Vol. No. 1, 2024 Doi : https://doi. org/10. 70371/jise. Analisis Media Social Marketing terhadap Loyalitas Pelanggan dalam JOURNAL OF Menggunakan Produk Kecantikan INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Benings AThe Author. 2024 Handori1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Agustia Handayani2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Wiwik Wimbawani3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Corresponding Author: Handori E-mail : handorihandori1@gmail. Abstract: This study aims to analyze the influence of social media marketing on customer loyalty in using Bening's beauty products. The increasing use of social media in marketing strategies has become a significant concern, especially in the highly competitive beauty industry. The social media marketing variables examined include electronic word of mouth . -WOM), social media marketing activities, and popular content. This research employed a quantitative associative method with a survey approach by distributing questionnaires to 310 respondents who are users of Benings products across Indonesia. The sampling technique used was simple random sampling. The results show that all three independent variablesAie-WOM, social media marketing activities, and popular contentAihave a positive and significant influence on customer loyalty. These findings indicate that social media plays a crucial role in building and maintaining customer loyalty toward Bening's beauty products. Keywords: Social Media Marketing. Customer Loyalty. e-WOM Pendahuluan Bisnis kecantikan sangatlah menjanjikan dalam 5 tahun belakangan ini. Terbukti dengan beberapa selebritis tanah air yang merambah ke bisnis kecantikan dan skincare. Beberapa diantaranya adalah Ashanty dengan AExpert. Nikita Mirzani dengan NM Skincare . Putra Siregar dengan Ps Glow. Shandy Purnama Sari dengan Ms Glow. Felicya Angelista dengan Scarlett. Luna Maya dengan NAMA Beauty. Maia Estianty dengan EMK Beverly Hills hingga Gisella Anastasia dengan Madam Gie serta beberapa lainnya. Meskipun banyak selebritis tanah air yang beralih kepada bisnis skincare dan kecantikan, namun tidak menutupi akan produk skincare dan kecantikan dari beberapa dokter kecantikan. Misalnya produk kecantikan dan skincare Benings dari dr. Oky Pratama. Dikutip dari Mediaindonesia . Benings telah mendapatkan beberapa kali penghargaan yaitu Superbrand 2022. Best in Beauty Clinic. Best in Skincare. Shopee Award2021 JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION dengan kategori Super Favorit Local Brand. MURI Award 2021 dengan kategori Skincare Produksi Dokter dengan Penjualan e-Commerce Terbanyak. Penghargaan tersebut adalah sebagai bentuk kepercayaan dan loyalitas pelanggan produksi Benings. Loyalitas pelanggan adalah alasan mengapa seseorang memilih untuk membeli atau berbelanja di suatu tempat. Ketika pelanggan merasa puas dengan suatu produk, mereka cenderung akan terus menggunakannya dan bahkan merekomendasikannya kepada orang lain karena pengalaman positif yang mereka rasakan (Sunyoto, 2. Ada banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan. Pada zaman digitalisasi saat ini akan bertambah lagi faktor-faktor loyalitas pelanggan yang disebabkan oleh media digital, dalam penelitian ini akan membahas tentang media social marketing, yang diantaranya meliputi e-WOM. Aktivitas Pemasaran media sosial, dan Konten Populer. Faktor pertama adalah e-WOM atau e-Word of Mouth Menurut Thurau-Hennig . , adalah pernyataan positif atau negatif berdasarkan pendapat konsumen yang dapat diakses oleh khalayak luas melalui internet dan media sosial. E-WOM merupakan pilihan yang mudah dan tepat untuk mempromosikan bisnis suatu perusahaan karena adanya fitur seperti website, forum, messenger dan media sosial lainnya seperti Facebook. Twitter. Shopee, dan Instagram. Faktor kedua yang diduga mampu mempengaruhi loyalitas pelanggan adalah aktivitas Pemasaran media sosial. Menurut Rully Menurut Bilgin . Variabel Aktivitas media sosial dapat diukur dengan: 1. Berinteraksi pada beberapa produk merek, 2. Tertarik dengan suatu merek dari Konten. Dengan mudah menyampaikan opini melalui akun media sosial. Konten yang dibagikan di media sosial merupakan informasi terbaru. Berinteraksi dengan konten yang sedang trendi 6. Informasi yang dibutuhkan ada di media sosial Media sosial. Iklan di media sosial secara positif mempengaruhi perhatian terhadap suatu produk 8. Menyukai iklan yang Iklan yang menarik perhatian. Faktor terakhir yang berpengaruh adalah popularitas konten. Menurut Erdogmus dan Cicek . , tingkat kepopuleran konten dan platform media sosial sangat penting dalam membangun hubungan antara konsumen dengan merek yang mereka ikuti di media sosial. Namun, konten tidak hanya perlu populer, tetapi juga harus memiliki keterkaitan atau relevansi. Robinette. Brand, dan Lenz . menjelaskan bahwa sebuah konten dianggap relevan jika memenuhi tiga unsur utama, yaitu adanya pesan yang disampaikan, pesan tersebut memiliki makna, dan mampu menciptakan keterikatan emosional dengan audiens. Sejumlah penelitian sebelumnya yang dijadikan referensi dalam penelitian ini antara lain studi oleh Murya. Sunaryanto, dan Nadada . , yang menemukan bahwa faktor media sosial memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan. Namun, indikator-indikator seperti Facebook. Instagram, dan WhatsApp justru menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian oleh Nurcahyani . menunjukkan bahwa aktivitas pemasaran melalui media sosial secara signifikan mempengaruhi ekuitas merek dan niat beli. ekuitas merek berpengaruh pada e-WOM, dan eWOM turut mempengaruhi niat beli konsumen. Sementara itu. Imron. Wardani, dan Rokhmawati . menemukan bahwa kampanye yang efektif serta frekuensi pembaruan konten berdampak signifikan terhadap loyalitas konsumen. Akan tetapi, konten yang relevan dan populer tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas. Hasil uji F dalam penelitian tersebut juga membuktikan bahwa variabel-variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi loyalitas JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Berdasarkan uraian di atas, peneliti mengambil judul AuAnalisis Media Social Marketing terhadap Loyalitas Pelanggan dalam Menggunakan Produk Kecantikan BeningsAy. Metode Untuk mengetahui pengaruh media social marketing terhadap loyalitas pelanggan, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif kausal dimana merupakan penelitian yang bersifat sebab akibat dan bersifat menanyakan hubungan antara variabel satu dengan dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna skincare produk Benings di Seluruh Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dari populasi secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi (Sugiyono : 2. , sehingga jumlah sampel yang diperoleh adalah 310 responden. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan kuesioner . dalam bentuk google form dan disebarkan melalui media sosial melalui link yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang telah penulis rumuskan guna sebagai data penelitian yang akan dijawab oleh responden. Berikut adalah beberapa kriteria pertanyaan dalam kuesioner: Tabel 1. Kriteria Pertanyaan Kuesioner Bagian Pertanyaan Bagian I Bagian II Bagian i Bagian IV Keterangan Jumlah Pertanyaan Identitas Diri Loyalitas Konsumen e-WOM Aktivitas Pemasaran Layanan Konten Pengukuran dalam kuesioner ini adalah menggunakan skala likert, sehingga pengukurannya dapat digambarkan sebagai indikator variabel. Pada penelitian ini penulis menggunakan 6 skor skala likert yaitu: Skor 4 = Sangat Setuju Skor 3 = Setuju Skor 2 = Tidak Setuju Skor 1 = Sangat Tidak Setuju Kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah seperti gambar berikut: Gambar 1. Kerangka konseptual JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Hasil dan Diskusi Uji validitas dan reliabilitas Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan regresi linier berganda, namun sebelumnya instrumen penelitian ini harus melalui uji reabilitas dan uji validitas yang bertujuan untuk menjamin keabsahan data instrumen yang digunakan. berikut adalah uji validitas dan uji reabilitas pada penelitian : Tabel 2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Item e-WOM X1. (X. X1. X1. X1. Aktivitas Pemasaran (X. X2. X2. X2. X2. Konten Populer (X. X3. X3. X3. X3. Loyalitas Pelanggan (Y) Sumber : Hasil olah data SPSS Pearson Cor Nilai Signifikan Reliabilitas Keterangan VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Tabel 2 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas diatas menjelaskan bahwa nilai Pearson Cor dari X1. X2. X3 dan Y > 0,30 dengan nilai signifikan adalah 0,000 < 0,05 dengan keterangan valid maka artinya bahwa instrument data yang digunakan dalam penelitian adalah valid. Sedangkan berdasarkan nilai reliabilitas X1 = 0,728. X2 = 0,964. X3 = 0,674 dan Y = 0,888 > 0,60 artinya seluruh instrument variabel dependen dan variabel independen dalam penelitian ini adalah Keputusan dari uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini adalah valid dan reliabel, artinya penelitian dapat dilanjutkan ke uji selanjutnya. Analisis Deskriptif Analisis Deskriptif pada penelitian ini adalah: Dari penelitian terdapat 310 responden yang memenuhi kriteria pengujian dalam penelitian ini, dengan data dijelaskan pada tabel-tabel Tabel 3. Pengguna Media Sosial No Pengguna Media Sosial Jumlah Persentase Tidak memiliki media sosial memiliki media sosial Total Sumber:Angket Google Form . ata diola. JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Berdasarkan Tabel 3 diatas, diketahui bahwa seluruh responden pengguna media sosial memiliki media sosial masing-masing atau dalam artian responden 100% memiliki media sosial. Berdasarkan jenis kelamin responden diuraikan sebagai berikut: Tabel 4. Jenis Kelamin Responden No Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki-laki 36,5% Perempuan 63,5% Total Sumber:Angket Google Form . ata diola. Berdasarkan Tabel 4 diatas bahwa jumlah responden dengan jenis kelamin laki-laki ada 113 orang atau setara dengan 36,5% dan responden dengan jenis kelamin wanita ada 197 orang atau setara dengan 63,5%. Kemudian responden jika dilihat dari pendidikannya akan diuraikan dalam tabel berikut: Tabel 5. Pendidikan Terakhir Responden No Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase 1 Setingkat SD 1,6% 2 Setingkat SMP 3,9% 3 Setingkat SMA 41,3% 4 Diploma 19,7% 5 S1 sederajat 25,8% 6 Lainnya. 7,7% Total Sumber:Angket Google Form . ata diola. Berdasarkan Tabel 5 diatas menunjukan bahwa responden pendidikan terakhir Tingkat SD sederajat ada 5 orang atau setara dengan 1,6%, responden dengan pendidikan SMP 12 orang atau 3,9%. SMA 128 orang atau 41,3%. Diploma ada 61 orang atau 19,7%. S1 ada 80 orang atau 25,8% dan pendidikan lainnya ada 24 orang atau setara dengan 7,7%. Kemudian responden jika dilihat dari jenis pekerjaan akan diuraikan dalam tabel berikut: Tabel 6. Jenis Pekerjaan Responden No Pekerjaan Responden Pelajar dan Mahasiswa PNS Swasta Wiraswasta Lainnya (Termasuk IRT) Total Jumlah Persentase 10,6% 8,4% 37,4% 15,2% 28,4% JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Berdasarkan tabel 6 diatas menunjukan bahwa responden dengan jenis pekerjaan dijelaskan bahwa kelompok pelajar dan mahasiswa 33 orang atau 10,6%. Untuk Profesi PNS ada 26 orang responden atau 8,4%, untuk pegawai swasta berada pada jumlah tertinggi yaitu 116 orang atau 37,4%. Wiraswasta ada 47 responden atau 15. 2%, sedangkan yang terakhir adalah lainnya termasuk yang berprofesi sebagai IRT ada 88 orang atau 28,4%. Kemudian responden jika dilihat dari jumlah rata-rata pendapatan per bulannya akan diuraikan dalam tabel berikut: Tabel 7. Jenis Penghasilan Responden No Pendidikan Terakhir < 2. 000 Ae 5. 000Ae 10. >10. Total Jumlah Presentase 5,2% 20,6% 42,3% 31,9% Berdasarkan tabel 7 di atas menunjukan bahwa responden dengan jenis penghasilan dijelaskan bahwa responden dengan penghasilan < 2. 000 ada 16 orang atau setara dengan 5,2% untuk penghasilan 2. 000 Ae 5. 000 ada 64 orang atau 20,6% dan untuk penghasilan 000 ada 131 orang atau 42,3% dan penghasilan > 10. 000 ada 99 orang atau 31,8%. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis Regresi Linear Berganda merupakan uji yang digunakan untuk menaksir bagaimana keadaan . aik turunny. variabel dependen, bila dua atau lebih variabel dependen sebagai faktor prediktor dinaik turunkan nilainya. (Sugiyono 2. Bentuk persamaan dari regresi linier berganda adalah Y = b1X1 b2X2 b3X3 e Tabel 8. Regresi Linear Berganda Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig 4,980 1,118 (Constan. e-WOM ,700 Aktivitas Pemasaran ,420 Konten Populer ,582 Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan Sumber : olah data SPSS ,681 ,729 ,400 5,009 ,769 ,900 ,576 ,000 ,000 ,012 ,006 Berdasarkan Tabel 8 hasil Uji Regresi Linier, diperoleh persamaan regresi yang menunjukkan bahwa variabel bebas, yaitu e-WOM (X. Aktivitas Pemasaran (X. , dan Konten Populer (X. , berpengaruh terhadap variabel terikat, yaitu Loyalitas Pelanggan (Y). Dalam model JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION ini, jika salah satu variabel bebas mengalami perubahan sebesar 1 . dan variabel lainnya tetap, maka Loyalitas Pelanggan akan berubah sesuai dengan nilai koefisien . dari variabel bebas Dengan demikian, persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut: Y = 4,980 0,700 X1 0,420 X2 0,582 X3 e Tabel 9. Hasil Uji T (Parsia. Model Sig 5,009 ,000 (Constan. e-WOM ,769 ,000 Aktivitas Pemasaran ,900 ,012 Konten Populer ,576 ,006 Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan Sumber : olah data SPSS Berdasarkan hasil uji T pada Tabel 9 diatas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai signifikansi pada uji t pada variabel e-WOM adalah 0,000 < 0,05 dan nilai T 0,769 maka e-WOM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan. Artinya semakin e-WOM menyebar dengan luas, maka akan semakin tinggi pula loyalitas pelanggan. Melalui media sosial WOM dapat mudah sekali menyebar. Beberapa informasi tentang produk dan layanan dapat dengan mudah didapatkan, baik itu informasi positif maupun Hal ini dimanfaatkan oleh produk skincare Benings untuk menggunakan media social marketing salah satu alasannya adalah adanya e-WOM yang akan sangat mempengaruhi bisnis nya. Berdasarkan hasil penelitian loyalitas pelanggan atau keinginan konsumen untuk membeli kembali produk Skincare Benings hal ini terjadi karena berita tentang baiknya produk tersebut sampai kepada pelanggan, sehingga pelanggan memutuskan untuk berlangganan atau membeli kembali produk tersebut. Nilai signifikansi pada uji t pada variabel Aktivitas Pemasaran adalah 0,012 < 0,05 dan nilai T 0,900 maka artinya Aktivitas Pemasaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan. Semakin unik, menarik dan baik aktivitas pemasaran media sosial maka akan semakin tinggi pula tingkat loyalitas pelanggan terjadi. Produk skincare Benings memanfaatkan kesempatan marketing melalui media sosial dengan baik. Aktivitas pemasaran tersebut berada di semua platform media sosial, seperti whatsapp, facebook, instagram, tiktok, twitter dan beberapa media sosial lainnya serta melalui e-commerce belanja seperti shopee, tokopedia, lazada, dan lain sebagainya. Aktivitas pemasaran media sosial menjadi tepat sasaran dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Nilai signifikansi pada uji t pada variabel Konten Populer adalah 0,006 < 0,05 dan nilai T 0,576 maka Konten Populer memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan. Artinya semakin bagus dan semakin dan semakin popular sebuah konten di media sosial, akan semakin tinggi tingkat loyalitas pelanggan pada produk skincare Benings. Benings bekerjasama dengan beberapa konten creator, selebritis dan selebgram sebagai endorsement nya. Benings mengeluarkan beberapa royalty untuk hal tersebut, namun hal tersebut sesuai dengan profit yang akan diterima olehnya. Kepopuleran konten di media sosial terbukti mampu JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION memberikan dampak positif dalam menciptakan loyalitas pelanggan bahkan dapat menumbuhkan niat beli masyarakat baru Kesimpulan Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah: Nilai signifikansi pada uji t pada variabel e-WOM adalah 0,000 < 0,05 dan nilai T 0,769 maka artinya e-WOM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan. Nilai signifikansi pada uji t pada variabel Aktivitas Pemasaran adalah 0,012 < 0,05 dan nilai T 0,900 maka artinya Aktivitas Pemasaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan. Nilai signifikansi pada uji t pada variabel Konten Populer adalah 0,006 < 0,05 dan nilai T 0,576 maka artinya Konten Populer memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan. Saran yang diberikan penulis untuk penelitian selanjutnya adalah: Faktor yang diduga dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan masih banyak dan beragam, peneliti selanjutnya diharap mampu menambahkan beberapa variabel baru, misalnya variabel dompet digital. Penelitian selanjutnya diharap dapat meneliti tentang loyalitas wisatawan pada wisata halal, sebab hal tersebut masih jarang sekali ada di penelitian. Penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel moderasi dan variabel intervening sebagai kebaharuan penelitian. Daftar Pustaka