T e r a p e ut i k J ur n a l Penerapan Massage Punggung Pada Penderita Hipertensi Untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Kepala Di Ruang Laika Waraka Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Desi Nalinda. Aluddin Dosen Program Studi D i Keperawatan AKPER PPNI Kendari Email: aluddin70@yahoo. Abstrak Hipertensi atau penyakit darah tinggi sebenarnya adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Hipertensi sering kali disebut sebagai pembunuh gelap (Silent Kille. , karena termasuk penyakit yang mematikan tanpa disertai dengan gejalagejalanya lebih dahulu sebagai peringatan bagi korbannya. Tujuan studi kasus ini penerapan teknik massage punggung pada penderita hipertensi untuk mengurangi intensitas nyeri kepala di Ruang Laika Waraka Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Desain studi kasus deskriptif menggunakan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil studi kasus yang dilakukan oleh peneliti pada Penderita hipertensi di Ruang Laika Waraka Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara dengan subyek studi kasus yang di teliti sebanyak 2 orang responden didapatkan hasil adanya penurunan tingkat nyeri kepala pada pasien hipertensi sesudah di berikan massage punggung. Subjek I sebelum di berikan massage punggung skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2 sesudah diberikan massage punggung dalam waktu 4 hari. Subjek II sebelum di berikan massage punggung skala nyeri 7 menjadi skala nyeri 2 sesudah diberikan massage punggung dalam waktu 4 hari. Kesimpulan jika massage punggung mampu mempengaruhi perubahan skala nyeri kepala pada penderita hipertensi dengan tetap mempertahankan massage punngung dalam memenuhi kebutuhan kenyamanan . asa nyer. Kata Kunci : Massage Punggung. Nyeri. Hipertensi Abstract Hypertension or high blood pressure is actually a disorder of the blood vessels that results in the supply of oxygen and nutrients, which are carried by blood blocked to the body tissues that need it. Hypertension is often referred to as a dark killer (Silent Kille. , because it includes a deadly disease without accompanied by symptoms in advance as a warning to the The purpose of this case study is the application of back massage techniques for hypertensive patients to reduce the intensity of headache in the Laika Waraka Room of Bahteramas Hospital in Southeast Sulawesi Province. Descriptive case study design uses a case study approach. Based on the results of a case study conducted by researchers in patients with hypertension in the Laika Waraka Room of Bahteramas Hospital in Southeast Sulawesi Province with 2 case study subjects examined, there were 2 respondents who obtained the results of a decrease in headache in hypertensive patients after being given back massage. Subject I before giving a back massage of the pain scale 6 to a pain scale 2 after being given back massage within 4 days. Subject II before being given a massage back pain scale 7 to a pain scale 2 after being given back massage within 4 days. Conclusion if back massage is able to influence the scale changes in headache in hypertensive patients while maintaining a permanent massage in meeting comfort needs . Keywords : Back Massage. Pain. Hypertension PENDAHULUAN Guna mencegah dampak yang lebih buruk dari hipertensi maka harus dilakukan tindakan pencegahan dan pengobatan agar dapat mengendalikan tekanan darah. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah. Menurut Kowalski . dapat dilakukan dengan terapi farmakologi yang biasanya diberikan dengan obat-obatan dan terapi non farmakologi yaitu terapi herbal, perubahan gaya hidup, kepatuhan dalam pengobatan, pengendalian stres dan terapi relaksasi (Kowalski, 2. 29 | V o l . I I I / N o . 2 / D e s e m b e r 2 0 1 7 T e r a p e ut i k J ur n a l Indonesia merupakan contoh negara berkembang dengan prevalensi penderita hipertensi yang tinggi. Rata-rata prevalensi penderita hipertensi di seluruh Indonesia sebesar 31,7%. Diperkirakan di tahun 2025 persentase penderita hipertensi meningkat sebesar 24% pada negara maju dan 80% pada negara berkembang (RISKESDAS, 2. Seseorang dikatakan hipertensi ditandai dengan tekanan darah >140/90 mmHg pada berbagai kondisi pasien. Pengobatan hipertensi juga bertujuan mendapatkan tekanan darah dalam rentang yang normal, yaitu O140/90 mmHg pada berbagai kondisi pasien. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Freddy Dwi Saputro . tentang pengaruh pemberian massage punggung terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi didapatkan bahwa hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara pemberian terapi massage punggung terhadap penurunan tekanan darah. Terlihat dari nilai p value sebesar 0,000 . <0,. Relaksasi merupakan tindakan yang harus dilakukan pada setiap terapi antihipertensi. Apabila tekanan darah terlalu tinggi, pembuluh darah yang relaks akan terjadi vasodilatasi pembuluh darah sehingga akan menyebabkan tekanan darah turun dan kembali normal. Untuk membuat tubuh menjadi rileks dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti terapi musik klasik, yoga, tehnik nafas dalam, dan terapi massage (Muttaqin, 2. Berdasar beberapa riset menunjukkan massage punggung memiliki kemampuan untuk menghasilkan respon relaksasi. Gosokan punggung sederhana selama 3-5 menit dapat meningkatkan kenyamanan dan relaksasi, serta memiliki efek positif pada parameter kardiovaskuler seperti tekanan darah, frekuensi denyut jantung, dan frekuensi pernafasan. Massase punggung bermanfaat melancarkan peredaran darah. Kelebihan massage punggung daripada terapi lain adalah dengan massage punggung selama 3-5 menit dapat memberikan efek relaksasi pada tubuh, selain itu massage punggung juga dapat merangsang pengeluaran hormon endhorpin, hormon ini dapat memberikan efek tenang pada pasien dan terjadi vasodilatasi pada pembuluh darah sehingga pembuluh darah pun menjadi rileks dan akan terjadi penurunan tekanan darah (Kozier, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2018 di Ruang Laika Waraka Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Subyek studi kasus ini yaitu 2 orang pasien yang menderita penyakit hipertensi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengobservasi terhadap tingkat nyeri penderita hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan teknik massage punggung dengan menggunakan skala VAS (Visual Analogue Scal. HASIL PENELITIAN Hasil Pengkajian Awal Tingkat Nyeri Pada Penderita Hipertensi Berdasarkan tahapan proses keperawatan, maka langkah pertama yang harus dilakukan massage punggung pada penderita hipertensi adalah pengkajian nyeri. Hasil studi kasus pada saat pengkajian awal massage punggung, terhadap tingkat skala nyeri pada responden pertama penderita hipertensi pada hari pertama pukul 09. 30 WITA skala nyeri pre massage punggung 6. Pada hari kedua pukul 10. 00 WITA skala nyeri pre massage Pada hari ketiga pukul 09. 20 WITA skala nyeri pre massage punggung 4. Pada hari keempat pukul 09. 00 WITA skala nyeri pre massage punggung 2. Pada responden kedua untuk massage punggung pada penderita hipertensi untuk hari pertama pukul 09. 00 WITA skala nyeri pre massage punggung 7. Pada hari kedua pukul 30 WITA skala nyeri pre massage punggung 5. Pada hari ketiga pukul 10. 00 WITA skala nyeri pre massage punggung 3. Pada hari keempat pukul 09. 40 WITA skala nyeri pre massage punggung 3. 30 | V o l . I I I / N o . 2 / D e s e m b e r 2 0 1 7 T e r a p e ut i k J ur n a l Hasil Evaluasi Tingkat Nyeri Sesudah dilakukan Massage Punggung pada Penderita Hipertensi . Subjek I Tabel 4. Evaluasi Tingkat Nyeri pada Penderita Hipertensi Sesudah dilakukan Massage Punggung Hari / Tanggal Pukul Skala Nyeri Pre Massage Punggung Pukul Skala Nyeri Post Massage Punggung Kriteria Nyeri Rabu, 18 Nyeri Sedang Juli 2018 WITA WITA Kamis, 19 Nyeri Sedang Juli 2018 WITA WITA Jumat, 20 Nyeri ringan Juli 2018 WITA WITA Sabtu, 21 Nyeri Ringan Juli 2018 WITA WITA Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa terjadi penurunan skala nyeri. Pada responden pertama untuk massage punggung pada penderita hipertensi didapatkan skala nyeri hari pertama pukul 09. 30 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 6 dan pukul 09. 55 WITA skala nyeri post massage punggung 5, dimana analisa skala nyeri Pada hari kedua pukul 10. 00 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 5 dan pukul 10. 30 WITA skala nyeri post massage punggung 4, dimana analisa skala nyeri berkurang. Pada hari ketiga pada pukul 09. 20 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 4 dan pukul 09. 45 WITA skala nyeri post massage punggung 2, dimana analisa skala nyeri berkurang. Pada hari keempat pada pukul 09. 00 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 2 dan pukul 09. 30 WITA skala nyeri post massage punggung 2, dimana analisa skala nyeri tetap. Subjek II Tabel 4. Evaluasi Tingkat Nyeri pada Penderita Hipertensi Sesudah dilakukan Massage Punggung Skala Nyeri Pre Skala Nyeri Hari / Massage Post Massage Kriteria Pukul Pukul Tanggal Nyeri Rabu, 18 Nyeri Juli 2018 WITA WITA Sedang Kamis, 19 Nyeri Juli 2018 WITA WITA Sedang Jumat, 20 Nyeri Juli 2018 WITA WITA Ringan Sabtu, 21 Nyeri Juli 2018 WITA WITA Ringan Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa terjadi penurunan skala nyeri. Pada responden kedua untuk massage punggung pada penderita hipertensi didapatkan skala nyeri hari pertama pukul 09. 00 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 7 dan 30 WITA skala nyeri post massage punggung 6, dimana analisa skala nyeri 31 | V o l . I I I / N o . 2 / D e s e m b e r 2 0 1 7 T e r a p e ut i k J ur n a l Pada hari kedua pukul 10. 30 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 5 dan pikul 11. 00 WITA skala nyeri post massage punggung 4, dimana analisa skala nyeri berkurang. Pada hari ketiga pada pukul 10. 00 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 3 dan pukul 10. 30 WITA skala nyeri post massage punggung 3, dimana analisa skala nyeri tetap. Pada hari keempat pada pukul 09. 40 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 3 dan pukul 10. 10 WITA skala nyeri post massage punggung 2, dimana analisa skala nyeri berkurang. PEMBAHASAN Hipertensi atau penyakit darah tinggi sebenarnya adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Manajemen nyeri merupakan salah satu cara yang digunakan dibidang keperawatan untuk mengatasi nyeri yang dialami oleh pasien. Untuk skala nyeri ringan dan sedang dapat dilakukan dengan menejemen nyeri . indakan mandiri Sedangkan untuk skala nyeri berat diperlukan penanganan dan juga kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik. Pada responden pertama untuk massage punggung pada penderita hipertensi didapatkan skala nyeri hari pertama pukul 09. 30 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 6 dan pukul 09. 55 WITA skala nyeri post massage punggung 5, dimana analisa skala nyeri berkurang. Pada hari kedua pukul 10. 00 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 5 dan pukul 10. 30 WITA skala nyeri post massage punggung 4, dimana analisa skala nyeri Pada hari ketiga pada pukul 09. 20 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 4 dan pukul 09. 45 WITA skala nyeri post massage punggung 2, dimana analisa skala nyeri Pada hari keempat pada pukul 09. 00 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 2 dan pukul 09. 30 WITA skala nyeri post massage punggung 2, dimana analisa skala nyeri tetap. Pada responden kedua untuk massage punggung pada penderita hipertensi didapatkan skala nyeri hari pertama pukul 09. 00 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 7 dan 30 WITA skala nyeri post massage punggung 6, dimana analisa skala nyeri berkurang. Pada hari kedua pukul 10. 30 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 5 dan pikul 11. WITA skala nyeri post massage punggung 4, dimana analisa skala nyeri berkurang. Pada hari ketiga pada pukul 10. 00 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 3 dan pukul 10. WITA skala nyeri post massage punggung 3, dimana analisa skala nyeri tetap. Pada hari keempat pada pukul 09. 40 WITA dalam skala nyeri pre massage punggung 3 dan pukul 10. WITA skala nyeri post massage punggung 2, dimana analisa skala nyeri berkurang. Berdasarkan hal diatas dapat disimpulkan bahwa semakin perawat memberikan teknik massage punggung pada pasien hipertensi intensitas keluhan nyeri kepala semakin berkurang juga nyeri kepala pasien. Dengan demikian dalam pelaksanaan standar asuhan keperawatan sebaiknya intervensi keperawatan dalam manajemen teknik massage punggung untuk mengurangi rasa nyeri jangan diabaikan. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Silvia Setyowati tentang pemberian massage punggung terhadap penurunan intensitas nyeri pada asuhan keperawatan Tn. S hari ke-2 di ruang mawar RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri telah didapatkan bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penurunan intensitas nyeri pada pasien yaitu skala nyeri sebelum dilakukan tindakan massage punggung selama 3 hari adalah skala nyeri 5 dan setelah dilakukan tindakan massage punggung adalah skala nyeri 2. Menurut Wiyoto . ijat penyembuha. adalah suatu pijatan yang dilakukan untuk membantu mempercepat proses pemulihan beberapa macam penyakit dengan menggunakan sentuhan tangan dan tanpa masukan obat ke dalam tubuh yang bertujuan untuk meringankan atau mengurangi keluhan atau gejala pada beberapa macam penyakit yang 32 | V o l . I I I / N o . 2 / D e s e m b e r 2 0 1 7 T e r a p e ut i k J ur n a l merupakan indikasi untuk dipijat. Tindakan keperawatan dengan cara memberikan massage pada klien dalam memenuhi kebutuhan rasa nyaman . pada daerah superfisial atau pada otot/ tulang. Tindakan massage ini hanya untuk membantu mengurangi rangsangan nyeri akibat terganggunya sirkulasi. KESIMPULAN Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pemberian terapi massage punggung dalam dapat menurunkan intensitas nyeri kepala pada pasien hipertensi di ruang Laika Waraka RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada subjek I sebelum di berikan massage punggung skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2 sesudah di berikan massage punggung. Pada subjek II sebelum di berikan massage punggung skala nyeri 7 menjadi skala nyeri 2 sesudah di berikan massage punggung. DAFTAR PUSTAKA Akademi Keperawatan PPNI. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Kendari Andarmoyo. Sulistyo. Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Brunner & Suddarth. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC. Haryana. Klasifikasi Hipertensi. Available from: http://dokter-medis. Diakses tanggal 20 Juni 2018. Hidayat, 2009 Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan . Salemba Medika : Jakarta. Hidayat. Aziz Alimul & Uliyah. Musrifatul. Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC. Kowalski. Robert E. Terapi Hipertensi. Bandung : PT. Mizan Pustaka