Vol 2 No. 1 Januari 2025 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 73 - 75 JURNAL PADAMU NEGERI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/sh8hfj06 PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP BERPIKIR KRITIS SISWA DI ERA MASA KINI Desty Endrawati Subrotoa*. Ratih Cahniyati Putrib. Windi Noviantic. Selviyana Putrid. Nafalie Cheisya Dermawane a desty2. subroto@gmail. Universitas Bina Bangsa. Kota Serang Banten b ratihcahniyati52@gmail. Universitas Bina Bangsa. Kota Serang Banten c windinovianti699@gmail. Universitas Bina Bangsa. Kota Serang Banten d selviyanaputri288@gmail. Universitas Bina Bangsa. Kota Serang Banten e nafaliedermawan21@gmail. Universitas Bina Bangsa. Kota Serang Banten * Korespondensi ABSTRACT This research aims to analyze the relationship between character education and the Z generationAos critical thinking skills in order to become intelligent and characterful individuals to compete globally. This research uses literature analysis methods. The results show that character education involves three main aspects, namely understanding good values, loving good values, and applying good values. Character education is an important element in forming individuals with integrity and noble character. In the digital era, the influence of social media, wide access to information and technology emphasizes the need for more relevant character education. This research examines the role of character education, the challenges faced, and strategies for overcoming them through a holistic approach involving families and society with wise use of technology. Keywords: Education. Character. Critical Thinking. Students. The Present. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan karakter dan kemampuan berpikir kritis generasi Z agar menjadi individu yang cerdas dan berkarakter untuk bersaing secara global. Penelitian ini menggunakan metode analisis literatur. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan karakter melibatkan tiga aspek utama: memahami nilai baik . nowing the goo. , mencintai nilai baik . oving the goo. , dan menerapkan nilai baik . cting the goo. Pendidikan karakter menjadi elemen penting dalam membentuk individu yang berintegritas dan berbudi pekerti luhur. Dalam era digital, pengaruh media sosial, akses informasi yang luas, dan teknologi menegaskan perlunya pendidikan karakter yang lebih relevan. Penelitian ini mengkaji peran pendidikan karakter, tantangan yang dihadapi, dan strategi mengatasinya melalui pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat dengan pemanfaatan teknologi secara bijak. Kata Kunci: Pendidikan. Karakter. Berpikir Kritis. Siswa. Masa Kini. PENDAHULUAN Pendidikan karakter merupakan bagian vital dalam sistem pendidikan, yang bertujuan mencetak individu dengan kecerdasan intelektual sekaligus nilai moral dan etika. Dalam konteks Indonesia. Kurikulum 2013 (K. menjadikan pendidikan karakter sebagai prioritas untuk mencetak generasi berbudi pekerti luhur yang unggul dalam berbagai aspek kehidupan. Pendidikan karakter mengedepankan nilai-nilai positif, seperti tanggung jawab, kejujuran, empati, dan disiplin. Namun, pesatnya perkembangan teknologi informasi telah membawa tantangan besar dalam membentuk karakter generasi muda. Media sosial, meskipun bermanfaat untuk literasi digital, sering kali Received November 25, 2024. Revised Desember 1, 2024. Accepted Januari 20, 2025. Published Januari 24, 2025 Desty Endrawati Subroto dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 73 Ae 75 memperkenalkan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan norma masyarakat. Anak-anak dan remaja cenderung terpapar konten yang kurang mendukung perkembangan moral. Pendidikan karakter di era digital ini menuntut sistem pendidikan untuk menyesuaikan metode pengajaran dengan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pentingnya pendidikan karakter serta strategi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat, dalam TINJAUAN PUSTAKA Era digital memungkinkan akses informasi yang luas, termasuk bagi anak-anak usia sekolah dasar. Hal ini memberikan peluang sekaligus tantangan dalam pendidikan karakter. Salah satu tujuan utama adalah mencegah degradasi moral di kalangan generasi muda. Dengan pendekatan pendidikan karakter yang terencana dengan baik, seperti perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran, pembentukan karakter anak dapat menjadi lebih optimal. Berbagai penelitian menunjukkan pentingnya pendidikan karakter dalam membangun generasi yang bertanggung jawab dan bermoral. Salah satu penelitian oleh Dwi Ammelia mengemukakan bahwa pendidikan karakter bertujuan menciptakan individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia. Studi lain oleh Hilda Melani Putri menyoroti tantangan pendidikan karakter di era digital, seperti ketergantungan pada media sosial dan cyberbullying. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk menganalisis literatur terkait pendidikan karakter, pengaruh media sosial, dan peran keluarga serta masyarakat dalam pembentukan karakter. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber akademik, termasuk buku, jurnal, dan studi kasus, yang relevan dengan pendidikan karakter di era globalisasi dan teknologi. Analisis dilakukan dengan membandingkan teori pendidikan karakter dengan praktik implementasinya di Penelitian juga mengeksplorasi peran media sosial dan teknologi dalam mendukung atau menghambat pendidikan karakter, serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pada Pendidikan Karakter di Sekolah Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral melalui kegiatan belajar dan Namun, keterbatasan waktu dan kurangnya pelatihan guru sering menjadi kendala dalam implementasi pendidikan karakter. 2 Pengaruh Media Sosial Media sosial mempengaruhi pembentukan karakter remaja secara signifikan. Di satu sisi, media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan nilai-nilai positif. Namun, di sisi lain, paparan terhadap konten yang tidak sesuai dengan norma sosial dapat memengaruhi perilaku negatif, seperti perilaku konsumtif dan penurunan keterampilan sosial. 3 Peran Keluarga Keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Orang tua yang memberikan perhatian, kasih sayang, dan teladan positif mampu menciptakan anak-anak yang memiliki karakter kuat. Namun, kurangnya perhatian orang tua karena kesibukan dapat menghambat pembentukan karakter anak. 4 Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan seperti pramuka, olahraga, dan organisasi siswa menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Namun, optimalisasi kegiatan ini masih menghadapi kendala seperti kurangnya waktu dan sumber daya. KESIMPULAN DAN SARAN Pendidikan karakter di era digital menghadapi tantangan besar, mulai dari pengaruh media sosial hingga transformasi sosial yang cepat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Teknologi juga dapat dimanfaatkan secara bijak untuk menyebarkan nilai-nilai Dengan kolaborasi semua pihak, pendidikan karakter dapat menjadi lebih relevan dan efektif untuk membentuk generasi yang cerdas, bermoral, dan kompetitif secara global. JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Januari 2025, pp. 73 - 75 Desty Endrawati Subroto dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 73 Ae 75 DAFTAR PUSTAKA