Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 6 No. 4 November 2022 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 36312/jisip. 3676/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuExtremeAy Tomohon Romi Mesra1. Muhammad Fajar Hidayat2. Criezta Korlefura3. Anang Mulya Tanaya4 Universitas Negeri Manado. IAIN Ambon. Universitas Pattimura. Politeknik Negeri Fakfak Article Info Article history: Accepted: 25 Juli 2022 Publish: 7 November 2022 Kata Kunci: Persepsi Masyarakat Minahasa Pasar AuextremeAy Tomohon Article Info Article history: Accepted: 25 Juli 2022 Publish: 7 November 2022 ABSTRAK Salah satu pasar yang sangat terkenal di daerah Minahasa-Sulawesi Utara secara nasional maupun internasional disebut juga sebagai kearifan lokal dikenal dengan nama Pasar AuextremeAy Tomohon. Yang paling terkenal dari pasar ini biasanya adalah karena para pedagang menjual hewan-hewan yang tidak biasa yang pada umumnya adalah hewan liar bahkan hewan yang dilindungi di daerah lain seperti ular, biawak, babi hutan, kelelawar, anjing, kucin dan masih banyak lagi hewan AuextremeAy lainnya. Dalam perkembangannya jika kita tanya seperti apa pendapat atau persepsi masyarakat Minahasa tentang pasar AuextremeAy Tomohon ini maka kita akan menemukan pendapat yang beragam, bahkan banyak juga diskusi tentang perbedaan pendapat ini muncul sampai ke media sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu. penamaan pasar AuextremeAy adalah gimik pariwisata, disebut makanan hewan AuextremeAy hanya bagi orang luar Minahasa, beberapa masyarakat Minahasa menganggap makanan AuextremeAy tersebut kebiasaan primitif , memakanan hewan AuextremeAy tradisi turun temurun masyarakat Minahasa, agama orang Minahasa membolehkan memakan makanan AuextremeAy tersebut, makan hewan AuextremeAy sebagai simbol mempererat kekerabatan, permintaan dan penawaran hewan AuextremeAy seimbang. Abstract One of the most famous markets in the Minahasa-North Sulawesi area nationally and internationally is also known as local wisdom known as the "extreme" Tomohon Market. The most famous of this market is usually because the traders sell unusual animals which are generally wild animals and even animals that are protected in other areas such as snakes, monitor lizards, wild boars, bats, dogs, cats and many more animals " other In its development, if we ask what the opinion or perception of the Minahasa community is about the "extreme" Tomohon market, we will find various opinions, even many discussions about this difference of opinion have appeared on social media. The purpose of this study is to reveal the Minahasa community's perception of the "extreme" Tomohon market. The method used is a qualitative research method. The results of this study are. naming the market "extreme" is a tourism gimmick, it is called "extreme" pet food only for outsiders of Minahasa, some Minahasa people consider "extreme" food a primitive habit, eating animals is "extreme" a hereditary tradition of the Minahasa community, the Minahasa religion allows eating food "extreme", eating "extreme" animals as a symbol of strengthening kinship, demand and supply of "extreme" animals are This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagiSerupa 4. 0 Internasional Corresponding Author: Romi Mesra Romi Mesra Universitas Negeri Manado Email : romimesra@unima. PENDAHULUAN Setiap fenomena yang terjadi di sekitar masyarakat tentu akan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tersebut dan bisa jadi fenomena itu terjadi juga ada peran penting masyarakat tersebut 2323 | Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon (Romi Mesr. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 baik disadari ataupun tidak disadari. Setelah hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan secara berulang atau suatu karya tersebut menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat berarti bisa dibilang sudah membudaya. Kebudayaan merupakan suatu prestasi kreasi manusia berupa bentuk-bentuk prestasi psikologis seperti ilmu pengetahuan, kepercayaan, seni dan sebagainya. Kebudayaan dapat pula berbentuk fisik seperti hasil seni, terbentuknya kelompok keluarga. Kebudayaan dapat pula berbentuk kelakuankelakuan yang terarah seperti hukum, adat istiadat, yang berkesinambungan. Kebudayaan merupakan suatu realitas yang obyektif, yang dapat dilihat. Kebudayaan diperoleh dari lingkungan (Sumarto. Berarti budaya ini adalah setiap apa yang dihasilkan oleh manusia maka disebut budaya terlebih jika hasil cipta, rasa, dan karsa tersebut dipakai oleh suatu masyarakat dimana manusia itu tinggal, dijadikan nilai dan norma misalnya, dijadikan tradisi secara turun temurun, digunakan dalam berinterkasi dalam kehidupan sehari-hari seperti bahasa, dan lain sebagainya. Kemudian budaya ini juga ada yang sangat populer dan khas dari suatu daerah tertentu yang kemudian disebut sebagai budaya kearifan lokal . ocal wisdo. Budaya ini erat dengan nilai dan noema yang berlaku di suatu daerah tertentu dan belum tentu juga berlaku di daerah lain yang berarti budaya ini mejadi ciri khas dari suatu daerah. Tentu kita sering mengalami ketika pergi ke suatu daerah yang berbeda dengan daerah asal kita maka kemungkinan besar kita akan melihat sesuatu yang baru apakah itu berkaitan dengan bahasa dan logat bicara, bentuk rumah, pekerjaan masyarakat, aktivitas masyarakat tersebut dan masih banyak lagi hal lainnya yang bisa kita lihat secara kasat mata dan biasanya juga ada perasaan lain dari suasananya yang berbeda. Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Kearifan lokal adalah segala bentuk kebijaksanaan yang didasari nilai-nilai kebaikan yang dipercaya, diterapkan dan senantiasa dijaga keberlangsungannya dalam kurun waktu yang cukup lama . ecara turun temuru. oleh sekelompok orang dalam lingkungan atau wilayah tertentu yang menjadi tempat tinggal mereka. Secara etimologi, kearifan lokal . ocal wisdo. terdiri dari dua kata, yakni kearifan . dan lokal . Sebutan lain untuk kearifan lokal diantaranya adalah kebijakan setempat . ocal wisdo. , pengetahuan setempat . ocal knowledg. dan kecerdasan setempat . ocal geniou. (Njatrijani, 2. Lebih lanjut budaya kearifan lokal ini bisa dicontohkan seperti sebuah tradisi yang dilakukan di suatu daerah oleh masyarakat lokal atau masyarakat setempat, bahasa antara suatu kampung dengan kampung lain yang berbeda, nilai-nilai yang dianut, kaidah aturan yang diterapkan di dalam masyarakat, kemudian juga dilihat dari bentuk bangunan di suatu daerah, pemukiman, pasar, daerah pertanian dan lain sebagainya. Misalnya saja kearifan lokal yang terdapat di pasar tradisional masyarakat, di dalam proses sosila di pasar tersebut pada dasarnya sudah melebur nilai dan norma atau buah pikir yang ada di masyarakat setempat, misalnya dari barang-barang yang diperjual belikan, bentuk pasar tersebut, cara masyarakat berinteraksi di pasar tersebut, apa hal yang dibolehkan dan apa hal yang dilarang dilakukan di pasar tersebut, masih banyak lagi yang akan tampak meski dari sebuah pasar mungkin akan tampak secara umum karakter orang-orang di masyarakat dimana pasar tersebut berada. Pasar tradisonal sebagai pusat kegiatan sosial ekonomi kerakyatan, dengan demikian pola hubungan ekonomi yang terjadi di pasar tradisional menghasilkan terjalinnya interaksi sosial yang akrab antara pedagang-pembeli, pedagang-pedagang, dan pedagang- pemasok yang merupakan warisan sosial representasi kebutuhan bersosialisasi antar individu (Aliyah, 2. Seperti halnya di salah satu pasar yang sangat terkenal di daerah Minahasa-Sulawesi Utara dan juga bahkan dikenal secara nasional maupun internasional sebuah kearifan lokal yang kemudian dikenal dengan nama Pasar AuextremeAy Tomohon. Pada awal tahun 2018 ini. Pasar AuEkstremAy di Kota Tomohon menjadi sorotan internasional. Nama asli pasar ini adalah Pasar Beriman, tetapi disebut 2324 | Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon (Romi Mesr. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 AuEkstremAy karena menjual daging-daging yang tidak lumrah untuk dikonsumsi publik, misalnya: anjing, kera, tikus ekor putih, rusa, kelelawar, dan ular patola. Para aktivis penyayang hewan menilai perdagangan hewan di pasar tersebut sebagai sesuatu yang AusadisAy. Sadis dalam hal ini menunjuk pada cara menyembelih hewan-hewan tersebut. Anjing-anjing di sana sudah dikurung pada kotak besi menanti saat penyembelihan mereka. Setelah itu mereka meringis-ringis karena dipukul sampai kemudian mati, lalu dibakar. Ular patola sudah digantung dan diikat dengan rantai dan dipotong hidup-hidup. Penyiksaan yang hampir serupa dialami juga oleh hewan-hewan lain. Ada kesan bahwa hewan-hewan tersebut mengalami stress sebelum dibantai. Pemandangan ini akan dijumpai seharihari di Pasar Beriman Tomohon (Pinangkaan, 2. Kenapa disebut sebagai budaya kearifan lokal tentu karena pasar ini merupakan salah satu cerminan kebudayaan masyarakat lokal Minahasa. Yang paling terkenal dari pasar ini biasanya adalah karena para pedagang menjual makanan yang berasal dari hewan-hewan yang tidak biasa yang pada umumnya adalah hewan liar bahkan hewan yang dilindungi di daerah lain seperti ular, biawak, babi hutan, kelelawar, anjing, kucin dan masih banyak lagi hewan AuextremeAy lainnya. Dalam perkembangannya jika kita tanya seperti apa pendapat atau persepsi masyarakat Minahasa tentang pasar AuextremeAy Tomohon ini maka kita akan menemukan pendapat yang beragam, bahkan banyak juga diskusi tentang perbedaan pendapat ini muncul sampai ke media sosial seperti group facebook dan media sosial lainnya. Hal ini tentu wajar-wajar saja karena pola pikir setiap orang bisa saja berbeda yang biasaya tergantung lingkungannya, pendidikan, pengalaman hidup dan banyak hal lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi cara berpikir, bertindak, dan berperilaku seseorang di dalam masyarakat meskipun pada masyarakat dengan budaya yang sama. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang AuPersepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy TomohonAy. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik, wawancara dan observasi. Wawancara tidak terstruktur, bersifat bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data. Pedoman wawancara yang digunakan hanya menguraikan masalah yang akan diangkat (Sugiyono, 2. Dalam penelitian kualitatif, konseptualisasi, kategorisasi, dan deskripsi dikembangkan atas dasar AukejadianAy yang diperolehAikegiatan lapangan berlangsung. oleh karena itu, kegiatan pengumpulan data dan analisis data tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Keduanya berlangsung secara bersamaan, prosesnya bersifat siklis dan interaktif, tidak linier. Miles dan huberman (Miles, 1992menggambarkan proses analisis data penelitian kualitatif sebagai berikut: Gambar 1. Proses Analisis Data Penelitian Kualitatif Gambar tersebut menunjukkan sifat interaktif pengumpulan data dengan analisis data, pengumpulan data merupakan bagian integral dari kegiatan analisis data. Reduksi data adalah upaya untuk menyimpulkan data, kemudian mengurutkan data ke dalam konsep tertentu, kategori tertentu, dan tema tertentu. Hasil reduksi data diolah sedemikian rupa sehingga gambar terlihat lebih utuh. 2325 | Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon (Romi Mesr. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Bisa dalam bentuk sketsa, sinopsis, matriks, dan bentuk lainnya. Hal ini sangat diperlukan untuk mempermudah penyajian dan penegasan kesimpulan. Reduksi data adalah upaya untuk menyimpulkan data, kemudian mengurutkan ke dalam unit konsep tertentu, kategori, dan tema. Hasil reduksi data diolah sedemikian rupa sehingga gambar lebih Bisa dalam bentuk sketsa, sinopsis, matriks, dan lainnya. Hal ini sangat diperlukan untuk penyajian dan penegasan kesimpulan (Rijali, 2. Bisa diterapkan dalam menganalisis sektor pendidikan dan sektor lainya seperti kesehatan, sosial budaya dan lingkungan kehidupan masyarakat, infrastruktur, kemandirian ekonomi, dan kelembagaan komunitas masyarakat dalam menunjang kemandirian ekonomi, juga menjadi program binaan pengembangan masyarakat (Mongondow. Penelitian yang relevan dengan penelitian ini seperti artikel yang ditulis oleh Rompas (Rompas, 2. Pasar Beriman juga tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional yang lainnya. Akan tetapi, yang membuatnya berbeda dengan pasar tradisional yang ada di Seluruh Indonesia adalah salah satu lapak yang mem- perdagangkan hewan-hewan AuekstrimAy. Keberadaan hewan- hewan ekstrim ekstrim tersebut diyakini sebagai hal utama yang menarik perhatian para wisatawan. Kemudian juga relevan dengan penelitian Mesra dkk (Mesra. Lamadirisi, & Fathimah, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan Pasar Sapi/ Blante fungsional bagi masyarakat Minahasa. Dilatarbelakangi oleh aktivitas jual beli sapi yang sudah dilakukan secara turun temurun di Pasar Sapi/ Blante tersebut menyebabkan aktivitas ini menjadi mata pencaharian utama Mereka yang mengunjungi pasar tersebut bukan hanya pedagang dan pembeli dari sekitaran Minahasa akan tetapi juga masyarakat yang juga berasal dari luar Minahasa dengan beragama sukubangsa dan agama. Kedatangan mereka dilayani dengan baik oleh masyaarakat di Pasar Sapi/ Blante tanpa membedakan sukubangsa dan agama mereka tersebut. Pedagang di sini sangat multikultur dan menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama. Kemudian juga relevan dengan penelitian Eleni Gea dkk (Eleni Gea. Zoni Hengki Singal, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk interaksi para pedagang kaki lima dipasar tondano sangatlah erat bisa dilihat bagiamana cara mereka bekerja sama, saling peduli antara sesama pedagang kaki lima dan turut merasakan apa yang dirasakan oleh sesama pedangang kaki lima yang ada dipasar tondano. Persaingan yang terjadi diantara pedagang kaki lima merupakan persaingan yang berlangsung secara sehat dengan tidak saling menjatuhkan barang daganagan pedagang kaki lima lainnya dan jika terjadi masalah baik perbedaan pendapat diantara pedagang kaki lima, mereka memilih terlebih dahulu menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan atau membicarakan secara baik-baik. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Setelah peneliti melakukan penelitian dan mengumpulkan data penelitian melalui wawancara dan observasi mengenai Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon, peneliti mendapatkan temuan sebagai berikut: Penamaan pasar AuextremeAy adalah gimik pariwisata Disebut makanan hewan AuextremeAy hanya bagi orang luar Minahasa Beberapa masyarakat Minahasa menganggap makanan AuextremeAy tersebut kebiasaan primitif Memakanan hewan AuextremeAy tradisi turun temurun masyarakat Minahasa Agama orang Minahasa membolehkan memakan makanan AuextremeAy tersebut Makan hewan AuextremeAy sebagai simbol mempererat kekerabatan Permintaan dan penawaran hewan AuextremeAy seimbang Pembahasan 2326 | Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon (Romi Mesr. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang sudah peneliti lakukan maka peneliti menemukan Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon sebagai berikut: Penamaan pasar AuextremeAy adalah gimik pariwisata Pasar Ekstrim ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, pada awalnya nama pasar ini adalah pasar beriman Tomohon. sekarang telah berubah nama pada bulan januari 2020 telah resmi menjadi Pasar Ekstrim Wilken Tomohon, pasar penjual segala macam daging yang menjadi pusat perhatian wisatawan untuk dikunjungi karena adanya destinasi tersebut membuat wisata kuliner orang Minahasa dikenal dan menjadi satu- satunya pasar ekstrim yang menjadi Icon atau lambang dari wisata kuliner yang ada di Sulawesi Utara (Adipati. Pitana, & Bhaskara. Peneliti juga mewawancarai beberapa orang Minahasa menanyai bagaimana pendapat mereka tentang penamaan pasar AuextremeAy Tomohon dimana menurut mereka sebenarnya pasar tersebut biasa saja bagi mereka seperti pasar pada umumnya namun mungkin penamaan tersebut adalah strategi pemerintah daerah dalam mempromosikan pariwisata Tomohon khususnya melalui pasar tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh ibu NC . Tahu. sebagai Au. sebenarnya pasar itu biasa saja bagi kami orang minahasa, dulu namanya bukan pasar extreme tapi mungkin diberi nama itu supaya menarik wisatawan untuk datang ke daerah iniAy (Wawancara pada 15 Desember 2. Pasar ini dijadikan oleh pemerintah daerah kota Tomohon sebagai penarik wisatawan sehingga memang pengelolaannya dilakukan secara serius melalui lembaga daerah tersebut. Segalal sesuatunya dipikirkan dan diatur dengan baik sehingga setelah para wisatawan tertarik dan datang untuk mengunjungi pasar ini mereka juga mendapatkan kenyamanan ketika berkunjung sehingga berharap akan mendaatangkan wisatawan yang lebih banyak lagi tentunya hal tersebut akan berpengaruh kepada pendapatan asli daerah tersebut terutama berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Legalitas Pasar Beriman pun dilakukan dengan pembentukan badan organisasi Perusahaan Daerah Pasar, di mana tercantum dalam Peraturan Daerah (PERDA) Kota Tomohon No. Tahun 2006. Pemerintah Kota Tomohon kemudian memulai pengembangan pasar pada Tahun 2008, dengan tugas pertama menyusun manajemen pasar yang propesional dan dengan konsep rencana strategis Lima tahun. Program pemerintah dalam hal mengembangkan kemajuan Pasar Beriman Kota Tomohon tersebut diwujudkan melalui Visi dan Misi Pasar Beriman. Selain visi dan misi yang telah diatur PERDA Pemerintah Kota Tomohon, melalui Perusahan Daerah (PD) Pasar. Pasar Beriman mempunyai moto yang dijunjung tinggi. Moto tersebut adala : Pasarku Beramanat Sejahtera AuPasarku Bersih. Aman. Sehat dan SejahteraAy (Rompas, 2. Dengan demikian pemerintah sudah membuatkan program serta memperlihatkan keseriusannya dalam mengelola pasar ini sehingga terkelola dengan baik sebagai salah satu tempat tujuan wisata di daerah sulawesi utara. Kemudian tentu peran serta masyarakat dalam penerapan berbagai program dan aturan yang ada sangatlah penting, masyarakat tentu juga harus ikut mengawasi pelaksanaan berbagai program dan aturan yang dibuat oleh pemerintah daerah tersebut. Ketika peneliti berkunjung ke pasar ini pada dasarnya masyarakat di pasar termasuk para pedagang sangat ramah dalam melayani wawancara dan menerima kehadiran peneliti dengan baik, mungkin yang perlu ditingkatkan adalah soal kebersihan dan ketertiban, ditambah lagi memang posisi pasarnya yang agak sempit jadi ketika waktu ramainya pasar ini agak sulit untuk berjalan, mungkin bisa diusahakan perluasan pasar atau memperluas area jalan atau mengaturnya. Disebut makanan hewan AuextremeAy hanya bagi orang luar Minahasa Pasar AuextremeAy Tomohon ini sangat terkenala karena di sini diperjual belikan hewan-hewan yang Autidak biasaAy untuk dikonsumsi layaknya menjual ayam, ikan, dan lainnya namun yang 2327 | Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon (Romi Mesr. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 dijual di sini hewannya seperti anjing, kucing, biawak, ular, kelelawar, kodok, dan masih banyak lagi hewan AuextremeAy lainnya yang beberapa juga adalah hewan yang dilindungi ataupun hewanhewan yang tidak lazim dikonsumsi lebih ke hewan yang biasanya jadi teman manusia seperti kucing dan anjing. Sehingga memang banyak juga para pecinta hewan yang menyayangkan hewan tersebut dibunuh dan diperjual belikan untuk dikonsumsi masyarakat di pasar ini, terutama ketika kegiatan jual beli dan pembakaran hewannya ditayangkan di media sosial seperti youtube. TikTok, dan media sosial lainnya. Masyarakat luar akan merasa iba, merasa yang dilakukan pedagang dan masyarakat yang memakannya sebagai tindakan sadis, namun masyarakat Minahasa mengatakan bahwa hal tersebut dimana hewan yang diperjual belikan dan dimakan masyarakat di sini adalah hal biasa dan hanya dianggap AuextremeAy bagi orang-orang di luar Minahasa. Seperti yang diungkapkan oleh tante RN . Tahu. Au. bagi kami makanan dari hewan di pasar Tomohon tersebut sudah biasa dimakan, meskipun juga tidak semua orang Minahasa memakan makanan tersebut, seperti saya yang tidak makan anjing, tapi banyak juga orang-orang sini yang memakannya. Mungkin itu dianggap extreme bagi orang luar Minahasa, kalau bagi orang sini itu makanan yang biasa bagi kamiAy (Wawancara pada 15 Desember 2. Menurut peneliti makanan AuextremeAy yang dikonsumi oleh masyarakat minahasa ini adalah bagian dari kebudayaan mereka yang telah dilakukan secara turun temurun meskipun mendatangkan berbagai polemik dari dunia luar namun karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat Minahasa mengkonsumsi hewan-hewan tersebut maka masyarakat tetap melanjutkan tradisi tersebut. Beberapa masyarakat Minahasa menganggap makanan AuextremeAy tersebut kebiasaan primitif Meskipun pada umumnya masyaarakat Minahasa tidak mempersoalkan kebiasaan memakan hewan AuextremeAy tersebut karena sudah dilakukan secara turun temurun namun beberapa dari mereka ada juga yang sudah meninggalkan kebiasaan tersebut bahkan menentangnya dengan berbagai alasan yang salah satunya menganggap kebiasaan tersebut sebagai budaya primitif sehingga harus ditinggalkan karena sekarang sudah zaman modern. Seperti yang diungkapkan oleh LS sebagai berikut melalui group facebook Miahasa. Au. makan anjing itu bukan budaya apalagi disebut kearifan lokal, apa arifnya membunuh anjing dengan sadis untuk dimakan? Semakin maju peradaban seharusnya manusia semakin beradapAy (Hasil observasi peneliti pada 2. Peneliti juga baru tahu dan agak sedikit terkejut juga pada awalnya, ternyata ada juga masyarakat Minahasa yang menganggap memakan makanan AuextremeAy adalah budaya primitif yang harus ditinggalkan sejalan dengan kemajuan zaman atau peradaban. Peneliti pikir tentu saja ada yag tidak suka memakan makanan AuextremeAy tersebut namun bukan berarti tidak mengakuinya sebagai budaya Minahasa. Memakan hewan AuextremeAy tradisi turun temurun masyarakat Minahasa Pada umumnya masyarakat Minahasa mengakui bahwa makanan AuextremeAy adalah budaya leluhur mereka yang dilestarikan turun temurun hingga saat ini, meskipun banyak polemik dan juga penentanga terhadap kebiasaan masyarakat Minahasa dalam memakan makanan tersebut namun sampai saat ini meskipun juga ada yang tidak memakannya sebagian lainnya tetap masih mengkonsumsi hewan tersebut. eskipun merupakan sebuah tradisi namun sebagian masyarakat tidak memakannya karena berbagai alasan yang salah satunya karena alasan kesehatan. Responden yang tinggal di kelurahan Rurukan adalah salah satu bagian dari Etnis Minahasa menjadi mayoritas yang tinggal di Provinsi Sulawesi Utara. Masyarakat etnis Minahasamempunyai suatu kebiasaan pesta yang diikuti dengan pesta makan atau makan makanan Minahasayang sebagian besar berasal dari berbagai jenis hewan yang ada. Hal ini diperkuat oleh kebiasaan atau tradisi masyarakat Kota Tomohon dimana fasilitas pasar tradisional 2328 | Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon (Romi Mesr. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 dijumpai banyak sekali bahan makanan ekstrim yang diperjual belikan. Kejadian hipertensi pada orang dewasa usia 18Ae40 tahun di Puskesmas Rurukan paling banyak berada pada kategori tingkat ringan . /90 mmH. sebanyak 138 orang . %). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi makanan ekstrim dengan peningkatan tekanan darah pada orang dewasa usia 18 Ae 40 tahun di Puskesmas Rurukan dimana nilai p= 0,032 (Yohanis dkk, 2. Perti wawancara saya dengan salah seorang masyarakat Minahasa SW . Tahu. sebagai Au. saya bukannya tidak suka dengan makanan tersebut karena dulu juga sudah biasa memakannya dari kecil atau waktu muda namun sekarang usia saya sudah tua jadi harus jaga kesehatan sehingga mengurangi atau meniggalkan makanan sejenis ituAy (Wawancara pada tanggal 12 November 2. Berdasarkan wawancara dan penjelasan sumber di atas pada umunya masyarakat Minahasa tidak mempermasalahkan orang-orang yang memakan makanan AuextremeAy tersebut namun juga itu pilihan masyarakat sendiri apakah ingin memakannya atau tidak karena berbagai alasan misalnya alaan kesehatan dan mungkin juga ada beberapa orang seperti yang diungkapkan di atas tidak lagi menganggap budaya memakan makanan AuextremeAy ini cocok dengan peradaban perkembangan zaman yang semakin modern. Agama orang Minahasa membolehkan memakan makanan AuextremeAy tersebut Memakan makanan AuextremeAy di Minahasa ini tentu berkaitan erat juga selain dengan budaya juga dengan faktor agama masyarakat Minahasa. agama tentu juga mengatur apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, berkaitan dengan makanan yang akan dimakan misalnya sapi mungkin bagi sebagian masyarakat memakan makanan berbahan dasar sapi adalah hal yang biasa namun bagi masyarakat tertentu malah menganggap bahwa sapi itu suci berdasarkan tuntunan agamanya sehingga mereka tidak memakan sapi tersebut dan masih banyak lagi contoh lmakanan lainnya yang dibolehkan pada agama tertentu untuk dimakan namun tidak bolehkan di agama lain. Seperti yang diketahui, daerah Minahasa merupakan daerah dengan mayoritas penduduk pemeluk agama Kristen (Protesta. Setiap himbauan ataupun tindakan yang dilakukan gereja dapat sangat mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat Minahasa. Dengan adanya upaya dari gereja untuk turut mengambil bagian dalam pelestarian budaya Minahasa, sekiranya budaya tersebut dapat terlestarikan dan bahkan, dapat dikembalikan pada bentuk aslinya (Theologia. Kristen, & Wacana, 2. Masyarakat Minahasa pada umumnya memeluk agama Kristen meskipun ada juga beberapa yang memeluk agama lain seperti Islam. Hindu dan agama lainnya. Seperti wawancara peneliti dengan beberapa orang Minahasa yang beragama Kristen bahwa pada dasarnya tidak ada masalah memaka makannan AuextremeAy ini secara agama yang mereka miliki. Sah-sah saja memakan makanan tersebut dan itu tergantung pilihan masing-masing masyarakat apakah akan memakannya atau tidak. Ini berarti secara agama membolehkan pemeluknya memakan makanan seperti yang dijual di pasar extreme Tomohon tersebut. Keterkaitan hewan babi dengan kehidupan orang Minahasa dalam pengertian bahwa hewan babi mendapat posisi penting pada upacara adat khusus pada zaman pemerintahan Minahasa dahulu yang berlangsung sebelum abad 16. Upacara adat dilakukan oleh Kesatuan Organisasi pemerintahan Minahasa dengan cara membagikan potongan-potongan hewan kurban babi kepada pejabat pemerintahan. Setiap potongan dari hewan memiliki simbol tertentu (Pamantung, 2. Makan hewan AuextremeAy sebagai simbol mempererat kekerabatan Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Minahasa sangat erat juga kaitan dengan budaya makanan masyarakat Minahasa itu sediri. Seperti yang peniliti perhatikan dan juga ikuti, budaya makan ini diaktualiasikan dalam kegiatan sehari-hari misalnya di dunia kampus setiap ada acara 2329 | Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon (Romi Mesr. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 biasanya setelah acara ada jamuan makan, pada kegiatan melayat orang meninggal atau penghiburan juga disediakan makanan setelah acara, ada pertemuan-pertemuan juga ada jamuan makanan dan kegiatan lain sebagainya. Kebiasaan makan etnis Minahasa yang sering mengkonsumsi makanan yang kaya asam lemak jenuh, didukung pula dengan kebiasaan Aosuka makan enakAo pada AopestaAo dan sehari-harinya juga. Jenis makanan yang ada sebagian besar terbuat dari komposisi daging/lemak hewan babi dan pada umumnya masakan etnik Minahasa terasa pedas karena menggu- nakan cabe rawit (AoricaAo = capsicum fretescens, cayenne, goat peppe. Cabe rawit mempunyai khasiat yang baik untuk kesehatan jantung, karena berfungsi sebagai antioksidan dan antikoagulan serta anti fibrinolitik. Namun, yang unik dari makanan etnik Minahasa ada beberapa jenis makanan yang terbuat dari jenis daging hewan yang tidak lazim dimakan oleh kebanyakan orang pada umumnya, yaitu antara lain kelelawar (Panik. , anjing (RW), tikus hutan dan sayur yang terbuat dari batang pisang (SaAout/Kote. Makanan dari tikus juga dikonsumsi oleh etnis Zimbabwe yaitu tikus putih (Kandou, 2. Jadi makanan pada masyarakat Minahasa bukan hanya sekedar mengenyangkan perut namun juga sebagai media bersosialisasi dengan orang lain, juga upaya menyatukan berbagai perbedaan yang ada di meja makan. Seperti yang peneliti alami dimana ketika ada jamuan makanan yang mana orang-orang yang akan makan itu berbeda agama misalnya peneliti yang beragama muslim, biasanya disediakan makanan yang halal dan dibedakan juga wadahnya sehingga kita bisa juga berbaur di meja makan meskipun berbeda agama yang tentunya soal makanan ini sangat sensitif bagi beberapa atau setiap agama. Permintaan dan penawaran hewan AuextremeAy seimbang Soal makanan AuextremeAy di Minahasa mengapa masih berjalan sampai saat ini mungkin jadi pertanyaan banyak orang, padahal zaman sudah modern tidak lagi harus memakan hewan AuliarAy untuk bertahan hidup. Makanan sangat mudah ditemukan dimanapun di Minahasa selain makanan AuextremeAy tersebut. Dari berbagai wawancara yang peneliti lakukan di Pasar Extreme Tomohon bahwa di sana terlihat sangat ramai pembeli hewan AuextremeAy tersebut dan juga penjualnya sangat banyak, hal ini berarti permintaan masyarakat terhadap makanan hewan AuextremeAo tersebut masih sangat banyak sehingga para penjual pun masih mungkin untuk menjual hewan AuextremeAy tersebut karena masih banyak tersedia pembeli. Mungkin lain cerita jika peminatnya sudah berkurang maka penjual hewan AuextremeAy tersebut bisa jadi juga akan berkurang atau malah tidak ada. Seperti yang diungkapkann oleh TN sebagai berikut. Au. demand supply hewan extreme di sini seimbangAy (Hasil wawacara peneliti pada tahun Seperti yang diungkapkan oleh TN tersebut bahwa permintaan dan penawaran hewan AuextremeAy di Minahasa yang seimbang tersebutlah yang menjadi salah satu faktor mengapa budaya memakan hewan AuextremeAy masih dilestarikan sampai sekarang dan hal tersebut juga menjadi salah atu alasan eksistensi pasar extreme Tomohon sampai sekarang ini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon sebagai berikut. penamaan pasar AuextremeAy adalah gimik pariwisata, disebut makanan hewan AuextremeAy hanya bagi orang luar Minahasa, beberapa masyarakat Minahasa menganggap makanan AuextremeAy tersebut kebiasaan primitif , memakanan hewan AuextremeAy tradisi turun temurun masyarakat Minahasa, agama orang Minahasa membolehkan memakan makanan AuextremeAy tersebut, makan hewan AuextremeAy sebagai simbol mempererat kekerabatan, permintaan dan penawaran hewan AuextremeAy seimbang. SARAN 2330 | Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon (Romi Mesr. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Berdasarkan kesimpulan di atas maka peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan pengembangan penelitian terhadap fenomena-fenomena lain berkaitan dengan Persepsi Masyarakat Minahasa Tentang Pasar AuextremeAy Tomohon. Seperti: studi konflik, studi fungsional, studi ekonomi, studi sosiologi digital, dan lainnya UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih saya ucapkan kepada isteri saya Rini Efrianti yang telah mensupport saya dalam penelitian artikel ini bahkan menggantikan tugas saya mengasuh anak, memberikan perhatian kepada saya sehingga bisa merampungkan artikel ini dan juga anak saya Al Fatih Dzaki Mesra dan Nalendra Baihaqi Tou Mesra yang masih bisa diajak kompromi menjadi penyemangat saya dalam merampungkan artikel ini. Selanjutnya terimakasih kepada tim peneliti bapak Muhammad Fajar Hidayat, ibu Criezta Korlefura, dan bapak Anang Mulya Tanaya yang sangat membantu dalam menyelesaikan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA