JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. XII No. 2 September 2025 ISSN: 2252-5483. E-ISSN:2715-8594 Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Wilimas Rahaditama. Ricky Radius Sugiarto. STIE YA Bangko Email: willyrahaditama@gmail. rickysugiarto2304@gmail. ABSTRAK Literasi keuangan ialah campuran dari pemahaman, pengetahuan, keahlian, perilaku serta sikap yang butuh dipunyai seorang buat membuat keputusan keuangan yang sehat serta kesimpulannya menggapai kesejahteraan keuangan orang. Tujuan dikerjakannya riset ini merupakan buat mengenali cerminan literasi keuangan serta sikap pengelolaan keuangan pada mahasiswa, dan buat mengenali pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa. Objek dalam riset ini merupakan 100 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi( STIE) YA Bangko. Hasil pengumpulan informasi lewat kuesioner setelah itu diolah serta dianalisis dengan tata cara statistika regresi linier berganda. Bersumber pada perihal tersebut diperoleh hasil kalau literasi keuangan dengan penanda pengetahuan bawah keuangan individu, tabungan serta pinjaman, asuransi serta investasi menampilkan kalau pengetahuan bawah keuangan individu, tabungan serta pinjaman serta investasi mempengaruhi terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa, sebaliknya asuransi tidak mempengaruhi terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa. Kata kunci: literasi keuangan, perilaku pengelolaan keuangan, pinjaman dan tabungan, asuransi, investasi ABSTRACT Financial literacy is a combination of understanding, knowledge, skills, behaviors, and attitudes needed to make sound financial decisions and ultimately achieve financial well-being. The purpose of this research is to identify financial literacy and financial management attitudes among college students, and to determine the impact of financial literacy on student financial management. The study subjects were 100 students from the YA Bangko College of Economics (STIE). The data collected through questionnaires were then processed and analyzed using multiple linear Based on this, the results showed that financial literacy, with indicators of knowledge about personal finance, savings and loans, insurance, and investment, indicated that knowledge about personal finance, savings and loans, and investment influenced student financial management, while insurance did not. Keywords: financial literacy, financial management behavior, savings and loans,insurance. PENDAHULUAN Keuangan ialah adonan asal pemahaman, pengetahuan, keahlian, perilaku dan perilaku yang butuh dipunyai seseorang buat menghasilkan keputusan keuangan yang sehat serta kesimpulannya menggapai kesejahteraan keuangan orang( Bhabha et angkatan bahari(AL). Opletalova 2. Pemberdayaan konsumen lewat literasi keuangan diyakini hendak menunjang upaya pencapaian stabilitas sistem keuangan, tingkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yg lebih inklusif. Wilimas Rahaditama. Ricky Radius Sugiarto. Ae Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. XII No. 2 September 2025 ISSN: 2252-5483. E-ISSN:2715-8594 Pengetahuan rakyat menimpa literasi keuangan telah jadi keharusan dalam kehidupan tiap hari sebagai akibatnya jadi life skill yg butuh dipunyai sang tiap orang dalam menempuh kehidupan pada jangka panjang. Bersumber pada SNLKI tahun 2017, seorang bisa dikatakan selaku well literate apabila memiliki pengetahuan serta agama ihwal lembaga, produk serta layanan jasa keuangan, dan keahlian dalam mengenali produk dan layanan jasa keuangan tadi. Carpena et angkatan laut(AL). ( 2. melaporkan terdapat tiga( . ukuran berasal literasi keuangan merupakan: . keahlian menghitung. uraian perihal keuangan bawah. serta tig. perilaku terhadap keputusan keuangan. Pengetahuan pada konteks literasi keuangan mencakup pengetahuan, bimbingan, dan data menimpa keuangan serta Sumbernya, perbankan, deposito, kredit, asuransi, dan pajak( Willis 2. perilaku serta sikap keuangan yg bijak tercermin dalam keahlian seseorang memastikan tujuan keuangan, menyusun perencanaan keuangan, mengelola keuangan serta sanggup mengambil keputusan keuangan yang bermutu pada memakai produk dan layanan jasa keuangan. Pembelajaran sangat berfungsi berarti pada pembuatan literasi keuangan baik pembelajaran informal pada area famili ataupun pembelajaran resmi di area akademi akbar. Lusardi( 2. melaporkan kalau mahasiswa selaku generasi belia tidak cuma hendak mengalami kompleksitas yang terus menjadi bertambah dalam bahan- bahan keuangan, jasa, dan pasar, tetapi mereka lebih cenderung harus menanggung resiko keuangan di masa depan yg lebih asal orang tua Pendidikan yang efisien serta efektif hendak menolong mahasiswa mempunyai keahlian menguasai, memperhitungkan, dan berperan dalam kepentingan keuangan mereka. Gutter( 2. dalam penelitiannya melaporkan kalau pembelajaran keuangan menghipnotis positif signifikan terhadap pengetahuan, sikap serta sikap keuangan. selesainya itu yang akan terjadi riset Lutfi serta Iramani( 2. melaporkan jikalau pembelajaran manajemen keuangan secara signifikan menghipnotis terhadap literasi finansial. Bersumber di analisis suasana tersebut, hingga dievaluasi butuh terdapatnya riset buat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan usaha Universitas Singaperbangsa Karawang buat mengenali literasi keuangan dan akibatnya terhadap pengelolaan keuangan Riset ini bertujuan buat mengenali cerminan literasi keuangan dan sikap pengelolaan keuangan dan pengaruh literasi keuangan terhadap sikap pengelolaan keuangan pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi( STIE) YA Bangko. LANDASAN TEORI Literasi Keuangan Remund . melaporkan kalau literasi keuangan ialah pengukuran terhadap uraian seorang menimpa konsep keuangan, serta mempunyai keahlian serta kepercayaan buat mengendalikan keuangan individu lewat pengambilan keputusan jangka pendek yang pas, perencanaan keuangan jangka panjang, dan mencermati peristiwa serta keadaan ekonomi. Literasi keuangan meliputi pemahaman serta pengetahuan hendak instrumen keuangan serta aplikasinya di dalam bisnis serta kehidupannya( Huston 2. Palameta et angkatan laut(AL). ( 2. melaporkan kalau pengetahuan keuangan yang dipunyai oleh seorang tersebut setelah itu tumbuh jadi keahlian keuangan, dimana keahlian keuangan itu sendiri didefinisikan selaku keahlian dalam mempraktikkan pengetahuan keuangan yang dimilikinya dalam kehidupan tiap hari. Keahlian keuangan membolehkan seorang buat bisa mengambil keputusan yang rasional serta efisien terpaut dengan keuangan serta sumber Kecerdasan yang dipunyai seorang yang membolehkan orang buat membuat keputusan serta yakin diri menimpa seluruh aspek penganggaran mereka, belanja, serta tabungan Wilimas Rahaditama. Ricky Radius Sugiarto. Ae Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. XII No. 2 September 2025 ISSN: 2252-5483. E-ISSN:2715-8594 serta pemakaian produk serta jasa keuangan, mulai dari perbankan tiap hari lewat pinjaman, investasi, serta perencanaan buat masa depan( Yates serta Ward 2. Pengetahuan Warga Menimpa Zona Jasa Keuangan Perihal awal yang wajib dicermati seorang buat mempunyai literasi keuangan merupakan pengetahuan menimpa industri jasa keuangan yang terdiri dari Perbankan. Asuransi. Pasar Modal. Lembaga Pembiayaan. Dana Pensiun. Pergadaian serta lembaga jasa keuangan yang lain. Warga butuh mengenali kelembagaan industri jasa keuangan saat sebelum mereka mengenali produk serta layanan jasa keuangan yang Berartinya mengenali kelembagaan industri jasa keuangan terpaut dengan gimana warga bisa mengakses ataupun menggunakan produk serta layanan jasa keuangan tersebut. Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan pada tahun 2013 serta 2016 menampilkan peningkatan tingkatan pengetahuan warga menimpa kelembagaan industri jasa keuangan secara universal. Secara totalitas pengetahuan terhadap lembaga jasa keuangan hadapi kenaikan. Industri Perbankan sangat terkenal di mata warga serta industri Pasar Modal kurang banyak diketahui oleh warga. Banyaknya warga yang mengenali industri Perbankan didukung oleh banyaknya jaringan layanan Perbankan yang tersebar nyaris di segala pelosok Indonesia. Tidak hanya itu, layanan jasa keuangan yang disediakan industri Perbankan memegang nyaris segala transaksi keuangan yang diperlukan warga( SNLKI 2. Dalam Novel Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia( 2. , melaporkan kalau langkah kedua untuk seorang sehabis memahami kelembagaan industri jasa keuangan merupakan mengenali produk serta layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan. Produk tabungan ialah produk yang sangat dikenal oleh warga baik dilihat dari hasil Survei Nasional Literasi Keuangan tahun 2013 serta tahun 2016. Perihal ini disebabkan produk tabungan