Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 022 Ae 027 TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT SERAI DAN GARAM TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI Yusriana1. Meria Kontesa2. Afrizal3. Nursastri4. Luvia Putri Salsabila5 1,3,4,5Prodi S1 Keperawatan/Universitas MERCUBAKTIJAYA E-mail korespondensi: yusrianayusriana85@gmail. Abstrak: Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada lansia. Prevalensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan umur. Masalah yang umum terjadi pada lansia dengan hipertensi adalah tidak terkontrolnya tekanan darah dimana nilai tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan lansia untuk mengontrol tekanan darah adalah terapi rendam kaki dengan air hangat serai dan garam. Terapi rendam kaki air hangat serai dan garam dapat membantu meningkatkan sirkulais darah dengan memperlebar pembuluh darah sehingga lebih banyak oksigen dipasok ke jaringan yang mengalami sumbatan. Sehingga hal ini dapat memberikan perbaikan sirkulasi darah. Metode: Metode dilakukan dengan memberikan edukasi tentang hipertensi dan pemberian rendam kaki air hangat serai dan garam. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah kerja Puskesmas Kuranji Padang pada tanggal 10 sampai 16 Mei 2024. Jumlah lansia yang diberikan edukasi adalah 12 orang. Hasil: Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan lansia tentang hipertensi dan mampu melakukan rendam air kaki air hangat serai dan garam untuk menurunkan tekanan Setelah kegiatan pengabdian ini dilakukan, lansia diharapkan dapat menerapkan rendam kaki air hangat serai dan garam secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah disamping menggunakan terapi farmakologis. Kata Kunci: Rendam Air Hangat Kombinasi Serai dan Garam. Hipertensi. Lansia Abstract: Background: Hypertension is a common health problem in the elderly. The prevalence of hypertension increases with age. A common problem in the elderly with hypertension is uncontrolled blood pressure where the blood pressure value is more than 140/90 mmHg One of the nonpharmacological therapies that elderly people can do to control blood pressure is foot therapy in warm water combined with lemongrass and salt. Warm water foot therapy with a combination of lemongrass and salt can help imptove blood circulation by widening blood vessels so that more oxygen is supplied to bloked tissues. So this can improve blood circulation. Method: The method is carried out by providing education about hypertension and foot soaking exercises in warm water with a combination of lemongras and salt. The activity was carried out in the Kuranji Padang Health Center working area on May 10 2024. The number of elderly people who were given education was 12 people. Results: The results of this activity is an increase in the elderlyAos knowledge about hypertension and they are able to soaking their feet in warm water with a combination of lemongrass and salt to lower blood pressure. After this service activity is carried out, the elderly are expected to be able to independently apply foot soaking exercises in warm water combined with lemongrass and salt to control blood pressure in addition to using pharmacological therapy. Keywords: Soaking in warm water with a combination of lemongrass and salt. Hypertension. Elderly ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 022 - 027 Pendahuluan Kelompok lanjut usia . merupakan populasi rentan di komunitas yang berisiko mengalami masalah kesehatan. Dengan bertambahnya usia serta pola hidup menyebabkan lansia rentan untuk menderita penyakit degeneratif salah satunya adalah Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskuler dimana nilai tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. WHO atau World Health Organization . mengestimasikan prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari penduduk Di Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 34,11%. Semakin bertambah umur, semakin beresiko seseorang terkena hipertensi. Kejadian hipertensi berdasarkan Riskesdas tahun 2018 paling tinggi terjadi pada kelompok usia lansia, dimana prevalensi