The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Manajemen Pembiayaan SMKN 1 Pangandaran dalam Meningkatan Kompetensi Wirausaha Siswa Aini Ali Agustini STITNU Al-Farabi Pangandaran . ainialiagustini@gmail. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 1 January 2025 Hal : 1-14 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 January 2025 Accepted: 22 January 2025 Published: 31 Januari 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with claims in published maps and institutional affiliations. ABSTRACT SMKN 1 Pangandaran faces limited employment opportunities for graduates, leading to the creation of business units to boost students' entrepreneurial skills. These units serve both as business opportunities and practical learning platforms. This study aims to explore the financial management practices at SMKN 1 Pangandaran and assess how they contribute to developing students' entrepreneurial competencies. Utilizing a descriptive qualitative approach, the research involved observations, interviews, and documentation, grounded in financial management theories by Nanang Fattah and entrepreneurial indicators by Peter Drucker. The study finds that transparent and accountable financial management, supported by BOS Pusat. BOPD, and BLUD, positively impacts entrepreneurial education. Business units like Teaching Factory provide hands-on business experience, enhancing students' managerial and soft skills. The program fosters technical expertise, leadership, and problem-solving abilities, creating a conducive learning environment. SMKN 1 Pangandaran's approach can serve as a model for other institutions in advancing student entrepreneurship. Keywords : Financial Management. Entrepreneurial Competencies. Vocational ABSTRAK Copyright: A 2023 by the Masalah yang dihadapi oleh SMKN 1 Pangandaran adalah minimnya Submitted for lapangan pekerjaan yang sesuai bagi lulusan, yang mendorong access sekolah untuk membentuk unit usaha sebagai solusi untuk publication under the terms meningkatkan kompetensi wirausaha siswa. Pembentukan unit and conditions of the usaha di sekolah bertujuan tidak hanya untuk menciptakan peluang Creative Commons bisnis, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran praktis yang Attribution (CC BY) license mendukung pengembangan keterampilan siswa. Tujuan dari . ttps://creativecommons. or penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pembiayaan di g/licenses/by-sa/4. SMKN 1 Pangandaran dan pengembangan kompetensi wirausaha Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang melibatkan observasi. Vol 04 No 1 January 2025 | 1 Manajemen Pembiayaan SMKN 1 Pangandaran dalam Meningkatan Kompetensi Wirausaha Siswa Aini Ali Agustini wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data mendalam mengenai aspek-aspek tersebut. Analisis ini mengacu pada teori manajemen pembiayaan menurut Nanang Fattah dan indikator kewirausahaan menurut Peter Drucker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel dari beberapa sumber seperti BOS Pusat. BOPD, dan BLUD berdampak positif pada pembelajaran kewirausahaan. Dengan adanya unit usaha seperti Teaching Factory dan berbagai layanan sekolah lainnya, siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam menjalankan bisnis, yang meningkatkan keterampilan manajerial dan soft skills Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis dan pengetahuan bisnis, tetapi juga meningkatkan kemampuan ke pemimpinan dan problem-solving siswa. Secara keseluruhan, manajemen pembiayaan yang baik di SMKN 1 Pangandaran berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam pengembangan kewirausahaan siswa. Kata kunci: Manajemen Pembiayaan. Kompetensi Wirausaha. Sekolah Kejuruan Pendahuluan Pembiayaan pendidikan adalah elemen krusial dalam memastikan mutu dan kualitas proses pendidikan. Meskipun bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan, keberadaan pembiayaan yang memadai sangatlah penting (Arifudin, 2. Tanpa dukungan finansial yang cukup, upaya untuk mencapai pendidikan berkualitas hanya akan menjadi khayalan belaka. Pembiayaan pendidikan melibatkan pengelolaan dana yang diterima oleh lembaga pendidikan seperti sekolah, yang harus dijalankan dengan transparan dan akuntabel (Muqit, 2. Pembiayaan yang memadai sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif, aktif, dan menyenangkan bagi murid maupun guru. Dengan dukungan finansial yang cukup, proses belajar-mengajar dapat berjalan lancar dan Murid dapat menikmati fasilitas yang memadai, sementara guru memiliki kondisi kerja yang mendukung. Sarana dan prasarana yang memadai seperti laboratorium, bahan ajar yang cukup, lingkungan sekolah yang bersih dan yaman, serta fasilitas lainnya menjadi pendukung utama proses belajar-mengajar di sekolah. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh peneliti. SMKN 1 Pangandaran telah mengambil keputusan untuk membentuk unit usaha di sekolah guna meningkatkan kompetensi siswa. Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap minimnya lapangan pekerjaan yang cocok bagi para lulusan. Dengan menyediakan kesempatan bagi siswa untuk terlibat dalam kegiatan kewirausahaan di lingkungan sekolah, diharapkan mereka dapat mengembangkan keterampilan praktis dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Pembentukan 2 | Vol 04 No 1 January 2025 Manajemen Pembiayaan SMKN 1 Pangandaran dalam Meningkatan Kompetensi Wirausaha Siswa Aini Ali Agustini unitusaha ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan peluang bisnis, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang nyata untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh (Darmawan, 2. Unit usaha di SMKN 1 Pangandaran tidak sekadar memberikan siswa pengalaman praktis dalam berwirausaha, tetapi juga memfasilitasi pembelajaran yang Melalui aktivitas ini, siswa memiliki kesempatan untuk belajar tentang manajemen bisnis, strategi pemasaran, serta bagaimana menerapkan konsep-konsep teori yang mereka pelajari dalam konteks nyata. Diharapkan bahwa dengan eksposur ini, siswa akan dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja setelah lulus, serta memiliki keterampilan tambahan yang dapat meningkatkan daya saing mereka. Inisiatif ini mencerminkan komitmen SMKN 1 Pangandaran untuk tidak hanya memberikan pendidikan akademis yang kuat, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menjadi individu yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi dunia kerja yang dinamis. Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk memahami suatu permasalahan secara mendalam dalam kondisi alami. Metode ini sering disebut sebagai metode naturalistik karena penelitian dilakukan dalam situasi yang sebenarnya. Erickson menjelaskan bahwa penelitian kualitatif berupaya menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampaknya terhadap kehidupan individu yang diteliti (Setawan, 2. Menurut Sugiyono . AuPenelitian deskriptif berfungsi melukiskan atau menggambarkan keadaan objek sesuai situasi saat penelitian berlangsungAy. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan para informan, seperti Kepala Sekolah. Pejabat Keuangan. Pejabat Teknis, dan Koordinator Kewirausahaan. Data ini berupa informasi verbal atau perilaku yang diamati secara Sedangkan data sekunder berupa dokumen, catatan, foto, dan rekaman yang mendukung data primer serta relevan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan wawancara. Observasi dilakukan untuk mendapatkan data langsung mengenai situasi dan kondisi terkait wirausaha lembaga dan kompetensi siswa. Peneliti tidak hanya memperhatikan interaksi manusia, tetapi juga objek yang terkait penelitian. Wawancara digunakan Vol 04 No 1 January 2025 | 3 Manajemen Pembiayaan SMKN 1 Pangandaran dalam Meningkatan Kompetensi Wirausaha Siswa Aini Ali Agustini untuk mendapatkan pandangan dan informasi dari para informan, baik secara tatap muka langsung maupun melalui media komunikasi lainnya. Sebelum melakukan wawancara, peneliti menyiapkan instrumen agar prosesnya terarah. Penelitian ini berfokus pada bagaimana manajemen pembiayaan di SMKN 1 Pangandaran mempertimbangkan berbagai aspek yang diperoleh dari sumber data primer dan Diskusi dan Pembahasan Berdasarkan data yang diperoleh penulis melalui hasil penelitian dilapangan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan di SMKN 1 Pangandaran. penulis akan mengemukakan hasil penelitian sekaligus membahas sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pembiayaan di SMKN 1 Pangandaran dalam meningkatkan kompetensi wirausaha siswa, dengan merujuk pada manajemen pembiayaan menurut Nanang Fattah dan indikator kewirausahaan menurut Peter Drucker. Manajemen Pembiayaan Manajemen pembiayaan di SMKN 1 Pangandaran merupakan elemen kunci dalam mendukung program pengembangan kompetensi siswa, terutama dalam bidang Dana yang dikelola oleh sekolah berasal dari tiga sumber utama, yaitu BOS Pusat. BOPD, dan BLUD. Setiap sumber dana tersebut digunakan secara cermat untuk mendanai berbagai program pendidikan dan pelatihan, termasuk pengembangan unit usaha berbasis sekolah. Pengelolaan yang didasarkan pada prinsip transparansi dan akuntabilitas membantu menciptakan kepercayaan di antara para pemangku kepentingan serta mendukung terciptanya sistem keuangan yang efisien dan berkelanjutan di SMKN 1 Pangandaran. Salah satu prinsip utama dalam manajemen pembiayaan di SMKN 1 Pangandaran adalah perencanaan yang matang. Proses ini dilakukan dengan mengikuti teori manajemen pembiayaan yang dikemukakan oleh Nanang Fattah, di mana perencanaan melibatkan semua pihak terkait, mulai dari manajemen sekolah, kepala sekolah, hingga pengelola unit usaha. Sekolah melakukan evaluasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan untuk memastikan bahwa dana dialokasikan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Proses ini memungkinkan 4 | Vol 04 No 1 January 2025 Manajemen Pembiayaan SMKN 1 Pangandaran dalam Meningkatan Kompetensi Wirausaha Siswa Aini Ali Agustini penggunaan dana yang lebih terarah dan tepat guna, memastikan bahwa programprogram yang dirancang mampu memenuhi tujuan pengembangan kewirausahaan. Setelah perencanaan dilakukan, sekolah kemudian melanjutkan ke tahap Dana yang telah direncanakan sebelumnya diatur dengan cara yang Pengorganisasian ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap unit usaha yang dikelola oleh sekolah memiliki akses terhadap dana yang cukup guna mendukung operasional dan pelaksanaan program. Sebagai contoh, dana untuk unit usaha Teknik Kendaraan Ringan digunakan untuk mendukung perawatan dan operasional bengkel sekolah, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih maksimal melalui pengalaman langsung dalam menjalankan bisnis. Tahap berikutnya dalam manajemen pembiayaan adalah pelaksanaan. Dalam hal ini, dana yang telah dialokasikan digunakan untuk mendanai kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kewirausahaan. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, membiayai pelatihan, serta mendukung operasional harian unitunit usaha di sekolah. Proses pelaksanaan ini penting untuk memastikan bahwa siswa mendapatkan pelatihan dan pembelajaran yang relevan dengan dunia usaha. Dalam pelaksanaan ini, pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa penggunaan dana tepat sasaran dan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Pengawasan merupakan elemen penting yang tak terpisahkan dalam manajemen pembiayaan di SMKN 1 Pangandaran. Pengawasan dilakukan untuk memastikan bahwa dana digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Proses pengawasan melibatkan evaluasi berkala, yang dilakukan oleh pihak sekolah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menilai efektivitas alokasi dana. Dengan adanya pengawasan yang ketat, sekolah dapat mencegah terjadinya penyimpangan atau penyalahgunaan dana, serta memastikan bahwa program kewirausahaan yang didukung oleh dana tersebut berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang Evaluasi terhadap penggunaan dana menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan kompetensi kewirausahaan siswa. Dana yang dikelola dengan baik memungkinkan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih mendalam, terutama dalam konteks menjalankan dan mengelola unit usaha. Keterlibatan siswa dalam unit usaha memberikan mereka kesempatan untuk belajar Vol 04 No 1 January 2025 | 5 Manajemen Pembiayaan SMKN 1 Pangandaran dalam Meningkatan Kompetensi Wirausaha Siswa Aini Ali Agustini bagaimana mengelola bisnis secara langsung, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pengalaman ini membantu siswa memahami dinamika dunia usaha dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan pasar Selain dampak pada kompetensi teknis, pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel juga membantu meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap sekolah. Orang tua siswa, pemerintah daerah, dan pihak-pihak lain yang terkait dengan pengelolaan dana merasa yakin bahwa dana yang disalurkan ke sekolah digunakan secara efektif untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa. Transparansi dalam pengelolaan dana juga mempermudah sekolah dalam melaporkan hasil-hasil yang dicapai kepada pihak-pihak tersebut, sehingga meningkatkan kolaborasi dan dukungan lebih lanjut. Keberhasilan manajemen pembiayaan di SMKN 1 Pangandaran juga tercermin dari hasil yang dicapai oleh siswa. Melalui keterlibatan aktif dalam unit-unit usaha yang didukung oleh dana yang dikelola dengan baik, siswa mampu mengembangkan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Mereka belajar tentang manajemen, keuangan, produksi, dan pemasaran, serta bagaimana mengambil keputusan bisnis yang tepat. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mereka, tetapi juga membantu mereka mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan problem-solving. Manajemen pembiayaan yang baik juga memungkinkan sekolah untuk terus berinovasi dalam mengembangkan program-program baru yang dapat meningkatkan Dengan bereksperimen dengan metode pembelajaran baru yang lebih relevan dengan dunia usaha modern. Program-program ini membantu siswa mendapatkan pengalaman yang lebih kaya dan beragam, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing mereka di pasar Secara keseluruhan, manajemen pembiayaan di SMKN 1 Pangandaran menjadi contoh model pengelolaan keuangan yang efektif dalam mendukung pengembangan kewirausahaan siswa. Alokasi dana yang tepat, perencanaan yang matang, serta pengawasan yang ketat memastikan bahwa dana yang diterima sekolah digunakan untuk mendukung program-program yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi Hasilnya, sekolah ini tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi 6 | Vol 04 No 1 January 2025 Manajemen Pembiayaan SMKN 1 Pangandaran dalam Meningkatan Kompetensi Wirausaha Siswa Aini Ali Agustini juga mampu mencetak wirausahawan muda yang inovatif dan siap menghadapi tantangan dunia usaha. Kompetensi Wirausaha Siswa Kompetensi kewirausahaan siswa di SMKN 1 Pangandaran dikembangkan melalui serangkaian program praktik usaha yang secara langsung melibatkan mereka dalam berbagai aspek bisnis. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam menjalankan dan mengelola bisnis, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi. Proses ini memberikan wawasan yang mendalam tentang dinamika dunia usaha, sehingga siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang relevan untuk menghadapi tantangan di dunia kerja dan bisnis sesungguhnya. Setiap unit usaha yang ada di SMKN 1 Pangandaran, seperti Teaching Factory yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari agribisnis pengolahan hasil perikanan, teknik kendaraan ringan, hingga rekayasa perangkat lunak, memberikan siswa kesempatan untuk merancang, mengelola, dan mengevaluasi bisnis secara langsung. Dalam proses ini, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang operasional bisnis, tetapi juga belajar mengenai manajemen risiko, manajemen sumber daya manusia, dan pengelolaan keuangan. Kesempatan ini sangat berharga dalam membangun keterampilan yang diperlukan untuk menjadi wirausahawan sukses di masa depan. Berikut 9 unit usaha yang ada di SMKN 1 Pangandaran : Teaching Factory Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (Produknya Frozen Food Tefakeu. Teaching Factory Teknik Kendaraan Ringan (Produknya Jasa Service Mobi. Teaching Factory Teknik Sepeda Motor (Produknya Jasa Service Sepeda Moto. Teaching Factory Teknik Komputer & Jaringan (Produknya Jasa Perawatan dan Pemeliharaan Jaringan Internet. Jasa Service Laptop. PC. Printer. Fotocopy dl. Teaching Factory Rekayasa Perangkat Lunak (Produknya jasa pembuatan website, pemograman dan pembuatan aplikas. Unit Usaha Kantin Sekolah. Unit Usaha Persewaan Asrama. Unit Usaha Persewaan Aula. Lapangan Indoor. Lapangan Outdoor. Lab. Komputer. Kantin Kontainer. Ruang Usaha. Vol 04 No 1 January 2025 | 7 Manajemen Pembiayaan SMKN 1 Pangandaran dalam Meningkatan Kompetensi Wirausaha Siswa Aini Ali Agustini Unit Usaha Toko Sejahtera (Toko penjualan seragam dan Perlengkapan Sekolah bagi Siswa terlibat secara aktif dalam seluruh proses manajemen bisnis, yang mencakup perencanaan bisnis, pengambilan keputusan strategis, dan pengelolaan sumber daya yang efektif. Melalui keterlibatan ini, mereka dilatih untuk berpikir kritis, berinovasi, serta mencari solusi kreatif untuk menghadapi tantangan yang muncul. Dalam hal ini, teori yang dikemukakan oleh para ahli kewirausahaan seperti Peter Drucker, yang menekankan pentingnya inovasi, pengambilan risiko, dan kemampuan memanfaatkan peluang, sangat relevan. SMKN 1 Pangandaran memberikan ruang bagi siswa untuk mengaplikasikan keterampilan tersebut dengan menciptakan produk atau layanan yang inovatif dan berpotensi untuk bersaing di pasar. Penerapan praktik usaha melalui unit-unit bisnis yang dikelola oleh sekolah memungkinkan siswa mendapatkan pengalaman nyata dalam menghadapi tantangan Mereka belajar mengidentifikasi peluang pasar, mengembangkan strategi pemasaran, menciptakan produk yang bernilai, serta melayani konsumen dengan standar profesional. Selain itu, mereka juga ditantang untuk menangani masalah yang muncul selama operasional bisnis, seperti kendala produksi, manajemen stok, dan penanganan keluhan pelanggan. Hal ini secara signifikan meningkatkan kemampuan problem-solving siswa, yang merupakan keterampilan penting dalam dunia usaha. Di samping keterampilan teknis, program kewirausahaan ini juga membantu siswa mengembangkan keterampilan lunak . oft skill. yang sangat dibutuhkan dalam lingkungan kerja profesional. Siswa dilatih untuk bekerja dalam tim, memimpin kelompok, dan berkomunikasi secara efektif dengan rekan-rekan serta konsumen. Keterampilan kepemimpinan dan komunikasi ini sangat krusial dalam dunia usaha, karena memungkinkan mereka untuk bekerja secara kolaboratif dan menjalankan peran kepemimpinan dengan lebih baik. Selain itu, kemampuan negosiasi dan pengelolaan hubungan dengan pelanggan juga diperkuat melalui program ini. Dampak positif dari program praktik usaha di SMKN 1 Pangandaran terlihat jelas dari peningkatan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi tantangan dunia bisnis. Melalui pengalaman langsung yang mereka dapatkan, siswa merasa lebih siap untuk terjun ke dunia kerja atau bahkan memulai usaha mereka sendiri setelah lulus. Kesiapan ini tidak hanya berdasarkan pada pengetahuan teoretis, tetapi juga pada keterampilan praktis yang telah mereka pelajari dan kembangkan selama berpartisipasi 8 | Vol 04 No 1 January 2025 Manajemen Pembiayaan SMKN 1 Pangandaran dalam Meningkatan Kompetensi Wirausaha Siswa Aini Ali Agustini dalam unit-unit usaha di sekolah. Hal ini membuat lulusan SMKN 1 Pangandaran menjadi lebih kompetitif di pasar tenaga kerja dan memiliki daya saing tinggi dibandingkan dengan lulusan dari sekolah-sekolah lain. Selain mengembangkan keterampilan teknis dan lunak, program ini juga menanamkan sikap proaktif kepada siswa. Mereka diajak untuk tidak hanya menunggu peluang datang, tetapi juga aktif menciptakan peluang-peluang baru. Sikap proaktif ini merupakan salah satu elemen penting dalam membangun mentalitas kewirausahaan yang kuat. Siswa didorong untuk berpikir inovatif, mencari solusi dari