bisa diperoleh kemudahan transaksi keuangan tiap hari. Untuk warga yang telah memahami lembaga jasa keuangan ataupun produk serta layanan jasa keuangan, berikutnya yang wajib dicermati merupakan mengenali ciri dari produk serta layanan jasa keuangan. Ciri tersebut meliputi khasiat, resiko, fitur, metode mendapatkan, bayaran, denda, hak serta kewajiban dari sesuatu produk serta layanan jasa keuangan. Perihal tersebut dibutuhkan supaya warga bisa memilah serta menggunakan produk serta layanan jasa keuangan yang cocok dengan kebutuhan serta keahlian Pengelolaan Keuangan Financial Management Behavior berhubungan dengan tanggung jawab keuangan sesesorang menimpa metode pengelolaan keuangan mereka. Tanggung jawab keuangan merupakan proses pengelolaan duit serta asset yang lain dengan metode yang dikira Ida serta Dwinta . melaporkan kalau pengelolaan duit merupakan proses memahami menggunkaan asset keuangan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, hingga tidak hendak terjebak pada sikap berkeinginan yang tidak terbatas. Timbulnya sikap pengelolaan keuangan ialah akibat dari aktivitas seorang buat penuhi kebutuhan hidupnya cocok dengan tingkatan pendapatn yang di peroleh (Al- Kholilah serta Irmamani 2. Bagi Herdjiono serta Damanik . , sikap pengelolaan keuangan seorang bisa dilihat dari 4( . perihal ialah mengkonsumsi, arus kas, tabungan, serta manajemen utang. METODE PENELITIAAN Tata cara riset yang digunakan merupakan deskriptif serta verifikatif dengan bentuk riset Analisis deskriptif bertujuan membagikan cerminan tentang detail- detail suatu suasana, area sosial ataupun ikatan. Sebaliknya verifikatif dicoba buat menguji hipotesis dengan memakai Wilimas Rahaditama. Ricky Radius Sugiarto. Ae Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. XII No. 2 September 2025 ISSN: 2252-5483. E-ISSN:2715-8594 perlengkapan uji statistik, menarangkan dengan metode melaksanakan pengukuran secara teliti terhadap fenomena tertentu serta menarangkan ikatan kausal antar variabel dengan memakai perhitungan statistik Regresi Linier Berganda memakai SPSS 23. 00 for windows. Metode pengumpulan informasi yang digunakan merupakan kuesioner. Bagi Sugiyono( 2. kuesioner ialah metode pengumpulan informasi yang dicoba dengan metode berikan seperangkat persoalan ataupun statment tertulis kepada responden buat dijawabnya. Tipe kuesioner yang digunakan merupakan kuesioner tertutup serta terstruktur, maksudnya persoalan ataupun pernyataannya tidak membagikan kebebasan kepada responden buat membagikan jawaban serta pendapatnya cocok dengan kemauan mereka sebab jawabannya sudah disediakan. Responden dalam riset ini merupakan 100 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi( STIE) YA Bangko. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Analisis deskriptif adalah suatu analisis yang dilakukan untuk memberikan gambaran secara umum terhadap objek yang diteliti melalui information sekunder yang diteliti. Berikut ini adalah hasil uji statistik deskriptif Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Variabel Mean Std. Dev Min. Max. Pengetahuan Dasar Keuangan Tabungan dan Pinjaman Asuransi Investasi Pengelolaan Keuangan Tabel 1 membuktikan bahwa N pada penelitian ini merupakan 100 responden. Literasi keuangan diukur memakai 4 . indikator, yairu pengetauan dasar keuangan, tabungan serta pinjaman, iuran pertanggungan dan investasi. Variabel Pengetahuan Dasar Keuangan terdiri asal five . item pernyataan dengan nilai minimum 10,39 serta nilai maksimal 22,71. Variabel Tabungan serta Pinjaman terdiri dari three . object pernyataan dengan nilai minimum five,08 serta nilai aporisma 12,ninety two. Variabel iuran pertanggungan terdiri berasal four . item pernyataan dengan nilai minimal 8,24 dan nilai maksimal 18,87. kemudian variabel Investasi terdiri berasal 4 . object pernyataan dengan nilai minimum 7,20 dan nilai aporisma 20,12. serta variabel dependen yaitu perilaku Pengelolaan Keuangan terdiri berasal 7 . object pernyataan dengan nilai minimum 22,forty six dan nilai maksimal 41. penelitian ini adalah sebagai berikut: PPK = b1PD b2TP b3AS b4IN e Keterangan: PPK = Perilaku Pengelolaan Keuangan = Bilangan konstanta = Koefisien arah garis regresi PD = Pengetahuan Dasar Keuangan = Tabungan dan Pinjaman = Asuransi Wilimas Rahaditama. Ricky Radius Sugiarto. Ae Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. XII No. 2 September 2025 ISSN: 2252-5483. E-ISSN:2715-8594 = Investasi = error Berikut adalah hasil pengujian regresi linier berganda setelah dilakukan uji asumsi klasik yang hasilnya sesuai dengan ketentuan perhitungan regresi: Tabel 2. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Variabel (Constan. Pengetahuan Dasar Keuangan Tabungan dan Pinjaman Asuransi Investasi Std. Error Standardized Coefficients Beta Unstandardized Coefficients Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa: - Nilai konstanta . 359 mengandung arti bahwa bila literasi keuangan bernilai 0, maka perilaku pengelolaan keuangan ialah sebanyak 11. - Koefisien regresi pengetahuan dasar keuangan sebanyak 1. 085 mengandung arti bahwa jika nilai indikator lainnya permanen serta nilai pengetahuan dasar keuangan mengalami - kenaikan sebanyak 1, maka perilaku pengelolaan keuangan akan mengalami kenaikan - Koefisien regresi tabungan dan pinjaman sebanyak 0. 749 mengandung arti bahwa apabila nilai indikator lainnya tetap dan nilai tabungan serta pinjaman mengalami kenaikan sebanyak 1, maka perilaku pengelolaan keuangan akan mengalami kenaikan sebanyak - Koefisien regresi asuransi sebesar . mengandung arti bahwa bila nilai indikator lainnya permanen dan nilai iuran pertanggungan mengalami kenaikan sebanyak 1, maka sikap pengelolaan keuangan akan mengalami penurunan sebesar 0. - Koefisien regresi investasi sebesar . mengandung arti bahwa apabila nilai indikator lainnya permanen dan nilai investasi mengalami kenaikan sebanyak 1, maka perilaku pengelolaan keuangan akan mengalami penurunan sebesar . Dari akibat tersebut memberikan bahwa masing-masing variabel mempunyai arah yg berbeda-beda Pengetahuan dasar keuangan serta tabunan dan pinjaman memiliki arah positif terhadap sikap pengelolaan keuangan, sedangkan iuran pertanggungan serta investasi mempunyai arah yg negative terhadap sikap pengelolaan keuangan walaupun nilainya sangat kecil. Pengujian Hipotesis Uji t Untuk menguji seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen digunakan uji statistik t. Berikut adalah hasil uji t dalam penelitian ini: Wilimas Rahaditama. Ricky Radius Sugiarto. Ae Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. XII No. 2 September 2025 ISSN: 2252-5483. E-ISSN:2715-8594 Tabel 3. Hasil Uji t Variabel (Constan. Pengetahuan Dasar Keuangan Tabungan dan Pinjaman Asuransi Investasi Sig. Kriteria uji dalam menguji pengaruh masing-masing variabel terhadap perilaku pengelolaan keuangan adalah sebagai berikut: Ho y. : p = 0 Ha y. : p O 0 Variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen Variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen Hipotesis dalam kalimat adalah sebagai berikut: Ho : Ha : Variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Kriteria uji pada hipotesis ini adalah sebagai berikut: Sebagai dasar pengambilan keputusan dengan melihat nilai signifikansi (Sig. ) adalah sebagai berikut: Jika Sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima atau signifikan. Jika Sig. > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak atau tidak signifikan. Kesimpulan: - Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diperoleh hasil bahwa variabel Pengetahuan Dasar Keuangan menunjukkan nilai Sig. 0,00 < 0,05 yang berarti bahwa Ho ditolak. sesuai hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dasar keuangan berpengaruh signifikan terhadap sikap pengelolaan keuangan Mahasiswa. - Variabel Tabungan dan Pinjaman memberikan nilai Sig. 0,00 < 0,05 yang berarti bahwa Ho Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tabungan dan pinjaman berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan Mahasiswa. - Variabel Tabungan dan Pinjaman memberikan nilai Sig. 0,00 < 0,05 yang berarti bahwa Ho Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tabungan dan pinjaman berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan Mahasiswa. - Variabel investasi menunjukkan nilai Sig. 0,049 < 0,050 yang berarti bahwa Ho ditolak. berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa investasi berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan Mahasiswa. Uji F Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel Hasil pengujian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Wilimas Rahaditama. Ricky Radius Sugiarto. Ae Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. XII No. 2 September 2025 ISSN: 