSTOFa AAWidodo HamiAA AAUIN K. Abdurrahman Wahid PekalonganAA AAWidodo. hami@uingusdur. idAA AADOI: https://doi. org/10. 51925/inc. AEA AeA AeA Ae OEE uOIO eOOI eA AeA AEO EA. ANAe . AAO O OOI eA AOOA AIOAOAA AOIOE I eIOIOI eOEIA AO OEA . AOEOOI EO eO EIOEA ,AIIOI IIOEEO uOO O I O e eA AEIO OA AeA AeA AeA AeA AEIcA . AI O IAOI OcA ,AAO OOI OOE I IOIEI OEOI OIA. AeA AO OOI O OOc OI OEON IE O EI I eIOA ,AIOEc A ANO EIOOIA AeA ANc EOEA ,AI uOcA ,AEI eOEE uOIO EI O eA AcA AEEI IEOOA AIOOA ,AII eIO OINA ,AOOA AOE AIEOEO OA ,AEOEEAe ,AA AI eAOI O O IOO I eAOIAe ,AA AOE OOA I IOuEOA AeA AIO O O e eA AEIO O EI IAOIA . AIoEOO O OOIEI EI IEOOI uOIO EN ENA AeA Ae eA A eA AOE (EOO OOIN) I IOIEI eIEI OEOOA IEOO I IEOO uO OA AeA AeA A(IOIOI IEOO) eA AeA AOE eA A OI I eOIEIA. AIEOOc OI IEO A AOIOE eIOEA AOO eA AE EOIIOAe :AAOAe ,AOE EOEEOAe ,AA AIOAOAA. AATHE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON::AA AAISLAM NUSANTARA CIVILIZATIONAA Widodo Hami Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendemonstrasikan Tafsir Surat Yasin karya Bisri Mutofa dari beberapa aspek. Walaupun kitab tersebut kecil, namun memiliki isu yang beragam yang terkandung di dalamnya. Dengan gaya penafsiran khas jawanya. Tafsir Yasin ditulis dengan menggunakan tulisan Arab Pegon. Surat Yasin yang biasanya dibaca oleh masyarakat jawa dalam beberapa acara penting, misalnya 7 hari kematian mayit, menempati rumah, supaya hajatnya terkabul, dan sebagainya, dalam artikel ini akan dijelaskan analisis penafsiran dari segi metode penafsiran, aspek vernakularisasi, lokalitas, aspek tasawuf dan nilai moderasi yang terkandung di dalam penafsiran. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah telaah pustaka . ibrary researc. dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis dan analisis isi . ontent analysi. untuk teknik analisisnya untuk menggali teks secara mendalam. Kata Kunci: Tafsir. Aspek Lokalitas. Bisri Mustofa. Abstract This article aims to demonstrate the Tafsir Surat Yasin by K. Bisri Mutofa from several aspects. Although the book is small, it has various issues contained in it. With its typical Javanese interpretation style, the Tafsir Yasin is written using the Arabic Pegon script. Surat Yasin which is usually read by Javanese people in several important events, for example 7 days after the death of the deceased, moving into a house, so that their wishes are granted, and so on, this article will explain the analysis of the interpretation in terms of the interpretation method, vernacular aspects, locality, aspects of Sufism and the value of moderation contained in the interpretation. The methodology used in this study is a literature review . ibrary researc. using a descriptive analysis approach and content analysis for the analysis technique to explore the text in depth. Keywords: Tafsir. Locality Aspects. Bisri Mustofa. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa PENDAHULUAN da banyak formulasi konsep tafsir yang telah dikemukakan oleh para ulamaAo. Salah satu Formulasi konsep tafsir yang menurut penulis paling elegan adalah penjelasan tentang firman Tuhan sesuai dengan ijtihad kemampuan fikiran manusia1 Karena memang pada realitasnya produk tafsir yang muncul sejak era pertama hingga saat ini mengalami perbedaan yang signifikan. Pada era awal muncul katagorisasi tafsir bi riwayah dan tafsir bi raAoyi. Dilanjutkan dengan tafsir yang bernuansa teologi rasional, bercorak tasawuf, sekte keagamaan2 hingga di abad modern berkembang tafsir dengan mengitegrasikan ilmu-ilmu sosial humaniora. 3 Perbedaanperbedaan penafsiran tersebut dipengaruhi oleh banyak hal, misalnya tempat, lingkungan, waktu dan epistemologi. 4 Sehingga para ulamaAo menganggap sebagai sebuah keniscayaan dan fitrah sebagai manusia. Perbedaan perspektif, epistemologi dan metodologi penafsiran juga merambah sampai kepada mufassir Nusantara, di antaranya adalah K. Bisri Mustofa. Seorang mufassir asal Rembang Jawa ________________ Quraish Shihab. Kaidah Tafsir: Syarat. Ketentuan. Dan Aturan Yang Patut Anda Ketahui Dalam Memahami Ayat-Ayat Al-QurAoan Dilengkapi Penjelasan Kritis Tentang Hermeneutika Dalam Penafsiran Al-QurAoan (Tangerang: Lentera Hati, 2. Ignaz Goldziher membagi perkembangan mazhab tafsir ke dalam beberapa Pada tahap awal muncul tafsir yang berorientasi pada ideologi, dinamika perkembangan qiraah, pro-kontra mushaf al-QurAoan hingga perspektif gramatika (Nahw. kemudian kelompok kedua muncul kategorisasi tafsir bil maAotrur. Tahap berikutnya muncul tafsir perspektif teologi rasional, tasawuf, hingga tafsir pada era kebangkitan Islam. Lebih jelasnya lihat: Ignaz Goldziher. Mazhab Tafsir Dari Klasik Hingga Modern (M. Alaika Salamullah. Dkk. Terjemaha. (Yogyakarta: eLSAQ Press, 2. Studi integrasi tafsir dengan ilmu sosial dibilang masih baru jika dibandingkan dengan studi teks kitab suci yang mana sejak awal diturunkan alQurAoan sudah muncul studi teks . Di kalangan pengkaji tafsir, studi ini masuk dalam kajian living QurAoan . lqurAoan yang hidup/ yang dipraktikkan dalam Lihat: Dosen Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Metodologi Penelitian Living QurAoan Dan Hadis (Yogyakarta: TH-Pres, 2. Abdul Mustakim dalam desertasinya menyimpulkan bahwa perbedaan penafsiran oleh para mufassir dipengaruhi oleh epistemologi yang digunakan dalam menafsirkan Alquran. Lihat: Abdul Mustakim. Epistemologi Tafsir Kontemporer (Yogyakarta: LkiS Group, 2. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami Tengah ini telah menulis banyak karya dari berbagai disiplin ilmu. Karena keluasan ilmu yang dimilikinya, hampir semua disiplin ilmu keislaman pernah ditulisnya sehingga menjadi khazanah sekaligus warisan intelektual ulama Nusantara. Dengan ciri khas jawa. Kyai Bisri menulis karya-karyanya dengan memakai bahasa Jawa menggunakan font arab pegon. 5 Sehingga dapat dipahami bahwa obyek yang dituju dari karya beliau adalah orang-orang Jawa yang dapat membaca tulisan arab pegon. Karena tidak semua orang jawa dapat membaca tulisan arab pegon. Biasanya hanya orang-orang yang pernah belajar di pesantren yang dapat membaca tulisan tersebut. Kyai Bisri merupakan ulamaAo dari Jawa yang sangat produktif dalam AomenelurkanAo karya-karyanya. Walaupun di tengah kesibukan sebagai pendakwah, juga aktif di berbagai organisasi dan lembaga seperti NU. Majlis Syura p. DPRD dan juga MPR6 namun beliau selalu menyempatkan untuk menulis. Di tengah kesibukannya yang sangat padat, beliau sangat produktif dalam menulis karya dari berbagai bidang keilmuan mulai dari ilmu tauhid, fiqh, ushul fiqh, hadis, ilmu hadis, nahwu, akhlak, ilmu mantiq, tafsir, ilmu tafsir. Kebanyakan karya Kyai Bisri adalah kitab terjemahan dari kitab yang berbahasa Arab. Hingga sekarang karyanya banyak dikaji di berbagai pesantren di tanah Jawa dan juga di tingkat perguruan tinggi termasuk karya yang paling fenomenal yakni tafsir al-Ibriz yang berisi tafsir Alquran berbahasa Jawa dengan menggunakan tulisan Arab pegon walaupun sebenarnya Kyai Bisri secara keilmuan mampu menulis karya dalam Bahasa Arab. Kitab yang tidak kalah menarik untuk dikaji namun masih belum banyak disentuh oleh para sarjana ialah kitab tafsir yasin. Kitab tafsir yang hanya membahas satu surat dengan ciri khas penulisan menggunakan font Arab pegon. Dalam penelitian ini akan dibahas ________________ Aksara arab yang ditujukan untuk menulis Bahasa Jawa. PUSAT BAHASA and DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL. Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa, 2. Hlm 1139 Maslukhin. AoKOSMOLOGI BUDAYA JAWA DALAM TAFSyaR ALIBRyaZ KARYA KH. BISRI MUSTHOFAAo. Mutawytir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadis, 5 . , 74Ae94. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa konsep-konsep dan kandungan dari isi surat Yasin karya Kyai Bisri. Surat Yasin yang pada umumnya diamalkan di masyarakat Jawa dalam acara 7 hari orang yang meninggal, dibaca pada malam JumAoat atau setelah subuh, sebagai wasilah media agar supaya dikabulkan hajatnya7, di sini akan dipahami dalam konteks tafsir yang mencakup bagaimana isi kandungannya, keterkaitannya dengan konsep moderasi Kyai Bisri mengkontekstualisasikan tafsirnya dengan ruang dan waktu pada masa itu, vernakularisasi8 dan sebagainya. Masyarakat Jawa perlu memahami isi kandungan dalam tafsir Yasin tidak hanya sekedar membacanya secara rutin sehingga perlu adanya penjelasan secara ilmiah dan pembahasan secara mendalam tafsir Surat Yasin yang dikarang oleh salah satu ulamaAo Nusantara. Karena selama penelusuran penulis belum ada pembahasan secara komprehensif terkait dengan karya Kyai Bisri. Dengan menggunakan analisis yang mendalam . ontent analysi. penelitian ini mengungkap berbagai dimensi karya ulamaAo Nusantara yang banyak menguak banyak fakta terkait isi kandungan Tafsir Yasin. METODE PENELITIAN Kajian termasuk penelitian pustaka . ibrary researc. dengan menganalisis berbagai pustaka terkait dengan penelitian. Penelitian mengguanakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif Analisis secara mendalam dan komprehensif dilakukan pada konten yang terkandung dalam Tafsir Surat Yasin karya K. Bisri Mustofa dengan menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. Secara implementatif, konten analisis dilakukan dengan pembahasan mendalam atas isi suatu informasi tertulis atau tercetak yang dalam hal ________________ Kajian ini sering disebut AuLiving QurAoanAy Dalam konteks ini, vernakularisasi diartikan dengan pengalihan sebuah produk bahasa arab ke dalam bahasa daerah sesuai kultur teks bahasa tersebut Sehingga terjadi Islamisasi dengan adanya akulturasi dua budaya. Wendi Parwanto. AoVERNAKULARISASI TAFSIR AL-QURAoAN DI KALIMANTAN BARAT (Studi Atas Tafsir yAt A-iyAm Karya Muhammad Basiuni Imra. Ao. Suhuf, 15 Nomor 0, 107Ae22. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami ini adalah Tafsir Surat Yasin, kemudian mengambil kesimpulan, mengidentifikasi berbagai karakteristik, pesan secara objektif. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Biografi K. Bisri Mustofa Kyai Bisri lahir di Kampung Sawahan Rembang Jawa Tengah pada tahun 1915 dari pasangan K. H Zaenal Mustofa dan Siti Khodijah. Nama asli yang diberikan oleh ayahnya adalah Masyhadi. Nama Bisri Mustofa dipilih setelah beliau pulang dari tanah suci. Bisri kecil sejak umur 7 tahun belajar di sekolah jowo AuAngka LoroAy di Rembang namun tidak selesai karena diajak ayahnya ke Mekkah oleh orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji yang kemudian menjadikannya momen bersejarah karena di sana ayahnya meninggal Setelah pulang dari Haramain. Bisri kecil melanjutkan pendidikannya di Holland Indische School (HIS). Namun di HIS Bisri dipaksa keluar oleh Kyai Cholil karena sekolah itu milik Belanda dan akhirnya masuk kembali ke sekolah AuAngka LoroAy selama empat Pada usia 10 tahun. Bisri kecil mondok ke pesantren Kajen Rembang dan pada usia 15 tahun, ia melanjutkan ke pesantren Kasingan yang dipimpin oleh Kyai Cholil. Pada usia 20 tahun. Bisri dinikahkan oleh Kyai Cholil dengan putrinya yang bernama MaAorufah yang saat itu masih berumur 10 Setelah menikah, setahun kemudian Bisri muda menunaikan ibadah haji ke Mekkah sambil menimba ilmu di sana. Di Mekkah, ia belajar banyak ulamaAo yang mengajar di sana termasuk beberapa di antaranya adalah dari Indonesia. Di antara guru-gurunya adalah: Syaikh Baqir dari Yogyakarta, darinya Bisri belajar Lubb alUshul. AoUmdat al-Asrar. Tafsir al-Kasyaf ________________ IRFAN TAUFAN ASFAR. AoANALISIS NARATIF. ANALISIS KONTEN. DAN ANALISIS SEMIOTIK (Penelitian Kualitati. Ao. ResearchGate Article, 1 . , 1Ae13. Maslukhin. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa Syaikh Umar Hamdan al-Maghribi, darinya belajar Sahih Bukhari dan Muslim Syaikh Alwi al-Maliki, darinya belajar kitab al-Asybah wa Nazair dan al-Aqwal al-Sunnah al-Sittah Sayyid Amin, darinya Bisri muda belajar Ibn AoAqil Syaikh Hasan Massat, darinya belajar Minhaj Dzawi al-Nadzar H Abdullah Muhaimin, darinya belajar JamAo al-JawamiAo Setelah dua tahun lebih menimba ilmu di Mekkah. Bisri muda pulang ke kampung halaman atas permintaan mertuanya. Setahun kemudian, mertua Kyai Bisri (Kyai Choli. meninggal dunia dan estafet kemimpinan pesantren diteruskan oleh beliau. Sistem yang digunakan dalam pembelajaran masih konsisten dengan sistem Banyak kitab yang beliau ajarkan kepada para santri seperti Sahih Bukhari. Muslim. Fath al-MuAoin. Alfiyah. JamAo alJawamiAo. AoUqud al-Juman dan lain sebagainya. Disamping mengajar. Kyai Bisri juga mengisi ceramah pengajian di berbagai daerah di Jawa. Sehingga pada waktu itu beliau dijuluki Ausinga podiumAy. Kiprah dan peran Kyai Bisri sangat besar baik di dunia politik, organisasi dan perjuangan melawan penjajah. Pada saat zaman penjajahan. Bisri menjabat sebagai ketua Nahdlatul Ulama dan ketua Hizbullah cabang Rembang. Selain itu, banyak jabatan strategis pernah di dudukinya di antaranya ketua Masyumi cabang Rembang, ketua Kantor UrusanAgama (KUA), anggota MPRS. Pembantu Menteri Penghubung UlamaAo, anggota DPRD I Jawa Tengah pada tahun 1971, anggota MPR. Majlis Syura p Pusat, dan terakhir beliau terdaftar sebagai anggota DPR pusat dari partai p. 11 Kyai Bisri meninggal pada usia 63 tahun tanggal 16 Februari 1977 di Rumah Sakit dr. Karyadi Semarang karena jantung. Kyai Bisri termasuk ulamaAo yang sangat produktif. Selama hidupnya telah menulis banyak karya dan masih banyak dikaji hingga ________________ Maslukhin. Mohammad Zamzami AoUrif. AoLOCAL WISDOM DALAM TAFSIR NUSANTARA Studi Atas Kitab Tafsr Al-Ibrz Karya KH. Bisri MustofaAo. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 07 Nomor 0 . , 337Ae74. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami Belia menulis karya di hampir semua bidang ilmu Berikut adalah termasuk karya-karya Kyai Bisri:13 Bidang Tafsir Tafsir al-Ibriz Al-Iklil fi Tarjamat ilm Tafsir tentang Ilmu Tafsir/ Ulumul QurAoan14 Tafsir Yasin Bidang Teologi/ Tauhid Rawihat al-Aqwam fi Tarjamat Aqidatul Awam15 Durarul Bayan fi Tarjamat SyuAob al-Iman Risalah Ahlussunnah wal JamaAoah Bidang Hadis & Ilmu Hadis Al-Azwad al-Mustafiyah fi Tarjamah al-ArbaAoin Nawawi Tarjamat Manzumah al-Baiquni Sullamul Afham Tarjamat Bulughul Maram Bidang Fiqh & Ushul Fiqh Tarjamah Fath al-MuAoin Tuntunan Ringkas Manasik Haji Tarjamah Nazhm Faraidul Bahiyah fil Qawaid alFiqhiyyah16 Bidang Gramatika Bahasa Arab (Nahw. Al-Nibrasyiyyah Syarh Al-Jurmiyah fi al-Nahwi Al-Unsyuthi Syarh Nazm Sarf al-Imrithi17 ________________ AoUrif. Kitab ini berisi tentang Ulumul QurAoan yang dipaparkan dengan menggunakan Bahasa Jawa yang merupakan terjemahan. Kitab ini berisi penjelasan dari nazm Kitab Aqidatul Awam. Lihat: Bisri Mustofa. Rawihat Al-Aqwam Fi Tarjamat Aqidatul Awam (Kudus: Menara Kudu. Kitab ini berisi tentang kaidah fiqh yang merupakan syarh dari kitab Faraid al-Bahiyah. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa Ausath al-Masalik li Al-Fiyah ibn Malik18 Bidang lain Talqin dan Tahlil Primbon Imaduddin Profil Tafsir Surat Yasin Kitab Tafsir Surat Yasin selesai ditulis oleh Kyai Bisri dan diterbitkan oleh Penerbit Menara Qudus pada tahun 1 Syawal 1373 H, atau bertepatan pada 2 Juni 1954 M. Hal ini terlihat dalam halaman pengantar kitab, juga tertera penulis khat dalam kitab tersebut oleh Mundzir Nadzir dari Sekaran. 19 Sehingga dapat diketahui bahwa Tafsir Surat Yasin ini ditulis oleh Kyai Bisri sebelum beliau menulis kitab Tafsir Al-Ibriz yang ditulis pada tahun 1956-1960 M. 20 Tafsir Surat Yasin ini ditulis dengan menggunakan huruf arab pegon sebagaimana kebanyakan karya-karya yang lain. Sistematika penulisan ayat yang tertib berurutan dari ayat 1 sampai 83. Tafsir tersebut ditulis untuk memenuhi kebutuhan orang yang mewiridkan bacaan Saurat Yasin agar supaya mengetahui maksud ayat sehingga dapat menjadikan pemahaman maknanya bagi orang yang membaca. Dalam pengantar kitab dijelaskan profil kitab secara singkat. Pertama, penulisan ayat Alquran ditulis secara lengkap dari awal sampai akhir Surat Yasin. Setiap satu ayat selesai deberi penomoran di akhir ayat dengan format angka Arab. Juga dilengkapi dengan tanda waqaf disetiap ayat-ayatnya. Kedua, makna kosakata Alquran ditulis Kitab yang menjelaskan nazm dari kitab al-Imrithi ditulis dengan Bahasa Jawa arab pegon. Lihat: Bisri Mustofa. Al-Unsyuthi Syarh Nazm Sarf Al-Imrithi (Kudus: Menara Kudus, 1. Kitab ini berusaha menjelaskan kandungan dari nazm Alfiyah Ibn Malik sebanya 1002 bait. Diterjemakhkan dengan menggunakan bahasa Jawa dengan penulisan Arab Pegon, sementara nazm diterjemahkan dengan menggunakan PegonArab-Gandul. lihat: Bisri Mustofa. Ausath Al-Masalik Li Al-Fiyah Ibn Malik (Kudus: Menara Kudu. Bisri Mustofa. Tafsir Surat Yasin (Menara Kudus, 1. , hlm. AoUrif. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami dengan metode penulisan Arab gandhul21sebagaimana ciri khas metode yang diterapkan di lingkungan pesantren. Ketiga, penjelasan mengenai tafsir ayat ditulis di bagian bawah ayat-ayat dari Surat Yasin. Penulisan tafsir tersebut menggunakan font arab pegon disertai dengan angka yang sesuai dengan ayat Surat Yasin. Keempat. Kyai Bisri menyertakan sebagian sumber referensi yang dijadikan pijakan dalam menulis Tafsir Surat Yasin secara global. Adapun kitab-kitab yang disebutkan sebagai sumber rujukan penulisan kitab tafsir tersebut ialah Tafsir Jalalain karya Imam Jalaludin al-Mahalli dan Imam Jalaludin Abd al-Rahman al-Suyuti. Tafsir Munir. Tafsir Baidhawi karya Syaikh Nashir al-Din al-Baidhawi. Tafsir Khazin karya Ala alDin Ali. Tafsir Hammami dan sebagainya. Sebelum memulai menuliskan tafsirnya. Kyai Bisri menjelaskan dalam muqaddimah kitab bahwa Surat Yasin semua ayatnya ada 83 Semua ayat tersebut turun di Mekah . ermasuk makkiya. kecuali ayat 45 yang turun di Madinah . Beliau juga menjelaskan banyak hadis-hadis yang berhubungan dengan Surat Yasin, namun beliau hanya menyebutkan dua hadis dalam kitabnya dengan bahasa khas jawa: Saben-saben perkara iku mesti ana atine, dene atine alQurAoan iku Surat Yasin Setiap segala sesuatu itu pasti mempunyai hati, adapun hati Alquran adalah Surat Yasin. Hadis tersebut diriwayatkan oleh alTirmidzi. Malik dan al-Bazzar: AuI e O CE OCE ECI OA Sesungguhnya setiap segala sesuatu mempunyai hati, sedang hati Alquran adalah Surat Yasin ________________ Metode penulisan arab gandul biasa digunakan dalam pembelajaran di Makna arab gandhul ditulis dengan menggunakan huruf arab pegon dan diletakkan di bawah lafaz ayat Alquran. Mustofa. Tafsir Surat Yasin. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa Metode Penafsiran Ada empat metode yang dikenal terakait dengan tafsir yakni tahlili, ijmali, muqarin dan maudhuAoi. 23 Metode yang dimaksud di sini ialah terkait bagaimana mufasir menyajikan makna tafsirnya. Tafsir Surat Yasin karya K. Bisri Mustofa ini menggnakan metode tafsir tahlili karena di dalam tafsirnya, mufasir menyajikan tafsirnya dengan analisis yang mendalam dari berbagai sisi misalnya sabab nuzul, qiraAoah, berbagai penafsiran dan kisah-kisah terkait dengan ayat. Kyai Bisri menyertakan asbab al-nuzul dalam tafsirnya. Penjelasan asbab al-nuzul ditulis di bawah dengan menggunakan tulisan arab pegon. Sebabe temurune iki ayat, amarga wong-wong kafir Mekah zaman semana pada nyiar-nyiarake yen Gusti Nabi Muhammad iku dudu nabi lan dudu utusan. Balek Muhammad iku salah sewijine anak yatim kang dipupu deneng Abi Talib, selawase ora tahu sekolah, iyo ora tahu sinahu, buta huruf, ora bisa nulis lan ora bisa maca. Dadi iki ayat kejaba kangge nulak suarane wong kafir, uga kanggo ngarem-ngarem marang kanjeng Nabi, kaya-kaya Pengeran ngendika: Muhammad, senajan wong-wong kafir pada ora percaya marang kautus ira, seliramu aja susah, ingsun dewe kang nekseni yen seliramu iku nyata-nyata panci utusan Ingsun. Asbab al-nuzul/ sebab diturunkannya25 Surat Yasin menurut Kyai Bisri ialah dikarenakan orang-orang kafir pada waktu itu telah menyebarkan berita bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang Nabi maupun Utusan Allah Swt (Rasu. , ia hanyalah seorang yatim yang diasuh oleh Abi Talib. Selanjutnya Kyai Bisri menambahkan dalam ________________ Abd al-Hay Al-Farmawi. Al-Bidayah Fi Al-Tafsir Al-MaudhuAo (Mesir: Dar al-MutabiAo wa al-Nasr al-Islamiyah, 2. Mustofa. Tafsir Surat Yasin. Hlm. Secara bahasa asbab al-nuzul diartikan sebab-sebab yang melatarbelakangi turunnya sesuatu. Secara istilah ialah sebab yang mengiringi diturunkannya ayat alQurAoan lantaran ada sesuatu peristiwa yang membutuhkan penjelasan. Lihat: Ach Fawaid. Asbabun Nuzul (Yogyakarta: Noktah, 2. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami tafsirnya dengan ciri khas jawa bahwa Nabi itu tidak pernah menempuh sekolah, tidak pernah belajar . aca: sinah. , dan juga buta Ketiga konsep tersebut . ekolah, sinahu, dan buta huru. pada zaman Nabi belum didapati. Istilah ini yang oleh Gadamer disebut dengan peleburan fusi horison . Penafsir mencoba menggunakan istilah-istilah yang sering dipakai oleh masyarakat sekitar agar pembaca dapat memahami penafsirannya dengan mudah. 26 Dalam konteks tafsir. Nabi dikenal dengan istilah ummi yang mana banyak menafsirkan sebagai orang yang tidak pandai membaca dan menulis. 27 Dari konsep ini, dalam konteks jawa Rasul dapat disebut tidak pernah sinau, sekolah dan buta huruf untuk memudahkan para pembaca yang kebanyakan dari jawa dapat memahamai secara mendalam dengan mengkontekstualisasikan dengan lingkungan jawa. Dalam Tafsir Yasin menjelaskan juga qiraAoah. 28 Kyai Bisri menyertakan beberapa qiraAoah yang digunakan dalam membaca ayat. Keterangan qiraAoah ditulis di dalam penjelasan tafsirnya dengan tanda (A )IONAyang dalam bahasa Indonesia disebut pengingat. Kaitannya dengan ayat yasin Kyai Bisri menjelaskan bahwa Imam Hamzah membaca (A ) aOO aOeIAyi sin, dan boleh dibaca (A)OOIA. Menurut Imam ________________ Peleburan horizon terjadi dalam berbagai karya interpretasi seperti teologi, sastra, hukum, dan sebagainya. Karena memahami bukan berarti meninggalkan konsep masa lalu, melainkan menggunakan konsep terkini agar mudah dipahami oleh pembaca. Lebih lengkapnya lihat: F Budi Hardiman. Seni Memahami. Hermeneutik Dari Schleiermacher Sampai Derrida, 4th edn (Sleman: PT Kanisius. Abu al-FidaAo Ibn Katsir. Tafsir Ibn Kasir. Vol. I (Damaskus: Maktabah Dar al-FihaA. , hlm. 70, 344. Di dalam ilmu Alquran dikenal beberapa variasi membaca Alquran yang terdiri dari beberapa mazhab yang dipilih oleh para Imam Ahli qiraAoah . Dalam hal ini dikenal empat belas varian pembacaan ayat Alquran, namun yang dianggap masyhur dan dijadikan rujukan ada tujuh varian yaitu dari jalur Abu Amr. NafiAo. AoAshim. Hamzah. Kisai. Ibn AoAmir dan Ibn Kasir. Lihat: MannaAo Khalil AlQaththan. Mabahis Fi Ulum Al-QurAoan (Riyadh: Maktabah al-MaAoarif, 2. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa KisaAoi ya sin dibaca imalah29 namun menurut kebanyakan qirAoah dibaca tanpa imalah. Sedang menurut Ibn Asir (A OECIA- A )OOIAdengan mengidghmakan huruf nun dengan huruf waw. Menurut Ibn Kasir dan Ibn Amr membaca dhummahnya huruf nun berbeda dengan qiraAoah syad dengan membaca fathah huruf nun. Dalam Tafsir Yasin menjelaskan juga qiraAoah. Kyai Bisri menyertakan beberapa qiraAoah yang digunakan dalam membaca ayat. Keterangan qiraAoah ditulis di dalam penjelasan tafsirnya dengan tanda (A )IONAyang dalam bahasa Indonesia disebut pengingat. Kaitannya dengan ayat yasin Kyai Bisri menjelaskan bahwa Imam Hamzah membaca (A )OaO aOeIAyi sin, dan boleh dibaca (A)OOIA. Menurut Imam KisaAoi ya sin dibaca imalah namun menurut kebanyakan qirAoah dibaca tanpa imalah. Sedang menurut Ibn Asir (A OECIA- A )OOIAdengan mengidghmakan huruf nun dengan huruf waw. Menurut Ibn Kasir dan Ibn Amr membaca dhummahnya huruf nun berbeda dengan qiraAoah syad31 dengan membaca fathah huruf nun. Dalam ayat lain, misalnya ayat 23, kyai Bisri juga menjelaskan ragam qiraAoahnya. Pada lafaz (A )AIAkebanyakan qurraAo membaca dengan tasydid huruf jim. Adapun menurut qiraAoah Junah ibn Jais membacanya tanpa tasydid. Sedangkan lafaz (A ) a aI a aNAboleh dibaca dengan dibaca fathah huruf tsa dan mim, boleh juga dibaca dengan harakat dhommah (A) a aI a aNA. Lafaz (A )IAyang bergandengan dengan (A)IENA boleh diberlakukan sebagai nafi, juga boleh diberlakukan menjadi maushul atau nakirah maushufah yang athaf pada lafaz (A)II IOEA. Selain menerangkan variasi bacaan, dalam Tafsir Yasin menjelaskan juga gramatika Bahasa Arab lafaz . terkait dengan ________________ Mencondongkan bacaan bunyi harakat fathah pada posisi kasrah. Jalal alDin Abd al-Rahman al-Suyuti. Al-Itqan Fi AoUlum Al-QurAoan. Vol. I (Mekah: Dar alFikr. , hlm. Mustofa. Tafsir Surat Yasin. Qiraah syadz ialah salah satu jenis qiraah yang tidak sesuai dengan kriteria penerimaan qiraah sahih. Lihat : Bahtian Yusup. AoQIRAAoAT AL QURAN: Study of the Khilafiyah QiraAoah SabAoahAo. AL TADABBUR: JURNAL ILMU ALQURAN DAN TAFSIR, 4. , 228Ae35. Mustofa. Tafsir Surat Yasin. Mustofa, hlm. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami Misalnya dalam menafsirkan ayat 32 dari Surat Yasin, kyai Bisri menjelaskan garamatika dengan jelas. a A aA a AaOu eI aE UcE a acaE aI UO aE a eO aI aI eA AOIA dan Setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Secara rinci beliau menjelaskan bahwa lafaz (A ) eaIAmenggunakan makna (A )EaOAatau Ausesungguhnya di dalamAy. Dalam gramatika Bahasa Arab, lafaz (A ) eaIAmempunyai beberapa makna, di antaranya jika, sesungguhnya, tidak ada dan zaidah. Sedangkan lafaz (A ) aEEAmenjadi mubtadaAo, lafaz (A )Ea acIAdengan membaca tasydidnya mim menggunakan maknanya caA aEA/ AukecualiAy sedangkan lafaz (A ) aIa OeAmenjadi khobar menggunakan makna ( aA ) aI e aI eO eaOIAyang mempunyai makna Menurut pendapat lain, lafaz (A )EIAtanpa menggunakan tasydid (A )EIAsebagai lam fariqah / Pemisah, sedangkan ma menjadi zaidah . , sedangkan (A ) eaIAbermakna eA CaA/ sesungguhnya. Sehingga makna dari ayat tersebut jika dirangkai menjadi Ausesungguhnya semua makhluk sungguh akan dikumpulkan di sisi Kami. Ay aa ca a A EA a( eI) IOIOO IO a eI IAA EO iO CA. AEA . E) EI O IA O Ae aEA aa A a(O a eI E UE) i OOA:A EA (I) iO IO IEOIOA. AEIO EA . E) EI ACA AEOIO IEOC . E a aI eO U) OEO OEO OI EOIAOEEO EON (E a eO aI) EI A IA a Aa(I eA A a eO aI) O OEO OI OIEO EONA A I IOEO OIEOAAEONIO IIOA OEO EON O IO EE O EOIAOEEO I A AEO IEOE I EI IO EI O AOO AOOIAAI IO AOI AEO EOIO IEA AAOOEA Lafaz )A (Ea acIAlamma kena diwaca tanpa tasydid-A Ea aIAlama, lafaz )A ( eaIAin dumununge banjur in mukhaffafah A eaI Ianganggo maknane A CAqod. Lame lafaz )A (Ea aIAlama lam fariqah. Lafaz )A(IA ma zaidah maknane banjur mengkene: )A(O eaI aEEA a temenan utawi sekabehane makhluq. )A (Ea aI aIa OeAyekti iku den kumpulake kabeh Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa )A (Eaa eOIaAingdalem ngersho ingsun ) aA a eOIA a A ( aI eAtur iku den suwanake Sekabehane menuso iki kabeh besok mesthi bakal dikumpulake ana ing ara-ara mahsyar, nuli disowanake ing ngersane Pengeran perlu ditakoni amal-amale nalika ana ing alam dunya lan diparingi putusan piwales. Vernakularisasi Hampir setiap hasil karya ulama Nusantara terdapat vernakularisasi dalam tafsirnya. Vernakularisasi dalam arti pembahasalokalan yang pada awalnya adalah fenomena ajaran keagamaan dari bahasa Arab kemudian dirubah dalam konteks lokal baik dari sisi aksara maupun makna. 34 Tak terkecuali Tafsir Surat Yasin karya Kyai Bisri ini, ditemukan beberapa vernakularisasi baik aksara maupun makna. Dari segi aksara dengan jelas karya tafsir tersebut ditulis menggunakan aksara Arab pegon, aksara Arab namun menggunakan bahasa khas Jawa. 35 Kyai Bisri tidak menggunakan aksara latin maupun aksara Jawa yang notabenenya masyarakat jawa tentu mengetahuinya. Arab pegon ini tentunya berbeda juga dengan Arab yang ada di timur tengah. Banyak modifikasi-modifikasi penulisan arab pegon jika dibandingkan Arab versi timur tengah. Misalnya dalam penulisan huruf AupAy, pada arab pegon Tafsir Yasin terdapat titik tiga di atas huruf (A)AA. Penggunaan bunyi AungAy ditulis dengan huruf (A )Anamun diberi titik tiga di atasnya. Dan masih banyak contoh-contoh lain mengenai modifikasi penulisan aksara arab pegon versi Tafsir Yasin karya Kyai Bisri. Adapun vernakularisasi dari segi bahasa ditemukan beberapa contoh, misalnya: ________________ Islah Gusmian. AoTafsir Al-QurAoan Di Indonesia: Sejarah Dan DinamikaAo. Jurnal NUN: Jurnal Studi Al-QurAoan Dan Tafsir Di Nusantara, 1. , 1Ae32. Jamaluddin dan Sidik Fauji. AoArab Pegon Dalam Khazanah Manuskrip Islam Di JawaAo. Jurnal Penelitian Agama, 23. , 61Ae80. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami Sembahyang Dalam menjelaskan tafsir ayat 9 Surat Yasin, kyai Bisri menyebutkan asbab al-nuzul sebab turunnya ayat tersebut. a AaO a a eE aI I eI a eOI a eOON eI a Uc aOI eI a eEAN eI a Uc aA a e a eO aI aN eI aA aN eI aE aO eA aA AOIA aa a a a a dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding . , dan Kami tutup . mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. Abu Jahal iku sakinganggone gregeten karo Kanjeng Nabi Muhammad nganti kawetu siji dino deweke sumpah mengkene : demi brahala kang daAo sembah, yen aku weruh muhammad nuju sembahyang mesthi daAo kepru. i sirahe sing nganti remuk. Temenan, barang Abu Jahal weruh kanjeng Nabi pinuju shalat, terus bahe inggal diparani kanthi manggul watu gedhi. Terlihat secara jelas tafsir di atas, di satu sisi kyai Bisri menggunakan istilah sembahyang, di sisi lain beliau menggunakan kata shalat ketika menjelaskan bahwa Abu Jahal bersumpah ingin memukul Nabi dengan batu ketika beliau sedang melaksanakan shalat. Namun upaya yang dilakukan oleh Abu Jahal sia-sia karena saat ia ingin melemparkan batunya ke arah Nabi, tiba-tiba matanya tidak bisa melihat apa-apa. Kata sembahyang di sini terlihat lokalitasnya ketika ingin mengungkapkan makna shalat. Masyarakat lokal jawa pada waktu itu lebih familiar menggunakan istilah sembahyang untuk melakukan shalat ketimbang menggunakan istilah shalat itu sendiri. Istilah sembahyang sendiri jika ditelusuri berasal dari kata sembah dan hyang yang mana sembah bermakna menyembah, memuja, sedangkan hyang berarti yang menguasai alam semesta. Pada asalnya kata hyang digunakan dalam konteks arwah leluhur dan roh-roh penjaga alam semesta dan dikaitkan dengan dewa-dewa dalam kepercayaan ________________ Mustofa, hlm. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa Hindu. 37 Kata hyang digunakan untuk menyebut Tuhan dalam tradisi budaya jawa kuno sekitar abad ke-9-11. Oleh karena itu, terjadi adanya interkulturasi penyebutan kata hyang dari budaya jawa kuno yang digunakan dalam wacana jawa baru dan juga mengalami akulturasi dari budaya Hindu ke jawa baru dan diteruskan fase budaya Islam. 38 Menurut Agus Sunyoto kata sembahyang dipakai oleh Walisongo dalam dakwahnya ketika mengajak masyarakat untuk Kata sembahyang dinilai lebih familiar di masyarakat ketimbang menggunakan kata shalat sebagai metode dakwah melalui pendekatan budaya. 39 Dalam Tafsir Yasin karya kyai Bisri, diksi sembahyang masih tetap digunakan untuk menyebut shalat, di samping kata shalat masih digunakan dalam tafsir tersebut walaupun jika ditelusuri asal usul kata tersebut adalah berasal dari budaya Hindu yang merepresentasikan para dewa-dewi yang disembah oleh masyarakat Hindu. Namun kata tersebut sudah mengalami pergeseran makna karena adanya kontak dengan budaya Islam. Sehingga kata sembahyang dalam konteks Islam digunakan dalam hal hubungan manusia dengan Allah Swt. Pengeran/pangeran Di antara bentuk vernakularisasi dalam Tafsir Yasin karya kyai Bisri ialah kata pengeran. Ada yang menyebutnya dengan pangeran. Jika ditelusuri, kata pangeran sudah digunakan dalam Serat Sastra Gendhing40 yang mana ditulis pada masa kerajaan Mataram. Pada saat itu, term pangeran digunakan untuk menyebut Tuhan pada masa jawa kuno yang juga berarti raja. Namun kata tersebut mengalami pergeseran makna ketika berjumpa dengan Islam, istilah pangeran ________________ https://id. org/wiki/Sembahyang#::text=5 (Katoli. ,Etimolog i,memuja yang menguasai alam semesta. Yuli Kurniati Werdiningsih and Nazla Maharani Umaya. AoVARIASI NAMA TUHAN DALAM TEKS SERAT SASTRA GENDHING. KAJIAN AKULTURASI TERHADAP SASTRA SULUKAo. El Harakah, 19 No. 79Ae93. https://nu. id/nasional/asal-kata-sembahyang-dan-ngaji-PcXSu Serat Sastra Gendhing merupakan tembang macapat yang terbagi dalam lima pupuh yaitu Sinom. Asmaradana. Dhandhanggula. Pangkur dan Durma. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami merujuk pada Tuhan dalam konteks Islam yaitu Allah Swt. 41 Hingga saat ini, istilah pengeran masih digunakan oleh masyarakat jawa untuk menyebut Tuhan. Istilah itu banyak dijumpai dalam khutbah-khutbah yang berbahasa jawa dan juga di lingkungan pesantren tradisional. Dalam Tafsir Yasin, kyai Bisri menyebutkan kata pengeran yang berarti merujuk pada Tuhan Allah Swt. Selain itu, kyai Bisri juga menggunakan istilah Gusti Allah. Gusti Pengeran dan Allah Swt bahkan untuk menyebutkan berhala-berhala kyai Bisri menggunakan istilah pengeran. Misalnya dalam menafsirkan ayat 23: a a a e ca e a e U a a e a ca a a a A c aE a eI a cIO a a A a aN eI a eO U aOE aO eI aC aO aIA a a cs A a aII aOI aN aEN auI O a aI EII aA mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain nya jika (Alla. yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak . dapat menyelamatkanku? Punapa kulo ingkang sampun mangertos mekaten punika, kulo kedah tetep nganggep pengeran sak sanesipun Gusti Allah TaAoala? Temtu mboten. Toh brahala-brahala ingkang sami sampean sedoyo pundi-pundi, lan rumiyen kulo ugi tumut-tumut nyembah punika, menawi Gusti Allah ngersaaken damel bebaya dateng kulo, babarpisan mboten saged nolak lan mboten saged nyafaati punopo-nopo42 Kyai Bisri masih menggunakan kata pengeran ketika ingin mengungkapkan Tuhan. Karena memang, istilah pengeran sudah sangat familiar di kalangan masyarakat jawa, walaupun jika ditelisik maknanya, kata tersebut diambil dari budaya jawa kuno kerajaan. Dalam tafsirnya, kyai Bisri banyak memakai istilah-istilah yang memang sudah dikenal oleh masyarakat jawa untuk memudahkan para pembaca tafsir Yasin yang notabenenya ditujukan untuk masyarakat ________________ Werdiningsih and Umaya. Mustofa, hlm. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa Manungso Istilah manungso dalam Tafsir Yasin dipakai oleh Kyai Bisri untuk menunjukkan arti manusia. Kata manungso sendiri diambil dari bahasa Jawa sebagai akronim dari kata manunggaling roso. Manunggaling berarti menyatu, sedangkan roso berarti rasa. Manunggaling roso / manungso Dapat disimpulkan sebagai makhluk yang mempunyai berbagai macam rasa yang menyatu dalam dirinya. Rasa yang dimaksud berkumpul menjadi satu dalam diri manusia, meliputi rasa gembira, sedih, senang, marah, malu, dan lain Dalam perkembangannya, kata manungso biasa digunakan oleh masyarakat Jawa dalam komunikasi sehari-hari. Tidak terkecuali dalam Tafsir Surat Yasin karya Bisri Mustofa, untuk menyebut kata basyar (A )Adan insan (A )IIAmenggunakan terma 43 Istilah lain yang mempunyai makna sama dengan manungso yaitu bani anak (A)IO IA, kyai Bisri menerjemahkan dalam bahasa Jawa dengan anak putu Adam44 yang mana dalam bahasa Indonesia biasa diterjemahkan dengan anak adam yang merujuk pada Lah iyo, manungso umum e lan wong-wong kafir khususe apa ora bisa mikir, yen Gusti Allah TaAoala iku nitahake manungso kabeh iki namung sangking kama . ani kang banget inan. , namung sangking banyu sak tetes. Lokalitas dalam Tafsir Surat Yasin Lokal dalam KBBI diartikan dengan ruangan yang luas, 46 Kata lokal jika mendapat imbuhan . tas menjadi lokalitas dapat dipahami memiliki sudut pandang lokal/ tempat. Jika dikaitkan dengan penafsiran, maka lokalitas berarti memiliki pengaruh lingkungan lokal setempat. Dalam sebuah penafsiran teks tidak akan berdiri dalam ruang yang hampa. Sebuah teks tidak akan lepas dalam ________________ Mustofa, hlm. 9, 36. Mustofa, hlm. Mustofa, hlm. BAHASA and NASIONAL, hlm. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami ruang dan waktu sehingga menghasilkan interpretasi yang berbedabeda pada penafsir yang berada di wilayah yang berbeda. Dalam istilah Heideger hal itu sama dengan pra-pemahaman/presuposisi pemahaman penafsir. 47 Sementara Gadamer menyebutnya dengan Sejarah Pengaruh/ effective history yang menekankan pada konsep bahwa dalam hal menafsirkan selalu ada sejarah yang mempengaruhi Aspek lokalitas dalam Tafsir Surat Yasin terlihat jelas ketika menafsirkan ayat 33: a a ae a ea e a a a U a a a e AaE eO a e aO eO aI aN aO e a e aI aI eI aN a Uc A aI eI aN aO aEEO aIA AOO ENI eEA dan suatu tanda . ekuasaan Allah yang besa. bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian. Maka daripadanya mereka makan. Dalam menafsirkan ayat tersebut, ada dialog lokalitas yang nampak dalam tafsir Kyai Bisri. Ayat di atas menjelaskan bagaimana tanda kekuasaan Allah yang dapat menghidupkan bumi yang telah mati dengan cara menurunkan air hujan sehingga biji-bijian dapat tumbuh dan dapat dijadikan makanan oleh manusia. Kyai Bisri dalam konteks ini menggunakan jagung sebagai perumpamaan dalam A EO OIAO EEOIOA2AIIOA OEO OOI EEI IOEOEO EIO I EI EA I OIA A O E OI INO AOEO! OIO E OA. A IO O EE IE I IIO OI AUAAOIA A EO EIO OEO OOI AOI O EO IO OA O OOA EIO AUAIOA A OOI OAUA OOI O E IO o EO OAIIO EO E IO INOA. AOOIO OIA A IN OI IN EO IO NA. A O I OO IOEO OEOE IO EOO AUAAII I aENA A EOIOA2AEOE IIA-AE IOEO IO EOEA ________________ F Budi Hardiman, hlm. F Budi Hardiman, hlm. Mustofa, 30-31. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa Untuk menggiring ilustrasi mengenai dibangkitnya hari baAos . ari kebangkita. Kyai Bisri memberikan perumpamaan tanaman Masyarakat jawa tidak asing lagi dengan tanaman jagung. Tanaman yang hampir ditemukan di seluruh wilayah jawa. samping untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, tanaman jagung relatif mudah ditanam, biasanya sebagai tanaman selingan dengan padi, tembakau, dan sebagainya. Oleh karenanya, masyarakat pembaca tafsir Yasin akan langsung memahami ketika diilustrasikan menggunakan tanaman jagung untuk memberikan pemahaman tentang hari baAos. Ketika orang-orang kafir tidak mempercayai akan adanya hari kebangkitan dan menyatakan kemustahilan, dalam konteks masyarakat jawa Kyai Bisri memberikan contoh jagung. Tanaman jagung yang berasal dari biji dengan ukuran sebesar gigi, ketika ditanam di tanah, akan tumbuh sedikit demi sedikit dengan lantaran diturunkan hujan sehingga tidak mati dan tumbuh menjadi jagung yang sampurna dengan biji yang melimpah. Keudian dimanfaatkan oleh mausia. Kalau manusia mau berpikir dengan pikiran yang jernih, tentunya akan menemukan tanda-tanda kekuasaan Allah yang menciptakan jagung dari biji kemudian menjadi tanaman yang mempunyai daun, batang, akar dan jagung yang banya yang mana sebelumnya tidak ada. Pada tempat lain Kyai Bisri menggunakan pohon kates . , pari . , polowijo . dan asem . sam Jaw. yang mana pohon-pohon tersebut nyaris tidak ditemukan dalam Alquran. Perumpamaan-perumpamaan tadi membuktikan adanya dialek lokal antara teks dengan latar belakang penafsir. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemahaman kepada pembaca/ masyarakat yang berada di daerah Jawa. Seandainya Kyai Bisri mencontohkan pohon kurma misalnya, masyarakat tentu akan mengalami kesulitan dalam memahaminya dikarenakan tidak menemukan pohon kurma di jawa. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami Aspek Tasawuf Secara historis, masuknya Islam di Indonesia tidak lepas dari ajaran tasawuf50 yang dinilia banyak mempunyai AukemiripanAy dengan ajaran Hindu. Selain itu, pembawa ajaran Islam di Indonesia mempunyai latar belakang sufi yang kuat seperti para Walisongo. Dengan kreatifitas para Walisongo, dakwah penyebaran Islam sering dipadukan dengan kesenian daerah seperti wayang, gamelan, dan tembang-tembang bernuansa sufi. Sebagaimana yang dipraktikkan oleh Sunan Bonang, beliau menciptakan tembang yang dikenal dengan suluk wijil. 51 Dengan metode tersebut, banyak masyarakat yang tertarik masuk Islam. Untuk mencapai derajat orang yang dikasihi oleh Allah Swt, para sufi menempuh beberapa perjalanan yang harus dilaluinya. Pertama yaitu jalan syariAoat. SyariAoat berarti tata hukum yang mengatur segala aktifitas manusia yang berkenaan dengan kewajiban, larangan, sunnah, mubah dan makruh. Seorang sufi yang sejati tidak meninggalkan syariAoat yang sudah ditetapkan oleh Allah Swt, melainkan menjadikan syariAoat sebagai media menempuh untuk menggapai derajat tertinggi yaitu maAorifat. Kedua adala thariqah. Setelah salik menempuh jalan syariAoat dengan sungguh-sungguh, maka tingkatan berikutnya untuk menggapai maAorifat ialah menempuh jalan thariqah. Saikh Zainudin berkata bahwa thariqah dalam artian menjalankan amal yang lebih baik, berhati-hati , dan tidak memilih kemurahan yang diperbolehkan secara syaraAo seperti waraAo dan ________________ Secara bahasa, tasawuf berasal dari kata tashawwafa yang berarti menjadi berbulu yang banyak. Pendapat lain mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata shafa yang berarti suci, bersih karena orang-orang sufi berusaha membersihkan hati mereka untuk suluk/ berjalan menuju kepada Tuhan dan meninggalkan serbagai maksiat, memilih kehidupan yang sederhana jauh dari kemewahan. Widodo Hami. AoPENAFSIRAN AYAT-AYAT TAHARAH (Studi Komparatif Antara Al-Gazali Dan Al-JailaniAo. Tesis Pascasarjana (UIN Walisongo, 2. ,hlm. Suluk Wujil merupakan salah satu karya sastra yang diciptakan oleh Sunan Bonang dengan menggunakan lambang-lambang serta ibarat dalam menyampaikan isi ajaran agama Islam. Merupakan salah satu kitab suluk tertua, ditulis sekitar abad Muzairi. AoEKSEKUSI MATI JAVANESE AL-HALLAJ DALAM SULUK JAWAAo. Refleksi: Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Keislaman, 18. , 157Ae81. Agus Sunyoto. Atlas Walisongo (Depok: Pustaka Ilman, 2. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa Ketiga ialah hakikat dalam arti menyaksikan akan kehadiran peran Tuhan dalam kehidupan seorang salik. 53 Tatkala ketiga tahap ini dilalui oleh seorang salik, maka ia selanjutnya akan menggapai tingkatan yang paling tinggi dalam ilmu tasawuf yaitu maAorifah billah dan musyahadah mengenal Tuhan dengan sebenar-benarnya. Dalam konsep tasawuf, seseorang dapat terhubung dengan dimensi spiritual. Seorang yang menempuh jalan Tuhan/ salik dapat masuk dalam kondisi mukasyafah, ketika dalam keadaan tersebut, ia masuk dalam tahapan musyahadah yaitu memandang langsung kepada Tuhan. Terkait dengan hal ini, mukasyafah terbagi menjadi tiga: pertama, mukasyafah dengan ilmu pengetahuan yaitu apabila pemahaman, perenungan dan meraih kebenaran dengan ilmu pengetahuan . kedua dengan ahwal, ketika seseorang melihat adanya peningkatan hal yang dialaminya lebih banyak dan baik dari sebelumnya. Ketiga dengan perolehan tatkala seorang salik memperoleh anugerah-anugerah melalui isyarat dan dapat menangkap makna yang terkandung dalam isyarat tersebut, hal ini disebut dengan mukasyafah bil wajdi. Dimensi sufistik dalam Tafsir Surat Yasin karya Kyai Bisri terlihat ketika menafsirkan ayat 34-35. Ketika menjelaskan secara saintifik proses pertumbuhan pada tumbuhan dengan media stoples. Bahwa setiap makhluk hidup mempunyai empat unsur yang menjadi struktur materinya yaitu air, udara, panas dan tanah. Makhluk hidup, menurut Kyai Bisri tidak akan bisa hidup jika salah satu dari empat unsur tersebut tidak ada. Tumbuhan yang ditanam di dalam stoples tidak akan bertahan hidup jika stoples ditutup dengan rapat, sehingga udara tidak dapat masuk. Begitu juga jika tanaman tersebut tidak ________________ Dalam konsep tasawuf, salik ialah orang yang menempuh jalan spiritual dengan membersihkan jiwanya untuk menggapai satu tujuan yaitu Allah Swt. Lihat: FAUDZINAIM BADARUDDIN & MUHAMMAD KHAIRI MAHYUDDIN, AoSanad Tarekat Dan Peranannya Dalam Ilmu TasawufAo. International Journal of Islamic Thought Autoriti, 20. , 34Ae44. Badrudin. Akhlak Tasawuf (Serang: IAIB Pres, 2. , hlm. Muhammad ibn Abdul Qadir Kailani. Abwab Al-Tasawuf (Beirut: Dar alKutub al-Ilmiah, 2. , hlm. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami terkena panas matahari tentu tidak akan tumbuh. Begitu juga hewan yang diberi makan dan minum tentunya akan mati ketika dimasukkan dalam sebuah tembat yang tidak adara oksigen. Di sisi lain. Kyai Bisri menjelaskan proses terjadinya hujan secara sains sebagaimana dijelaskan teori turunnya hujan oleh ahli. Dimulai dari proses matahari yang memberikan sinar panas ke laut sehingga terjadilah penguapan. Kemuadian uap tadi menjadi mendung yang dibawa oleh angin menyebar ke seluruh daerah yang pada akhirnya menurunkan hujan. Demikian Kyai Bisri menjelaskan secara saintifik dalam tafsir Surat Yasin ayat 34-35. Namun beliau tidak berhenti begitu saja dalam Kyai Bisri mengaitkan hal sains tersebut atas kekuasaan Allah untuk mencukupi kebutuhan manusia. Bahwa proses alamiah yang terjadi tentunya atas kehendak Allah Swt. Para manungsa iku yen kerso podo anggagas nikmatnikmat kang diparengake deneng Pengeran marang kawulane, mesti bakal insaf lan banjur pada kerso nyewijiake marang Pengeran serto miturut apa kang dadi dawuh-dawuhe. Para menungsa mesti pada sumerep yen deweke ora pada bisa urip yen ora mangan saking pawetoni bumi. Kang mengkono mahu. Pengeran wus paring persediyaan mawerna-werna saking pawetoni bumi mahu. Kaya umpamane kurma, anggur gaga, palawija lan liya-liyane maneh kang dibutuhake kangge kebutuhan e manungso. Dikira-kiraake upama bumi mahu saking kersane Pengeran banjur ora ngetoake paweton apaapa, sumberan-sumberan ugo banjur mampet, wus mesti sekabehane makhluk urip ana ing alam dunyo iki banjur pada mati kabeh. Coba yen ora percaya, aja mangan pawetone bumi, jajal aja suwe, pendak dina bahe, mengku kepriye kedadiyane, ing mangka kabeh mahu sangka tadbire Pengeran kang Merbing dumadhi. Yen bisa anggagas kaya mengkunu, ya gene ko ora pada gelem syukur mareng Pengeran. ________________ Mustofa, hlm. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa Sebelum mejelaskan secara saintifik makhluk hidup akan mati tanpa adanya empat unsur. Kyai Bisri menarasikan terlebih dahulu bahwa semua itu adalah kehendak Tuhan. Manusia disuruh untuk berfikir dan mengesakan Allah Swt. Dalam konsep tasawuf, hal ini dinamakan mukasyafah bil ilmi yaitu melihat adanya Tuhan melalui ciptaan-Nya. Hal ini cocok jika dipraktikkan oleh masyarakat jawa dengan memberi ilustrasi fenomena yang ada di sekitar masyarakat. Sebagaimana perkataan Ibn AoAthoillah Al-Sakandari AEOA OAO I ON O ONO EO N AO EE OA Bagaimana bisa terbayangkan bahwa segala seseorang terhalang oleh Allah, padaha Dia nampak dalam setiap sesuatu. Jika seseorang melihat segala sesuatu yang ada di alam ini, maka Allah Swt nampak di dilamnya. Bagi seorang sufi, jika melihat sesuatu maka yang ia lihat adalah Allah Swt yang menciptakan sesuatu tersebut. Fenomenda sains yang ada, kejadian-kejadian alam tentunya tidak lepas dari kehendak Allah. Maka orang-orang sufi tidak melihat zahir material fenomena atau kejadian, melainkan di balik itu ada Dzat Yang Maha Kuasa yaitu Allah Swt. Dimensi tersebutlah yang nampak dalam Tafsir Surat Yasin ayat 34-35. Nilai Moderasi Salah satu indikator moderasi57 yang telah dirumuskan di Indonesia yaitu toleransi. Beragamnya suku, agama dan ras di Indonesia mengharuskan bagi setiap individu untuk bersikap moderat dalam kehidupannya. Sehingga akan tercipta kehidupan yang aman, damai dan tentram di masyarakat. Toleransi intra-agama maupun antar ________________ Kata moderasi berasal dari kata moderatio yang bermakna sedang. Dalam KBBI moderasi mempunyai dua makna yaitu pengurangan kekerasan dan penghindaran keekstreman. Dalam bahasa Arab moderasi sering diterjemahkan dengan menggunakan kata wasath yang mempunyai sinonim dengan kata tawassuth, tawazun dan iAotidal dapat diartikan sedang, adil, tengah-tengah. Kemeterian Agama. Moderasi Beragama (Jakarta Pusat: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2. , hlm. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami agama menjadi salah satu poin penting untuk mewujudkan kehidupan yang damai. Selain toleransi, ialah anti-kekerasan yang telah dirumuskan oleh Kementerian Agama. Kedua sikap tersebut sangatlah penting guna menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan Indonesia. Nilai moderasi dalam Tafsir Surat Yasin terlihat ketika Kyai Bisri menafsirkan ayat 16-17. a a a e a a e ca a a a aa a a )17( A) aO aI aE eO aI auE E aE aE a aOIA16( ACEO aac aI aO eE aI au acI auE eOE eI aE e aEOIA mereka berkata: "Tuhan Kami mengetahui bahwa Sesungguhnya Kami adalah orang yang diutus kepada kamu". kewajiban Kami tidak lain hanyalah menyampaikan . erintah Alla. dengan jelas". kyai Bisri menjelaskan panjang lebar dengan menguti berita israiliyat yang menceritakan tentang utusan yang bernama Yulis. SyamAoun dan Yahya ketika diutus oleh Nabi Isa ke Inthakiyah. Ketika terjadi perseturuan antara utusan tersebut dengan raja setempat tatkala tidak mau ajakan mengakui Keesaan Allah bahkan terancam akan dibunuh oleh sang raja. SyamAoun sak kancane ngendika Pengeran kito piyambak ingkang pirso bilih kawula sedoyo punika dipun utus dumateng panjenengan sedoyo. Denen panjenengan sedoyo boten sami pitados punika nyumanggaaken. Kawula tiga mboten kewajiban, kejawi namung andumugeaken dawuh-dawuh ingkang suka katerangan sak terang-terangipun. Dalam menafsirkan ayat di atas. Kyai Bisri mengutip perkataan utusan ketika sang raja tidak mau diajak mengesakan Allah. Bahwa tugas mereka hanya menyampaikan kebenaran. Ketika sang raja dan penduduk tidak mau beriman maka dipersilahkan dan utusan bertiga tidak berkewajiban lagi menyampaikan kebenaran. Dengan bahasa khas jawa AunyumanggaakenAy merupakan bahasa halus . romo ________________ Mustofa, hlm. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa inggi. 59 yang dipakai oleh orang jawa ketika orang yang diajak menolak/ tidak mau menuruti ajakan. Kalimat Aukejawi namung andumugiakenAy juga merupakan bahasa yang paling halus yang dipakai oleh masyarakat jawa. Dalam konteks tafsir di atas. Kyai Bisri memilih diksi kata tersebut relevan dengan kondisi masyarakat jawa. Di balik makna kalimah tersebut mengandung nilai moderasi yang Sehingga ajakan para utusan ketika ditolak tidak menimbulkan kekerasan dan memaksakan keyakinan pemeluk agama lain. KESIMPULAN Tafsir Surat Yasin karya K. Bisri Mustofa merupakan karya tafsir yang ditulis sebelum Tafsir Al-Ibriz. Metode yang digunakan dalam menulis Tafsir Yasir menggunakan metode tahlili dengan menafsirkan secara mendalam ayat per-ayat mulai dari asbab al-nuzul, qiraAoah, sains, tasawuf dan sebagainya. Penafsiran Kyai Bisri terlihat sangat kentara kekhasan jawa, sehingga mencakup sisi-sisi vernakularisasi dalam menafsirkan ayat al-QurAoan seperti kata sembahyang. Pengeran dan manungso aspek lokalitas juga tidak lepas dari kekhasan tafsir beliau ketika mengilustrasikan tumbuhantumbuhan lokal jawa dalam tafsirnya. Sebagai seorang Kyai Jawa yang kental dengan nilai tasawuf. Kyai Bisri memasukkan dimensi tasawufnya dalam tafsir Yasin dan mengkolaborasikan dengan sains. Aspek moderasi juga tidak luput dari isi tafsir Kyai Bisr. Walaupun kitab tafsirnya kecil, namun berisi berbagai disiplin ilmu keislaman yang luas. Salah satu karya yang patut dicontoh oleh para pengkaji alQurAoan dan Tafsir. ________________ Tingkatan bahasa paling halus dalam berkomunikasi yang digunakan oleh orang jawa. Muhammad Misbahuddin. AoPEMBIASAANBERBAHASA KRAMA INGGIL SEJAK DINI. MENGUATKAN KEMBALI PERAN KEARIFAN LOKALUNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER ANAKAo. Ournal of Peace Education and Islamic Studies, 1. , 21Ae18. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami AOAOI OA AoUrif. Mohammad Zamzami. AoLOCAL WISDOM DALAM TAFSIR NUSANTARA Studi Atas Kitab Tafsr Al-Ibrz Karya KH. Bisri MustofaAo. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 07 Nomor 0 . , 337Ae74 Agama. Kemeterian. Moderasi Beragama (Jakarta Pusat: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2. Al-Farmawi. Abd al-Hay. Al-Bidayah Fi Al-Tafsir Al-MaudhuAo (Mesir: Dar al-MutabiAo wa al-Nasr al-Islamiyah, 2. Al-Qaththan. MannaAo Khalil. Mabahis Fi Ulum Al-QurAoan (Riyadh: Maktabah al-MaAoarif, 2. ASFAR. IRFAN TAUFAN. AoANALISIS NARATIF. ANALISIS KONTEN. DAN ANALISIS SEMIOTIK (Penelitian Kualitati. Ao. ResearchGate Article, 1 . , 1Ae13 Badrudin. Akhlak Tasawuf (Serang: IAIB Pres, 2. BAHASA. PUSAT. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL. Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa, 2. F Budi Hardiman. Seni Memahami. Hermeneutik Dari Schleiermacher Sampai Derrida, 4th edn (Sleman: PT Kanisius, 2. Fauji. Jamaluddin dan Sidik. AoArab Pegon Dalam Khazanah Manuskrip Islam Di JawaAo. Jurnal Penelitian Agama, 23. , 61Ae80 Fawaid. Ach. Asbabun Nuzul (Yogyakarta: Noktah, 2. Goldziher. Ignaz. Mazhab Tafsir Dari Klasik Hingga Modern (M. Alaika Salamullah. Dkk. Terjemaha. (Yogyakarta: eLSAQ Press, 2. Gusmian. Islah. AoTafsir Al-QurAoan Di Indonesia: Sejarah Dan DinamikaAo. Jurnal NUN: Jurnal Studi Al-QurAoan Dan Tafsir Di Nusantara, 1. , 1Ae32 Hami. Widodo. AoPENAFSIRAN AYAT-AYAT TAHARAH (Studi Komparatif Antara Al-Gazali Dan Al-JailaniAo (UIN Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Studi Tafsir Pegon Nusantara: Aspek Lokalitas Tafsir Surat Yasin Karya K. Bisri Mustofa Walisongo, 2. Jalal al-Din Abd al-Rahman al-Suyuti. Al-Itqan Fi AoUlum Al-QurAoan. Vol. I (Mekah: Dar al-Fikr. Kailani. Muhammad ibn Abdul Qadir. Abwab Al-Tasawuf (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 2. Kalijaga. Dosen Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan. Metodologi Penelitian Living QurAoan Dan Hadis (Yogyakarta: TH-Pres, 2. Katsir. Abu al-FidaAo Ibn. Tafsir Ibn Kasir. Vol. I (Damaskus: Maktabah Dar al-FihaA. Quraish Shihab. Kaidah Tafsir: Syarat. Ketentuan. Dan Aturan Yang Patut Anda Ketahui Dalam Memahami Ayat-Ayat Al-QurAoan Dilengkapi Penjelasan Kritis Tentang Hermeneutika Dalam Penafsiran Al-QurAoan (Tangerang: Lentera Hati, 2. MAHYUDDIN. FAUDZINAIM BADARUDDIN & MUHAMMAD KHAIRI. AoSanad Tarekat Dan Peranannya Dalam Ilmu TasawufAo. International Journal of Islamic Thought Autoriti, 20. , 34Ae44 Maslukhin. AoKOSMOLOGI BUDAYA JAWA DALAM TAFSyaR ALIBRyaZ KARYA KH. BISRI MUSTHOFAAo. Mutawytir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadis, 5 . , 74Ae94 Muhammad Misbahuddin. AoPEMBIASAANBERBAHASA KRAMA INGGIL SEJAK DINI. MENGUATKAN KEMBALI PERAN KEARIFAN LOKALUNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER ANAKAo. Ournal of Peace Education and Islamic Studies, 1. , 21Ae18 Mustakim. Abdul. Epistemologi Tafsir Kontemporer (Yogyakarta: LkiS Group, 2. Mustofa. Bisri. Ausath Al-Masalik Li Al-Fiyah Ibn Malik (Kudus: Menara Kudu. AiAiAi. Al-Unsyuthi Syarh Nazm Sarf Al-Imrithi (Kudus: Menara Kudus, 1. AiAiAi. Rawihat Al-Aqwam Fi Tarjamat Aqidatul Awam (Kudus: Menara Kudu. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Widodo Hami AiAiAi. Tafsir Surat Yasin (Menara Kudus, 1. Muzairi. AoEKSEKUSI MATI JAVANESE AL-HALLAJ DALAM SULUK JAWAAo. Refleksi: Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Keislaman, 18. , 157Ae81 Parwanto. Wendi. AoVERNAKULARISASI TAFSIR AL-QURAoAN DI KALIMANTAN BARAT (Studi Atas Tafsir yAt AiyAm Karya Muhammad Basiuni Imra. Ao. Suhuf, 15 Nomor 0, 107Ae22 Sunyoto. Agus. Atlas Walisongo (Depok: Pustaka Ilman, 2. Werdiningsih. Yuli Kurniati, and Nazla Maharani Umaya. AoVARIASI NAMA TUHAN DALAM TEKS SERAT SASTRA GENDHING. KAJIAN AKULTURASI TERHADAP SASTRA SULUKAo. El Harakah, 19 No. , 79Ae93 Yusup. Bahtian. AoQIRAAoAT AL QURAN: Study of the Khilafiyah QiraAoah SabAoahAo. AL TADABBUR: JURNAL ILMU ALQURAN DAN TAFSIR, 4. , 228Ae35 Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025