p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 97-117 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Siswa di MA Patra Mandiri Palembang Sumatera Selatan Muchammad Firdaus1. Saipul Annur2. Ibrahim3 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. UIN Raden Fatah Palembang Correspondence Author: Muchammad Firdaus, muhammad12. mf69@gmail. Palembang. Indonesia DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstrak Artikel ini membahas tentang pelaksanaan kegiatan keagamaan di Madrasah Aliyah Patra Mandiri Palembang, dengan latar belakang bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan merupakan kegiatan penting untuk memperkenalkan dan membentuk kepribadian siswa pada suatu lembaga pendidikan melalui kegiatan keagamaan. Jenis penelitian yakni kualitatif dengan pendekatan deksriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yakni melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil yang didapat yakni pelaksanaan kegiatan keagamaan . ahfidz dan barzanj. di Madrasah Aliyah Patra Mandiri Palembang sudah dijalankan dengan baik oleh pihak sekolah dan siswa. Pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa sangat penting dilaksanakan oleh seluruh sekolah, karena dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa menjadi lebih baik tentang kegiatan islam dan budaya islam. Hasil-hasil dari pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa dapat dicontoh dan diterapkan oleh sekolah khususnya di kota Palembang yang belum melaksanakan kegiatan keagamaan dilingkungan Hasil-hasil pelaksanaan kegiatan keagamaan juga dapat digunakan oleh guru-guru untuk mengingkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kegiatan keagamaan islam. Kata Kunci : Pelaksanaan. Kegiatan Keagamaan Abstrack This article discusses the implementation of religious activities at Madrasah Aliyah Patra Mandiri Palembang, with the background that the implementation of religious activities is an important activity to introduce and shape the personality of students in an educational institution through religious activities. The type of research is qualitative with a descriptive The method used in data collection is through interviews, observation and The results obtained are the implementation of religious activities . ahfidz and barzanj. at Madrasah Aliyah Patra Mandiri Palembang has been carried out well by the school and students. The implementation of student religious activities is very important to be implemented by all schools, because it can improve students' skills and knowledge to be better about Islamic activities and Islamic culture. The results of the implementation of student religious activities can be modeled and applied by schools, especially in Palembang city that have not implemented religious activities in the school environment. The results of the implementation of religious activities can also be used by teachers to improve knowledge and skills about Islamic religious activities. Keywords: Implementation. Religious Activities Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 97-117 PENDAHULUAN Pelaksanaan berasal dari kata laksana yang memiliki artinya menggerakkan suatu proses pada kegiatan. Pelaksanaan merupakan suatu langkah tindakan yang sebelumnya telah dilakukannya perencanaan secara maksimal, tersusun dan implentasi kemudian di lakukan namun setelah perencanaan siap secara kesiapan dan menyeluruh, pelaksanaan simpelnya ialah untuk penetapan. Pelaksanaan adalah sebuah langkah-langkah atau prosedur yang dilakukan agar dapat membangkitkan anggotannya untuk tercapainya tujuan dari sebuah rencana menjadi suatu kenyataan, dengan dasar semata-mata memberikan pengarahan dan semangat agar yang berkaitan lebih dapat mengerjakan tugasnya langsung dan tanggung jawabnya didalam organisasi secara optimal dan tetap dijalur yang telah direncanakan sesuai dengan kewenanggannya yang diberikan pihak pimpinan (Sukarna, 2. Kegiatan keagamaan adalah bentuk usaha sadar yang dilakukan untuk mewujudkan atau mengaplikasikan iman ke dalam suatu bentuk perilaku keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam implementasi kegiatan keagamaan di lembaga pendidikan, seorang guru tidak hanya terfokus pada kegiatan proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga harus mengarahkan kepada peserta didiknya dalam bentuk implementasi keagamaan. Misalnya, para peserta didik diajak untuk mau memperingati hari-hari besar keagamaan dan mengikuti kegiatan kegiatan keagamaan dalam sekolah yang sudah terselenggarakannya (Daud Ali, 2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kegiatan adalah kekuatan atau ketangkasan dalam berusaha. (Depdikbud, 1. Sedangkan keagamaan menurut Wjs Poerwadarminta, keagamaan adalah sifat-sifat yang terdapat dalam agama atau segala sesuatu mengenai agama (Poerwadarminta, 1. Pelaksanaan kegiatan keagamaan merupakan salah satu agenda kesilaman atau acara islam yang dilaksanakan oleh siswa baik dilingkungan sekolah ataupun di masyarakat. Dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa di sekolah khususnya di MA Patra Mandiri Palembang memliki beberapa tahapan atau indikator dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan . ahfidz dan barzanj. siswa di MA Patra Mandiri Palembang. Indikator tersebut yaitu kegiatan keagamaan tahfidz yaitu persiapan . stiAoda. , mengulang hapalan . urajaAoa. , setoran hapalan . dan kegiatan keagamaan barzanji indikatornya yaitu persiapan, pembuka, acara inti dan penutup, seluruh dari indikator kegiatan keagamanaan tersebut telah terlaksana dengan baik di MA Patra Mandiri Palembang. Dari hasil observasi awal melalui wawancara yang telah dilakukan peneliti menemukan permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan yaitu, kurang aktifnya peserta didik dalam mengikuti kegiatan keagamaan seperti jarang hadir saat kegiataan, kurangnya motivasi. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 97-117 tidak paham arti pentingnya kegiatan keagamaan dan sebagian siswa tidak mengamalkan apa yang diajarkan. Dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan ini peneliti juga menemukan faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelaksanaan kegiatan keagamaan di MA Patra Mandiri Palembang. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut maka peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut dan mengetahui secara mendalam tentang pelaksanaan kegiatan keagamaan tahfidz dan berzanji di MA Patra Mandiri Palembang, maka peneliti mengambil judul AuPelaksanaan Kegiataan Keagamaan Siswa di MA Patra Mandiri Palembang. METODE Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Patra Mandiri Palembang. Penelitian lapangan . ield researc. yang bersifat kualitatif, yaitu penelitian lapangan menggunakan teoriteori dengan tampa menggunakan rumus statistik (Moleong, 2. Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah kepala sekolah, pembina kegiatan keagamaan, dan siswa di MA Patra Mandiri Palembang. Oleh karena itu, instrumen tersebut harus diteliti validitasnya, yakni seberapa jauh penelitii kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan (Sugiyono, 2. Menurut proses penelitian kualitatif dimulai dengan menetapkan orang yang menjadi informan kunci dan dan informan pendukung yang merupakan informan yang dipercaya (Rukin, 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dan triangulasi (Sugiyono, 2. Selanjutnya data di analisis, teknik anailisis data yakni proses mengambil dan menyusun data dari wawancara. Catatan lapangan dan dokumen, mengelompokkan data ke dalam kategori, mengambarkannya dalam unit, dan memilih konten penting yang dapat anda dan orang lain pahami. Reduksi data adalah kegiatan meringkas dimana hanya yang penting saja yang dipilih. Untuk mereduksi data dengan memberikan shading yang jelas dan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan penelitian selanjutnya. Setelah masalah ditemukan tahap observasi, masalah dimasukkan dalam tahap ini, sehingga penelitian lebih terarah. Dengan mempelajari data, mengatur dan menyusunnya dengan cara yang mudah dipahami dan menarik kesimpulan. Langkah terakhir dalam peroses analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan. Selanjutnya, kesimpulan dari proses penelitian kualitatif adalah mengkasifikasikan hasil wawancara yang tidak penting dengan hasil informasi tentang penelitian dilakukan oleh peneliti, dengan mempertimbangkan beberapa faktor yang diperlukan untuk penelitian. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 97-117 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Siswa di MA Patra Mandiri Palembang Sumatera Selatan. Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan (Tahfid. Persiapan (IstiAoda. Menurut Buku Pedoman Tahfidz yang diterbitkan BKPRMI menjelaskan bahwa tahap persiapan (IstiAoda. adalah bentuk kesiapan diri yang harus dilakukan oleh penghapal Al-QurAoan di MA Patra Mandiri Palembang seperti kesiapan fisik, mental dan hapalan yang dimiliki siswa sehingga dapat dilakukan tahap menghapal dan mengingat ayat-ayat Al-QurAoan secara bertahap (BKPRMI, 2. Adapun yang dipersiapkan adalah sebagai berikut: Mempersiapkan diri seperti kesiapan mental, fisik dan hapalan Al-QurAoan siswa . Mengambil air wudhu sebelum mengikuti kegiatan keagamaan . sehingga dengan melakukan persiapan maka siswa dapat siap untuk mengikuti kegiatan keagamaan . siswa di MA Patra Mandiri Palembang. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan peneliti telah melakukan observasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi maka dapat peneliti simpulkan bahwa dengan adanya tahap persiapan . stiAoda. yang dilaksanakan dengan baik dan optimal dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan . tersebut menjadi faktor pendorong yang sangat penting yaitu agar siswa dapat lebih memiliki kesiapan yang dibutuhkan sehingga siswa dapat lebih fokus dalam menghapal sehingga tercapainya tujuan dari pelaksanaan kegiatan keagamaan . di MA Patra Mandiri Palembang yang telah dilaksanakan. Mengulangi Hapalan (MurajaAoa. Menurut Buku Pedoman Tahfidz yang diterbitkan BKPRMI menjelaskan bahwa Tahap Mengulangi Hapalan (MurajaAoa. adalah metode yang sering digunakan oleh penghapal Al-QurAoan di MA Patra Mandiri Palembang untuk mengingat, memperbaiki dan memperbagus bacaan dan ilmu tajwid yang dibaca (BKPRMI, 2. Menurut Buku Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Tahfidz yang diterbitkan oleh PPTQ tahap mengulangi hapalan (MurajaAoa. merupakan salah satu tahapan menghapal yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara mengulang kembali hafalan yang sudah pernah dihafalkan untuk menjaga dari lupa dan salah (PPTQ, 2. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 97-117 Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada makan peneliti juga menyimpulkan bahwa dengan adanya metode mengulangi hapalan . urajaAoa. dapat membantu Pembina dan Siswa dalam menghapal ayat-ayat Al-QurAoan sebagai proses alternatif untuk menunjang suksesnya pada pelaksanaan kegiatan keagamaan . siswa di MA Patra Mandiri Palembang yang telah berlangsung. Setoran Hapalan (Ziyada. Menurut Buku Pedoman Tahfidz yang peneliti kutip dari buku yang diterbikan oleh BKPRMI bahwasanya Tahap Setoran Hapalan (Ziyada. adalah tahapan yang dilakukan penghapal Al-QurAoan untuk menambah ayat-ayat Al-QurAoan yang disesuaikan dengan target hafalan masing-masing penghapal (BKPRMI, 2. Menurut Buku Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Tahfidz yang diterbitkan oleh PPTQ Tahap Setoran Hapalan (Ziyada. adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan hafalan penghapal secara individu. Kegiatan setoran ini wajib dilakukan oleh semua penghapal Al-QurAoan (PPTQ, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada makan peneliti juga menyimpulkan bahwa setoran hapalan . dilakukan dan sudah berjalan dengan baik di MA Patra Mandiri Palembang, karena telah dilakukannya upaya secara sadar kepada Siswa untuk membimbing dan mengarahkan agar dapat menyetorkan hapalannya kepada Pembina. Sebab dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan . setoran hapalan . terlihat berjalan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Kepala MA Patra Mandiri. Pembina dan Wakil Kesiswaan, dengan adanya ini lebih dapat mengetahui bagaimana kemampuan menghapal dan keberhasilan Siswa dalam kegiatan keagamaan . untuk mencapai tujuan. Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan (Barzanj. Persiapan Menurut Nawawi Al-Bantani dalam Buku Syarah Maulid Barzanji menjelaskan bahwa Tahap Persiapan dalam kegiatan barzanji adalah serangkaian keseluruhan kegiatan barzanji untuk menyediakan kebutuhan berupa peralatan oleh karena itu seluruh pengurus harus mengkoordinir dan mempersiapkan terlebih dulu kebutuhan selama berlangsungnya seluruh rangkaian kegiatan acara (Nawawi, 2. Sedangkan menurut Suyono dalam bukunya tentang Kegiatan Keagamaan dan Pembelajaran menjelaskan persiapan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 97-117 merupakan perlengkapan atau persediaan yang digunakan siswa agar mampu melaksanakan perbuatan kegiatan keagamaan dengan baik. (Suyono, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada makan peneliti juga menyimpulkan bahwa dengan adanya persiapan yang dilaksanakan dan dipersiapkan dengan baik dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan . tersebut menjadi faktor pendorong yang sangat penting yaitu agar Siswa dapat mempergunakan perlengkapan yang telah disiapkan untuk dapat memaksimalkan kegiatan dan mencapai tujuan dari pelaksanaan kegiatan keagamaan . di MA Patra Mandiri Palembang yang telah Pembukaan Menurut Nawawi Al-Bantani dalam Buku Syarah Maulid Barzanji menjelaskan bahwa tahap pembukaan adalah membaca ucapan salam dan muqadimah, namun sebelum memulai acara dianjurkan untuk bertawasul kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan pengarang kitab Al-Barzanji (Nawawi, 2. Sedangkan menurut Abu Ahmad Najieh dalam bukunya berjudul Maulid Al-Barzanji menjelaskan bahwa tahapan pembukaan adalah serangkaian kegiatan penghantar dalam pembacaan kitab barzanji dengan serangkaian kegiatan seperti pembacaan sholawat kepada nabi Muhammad SAW, pembacaan muqadimah, marhaban dan pujian-pujian terhadap pengarang kitab (Abu Ahmad Najieh, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada makan peneliti juga menyimpulkan bahwa dengan adanya pembuka yang dilaksanakan oleh Pembina dan Siswa dapat dilaksanakan dan dikembangkan dengan baik untuk dapat menjadi acuan bagaimana tata cara pembacaan kitab barzanji sesuai dengan pedoman pelaksanaan kegiatan . yang sedang berlangsung di MA Patra Mandiri Palembang. Acara Inti Menurut Nawawi Al-Bantani dalam Buku Syarah Maulid Barzanji menjelaskan bahwa tahap Acara Inti merupakan serangkaian acara utama, dalam acara inti petugas melakukan serangkaian kegiatan yaitu, pembacaan Al-Barzanji, pembacaan syair maulid dan tausiyah mengenai maulid Nabi Muhammad SAW (Nawawi, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada makan peneliti juga Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 97-117 menyimpulkan bahwa dengan adanya acara inti yang dilaksanakan dengan baik didalam pelaksanaan kegiatan keagamaan . dapat dilaksanakan dengan baik sesuai pedoman bagaimana tata cara yang benar dalam pembacaan kitab barzanji oleh Pembina dan Siswa. Oleh karena itu sangat penting bagi pihak Sekolah untuk dapat memberikan kebutuhan dan membina siswa agar dapat memaksimalkan kegiatan keagamaan . sesuai dengan pedoman. Penutup Menurut Nawawi Al-Bantani dalam Buku Syarah Maulid Barzanji menjelaskan bahwa tahapan penutup merupakan agenda terakhir dari seluruh kegiatan pembacaan kitab Al-Barzanji dengan melakukan pembacaan doa-doa sebagai rangkaian penutup acara (Nawawi, 2. Sedangkan menurut Anton M. Mulyono dalam bukunya berjudul Kegiatan atau Aktivitas Keagamaan bahwasanya tahap penutup kegiatan adalah segala sesuatu yang dilakukan setelah rangkaian pembuka dan acara inti sebelumnya telah dilaksanakan dan berakhir (Mulyono, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada makan peneliti juga menyimpulkan bahwa dengan adanya penutup yang dilakukan dengan baik dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan . dapat menjadi serangkaian berakhirnya kegiatan pembacaan barzanji sekaligus dapat mengevaluasi kegiatan keagamaan . sehingga dapat mencapai tujuan dari diadakannya kegiatan keagamaan di MA Patra Mandiri Palembang. Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa di MA Patra Mandiri Palembang Sumatera Selatan. Tersedianya Sarana Prasarana yang Lengkap dan Memadai Menurut Suhelayanti dalam bukunya tentang Penguatan Kegiatan Keagamaan sarana diartikan alat langsung yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan prasarana berarti alat tidak langsung yang dimanfaatkan untuk meraih tujuan (Suhelayanti, 2. Menurut Soetjipto dan Raflis Kosasi dalam bukunya tentang Organisasi Kegiatan Keagamaan sarana prasarana merupakan sebuah benda yang bergerak maupun yang tidak bergerak, yang diperlukan untuk menunjang kegiatan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan digunakan seacara efektif dan efisien (Soetjipto. Kosasi, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada makan peneliti juga menyimpulkan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 97-117 bahwa dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai memiliki dampak yang posituf dalam menunjang keberhasilan bagi pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa, dengan tersedianya perlengkapan yang lengkap dapat menambah minat dan semangat dalam mengikuti kegiatan keagamaan . ahfidz dan barzanj. siswa di MA Patra Mandiri Palembang. Sumber Daya Manusia (SDM) Menurut Nawawi dalam bukunya Penggerak Kegiatan Keagamaan menjelaskan bahwa Sumber Daya Manusia yaitu . sumber manusia yang berkerja di lingkungan suatu organisasi . sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya . sumber daya manusia adalah potensi dan aset yang berfungsi sebagai modal di dalam organisasi yang diwujudkan menjadi nyata baik secara fisik dan non fisik (Nawawi, 2. Menurut Wirawan dalam bukunya Evaluasi Kegiatan Agama dan Kinerja Sumber Daya Manusia menjelaskan bahwa sumber daya manusia merupakan sumber daya (Human Resource. yang digunakan untuk menggerakan dan menyinergikan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi (Wirawan, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada makan peneliti juga menyimpulkan bahwa dengan tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualitas dan bertanggung jawab dalam membina sehingga dapat menunjang keberhasilan dalam tercapainya tujuan dari adanya kegiatan keagamaan . ahfidz dan barzanj. siswa di MA Patra Mandiri Palembang. Faktor penghambat pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa di MA Patra Mandiri Palembang Sumatera Selatan. Semangat Siswa yang Kurang Menurut Haryanti dalam bukunya yang berjudul Organisasi Keagamaan dan Motivasi mengungkapkan bahwa semangat adalah kesedian perasaan yang memungkinkan seseorang bekerja untuk menghasilkan kerja lebih (Hariyanti, 2. Sedangkan menurut Hasibuan dalam bukunya yang berjudul Semangat Keagamaan dan Nilai Agama mengungkapkan semangat adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaanya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal (Hasibuan, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada makan peneliti juga menyimpulkan bahwa dengan kurang semangatnya siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan . ahfidz dan barzanj. dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa tersebut maka akan menjadi Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 97-117 penghambat untuk mencapai tujuan dari adanya kegiatan keagamaan. Sebab siswa sebagai objek yang dibentuk harus memiliki semangat dalam mengikuti kegiatan keagamaan, karena jika siswa kurang memiliki semangat faktor ini yang menyebabkan gagalnya pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa di MA Patra Mandiri Palembang. Waktu yang Terbatas Menurut definisi waktu yang tercantum dalam kitab Al-Quran. Qs. Al-Ashr Surat 103 Ayat 1-3 yang berbunyi: aO EA ACA a AA A aE a AA a A aO a aOA ca A) ua acacE EacaO aN a aIOaOe aO aaIEaOe EA( A A aN Ea aAO a sA a AEOA a A) ua acIA( AA aA a c AA Oe aE aA )( AA aA ca AA Oe aEA a AaO a aOA Artinya: . demi masa . sungguh manusia berada dalam kerugian . kecuali orangorang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran Qs. Al-Ashr 103:1-3 (Syamil Qura. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada makan peneliti juga menyimpulkan bahwa waktu yang terbatas dalam kegiatan keagamaan siswa sangat mempengaruhi keberhasilan dari adannya kegiatan keagamaan, dengan memiliki waktu yang cukup dapat membuat siswa bersunggung-sunggung dan memiliki keluasaan memahami materi yang diberikan Pembina, jika waktu yang dimilki terbatas maka materi yang diberikan akan menjadi sisa-sia karena siswa kurang memiliki waktu yang cukup untuk memahami materi. SIMPULAN Berdasarkan hasil proses penelitian dan pembahasan yang telah peneliti lakukan mengenai pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa di MA Patra Mandiri Palembang Sumatera Selatan dengan melalui macam-macam kegiatan seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, hingga selesai maka dapat diperoleh hasil kesimpulannya sebagai berikut: Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Siswa di MA Patra Mandiri Palembang, dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan keagaman . ahfidz dan barzanj. siswa di MA Patra Mandiri Palembang sudah berjalan dengan baik sesuai dengan indikator atau tahapan-tahapan dari setiap kegiatan keagamaan: Pelaksanaan kegiatan keagamaan . , dalam pelaksanaanya ada beberapa proses kegiatan, seperti persiapan . stiAoda. yaitu pihak sekolah bersama pembina dan siswa melakukan persiapan seperti mengambil air wudhu dan siswa menyiapkan hapalan, mengulangi hapalan . urajaAoa. yaitu siswa bersama pembina membaca Al-QurAoan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 97-117 bersama-sama dengan tujuan untuk mengingat kembali hapalan dan memperbagus bacaan siswa, dan setoran hapalan . yaitu pembina bersama guru melakukan penilaian kepada siswa yang memiliki hapalan untuk dapat disetorkan kepala pembina dan guru. Pelaksanaan kegiatan keagamaan . , dalam pelaksanaanya ada beberapa proses kegiatan, seperti persiapan yaitu siswa berkumpul di lapangan mendapatkan pengarahan dari Kepala Sekolah dan Pembina mengenai persiapan siswa sebelum memulai kegiatan, pembuka yaitu pembina bersama siswa melakukan pembacaan sholawat, muqadimah dan marhaban dengan diiringi musik rabana, acara inti yaitu pembina bersama siswa memulai pembacaan kitab barzanji, dan penutup yaitu evaluasi dari kegiatan . siswa oleh Kepala Sekolah bersama pembina dan dilanjutkan pembacaan doa penutup. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Siswa di MA Patra Mandiri Palembang. Adapun faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kegiatan keagamaan . ahfidz dan barzanj. siswa di MA Patra Mandiri Palembang yaitu: Faktor Pendukung. Tersediannya Sarana Prasarana yang lengkap serta memadai seperti tersedianya sarana yaitu kitab Al-QurAoan. Kitab Barzanji, prasarana yaitu masjid sebagai tempat berlangsungnya kegiatan keagamaan siswa dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik yaitu Kepala Sekolah. Guru dan Pembina kegiatan keagamaan . ahfidz dan barzanj. siswa di MA Patra Mandiri Palembang. Faktor Penghambat. Semangat Siswa yang Kurang menjadi kendala bagi Pihak Sekolah dan Pembina untuk memaksimalkan kegiatan keagamaan siswa dan Waktu yang Terbatas untuk siswa dapat menguasai materi selama mengikuti kegiatan keagamaan siswa di MA Patra Mandiri Palembang. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 97-117 REFERENSI