permasalahan yang ada di lingkungan sekitar, serta mengidentifikasi celah-celah bisnis yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan. Program ini juga mengajarkan siswa tentang pentingnya keberlanjutan bisnis. Siswa belajar bahwa menjalankan bisnis tidak hanya tentang mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga tentang membangun bisnis yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Mereka diperkenalkan dengan konsep keberlanjutan, yang mencakup aspek-aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi yang harus dipertimbangkan dalam mengelola bisnis. Dengan pemahaman ini, siswa diajarkan untuk berpikir jangka panjang dan memastikan bahwa bisnis yang mereka kembangkan tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkelanjutan secara keseluruhan. Keberhasilan program kewirausahaan di SMKN 1 Pangandaran tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari perkembangan karakter dan mentalitas Program ini memberikan mereka landasan yang kuat dalam kewirausahaan, yang bukan hanya tentang keterampilan bisnis, tetapi juga tentang bagaimana menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan berintegritas. Dengan dukungan dari manajemen pembiayaan sekolah yang baik, siswa mendapatkan akses terhadap fasilitas dan sumber daya yang mendukung pembelajaran mereka, sehingga mereka mampu mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Secara keseluruhan, program kewirausahaan di SMKN 1 Pangandaran telah berhasil menciptakan ekosistem pembelajaran yang komprehensif, di mana siswa tidak hanya belajar tentang teori kewirausahaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang berharga. Dengan dukungan penuh dari manajemen sekolah dan pemanfaatan sumber daya keuangan yang optimal, siswa dilatih untuk menjadi wirausahawan yang inovatif, berani mengambil risiko, serta memiliki kemampuan untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan. Program ini menjadi contoh yang baik Vol 04 No 1 January 2025 | 9 Manajemen Pembiayaan SMKN 1 Pangandaran dalam Meningkatan Kompetensi Wirausaha Siswa Aini Ali Agustini bagi sekolah-sekolah lain yang ingin meningkatkan kompetensi kewirausahaan siswa dan mempersiapkan mereka untuk sukses di dunia kerja. Kesimpulan Manajemen pembiayaan di SMKN 1 Pangandaran berhasil mendukung kompetensi kewirausahaan siswa melalui unit usaha sekolah. Perencanaan yang matang, pengorganisasian sistematis, dan pelaksanaan berdasarkan panduan LKPD memastikan operasional Teaching Factory berjalan sesuai tujuan sekolah. Inovasi dalam produk dan layanan, serta keterlibatan siswa dari ideation hingga evaluasi, menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Meskipun didukung dana dari BOS. BOPD, dan BLUD, keterbatasan sarana dan waktu tetap menjadi tantangan. Namun, dengan kepemimpinan yang efektif dan motivasi kuat, siswa berhasil mengembangkan keterampilan kewirausahaan yang relevan, ini dilahat dari mempersiapkan mereka untuk mengurangi angka pengangguran di kalangan lulusan. Manajemen pembiayaan di SMKN 1 Pangandaran memiliki faktor pendukung yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi wirausaha siswa, terutama melalui dukungan dana dari berbagai sumber, seperti BOS Pusat. BOPD, dan BLUD. Dukungan ini memungkinkan penyediaan fasilitas, alat produksi, dan ruang pemasaran yang mendukung kegiatan kewirausahaan. Selain itu, keterlibatan guru dan staf dalam membimbing siswa melalui model Teaching Factory serta kurikulum yang terintegrasi dengan praktik kewirausahaan turut memperkuat pengembangan keterampilan wirausaha siswa. Namun, terdapat beberapa hambatan yang mempengaruhi optimalisasi manajemen pembiayaan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya ruang khusus untuk produksi dan pemasaran, serta padatnya jadwal pelajaran yang tidak terstruktur dengan baik. Tantangan ini diperparah oleh tuntutan administratif yang tinggi bagi guru, sehingga waktu untuk membimbing siswa menjadi terbatas. Faktorfaktor tersebut menghambat kelancaran pelaksanaan program kewirausahaan di SMKN 1 Pangandaran. Referensi