Davar: Jurnal Teologi ISSN 2722-905X . , 2722-9041 . Vol. No. : 125Ae137 http://e-journalsangkakala. id/index. php/DJT Metode Pendidikan Lamad: Sebuah Metode Pembelajaran Alkitabiah Diana Kurniasih Sunarjo STT Sangkakala Jakarta Email: dianakpandey@gmail. Abstract Throught this article the author discuses the Lamad Education Method as an educational method that can answer needs and be able to face challenges. Methods in this writing using a qualitative method of literature study by analyzing the text from Deuteronomy 6: 5-9 in order to obtain the principles of Lamad Education and Lamad Education strategies. A component of concern between teachers and learners is experiencing personal encounters, spiritual encounters and life encounters. Keywords: Lamad Education Method. Strategy. Principles Abstrak Melalui artikel ini penulis membahas tentang Metode Pendidikan Lamad sebagai metode pendidikan yang dapat menjawab kebutuhan dan mampu menghadapi tantangan. Metode dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif studi literatur dengan menganalisa teks dari kitab Ulangan 6:5-9 guna mendapatkan prinsip-prinsip Pendidikan Lamad dan strategi Pendidikan Lamad. Komponen yang menjadi perhatian antara pengajar dan pembelajar adalah mengalami perjumpaan pribadi, perjumpaan rohani dan perjumpaan hidup. Kata Kunci: Metode Pendidikan Lamad. Strategi. Prinsip Pendahuluan Pendidikan merupakan sebuah bidang krusial dalam membentuk seseorang untuk meningkatkan kemampuan, membentuk karaktek, memperbaiki perilaku dan untuk mencapai apa yang diinginkan. Hal ini tidaklah mudah karena adanya berbagai persoalan yang membuat pendidikan menjadi penghalang kemajuan dan penguasaan ilmu serta keterampilan yang diperlukan. Pendidikan berkaitan dengan kesiapan menghadapi situasi saat ini dan masa Beberapa persoalan yang menjadi tantangan yang perlu diatasi oleh dunia pendidikan adalah: dinamika perubahan, problem penguasaan ilmu, konteks pendidikan serta kurangnya visi, motivasi dan kemampuan. Pertama. Dinamika Perubahan. Dunia mengalami perubahan yang penuh dengan dinamika. Dinamika perubahan terjadi begitu dramatis sebagai akibat dari perkembangan teknologi, wabah penyakit, keadaan sosial, dan demografi. Untuk itu, dunia Pendidikan harus mampu mempersiapkan jawaban yang dapat menangani gelombang perubahan yang ada. Perubahan itu perlu untuk mengalami kemajuan seperti diungkapkan oleh Geroge Bernard Shaw. AuProgress is impossible without change, and those who cannot change their minds cannot change anything. 1Ay Karakteristik dari perubahan AuA selalu menakutkan dan menimbulkan kepanikan-kepanikan, begitu misterius dan tak mudah dipegang, change memerlukan change maker, tidak semua orang bisa diajak melihat perubahan, perubahan terjadi setiap saat, dsb. 2 Karena itu, dunia pendidikan harus mampu berhadapan dan memanfaatkan perubahan supaya dapat mengalami kemajuan. Dunia Pendidikan harus mampu mengantisipasi, dan beradaptasi dengan dinamika perubahan yang Kedua. Problem penguasaan ilmu. Ketidakmampuan menguasai suatu ilmu menjadi persoalan lain yang harus dientaskan oleh pendidikan yang ada. Ketidak mampuan menguasai suatu bidang ilmu membawa dampak, ketertinggalan, respon yang salah dan Ketidakmampuan menguasai ilmu mengakibatkan stagnasi bahkan kemunduran. Ketidakmampuan menguasai ilmu seringkali disebabkan oleh kurangnya keingintahuan, pengabdian, dan ketidakpedulian. Sebab-sebab ini menimbulkan kepicikan karena. Autidak mau melihat kenyataan betapa ilmu telah membentuk peradaban seperti apa yang kita punyai Ay3 Ketiga. Konteks pendidikan. Pendidikan harus selalu menyesuaikan dengan konteks Masyarakat dan kebudayaan yang ada supaya dapat memberikan manfaat yang baik. Pendidikan merupakan bagian dari masyarakat dan kebudayaan karena itu penting memiliki Aulangkah-langkah ke arah peningkatan peranan,Ay sebagaimana pandangan oleh Jujun S. Suriasumantri, lebih lanjut menurutnya Audan kegiatan keilmuan harus memperhatikan situasi kebudayaan masyarakat. Ay4 Keempat. Kurangnya visi, motivasi dan kemampuan. Pendidikan akan menjadi menjemukkan dan membosankan jika tidak memiliki daya tarik, kreativitas, terobosan belajar, semangat dan visi yang jelas. Dalam dunia pendidikan terutama Pendidikan Kristen persoalan ini bukanlah menjadi masalah yang krusial karena ketika Tuhan memanggil untuk mengemban tugas pelayanan. AuIa pasti akan melengkapi kita dengan kemampuan, visi dan Ay5 https://w. com/quotes/george_bernard_shaw_386923. Diakses 6 Januari 2021. Rhenald Kasali. Change, (Jakarta: Gramedia, 2. , xv. Jujun S. Suriasumantri. Ilmu dalam Perspektif, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2. , 3. Jujun S. Suriasumantri. Filsafat Ilmu, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2. , 278. Sidjabat. Mnjadi Guru Profesional: Sebuah Perspektif Kristiani, (Bandung: Kalam Hidup, 2. , 27. Dunia Pendidikan harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan yang baik dan unggul, mempunyai visa yang besar dan senantiasa termotivasi untuk melakukan hal-hal yang baik dan penting. Kemampuan memampukan setiap individu dapat bersaing. Visi membuat setiap pribadi menjadi kreatif dan inovatif dalam menjawab tantangan dan kebutuhan yang ada. Sedangkan motivasi membuat setiap orang mampu melakukan berbagai hal yang penting dengan konsistensi yang tinggi sehingga tetap produktif dan bermanfaat di tengah-tengah kehidupan ini. Salah satu tanggung jawab yang diemban dunia pendidikan adalah menyediakan berbagai pendekatan baik secara induktif, deduktif. CBSA, terpadu dan yang lainnya serta menggunakan berbagai metode seperti: ceramah, diskusi, eksperimen, interaktif, inkuiri maupun resitasi sebagai cara untuk mengksporasi kecerdasan yang dimiliki setiap orang supaya dapat mencapai potensi terbaik dan kapasitas maksimalnya. Salah satu metode yang dipakai dalam Pendidikan Kristen adalah Metode Lamad. Metode Lamad bukanlah suatu metode yang baru karena merupakan salah metode dari lima metode mengajar yang digunakan oleh bangsa Yahudi. Metode-metode Pendidikan Yahudi selain Lamad adalah metode Alef, metode Yarah, metode Shanan dan metode Yasar. 7 Jadi dapat dikatakan bahwa metode Lamad ini merupakan metode yang sudah lama ada bahkan setua Alkitab karena metode ini berdasar pada kebenaran Firman Tuhan sebagaimana dicatat dalam Kitab Ulangan 4:10, yang menyatakan: AuAAku ingin mereka mendengar apa yang hendak Kusampaikan, supaya mereka belajar . taat kepada-Ku seumur hidup, dan supaya mereka mengajar . anak-anak mereka untuk taat kepada-Ku. Ay Kebenaran firman Tuhan ini menjadi landasan munculnya Metode Lamad. Metode Lamad merupakan sebuah metode Pendidikan yang memiliki dua aspek yang tak dapat dipisahkan seperti sebuah koin dengan dua sisi yang berbeda yaitu Pembelajaran . dan Pengajaran . Metode ini juga menekankan pada Tindakan belajar mengajar dalam bentuk AumengarahkanAy atau Aubelajar dengan menunjukkan arah. Ay8 Penyebutan Metode Lamad diambil dan disesuaikan dengan kata Ibrani lamad sebuah kata yang mengandung pengertian. AumengajarAy dan Aubelajar. Ay Kata Lamad tidak memiliki padanan dari kata Yunani karena kata mengajar dan belajar dalam Bahasa Yunani mengunakan dua kata yang berbeda yaitu kata manthano untuk belajar dan kata didasko Lufri. Ardi Relsaa Yogica, et all. Metodologi Pembelajaran: Strategi. Pendeatan. Model. Metodi Pembelajaran, (Malang: CV IRDH, 2. , 36-67. https://w. ancient-hebrew. org/studies-words/learning-the-five-methods-of-learninghebraicly. Diakses 6 Desember 2020. https://w. ancient-hebrew. org/studies-words/learning-the-five-methods-of-learninghebraicly. Diakses 6 Desember 2020. untuk mengajar. Tiap-tiap kata ini memiliki isi, tujuan dan metodenya sendiri. 9 Pemahaman terhadap kata lamad, yang memiliki komponen arti. AubelajarAy dan AumengajarAy menunjukkan bahwa metode Lamad merupakan metode Pendidikan yang memiliki dua bentuk pendekatan yaitu pendekatan Teacher Centered dan pendekatan Student Centered. Dua bentuk pendekatan ini harus dipahami dengan benar untuk dapat menyelenggarakan proses Pendidikan yang baik, menarik dan bermanfaat. Pendekatan Teacher Centered merupakan pendekatan pembalajaran yang Auberpusat pada guru sebagai seorang ahli yang memegang kontrol selama proses pembelajaran dalam aspek organisasi, materi dan waktu. Ay10 Pendekatan yang berpusat pada pengajar menunjukkan bahwa guru haruslah menjadi pribadi yang benar-benar siap, memiliki kapasitas dan kapabilitas yang baik bahkan unggul. Pengajar harus memiliki kemampuan yang baik dalam hal penguasaan materi pembelajaran, penggunaan metode penyampaian materi yang tepat, benar dan akurat serta pemakaian strategi belajar yang menarik, kreatif dan inovatif. Perlu dimengerti bahwa Pendekatan Teacher Centerd merupakan Aupembelajaran yang pasif, dalam pembelajaran ini guru merupakan pusat sumber pembelajaran, yang mana guru merupakan sumber utama dan guru lebih aktif dalam proses pembelajaran, tugas anak didik dalam pembelajaran ini hanyalah mendengar dan mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh guru. Ay11 Pendekatan Student Centered merupakan pendekatan yang mendorong pembelajar untuk mengerjakan sesuatu untuk memahami materi secara aktif. 12 Pendekatan ini merupakan AuA proses pembelajaran yang melibatkan anak didik secara langsung, guru hanyalah sebagai fasilitator, sehingga anak didik dapat merasakan langsung apa yang ia Ay13 Pendekatan ini dibangun berdasarkan AuA gagasan bahwa peserta didik harus membangun dan merekrosnstruksi pengetahuan agar dapat belajar secara efektif,Ay14 Metode Lamad merupakan suatu metode yang dapat dikatakan komprehensif karena melibatkan konteks dekat dalam pelaksan pendidikan. Metode Lamad mampu menghadirkan metode Laird Harris. Gleason L. Archer. Jr. , dan Bruce K. Watke. Theological Wordbook of the Old Testament, (Chicago: Moody Press. Vol 2, 1. , 480. https://serupa. id/pendekatan-pembelajaran/. Diakses 6 Oktober 2020. Lailatul Fitriyah. AuPendekatan Student Centere Learning (SCL) dalam Surah Al-KahfiAy, dalam TAAoLIMUNA. Vol. No. Maret 2020, (Malang: STAI MaAohad Aly Al-Hikam, 2. , 31. https://w. com/student-centered-learningb3/#::text=Student Centered Learning atau SCL,meningkatkan kualitas belajar p eserta didik. &text=Proses belajar yang terbaik yaitu,dosen lebih berperan seba gai fasilitator. Diakses 6 Desember 2020. Lailatul Fitriyah. AuPendekatan Student Centere Learning (SCL) dalam Surah Al-KahfiAy, 32. Angele Attard. Emma Di Iorio. Koen Geven, and Robert Santa. AuStudent-Centered Learning: Toolkit for Student. Staffand Higher Education InstitutionsAy (Brussels: European Student Union, 2. , 2. yang terpola dan terorganisir secara sistematik berdasarkan prinsip-prinsip Pendidikan yang Sebuah metode dengan pendekatan dari sudut pandang pengajar dan pembelajar. Pemakaian metode Lamad memiliki tujuan pembelajaran bukan hanya mendapatkan pengetahuan intelektual tetapi juga pengetahuan rohani karena metode ini meliputi Auhati dan kepala, keduanya diinformaskan oleh Roh Kudus, menghasilkan bukan hanya pengetahuan intelektal tetapi dalam pengetahuan pewahyuan. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa tujuan metode lamad bukan hanya berkatian dengan pengetahuan intelektual tetapi juga pengetahuan rohani. 15 Pencapaian tujuan pendidikan dalam penggunaan metode Lamad akan melibatkan tiga pribadi penting yaitu Tuhan. Pengajar dan Pembelajar. Tuhan merupakan sumber pengetahuan dan dari Dialah manusia memiliki pengetahuan baik dan benar yang berguna dan bermanfaat bagi kehidupan. Pengajar merupakan pribadi sebagai alat Tuhan untuk mendidik para pembelajar supaya mendapat pengetahuan yang komprehensif intelektual dan rohani. Sedangkan pembelajar mendapatkan pengatahuan yang benar-benar mereka perlukan dalam menjalani kehidupan. Dalam tujuan metode Lamad hanya dapat tercapai karena pertolongan Tuhan membuat pengajar dan pembelajar mendapatkan hal-hal penting dan bermanfaat dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Tujuan yang akan dicapai bukan hanya sekedar pengetahuan intelektual semata tetapi juga pengetahuan rohani yang mampu menghasilkan kasih dari hati yang murni, memiliki hati Nurani yang baik dan mempunyai iman yang tulus ikhlas . Tim 1:. Untuk menyikapi berbagai persoalan di atas maka penulis membuat tulisan yang berjudul Metode Pendidikan Lamad, yang selanjutnya akan disebut atau metode Lamad. Metode Metode dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif studi literatur dengan menganalisa teks dari kitab Ulangan 6:5-9. Selain peneliti melakukan pendekatan deskriptif terhadap teks Alkitab, peneliti juga menggunakan sumber-sumber lain yang sesuai dan mendukung pokok pembahasan. Selain itu, metode penelitian ini dilakukan guna mendapatkan penjelasan mengenai topik pembahasan serta memahami pengajaranpengajaran yang terkandung di dalamnya. 16 Jenis penelitian deskriptif kualitatif ini dimaksudkan untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip Pendidikan Lamad, strategi- Mark Virkler. Maurice Fuller. Garry Greig dan Ed Kuhn. Lamad Biblical Education Assosiation, . k: Lamad Publishing, 2. , vii Sonny Eli Zaluchu. Bibical Theology: Pembahasan Metodologi Dan Pendekatan Biblika Dalam Membangun Teologi PL Dan PB Yang Alkitabiah (Semarang: Golden Gate Publishing, 2. strategi Pendidikan Lamad serta komponen-komponen yang harus menjadi perhatian antara pengajar dan pembelajar. Hasil dan Pembahasan Dalam Kitab Ulangan 6:5-9 terdapat penjelasan yang jika diperhatikan dengan seksama akan ditemukan prinsip-prinsip metode Lamad sebagaimana terlihat dalam kebenaran firman Tuhan ini. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN. Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu Dalam penelitian Rantesalu, ayat Alkitab tersebut dianalisis dalam kaitan dengan komopetensi pedagogik guru. 17 Sementara penelitian Wenas dan Darmawan, ayat Alkitab tersebut dipandang sebagai fondasi pendidikan Kristen khususnya keluarga. 18 Lain halnya dengan Darmawan yang meneliti ayat tersebut sebagai sebuah proses pembelajaran 19 Sementara dalam penelitian ini penulis lebih mengarahkan pada metode lamad yang penulis temukan dalam ayat Alkitab di atas. Prinsip Metode Lamad Berikut ini prinsip-prinsip metode Lamad yang ditemukan dalam Ulangan 6:5-9: Prinsip Repetisi Prinsip ini merupakan sebuah prinsip Pendidikan yang bertitik tumpu pada Sangatlah penting untuk selalu mengulang atau mempelajari Kembali apa yang kita pelajari. Repitisi menjadikan pelajaran dapat dimengerti, dikuasai dan terus diingat. Syani Bombongan Rantesalu. AuKompetensi Pedagogik Menurut Analisis Ulangan 6:7-9 Dengan Pendekatan Hermeneutik Schleiermacher,Ay BIAAo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 1, no. (December 2. : 153Ae163, accessed May 17, 2019, http://jurnalbia. com/index. php/bia/article/view/14 Maria Lidya Wenas and I Putu Ayub Darmawan. AuSignifikansi Pendidikan Anak Dalam Perspektif Alkitab,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 1, no. : 118Ae128, accessed May 17, 2019, https://journal. id/index. php/EJTI/article/view/69. I Putu Ayub Darmawan. AuPembelajaran Memorisasi Dalam Ulangan 6:6-9,Ay EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 3, no. 1 (June 2. : 21Ae27, accessed June 20, 2019, http://w. id/jurnal/index. php/epigraphe/article/view/50. Dalam prinsip repitisi ini akan memberikan penguatan atau retensi dimana apa yang tertinggal dapat dipelajari dan apa yang tidak jelas menjadi jelas serta mampu menyegarkan menguatkan pelajaran-pelajaran penting yang sudah dipelajari. Dalam proses belajar mengajar pengulangan atau repetisi sangatlah berperan penting bahkan meski hanya sekedar tinjauan singkat tentang apa yang telah dipelajari. Pengulangan memampukan pengajar dan pembelajar mendapatkan retensi . dimana hasil belajar dapat digunakan dan bermanfaat dalam kehidupan. Proses belajar mengajar tanpa prinsip pengulangan akan membawa kualitas Pendidikan menurun dan mendapatkan sedikit manfaat tetapi sebaliknya proses belajar mengajar dengan adanya prinsip pengulangan akan membuat standar dan kualitas Pendidikan meningkat serta Pendidikan memberikan manfaat yang seluas-luasnya dalam kehidupan. Prinsip Fleksibilitas Salah satu prinsip penting dalam metode Lamad adalah fleksibilitasnya. Dalam hal ini penggunaan metode Lamad dalam peroses belajar mengajar membuka ruang yang belajar mengajar yang luas dan tidak dibatasi oleh sebuah ruangan sajat. Prinsip fleksibilitas ini menjadikan Metode Lamad dapat diterapkan dimana saja dan kapan saja ketika diperlukan. Fleksibilitas metode ini dapat dilakukan ketika duduk, berjalan bahkan berbaring. Prinsip Adaptif Konsekuensi dari prinsip fleksibilitas dari Metode Lamad menghasilkan prinsip Sebuah prinisp yang membuat Metode Lama dapat beradaptasi dalam berbagai keadaan yang ada. Prinsip Adaptif memungkinkan Metode Lamad mengatasi berbagai tekanan lingkungan dan keadaan supaya dapat tetap membuat proses belajar mengajar tetap bertahan hidup. Metode Lamad dengan prinsip Adaptif ini menghasilkan sebuah metode yang tahan banting dan member mencapai tujuannya meski dalam lingkungan yang menyulitkan sekalipun. Prinsip ini juga sekaligus menjadi kekuatan yang membuat proses belajar mengajar dalam Pendidikan dapat tetap berlangsung kapan pun dan dimana pun. Prinsip adaptif mampu membuat metode lamad tidak lekang oleh waktu dan tidak terhalang oleh tempat tempat dan keadaan. Prinsip Latihan Dalam konteks pengajaran kata lamad merupakan sebuah kata mengandung ide melatih dan juga mendidik. 20 Kata ini juga dapat berarti praktek. 21 Berdasarkan hal ini berarti metode lamad merupakan sebuah metode Pendidikan yang juga menekankan unsur atau prinsip Latihan atau praktek di dalamnya. Pendidikan harus mampu melatih para pengajar dan pembelajar menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kualifikasi, kapasitas dan kapabilitas yang unggul sehingga dapat menghasilkan proses belajar mengajar dengan standar yang tinggi dan berdaya saing yang kuat dengan siapapun. Prinsip Latihan dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk persiapan terbaik dan terpenting dalam menghadapi kehidupan. Metode Lamad mampu membuat para pengajar dan pembelajar menjadi pribadi-pribadi yang unggul dalam kehidupan. Metode Lamad juga mampu menjadikan para pengajar dan pembelajar menjadi sumber daya manusia yang memiliki kapasitas yang besar serta kapabilitas yang Prinsip Instruksi Kata lamad berarti juga Aubelajar dengan menunjukkan arah. Ay22 Ini merupakan sebuah prinsip dimana Metode Lamad merupakan sebuah metode yang mengajarkan tentang bagaimana cara melakukan sesuatu dengan benar. Dalam prinsip teladan ini pengajar akan memberi instruksi dengan menunjukkan cara melakukan sesuatu dengan benar sehingga memudahkan pembelajar untuk mengerti dan mampu mengikuti serta melakukannya dengan Prinsip Pengalaman Pribadi Istilah Lamad memiliki pengertian Aumemiliki pengalamanAy atau Aumembiasakan diri dengan sesuatu, menjadi akrab dengan sesuatu. Ay23 Di sini Metode Lamad menunjukkan proses belajar dengan mengalami. Sang Pengajar memberikan contoh yang baik dan sang pembelajar melakukan sesuai contoh yang diberikan sehingga memiliki pengalaman yang Be-lajar berdasarkan pengalaman ini membuat pembelajar mampu membiasakan dan mengakrabkan diri dengan apa yang dipelajari sehingga dapat dikuasai sepenuhnya dan menjadikan ahli. Laird Harris. Gleason L. Archer. Jr. , dan Bruce K. Watke. Theological Wordbook of the Old Testament, (Chicago: Moody Press. Vol 2, 1. , 480. Kapelrud. AuLamadAy dalam Theological Dictionary of the Old Testament, (TDOT) eds. , by G. Johannes Botterweck, and Helmer Riggren, (Grand Rapids: Eerdmans. Vol 8, 1. , 4. https://w. ancient-hebrew. org/studies-words/learning-the-five-methods-of-learninghebraicly. Diakses 6 Desember 2020. Laird Harris. Gleason L. Archer. Jr. , dan Bruce K. Watke. Theological Wordbook of the Old Testament, (Chicago: Moody Press. Vol 2, 1. , 5. Prinsip Seumur Hidup Metode Lamad memungkinkan terjadinya Pendidikan seumur hidup. Prinsip seumur hidup menjadikan Metode Lamad mampu menghadirkan proses belajar, transformasi, asimilasi dan kreativitas sebagai hal yang terjadi seumur hidup. 24 Ini merupakan metoda yang dapat bertahan di tengah berbagai situasi bahkan dalam situasi yang sukar dan sulit. Manusia harus selalu belajar dan proses pembelajaran manusia terjadi seumur hidup sampai maut datang menjemput. Dalam prinsip seumur hidup dari Metode Lamad menunjukkan bahwa metode siap menghadapi berbagai keadaan dan mampu menghadapi berbagai persoalan dengan baik, dapat menyesuaikan diri dan mumpuni dalam mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan dalam kehidupan ini. Strategi Proses Pembelajaran Berdasarkan prinsip-prinsip Metode Lamad ditemukan strategi yang sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar yang baik, maksimal dan unggul. Berikut ini beberapa strategi yang didapatkan berdasarkan prinsip-prinsip di atas yaitu: strategi penemuan, strategi instruksi, strategi interakis dan strategi belajar aktif. Strategi Penemuan Strategi ini menggemakan dengan kuat slogan Aulearning by doingAy Dalam strategi ini, perjumpaan atau pertemuan pribadi pembelajar dengan apa yang dipelajari merupakan hal yang penting guna memiliki pengalaman pribadi dengan segala sesuatu yang Dalam strategi ini Quantum Leraning dapat digunakan baik sehingga memunculkan sikap positif, motivasi, ketrampilan belajar seumur hidup, kepercayaan diri dan sukses. 25 Dalam Metode Lamad keterlibatan dengan hal-hal yang dipelajari dibutuhkan dan merupakan tindakan belajar yang krusial. Strategi penemuan akan membuat pembelajar mendapatkan pengalaman langsung sehingga memiliki pengetahuan baru dan dapat juga meningkatkan dan mempertajam pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya. Strategi ini juga akan membawa proses belajar menjadi Problem Solving Learning dan Contekstual Teaching and Learning. https://w. org/The-Lamad-Method-of-Learning. Diakses 4 Desember 2020. Bobbi DePorter dan Mike Hernacki. Quantum Learning. Alih BahasaAlwiyah Abdurrahman (Bandung: Penerbit Kaifa. Cet. Ke-IX, 2. , 13 https://w. com/nurmaberutu/59eaec33f133444b556ce492/pendekatan-kontekstualcontextual-teaching-and-learning?page=all. Diakses 6 Desember 2020 Strategi Instruksi Dalam strategi belajar ini manghadirkan cara belajar berdasarkan pada instruksi. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan hal-hal rohani yang berdasarkan pada Revelation Knowledge27 meskipun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa pengetahuan intelektual akan mengalaminya juga. Dalam Strategi instruksi pengajar akan memberi penjelasan yang jelas dan mudah dimengerti sehingga pembelajar dapat menguasainya dengan baik. Proses belajar mengajar akan terjadi dalam arahan dan penjelasan yang baik sehingga meningkat ilmu yang dipelajari supaya dapat memberi manfaat dalam kehidupan. Strategi Interaksi Strategi interaksi merupakan strategi yang sangat efektif jika dilakukan oleh kelompok yang ingin maju bersama, tidak mementingkan diri sendiri dan rela memanusiakan Dalam Strategi interaksi ini erat kaitan dengan apa yang disebut Cooperative Learning,28 atau Group Interaction learning. 29 Metode ini menjadi strategi pembelajaran yang dapat dengan bebas diaplikasikan dalam proses belajar mengajar. Strategi Belajar Aktif Di sini para pembelajar terlibat secara aktif dalam mengetahui dan memahami halhal yang dipelajari. Strategi belajar aktif merupakan pembelajarn di mana siswa terlibat secara aktif dan mengalami proses pembelajaran dan keterlibatan siswa menentukan perbedaan tingkat pembelajaran aktif. Dalam strategi pembelajaran aktif bukanlah sekedar mendengarkan untuk belajar tetapi harus membaca, menulis, berdiskusi, dan terlibat dalam memecahkan masalah. Strategi pembelajaran dalam Metode Lamad dapat dikatakan mengakomodir dengan baik metode induktif dan deduktif. Metode lamad dapat melaksanakan secara simultan strategi pembelajarn induktif dan deduktif sehingga mampu mengakselerasi penguasaan materi pelajaran serta meningkat pengetahuan dan keahlian yang sedang dipelajari. Komponen Kunci Metode Lamad Dalam metode Lamad terdapat tiga komponen kunci yang mendapat perhatian penuh dimana antara pengajar dan pembelajar harus mengalami Personal Encounter. Spiritual https://w. org/The-Lamad-Method-of-Learning. Diakses 4 Desember 2020. https://w. com/blog/what-is-cooperative-learning-and-how-does-itwork#::text=Cooperative learning is the process,blended learning or differentiate d instruction. Diakses 6 Desember 2020 https://w. org/The-Lamad-Method-of-Learning. Diakses 4 Desember 2020. Encounter dan Life Encounter. 30 Perjumpaan pribadi merupakan seuatu hal yang penting karena pembelajaran akan mengakibatkan perubahan. Perjumpaan rohani penting untuk menguatkan iman dan mendapatkan wawasan yang baik dan benar tentang cara melakukan berbagai hal sehingga sesuai dengan kehendak Tuhan dan menyenangkan-Nya. Perjumpaan Hidup membuat situasi dan keadaan tetap sesuai dengan realitas kehidupan yang ada. Setiap Komponen dalam metode Lamad diperlukan supaya proses belajar mengajar dapat memperhatikan kepada hal-hal utama dan benar-benar penting dalam kehidupan. Kompenen kunci dalam Metode Lamad merupakan suatu pencapaian yang menjadikan para pembelajar mampu menjadi sumber daya manusia yang mumpuni, unggul, berdaya saing, dan dapat menghadapi realitas kehidupan dengan rasionalitas dan wawasan yang baik. Komponenkomponen ini membuat pembelajar mengalami pembentukan dan perubahan hidup yang memadai dan diperlukan. Implikasi Praktis Perkembangan dalam dunia yang begitu cepat, kompetitif dan global menuntut dunia pendidikan memiliki metode pendidikan yang baik dan relevan sehingga dapat mengimbangi dan menghasilkan kualitas yang baik dan unggul seseuai dengan tuntutan dan kebutuhan yang ada. Metode Lamad merupakan metode pendidikan yang memiliki daya saing yang tinggi, unggul dan tak lekang oleh waktu. Sebuah metode pendidikan yang benar dapat menyesuaikan dengan waktu dan tempat yang ada. Metode Lamad mungkin merupakan metode pendidikan yang lama tetapi selalu mampu bersaing dan dapat menyesuaikan dengan situasi dan keadaan. Metode yang berakar pada kebenaran. Metode yang memadai dan selalu selaras dengan situasi sekarang ini. Metode yang mampu menghasilkan sumber daya yang sesuai dan menjawab kebutuhan yang ada dan aktual. Sebuah Metode yang benar-benar dapat diandalkan, berguna dan selalu update dan up to date. Sebuah metode yang bukan hanya menghasilkan pengetahuan intelektual dan pengetahuan rohani tetapi juga mampu mengembangkan kapasitas dan kapabilitas. Kesimpulan Pemahaman dan penguasaan Metode Lamad merupakan hal yang penting bagi dunia pendidikan terutama dunia Pendidikan Kristen. Memang terdapat begitu banyak metode pembelajaran tetapi tetap diperlukan sebuah metode yang sudah teruji dan berhasil serta memiliki fondasi dalam kebenaran Alkitab yang kuat. Metode Lamad merupakan metode pendidikan yang Alkitabiah dan juga sebuah metode yang mampu menghasilkan sumber https://w. org/The-Lamad-Method-of-Learning. Diakses 4 Desember 2020. daya yang baik, unggul, dan berdaya saing tinggi di tengah-tengah masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat gereja pada khususnya. Bagi dunia Pendidikan Kristen, metode Lamad merupakan sebuah metode yang mampu mempertahankan dan menyeimbangkan iman, ilmu dan kasih. Suatu metode yang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus sumber daya manusia yang memiliki kedewasan rohani. Rujukan