2252-5483. E-ISSN:2715-8594 Tabel 4. Hasil Uji Variabel Literasi Keuangan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Sig. Kriteria uji dalam menguji pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan adalah sebagai berikut: Ho y. : p = 0 Variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen Ha y. : p O 0 Variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen Hipotesis dalam kalimat adalah sebagai berikut: Ho : Ha : Literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan Mahasiswa Literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan Mahasiswa Kriteria uji pada hipotesis ini adalah sebagai berikut: Sebagai dasar pengambilan keputusan dengan melihat nilai signifikansi (Sig. ) adalah sebagai berikut: Jika Sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima atau signifikan Jika Sig. > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak atau tidak signifikan Kesimpulan: Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diperoleh hasil bahwa Literasi Keuangan menunjukkan nilai Sig. 0,00 < 0,05 yang berarti bahwa Ho ditolak. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan Mahasiswa. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hasil pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Adjusted R Square R Square Berdasarkan perhitungan tersebut, maka dapat diketahui bahwa kontribusi variable literasi keuangan terhadap variabel perilaku pengelolaan keuangan adalah sebesar 79,8%. Dan sisanyasebesar 20,2% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel penelitian ini. Pembahasan Penelitian literasi keuangan diukur menggunakan 4 . indikator, pengetahuan dasar keuangan, tabungan dan pinjaman, iuran pertanggungan dan investasi. dan kemudian dihitung pengaruhnya terhadap sikap pengelolaan keuangan Mahasiswa baik masing- masing indikator serta literasi keuangan secara keseluruhan. Wilimas Rahaditama. Ricky Radius Sugiarto. Ae Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. XII No. 2 September 2025 ISSN: 2252-5483. E-ISSN:2715-8594 Hasil penelitian memberikan bahwa pengetahuan dasar keuangan, tabungan serta pinjaman, serta invetasi berpengaruh signifikan terhadap sikap pengelolaan keuangan Mahasiswa. menabung sangat dipengaruhi sang pemahaman warga akan kegunaan uang jua pengelolaannya atau sering diklaim literasi keuangan (Sirine serta Utami 2016. Navickas. Gudaitis dan Krajnakova Chinen dan Endo 2014. Sabril serta Juen 2. Lalu Wagner . menyatakan bahwa peningkatan literasi keuangan akan peningkatkan pemahaman keuangan eksklusif khususnya area yang akan terjadi penelitian secara holistik di penelitian ini memberikan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan Mahasiswa. Hal ini selaras dengan yang akan terjadi penelitian sebelumnya yg memberikan bahwa literasi keuangan memiliki akibat yg signifikan terhadap sikap keuangan mahasiswa (Laily 2013. Quirira serta Hanafi 2016. Anugrah 2. yg ialah bahwa semakin tinggi pengetahuan keuangan dan kemampuan seseorang pada mengimplemetasikan aspek-aspek keuangan maka akan membentuk sikap keuangan yg bijak dan pengelolaan keuangan yang efektif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: Pengetahuan dasar keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YA Bangko. Tabungan serta pinjaman berpengaruh signifikan terhadap sikap pengelolaan keuangan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YA Bangko. iuran pertanggungan tak berpengaruh signifikan terhadap sikap pengelolaan keuangan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YA Bangko. Investasi berpengaruh signifikan terhadap sikap pengelolaan keuangan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YA Bangko. Literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YA Bangko. SARAN Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar mahasiswa meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelolaan keuangan terutama pada aspek pengetahuan dasar keuangan pribadi, tabungan, pinjaman, serta investasi melalui kegiatan literasi keuangan baik di dalam maupun di luar kampus. Pihak perguruan tinggi perlu mendukung hal ini dengan menyelenggarakan program edukasi keuangan yang aplikatif dan berkelanjutan. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperluas jumlah sampel dan menambahkan variabel lain seperti gaya hidup atau penggunaan teknologi keuangan digital agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA