JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 Juli 2025 Hal. Edukasi Bahaya Asap Rokok Menggunakan Alat Peraga Berbasis Audio Visual Pada Remaja di Wilayah Kerja Polkes 02. Karang Endah. Gelumbang. Muara Enim Ranida Arsi*. Fitri Afdhal. Andre Utama Saputra Universitas Kader Bangsa. Palembang. Indonesia Jl. Mayjen HM Ryacudu No. 88, 7 Ulu. Kecamatan Seberang Ulu I. Kota Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia 30253 *Alamat korespondensi: arsiranida20@gmail. (Diterima: 7-1-2025. Direvisi: 2-6-2025. Dipublikasi: 21-7-2. Abstrak Asap rokok mengandung zat-zat berbahaya yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit serius, termasuk kanker dan gangguan pernapasan. Pada tahun 2020 jumlah perokok dunia berusia Ou 15 tahun sebanyak 991 juta orang. Penyebaran tembakau banyak memakan korban mencapai 8 juta jiwa per tahun-nya. Pengaruh buruk dari rokok bagi remaja adalah dapat membuat remaja menjadi tidak fokus saat belajar, daya tangkap kurang maksimal, gangguan axienty, hingga depresi ringan. Dampak rokok bagi remaja tidak berhenti sampai disitu saja, perkembangan paru-paru juga dapat terganggu selain itu juga, dapat menyebabkan insomnia, kanker mulut, kanker esophagus, kanker faring, laring dan kanker pankreas. Kesadaran para remaja akan bahaya rokok pada usia dini tidak akan selesai apabila pengetahuan remaja tidak Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat perlu melakukan pengabdian masyarakat berupa edukasi guna meningkatkan pengetahuan remaja terkait bahaya asap rokok. Kegiatan edukasi kesehatan diikuti oleh 14 remaja yang sering terpapar dengan asap rokok. Edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah menggunakan media alat peraga. Sebelum pelaksanaan edukasi kesehatan. Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 70%, tingkat pengetahuan sedang sebanyak 43% dan tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 07%. Setelah pelaksanaan edukasi kesehatan. Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan sedang menjadi 35% dan yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi bertambah menjadi 64%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan dengan media alat peraga berbasis audio visual dapat meningkatkan pengetahuan remaja. Edukasi kesehatan selanjutnya yang dapat diberikan pada remaja dapat berupa edukasi bahaya merokok dan kiat untuk berhenti merokok bagi remaja. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan. Alat Peraga. Audio Visual. Bahaya Asap Rokok. Remaja This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abstract Cigarette smoke contains harmful substances that can cause various serious diseases, including cancer and respiratory disorders. In 2020, the number of smokers in the world aged Ou 15 years was 991 million people. The spread of tobacco has claimed many victims, reaching 8 million people per year. The negative effects of cigarettes on teenagers are that they can make teenagers lose focus while studying, have less than optimal comprehension, have impaired axienty, and even mild depression. The impact of cigarettes on teenagers does not stop there, lung development can also be disrupted, besides that, it can also cause insomnia, oral cancer, esophageal cancer, pharyngeal cancer, larynx and pancreatic cancer. Adolescents' awareness of the dangers of cigarettes at an early age will not be complete if adolescent knowledge is not Therefore, the community service team needs to carry out community service in the form of education to increase adolescent knowledge regarding the dangers of cigarette smoke. Health education activities were attended by 14 teenagers who were often exposed to cigarette Education was carried out using the lecture method using teaching aids. Before the implementation of health education, adolescents who had a low level of knowledge were 70%, a moderate level of knowledge was 43% and a high level of knowledge was 07%. After the implementation of health education, adolescents who had a moderate level of knowledge became 35% and those who had a high level of knowledge increased to 64%. The results show that education carried out with audio-visual media can increase adolescent knowledge. Further health education that can be given to adolescents can be in the form of education on the dangers of smoking and tips for quitting smoking for adolescents. Keywords: Health Education. Teaching Aids. Audio Visual. Dangers of Cigarette Smoke. Teenagers Pendahuluan Remaja merupakan masa dari kanak-kanak menuju dewasa yang menyebabkan perubahan fisik yang cepat dan hampir sama menyamai orang dewasa (Nuradita & Mariyam, 2. Masa remaja ini merupakan masa dimana seseorang mencari jati diri dan cenderung ingin mengetahui banyak hal, terutama pada remaja laki-laki yang sudah banyak menggunakan rokok pada usia mudanya tanpa melihat efek jangka panjang yang akan terjadi (Simamora & Harahap, 2. Menurut data World Health Organization (WHO) . , jumlah perokok remaja di usia 10-18 tahun mengalami peningkatan 1,9% dari angka 7,2% di tahun 2013 menjadi 9,1% di 2018 (Kurniawan & Ayu, 2. Pada tahun 2020 jumlah perokok dunia berusia Ou 15 tahun sebanyak 991 juta orang (Sanjaya et al. , 2. Penyebaran tembakau banyak memakan korban mencapai 8 juta jiwa per tahun-nya (Khasanah et al. , 2. Berdasarkan data dunia (Atlas, 2. prevalensi merokok kalangan pelajar di kawasan Asia. Indonesia berada di posisi nomor dua setelah Timor Leste. Timor Leste berada di angka 35%. Indonesia 19,4%, dan Bhutan 17,3%. Menurut (Atlas, 2. , paparan asap rokok tertinggi di kalangan pelajar berada di negara Timor Leste dengan presentase 66%, tertinggi kedua berada di negara Indonesia dengan presentase 57,3% dan Nepal dengan presentase 38,4%. Akses bebas remaja pembelian rokok di kawasan E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Asia berada di negara Bangladesh dengan presentase 84,8%. Indonesia 64,8%, dan Myanmar 54,4% (Atlas, 2. Bahan kimia yang terkandung didalam rokok salah satunya adalah nikotin, yang dimana kandungan ini memiliki efek ketergantungan, penggumpalan darah, merusak jaringan otak, dan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri (Yulianti et al. , 2. Satu batang rokok sendiri mengandung 7000 bahan kimia berbahaya yang dapat merusak regenerasi sel di dalam tubuh manusia (Ginting et al. , 2. Segi ekonomi, rokok dapat disebut sebagai Aumembakar uangAy terutama pada kalangan remaja yang belum mempunyai penghasilan (Efni & Fatmawati, 2. Pengaruh buruk dari rokok bagi remaja adalah dapat membuat remaja menjadi tidak fokus saat belajar, daya tangkap kurang maksimal, gangguan axienty, hingga depresi ringan (Yulianti et al. , 2. Dampak rokok bagi remaja tidak berhenti sampai disitu saja, perkembangan paru-paru juga dapat terganggu selain itu juga, dapat menyebabkan insomnia dan sulit sembuh saat sakit (Sanjaya et al. , 2. Kebiasaan menghirup rokok juga dapat menimbulkan 25 penyakit yang akan menyerang tubuh antara lain, kanker mulut, kanker esophagus, kanker faring, kanker laring, kanker paru-paru, kanker pankreas dan kanker kandung kemih (Nuradita & Mariyam, 2. Kesadaran para remaja akan bahaya rokok pada usia dini tidak akan selesai apabila pengetahuan remaja tidak ditingkatkan (Purwoko dkk. , 2. Melalui edukasi pendidikan, para remaja dapat menerima informasi akurat mengenai bahaya rokok (Purwoko et al. , 2. Edukasi Pendidikan sendiri merupakan penyampaian pesan mengenai kesehatan dan pola pikir yang baik mengenai kesehatan, edukasi pendidikan dapat disampaikan melalui metode ceramah, leaflet, video dan alat peraga (Fikriya & Fajar, 2. Metode alat peraga ini cukup efisien bagi pemateri untuk menyampaikan informasi mengenai bahaya rokok bagi remaja dan menarik untuk para penerima materi. Penelitian menggunakan alat peraga ini mudah dipahami dan membuat rasa ingin tahu meningkat tentang bahaya rokok (Fikriya & Fajar, 2. Edukasi kesehatan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap kesehatan (Aspiah & Mulyono, 2. Proses peningkatan pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan perilaku kesehatan yang Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya materi, kompetensi pendidik, dan alat media yang digunakan dalam menyampaikan edukasi kesehatan (Putri et al. , 2. Menurut (Fikriya & Fajar, 2. pemberian edukasi menggunakan alat peraga teruji valid oleh para ahli media dan menerima skor 88,4% yang termasuk kategori Ausangat validAy serta penelitian ini juga telah mendapatkan respons positif dari siswa yang memperoleh skor 81,81% dengan level Ausangat menarikAy (Fikriya & Fajar, 2. Penelitian lain menyebutkan bahwa ada perubahan pengetahuan setelah dan sebelum pemberikan edukasi kesehatan dengan metode ceramah dengan p-value sebesar 0,000 ( Jumakil et al. , 2. E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat edukasi kesehatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya asap rokok agar remaja dapat mengetahui bahayanya asap rokok bagi tubuh, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesadaran remaja tentang kerugian asap rokok dan rokok itu sendiri bagi dirinya dan orang lain disekitar. Manfaat kegiatan pengabdian masyarakat ini diantaranya dapat memberikan informasi bagi remaja tentang bahaya asap rokok. Metode Pelaksanaan kegiatan edukasi menggunakan metode ceramah dengan media alat peraga berupa audio visual dengan menayangkan video bahaya asap rokok yang di dalamnya menampilkan ilustrasi paru-paru yang sehat dan paru-paru yang rusak karena asap rokok dan rokok. Rangkaian pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Masing-masing tahapan dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat berkoordinasi dengan pihak Polkes serta dibantu oleh mahasiswa dari program studi S1 Keperawatan. Penjelasan masing-masing tahapan sebagai berikut: Tahap persiapan Tahap persiapan dilakukan kurang lebih 2 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan. Pada tahap ini, tim pelaksana melakukan koordinasi dengan pihak Polkes terutama perawat yang bertugas untuk menentukan sasaran kegiatan, waktu dan tempat pelaksanaan. Selain itu, tim pelaksana juga mempersiapkan media edukasi yang akan digunakan berupa alat peraga. Tahap pelaksanaan kegiatan Kegiatan edukasi dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2024, bertempat di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Aisyiah Karang Endah. Kegiatan ini diawali dengan membagikan kuesioner pre-test tentang bahaya asap rokok pada para peserta yang berjumlah 14 anak remaja. Setelah itu, tim pengabdian masyarakat memberikan edukasi kesehatan tentang bahaya asap rokok menggunakan media alat peraga, penayangan video menggunakan infokus. Selain itu, tim juga memberikan leafleat yang bisa digunakan oleh para peserta untuk di baca di rumah. Tahap evaluasi Tahap evaluasi dilakukan setelah edukasi selesai dilakukan dengan cara menanyakan kembali materi yang telah diberikan dan membagikan kuesioner posttest pada para peserta. Hasil evaluasi berupa skor hasil pengukuran pengetahuan melalui kuesioner. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 14 remaja yang rentan terpapar asap Kegiatan edukasi dilaksanakan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Aisyiah Karang Endah. Materi edukasi berupa pengertian rokok, kandungan rokok, jenis rokok, kandungan asap rokok, jenis perokok, dan penyakit yang di timbulkan karena E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat rokok dan asap rokok. Kegiatan edukasi diikuti secara penuh oleh para peserta secara antusias dari awal hingga akhir kegiatan. Tim pelaksana pengabdian masyarakat memberikan kuesioner terkait bahaya asap rokok bagi remaja guna mengukur pengetahuan peserta sebelum dan setelah pelaksanaan edukasi. Tabel 1 dijelaskan bahwa pengetahuan remaja sebelum diberikan edukasi, sebanyak 1 orang . %) memiliki tingkat pengetahuan tinggi, sebanyak 6 orang . %) memiliki sedang dan rendah sebanyak 7 orang . %). Setelah edukasi, tidak ada peserta yang memiliki tingkat pengetahuan rendah dan didapatkan peningkatan pada kategori tinggi yaitu sebanyak 9 orang . %) dan kategori sedang 5 orang . %). Tabel 1. Hasil Pengukuran Pengetahuan Bahaya Asap Rokok pada Remaja Menggunakan Alat Peraga Setelah di Lakukan Edukasi Di Wilayah Kerja Polkes 04 Karang Endah No Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Total Sebelum Frekuensi Presentase Sesudah Frekuensi Presentase Edukasi/pendidikan kesehatan merupakan suatu proses perubahan perilaku menuju perilaku hidup sehat yang didasari atas kesadaran diri, baik pada individu maupun Tujuan edukasi kesehatan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan individu dan kelompok. Pendidikan kesehatan bisa berupa edukasi terkait kesehatan fisik, kesehatan mental dan emosional serta terkait lingkungan fisik (Agustini, 2014. Ummah et al. , 2. Edukasi kesehatan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap kesehatan (Aspiah & Mulyono, 2. Proses peningkatan pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan perilaku kesehatan yang Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya materi, kompetensi pendidik, dan alat media yang digunakan dalam menyampaikan edukasi kesehatan (Putri et al. , 2. Menurut penelitian (Fikriya & Fajar, 2. penelitian menggunakan alat peraga teruji valid oleh para ahli media dan menerima skor 88,4% yang termasuk kategori Ausangat validAy dan telah mendapatkan respons positif dari siswa yang memperoleh skor 81,81% dengan level Ausangat menarikAy. Pendidikan kesehatan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa edukasi terkait bahaya asap rokok pada remaja seperti pada Gambar 1. Kesadaran para remaja akan bahaya rokok pada usia dini tidak akan selesai apabila pengetahuan remaja tidak ditingkatkan (Purwoko et al. , 2. Melalui edukasi pendidikan, para remaja dapat menerima informasi yang akurat mengenai bahaya E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat asap rokok (Purwoko et al. , 2. Pengetahuan yang dimiliki remaja tentang bahaya asap rokok, secara tidak langsung akan mempengaruhinya untuk melakukan pencegahan (Rosadi et al. , 2. Edukasi pendidikan sendiri merupakan penyampaian pesan mengenai kesehatan dan pola pikir yang baik mengenai kesehatan, edukasi pendidikan dapat disampaikan melalui metode ceramah, leaflet, video dan alat peraga (Fikriya & Fajar, 2. Metode alat peraga ini cukup efisien bagi pemateri untuk menyampaikan informasi mengenai bahaya rokok bagi remaja dan menarik untuk para penerima materi. Penelitian menggunakan alat peraga ini mudah dipahami dan membuat rasa ingin tahu meningkat tentang bahaya rokok (Fikriya & Fajar, 2. Alat peraga adalah semua benda dan sarana yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran agar dapat memperjelas, mempermudah responden dalam menerima informasi (Juwairiah, 2. Alat peraga dapat merangsang rasa ingin tahu para responden, oleh karena itu dengan adanya alat peraga efisiensi hasil edukasi Kesehatan dapat dicapai dengan baik (Juwairiah, 2. Manfaat dari alat peraga ini edukasi kesehatan dapat lebih komperhensif dan lebih aktif karena edukasi menggunakan alat peraga dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan demonstrasi dan menayangkan video ilustrasi, sehingga data menstimulasi cara berpikir yang analisis serta dapat memberikan contoh yang selektif bagi para peserta (Juwairiah, 2. Media audio visual disebut alat peraga karena memadukan perangkat bantu dengar . dan perangkat bantu penglihatan. Alat peraga ini mengaitkan melihat dan mendengar secara serentak dalam satu sistem. Unsur pandang dengar terdiri dari ilustrasi dan suara. Media audio visual bisa menampilkan gambar yang mengembangkan penalaran siswa. Selain itu, suara situasi yang menyertai gambar merangsang emosi siswa saat memahami peristiwa tersebut (Suriyati et al. , 2. Gambar 1. Alat Peraga Audio Visual Ilustrasi Kerusakan Paru-Paru akibat Asap Rokok Berdasarkan hasil evaluasi pada remaja peserta kegiatan menyebutkan beberapa kesulitan yang dialami remaja saat mencoba memahami bahaya asap rokok adalah bahasa medis pada video dan alat peraga yang kurang dimengerti, sulit menerapkan di kehidupan sehari-hari karena kurangnya motivasi dan sulitnya mengubah pola hidup sehat dengan tidak merokok ataupun menjadi perokok pasif. Guna mengatasi E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat kesulitan-kesulitan tersebut, tim pelaksana pengabdian memberikan anjuran berupa pentingnya menjaga kesehatan, merubah gaya hidup tidak sehat salah satunya berhenti merokok karena dampak rokok ataupun asap rokok bagi tubuh sangat berbahaya begitupun dengan orang yang disayangi. Tim juga berupaya memberi penjelasan semudah dan semenarik mungkin agar peserta mudah memahami dan maksud serta tujuan edukasi dapat tersampaikan. Berdasarkan hasil pengukuran kuesioner, edukasi kesehatan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan pengetahuan tentang bahaya asap rokok bagi remaja yang mengikuti kegiatan tersebut. Dimana pengetahuan remaja sebelum diberikan edukasi, hanya ada 1 . %) yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan sebanyak 9 orang . %) yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Indikator penilaian pada kegiatan pengabdian ini adalah tingkat pengetahuan peserta berupa pengetahuan tinggi, sedang, dan rendah dari Peningkatan pengetahuan pada remaja menjadi awal munculnya kesadaran diri untuk menjauhi rokok, dan berupaya ikut memberikan pemahaman bahaya asap rokok bagi perokok lain agar menjadi lebih sehat, hal tersebut seiring dengan pernyataan para remaja yang mengatakan akan terus berusaha pelan pelan berhenti dan menjauhi rokok setelah mengetahui bahayanya rokok dan asap rokok bagi Kesehatan diri sendiri dan orang sekitar. Peningkatan pengetahuan dan munculnya kesadaran diri pada remaja menunjukkan bahwa tujuan edukasi kesehatan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan secara umum telah tercapai. Simpulan dan Rekomendasi Kesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat adalah pendidikan/edukasi kesehatan tentang bahaya asap rokok dapat meningkatkan pengetahuan remaja dan menumbuhkan kesadaran diri para remaja untuk menjauhi asap rokok dan berhenti Media alat peraga berbasis audio visual yang digunakan saat edukasi kesehatan juga menjadi media yang efektif dalam proses transfer informasi yang disampaikan oleh tim pengabdian masyarakat. Saran untuk kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya adalah kegiatan edukasi untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi oleh remaja saat ingin berhenti merokok seperti edukasi terkait kiat Ae kiat untuk berhenti merokok. Daftar Pustaka