CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. com/index. php/caradde Volume 8 | Nomor 2 | Desember . 5 e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961 DOI: https://doi. org/10. 31960/caradde. Peningkatan Keterampilan dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal Pada Ibu Balita Puji Lestari1*. Fatimah Azzahra Mutmainah2. Nur Kiki Patmawati3. Ali Imron4 Kata Kunci: Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pangan Lokal. Balita. Keywords: Supplementary feeding (PMT). Local food. Toddlers. Corespondensi Author Program Studi Gizi. Fakultas Psikologi dan Kesehatan. Universitas Islam Negeri Walisongo Jl. Walisongo No. Tambakaji. Kec. Ngaliyan. Kota Semarang. Jawa Tengah 50185 Email: p. lestari@walisongo. Article History Received: 02-02-2025. Reviewed: 21-06-2025. Accepted: 17-10-2025. Available Online: 15-12-2025. Published: 28-12-2025. Abstrak. Pemberian makanan yang bervariasi dan jumlah asupan kalori yang sesuai akan menghasilkan status gizi baik pada balita. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu balita dalam memanfaatkan pangan lokal menjadi berbagai menu PMT untuk menangani masalah gizi di Desa Gondang. Metode yang digunakan yaitu metode Community Based Research (CBR) dengan melibatkan 50 peserta ibu balita yang dipilih secara random sampling dari setiap posyandu di dusun Desa Gondang. Data diperoleh melalui observasi langsung saat kegiatan pengabdian yang kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50 ibu mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan. Menu PMT brownis alpukat, pudding alpukat dan bakpia kukus alpukat hingga menu dimsum lele dan nugget lele merupakan menu kreatif ibu balita Desa Gondang pada pelaksanaan demo masak dan gebyar kreasi yang mudah Pengembangan pengetahuan dan keterampilan melalui penyuluhan PMT, demo masak dan gebyar kreasi dapat meningkatkan keterampilan ibu balita dalam membuat menu PMT berbahan dasar pangan lokal Desa Gondang. Abstract. Providing a varied diet and appropriate calorie intake will result in good nutritional status in toddlers. This community service program aims to improve the skills of toddler mothers in utilizing local foods to create various PMT menus to address nutritional issues in Gondang Village. The Community-Based Research (CBR) method was used, involving 50 toddler mothers selected through random sampling from each integrated health post (Posyand. in Gondang Village. Data was obtained through direct observation during the community service activity and then analyzed qualitatively using a thematic approach. The results showed that 50 mothers experienced increased knowledge after the counseling. The PMT menus, including avocado brownies, avocado pudding, and steamed avocado bakpia, as well as catfish dim sum and catfish nuggets, were creative menus created by toddler Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 mothers in Gondang Village during the cooking demonstration and creative event, which were easy to Developing knowledge and skills through PMT counseling, cooking demonstrations, and creative events can improve the skills of toddler mothers in creating PMT menus based on local foods from Gondang Village. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. @2025 by Author Riskesdas, 2. Sedangkan di Desa Gondang, prevalensi balita berstatus gizi menurut BB/U sebesar 3% berat badan kurang, menurut TB/U 6% stunting. 22,72% tubuh pendek, dan menurut BB/TB 1,5% gizi Mempunyai status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai amanat prioritas nasional. Balita termasuk ke dalam kelompok rentan gizi yang memerlukan perhatian khusus karena jika mengalami kekurangan gizi akan berdampak jangka Pengabdian berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Puji Lestari. Nurul Hidayati, dan Melya Ummunnisa dari Universitas Islam Negeri Walisongo yang menganalisis perbedaan pola makan dan status gizi pada balita di wilayah pesisir dan pegunungan. Hasil penelitian menunjukkan status gizi berdasarkan tinggi badan untuk usia (TB/U) memiliki perbedaan yang signifikan yakni balita di Desa Gondang sebagai wilayah pegunungan cenderung lebih Perbedaan pola makan dan status gizi dipengaruhi oleh kondisi geografis dan pendidikan orang tua (Lestari et al. , 2. Pemberian makan yang tepat, kebutuhan gizi balita akan tercukupi dan status gizi menjadi baik (Refni, 2. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi yang disertai dengan edukasi gizi dan kesehatan. Menurut Sugiana. Baskoro, et , . intervensi gizi dalam pelayanan terpadu yang diberikan diantaranya yaitu konseling dan edukasi kepada Ibu yang mempunyai bayi dan balita terkait pentingnya mengonsumsi makanan bergizi pada masa PENDAHULUAN Sebagai upaya menerapkan pola gizi seimbang, setiap keluarga harus dapat permasalahan gizi yang terjadi pada anggota Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 terkait upaya perbaikan gizi melalui rutin penimbangan berat badan, pemberian ASI eksklusif pada bayi baru lahir sampai usia enam bulan, keanekaragaman menu makanan, penggunaan garam beryodium dan pemberian suplemen gizi sesuai yang dianjurkan petugas kesehatan (Permenkes RI, 2. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan salah satu upaya yang gencar dilaksanakan untuk menangani masalah gizi dan pemberian kepada sasarannya harus dilakukan dengan benar sesuai rekomendasi peraturan. Makanan Tambahan Balita merupakan suplementasi gizi berupa biskuit sebagai makanan tambahan yang diformulasi khusus kaya vitamin dan mineral untuk diberikan kepada bayi dan balita dengan kategori kurus usia 6-59 bulan. Adapun bayi dan balita yang berusia 6-24 bulan, penggunaan makanan tambahan ini bersamaan dengan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) (Kemenkes RI, 2. Permasalahan gizi akan berdampak buruk jika tidak ditangani secara optimal. Gizi kurang dan gizi buruk merupakan kelompok status gizi berdasarkan indeks berat badan menurut umur BB/U (Putri, 2. Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2018 prevalensi balita di Kabupaten Kendal yang mengalami gizi buruk sebesar 1,86% dan 11,62% gizi kurang (Tim Lestari, et al. Peningkatan Keterampilan dalam Pemberian. pertumbuhan dan perkembangan balita. Adapun data riset terkait pengetahuan gizi ibu 12,1% memiliki pengetahuan kurang, 9,1% orangtua pola asuh permisif dan 65,2% pola asuh otoriter. Akses makanan bergizi pada balita juga dapat dipengaruhi secara tidak langsung oleh akses layanan kesehatan yang sulit dan kondisi sosial ekonomi. Hal ini terlihat dari data tingkat kecukupan energi balita 1,5% defisit. 7,6% energi kurang. 1,5% protein kurang. 10,6% defisit lemak. 6,1% lemak kurang. 19,7% defisit karbohdirat dan 10,6% memiliki kecukupan karbohidrat kurang (Lestari et al. , 2. Pemberian berbahan dasar pangan lokal Desa Gondang dan edukasi kepada ibu dapat menjadi salah memperbaiki masalah gizi balita serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu balita terkait masalah gizi yang terjadi. PMT yang diberikan oleh pihak puskesmas belum memperlihatkan hasil yang signifikan. Sehingga, dengan didukung data pengetahuan gizi ibu, pola asuh, pola makan serta prevalensi status gizi, perlu adanya edukasi dan pelatihan keterampilan dalam pengolahan makanan tambahan berbasis pangan lokal pada ibu balita di Desa Gondang Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian juga melibatkan beberapa pihak terkait yaitu ibu balita sebagai sasaran utama kegiatan pelatihan, kader posyandu sebagai pendukung pelaksanaan program, ibu kepala desa sebagai role model dalam pelatihan dan bidan desa agar ikut serta dalam pelatihan. Pengabdian dilaksanakan pada bulan Juli-September 2024 perwakilan ibu balita dari setiap posyandu di dusun Desa Gondang yang dipilih dengan teknik random sampling. Adapun serangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu penyuluhan, demo masak dan gebyar kreasi menu PMT berbasis pangan lokal. Data diperoleh melalui observasi langsung saat kegiatan pengabdian ini yang kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan tematik, untuk memahami