ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. ANALISIS KESALAHAN PEMAKAIAN KATA PENGHUBUNG DALAM TEKS OBSERVASI. TEKS EKSPOSISI. DAN TEKS ANEKDOT PADA BUKU PEGANGAN GURU PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X SMA/SMK/MA TAHUN 2017 KURIKULUM 2013 Rani Setiawati S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Email : ranisetiawati73@gmail. ABSTRAK Siswa diajarkan untuk menulis dan tanpa adanya sikap perbaikan. Padahal pentingnya perbaikan pada tulisan siswa-siswa sejak dini agar tidak menjadi hal yang terus terjadi. Oleh sebab itu, banyak terjadinya kesalahan-kesalahan pada tulisan tersebut. Kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahan penulisan kata penghubung atau konjungsi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian deskriptif . escriptive researc. adalah jenis penelitian yang memaparkan atau uraian dan suatu keadaan sejelas mungkin. Sehingga tiada penindakan terhadap obyek yang diteliti. Sumber data dalam penelitian ini adalah Buku Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA/SMK/MA Edisi Revisi 2017 Kurikulum 2013 Terbitan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Buku pelajaran dengan jumlah 366 hlm. dan panjang buku 25 cm serta ber- ISBN 978-602-427-102-2 . ilid lengka. serta ISBN 978-602427-103-9 . Hasil penelitian untuk kesalahan pada teks observasi, teks eksposisi dan teks anekdot yaitu untuk kata penghubung koordinatif yaitu: dan, atau, selanjutnya, dengan, hanya, adalah, dan serta. Kemudian pada kata penghubung subordinatif yaitu: sebagai, karena, hingga, untuk, sebab, agar, kalau, dan meskipun. Kata kunci : Teks observasi. Konjungsi. Eksposisi dan Anekdot. ABSTRACT Students are taught to write and without improvement. Yet the importance of improving the writing of students from an early age so that it does not become an ongoing thing. Therefore, there are many mistakes in the writing. Mistakes that often occur are errors writing conjunctions or conjunctions. This research method is qualitative with a descriptive approach. Descriptive research . escriptive researc. is a type of research that describes or describes and a situation as clear as possible. So there is no action against the object under study. The data source in this study is the Indonesian Language Teachers' Book Class X SMA / SMK / MA 2017 Revised Edition 2013 Curriculum 2013 Published by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia. Textbooks with the number 366 p. and 25 cm book length and ISBN 978-602-427102-2 . omplete volum. and ISBN 978-602-427-103-9 . The results of research for errors in the observation text, exposition text and anecdotal text are for coordinating conjunctions namely: and, or, subsequently, with, only, are, and as well. Then the subordinate conjunctions are: as, because, up to, for, cause, so, if, and though. Keywords: Observation text. Conjunction. Exposition and Anecdotes. ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. PENDAHULUAN Dengan demikian, agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan konjungsi maka hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa maupun guru dalam memahami isi teks. Menurut Harsiati dalam Yulia . , mengemukakan bahwa Auteks laporan hasil observasi adalah teks yang berfungsi untuk memberikan nformasi tentang suatu objek atau situasi setelah diadakannya investigasi atau penelitian secara sistematis. Ay Selain teks observasi, peneliti juga melakukan penelitian pada teks anekdot. Wardani, dkk. mengungkapkan tentang teks anekdot ialah Au anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan. Anekdot selalu dikaitkan dengan tanggapan terhadap fenomena Sebuah anekdot merupakan sarana penyampaian pesan dan kritikan terhadapa fenomena sosial melalui kemasan cerita lucu namun sara makna. Ay Biasanya teks anekdot menjadi mata pelajaran pada kelas sepuluh Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA). Ada beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Pertama, sebuah penelitian yang relevan dilakukan oleh Muhammad Ekhwan Ngalimmudin AuAnalisis Kesalahan Penggunaan Konjungsi Dalam Karangan Argumentasi Siswa Kelas X SMA N GondangrejoAy dengan hasil penelitian bahwa terdapat 48 Kemudian penelitian serupa juga pernah dilakukan oleh Natalia Astra Yudanti . meneliti AuPenggunaan Preposisi dan Konjungsi Pada Karangan Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 WonogiriAy hasi penelitian untuk konjungsi dipakai meliputi dan, atau, demi, akan tetapi, yang, bahwa, apabila, agar, jika, namun, kemudian, kalau, sambil, dengan, sehingga, dan Menurut Yudanti, penyebab kesalahan penggunaan konjungsi ialah ketidaktahuan penulisan konjungsi dan ketidaktelitian. Penelitian yang sama juga pernah dilakukan oleh Dinda Nurita . penelitiannya mengenai Au Analisis Penggunaan Konjungsi pada Buku Teks Catatan Peristiwa Sejarah IndonesiaI SMA/MA Kelas X Karangan Matroji. Terbitan Bumi Aksaara. Tahun Hasil penelitiannya bentuk konjungsi yang banyak ditemukan dalam Buku Teks Catatan Aspek keterampilan berbahasa penting untuk terus dibudayakan. Dalam aspek keterampilan berbahasa meliputi. membaca, menulis berbicara hal itu menjadi acuan pemerintah. Program pemerintah pada Kurikulum 2013 menekankan pada aspek empat keterampilan dalam berbahasa, salah satunya aspek menulis. Menulis merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh siswa sejak sekolah Siswa diajarkan untuk menulis dan tanpa adanya sikap perbaikan. Padahal pentingnya perbaikan pada tulisan siswa-siswa sejak dini agar tidak menjadi hal yang terus terjadi. Oleh sebab itu, banyak terjadinya kesalahan-kesalahan pada tulisan Kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahan penulisan kata penghubung atau Menurut Chaer, . menyatakan bahwa AuKonjungsi atau kata penghubung adalah kata-kata yang menghubungkan satuan-satuan, baik antara kata dengan kata, antara frase dengan frase antaara klausa dengan klausa, atau antara kalimat dengan kalimat. Ay Konjungsi dapat dibedakan melalui tingkat kedudukannya, yaitu. Konjungsi Koordinatif . Konjungsi Subordinatif. Menurut Kridalaksana dalam Ngalimmudin . , menyatakan bahwa kata penghubung adalah kategori yang mempunyai sifat meluaskan satuan yang lain menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam Konjungsi menghubungkan bagianbagian ujaran atau setara maupun yang tidak Menurut Dewi . , mengungkapkan penghubung untuk digunakan pada dua buah satuan bahasa . ata, frasa, klausa, atau kalima. dalam kedudukan yang setara. Konjungsi yang menghubungkan dua buah satuan bahasa . ata, frasa, klausa, atau kalima. dalam kedudukan yang setara. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran tentang kesalahan dalam pemakaian kata penghubung pada Buku Teks Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Kelas X SMA/SMK/MA Tahun 2017. Kesalahan terdapat pada kumpulan teks observasi, teks eksposisi, dan teks anekdot pada buku pegangan Jika hal ini dibiarkan terjadi maka akan ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. Peristiwa Sejarah Indonesia SMA/SMK/MA Kelas X Karangan Matroji terbitan Bumi Akksara tahun 2014 yaitu bentuk konjungsi dengan, dan yang paling sedikit digunakan bentuk konjungsi berdasarkan konsesif yaitu konjungsi walaupun. Kemudian metode yang digunakan adalah metode penelitian dokumentasi dan studi literatur. Selanjutnya penelitian juga pernah dilakukan oleh Melia . , mengenai AuAnalisis Penggunaan Konjungsi Bahasa Indonesia pada Editorial Surat Kabar Tribun PontianakAy Hasil analisisnya pada surat Kabar Tribun Pontianak untuk Edisi Desember tahun 2016 yaitu, terdapat Data keseluruhan berjumlah 259 data yang terdiri dari : . Konjungsi Koordinatif sebanyai 70 data yang terdiri konjungsi dan, padahal, atau, tetapi, serta, sedangkan. konjungsi subordinatif setelah, jika, agar, sehingga, setelah, apabila, karena, sebab, sampai, kalau, andaikata, waktu, sebelum, hingga, walaupun. konjungsi korelatif yang pul berjumlah 55 data yaitu, atau, pun, sehingga, demikian, apakah, tetapi juga. konjungsi antarkalmat terkumpul berjumlah 32 data yaitu, maka, dengan demikian, apalagi, jadi , selainitu, karena itu, oleh karena itu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data yang dianalisi berupa kata-kata tertulis. Selanjutnya penelitian serupa juga pernah dilakukan oleh Melia . , mengenai AuAnalisis Penggunaan Konjungsi Bahasa Indonesia Pada Editorial Surat Kabar Tribun PontianakAy. Hasil analisisnya pada surat kabar Tribun Pontianak edisi Desember 2016 yaitu, terdapat konjungsi koordinatif, subordinatif dan antarkalimat. Data keseluruhan berjumlah 259 data yang terdiri dari: Konjungsi Koordinatif berjumlah 70 data yang terdiri konjungsi dan, padahal, atau, tetapi, serta, sedangkan. konjungsi subordinatif setelah, jika, agar, sehingga, setelah, apabila, karena, sebab, sampai, kalau, andaikata, waktu, sebelum, hingga, walaupun. konjungsi korelatif yang terkum. pul berjumlah 55 data yaitu, atau, pun, sehingga, demikian, apakah, tetapi dan . konjungsi antarkalmat terkumpul berjumlah 32 data yaitu, maka, dengan demikian, apalagi, jadi , selainitu, karena itu, oleh karena itu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data yang dianalisi berupa kata-kata Teknik pengumpulan datanya adalah studi dokumenter atau teknik cata mencata. Kemudian penelitian serupa juiga dilakukan oleh Dewi . dengan judul jurnal AuAnalisis Konjungsi Dalam Karangan Narasi Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Yayasan Penyiaran Pendidikan Islam (YAAPPI) Payak Tahun 2017. Ay Sumber data penelitian adalah karangan narasi siswa kelas V MI YApI ayak. Instrumen yang digunakan ialah human instrument dibantu tabel analisis. Metode analisisnya menggunakan padan dan agih. Hasil penelitian yang didapatkan konjungsi koordinatif yaitu sebanyak 8 kali, berupa dan . , kemudian . , lalu . , yaitu . , apalagi . , adalah . , hanya . dan tetapi . Sedangkan ditemukan sebanyak 15 konjungsi, meliputi sesudah . , setelah . , yang . , karena . , sambil ( 1 kal. , seperti . , dengan . , sampai . , sebelum . , selesai . , ketika . , kalau . , agar 1 kal. , agar . , sebagai . , dan jika . Penelitian sebelumnya, dimana fokus penelitian pada mengidentifikasi Kesalahan dalam Pemakaian Kata Penghubung pada Teks Observasi. Teks Eksposisi Dan Teks Anekdot pada Buku Bahasa Indonesia Kelas X SMA/SMK/MA Tahun 2017 Kurikulum 2013. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Penelitian deskriptif . escriptive researc. adalah penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atau suatu keadaan sejelas mungkin ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. tanpa ada perlakuan terhadap obyek yang diteliti (Koutur dalam Miltada, 2. Penelitian deskriptif mempunyai ciri-ciri yaitu sebagai berikut, menurut koutur dalam Miltada, . Menghubungkan dengan keadaan yang terjadi saat ini. Menguraikan satu variabel saja. Objek yang dianalisis tidak dimanipulasi atau tidak ada perlakuan . terhadap objek lainnya. Sumber data dalam penelitian ialah Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA/SMK/SM Edisi Revisi 2017 Kurikulum 2013 Terbitan KEMENDIKBUD Indonesia. Buku pelajaran dengan jumlah 366 hlm dan panjang buku 25 cm serta ber- ISBN 978-602-427-102-2 . ilid lengka. serta ISBN 978-602-427-103-9 . Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumen. Moleong dalam Miltada . menyatakan bahwa teknik pengumpulan data melalui teknik dokumen ialah buku teks yang ditulis. Langkah dalam melakukan pengumpulan data ialah . Melakukan perencanaan dalam pemilihan judul, . Membaca keseluruhan isi teks buku. Menulis daftar kesalahan konjungsi, . data disimpulkan. HASIL DAN PENELITIAN Berikut ini pemaparannya, yaitu : Kesalahan Penggunaan Konjungsi AudalamAy AuDalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Ay (Wayang, hal:. Pembahasan : Kata AudalamAy tidak digunakan di depan kalimat. Seharusnya kata AudalamAy menyatan tempat. Kesalahan penggunaan konjungsi AudanAy Audan perhiasan logam asal Sumba, dan yang berbahan dasar kain seperti batik berbagai motif asal Yogyakarta dan Jawa Tengah. Ay (DAoTopeng Museum Angkut, hal:. AuTaman Nasional Baluran memiliki berbagai macam flora dan fauna dan ekosistem. Ay (Taman Nasional Baluran, hal:. Di antara jenis tumbuhan di sini terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifoli. , mimba (Azadirachta indic. , dan pilang (Acacia Ay (Taman Nasional Baluran, hal:. AuEnam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan. Ay (Pembangunan dan Bencana Lingkungan, hal:. AuHal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawat serta tumpukan sampah dan limbah di sungai. Ay (Pembangunan dan Bencana Lingkungan, hal:. AuKerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Ay (Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup, hal:. AuMeskipun hanya jualan kue, ibu ini bisa menjadikan anaknya sukses dan jujur tidak korupsi, karena kalau mereka korupsi, pasti kehidupan Ibu ini sudah sejahtera dan tinggal di rumah mewah. Ay (Profesi Anak-Anak Penjual Kue, hal:. Pembahasan : Kata AudanAy untuk menghubungkan menjumlahkan dua bentuk. Kesalahan penggunaan kata AuSebagaiAy AuSelanjutnya. DAotopeng berfungsi pula sebagai museum, yaitu sebagai konservasi bendabenda langka agar terhindar dari perdagangan ilegal. Ay (DAoTopeng Museum Angkut, hal:. Pembahasan : Kata AusebagaiAy digunakan untuk menyatakan perbandingan. ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. Kesalahan penggunaan kata AuKarenaAy AuKarena belum mengenal kebudayaan luar, suku Badui Dalam masih memiliki budaya yang sangat asli. Ay (Mengenal Suku Badui, hal:. Pembahasan : Kata AukarenaAy menyatakan sebab akibat dimana letaknya berada di tengah kalimat. kesalahan penggunaan kata AuSelanjutnyaAy AuKepercayaan ini memuja arwah nenek moyang . yang pada selanjutnya kepercayaan mereka mendapat pengaruh dari Buddha dan Hindu. Ay (Mengenal Suku Badui, hal:. Pembahasan : Kata AuselanjutnyaAy dipakai untuk mengurutkan. Kesalahan penggunaan kata AuDenganAy AuDiperlukan suatu bentuk kebijakan yang mampu mengatur pengalokasian sumber daya dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan aspek sosial ekonomi masyarakat Ay (Taman Nasional Baluran, hal:. AuDengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan Allah, kita akan terhindar dari perbuatan-perbuatan tercela. Ay (Pidato Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda, hal:. AuSebaliknya, keburukan yang kita lakukan hari ini, termasuk menghancurkan diri sendiri dengan mengonsumsi narkoba, pada dasarnya adalah menghancurkan masa depan kita Ay (Pidato Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda, hal:. Pembahasan : Kata AudenganAy digunakan untuk menghubungkan jumlah pada dua bentuk dalam sebuah kalimat. Kesalahan penggunaan kata AuHinggaAy AuKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga tanggal 13 Mei 2013 mencatat ada 812 narapidana dan tahanan di Indonesia, yang 51. 899 orang di antaranya terkait kasus narkoba. Ay (Pidato Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda, hal:. Pembahasan : Kata AuhinggaAy adalah menghubungkan untuk menyatakan suatu akibat. Kesalahan penggunaan kata AuHanyaAy AuHanya berkat nikmat Tuhanlah kita dapat bertemu dalam kegiatan seminar hari ini. Ay (Pidato Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda, hal:. AuBisa jadi, data yang terungkap itu hanya fenomena gunung es, hanya fakta yang terungkap puncaknya saja, sedang fakta yang sebenarnya bisa jadi jauh lebih besar. Ay (Pidato Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda, hal:. Pembahasan: Kata AuhanyaAy adalah kata penghubung yang digunakan untuk membetulkan sebuah pernyataan pada kalimat. Kesalahan penggunaan kata AuAdalahAy AuBerdasarkan kenyatan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru. Konsep yang dimaksud adalah melihat alam sebagai subjek. Ay (Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup, hal:. Pembahasan : Kata AuadalahAy digunakan untuk menghubungkan dua kata bermakna menyamakan. Kesalahan penggunaan kata AuAgarAy AuTimur Lenk memberi syarat, agar Nasrudin mengajari terlebih dahulu keledai itu agar dapat membaca. Ay (Cara Keledai Membaca Buku, hal:. Pembahasan : Kata AuAgarAy digunakan sebagai kata untuk menghubungkan sebagai menyatakan tujuan. Kesalahan penggunaan kata AuUntukAy AuManusia cenderung untuk menangisi nasibnya. Ay (Pembangunan dan Bencana Lingkungan, hal:. Pembahasan : ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. Penggunaan kata AuuntukAy dipakai sebagai menyatakan sebuah tujuan maupun sasaran. Kesalahan penggunaan kata AuSebabAy AuBukan itu sebabnya. Din. Sebab dia juga seorang pejabat. Ay (Dosen Yang Juga Seorang Pejabat, hal:. Pembahasan : Kata AusebabAy digunakan sebagai menyatakan sebuah terjadinya sebab akibat dalam kalimat. kesalahan penggunaan kata AuKalauAy AuKalau tidak ditemukan biji gandumnya, ia harus membalik halaman berikutnya. Ay (Cara Keledai Membaca Buku, hal:. Pembahasan : Kata AuKalauAy sebagai kata penghubung menyatakan sebuah persyaratan dalam sebuah kalimat. AuMeskipun hanya jualan kue, ibu ini bisa menjadikan anaknya sukses dan jujur tidak korupsi, karena kalau mereka korupsi, pasti kehidupan Ibu ini sudah sejahtera dan tinggal di rumah mewah. Ay (Profesi Anak-Anak Penjual Kue, hal:. Pembahasan : Penggunaan kata AumeskipunAy merupakan kata penghubung menyatakan sebuah penegasan pada kalimat. KESIMPULAN dipakai sebagai persamaan antara dua kata atau maknanya sama. Kata penghubung yang kedua. Konjungsi subordinat berikut ini kesimpulannya. Kata sebab, karena sebagai pernyataan sebab akibat dan diletakkan ditengah mengikuti alasan. hingga mempunyai dua makna pemakaiannya dimana pertama sebagai pernyataan akibat,dan pernyataan batas kejadian. Pada Buku Pegangan Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA/SMK/MA edisi revisi Tahun 2017 terdapat 15 jenis kesalahan pada teks observasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam penulisan masih saja terdapat kesalahan dalam pemakaian kata penghubung. Pemakaian kata penghubung untuk yang pertama konjungsi koordinatif seperti dan, atau, selanjutnya, dengan, hanya, adalah dan serta. Konjungsi dan, dengan, atau serta ditulis letaknya berada pada setelah subjek atau berada di tengah kalimat. Kemudian kata penghubung hanya ada dua pemaknaan yaitu dipakai sebagai membetulkan dan membatasi suatu pernyataan. Kata penghubung adalah , teks eksposisi dan teks anekdot. DAFTAR PUSTAKA