hipertensi pada usia lebih 75 tahun adalah sebesar 69,5%, pada kelompok usia 65 Ae 74 tahun sebesar 63,2% dan pada kelompok usia 55 Ae 64 tahun sebesar 55,2% (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan data catatan kunjungan Puskesmas Kuranji Kota Padang, angka kunjungan lansia dengan hipertensi cukup tinggi. Dari data kunjungan 3 bulan terakhir didapatkan terdapat 149 orang lansia hipertensi. Dari wawancara dengan kader Kesehatan didapatkan informasi keluhan yang berkaitan dengan hipertensi sepeti nyeri tengkuk, sakit kepala sering menjadi keluhan yang dirasakan oleh lansia saat datang ke Posyandu lansia. Dari catatan data tekanan darah pada buku kunjungan di Puskesmas Kuranji Padang terlihat nilai tekanan darah lansia rata-rata berada di angka 165/90 mmHg. Berdasarkan hasil survey awal dengan melakukan wawancara pada 6 orang lansia mengatakan bahwa terapi yang diberikan di Puskesmas Kuranji Padang yaitu memberikan obat farmakologis, sesekali ada penyuluhan dari petugas kesehatan, dan melakukan rujukan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan rawatan lebih intensif lagi. Lansia juga mengatakan bahwa masih sulit untuk mengontrol tekanan darahnya dan cendrung mengalami tekanan darah tinggi berulang walaupun sudah rutin minum obat. Ada lansia yang juga mengatakan hanya meminum obat hipertensi kalau terasa nyeri kepala dan tengkuk terasa berat terkadang lansia juga memilih meminum obat herbal seperti membuat jus mentimun atau rebusan daun seledri untuk mengatasi keluhannya. Pengontrolan tekanan darah pada penderita hipertensi tidak hanya melalui terapi farmakologis tetapi juga terapi non farmakologis. Penatalaksanaan hipertensi seharusnya juga dilakukan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan berupa program CERDIK dan PATUH. Program CERDIK terdiri dari cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres. Program PATUH berupa periksa kesehatan secara rutin, atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, tetap diet dengan gizi seimbang, upayakan aktivitas fisik dengan aman, hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogen lainnya (Kemenkes RI, 2. ISSN : 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 022 - 027 Salah satu terapi non farmakologis yang juga dapat diajarkan kepada lansia untuk mengontrol tekanan darahnya adalah terapi rendam kaki dengan air hangat serai dan Terapi rendam kaki air hangat serai dan garam dapat membantu meningkatkan sirkulais darah dengan memperlebar pembuluh darah sehingga lebih banyak oksigen dipasok ke jaringan yang mengalami sumbatan. Sehingga hal ini dapat memberikan perbaikan sirkulasi darah (Augin & Soesanto, 2. Berdasarkan fenomena dan permasalahan yang ada maka dirancanglah kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi tentang hipertensi dan terapi rendam kaki air hangat serai dan garam untuk mengontrol tekanan darah lansia. Metode Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di RW IX Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Kota Padang. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah lansia hipertensi. Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberikan edukasi awal di Tempat Posyandu Lansia RW IX Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kuranji Puskesmas Kuranji, lalu dilanjutkan dengan home visit dimana tim pengabdi mengunjungi rumah lansia hipertensi dan memberikan edukasi lanjutan dan memandirikan lansia dengan memberikan terapi rendam kaki air hangat serai dan garam di rumah. Jumlah lansia yang dikunjungi adalah 12 orang. Persiapan kegiatan dilakukan pada tanggal 01Ae10 Mei 2024. Persiapan yang dilakukan meliputi koordinasi dan pembagian tugas tim, membuat media edukasi . embar balik, video dan leafle. Kegiatan dilakukan pada 10Ae16 Mei 2024. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: Tabel 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Partisipasi Mitra/Sasaran Sosialisasi rencana kegiatan dan a. Membantu meluangkan waktu dan tempat Membuat komitmen bersama kunjungan rumah untuk bekerja sama dalam kegiatan Edukasi dan bimbingan latihan a. Hadir pada saat edukasi mandiri pada lansia hipertensi b. Berperan aktif pada saat edukasi tentang hipertensi dan terapi dan latihan rendam kaki air hangat serai dan Edukasi dilakukan dengan tatap muka langsung di Posyandu RW IX Kelurahan Korong Gadang Puskesmas Kuranji, lalu dilanjutkan Edukasi menggunakan lembar balik dan mendemonstrasikan terapi rendam kaki air hangat serai dan garam ISSN : 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 022 - 027 Evaluasi pelaksanaan kegiatan Berperan aktif pada saat evaluasi tentang materi yang diberikan Mencobakan kembali terapi rendam kaki air hangat serai dan garam secara mandiri Hasil Hasil kegiatan pengabdian masyarakat pada lansia hipertensi dengan pemberian terapi rendam kaki air hangat serai dan garam di RW IX Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Kota Padang, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Lansia tentang Hipertensi Sebelum dan Sesudah Pelaksanaan Program PKM . No Pengetahuan 1 Baik 2 Kurang baik Total Pre-test Post-test Berdasarkan tabel diatas, 83,3% lansia memiliki pengetahuan yang baik tentang hipertensi setelah diberikan edukasi tentang, dimana sebelum diberikan edukasi hanya 33,3% lansia yang memiliki pengetahuan baik tentang hipertensi. Dokumentasi foto kegiatan: ISSN : 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 022 - 027 Diskusi Pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan individu dan kelompok. Berdasarkan hasil kegiatan didapatkan 83,3% lansia memiliki pengetahuan yang baik tentang hipertensi setelah diberikan edukasi dan 100% lansia dapat mendemonstrasikan kembali terapi rendam kaki air hangat serai dan garam. Pemberian edukasi dilakukan dengan mengajarkan pada lansia tentang hipertensi dan penanganannya secara nonfarmakologis dengan menggunakan lembar balik. Dalam pemberian edukasi juga dilakukan sesi diskusi jika ada hal yang ingin ditanyakan atau yang belum dimengerti oleh lansia. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis dan non Serai mempunyai kandungan minyak atsiri dengan komponen citronellal, citral kardinol, anggota family poacaae bersifat rasa pedas dan hangat sehingga serai mempunyai manfaat anti radang menghilangkan rasa sakit dan melancarkan sirkulasi darah sehingga dapat menurnukan tekanan darah. Serai juga bermanfaat untuk sakit kepala, sakit otot, ngilu sendi, batuk, nyeri lambung, dare, menstruasi tidak teratur ], bengkak sehabis melahirkan, dan memar (Aisyah & Imamah, 2. Mekanisme rendam kaki dengan air hangat serai dan garam yaitu adanya proses dilatasi atau pelebaran pembuluh darah dan mendapatkan respon fisiologis yang dapat meningkatkan sirkulasi darah serta menurunkan kekentalan darah . dan kandungan serai dan garam yang terdapat flovanoid yang mempengaruhi kerja dari angiotensin converting enzyme (ACE) sehingga menyebabkan vasodilatsi dan ISSN : 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 022 - 027 ketegangan otot berkurang, metabolism jaringan dan permeabilitas kapiler meningkat (Liszayanti & Rejeki, 2. Disamping melatih lansia melakukan terapi rendam kaki dengan air hangat serai dan garam, pada kegiatan pengabdian masyarakat ini juga diberikan edukasi tentang penyakit hipertensi secara umum dan penatalaksanaannya. Edukasi yang diberikan juga mencakup program CERDIK dan PATUH. Program CERDIK terdiri dari cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres. Program PATUH berupa periksa kesehatan secara rutin, atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, tetap diet dengan gizi seimbang, upayakan aktivitas fisik dengan aman, hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogen lainnya (Kemenkes, 2. Kesimpulan dan Saran Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan hasil 83,3% lansia hipertensi mengalami peningkatan pengetahuan tentang hipertensi. lansia mengalami penurunan tekanan darah dan lansia mampu memperagakan kembali terapi rendam kaki air hangat serai dan garam yang telah diajarkan. Setelah kegiatan selesai, diharapkan lansia dapat melakukan terapi rendam kaki dengan air hangat serai dan garam secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah disamping juga mengkonsumsi obat hipertensi dengan patuh. Ucapan Terima Kasih