339 Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Jl. Ahmad Yani. 33,5 - Kampus STMIK Banjarbaru Loktabat Ae Banjarbaru (Tlp. , e-mail: puslit. stmikbjb@gmail. e-ISSN: 2685-0877 p-ISSN: 0216-3284 Analisis Perancangan Sistem Informasi Tabungan Sekolah Dasar XYZ Menggunakan Metode Waterfall dan PIECES Eko Setiawan1*. Ahmad Subhan Yazid2 1Sistem Informasi. Universitas Alma Ata. Yogyakarta. Indonesia 2Informatika. Universitas Alma Ata. Yogyakarta. Indonesia *Email Corresponding author: eko@almaata. Abstract School savings at SD XYZ have been managed manually, so there are often obstacles such as inefficient data management and lack of transparency for teachers and parents. This research aims to design a website-based information system to facilitate the management of student savings, payment of Student Worksheets (LKS), books, courses, and other needs. The Waterfall model is implemented in system development through the stages of analysis, design, implementation, and maintenance. Needs analysis is carried out with the PIECES (Performance. Information. Economy. Control. Efficiency. Servic. System testing is done using the black box testing method to ensure each feature works according to its function. The test results show that all features, such as login, savings mutation, payment, and savings report, function properly according to the test scenario. The system is considered feasible to use because it is able to provide accurate information, improve the efficiency of the administrative process, and provide transparent access for teachers and parents to monitor data online. Keywords: School savings. Information system. Waterfall method. PIECES. Abstrak Tabungan sekolah di SD XYZ selama ini dikelola secara manual, sehingga sering terjadi kendala seperti pengelolaan data yang kurang efisien dan minimnya transparansi bagi guru serta orang Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi berbasis website guna memudahkan pengelolaan tabungan siswa, pembayaran Lembar Kerja Siswa (LKS), buku, kursus, serta kebutuhan lainnya. Model Waterfall diterapkan dalam pengembangan sistem melalui tahapan analisis, desain, implementasi, dan pemeliharaan. Analisis kebutuhan dilakukan dengan pendekatan PIECES (Performance. Information. Economy. Control. Efficiency. Servic. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black box testing untuk memastikan setiap fitur bekerja sesuai fungsinya. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur, seperti login, mutasi tabungan, pembayaran, serta laporan tabungan, berfungsi dengan baik sesuai skenario uji. Sistem dinilai layak digunakan karena mampu menyediakan informasi yang akurat, meningkatkan efisiensi proses administrasi, serta memberikan akses transparan bagi guru dan orang tua untuk memantau data secara online. Kata kunci: Tabungan sekolah. Sistem informasi. Metode Waterfall. PIECES. Administrasi Pendahuluan Dalam era revolusi industri 4. 0, teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan . , . Digitalisasi proses administrasi di sekolah menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas . Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah pengelolaan keuangan sekolah, yang mana tabungan siswa termasuk di dalamnya . , . Pengelolaan tabungan siswa di sekolah dasar berperan penting dalam mendukung pendidikan finansial sejak dini . , . , . , membantu membangun karakter serta kebiasaan positif dalam mengelola keuangan pribadi . , . , . Analisis Perancangan Sistem Informasi Tabungan Sekolah. Eko Setiawan 340 e-ISSN: 2685-0877 Selain itu, sistem tabungan sekolah juga membantu orang tua dalam menyiapkan biaya pendidikan anak secara lebih terencana dan sistematis. Oleh karena itu, perancangan sistem informasi yang tepat untuk tabungan siswa di sekolah dasar menjadi topik yang relevan untuk diteliti guna menjawab tantangan era digital saat ini . Sistem tabungan yang diterapkan di sekolah memberikan manfaat besar bagi siswa, orang tua, dan pihak sekolah, terutama dalam membantu perencanaan keuangan pendidikan. Akan tetapi, kondisi riil di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan tabungan siswa di Sekolah Dasar XYZ masih dilakukan secara manual. Metode manual ini menimbulkan berbagai tantangan, seperti potensi kesalahan pencatatan, kehilangan data, dan waktu yang tidak efisien dalam proses pengelolaan tabungan . , . , . , . Selain itu, sulit bagi orang tua untuk memantau aktivitas tabungan anak mereka secara real-time. Kondisi ini menunjukkan adanya gap antara sistem ideal yang diharapkan, sistem yang mampu mengotomatisasi proses pengelolaan tabungan sekaligus menyediakan fitur pemantauan real-time, dengan sistem yang saat ini masih bersifat manual dan rawan kesalahan . , . Sebagai upaya untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan perancangan sistem informasi tabungan berbasis metode Waterfall yang dilengkapi dengan analisis kebutuhan menggunakan framework PIECES (Performance. Information. Economy. Control. Efficiency, dan Servic. , . , . Metode Waterfall dipilih karena memiliki tahapan yang jelas dan terstruktur dalam pengembangan perangkat lunak, mulai dari analisis kebutuhan, desain, implementasi, hingga pemeliharaan . , . Sementara itu, framework PIECES digunakan untuk menganalisis kebutuhan sistem secara komprehensif dari berbagai aspek, sehingga dapat membantu memastikan bahwa sistem yang dirancang mampu memenuhi kebutuhan pengguna dengan optimal . , . , . Berbagai penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa metode Waterfall dan framework PIECES merupakan kombinasi yang efektif untuk mengembangkan sistem informasi di lingkungan sekolah, karena mampu memberikan solusi yang terukur, efisien, dan mudah diimplementasikan . Dengan sistem ini, sekolah tidak hanya dapat mengotomatisasi proses administrasi tabungan, tetapi juga memberikan akses kepada orang tua untuk memantau aktivitas keuangan anak secara online dan real-time, sehingga menciptakan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik . , . Tujuan utama dari penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan sistem informasi tabungan sekolah yang dapat mengotomatisasi proses administrasi tabungan, meningkatkan akurasi pencatatan, serta menyediakan fitur pemantauan real-time bagi orang tua. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi sekolah dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, mendukung edukasi finansial siswa, serta membantu orang tua dalam mengawasi kebiasaan menabung anak secara lebih baik . , . Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah lain yang ingin mengadopsi teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan, sehingga dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka merupakan bagian penting dalam sebuah penelitian untuk memahami dasar teori, konsep, serta penelitian terdahulu yang relevan. Penelitian ini mengacu pada beberapa riset terkait pengembangan sistem informasi untuk mendukung pengelolaan administrasi keuangan di lingkungan pendidikan. Setiap sekolah perlu memiliki sistem informasi yang mampu mendukung proses pengolahan data secara efektif. Sistem informasi yang dirancang dalam penelitian . hanya mencakup pengelolaan pembayaran SPP. Penelitian tersebut menunjukkan adanya keterbatasan cakupan pada aspek administrasi lainnya, seperti ekstrakurikuler dan tabungan Sementara itu, perbedaan utama dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah sistem informasi yang dirancang memiliki cakupan lebih luas dengan tambahan fitur pengelolaan tabungan dan aktivitas ekstrakurikuler siswa. Penelitian . menyoroti pentingnya sistem informasi dalam meminimalkan kesalahan dan meningkatkan efisiensi kerja, terutama dalam penanganan administrasi keuangan. Sistem yang dirancang dalam penelitian tersebut hanya dapat diakses oleh bendahara sekolah. Sebaliknya, penelitian ini berupaya untuk menghadirkan sistem informasi yang lebih inklusif dengan memberikan akses kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk admin, guru, dan Progresif: Vol. No. Februari 2025: 339-352 Progresif e-ISSN: 2685-0877 orang tua siswa, sehingga proses pengelolaan administrasi menjadi lebih transparan dan Penelitian . menjelaskan bahwa sistem informasi keuangan merupakan solusi untuk meningkatkan efektivitas dan kinerja dalam pengelolaan keuangan di lembaga Pendidikan. Penelitian tersebut berfokus pada pengelolaan pembayaran secara umum tanpa melibatkan fitur tabungan siswa. Sebagai pembeda, penelitian ini menambahkan fungsi pengelolaan tabungan, yang memungkinkan siswa, guru, dan orang tua untuk memantau serta memanfaatkan tabungan dengan lebih efektif. Penelitian . menekankan pentingnya aplikasi yang dapat meningkatkan akurasi, kecepatan, dan efektivitas dalam penginputan data administrasi. Sistem informasi yang dirancang dalam penelitiannya hanya mencakup pengelolaan pembayaran dan terbatas pada penggunaan oleh bendahara. Penelitian ini memperluas cakupan aksesibilitas sistem informasi, sehingga memungkinkan keterlibatan admin, wali kelas, dan orang tua siswa dalam pengelolaan administrasi keuangan sekolah. Berdasarkan kajian terhadap penelitian-penelitian terdahulu, terdapat beberapa kesamaan dan perbedaan signifikan yang mendasari penelitian ini. Mayoritas penelitian yang telah dilakukan fokus pada pengelolaan administrasi keuangan secara spesifik, seperti pembayaran SPP atau fungsi yang terbatas pada penggunaan bendahara. Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi keterbatasan tersebut dengan mengembangkan sistem informasi yang lebih komprehensif. Sistem ini tidak hanya mencakup pembayaran, tetapi juga pengelolaan tabungan siswa, ekstrakurikuler, dan memberikan akses yang lebih luas kepada berbagai pihak yang terlibat, yaitu admin, guru, dan orang tua siswa. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih inklusif dan efektif dalam mendukung pengelolaan administrasi keuangan di lingkungan sekolah, khususnya Sekolah Dasar XYZ. Metodologi Penelitian ini menggunakan metode Waterfall untuk pengembangan sistem dan analisis PIECES. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung sistem tabungan sekolah di SD XYZ untuk memahami alur kerja dan pencatatan data. Wawancara dengan kepala sekolah dan pengurus sekolah dilakukan untuk memperoleh informasi mendalam tentang kebutuhan sistem. Studi pustaka mengkaji teori dari buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Metode Waterfall dipilih karena bersifat linier dan terstruktur, memungkinkan pengembangan sistem yang sistematis dan terorganisir. Metode pengembangan sistem Waterfall ini merupakan salah satu model SDLC (System Development Life Cycl. yang berorientasi pada pendekatan linier dan terstruktur . Model ini dipilih karena memberikan proses pengembangan yang sistematis dan terorganisir. Gambar 1. Metode Waterfall . orce: biznetgio. Seperti pada gambar 1 tahapan metode waterfall ini terdiri dari tahapan sebagai berikut . Analisis Kebutuhan: Mengidentifikasi kebutuhan perangkat lunak secara intensif agar dapat memahami fungsi dan fitur yang diperlukan oleh pengguna. Desain Sistem: Tahap ini fokus pada perancangan struktur data, arsitektur perangkat lunak, antarmuka pengguna, dan prosedur pengkodean. Analisis Perancangan Sistem Informasi Tabungan Sekolah. Eko Setiawan 342 e-ISSN: 2685-0877 . Pengkodean: Desain sistem diterjemahkan ke dalam kode program menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Pengujian: Dilakukan untuk memastikan perangkat lunak berfungsi sesuai kebutuhan, baik dari segi logika maupun fungsionalitas. Pemeliharaan: Setelah sistem diterapkan, tahap ini memastikan perangkat lunak tetap relevan dengan kebutuhan pengguna. Jika terjadi perubahan atau perbaikan, proses pengembangan dapat diulangi dari tahap analisis kebutuhan. Untuk melakukan analisis, peneliti menggunakan analisis PIECES, analisis ini digunakan untuk mengevaluasi sistem yang ada dan menentukan perbaikan yang diperlukan sebelum pengembangan sistem baru. Analisis ini mencakup enam variabel yakni . Performance (Kinerj. : pada tahapan ini menilai sejauh mana sistem dapat meningkatkan throughput . umlah pekerjaan yang dapat diselesaika. dan response time . ecepatan respon sistem terhadap aktivitas penggun. , . , . Information (Informas. : Mengevaluasi apakah sistem dapat menyajikan informasi yang lebih relevan dan akurat. Economic (Ekonom. : Menilai efisiensi biaya operasional dari sistem yang ada, apakah pengeluaran dapat ditekan atau manfaat ekonomi dapat ditingkatkan. Control (Pengendalia. : Menilai kemampuan sistem dalam mendeteksi kesalahan atau kecurangan, serta meningkatkan pengendalian terhadap proses . Efficiency (Efisiens. : Menilai apakah sistem dapat meningkatkan efisiensi operasional, baik dalam hal waktu maupun sumber daya yang digunakan. Service (Layana. : Menilai kemampuan sistem dalam meningkatkan kualitas layanan yang ramah pengguna . ser-friendl. untuk memenuhi kebutuhan pengguna akhir. Hasil dan Pembahasan Siklus hidup dalam pengembangan sistem atau SDLC berperan penting dalam menjelaskan tahapan utama serta langkah-langkah kunci yang terlibat dalam proses pengembangan sistem. Siklus ini umumnya terdiri dari lima tahap utama, yaitu Analisis kebutuhan, desain sistem, pengkodean, pengujian sistem, pemeliharaan. 1 Analisis PIECES Analisis kebutuhan sistem adalah pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan cara menguraikan setiap bagian atau komponen yang ada di dalam suatu organisasi, dalam hal ini lembaga pendidikan. Pada proses analisis sistem di Sekolah Dasar XYZ metode analisis yang saya gunakan adalah PIECES, yang memberikan kerangka kerja terstruktur untuk memahami dan mengevaluasi berbagai aspek sistem. 1 Analisis Kinerja (Performanc. Pada tabel 1 berikut ini menyajikan hasil analisis kinerja yang diperoleh saat penelitian penerapan sistem informasi Tabungan sekolah dasar XYZ. Analisis Kinerja Troughput Response time Tabel 1. Analisis Kinerja Sistem Lama Setiap hari, guru dan admin memerlukan waktu sekitar 25 menit untuk menghitung dan merangkum data transaksi tabungan dan laporan harian. Sementara itu, untuk laporan bulanan atau yang mencakup jangka waktu tertentu, admin dan wali kelas harus meluangkan waktu hingga 35 memverifikasi total transaksi tabungan serta pembayaran yang diterima. Untuk melakukan pembayaran, siswa harus menunggu kehadiran admin di sekolah dan sering kali harus mengantri bersama siswa lainnya. Di sisi lain, ketika guru ingin melaporkan hasil tabungan di akhir jam sekolah, wali kelas juga harus mengantre setidaknya lima menit untuk giliran, bersama wali kelas lainnya. Progresif: Vol. No. Februari 2025: 339-352 Sistem Baru Untuk menyusun laporan harian, bulanan, atau laporan tertentu, admin dan wali kelas hanya memerlukan waktu tabungan dan pembayaran yang telah diterima. Siswa dan guru tidak lagi perlu menghabiskan waktu lama untuk mengantri, baik saat melakukan pembayaran maupun melaporkan hasil tabungan harian mereka. Progresif e-ISSN: 2685-0877 2 Analisis Informasi (Informatio. Tabel 2 di bawah ini menunjukkan hasil analisis data yang diperoleh dari objek penelitian di sekolah dasar XYZ. Tabel 2. Analisis Informasi Analisis Sistem Lama Sistem Baru Informasi Akurat Sekolah Dasar XYZ masih Metode penyimpanan data untuk menggunakan metode penyimpanan pembayaran dan tabungan kini data secara manual, dengan telah menyimpan data tabungan dan database, sehingga semua data pembayaran dalam bentuk arsip. yang tersimpan dari awal hingga Seiring pesatnya akhir dapat dijaga dengan aman. pertumbuhan data, sering kali terjadi Dengan kehilangan informasi penting terkait kehilangan arsip data dapat dihindari, menjamin bahwa semua Akibatnya, ketika kepala sekolah informasi yang ada adalah data meminta laporan atau data tertentu, yang akurat dan terpercaya. informasi yang diterima seringkali tidak akurat. Tepat waktu Di Sekolah Dasar XYZ, data terkait ata pembayaran dan tabungan pembayaran dan tabungan siswa siswa di Sekolah Dasar XYZ kini masih