ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Penerapan Material Requirement Planning (MRP) dalam Perencanaan Kebutuhan Komponen untuk Pembuatan Jig Engine Implementation of Material Requirements Planning (MRP) in Component Requirement Planning for Engine Jig Manufacturing Indra Setiawan1. Nurani Adristi Bunga Nirvana2. Zhilaalin Zahra Khoirunnisa3. Talitha Prasetya4. Haryo Sutedi5 1,2,3,4,5Program Studi Teknik Produksi dan Proses Manufaktur. Politeknik Astra jasura@gmail. com, 2nuraniadristi@gmail. com, 3zhilaalinz@gmail. com*, 4thalitaisya@gmail. sutedi@polytechnic. Abstract This study examines material and component requirement planning in the fabrication of an engine jig used as a learning aid for engine assembly practices, with an emphasis on zero-accident operation and learning efficiency. The research aims to optimize material requirements and supporting components by applying the Material Requirement Planning (MRP) method to minimize production costs and prevent delays due to component unavailability. MRP is implemented through an analysis of the Bill of Materials (BOM) derived from the jig design, which includes structural components such as hollow steel frames, steel plates, solid pipes, pillow block bearings, and vendor-supplied parts including hinges and bolts. Planning is based on the Master Production Schedule (MPS), considering fabrication timelines and budget constraints. Manufacturing processes such as sheet forming and welding are used to determine production lead times. Data analysis compares the Lot-for-Lot (LFL) and Economic Order Quantity (EOQ) lot sizing techniques. The results indicate that LFL is the most economical and feasible method due to short lead times and the absence of minimum order quantity constraints. The MRP implementation produces a structured material requirement and production schedule, enabling efficient allocation of a total material cost of Rp 5. 000,00 without overstocking or shortages of critical components. Keywords: Bill of Materials. Jig Engine Material Requirement Planning. Production Process. Production Planning Abstrak Penelitian ini berfokus pada perencanaan kebutuhan komponen dalam proyek pembuatan jig engine sebagai alat bantu praktikum perakitan engine yang dirancang dengan prioritas zero-accident dan efisiensi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis serta merencanakan kebutuhan material dan komponen pendukung secara efisien melalui penerapan metode Material Requirement Planning (MRP) guna meminimalkan biaya produksi dan mencegah keterlambatan akibat ketidaktersediaan komponen. Metode MRP diterapkan dengan menganalisis Bill of Materials (BOM) yang berasal dari desain jig, yang mencakup komponen utama seperti rangka hollow, plat besi, pipa pejal, bearing pillow block, serta komponen dari pemasok seperti engsel dan baut. Perencanaan kebutuhan komponen disusun berdasarkan Master Production Schedule (MPS) yang mengacu pada jadwal fabrikasi dan keterbatasan anggaran. Proses manufaktur yang teridentifikasi, seperti sheet forming dan welding, digunakan sebagai dasar penentuan lead time produksi. Pengolahan data dilakukan melalui observasi dengan membandingkan teknik lot sizing Lot for Lot (LFL) dan Economic Order Quantity (EOQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik LFL merupakan metode yang paling ekonomis dan layak diterapkan karena lead time yang singkat serta tidak adanya ketentuan jumlah pemesanan minimum dari Penerapan MRP menghasilkan rencana kebutuhan material dan jadwal produksi yang terstruktur, sehingga total biaya material sebesar Rp5. 000,00 dapat dialokasikan secara efektif tanpa terjadi kelebihan persediaan maupun kekurangan komponen kritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi perencanaan material dalam proyek fabrikasi alat pendidikan untuk menjamin kelancaran produksi, pengendalian biaya, serta pencapaian fungsi alat yang aman dan efektif. Kata kunci: Bill of Materials. Jig Engine Material Requirement Planning. Proses Produksi. Perencanaan Produksi Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Pendahuluan Pada lingkungan pendidikan vokasi, khususnya di bidang teknik mesin dan manufaktur, praktikum perakitan mesin memegang peran krusial untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri . Jig dan fixture merupakan alat bantu dalam proses pemesinan yang dirancang untuk menghasilkan part yang presisi dan konsisten . Kedua alat ini dibuat menyesuaikan dengan bentuk komponen serta jenis proses pemesinan yang akan dilakukan . Namun, pelaksanaannya seringkali dihadapkan pada tantangan operasional, seperti risiko kecelakaan kerja akibat penanganan . komponen engine yang berat dan prosedur perakitan yang kompleks. Pengembangan alat bantu praktikum berupa jig engine yang inovatif menjadi suatu solusi yang strategis. Alat bantu yang dinamai EduJig Assist ini dirancang dengan fitur rotasi 360A dan prinsip zero-accident untuk menstabilkan engine sepeda motor berbobot 22 kg, sehingga dapat meminimalkan risiko cedera dan meningkatkan efisiensi waktu Keberhasilan implementasi proyek fabrikasi alat semacam ini sangat bergantung pada efisiensi manajemen material dan komponen, meskipun aspek fungsional dan keselamatan dari desain jig telah melalui proses perancangan dan simulasi yang komprehensif. Tanpa perencanaan yang tepat, risiko keterlambatan pengadaan komponen, kelebihan stok, atau bahkan kekurangan material dapat menghambat proses produksi dan meningkatkan biaya . Dalam konteks tersebut. Material Requirement Planning (MRP) hadir sebagai metode perencanaan kebutuhan material yang efektif dalam lingkungan manufaktur . MRP memungkinkan perhitungan kebutuhan material berdasarkan struktur produk (Bill of Materials/BOM), jadwal produksi, dan lead time pengadaan, sehingga setiap komponen tersedia tepat waktu dan sesuai jumlah . Penerapan MRP tidak hanya relevan dalam industri skala besar, tetapi juga dalam proyek-proyek rekayasa pendidikan yang memerlukan presisi, efisiensi biaya, dan ketersediaan material yang terkendali. Material Requirement Planning (MRP) merupakan suatu sistem perencanaan dan pengendalian inventory yang berbasis pada jadwal induk produksi (Master Production Schedule/MPS) dan struktur produk (Bill of Material/BOM) . Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode MRP dalam perencanaan kebutuhan komponen untuk pembuatan Edu-Jig Assist. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat dihasilkan rencana pengadaan material yang optimal, meminimalkan pemborosan, serta mendukung realisasi alat bantu praktikum yang aman, ekonomis, dan sesuai dengan kapasitas laboratorium pendidikan. Hasil penerapan MRP juga memberikan gambaran konkret tentang integrasi prinsip manajemen produksi dalam konteks pembelajaran teknik, sehingga memperkaya dimensi praktis mata kuliah seperti Pemilihan Bahan dan Proses. Selanjutnya, metode Lot-for-Lot (LFL) dipilih sebagai teknik penentuan batch karena prinsipnya yang selaras dengan filosofi MRP untuk memenuhi dependent demand . Metode ini memesan material dalam jumlah yang tepat sesuai dengan jadwal kebutuhan produksi, sehingga secara efektif meminimalkan risiko kelebihan persediaan dan biaya penyimpanan . Sedangkan metode Economic Order Quantity (EOQ) bertujuan untuk menemukan titik optimal kuantitas pembelian yang dapat menekan biaya persediaan secara keseluruhan. Perhitungannya dilakukan dengan mempertimbangkan komponen biaya pemesanan dan biaya penyimpanan untuk menghasilkan ukuran pesanan yang paling ekonomis . Dalam konteks perencanaan kebutuhan material, penelitian sebelumnya yang mengangkat studi kasus produk kipas angin portable menerapkan metode Period Order Quantity (POQ). Hasil implementasi metode tersebut berhasil menetapkan kuantitas pemesanan paling efisien pada 652 unit yang harus dipesan sebanyak 2 kali dalam satu periode . Penelitian yang dilakukan pada PT XYZ juga menunjukkan bahwa strategi pengendalian persediaan dengan pendekatan MRP lot sizing (EOQ dan POQ) menghasilkan kinerja yang optimal. Bukti dari optimalisasi ini adalah terciptanya penghematan biaya sebesar 76,7%, di mana biaya total persediaan pada Skenario TIC 1 hanya sebesar Rp24,295,061,491 . Adapun penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kombinasi metode Period Order Quantity (POQ) untuk tulangan, bekisting, scaffolding dan Lot For Lot (LFL) untuk minipile menghasilkan biaya material yang paling optimum . Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk merumuskan suatu model perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku yang efektif dan efisien, sehingga dapat mengoptimalkan keseluruhan sistem produksi yang sedang berjalan. Lebih lanjut, studi ini secara khusus bertujuan untuk Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 mengidentifikasi dan menganalisis teknik pengelompokan pesanan . yang paling optimal dan Penerapan teknik lotting ini diharapkan mampu menciptakan mekanisme pengendalian dan penyediaan bahan baku yang efektif serta efisien, yang pada akhirnya akan meminimalkan biaya total persediaan yang menjadi target utama. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berfokus pada analisis data numerik terukur. Data sekunder yang digunakan meliputi permintaan produk, bill of material (BOM), biaya bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan lead time komponen Jig Engine. Seluruh data tersebut diolah dan dianalisis dengan menerapkan teknik Lot Sizing dan Economic Order Quantity (EOQ). Tujuan utama dari penerapan metodologi ini adalah untuk menentukan biaya optimal dari proses pembuatan produk Jig Engine. Agar lebih sistematis, tahapan penelitian ini divisualisasikan secara rinci dalam sebuah diagram alir yang ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1 Diagram Alir Penelitian Studi Lapangan: Kegiatan pengumpulan data langsung di lokasi penelitian untuk memahami kondisi Observasi: Metode pengumpulan data dengan mengamati secara langsung objek atau proses di lingkungan penelitian. Studi Literatur: Proses pencarian dan kajian terhadap sumber-sumber tertulis untuk membangun landasan teori. Rumusan Masalah: Pernyataan yang mengidentifikasi dan membatasi permasalahan inti yang akan Tujuan Penelitian: Pernyataan tentang hasil atau kontribusi yang ingin dicapai melalui pelaksanaan penelitian. Pengumpulan Data: Proses sistematis dalam memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab rumusan masalah. Peramalan: Memprediksi permintaan produk untuk menentukan kebutuhan material dan sumber daya. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Pengolahan Data: Serangkaian kegiatan untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang siap dianalisis. MRP (Material Requirement Plannin. : Sistem perencanaan dan pengendalian kebutuhan material berdasarkan jadwal produksi. Metode LFL (Lot-for-Lo. : Teknik pengadaan material dimana kuantitas pesanan disesuaikan tepat dengan kebutuhan per periode. Metode EOQ (Economic Order Quantit. : Teknik untuk menentukan jumlah pesanan optimal yang meminimalkan total biaya persediaan. Hasil Pengolahan Data: Temuan dan output analisis yang diperoleh setelah data diolah. Kesimpulan dan Saran: Ringkasan akhir temuan penelitian dan rekomendasi yang diajukan untuk perbaikan atau penelitian lanjutan. Selesai: Tahap akhir dimana seluruh proses penelitian telah diselesaikan dan laporan telah Hasil dan Pembahasan Bill Of Material (BOM) Gambar 2 Produk Jig Engine Gambar 3 Bill of Material Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Jadwal Induk Produksi Jadwal Induk Produksi (JIP) disusun secara hipotetis untuk periode 6 minggu dengan merencanakan volume produk jadi berdasarkan data permintaan dan kapasitas produksi harian sebesar 200 unit. Tabel 1 MPS Periode Forecast Actual Demand Project Available Balance Available to Promise Master Schedule Planned Order Planned Order Release Past Due Berdasarkan data yang diberikan, perencanaan untuk item Engine dirancang dengan parameter sebagai Waktu tunggu atau lead time yang diperlukan adalah 1 periode. Kuantitas pesanan ditetapkan berdasarkan Period Order Quantity (POQ) dengan aturan 2 Periode Net Requirement, yang berarti jumlah yang dipesan mencakup kebutuhan bersih untuk dua periode ke depan. Sebagai cadangan pengaman, ditetapkan safety stock sebesar 20 unit. Dari aspek biaya, setiap kali dilakukan pemesanan dikenakan biaya sebesar Rp 000 per pesanan, sedangkan untuk menyimpan persediaan dikenakan biaya penyimpanan sebesar Rp 000 per unit per minggu. Analisis Perhitungan dengan Metode MRP Perhitungan MRP menggunakan teknik Lot-for-Lot (LFL) dan perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) untuk komponen-komponen utama Jig Engine selama horizon 6 minggu. Tujuannya untuk membandingkan total biaya persediaan . iaya pemesanan biaya penyimpana. dan merekomendasikan teknik lotting yang paling ekonomis. Tabel di bawah menampilkan ringkasan total permintaan, jumlah pesanan dengan LFL, biaya pemesanan LFL, biaya penyimpanan LFL, total biaya LFL, nilai EOQ, estimasi jumlah pesanan EOQ, dan estimasi biaya untuk metode EOQ. Tabel 2 Perhitungan Lot For Lot Periode Kebutuhan Kotor Jadwal Penerimaan Persediaan di Tangan Kebutuhan Bersih Rencana Terima Pesanan Rencana Pemesanan Past Due Perhitungan Biaya Pemesanan Jumlah pesanan = 6 kali . etiap period. Biaya per pesanan = Rp 100. Total Biaya Pemesanan = 6 y Rp 100. 000 = Rp 600. Perhitungan Biaya Penyimpanan Persediaan akhir periode 1 = 100 unit Persediaan akhir periode 2-6 = 0 unit Total unit yang disimpan = 100 unit Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Biaya penyimpanan per unit = Rp 10. Total Biaya Penyimpanan = 100 y Rp 10. 000 = Rp 1. Total Biaya Persediaan Total Cost = Biaya Pemesanan Biaya Penyimpanan Total Cost = Rp 600. 000 Rp 1. 000 = Rp 1. Dengan metode Lot-for-Lot selama 6 periode, total biaya persediaan yang dikeluarkan adalah Rp 1. Berdasarkan data yang diberikan, berikut adalah perhitungan EOQ dan tabel perencanaan persediaannya: Perhitungan Nilai EOQ Total Kebutuhan (D) = 200 y 6 = 1. 200 unit Biaya Pemesanan (S) = Rp 100. 000,00 Biaya Penyimpanan (H) = Rp 10. 000,00 per unit per periode EOQ = Oo EOQ = Oo 2yaycI ya 2 y 1. 200 yycIycy 100. 000,00 ycIycy 10. 000,00 EOQ = Oo EOQ = Oo24. EOQ = 154,92 unit OO 155 unit Tabel 3 Perhitungan EOQ Periode Kebutuhan Kotor Jadwal Penerimaan Persediaan di Tangan Kebutuhan Bersih Rencana Terima Pesanan Rencana Pemesanan Past Due Total Biaya Pemesanan = 6 y Rp 100. 000 = Rp 600. Total unit yang disimpan = 100 47 43 39 35 31 = 295 unit Biaya penyimpanan per unit = Rp 10. Total Biaya Penyimpanan = 295 y Rp 10. 000 = Rp 2. Total Biaya Persediaan Total Cost = Biaya Pemesanan Biaya Penyimpanan Total Cost = Rp 600. 000 Rp 2. 000 = Rp 3. Tabel 4 Perbandingan dengan Metode LFL Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Metode LFL EOQ Biaya Pemesanan Rp 600. 000,00 Rp 600. 000,00 Biaya Penyimpanan Rp 1. 000,00 Rp 2. 000,00 Total Biaya Rp 1. 000,00 Rp 3. 000,00 Berdasarkan perhitungan ini, metode LFL lebih efisien dengan total biaya Rp1. 000 dibandingkan EOQ yang mencapai Rp 3. Hal ini disebabkan EOQ menghasilkan persediaan yang terlalu tinggi sehingga biaya penyimpanan menjadi sangat besar. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Material Requirement Planning (MRP) berhasil menciptakan perencanaan kebutuhan material yang terstruktur dan efektif untuk pembuatan Jig Engine. Dari dua teknik lot sizing yang dianalisis, metode Lot-for-Lot (LFL) terbukti lebih ekonomis dengan total biaya persediaan sebesar Rp 1. 000 dibandingkan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) yang menghasilkan total biaya sebesar Rp 3. Tingginya biaya pada EOQ terutama disebabkan oleh menumpuknya persediaan sehingga biaya penyimpanan membengkak. Pemilihan LFL juga didukung oleh karakteristik proyek yang memiliki lead time pendek dan tidak ada ketentuan lot minimum dari pemasok. Dengan demikian, implementasi MRP dengan teknik LFL tidak hanya memastikan ketersediaan material yang tepat waktu tetapi juga mengoptimalkan pengendalian biaya, sehingga proyek fabrikasi alat pendidikan ini dapat berjalan lancar tanpa terjadi overstock ataupun kekurangan komponen kritis. Daftar Rujukan . Sudjimat. Mencetak Sdm Terampil Dan Berkarakter Melalui Implementasi Model Ipjbl Pada Pendidikan Vokasi Di Era Industri 4. Azri. Heryana. Kamal. Zainuri. , & Sofyan. Optimization Of Machinery Fixture Design The Main Components Of Sling Bearings Use A Pneumatic System. Jurnal Teknologika, 13. , 121Ae Purbaningrum. Muttaqin. Sumasto. , & Solih. Perancangan Jig Machining Untuk Perbaikan Electroda St-03. Jurnal Serambi Engineering, 9. , 8575Ae8581. Sholeh. , & Fauziyah. Pengadaan Material Proyek Engineering Procurement Construction. Pustaka