Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 2, Februari 2024 ISSN: 27342488 PERANAN POJOK BACA DALAM MENMBUHKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR Satriawati1, Syamsul Alam2, Fransiska Falentina Asa3 Email: satriawati.01@gmail.com1, s.alamraja58@gmail.com2, fransiskavalentina94@gmail.com3 Universitas Megarezky ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peranan pojok baca dalam menumbuhkan minat membaca siswa di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah fenomenologi dengan pendekatan Kualitatif. Informan dari penelitian ini adalah guru wali kelas 1,2,3,4,5, dan 6 sekolah dasar Negeri 17 Ujung Labbu, instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara dan Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah terlihat bahwa pojok baca memiliki peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan minat membaca siswa di sekolah dasar, hal ini terbukti dari terdapatnya beberapa peran pojok baca yang dapat menumbuhkan minat membaca siswa di Sekolah Dasar. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pojok baca sangat membantu menumbuhkan minat membaca siswa di kelas, peran pojok baca dalam menumbuhan minat membaca siswa yaitu, sebagai fasilitator tempat membaca, sebagai bahan bacaan terdekat, tempat membaca yang nyaman dan tempat membaca yang menarik perhatian, sehingga dari beberapa peran tersebut membantu menumbuhkan minat membaca siswa di Sekolah Dasar. Kata Kunci: Peranan Pojok Baca, Minat Membaca Siswa, Sekolah Dasar. ABSTRACT The purpose of this study is to describe the role of the reading corner in fostering students' interest in reading in elementary school. This type of research is phenomenology with a qualitative approach. The informants of this study were the homeroom teacher 1,2,3,4,5, and 6 primary schoolsNegeri 17 Ujung Labbu, the data collection instrument used observation sheets, interviews and documentation. The results of this study are seen that the reading corner has a very important role in fostering students' interest in reading in elementary school, this is evident from the presence of several reading corner roles that can foster interest in reading students in elementary school. This study can be concluded that the reading corner is very helpful in fostering students 'interest in reading in the classroom, the role of the reading corner in growing students' interest in reading is, as a facilitator where to read, as the closest reading material, a comfortable reading place and an interesting reading place, so that of some the role helps foster students' interest in reading in elementary school. Keyword: Reading Corner Role, Student Reading Interest, Primary School. 80 PENDAHULUAN Di era Pendidikan 4.0 perlu adanya peningkatan minat membaca siswa khususnya siswa sekolah dasar (Wulanjani & Anggraeni, 2019). Mengingat perubahan zaman, maka penting untuk meningkatkan minat membaca pada tingkat dasar. Pendidikan 4.0 memerlukan kemampuan literasi yang tinggi dari peserta didik untuk mengikuti perkembangan di bidang informasi. Oleh karena itu, pemahaman dan kegemaran membaca menjadi landasan penting bagi siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkannya di masa depan. Dalam konteks ini, tumbuhnya minat membaca di tingkat sekolah dasar tidak hanya menjadi sebuah tuntutan, namun juga merupakan investasi strategis dalam pembentukan generasi yang siap menghadapi tantangan pendidikan modern (Rahmawati et al. al., 2022) Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang membantu siswa memahami pentingnya menulis. Tujuan utama membaca adalah untuk memperoleh dan menyimpan informasi serta memahami isi dan makna dari apa yang Anda baca. Untuk mencapai tujuan membaca Anda, penting untuk memiliki gairah membaca. Minat membaca merupakan minat atau kesukaan seseorang dalam melakukan kegiatan membaca yang merupakan bagian dari kegiatan belajar (Safitri et al. Rendahnya keterampilan tersebut membuktikan bahwa proses pendidikan belum mengembangkan kompetensi dan minat membaca peserta didik. Kegiatan pendidikan yang selama ini dilaksanakan di sekolah dasar kurang mendapat perhatian terutama untuk kegiatan membaca di sekolah dasar. Untuk mengembangkan minat baca peserta didik di sekolah dasar, kementrian Pendidikan dan kebudayaan Mengembangkan gerakan yang bernama Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi sekolah (GLS) adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah (Guru, Peserta Didik, Orang tua/wali murid) dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem Pendidikan. Dari penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan literasi di sekolah sangatlah penting diterapkan karena dapat membantu perkembangan peserta didik terutama dalam menumbuhkan minat membaca. Bentuk implementasi dari gerakan literasi sekolah merupakan upaya yang berbentuk kegiatan partisipatif dengan melibatkan sekolah agar peserta didik terbiasa membaca. Keterlibatan sekolah sangatlah penting dalam pelaksanaan suatu program seperti program yang telah dilakukan sebelumnya disekolah dasar seperti membaca 15 menit sebelum memulai pembelajaran. Budaya membaca di sekolah sangatlah diperlukan, selain untuk meningkatkan mutu dalam pembelajaran, juga dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam hal pemahaman, sehingga pembelajaran lebih bermakna, bermutu dan menyenangkan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak sekolah perlu memfasilitasinya dengan suatu cara yaitu membuat pojok bacaan di kelas. Pojok baca adalah sebuah sudut baca di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku yang ditata secara menarik untuk menumbuhkan minat baca siswa (Faradina, 2017). Sudut baca ini sebagai perpanjangan dari fungsi perpustakaan Sekolah Dasar yaitu untuk mendekatkan buku kepada siswa, buku yangtersedia bukan hanya buku pelajaran tetapi terdapat juga buku non pelajaran. Buku yang tersedia di pojok baca sebagian berasal dari perpustakaan sekolah. Senada dengan hal ini permendikbud tahun 2016 menjelaskan bahwa sudut baca merupakan sebuah ruangan yang terletak di sudut kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku dan berperan sebagai perpanjangan fungsi perpustakaan. Melalui sudut baca ini siswa dilatih untuk membiasakan membaca buku, sehingga menjadikan siswa gemar membaca. Seperti halnya pojok baca yang terdapat di Sekolah Dasar SD Negeri 17 Ujung Labbu. Berdasarkan observasi awal terlihat di Sekolah Dasar SD Negeri 17 Ujung Labbu bahwa telah disediakan pojok baca sebagai tempat membaca siswa di kelas, pojok baca ini berukuran 81 kurang lebih 2 x 2 meter, di dalamnya terdapat berbagai jenis buku mulai dari buku pembelajaran sampai buku non pelajaran yang tersusun rapi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan pojok baca yang sudah tersedia di kelas, penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh pamungkas pada tahun 2018, pada penelitian ini akan mendeskripsikan peranan pojok baca yang ada di kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 yang ada di Sekolah Dasar SD Negeri 17 Ujung Labbu. Sedangkan penelitian pamungkas, lebih fokus pada 1 kelas saja yaitu siswa kelas 1. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai Peranan Pojok Baca dalam menumbuhkan minat membaca siswa di sekolah dasar”. METODE PENELITIAN Metode ini menggunakan jenis penelitian kualitatif berdasarkan fenomenologi. Fenomenologi adalah suatu pendekatan yang memandang kejadian dengan kesadaran dan penuh makna sehingga membentuk pengalaman bagi individu yang seolah melihat dan merasakan realita dari suatu objek tersebut. Jenis penelitian fenomenologi dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa atau kejadian berupa pengalaman dari subjek penelitian terkait dengan peranan pojok baca dalam menumbuhkan minat baca siswa sekolah dasar SD Negeri 17 Ujung Labbu. HASIL DAN PEMBAHASAN Sekolah Dasar SD Negeri 17 Ujung Labbu berada di Jl.Andi Mannappiang Kel.Lembang, Kec.Bantaeng Sulawesi selatan,sekolah ini memiliki kendala dalam lapangan sekolah yang cukup sempit ,SD Negeri 17 Ujung Labbu juga memiliki beberapa kegiatan ekstrakulikuler yaitu seperti kegiatan ekstrakulikuler Pramuka ,Bola voli,Buluh tangis dan setiap hari Sabtu sekolah tersebuta mengadakan kegiatan membaca bersama ,menyimak dan menceritakan kembali apa yang telah dibaca dan kegiatan lain sebagainya. Gambar 1 Kegiatan membaca bersama dilapangan sekolah. Dari hasil terlihat bahwa pojok baca di kelas berperan menumbuhkan minat membaca siswa, ada yang tumbuh minat membacanya terhadap buku non pelajaran, ada pula yang tumbuh minat membacanya terhadap buku pelajaran dan ini terjadi di Sekolah Dasar SD Negeri 17 Ujuang Labbu. Hal ini sesuai pendapat yang mengatakan bahwa, minat membaca adalah sebuah dorongan yang timbul maupun keinginan yang besar pada diri manusia yang menyebabkan ia menaruh perhatian yang di sertai perasaan senang pada kegiatan membaca sehingga dapat mengarahkan seseorang untuk membaca dengan kemauannya sendiri 82 Gambar 2 kegiatan membaca di pojok baca dikelas. Selain itu, guru juga berupaya semaksimal mungkin dalam menumbuhkan minat membaca siswa di kelas dengan memfasilitasi pojok baca yang nyaman, rapi dan menarik untuk menarik perhatian siswa supaya selalu berkunjung ke pojok baca. Peran pojok baca di kelas yang menumbuhkan minat membaca siswa yaitu: 1) sebagai fasilitas tempat membaca yang membantu siswa untuk terus membaca di dalam kelas, 2) sebagai bahan bacaan terdekat yang terdiri dari berbagai jenis buku mulai dari buku pelajaran sampai buku non pelajaran, 3) tempat yang nyaman untuk membaca, tempat yang nyaman akan membuat siswa merasa betah berlama-lama di pojok baca untuk membaca buku yang terdapat di dalam pojok baca 4) tempat baca yang menarik perhatian siswa untuk terus membaca karena pojok baca di hias semenarik mungkin agar membuat siswa selalu ingin berkunjung di sana. Hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa Pojok baca adalah sebuah sudut baca di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku yang ditata secara menarik untuk menumbuhkan minat baca siswa Gambar 3 Kegiatan bersama peserta didik dan guru. KESIMPULAN Berdasarkan yang telah di lakukan tentang peranan pojok baca dalam menumbuhkan minat membaca siswa di Sekolah Dasar SD Negeri 17 Ujung Labbu, dapat disimpulkan bahwa pojok baca sangat membantu menumbuhkan minat membaca siswa di kelas, hal ini terlihat dari keterlaksanaan indikator yang di gunakan peneliti pada saat melakukan pengamatan secara langsung atau observasi, serta di dukung dengan hasil wawancara. Peran pojok baca yang di dapat yaitu: 1) sebagai fasilitas tempat membaca, 2) sebagai bahan bacaan terdekat, 3) tempat yang nyaman untuk membaca 4) tempat baca yang menarik perhatian. Pojok baca yang menarik dan nyaman mampu menumbuhkan minat membaca siswa, hal ini terlihat dari antusias siswa mengunjungi pojok baca yang setiap hari selalu ada siswa yang berkunjung ke pojok baca untuk membaca baik buku pelajaran atau buku non pelajaran. DAFTAR PUSTAKA Dafit, Febrina, Zaka Hadikusuma Ramadan. (2020). “Pelaksanaan Program Gerakan Devinia Dwi Purwati. (2022). Wawancara 19 Oktober. Mojoroto Kota Kediri. Dharma, Ketut Budi. (2020). “Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar”. Jurnal Edukasi Nonformal. Vol. 1. No. 2. Elendiana, Magdalena. (2020). “Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar”. JPdK: Jurnal 83 Pendidikan Dan Konseling. Vol. 2. No. 1. Faith Aslam Mumtaza. (2022). Wawancara 18 Juni. Mojoroto Kota Kediri. Faiz, Aiman. dkk,. (2022). “Pemanfaatan Pojok Baca Dalam Menanamkan Minat Baca Siswa Kelas 3 Di SDN 1 Semplo”. Jurnal Lensa Pendas. Vol. 7. No. 1. Yulianto, Ahmad Syams Kusumaningrum & Elma Fitriani Polan. (2022). “Dampak GLS (Gerakan Literasi Sekolah) terhadap Minat Baca Peserta didik Sekolah Dasar”. Jurnal Papeda. Vol. 4. No. 2 84