diolah dan disimpan secara telah disimpan menggunakan Hal ini menyebabkan orang database. Hal ini memungkinkan tua, admin, dan guru kesulitan untuk orang tua, admin, dan guru untuk memperoleh informasi transaksi mengakses informasi transaksi tabungan dan pembayaran secara tabungan dan pembayaran secara real-time. real-time, pemantauan dan pengelolaan Relevan Pertumbuhan data yang pesat di Sistem baru ini akan membantu Sekolah Dasar XYZ menyebabkan bagian bagian administrasi kesulitan dalam mengelola data tabungan dan mengelola informasi yang ada. Hal pembayaran dengan lebih efisien, ini terlihat ketika kepala sekolah sehingga meminta laporan tertentu, namun pembuatan laporan saat kepala pegawai justru memberikan data sekolah meminta data yang dengan dibutuhkan. adanya kendala dalam pengolahan 3 Analisis Efisiensi (Efficienc. Tabel 3 di bawah ini menunjukkan hasil analisis efisiensi yang diperoleh dari objek penelitian di Sekolah Dasar XYZ. Analisis Sumber Manusia Pembukuan Sitem Lama Tabel 3. Analisis Efisiensi Sistem Baru Sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh Sekolah Dasar XYZ Sekolah ini membutuhkan tambahan 2 orang staf administrasi untuk mengelola data tabungan dan pembayaran dengan lebih efisien. Karena metode pembukuan yang masih manual, bagian administrasi Dengan adanya sistem baru ini, hanya dibutuhkan 1 orang untuk mengelola bagian administrasi yang bertanggung jawab atas data mengurangi beban kerja. Dengan sistem baru ini, proses pengolahan data administrasi akan Analisis Perancangan Sistem Informasi Tabungan Sekolah. Eko Setiawan 344 e-ISSN: 2685-0877 Analisis Sitem Lama memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengolah data yang ada, sehingga prosesnya menjadi kurang Sistem Baru menjadi lebih mudah dan cepat, mempermudah bagian administrasi dalam menjalankan tugas mereka dengan lebih efisien. 4 Analisis Pengendalian (Contro. Tabel 4 di bawah ini menunjukkan hasil analisis pengendalian yang diperoleh dari objek penelitian di Sekolah Dasar XYZ. Analisis Keamanan data Tabel 4. Analisis Pengendalian Sistem Lama Sistem Baru Karena data transaksi diproses secara manual, manipulasi data menjadi lebih tinggi, yang dapat mempengaruhi akurasi dan keandalan informasi yang Dengan sistem baru ini, setiap pengguna memiliki hak akses yang terkontrol, sehingga admin, guru, dan orang tua memiliki pembatasan hak akses sesuai peran mereka. Selain itu, orang tua juga dapat melakukan pengendalian langsung dalam proses pembayaran dan tabungan sekolah, 5 Analisis Ekonomi . Tabel 5 di bawah ini menunjukkan hasil analisis ekonomi yang diperoleh dari objek penelitian di Sekolah Dasar XYZ. Tabel 5. Analisis Ekonomi Analisis Ekonomi Sistem Lama Sistem Baru Biaya dan efisiensi Transaksi yang dilakukan Pada sistem baru senua user manual sehingga sering terjadi dapat kesalahan dan kehilangan tabungan hingga pembayaran sehingga berdampak pada sehingga dapat melihat dan waktu dab biaya pemeliharaan membayar tagihan dari manapun buku tabungan. 6 Analisis Pelayanan . Sekolah Dasar XYZ menghadapi tantangan dalam memberikan layanan optimal kepada kepala sekolah, terutama karena seluruh pembukuan dilakukan secara manual. Kepala sekolah sering kali harus menunggu laporan tabungan dan pembayaran yang dibuat oleh pihak administrasi untuk mencocokkan data tersebut dengan laporan mereka sendiri. Hal ini menyebabkan terjadinya kesalahan dalam pendataan transaksi yang dilakukan oleh pegawai. Namun, dengan sistem baru yang diterapkan, kepala sekolah kini bisa langsung mengakses data yang dibutuhkan melalui login khusus, tanpa harus menunggu laporan dari administrasi. Ini memungkinkan mereka untuk memantau data secara langsung dan lebih efisien. Pada sistem lama, orang tua siswa tidak dapat memantau secara langsung transaksi tabungan dan tunggakan yang ada. Dengan hadirnya sistem baru, orang tua kini dapat melakukan pengawasan transaksi secara real-time melalui akses online. Hal ini memberikan kemudahan bagi orang tua untuk selalu update mengenai keuangan anak mereka di sekolah. Para guru, terutama wali kelas, sering kali kesulitan dalam merekap data tabungan dan pembayaran yang harus dilakukan untuk setiap siswa. Dengan adanya sistem baru, proses pembuatan laporan menjadi jauh lebih mudah. Guru kini bisa lebih fokus pada pengajaran, karena tidak perlu repot lagi membuat laporan manual. Selain itu, jika orang tua siswa membutuhkan Progresif: Vol. No. Februari 2025: 339-352 Progresif e-ISSN: 2685-0877 mutasi tabungan, guru dapat dengan cepat memberikan informasi yang dibutuhkan tanpa 2 Analisis Kebutuhan Sistem Sebelum membangun sistem, penting untuk menentukan siapa saja pelaku atau pengguna sistem serta apa saja tugas dan hak akses yang dimiliki oleh masing-masing pelaku. Dalam hal ini, pelaku yang dibutuhkan adalah bagian Pembelian dan Pimpinan. Berikut adalah rincian kebutuhan sistem untuk masing-masing pelaku yang peneliti dapat dari hasil observasi dan wawancara seperti pada tabel 6. Kebutuhan Login Edit Profil Siswa Mutasi Tabungan Siswa Pembayaran Sekolah Pembayaran Ekstrakulikuler Tabel 6. Analisis Kebutuhan Sistem Kebutuhan untuk guru Kebutuhan administrator/Kepala Sekolah Login Login Menampilkan data Menampilkan data pembayaran Menampilkan data siswa Menampilkan data siswa 4. Setor Tabungan siswa Setor Tabungan siswa Tarik Tabungan siswa Tarik Tabungan siswa Mutasi Tabungan siswa Mutasi Tabungan siswa Edit Profil guru Edit Profil guru Melihat Laporan Tabungan Melihat Laporan Tabungan kelas Melihat Laporan Pembayaran Melihat Laporan Pembayaran Kelas Melihat Tungakan Siswa Melihat Tungakan Siswa 11. Mengelola data Kelas Mengelola Data Guru 3 Analisis Desain Sistem 1 Flowchart Flowchart digunakan untuk menggambarkan urutan instruksi atau proses serta hubungan antar proses dengan menggunakan simbol-simbol tertentu . , . Berikut ini adalah gambar 2 yang menunjukkan rancangan flowchart untuk sistem administrasi keuangan yang telah dirancang di Sekolah Dasar XYZ. Gambar 2. Flowchart Analisis Perancangan Sistem Informasi Tabungan Sekolah. Eko Setiawan 346 e-ISSN: 2685-0877 2 Diagram Konteks Diagram konteks menggambarkan kebutuhan fungsional yang diharapkan dari sistem yang sedang dibangun, serta menunjukkan interaksi antara aktor dan sistem . , . Gambar 3 berikut ini adalah hasil rancangan diagram konteks untuk sistem administrasi keuangan yang dirancang di Sekolah Dasar XYZ. Gambar 3. Diagram Konteks 2 Data Flow Diagram Gambar 4 berikut ini merupakan Data Flow Diagram (DFD) yang dirancang untuk menggambarkan aliran data dalam sistem administrasi keuangan di Sekolah Dasar XYZ. DFD ini menunjukkan bagaimana data bergerak antarproses dan bagaimana interaksi antar elemen sistem berlangsung . Gambar 4. Data Flow Diagram 3 Desain Database Desain sistem dilakukan untuk mengembangkan sistem dari bentuk tradisional menjadi sistem yang terkomputerisasi, salah satunya dengan merancang sistem informasi tabungan Dalam proses desain ini, digunakan Logical Record Structured (LRS) untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar data yang diperlukan dalam sistem . Adapun desain database yang terbentuk untuk Sekolah Dasar XYZ mencakup tabel-tabel yang diperlukan untuk menyimpan data terkait siswa, tabungan, transaksi, serta informasi terkait lainnya. LRS yang dirancang akan menunjukkan entitas utama, atribut masing-masing entitas, dan relasi antar entitas tersebut. Dengan demikian, sistem informasi tabungan sekolah akan lebih efisien dan memudahkan dalam pengelolaan data. Progresif: Vol. No. Februari 2025: 339-352 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Gambar 5. Logical Record Structured 3 Desain Interface Desain berikutnya adalah desain User Interface (UI), yang dirancang untuk mempermudah tahap pengkodean dan memastikan sistem dapat diakses dengan mudah oleh UI ini akan memfokuskan pada kenyamanan dan kemudahan navigasi, sehingga pengguna seperti bagian pembelian, pimpinan, atau orang tua siswa dapat berinteraksi dengan sistem secara efisien. Tampilan desain User Interface ini mencakup elemen-elemen seperti tombol login, menu navigasi, tampilan data transaksi, serta laporan yang dapat diakses oleh pengguna yang berbeda berdasarkan hak akses mereka. Dengan desain yang baik, proses penggunaan sistem akan lebih intuitif dan mempercepat adaptasi pengguna terhadap sistem yang baru. Berikut adalah gambaran tampilan yang dirancang untuk User Interface pada sistem administrasi tabungan sekolah dasar XYZ: Gambar 6. Tampilan Laporan Tungakan pembayaran siswa 4 Pengkodean Pada tahap pengkodean, dilakukan penulisan kode program menggunakan PHP Native untuk logika aplikasi dan MySQL untuk pengelolaan database. Tahap ini merupakan langkah lanjutan dari tahap desain sistem yang sebelumnya telah direncanakan dengan baik, seperti flowchart. Data flow diagram (DFD), dan desain database. Di tahap ini, pengembang akan mengimplementasikan semua desain yang telah dibuat menjadi sebuah aplikasi yang dapat Setiap fungsi yang terdefinisi dalam flowchart dan DFD akan diimplementasikan melalui penulisan kode dalam PHP, sementara struktur dan hubungan antar data yang telah digambarkan dalam ERD akan diimplementasikan dalam database MySQL. Analisis Perancangan Sistem Informasi Tabungan Sekolah. Eko Setiawan 348 e-ISSN: 2685-0877 4 Testing Pada tahap ini, dilakukan pengujian terhadap sistem informasi tabungan Sekolah Dasar XYZ menggunakan metode Black box testing. Metode ini digunakan untuk menguji fungsi-fungsi sistem dengan memfokuskan pada validasi input dan output tanpa melihat struktur internal kode. Pengujian dilakukan pada setiap fitur sistem untuk memastikan bahwa sistem bekerja sesuai fungsionalitas yang diharapkan. 1 Proses Pengujian Fungsionalitas Proses pengujian dilakukan dengan menguji setiap fitur utama pada sistem berdasarkan peran pengguna, yaitu siswa, guru, dan kepala sekolah. Setiap fitur diuji dengan skenario pengujian tertentu dan hasilnya dicatat untuk memastikan validitas dan keandalan sistem. Berikut adalah tabel proses pengujian fungsionalitas yang dilakukan: Nama Fitur Login Edit Profil Siswa Mutasi Tabungan Siswa Pembayaran Sekolah Pembayaran Ekstrakurikuler Tabel 7. Hasil Pengujian User Siswa Skenario Pengujian Hasil Diharapkan Siswa memasukkan Sistem menampilkan username dan password yang halaman utama Siswa mengubah data profil Data profil berhasil Siswa melihat riwayat mutasi Riwayat ditampilkan dengan Siswa melakukan Data pembayaran sekolah tercatat di sistem Siswa melakukan Data pembayaran ekstrakurikuler tercatat di sistem Nama Fitur Login Menampilkan Data Pembayaran Menampilkan Data Siswa Setor Tabungan Siswa Tarik Tabungan Siswa Mutasi Tabungan Siswa Edit Profil Guru Melihat Laporan Tabungan Kelas Nama Fitur Login Status Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Tabel 8. Hasil Pengujian User Guru Skenario Pengujian Hasil yang Diharapkan Guru memasukkan Sistem username dan password halaman utama yang valid Guru data Data pembayaran siswa Guru melihat daftar siswa di Data siswa ditampilkan sesuai kelas Guru mencatat setoran Data setoran tersimpan tabungan siswa di sistem Guru mencatat penarikan Data tabungan siswa tersimpan di sistem Guru melihat riwayat mutasi Riwayat tabungan siswa Guru mengubah data profil Data profil berhasil Guru laporan Laporan tabungan per kelas sesuai data tabungan Tabel 9. Hasil Pengujian User Kepala Sekolah Skenario Pengujian Hasil Diharapkan Administrator Sistem menampilkan memasukkan username dan halaman utama password yang valid Progresif: Vol. No. Februari 2025: 339-352 Status Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Status Berhasil Progresif Nama Fitur Menampilkan Data Pembayaran Menampilkan Data Siswa Setor Tabungan Siswa Tarik Tabungan Siswa Mutasi Tabungan Siswa Edit Profil Guru e-ISSN: 2685-0877 Melihat Laporan Tabungan Sekolah Skenario Pengujian Administrator data pembayaran seluruh siswa Administrator daftar siswa Administrator mencatat setoran tabungan siswa Administrator penarikan tabungan siswa Administrator melihat riwayat mutasi tabungan siswa Administrator mengubah data profil guru Administrator melihat laporan tabungan seluruh sekolah Hasil Diharapkan Data ditampilkan lengkap Data ditampilkan lengkap Data tersimpan di sistem Data tersimpan di sistem Riwayat ditampilkan lengkap Data profil berhasil Laporan ditampilkan dengan data yang Status Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Dari hasil pengujian yang dilakukan, seluruh fitur sistem telah berfungsi dengan baik sesuai dengan skenario pengujian. Tidak ditemukan kendala signifikan pada fitur yang diuji. Berdasarkan pengujian ini, sistem dinilai layak untuk digunakan dan telah memenuhi kebutuhan pengguna dari berbagai peran. 1 Analisis Hasil Pengujian dengan Metode PIECES Selain pengujian fungsionalitas, keberhasilan sistem dalam menjawab kriteria pada kerangka kerja PIECES (Performance. Information. Economy. Control. Efficiency, dan Servic. juga dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan sistem. Berikut adalah hasil pengujian sistem informasi Tabungan Sekolah Dasar XYZ menggunakan kerangka PIECES: Performance (Kinerj. : Sistem memiliki kinerja optimal dengan kecepatan pemrosesan transaksi tabungan siswa kurang dari 3 detik per transaksi. Kapasitasnya mampu menangani hingga 100 transaksi secara bersamaan tanpa penurunan performa. Selain itu, sistem terbukti andal dengan uptime 99,5% selama pengujian dua minggu. Information (Informas. : Sistem menyediakan informasi yang akurat tanpa kesalahan dalam pencatatan saldo dan transaksi selama uji coba. Data yang ditampilkan relevan dengan kebutuhan pengguna, termasuk saldo siswa, riwayat transaksi, dan laporan keuangan sekolah. Selain itu, informasi tersedia secara real-time bagi admin dan wali murid melalui web. Economy (Ekonom. : Sistem ini meningkatkan efisiensi dengan mengurangi kebutuhan pengelola dari lebih dari dua orang menjadi satu. Selain itu, sistem menghemat biaya operasional dengan mengurangi penggunaan buku tabungan fisik dan mempercepat proses administrasi, sehingga menghemat biaya kertas dan tenaga kerja. Control (Kontro. : Sistem memastikan keamanan data dengan enkripsi untuk penyimpanan transaksi dan autentikasi login berlapis. Akses kontrol diterapkan agar hanya admin dan pengguna berwenang yang dapat mengubah data. Selain itu, audit trail mencatat setiap transaksi secara rinci untuk memudahkan penelusuran jika terjadi kesalahan atau kecurangan. Efficiency (Efisiens. : Sistem dirancang dengan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan oleh admin serta wali murid. Proses transaksi berjalan otomatis tanpa input manual berulang, sehingga pencatatan yang sebelumnya memakan waktu 5-10 menit kini dapat diselesaikan dalam hitungan detik. Service (Layana. : Sistem menyediakan dukungan pengguna melalui fitur bantuan dan kontak admin untuk menangani masalah teknis. Dapat diakses dari berbagai perangkat seperti laptop dan smartphone, sistem juga mengirimkan notifikasi otomatis kepada wali murid terkait perubahan saldo tabungan siswa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Tabungan Sekolah Dasar XYZ memiliki performa yang baik, informasi yang akurat, efisiensi tinggi, dan kontrol keamanan yang Beberapa peningkatan yang dapat dilakukan adalah optimalisasi kecepatan sistem jika Analisis Perancangan Sistem Informasi Tabungan Sekolah. Eko Setiawan 350 e-ISSN: 2685-0877 jumlah transaksi meningkat dan peningkatan fitur layanan pelanggan untuk mendukung lebih banyak pengguna secara simultan. 5 Pembahasan Berdasarkan hasil pengujian dan analisis, sistem informasi tabungan yang dirancang dalam penelitian ini mampu mengatasi sejumlah permasalahan yang diidentifikasi pada awal Fitur-fitur utama seperti manajemen tabungan, pembayaran sekolah, mutasi tabungan, serta akses data bagi siswa, guru, dan kepala sekolah telah diuji melalui metode black box testing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur berfungsi sesuai harapan, memberikan solusi signifikan terhadap permasalahan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan tabungan sekolah yang sebelumnya dilakukan secara manual. Fitur mutasi tabungan dan laporan tabungan memberikan akses real-time kepada siswa dan guru untuk memantau transaksi, sehingga meningkatkan transparansi yang selama ini menjadi kendala utama. Selain itu, fitur pembayaran sekolah memudahkan proses pencatatan berbagai jenis pembayaran, seperti Lembar Kerja Siswa (LKS), uang kursus, dan biaya Dengan demikian, sistem ini mampu mempercepat proses administrasi dan mengurangi potensi kesalahan pencatatan. Penelitian ini memperkuat temuan dari penelitian terdahulu yang menunjukkan efektivitas sistem informasi dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan di lingkungan pendidikan. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh . membahas penerapan teknologi Tabungan siswa untuk meningkatkan akurasi data dan aksesibilitas bagi orang tua Temuan mereka sejalan dengan hasil penelitian ini, yang juga menunjukkan bahwa digitalisasi pengelolaan tabungan mampu menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi dan Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh . , . , . tentang sistem informasi pembayaran sekolah menegaskan pentingnya fitur pelaporan real-time dalam meningkatkan kepercayaan dan partisipasi. Sistem yang dikembangkan dalam penelitian ini tidak hanya mengadopsi fitur serupa, tetapi juga memperluas cakupan dengan integrasi berbagai jenis pembayaran, menjadikannya lebih komprehensif. Dengan membandingkan temuan penelitian ini dengan studi-studi sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi tabungan berbasis web yang dirancang memberikan kontribusi baru dalam pengelolaan tabungan sekolah, khususnya pada tingkat Sekolah Dasar. Integrasi berbagai fitur dalam satu platform membantu menciptakan ekosistem digital yang mendukung transparansi, efisiensi, dan kemudahan akses bagi semua pihak terkait. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa sistem ini siap digunakan di lingkungan Setiap fitur berhasil diuji dan berfungsi sesuai skenario pengujian, memastikan bahwa sistem ini memenuhi kebutuhan pengguna, baik siswa, guru, maupun kepala sekolah. Dengan kontribusi ini, diharapkan sistem dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem informasi serupa di sekolah lain dan terus dikembangkan untuk mendukung inovasi digital di bidang Simpulan Berdasarkan uraian permasalahan dan pemecahan yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi administrasi keuangan berbasis website di Sekolah Dasar XYZ mampu memberikan solusi yang efektif dalam mengelola data keuangan Sistem ini membantu guru dan admin sekolah untuk mencatat semua data tabungan dan pembayaran dengan lebih terorganisir dan efisien. Selain itu, sistem ini juga memberikan kemudahan bagi orang tua siswa dalam mengawasi hasil tabungan dan pembayaran secara transparan, sehingga meningkatkan keterlibatan dan kepercayaan orang tua terhadap pengelolaan keuangan sekolah. Daftar Referensi . Fitrianti and S. Annur. AuRevolusi Industri 4. 0: Inovasi dan Tantangan dalam Pendidikan di Indonesia,Ay Journal of Education and Culture, vol. 4, no. 1, pp. 28Ae35. Feb. 2024, [Onlin. Available: https://ejournal. id/index. php/jec/index . Setiawan. Winarno, and D. Fudholi. AuAnalisis Faktor Penerimaan Layanan eGovernment dengan Menggunakan Model UTAUT2 dan GAM di Kabupaten Gunungkidul,Ay Progresif: Vol. No. Februari 2025: 339-352 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Jurnal Media Informatika Budidarma, vol. 5, no. 1, pp. 34Ae41. Jan. 2021, doi: 30865/mib. Wibowo. Widiastuti. Suyudi, and A. Anastasia. AuPerancangan Sistem Informasi Pembayaran Biaya Sekolah Berbasis Web Pada SMK Santo Petrus Ketapang,Ay Jurnal Ilmu Komputer dan Bisnis, vol. 12, no. 2, pp. 218Ae229. Dec. 2021, doi: 10. 47927/jikb. Rahmatullah, & Mulyawan, and S. Nugraha. AuImplementasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Melalui Aplikasi Ibadpay Dan E-Simpan Di PPTQ Ibadurrohman Kota Tasikmalaya,Ay Jurnal Pendidikan Islam, vol. 10, no. 1, pp. 16Ae23. Jan. Sugiyono. Sutarman, and T. Rochmadi. AuPengembangan Sistem Computer Based Test (CBT) Tingkat Sekolah,Ay Indonesian Journal of Business Intelligence (IJUBI), vol. 2, no. 1Ae8. Jun. 2019, doi: 10. 21927/ijubi. Ulum. Ayuni. Uddin, and A. Falah. AuBangun Sistem Celengan Pintar Pengendali Jaringan Listrik Berbasis Mikrokontroler,Ay Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan, vol. 13, no. 1, pp. 382Ae390. Jan. 2025, doi: 10. 23960/jitet. Sulistiani and E. G S Umpu. AuAnalisis dan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan Tabungan Siswa pada SD Ar-Raudah Bandar lampung,Ay Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI), vol. 11, no. 1, pp. 40Ae50. Mar. 2021, doi: 10. 34010/jati. Teknologi et al. AuPenerapan Teknologi Tabungan Untuk Siswa Di SD Ar Raudah Bandar Lampung,Ay Bandar Lampung: Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian IBI DARMAJAYA. Aug. 2020, pp. 25Ae30. Pasaribu. AuImplementasi Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional Di Madrasah,Ay Jurnal EduTech, vol. 3, no. 1, pp. 12Ae34. Mar. Maryuni. AuPenanaman Pendidikan Karakter Melalui Pengelolaan Bank Sampah di Lingkungan Sekolah,Ay Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, vol. 4, no. 1, pp. 126Ae139. Apr. Subagiyo. Suni. Gunawan. Solihah. Hermawan, and A. Nugraha. AuMenanamkan Konsep Pengelolaan Keuangan Bijak untuk Generasi Muda melalui Literasi Keuangan,Ay Welfare: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 2, no. 3, pp. 600Ae605. Sep. [Onlin. Available: https://jurnalfebi. id/index. php/Welfare . Suryadi et al. AuPelatihan Pengelolaan Kearsipan Lembaga Berbasis Digital Untuk Meningkatkan Mutu Layanan Sekolah,Ay Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, vol. 4, no. 2, pp. 221Ae231. Nov. 2024, doi: 10. 53621/jippmas. Paembonan. Saputra Sigalingging. Andika. Irawati. Nathania, and M. Jaya. AuC-RIA: Perangkat Lunak Inversi Dan Analisis Data Resistivitas Berbasis Cloud CRia: Cloud-Based Resistivity Data Inversion And Analysis Software,Ay Jurnal Geofisika Eksplorasi, vol. 10, no. 01, pp. 65Ae77, 2024, doi: 10. 23960/jge. Masruroh. Suciasih, and H. Suseno. AuPengembangan Aplikasi Bank Sampah Menggunakan Layanan Teknologi Informasi Cloud Computing Pada Bank Sampah Melati Bersih,Ay Jurnal Teknik Informatika, vol. 8, no. 2, pp. 1Ae9. Oct. 2015, [Onlin. Available: http://tambah. Jamjani. Juhriah, and E. Saputra. AuSistem Aplikasi Tabungan Siswa Pada Smp Taruna Terpadu Berbasis Android Dan Website,Ay JRKT (Jurnal Rekayasa Komputasi Terapa. , vol. 4, no. 4, pp. 346Ae352. Apr. Hibatullah and B. Jaya Tama. AuAplikasi Tabungan Sekolah Untuk Murid Ra Al Mughni Berbasis Java,Ay Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI), vol. 05, no. 4, pp. 665Ae672. Aug. Lestari. Haryani, and T. Wahyono. AuAnalisis Kelayakan Sistem Informasi Akademik Universitas Menggunakan PIECES dan TELOS,Ay Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi, vol. 7, no. 2, pp. 373Ae380. Aug. 2021, doi: 10. 28932/jutisi. Susanti and A. Maulana. AuEvaluasi Kinerja Pada Aplikasi SatuSehat Menggunakan Metode Pieces,Ay IJCIT (Indonesian Journal on Computer and Information Technolog. , vol. 9, no. 1, pp. 11Ae20. May 2024. Wulandari and Y. Citra. AuAnalisis Tingkat Kepuasan Pengguna Aplikasi Grab Kota Lubuklinggau Menggunakan Framework Pieces,Ay Jurnal Teknologi Informasi Mura, vol. 2, pp. 118Ae130. Sep. Ganang Prasetya. Heksaputra. Wicaksono, and A. Harahap. AuPerancangan Aplikasi Pemesanan Menu Pada Kafe Ra Kopiran Berbasis Website Menggunakan Metode Waterfall Designing a Website-Based Menu Ordering Application at Ra Kopiran Cafe Using Analisis Perancangan Sistem Informasi Tabungan Sekolah. Eko Setiawan 352 e-ISSN: 2685-0877 the Waterfall Method,Ay Jurnal Teknologi Sistem Informasi E-ISSN, vol. 5, no. 2, pp. 173Ae 187. Sep. 2024, doi: 10. 35957/jtsi. Wahyudi and D. Heksaputra. AuPengembangan Aplikasi Penilaian Outcome-Based Education (Ob. Berbasis Website Dengan Metode Waterfall,Ay INSERT: Information System and Emerging Technology Journal, vol. 4, no. 2, pp. 86Ae94. Dec. Tambunan. Sihotang, and J. Yuan Mambu. AuAnalysis of Driver Working Satisfaction Rate Towards Maxim Service System Using PIECES,Ay Cogito Smart Journal, vol. 7, no. 339Ae348. Dec. Supriyatna. Maria. BSI Karawang, and P. Studi Komputerisasi Akuntansi AMIK BSI Karawang. AuAnalisis Tingkat Kepuasan Pengguna dan Tingkat Kepentingan Penerapan Sistem Informasi DJP Online dengan Kerangka PIECES,Ay khazanah informatika Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika, 2017, [Onlin. Available: http://w. Ayu Prasticha. Rahman Isnain. Yasin, and P. Studi Sistem Informasi Akuntansi. AuRancang Bangun Sistem Informasi Pembayaran Biaya Pendidikan (Studi Kasus: SMK Pangudi Luhur Lampung Tenga. ,Ay Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (JIMASIA), vol. 2, no. 1, pp. 28Ae36. Jun. Sulistiani. AuSistem Informasi Pembayaran Biaya Sekolah Pada Sd Ar-Raudah Bandar Lampung,Ay Jurnal TEKNOINFO, vol. 11, no. 2, pp. 25Ae29. May 2017. Marlina and M. Nugraha. AuPemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Pendidikan Di MTS PPI 50 Lembang,Ay Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, vol. 9, no. 4, pp. 128Ae153. Dec. Rusyadi. AuSistem Informasi Pertumbuhan Data Penduduk Pada Dinas Penduduk Dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Banjarmasin Berbasis Website,Ay Journal Information Technology Trends, vol. 10, no. 10, pp. 1Ae10. Nov. Zalukhu et al. AuPerangkat Lunak Aplikasi Pembelajaran Flowchart,Ay Jurnal Teknologi Informasi dan Industri, vol. 4, no. 1, pp. 31Ae70. Sep. Borman. Priandika, and A. Edison. AuImplementasi Metode Pengembangan Sistem Extreme Programming (XP) pada Aplikasi Investasi Peternakan,Ay Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (Justi. , vol. 8, no. 3, pp. 272Ae277. Jul. 2020, doi: 26418/justin. Kamil. Duhani. Andalas. Manis. Padang, and S. Barat. AuPembangunan Sistem Informasi Pelayanan Jasa Laundry Berbasis Web Dengan Fitur Mobile Pada 21 Laundry Padang,Ay Seminar Nasional Sains dan Teknologi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, vol. 1, no. 1, pp. 1Ae9. Nov. Saputra. Novita Amanda. Patriani, and S. Pontianak Jl Merdeka Barat No. AuAnalisis Sistem Informasi Pemesanan Tiket Pada Travel Okka Wisata Pontianak,Ay Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi SENSITEK 2018, vol. 12, pp. 590Ae594. Apr. Kuryanti. Au84 Rancang Bangun Sistem E-Learning Sebagai Sarana Pembelajaran,Ay Jurnal Khatulistiwa Informatika, vol. 4, no. 1, pp. 84Ae92. Jun. Progresif: Vol. No. Februari 2025: 339-352