keterampilan ibu balita terkait pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat berbasis program studi terkait peningkatan keterampilan ibu balita dalam pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dilaksanakan secara terpusat di Aula Desa Gondang. Kecamatan Limbangan. Kendal dan dihadiri oleh 50 peserta dari setiap dusun dengan rincian sebagai berikut : METODE Metode Community Based Research (CBR) dipilih sebagai pendekatan utama pada penelitian ini yaitu pola kolaborasi antara komunitas dengan dunia pendidikan tinggi yang didasarkan dari hasil penelitian untuk mendukung gerakan sosial dan mencapai keadilan sosial (Susilawaty et al. , 2. Metode ini dianggap relevan karena berdasar sebelumnya yaitu Lestari et al. , . Community Based Research (CBR) melibatkan masyarakat tidak hanya sekadar objek, tetapi secara aktif sebagai mitra dalam seluruh proses penelitian dan pengabdian, sehingga tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang yang Pada pengabdian ini, mahasiswa dan dosen berkolaborasi dengan Posyandu untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian dan Tabel 1. Peserta Kegiatan Dusun Gondang Beku Nambangan Penggik Total Jumlah Peserta kegiatan merupakan ibu balita Desa Gondang yang mayoritas berusia 31-40 tahun yaitu 23 orang . %) dengan pendidikan terakhir SMP sebanyak 19 orang . %). Adapun balita mayoritas berusia 36 - 47 bulan yaitu 14 balita . %). Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 dalam kehidupan sehari-hari (Ilyas & Putri. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya ibu balita mengenai pentingnya gizi seimbang dan memanfaatkan pangan lokal yang kaya nutrisi sebagai bahan utama dalam penyediaan makanan tambahan. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi tanpa harus bergantung pada makanan impor yang harganya lebih mahal Pada pengabdian ini, penyuluhan gizi terkait Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan kegiatan yang pertama dilakukan dari serangkaian kegiatan lainnya yaitu pada hari Kamis, 19 September 2024. Materi disampaikan oleh Elviana Agustin S. Gz sebagai ahli gizi yang memberikan pemahaman mendalam tentang Pemberian Makan Tambahan (PMT) dengan memanfaatkan bahan dasar pangan lokal seperti alpukat dan ikan lele untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang balita. Selain itu, ibu-ibu juga dibekali pengetahuan mengenai bagaimana membuat menu PMT yang sesuai dengan usia dan kebutuhan gizi anak-anak mereka. Selanjutnya, pada kegiatan ini dilakukan juga pre-test, post-test dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Terdapat dua peserta yang bertanya terkait materi yang disampaikan dan permasalahan lain yang berhubungan dengan kesehatan balita. Tabel 2. Karakteristik Peserta Kegiatan Karakteristik Usia Ibu 21-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun Total Pendidikan Ibu SMP SMA/SMK Total Usia Balita 6-11 bulan 12 - 23 bulan 24 -35 bulan 36 - 47 bulan 48 - 59 bulan 60 bulan Total Jumlah (%) . Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal Pelaksanaan penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu strategi penting dalam aspek promotif untuk meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki perilaku sasaran serta dapat menerapkan perilaku sehat Gambar 1. Penyuluhan. Pelaksanaan Pre-test dan Post-test Pre-test dan post-test merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengukur pengetahuan awal dan akhir ibu balita dalam Rumus Lestari, et al. Peningkatan Keterampilan dalam Pemberian. digunakan untuk mengukur presentase dari jawaban yang didapat dari kuesioner dihitung berdasarkan Arikunto S, . yaitu Presentase = Jumlah nilai yang benar jumlah soal x 100%. Adapun tingkat pengetahuan tingkatan yang didasarkan pada nilai persentase yaitu sebagai berikut. pengetahuan ibu yang terkategori baik menjadi 41 ibu balita, kategori pengetahuan cukup sebanyak 9 ibu dan tidak ada ibu balita yang terkategori pengetahuan kurang. Adapun rekapitulasi hasil pre-test dan post-test yang telah dilaksanakan oleh ibu balita peserta pengabdian masyarakat ini disajikan pada Gambar 2. Dengan adanya penyuluhan yang didukung dengan booklet PMT lokal sebagai media cetak, masyarakat mendapatkan informasi yang lebih terstruktur mengenai pentingnya pangan lokal sebagai sumber gizi yang berkualitas. Booklet tersebut menjadi referensi yang mudah diakses dan dipahami, sehingga masyarakat, terutama ibu-ibu, dapat lebih memahami bagaimana menyusun menu yang bergizi dengan bahan-bahan lokal yang mudah didapat. Selain itu, penyuluhan juga dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemberian makanan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak-anak, terutama pada masa Tabel 3. Kategori Tingkat Pengetahuan Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Skor Nilai Ou 76-100 %. 60Ae75 %. O 60 %. Berdasarkan pengisian kuesioner, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah dilaksanakannya Pada pre-test terdapat 19 ibu balita memiliki kategori pengetahuan baik, 20 ibu balita kategori pengetahuan cukup dan 11 ibu balita berpengetahuan kurang. Setelah Gambar 2. Rekapitulasi Pre-test dan Post-test Pangan lokal, seperti ubi, jagung, tempe, dan sayuran hijau, merupakan sumber nutrisi yang baik karena kaya akan kandungan gizi esensial, mudah diakses, dan lebih ekonomis (Suharjo, 2. PMT berbasis pangan lokal juga selaras dengan teori ketahanan pangan yang menekankan pentingnya ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi Demo Masak Menu PMT berbasis pangan Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal didasari oleh teori gizi seimbang dan konsep ketahanan pangan lokal. Menurut teori gizi seimbang, tubuh memerlukan asupan yang lengkap dan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 penelitian Kusumasari et al. , . yang menyatakan bahwa pelatihan pembuatan PMT menu lokal efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam memberikan PMT pada balita yang mengalami masalah gizi. Menu PMT yang didemonstrasikan pada pengabdian ini merupakan menu olahan berbahan dasar pangan lokal yang menjadi potensi Desa Gondang antara lain yaitu ikan lele dan alpukat. Ikan lele merupakan salah satu bahan pangan kaya protein yang memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita terutama yang mengalami masalah gizi terutama kandungan zat besi, asam folat dan Sedangkan buah alpukat merupakan salah satu pangan lokal kaya zat gizi yang lebih dari setengah kandungan lemak total buah alpukat tersedia dalam bentuk asam oleat yakni jenis asam lemak tak jenuh tunggal yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan otak (Ernawati & Sari, 2. Para ibu berpartisipasi aktif dan menyaksikan secara langsung bagaimana mengolah alpukat dan ikan lele menjadi hidangan bergizi seperti pudding alpukat dan nugget lele. berkelanjutan (Food and Agriculture Organization (FAO), 2. Studi dari Suyatno . menunjukkan bahwa PMT berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil di beberapa wilayah Indonesia, serta memperkuat ketahanan pangan lokal. Pendekatan pemanfaatan potensi sumber daya lokal dan pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan Pada pengabdian, setelah penyampaian materi pada penyuluhan dilanjutkan dengan demo masak yang menampilkan cara inovatif dalam mengolah bahan-bahan pangan lokal menjadi makanan tambahan yang bergizi dan menarik bagi balita. Demo masak berperan sebagai media edukasi gizi untuk meningkatkan kreativitas dan pengetahuan masyarakat dikarenakan kegiatan ini akan mengenalkan kepada ibu balita terkait inovasi pembuatan jenis PMT baru dan cara pangan lokal yang mengandung zat gizi tinggi sehingga ibu memiliki kesempatan untuk dapat menerapkannya di rumah masing-masing. Hal ini sesuai dengan Gambar 3. Pelaksanaan Demo Masak oleh Tim Pengabdian Demo masak menu PMT berbasis pangan lokal memberikan keterampilan praktis kepada peserta mengenai cara mengolah bahan makanan lokal menjadi hidangan yang menarik dan bernilai gizi Keterampilan ini penting untuk mendorong masyarakat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di daerah mereka. Demo Lestari, et al. Peningkatan Keterampilan dalam Pemberian. ini tidak hanya berfokus pada nilai gizi tetapi juga pada cara memasak yang praktis dan ekonomis, sehingga mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dengan mempromosikan pangan lokal melalui kegiatan ini, terjadi peningkatan penggunaan produk-produk pangan lokal yang dapat berdampak positif Pemanfaatan bahan lokal tidak hanya mengurangi ketergantungan pada produk impor atau bahan pangan yang tidak mudah didapat, tetapi juga mendukung ekonomi lokal dengan mendorong produksi dan konsumsi makanan dari sumber daya yang tersedia di secara mandiri dari bahan pangan lokal sekitar yang murah, dan mudah didapatkan sehingga akan mampu menambah asupan balita dan mengurangi terjadinya masalah gizi. Berdasarkan kegiatan gebyar kreasi menu PMT yang dilaksanakan menunjukkan bahwa ibu balita Desa Gondang sudah cukup terampil dalam membuat menu PMT dari bahan dasar lokal. Ibu balita menyajikan menu yang kreatif dan mudah diimplementasikan mulai dari camilan berbahan dasar alpukat yaitu brownis alpukat, pudding alpukat dan bakpia kukus alpukat hingga camilan yang dibuat dari bahan pangan ikan lele yaitu dimsum lele dan nugget lele. Melalui kegiatan gebyar kreasi, masyarakat diberikan ruang untuk berinovasi dan memperkaya menu dengan bahan-bahan lokal alpukat dan ikan lele, sehingga meningkatkan daya tarik dan variasi makanan Hal ini sesuai dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pemberian PMT berbasis pangan lokal yang dikombinasikan dengan pelatihan dan kreativitas kuliner dapat meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil, serta mendorong pemberdayaan ekonomi lokal (Suyatno, 2. Gebyar kreasi menu juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola makan seimbang dan keberlanjutan pangan lokal dalam jangka Gebyar Kreasi Menu PMT berbasis pangan lokal memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinovasi dan berkreasi dalam menyusun menu makanan tambahan yang sehat, lezat, dan menarik, terutama bagi anak-anak. Kegiatan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan variasi menu yang sesuai dengan selera lokal namun tetap memenuhi standar gizi yang dibutuhkan. Kompetisi meningkatkan motivasi masyarakat untuk terus menerapkan pola makan sehat berbasis pangan lokal. Salah satu outcome dan impact utama dari program PMT berbasis pangan lokal adalah peningkatan status gizi anak-anak, terutama di daerah yang memiliki angka gizi buruk atau kurang gizi. Dengan pemberian makanan tambahan yang sehat dan bergizi, diharapkan dapat mengurangi prevalensi malnutrisi pada anak-anak. Peningkatan konsumsi pangan lokal yang bergizi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan anak yang lebih optimal (Asmi & Alamsah, 2. Gebyar Kreasi Menu PMT Lokal Gebyar kreasi menu PMT berbasis pangan lokal merupakan salah satu inovasi strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang melalui pemanfaatan pangan lokal. Gebyar kreasi menu PMT memfasilitasi perubahan perilaku konsumsi makanan masyarakat dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, di mana masyarakat diajak untuk berkreasi membuat menu PMT menggunakan bahan pangan lokal yang tersedia. Hal ini juga sesuai dengan teori Food-Based Dietary Guidelines (FBDG) pentingnya mempromosikan pola makan sehat yang berbasis pada sumber daya pangan lokal, sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada produk pangan impor (Food and Agriculture Organization (FAO), 2. Pelaksanaan gebyar kreasi PMT menjadi kegiatan pentup pada serangkaian pengabdian ini sebagai ajang unjuk kebolehan ibu-ibu Desa Gondang dan salah satu masyarakat yang telah dilakukan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Selasa, 24 September 2024 yakni para peserta diundang untuk membuat dan membawa kreasi olahan menu PMT dengan bahan pangan lokal yang telah dipelajari selama kegiatan. Ibu-ibu secara berkelompok memamerkan hasil kreasi mereka, yang dinilai berdasarkan tampilan, rasa dan pemanfaatan pangan lokal. Adapun peserta sebanyak 50 orang ibu balita dibagi menjadi 5 kelompok sehingga setiap kelompok terdiri dari 10 orang ibu balita. Kegiatan ini dapat melatih ibu untuk mengolah menu PMT Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 Selain itu, program-program seperti ini pemerintah, kelompok masyarakat, dan sektor swasta dalam mempromosikan kesehatan dan Semua pihak yang terlibat, mulai dari penyusun booklet hingga pelaksanaan gebyar meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui intervensi berbasis pangan lokal. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan dapat memberikan dampak jangka panjang pada peningkatan pola makan masyarakat, pemanfaatan pangan lokal yang lebih baik, serta terciptanya kesadaran yang lebih luas mengenai pentingnya nutrisi bagi anak-anak dan keluarga. Ernawati, & Sari. Kandungan Senyawa Kimia Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mil. terhadap Bakteri Vibro Alginolyticus . Junal Kajian Veteriner, 3. , 203Ae211. Food and Agriculture Organization (FAO). Food Security and Nutrition. Ilyas. , & Putri. Efek Penyuluhan Metode Mengasah Gigi Terhadap Penurunan Indeks Plak Gigi Pada Murid Sekolah Dasar Pengaruh Penyuluhan Metode Demonstrasi Menyikat Gigi Terhadap Penurunan Nilai Plak Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Dentomaxillofacial, 11. , 91Ae95. https://doi. org/10. 15562/jdmfs. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan masyarakat yang telah dilaksanakan dapat pengetahuan dan keterampilan dilakukan sebagai upaya penanganan masalah gizi di Desa Gondang. Adapun kegiatan penyuluhan PMT, demo masak dan gebyar kreasi dapat meningkatkan keterampilan pemanfaatan pangan lokal dalam penanganan masalah gizi di Desa Gondang. Peningkatan keterampilan ibu dalam pembuatan PMT dengan memanfaatkan dikembangkan melalui kegiatan kader posyandu maupun UMKM desa untuk menciptakan menu PMT yang sehat dan tinggi kandungan gizi serta tampilan menarik sehingga meningkatkan daya minat asupan makan anak-anak dalam menangani masalah gizi yang terjadi. Kemenkes RI. Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (Balita-Ibu Hamil-Anak Sekola. Kementerian Kesehatan RI. DAFTAR RUJUKAN Permenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2014 Tentang Upaya Perbaikan Gizi. Kusumasari. Kristiningrum. & Afriyani. Efektivitas Pelatihan Pembuatan PMT Menu Lokal Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dalam Memberikan Pmt Pada Balita Dengan Gizi Kurang Di Desa Leyangan. Journal of Holistics and Health Science, 2. , 22Ae36. https://doi. org/10. 35473/jhhs. Lestari. Hidayati. , & Ummunnisa. Differences In Diet And Nutritional Status In Toddlers In Coastal And Mountainous Areas. https://doi. org/10. 26553/jikm. Arikunto S. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Putri. Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Status Gizi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bulang Kota Batam. Jurnal Bidan Komunitas, 11. , 107Ae116. https://doi. org/10. 33085/jbk. Asmi. , & Alamsah. Edukasi Pembuatan Menu PMT Berbasis Pangan Lokal pada Kader Posyandu Puskesmas Mekar Mukti. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3. , 816Ae824. https://doi. org/10. 33860/pjpm. Refni. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Status Gizi pada Balita Gizi Kurang (Usia 12-59 Bula. di Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Lestari, et al. Peningkatan Keterampilan dalam Pemberian. Pasaman Barat Tahun 2020. Universitas Perintis Indonesia. Sugiana. Baskoro. Choeron. Astuti, , & dkk. Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil. Kementerian Kesehatan RI. Suharjo. Perencanaan Pangan dan Gizi. Bumi Aksara. Susilawaty. Tasruddin. Ahmad. , & Saleda. Panduan Riset Berbasis Komunitas (Community Based Researc. Nur Khairunnisa. http://litapdimas. id/public Suyatno. Efektivitas Program PMT Berbasis Pangan Lokal Meningkatkan Status Gizi di Indonesia. Jurnal Gizi Indonesia, 15. , 123Ae130. Tim Riskesdas. Laporan Provinsi Jawa Tengah Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB).