Journal of Accounting and Digital Finance , 5. , 2025,93-106 Available at: https://journal. id/index. php/jadfi EISSN: 2776-639X Akuntansi pendapatan kontrak konstruksi berdasarkan PSAK 115 tentang pendapatan dari Kontrak dengan Baiq Krisnina Maharani Putri*. Fety Widianti Aptasari. Ely Windarti Hastuti. Khairul Mujahidi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mataram. Indonesia *) Korespondensi . -mail: baiqkrisninamputri@staff. Abstract This study aims to analyze in-depth how CV Yoranusa Abadi, as a construction company, recognizes revenue from its construction contracts with clients to provide specific services. The analysis is based on PSAK 115 concerning Revenue from Contracts with Customers. qualitative research method with a descriptive approach is applied, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that CV Yoranusa Abadi has implemented the five stages of revenue recognition under PSAK 115 in all its construction These stages include contract identification, identification of performance obligations, transaction price determination, transaction price allocation to performance obligations, and revenue recognition. Revenue is recognized and recorded based on the percentage of completed performance obligations agreed upon in the contract. This study can serve as an additional reference on how revenue recognition in construction companies aligns with the applicable accounting standards, namely PSAK 115 Keywords: PSAK 115. Construction Contracts. Revenue. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai bagaimana CV Yoranusa Abadi sebagai perusahaan konstruksi mengakui pendapatan dari kontrak konstruksi dengan klien atas penyediaan jasa tertentu. Analisis ini menggunakan acuan PSAK 115 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Yoranusa Abadi telah menerapkan lima tahap pengakuan pendapatan sesuai dengan PSAK 115 pada setiap proyek konstruksi yang dijalankan. Tahapan tersebut meliputi: identifikasi kontrak, identifikasi kewajiban pelaksanaan, penentuan harga transaksi, alokasi harga transaksi ke kewajiban pelaksanaan, serta pengakuan pendapatan. Pengakuan dan pencatatan pendapatan dilakukan berdasarkan persentase kewajiban pelaksanaan yang telah diselesaikan oleh perusahaan sesuai dengan perjanjian dalam kontrak kerja konstruksi. Penelitian ini bisa menjadi tambahan referensi terkait bagaimana pengakuan pendapatan perusahaan konstruksi yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku yaitu PSAK 115. Kata kunci: PSAK 115. Kontrak Konstruksi. Pendapatan. How to cite: Putri. Aptasari. Hastuti. , & Mujahidi. Akuntansi pendapatan kontrak konstruksi berdasarkan PSAK 115 tentang pendapatan dari Kontrak dengan pelanggan. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 93Ae106. https://doi. org/10. 53088/jadfi. Copyright A 2025 by Authors. this is an open-access article under the CC BY-SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 94 Pendahuluan Mengetahui definisi entitas menjadi suatu hal yang penting karena kata entitas bisa digunakan dalam berbagai macam bidang untuk mengklasifikasikan jenis dari sebuah lembaga termasuk dalam bidang konstruksi. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menjelaskan bahwa tiap bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja dan memberikan imbalan berupa upah dan bentuk lainnya adalah perusahaan. Tujuan utama dari berdirinya sebuah perusahaan tentu saja adalah untuk memperoleh keuntungan demi kesejahteraan pemilik dan juga para pemangku kepentingan lainnya. Hal ini juga berlaku untuk perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi. Perusahaan konstruksi adalah perusahaan yang memiliki fokus usaha dalam kegiatan konstruksi baik dalam proses pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya termasuk bendungan, jembatan, dan jalan raya. Perusahaan konstruksi memiliki peranan yang sangat besar dalam pembangunan infrastuktur dan juga pengembangan ekonomi suatu daerah karena dalam kegiatan usaha perusahaan konstruksi akan melibatkan banyak pihak yang tentu saja dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Secara keseluruhan, dapat memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi serta kontribusi terhadap kemajuan infrastruktur suatu negara. Terlepas dari peran pentingnya, perusahaan konstruksi juga sering kali menghadapi tantangan dan juga masalah yang berhubungan dengan akuntansi yang akhirnya berujung kepada skandal keuangan. Beberapa skandal keuangan yang melibatkan perusahaan konstruksi adalah PT Waskita Karya. PT Hanson International, dan Granite Construction. Pada kasus PT Waskita Karya, dijelaskan melalui laman berita Kompasiana. com yang ditulis oleh Nuari, 2024. PT Waskita Karya terlibat ke dalam kasus rekayasa laporan keuangan selama periode pelaporan tahun 2018-2021. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan pencatatan pendapatan fiktif, menunda pengakuan bebas, serta mempercepat pengakuan aset yang dilakukan oleh petinggi perusahaan milik negara tersebut. Akibat hal ini, negara dirugikan sejumlah Rp 202 miliar. Kasus perusahaan konstruksi lainnya adalah kasus yang melibatkan PT Hanson International. Menurut informasi yang ditemukan, kasus ini melibatkan direkturnya yang dimana pendapatan pada laporan keuangan tahunan untuk tahun 2016 mengalami overstated sejumlah Rp 613 miliar (Idris & Setiawan, 2. Kasus perusahaan konstruksi terakhir yang melibatkan skandal keuangan akuntansi adalah kasus yang terjadi pada Granite Construction. Kasus ini melibatkan mantan wakil presiden perusahaanya. Pelanggaran yang dilakukan adalah memanipulasi margin keuntungan proyek tertentu dan tidak mencatat biaya sesuai dengan yang terjadi. Akibat kasus ini pelanggaran keuangan ini, perusahaan didenda oleh SEC sebesar $ 12 juta (Vogel & Bouhafna. Kasus-kasus di atas membuktikan bahwa perusahaan konstruksi juga bisa mengalami skandal keuangan dan terjadi di beberapa negara di dunia, tidak hanya di Indonesia saja. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 95 Salah satu masalah yang sering terjadi dalam perusahaan konstruksi adalah kesalahan dalam melakukan pengelolaan biaya proyek, baik kesalahan pencatatan pendapatan hingga kesalahan pencatatan biaya-biaya yang terjadi selama proyek konstruksi dikerjakan. Kesalahan dalam pencatatan ini juga tentu saja akan mempengaruhi laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan. Selain itu, perusahaan konstruksi biasanya akan mengelola proyek dalam jangka waktu panjang dan kompleks yang menyebabkan perusahaan terkadang kesulitan untuk melakukan estimasi biaya yang akurat serta pencatatan akuntansi yang aktual sehingga hal ini bisa menjadi celah dilakukannya manipulasi data akuntansi atau dilakukannya pelaporan keuangan yang kemungkinan tidak mencerminkan keadaan sebenarnya dari sebuah perusahaan konstruksi. Perusahaan konstruksi juga biasanya akan rentan mengalami masalah yang berkaitan dengan bagaimana pengakuan pendapatan proyek yang dilakukan. Berdasarkan beberapa informasi yang penulis kumpulkan dari hasil penelitian terdahulu, banyak perusahaan konstruksi yang mengakui pendapatan dengan metode tertentu seperti metode persentase penyelesaian. Di Indonesia sendiri. Ikatan Akuntan Indonesia sudah menyediakan standar akuntansi keuangan yang berkaitan dengan perusahaan konstruksi yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 115 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan yang menggantikan aturan sebelumnya yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 34 tentang Akuntansi Kontrak Konstruksi. Standar ini dikeluarkan untuk memberikan gambaran perlakuan akuntansi pendapatan yang berhubungan dengan kontrak yang dilakukan entitas dengan pelanggannya. Sebelum dikeluarkannya PSAK 115 yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2025 berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ikatan Akuntan Indonesia, perusahaan konstruksi di Indonesia menggunakan PSAK 34 sebagai dasar dalam pengakuan pendapatan dan biayanya. Sebelumnya. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 34 Revisi Tahun 2010 tentang Akuntansi Kontrak Konstruksi merupakan pedoman akuntansi yang berlaku bagi perusahaan konstruksi dalam melakukan pengakuan pendapatan dan biaya yg terkait dengan kontrak konstruksi. Standar ini sangat penting bagi perusahaan sebagai pedoman bagaimana perusahaan konstruksi harus mengakui pendapatan, biaya, serta pengungkapan dalam laporan keuangannya sehingga bisa memberikan gambaran kondisi keuangan dan kinerja perusahaan dengan akurat dan sebenar-benarnya agar tidak menyesatkan para pemangku kepentingan perusahaan. Penelitian terdahulu yang digunakan dalam penelitian ini masih menggunakan standar PSAK 34 karena PSAK 115 baru berlaku efektif1 Januari 2025 sehingga masih sangat baru digunakan di dalam akuntansi perusahaan konstruksi. Beberapa penelitian terdahulu yang melakukan penelitian terkait dengan pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 34 Revisi Tahun 2010 tentang Akuntansi Kontrak Konstruksi menemukan bahwa beberapa perusahaan belum menerapkan PSAK 34 dalam kegiatan operasionalnya, bahkan beberapa perusahaan juga belum memiliki pemahaman tentang keberadaan PSAK 34 ini (Anastasia et al. , 2023. Bongkang et al. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 96 Cahyono et al. , 2022. Mayrani et al. , 2024. Syafitri et al. , 2. Selain temuan ini, ditemukan juga beberapa hasil penelitian yang menjelaskan bahwa beberapa perusahaan sudah menggunakan PSAK 34 dalam kegiatan operasionalnya, tetapi belum melakukan adopsi standar secara penuh (Hutabarat & Susilo, 2018. Luthfi et al. Marchella Liu Josri & Icha Fajriana, 2024. Nur Mellia Syahdila et al. , 2. Sementara itu, di sisi lainnya penulis juga menemukan beberapa hasil penelitian yang menjelaskan bahwa beberapa perusahaan sudah menerapkan PSAK 34 dalam kegiatan operasionalnya (Kalsum et al. , 2018. Oroh, 2013. Subagja & Pradipto, 2. Perbedaan hasil penelitian beberapa penelitian terdahulu di atas terbagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok yang sama sekali belum menerapkan bahkan mengetahui adanya standar akuntansi konstruksi bahkan belum mengetahui adanya standar ini, kelompok yang sudah mulai menerapkan walaupun tidak diterapkan secara penuh, dan juga kelompok perusahaan yang sudah menerapkan standar terkait dengan akuntansi konstruksi dalam kegiatan operasionalnya sebagai perusahaan Hal ini mengarah kepada metode pengakuan pendapatan yang diterapkan masing-masing perusahaan. Berdasarkan uraian latar belakang di atas tentang pentingnya peran dari perusahaan konstruksi, beberapa skandal keuangan yang melibatkan perusahaan konstruksi, hingga perbedaan hasil penelitian terkait dengan sejauh mana beberapa perusahaan konstruksi di Indonesia menerapkan standar akuntansi konstruksi dalam kegiatan operasionalnya maka penelitian ini akan melakukan analisis mendalam untuk memastikan bahwa pengakuan pendapatan dari kontrak konstruksi yang selama ini dilakukan oleh perusahaan konstruksi yang sudah berdiri cukup lama di Pulau Lombok yaitu CV Yoranusa Abadi. Penelitian ini akan menggunakan standar PSAK 115 tentang pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebagai dasar untuk melakukan analisis mendalam terkait dengan pengakuan pendapatannya. Hal ini dilakukan karena sampai pada saat penelitian ini dilakukan, penelitian yang secara khusu mengkaji penerapan PSAK 115 pada Perusahaan konstruksi masih sangat jarang Penelitian ini akan menggunakan penelitian Ronauli et al. sebagai rujukan dengan melakukan analisis mendalam pada perusahaan yang berbeda. CV Yoranusa Abadi merupakan perusahaan konstruksi umum yang yang biasanya mengerjakan beberapa kontrak konstruksi pembangunan gedung hingga sarana prasarana jalan raya yang berada di Lombok Tengah. CV Yoranusa Abadi memiliki reputasi yang baik dalam memberikan layanan berkualitas tinggi di sektor konstruksi. Hal ini terbukti dari lamanya perusahaan ini berdiri dan masuk tetap eksis sampai sekarang mengerjakan proyek konstruksi mulai dari skala kecil hingga besar. Selain itu, berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh penulis, terlihat bahwa CV Yoranusa Abadi banyak menjalankan proyek-proyek dengan nominal yang bisa dikatakan besar dan membutuhkan pencatatan akuntansi yang memadai. Hal inilah yang menyebabkan penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada perusahaan konstruksi ini, untuk melihat apakah salah satu perusahaan konstruksi yang sudah lama berdiri dan mengerjakan berbagai macam proyek menerapkan standar akuntansi atau tidak dalam kontrak konstruksinya. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 97 Tinjauan Pustaka . Perusahaan Konstruksi Perusahaan konstruksi adalah bentuk dari suatu entitas bisnis yang berfokus dalam bidang pembangunan infrastruktur baik dalam bentuk pembangunan gedung, jembatan, dan sarana prasarana jalan raya, hal ini sesuai dengan PSAK Nomor 34 revisi tahun 2010 tentang akuntansi kontrak konstruksi, dimana kontrak konstruksi bisa dinegosiasikan untuk membangun aset seperti jembatan, bangunan, dam, pipa, jalan, kapal, dan terowongan. Perusahaan konstruksi biasanya akan terlibat dalam keseluruhan proses konstruksi mulai dari perencanaan, desain, pengadaan material, pelaksanaan pekerjaan lapangan, hingga penyelesaian proyek sesuai dengan spesifikasi yang terdapat di dalam kontrak konstruksi. Sebuah perusahaan konstruksi bisa mengerjakan proyek baik dalam skala kecil hingga besar tergantung dari ukuran perusahaan konstruksi tersebut. Perusahaan konstruksi biasanya memberikan pelayanan dalam bentuk jasa pembuatan sebuah proyek konstruksi. Kontrak Konstruksi Menurut PSAK nomor 34 revisi tahun 2010 tentang akuntansi kontrak konstruksi. Kontrak konstruksi adalah kontrak yang dinegosiasikan secara khusus untuk konstruksi suatu aset atau kombinasi suatu aset yang berhubungan erat satu sama lain sesuai dengan tujuan pokok penggunaannya. Kontrak konstruksi biasanya merupakan kontrak atas suatu proyek tertentu antara kontraktor dan klien yang berisi hak dan kewajiban masing-masing pihak. Biasanya kontrak ditagihkan dengan metode persentase penyelesaian yang sudah dilakukan kontraktor atas suatu proyek tertentu. Kontrak konstruksi biasanya terdiri dari jenis proyek yang akan dilakukan, jumlah pendapatan yang disetujui, hal-hal yang diperbolehkan dan tidak dalam pekerjaan kontrak, jangka waktu, klaim dan pembayaran insentif. Kontrak konstruksi akan menetapkan ruang lingkup pekerjaan dengan menjelaskan secara detail apa saja yang harus dilakukan oleh kontraktor, menyepakati biaya termasuk cara pembayaran dan ketentuan biaya tambahan jika ada perubahan dalam pekerjaan, mengatur waktu pelaksanaan proyek dari mulai tanggal mulai hingga tanggal selesai, menyertakan standar kualitas dan spesifikasi yang harus dilaksanakan oleh kontraktor dan beberapa hal lainnya. Kontrak konstruksi sangat penting untuk disepekatasi masing-masing pihak untuk memberikan kejelasan dan perlindungan hukum bagi semua pihak yang terlibat dalam kontrak. PSAK 115 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan PSAK 115 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan adalah standar akuntansi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang merajuk pada IFRS 15 tentang Revenue from Contracts with Customers. Standar ini keluarkan dengan tujuan untuk menetapkan prinsip yang dapat diterapkan entitas untuk melaporkan informasi yang berguna bagi pengguna laporan keuangannya terkait dengan sifat, jumlah, waktu, dan ketidakpastian pendapatan. PSAK 115 ini adalah pedoman yang lebih konsisten dan transparan mengenai bagaimana dan kapan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan harus diakui. Dalam mengakui Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 98 pendapatan. PSAK 115 memberikan lima langkah dasar yang bisa menjadi acuan perusahaan termasuk perusahaan konstruksi: Melakukan identifikasi kontrak dengan pelanggan Kontrak yang terjadi antara entitas dan pelanggan harus disetujui semua pihak. Kontrak bisa dalam bentuk lisan, tulisan, atau sesuai dengan praktik bisnis pada Kontrak merupakan bentuk komitmen masing-masing pihak untuk melakukan kewajibannya. Informasi yang terdapat di dalam kontrak harus memberikan informasi terkait dengan jangka waktu, pembayaran, hingga risiko Melakukan identifikasi kewajiban pelaksanaan yang tercantum pada kontrak Entitas harus melakukan penilaian terhadap barang atau jasa yang dijanjikan di dalam kontrak. Barang dan jasa yang dijanjikan ini disebut dengan kewajiban pelaksanaan termasuk jasa konstruksi yang terdapat di dalam konteks penelitian Kewajiban pelaksanaan bisa sepanjang waktu ataupun beberapa waktu Melakukan penentuan harga transaksi Harga transaksi biasanya dipertimbangkan berdasarkan syarat kontrak dan praktik bisnis umum yang berlaku. Harga transaksi adalah sejumlah imbalan yang diperkirakan akan menjadi hak entitas dalam pertukaran atau pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan diluar dengan biaya lain seperti biaya pajak. Melakukan alokasi harga transaksi ke kewajiban pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak Pengalokasian harga transaksi memiliki tujuan agar entitas mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan dalam jumlah yang menggambarkan jumlah imbalan yang menjadi hak entitas yang tercantum di dalam kontrak. Alokasi harga transaksi ini harus sesuai dengan kewajiban pelaksanaan yang sudah dipenuhi atau diselesaikan oleh entitas. Mengakui pendapatan Entitas di dalam standar ini disebutkan dapat mengakui pendapatan ketika . tau selam. kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dan dilakukan penyerahan atau pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan sesuai dengan yang tercantum pada kontrak. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang cenderung mengumpulkan data lapangan di lokasi di mana partisipan mengalami isu atau masalah yang akan diteliti dan peneliti pada penelitian ini berperan sebagai instrumen kunci yang mengharuskan peneliti berinteraksi langsung dengan sumber data (Creswell, 2. Metode kualitatif dipilih untuk memperoleh pemahaman mendalam dan rinci tentang suatu fenomena atau masalah (Hennink et al. , 2. Desain studi kasus akan digunakan dalam penelitian kualitatif ini. Studi kasus dipilih karena dengan rancangan penelitian ini, peneliti bisa mengembangkan analisis mendalam atas suatu kasus atau peristiwa (Creswell, 2. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 99 Proses pengumpulan data akan dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi (Creswell, 2. Observasi akan dilakukan dengan mengamati bagaimana CV Yoranusa Abadi melakukan kontrak konstruksi dengan pelanggannya. Selain itu juga akan dilakukan wawancara dengan narasumber untuk mendalami bagaimana proses pengakuan pendapatan yang dilakukan perusahaan. Proses wawancara untuk menggali informasi ini akan terus dilakukan hingga sudah mencapai data jenuh . aturasi dat. atau sudah tidak ada lagi informasi baru yang didapatkan oleh peneliti (Creswell, 2. Informan dalam penelitian ini adalah pengurus atau pihak yang benar-benar mengetahui tentang kontrak konstruksi dan juga pengakuan pendapatan yang dilakukan oleh CV Yoranusa Abadi. Observasi serta wawancara ini akan didukung dengan melakukan analisis dokumen-dokumen yang berhubungan dengan kontrak konstruksi perusahaan. Proses analisis data dalam penelitian ini akan menggunakan model yang dikembangkan oleh Creswell . Langkah-langkah analisis data menurut Creswell . dimulai dengan mengolah dan mempersiapkan data mentah yang didapatkan dalam studi lapangan. Data ini dapat berupa transkrip hasil wawancara terkait dengan kontrak konstruksi dan juga pengakuan pendapatan perusahaan. Selanjutnya, penulis membaca keseluruhan data agar peneliti bisa mendapatkan gambaran umum dari informasi yang didapatkan. Langkah ini berfungsi agar peneliti bisa menangkap makna keseluruhan dari hasil wawancara yang dilakukan. Pada tahap ini, peneliti akan membaca hasil wawancara secara keseluruhan untuk mendapatkan gambaran umum terkait dengan bagaimana kontrak konstruksi dan pengakuan pendapatan yang dilakukan perusahaan. Tahap selanjutnya adalah, peneliti akan menyajikan hasil wawancara yang didapatkan dalam bentuk narasi kemudian akan dilakukan analisis Analisis data ini adalah pembuatan interpretasi atau memaknai data yang Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian Proses Kontrak Konstruksi CV Yoranusa Abadi adalah perusahaan konstruksi yang memiliki fokus untuk memberikan jasa dalam proses pembangunan gedung dan juga sarana prasarana dalam bentuk jalan baik pembangunan jalan baru, peningkatan jalan yang sudah ada, hingga perbaikan jalan. CV Yoranusa Abadi biasanya akan terlibat dalam keseluruhan proses konstruksi suatu proyek mulai dari proses pengukuran lahan, perencanaan proyek, pembuatan desain proyek, pengadaan material yang dibutuhkan proyek, pelaksanaan pekerjaan lapangan yaitu proses pengerjaan proyek, penyelesaian proyek sesuai dengan spesifikasi yang terdapat di dalam kontrak konstruksi, hingga nanti masa retensi dari sebuah proyek. Masa retensi ini biasanya dilakukan selama beberapa bulan untuk melindungi pemilik proyek dari cacat atau keterlambatan, menjaga kualitas pekerjaan, memastikan proyek selesai sesuai jadwal, memastikan kontraktor mematuhi perjanjian. CV Yoranusa Abadi biasanya melakukan retensi selama 6 bulan tergantung dari kontrak yang dilakukan dengan klien. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 100 AuKami mengerjakan proyek itu mulai dari nyari klien sampai retensi mba. Jadi kami yang ngukur lahannya, yang membuat desainnya, yang membeli materialnya, yang mengerjakan proyeknya juga kami. Nanti dana kami akan ditahan selama 6 bulan biasanya itu 5%-15% selama masa retensi. Kalau proyek aman tidak rusak baru nanti kami klaim dana retensinya ituAy. (A1. Direktur Perusahaa. Pada saat masa retensi, pihak klien akan menahan sejumlah nilai uang dari kontrak. Pada CV Yoranusa Abadi, nilai retensi yang biasanya ditahan oleh klien adalah 5% sampai dengan 15%. Jika selama masa retensi proyek yang sudah dikerjakan baikbaik saja dan tidak ada kerusakan, maka data retensi bisa di klaim oleh perusahaan dengan menagihkan invoice kepada klien. Tetapi, jika selama masa retensi ternyata proyek yang dikerjakan perusahaan mengalami kerusakan, maka perusahaan harus memperbaiki kerusakan tersebut terlebih dahulu sebelum melakukan penagihan invoice kepada klien. Sebelum melakukan tanda tangan kontrak konstruksi dengan klien sampai kepada masa retensi terkait dengan suatu proyek tertentu, perusahaan terlebih dahulu akan melakukan negosiasi dengan klien terkait dengan spesifikasi proyek dan harga yang akan disepakati. Proses negosiasi ini biasanya akan berlandaskan kepada penawaran proyek yang sudah dibuat oleh perusahaan. Selama proses negosiasi ini, penawaran yang sudah dibuat oleh perusahaan biasanya akan mengalami beberapa perbaikan sesuai dengan kesepakatan antara perusahaan dengan klien. Setelah semua pihak bersepakat, perusahaan kemudian akan membuat kontrak konstruksi yang nantinya akan ditandatangani pihak perusahaan dan juga klien. AuKalau semua sudah fix, tidak ada perubahan lagi, semua sepakat baru nanti kita tanda tangan kontrak mbaAy. (A1. Direktur Perusahaa. Setelah kontrak konstruksi di tanda tangani, perusahaan kemudian akan mulai mengerjakan proyek. Mulai dari membuka lahan, melakukan pengukuran lahan, membuat desain, mendatangkan material, hingga melakukan pengerjaan proyek. Proses pengerjaan suatu proyek ini akan dilakukan sesuai dengan timeline yang sudah disepakati pada kontrak konstruksi. Perusahaan harus mampu mengerjakan proyek dengan tepat waktu. Akan tetapi, jika ada kejadian-kejadian tertentu yang membuat proses pembuatan proyek tidak sesuai dengan timeline yang ada pada kontrak, maka hal ini akan dinegosiasikan kembali kepada klien. Kontrak konstruksi yang dibuat oleh CV Yoranusa Abadi berisi informasi-informasi yang mencakup nama klien, jenis proyek yang dikerjakan, pekerjaan apa saja yang akan dilakukan, rincian harga setiap transaksi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, tenggat waktu pengerjaan proyek, ketentuan pembayaran, rekening pembayaran, hingga beberapa catatan penting yang spesifik untuk setiap jenis proyek tertentu. Semua informasi yang tertera pada kontrak ini harus disetujui kedua belah pihak dan ditanda tangani kedua belah pihak. CV Yoranusa Abadi sudah memiliki template Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 101 kontrak konstruksi yang sama untuk setiap jenis pekerjaan proyek yang dilakukan Pengakuan Pendapatan Konstruksi CV Yoranusa Abadi mengakui pendapatan yang diterima sesuai dengan kesepakatan yang sudah tertera pada kontrak. Untuk semua jenis proyek. CV Yoranusa Abadi biasanya menggunakan metode persentase penyelesaian. Meskipun, setiap jenis proyek memiliki komponen persentase yang berbeda-beda. Metode persentase penyelesaian yang dilakukan oleh CV Yoranusa Abadi dalam pengakuan pendapatannya adalah pendapatan akan dicatat oleh perusahaan pada saat perusahaan selesai menyelesaikan pekerjaan dengan tingkat persentase tertentu sesuai dengan kesepakatan yang terdapat dalam kontrak. Perusahaan tidak akan mengakui pendapatan pada saat kontrak di tandatangani, tetapi pada saat perusahaan sudah melakukan serah terima proyek sesuai dengan persentase penyelesaian yang sudah disepakati. Jumlah yang diakui oleh perusahaan pun hanya sejumlah harga transaksi sesuai dengan persentase penyelesaian, bukan sejumlah nilai keseluruhan kontrak suatu proyek. AuKalau yang kami catat pada saat kami sudah menyelesaikan berapa persen pekerjaan mba. Misalkan saat itu selesai 30% terus nilai 250 juta, ya kami cuma catat yang 250 juta walaupun nilai kontraknya 500 juta misalkanAy. (A2, Accounting Perusahaa. CV Yoranusa Abadi biasanya melakukan pengakuan pendapatan sebanyak empat Pada saat mengakui pendapatan uang muka, persentase penyelesaian termin pertama, persentase penyelesaian termin kedua . , serta pengakuan pendapatan dari retensi. Pada saat perusahaan telah menyelesaikan persentase tertentu misalkan termin pertama, maka akan dilakukan pengecekan lapangan oleh klien apakah perusahaan benar-benar sudah menyelesaikan pekerjaan sejumlah persentase yang sudah disepakati di awal, jika sudah maka akan dilakukan approval oleh klien. Jika sudah di tahap ini, maka perusahaan akan membuat dan mengirimkan invoice . agihan pendapata. kepada klien. Harga yang tertera pada invoice ini adalah harga transaksi sejumlah persentase penyelesaian proyek. Jika perusahaan sudah melakukan penagihan invoice kepada klien, maka klien harus melakukan pembayaran kepada perusahaan CV Yoranusa Abadi dan jika pihak klien sudah melakukan pembayaran ke nomor rekening yang tertera di kontrak, maka pihak accounting perusahaan akan melakukan pencatatan pendapatan yang diterima oleh perusahaan. Hal ini dilakukan untuk setiap persentase penyelesaian dari proyek. AuKalau sudah selesai nanti misalkan 80%, nanti klien akan cek ke lapangan. Kalau sudah oke nanti invoice akan masuk dan sisa menunggu uang masuk baru Jika masih ada revisi, biasanya akan diperbaiki baru dimasukkan invoicenyaAy. (A1. Direktur Perusahaa. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 102 Pembahasan CV Yoranusa Abadi mengakui pendapatannya berdasarkan persentase pekerjaan yang sudah diselesaikan, bukan berdasarkan nominal keseluruhan harga kontrak Pengakuan pendapatan yang dilakukan oleh CV Yoranusa Abadi sudah sesuai dengan yang dijelaskan dalam PSAK 115 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. Berikut akan dijelaskan langkah secara detail yang dilakukan oleh CV Yoranusa Abadi dalam mengakui pendapatannya: Melakukan Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan Kontrak merupakan bentuk komitmen yang dilakukan antara CV Yoranusa Abadi dengan kliennya atas sebuah proyek konstruksi. Pada saat akan mengerjakan sebuah proyek. CV Yoranusa Abadi akan selalu membuat kontrak konstruksi yang disepakati bersama dengan kliennya. Dokumen kontrak ini akan berisi keterangan terkait dengan nama perusahaan yaitu CV Yoranusa Abadi, nama klien baik klien individu maupun perusahaan, jenis pekerjaan yang akan dilakukan, harga transaksi dari proyek yang akan dikerjakan, mekanisme pembayaran, jangka waktu pengerjaan proyek, rekening pembayaran, hingga beberapa informasi penting lainnya yang disyaratkan diantara kedua belah pihak. Kriteria PSAK 115 Jenis Dokumen Nama Pekerjaan Nama Pelanggan Jangka Waktu Pekerjaan Harga Transaksi Mekanisme Pembayaran Tanggal Pengesahan Kontrak Tempat Pekerjaan Tabel 1. Identifikasi Kontrak CV Yoranusa Abadi Bukti Terkait Kesesuaian Kontrak Pekerjaan Memenuhi 600 Meters Concrete Road Quotation Memenuhi Mr. CB dari PT NTB C Memenuhi 1 bulan (November-Desember 2. Memenuhi Rp x Pembayaran dilakukan sebanyak 4 kali. Termin I uang muka 50%, termin II setelah pekerjaan mencapai 80%, termin i setelah pekerjaan 100%, dan retensi 5% setelah 6 3 November 2023 Memenuhi Memenuhi Serangan Memenuhi Memenuhi Pada bagian ini. CV Yoranusa Abadi sudah memenuhi semua kriteria pengungkapan informasi yang seharusnya ada pada sebuah kontrak sesuai dengan PSAK 115. Hal ini tercermin dari salah satu kontrak konstruksi yang penulis dapatkan dimana CV Yoranusa Abadi. Menurut PSAK 115, kontrak entitas dengan pelanggan harus dapat diidentifikasikan dengan jelas baik secara tertulis maupun lisan atas semua hak dan kewajiban kedua belah pihak hingga informasi lainnya yang terkait dengan pekerjaan yang dikomitmenkan. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 103 Gambar 1. Halaman Depan Kontrak Konstruksi Tabel 1 mengidentifikasi kesesuaian kontrak antara CV Yoranusa Abadi dengan kriteria yang terdapat di dalam PSAK 115 pada sebuah proyek yang pernah dikerjakan Berdasarkan Tabel 1 tersebut terlihat bahwa kontrak pekerjaan yang dibuat oleh CV yoranusa Abadi sudah mengungkapkan informasi yang sesuai dengan kriteria yang seharusnya diungkapkan menurut PSAK 115. Melakukan Identifikasi Kewajiban Pelaksanaan yang Tercantum Pada Kontrak Kewajiban pelaksanaan yang dijelaskan di dalam PSAK 115 adalah setiap janji atau komitmen yang dijanjikan oleh sebuah entitas yang terdapat di sebuah kontrak konstruksi dalam rangka mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggannya. Yoranusa Abadi dalam beberapa tahun ini memiliki beberapa kontrak pekerjaan dengan klien. Kontrak yang dibuat menjelaskan hak dan kewajiban pelaksanaan yang tentu saja disepakati kedua belah pihak. Pada salah satu kontraknya, dijelaskan bahwa CV Yoranusa Abadi akan menjadi kontraktor dalam pembuatan jalanan beton di sebuah daerah dengan panjang 600 meter, lebar jalanan beton 5. 5 meter, dan ketebalan jalanan beton 15 cm. Hal ini menunjukkan bahwa kontrak yang dibuat oleh CV Yoranusa Abadi mampu mengidentifikasi apa saja kewajiban pelaksanaan pekerjaan yang disepakati. Hal ini sesuai dengan kewajiban pelaksanaan yang menjadi kriteria di dalam PSAK 115. Tabel 2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanaan Melakukan Penentuan Harga Transaksi Pada kontrak konstruksi yang dibuat dan disepakati oleh CV Yoranusa Abadi dengan kliennya, sudah dijelaskan harga transaksi yang disepakati untuk setiap komponen pekerjaan yang akan dilakukan. Harga transaksi yang tertera pada kontrak CV Yoranusa Abadi terdiri dari deskripsi pekerjaan, harga per unit, dan total harga Mata uang pembayaran yang terdapat di dalam kontrak adalah mata ruang Penentuan harga transaksi yang disepakati akan berlandaskan kesepakatan bersama dan juga melihat beberapa kontrak sejenis sebelumnya yang pernah dikerjakan oleh perusahaan. Berdasarkan hal ini. CV Yoranusa Abadi sudah memenuhi kriteria PSAK 115 tentang penentuan harga transaksi. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 104 Tabel 3. Menentukan Harga Transaksi Melakukan Alokasi Harga Transaksi ke Kewajiban Pelaksanaan yang Tercantum dalam Kontrak Harga transaksi yang tertera pada kontrak konstruksi yang sudah disepakati oleh CV Yoranusa Abadi dan kliennya akan menggambarkan jumlah imbalan yang menjadi hak perusahaan dalam melakukan suatu proyek tertentu. Harga transaksi yang akan diterima oleh perusahaan akan tergantung dari berapa persentase penyelesaian pekerjaan yang sudah dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan biasanya akan melakukan penagihan harga transaksi setelah persentase penyelesaian pekerjaan diterima oleh klien. Penagihan ini dilakukan dengan memasukkan invoice kepada klien setelah terjadi serah terima atau pengalihan jasa yang tertera dalam kontrak kepada Gambar 2. Invoice Alokasi Harga Transaksi Terhadap Kewajiban Pelaksanaan Invoice ini merupakan bukti hak yang bisa ditagihkan oleh CV Yoranusa Abadi kepada klien atas persentase kewajiban pelaksanaan yang sudah diselesaikan sesuai dengan yang dijanjikan pada kontrak. Hal ini sesuai dengan kriteria pada PSAK 115 tentang alokasi harga transaksi terhadap pemenuhan kewajiban pelaksanaan dimana nilai yang tertera dalam nota tagihan . dan kwitansi telah sesuai dengan harga yang tertera pada kontrak. Pengakuan Pendapatan Berdasarkan uraian di atas, pendapatan diakui setelah CV Yoranusa Abadi menyelesaikan pekerjaan berdasarkan persentase tertentu. Nota tagihan . atas persentase pekerjaan tertentu dibuat berdasarkan nilai yang tertera pada kontrak. Perusahaan akan melakukan pengakuan dan pencatatan pendapatan sejumlah nota tagihan yang sudah dibayarkan oleh klien, bukan berdasarkan nominal keseluruhan harga transaksi kontrak pekerjaan konstruksi. Tanggal pencatatan adalah tanggal Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 105 yang tercantum pada berita acara penyerahan pekerjaan yang sudah diselesaikan Terkait dengan retensi. CV Yoranusa abadi biasanya memiliki masa retensi 6 bulan dengan jumlah retensi 5%-15% dari total kontrak. Pendapatan retensi diakui dan dicatat oleh perusahaan ketika masa retensi sudah berakhir dan perusahaan sudah melakukan perbaikan atas pekerjaan yang sudah diselesaikan. Hal ini sesuai dengan kriteria PSAK 115 terkait dengan pengakuan pendapatan ketika . tau selam. entitas telah menyelesaikan kewajiban pelaksanaannya. Kesimpulan CV Yoranusa Abadi dalam setiap pekerjaan konstruksi yang dilakukannya telah melaksanakan lima tahapan pengakuan pendapatan yang sesuai dengan PSAK 115 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan yaitu dimulai dari tahap identifikasi kontrak konstruksi, identifikasi kewajiban pelaksanaan yang tertera dalam kontrak, penentuan harga transaksi, alokasi harga transaksi terhadap kewajiban pelaksanaan, dan tahap terakhir adalah pengakuan pendapatan. CV Yoranusa Abadi dalam pengakuan pendapatannya juga sudah sesuai dengan PSAK 115 dimana pengakuan pendapatan dilakukan berdasarkan persentase kewajiban pelaksanaan yang sudah diselesaikan perusahaan sesuai dengan yang dijanjikan pada kontrak Ucapan Terimakasih