CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN KAS DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM Sausan Nuhaa Maisarah1*. Anandhiya Intan Prabandari2. Febyana Putri Komalasari3 1,2,3 Universitas Jenderal Soedirman Corresponding author: sausan. maisarah@unsoed. Copyright A 2025 The Author This is an open access article Under the Creative Commons Attribution Share Alike 4. 0 International License DOI: 10. 53866/jimi. Abstract Effective cash management . oth cash receipts and cash withdrawal. is crucial for the sustainability and growth of Micro. Small. And Medium-Sized Enterprises (MSME. With good cash management. MSMEs can avoid liquidity problems, make correct strategic decisions, and ensure the long-term viability of their The objective of this study is to determine the extent to which cash management is implemented in MSMEs culinery in Banyumas Regency. The data collection methods used in this study are observation and The sampling method used is a purposive sample of nine MSMEs culinery in the Purwokerto Utara Regency, each with a turnover of more than Rp. 15 million. The research results show that cash management by owners of MSMEs culinary in Banyumas Regency is relatively good. This is evidenced by the fact that most MSMEs owners plan, monitor, and control their income and expenses. However, cash register monitoring by most MSMEs owners is still limited to simple manual recording of receipts and withdrawals in a ledger. Therefore, this recording does not yet meet the financial accounting standards applicable to MSMEs. Furthermore, this study can serve as a basis for MSMEs culinery to begin implementing accounting software that facilitates the recording of receipts and withdrawals. The use of these digital tools is expected to improve the accuracy and efficiency of financial accounting, thus supporting better financial management and business development. Keywords: Cash Accounting. Cash Management. Culinery MSMEs. Abstrak Manajemen kas yang efektif . aik pemasukan maupun pengeluaran ka. sangat penting bagi keberlanjutan dan pertumbuhan Usaha Mikro. Kecil. Dan Menengah (UMKM). Dengan manajemen kas yang baik. UMKM dapat menghindari masalah likuiditas, membuat keputusan strategis yang tepat, dan memastikan kelangsungan bisnis mereka dalam jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana manajemen kas diterapkan pada UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dari sembilan UKM di Kabupaten Purwokerto Utara, masing-masing dengan omzet lebih dari Rp. 15 juta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kas oleh pemilik UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas relatif baik. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa sebagian besar pemilik UKM merencanakan, memantau, dan mengendalikan pendapatan dan pengeluaran mereka. Namun, pengawasan oleh sebagian besar pemilik UMKM masih terbatas pada pencatatan manual sederhana penerimaan dan penarikan dalam buku besar. Oleh karena itu, pencatatan ini belum memenuhi Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku bagi UMKM. Lebih lanjut, penelitian ini dapat menjadi dasar bagi UMKM kuliner untuk mulai menerapkan perangkat lunak akuntansi yang memudahkan pencatatan pemasukan dan Penggunaan perangkat digital ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi akuntansi keuangan, sehingga mendukung pengelolaan keuangan dan pengembangan bisnis yang lebih baik. Kata Kunci: Akuntansi Kas. Manajemen Kas. UMKM Kulier Hlm | 972 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Pendahuluan Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan jantung pembangunan ekonomi nasional. UMKM memberikan kontribusi yang signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB), sekitar 61,07% atau Rp. 573,89 triliun, yang menyoroti peran penting UMKM dalam perekonomian negara (Aprieni et al. , 2. UKM merupakan pemberi kerja terbesar, menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 97% angkatan kerja di Indonesia (Suci Ramadani et al. , 2. Lebih lanjut. UMKM mendominasi dunia bisnis di Indonesia, dengan jumlah bisnis yang sangat besar, yaitu sekitar 64,2 juta. UMKM tersebar luas, dari daerah perkotaan hingga daerah terpencil. Mengingat semakin ketatnya persaingan antar bisnis di berbagai sektor. UMKM dipaksa untuk terus meningkatkan kualitas dan berinovasi agar bisnis mereka dapat tumbuh dan bertahan secara berkelanjutan dalam lingkungan pasar yang kompetitif (Fery Purba et al. , 2. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program dan kebijakan untuk mendukung pengembangan UMKM. Beberapa program dan kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan UMKM adalah insentif pajak, kemudahan akses pembiayaan, pelatihan dan peningkatan kapasitas, serta digitalisasi bisnis (Salkiah & Putra, 2. Program-program ini membantu UMKM memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan mendorong penciptaan lapangan kerja yang berdampak pada pengentasan kemiskinan. UMKM di Indonesia berkembang pesat dan memberikan kontribusi yang besar pada perekonomian nasional. Akan tetapi. UMKM di Indonesia menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Kendala tersebut antara lain yaitu keterbatasan modal, penerapaan teknologi yang terbatas, dan kemampuan sumber daya manusia yang belum memadai. Persaingan bisnis yang ketat menuntut UMKM untuk mengadopsi digitalisasi dan inovasi agar tetap berdaya saing di pasar global(Ayu Nursasi et al. , 2. Manajemen keuangan yang baik berperan dalam keberlangsungan dan kesuksesan UMKM. Manfaat dari implementasi manajemen keuangan yang baik diantaranya adalah menambah efisiensi operasional, meminimalkan risiko finansial, serta memaksimalkan nilai dari perusahaan UMKM. Manajemen yang baik membantu UMKM memiliki dana yang cukup untuk kegiatan operasional, pertumbuhan usaha, dan mengatasi tantangan finansial, terutama di era digital dengan dukungan teknologi keuangan (Adeliya et al. , 2. Pemilik UMKM berperan penting dan berperan multifungsi dalam manajemen usaha, dmulai dari perencanaan hingga pengambilan keputusan strategis. Keputusan strategis yang diambil oleh pemilik UMKM diantaranya adalah mengenai investasi, manjaemen biaya, dan ekspansi usaha. Keputusan tersebut harus berdasarkan pada data keuangan yang valid dan akurat agar dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan bisnis(Hilia Anriva, 2024. Meilani et al. , 2. Pengendalian yang ketat terhadap biaya dan pendapatan. UMKM dapat meningkatkan profitabilitas dan memastikan keberlanjutan usaha (Adeliya et al. , 2. Setiap perusahaan yang beroperasi dengan baik, sebaiknya arus kas masuk dan keluar perusahaan dalam kondisi stabil. Hal ini menjadi tanda bahwa perusahaan dapat mengelola keuangan dengan baik, hal ini juga berlaku untuk UMKM (Amaliyah et al. , 2. Manajemen kas yang efektif sangatlah penting bagi UMKM, sebab likuiditas statis dan terjaga menjadikan UMKM dapat menjalankan kegiatan seharihari, menghadapi masalah keuangan, dan memanfaatkan kesempatan untuk berkembang. Selanjutnya arus kas yang lancar menunjukkan manajemen keuangan yang dikelola dengan baik dan menghasilkan nilai pendapatan yang cenderung konsisten. Sayangnya, banyak pemilik UMKM belum memahami dan belum menerapkan manajemen kas yang baik dalam usahanya (Rivaldo et al. , 2. Kabupaten Banyumas, dalam hal ini wilayah Kecamatan Purwokerto Utara, merupakan pusat kuliner di mana banyak penduduknya menggantungkan hidup dari industri kuliner. Namun, banyak UMKM kuliner mengalami kesulitan arus kas. Salah satu penyebabnya adalah modal yang tidak mencukupi dan pengelolaan kas yang buruk (Bazrafkan et al. , 2. Mayoritas modal UMKM berasal dari dana pribadi, yang digunakan untuk mendirikan dan mengembangkan usaha para pemilik UMKM. Pemilik UMKM kesulitan meminjam modal dari sumber eksternal seperti bank. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi tentang pencatatan transaksi keuangan, terutama laporan kas. Banyak UKM yang Hlm | 973 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal gagal berkinerja baik karena kurangnya perencanaan anggaran yang tepat. Berdasarkan pertimbangan tersebut, peneliti bermaksud untuk meneliti implementasi manajemen kas . emasukan dan pengeluara. pada UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas. Metode Penelitian Objek, waktu dan Tempat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen kas pada UMKM. Populasi dari penelitian ini adalah UMKM di Kabupaten Banyumas. Peneliti mengambil sampel penelitian yang dilakukan dengan memilih objek penelitian berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh peneliti dan sejalan dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2. Kriteria sampel penelitian ini adalah UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas khususnya Kecematan Purwokerto Utara, karena di wilayah Purwokerto Utara terdapat universitas sehingga usaha yang berada di sekitar universitas cenderung berkembang dikarenakan dengan konsumen utama atau pasar. Selain itu. UMKM yang menjadin sampel penelitian adalah UMKM dengan omset lebih dari Rp 15. 000, karena batasan omzet tersebut menunjukkan volume transaksi mulai meningkat, sehingga kriteria ini menjadi patokan praktis batas minimal dari UMKM yang memerlukan pengendalian kas yang rapi untuk memantau arus kas dan menghindari kesalahan pengelolaan. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, dengan UMKM kuliner sebagai subjek penelitian. Proses penelitian ini dengan mengamati fenomena tersebut secara lebih detail untuk memperluas data yang diperoleh. Penelitian ini mengamati dan mengumpulkan data mengenai rata-rata pendapatan bulanan UMKM kuliner, produk yang dihasilkan, dan proses akuntansi kas. Kemudian, dilakukan wawancara dengan para pemilik UMKM kuliner mengenai praktik perencanaan kas UMKM kuliner, langkah-langkah yang mereka ambil untuk mengawasi pencatatan kas, dan langkah-langkah pengendalian yang mereka ambil untuk mencegah ketidakstabilan kas. Teknik Analisis Data Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data penerimaan dan pengeluaran kas pemilik UMKM. Penyajian data dalam penelitian ini disajikan dalam tabel mengenai implementasi pengelolaan arus kas oleh pemilik UMKM kuliner di Kecamatan Purwokerto Utara. Kabupaten Banyumas, meliputi perencanaan kas, pemantauan kas, dan pengendalian kas. Peneliti kemudian akan menarik kesimpulan dari hasil Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Deskripsi Responden UMKM Kuliner yang berada pada wilayah Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas merupakan informan dalam penelitian ini. Informan dalam penelitian ini sebanyak 9 orang, yaitu pemilik UMKM kuliner yang melakukan manajemen kas masuk dan kas keluar dalam kegiatan bisnis UMKM. Berikut ini adalah deskripsi dari para informan: Hlm | 974 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Tabel 1. Deskripsi Informan Karakteristik Jumlah - Pendidikan SMA Diploma Sarjana - Pencatatan akuntansi Mencatat dan mengarsipkan Hanya mencatat tetapi tidak mengarsipkan Tidak pernah dicatat - Pencatatan pemasukan kas Mencatat Tidak mencatat - Pencatatan pengeluaran kas Mencatat Tidak mencatat - Penanggulangan terhadap piutang Pembayaran secara tunai Pembayaran dengan uang muka Sumber: Data wawancara Persentase Pemilik UMKM Kuliner di wilayah Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas, dari 9 pemilik UMKM dilihat dari jenjang pendidikannya sebagian besar yaitu pendidikan SMA sebanyak 6 orang dengan persentase 67%. Pemilik UMKM yang pendidikan akhirnya adalah Diploma sebanyak 1 orang dengan persentase 11%. Sedangkan yang pemilik UMKM yang pendidikan akhirnya adalah Sarjana sebanyak 2 orang dengan persentase 22%. Pemilik UMKM Kuliner yang belum melakukan pencatatan akuntansi sebanyak 1 UMKM dengan persentase sebesar 11%. UMKM yang sudah melakukan pencatatan akuntansi tetapi belum melakukan pengarsipan sebanyak 1 UMKM dengan persentase sebesar 11%. Sedangkan UMKM yang sudah melakukan pencatatan akuntansi dan melakukan pengarsipan sebanyak 7 UMKM dengan persentase sebesar 78%. UMKM Kuliner yang tidak melakukan pencatatan pemasukan kas sebanyak 1 UMKM dengan persentase sebesar 11%. UMKM yang telah melakukan pencatatan pemasukan kas sebanyak 8 UMKM dengan persentase sebesar 89%. Begitu juga dengan UMKM Kuliner yang tidak melakukan pencatatan pengeluaran kas sebanyak 1 UMKM dengan persentase sebesar 11%. UMKM yang telah melakukan pencatatan pengeluaran kas sebanyak 8 UMKM dengan persentase sebesar 89%. UMKM yang penjualannya dilakukan secara tunai sebanyak 8 UMKM dengan persentase sebesar 89%. Sedangkan UMKM Kuliner yang melakukan penanggulangan piutang dengan system uang muka dilakukan oleh 1 UMKM dengan persentase sebesar 11%. Manajemen Kas UMKM Kuliner di Kabupaten Banyumas Manajemen kas sangat penting bagi kesuksesan dan keberlanjutan bisnis. Manajemen kas yang baik memastikan bisnis memiliki sumber daya keuangan yang memadai. Tanpa manajemen kas yang baik, bisnis dapat mengalami masalah likuiditas, yang dapat menyebabkan gagal bayar dan akhirnya Manajemen kas membantu penyusunan anggaran yang akurat dengan memproyeksikan pendapatan dan pengeluaran. UMKM yang menerapkan manajemen kas untuk pemasukan dan pengeluaran kas biasanya merencanakan, memantau, dan mengendalikan arus kas masuk dan keluar. Penerapan manajemen kas untuk arus kas masuk dan keluar oleh UMKM di industri perhotelan di Kabupaten Purwokerto Utara. Kabupaten Banyumas, ditunjukkan pada Tabel 2 di bawah ini: Hlm | 975 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Tabel 2. Korelasi Tingkat Pendidikan dengan Manajemen Arus Kas UMKM Kuliner di Kabupaten Banyumas Nama UMKM Es Pisang Ijo Yummy Warmindo Motekar 03 Mie Yamin Bersaudara Mie Ayam Plathok Mojjachi Potato Cheese Bread Kingdom Kitchen Nasi Goreng Papaku Sego Kiplik Kaya Kafe Kamandanu Dimsum mentai gemoy Sumber: Data wawancara Pendidikan SMA Diploma SMA Sarjana Sarjana Melakukan Pencatatan Penerimaan Pengeluaran Kas Kas Mengarsip SMA SMA SMA SMA Oo Oo Oo Berdasarkan data wawancara pada Tabel 2, sebagian besar UMKM kuliner di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas, telah mencatat pemasukan dan pengeluaran kas dalam transaksi harian. Dari sembilan UMKM, terdapat tujuh UMKM yang telah mencatat pemasukan dan pengeluaran mereka. Namun, pencatatan pemasukan dan pengeluaran tersebut masih sangat sederhana karena belum adanya laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM. Pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan oleh pemilik UMKM Kuliner di wilayah Kecamatan Purwokerto Utara masih dilakukan dengan cara menulis secara manual di kuitansi atau nota dan buku. Berdasarkan faktor pendidikan, jenjang pendidikan terakhir pemilik UMKM yang melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran kas sebagian besar memiliki pendidikan terakhir adalah SMA. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun secara pendidikan lebih tinggi, pemilik UMKM dengan jenjang pendidikan Diploma mungkin tidak melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran kas dikarenakan adanya gap antara pengetahuan teoritis dan pengetahuan praktis penerapan manajemen keuangan dalam pengelolaan usaha sehari-hari. Faktor pengetahuan praktis, kebiasaan usaha, dan kendala implementasi pengendalian internal menjadi salah satu alasan pemilik UMKM dengan jenjang yang lebh tinggi tidak melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran kas. Implentasi Manajemen Kas di Kabupaten Banyumas Perencanaan kas krusial bagi UMKM untuk mempertahankan likuiditas, mengatur operasional harian, dan memastikan kelanjutan bisnis. Berdasarkan hasil wawancara dengan UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas mengungkapkan perlunya perencanaan kas, pengawasan pemasukan dan pengeluaran kas, serta pengendalian transaksi harian. Hlm | 976 das-institute. Oo Oo Oo Oo CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Tabel 3. Perencanaan Arus Kas di UMKM Kuliner di Kabupaten Banyumas UMKM Adanya Target Penjualan Ada Es Pisang Ijo Yummy Warmindo Motekar 03 Mie Yamin Bersaudara Mie Ayam Plathok Mojjachi Potato Cheese Bread Kingdom Kitchen Nasi Goreng Papaku Sego Kiplik Kaya Kafe Kamandanu Dimsum mentai gemoy Sumber: Data wawancara Tidak Ada Adanya Pencatatan Kas Masuk Dan Mengarsipkan Ada Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Ada Oo Adanya Pencatatan Kas Keluar Dan Mengarsipkan Ada Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Ada Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tabel 4. Pengawasan Pemasukan dan Pengeluaran Kas UMKM Kuliner di Kabupaten Banyumas Menghitung Jumlah Menghitung Selisih Antara Mereviu Hasil Biaya yang Jumlah Kas yang Masuk dengan Perhitingan Selisih Dikeluarkan Kas yang Dikeluarkan UMKM Tidak Tidak Tidak Es Pisang Ijo Yummy Oo Oo Oo Warmindo Motekar 03 Oo Oo Oo Mie Yamin Bersaudara Oo Oo Oo Mie Ayam Plathok Oo Oo Oo Mojjachi Potato Cheese Oo Oo Oo Bread Kingdom Kitchen Oo Oo Oo Oo Oo Oo Nasi Goreng Papaku Sego Kiplik Kaya Kafe Oo Oo Oo Kamandanu Dimsum mentai gemoy Oo Oo Oo Sumber: Data wawancara Hlm | 977 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Tabel 5. Pengendalian Pemasukan dan Pengeluaran Kas UMKM Kuliner di Kabupaten Banyumas Sistem Cadangan Strategi saat Mengecek Pembayaran Modal penjualan kurang jumlah stok Penjualan UMKM Kredit Tidak Terlalu Lama Ya Tidak Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Ada Es Pisang Ijo Yummy Oo Oo Oo Oo Warmindo Motekar 03 Oo Oo Oo Oo Mie Yamin Bersaudara Oo Oo Oo Oo Mie Ayam Plathok Oo Oo Oo Oo Mojjachi Potato Cheese Oo Oo Oo Oo Bread Kingdom Kitchen Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Nasi Goreng Papaku Sego Kiplik Kaya Kafe Oo Oo Oo Oo Kamandanu Dimsum mentai gemoy Oo Oo Oo Oo Sumber: Data wawancara Pembahasan Implementasi Perencanaan Pemasukan dan Pengeluaran Kas Pada UMKM Kuliner di Kabupaten Banyumas Berdasarkan hasil analisis data wawancara dengan pemilik UMKM, terlihat bahwa dalam merencanakan pemasukan dan pengeluaran dari perspektif target penjualan, semua pemilik UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas yang menjadi sampel penelitian telah menetapkan target penjualan. Beberapa UMKM yang telah menetapkan target penjulan melakukannya dengan memperkirakan angka penjualan secara kasar berdasarkan penjualan periode sebelumnya. Namun, hal ini belum dilakukan berdasarkan pengumpulan data secara berkala. Temuan ini didukung oleh hasil penelitian Maharani dan Rita . yang menyatakan bahwa pengelolaan kas dapat memengaruhi pertumbuhan UKM di Desa Kebondowo. Berdasarkan hasil analisis di atas, sebagian besar UMKM sudah mengadakan pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas, walaupun begitu terdapat satu UMKM yang belum mengarsipkan dokumen pencatatan. Akan tetapi, pencatatan yang dilakukan oleh pemilik UMKM masih dilakukan sangat sederhana, hanya mencatat secara manual di buku. Pencatatan tersebut belum sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku. Berdasarkan teori Knowledge-Based View, yang menekankan pentingnya pengetahuan sebagai aset strategis yang berharga bagi bisnis (Fithri et al. , 2024. Putri et al. , 2. , temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pemilik UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas sudah mencatat pemasukan dan pengeluaran mereka. Hal ini didukung oleh pengetahuan pemilik UMKM kuliner di Kecamatan Purwokerto Utara. Kabupaten Banyumas. Meskipun sebagian besar pemilik UMKM hanya berpendidikan SMA, mereka memiliki pengetahuan praktis yang baik dalam menerapkan manajemen keuangan dalam operasional bisnis sehari-hari, sehingga menyebabkan peningkatan jumlah UKM yang mendokumentasikan pemasukan dan pengeluaran mereka. Implementasi Pengawasan Pemasukan dan Pengeluaran Kas Pada UMKM Kuliner di Kabupaten Banyumas Hlm | 978 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Berdasarkan hasil analisis data wawancara dengan pemilik UMKM, terlihat bahwa sebagian besar UMKM kuliner yang menjadi sampel di Kabupaten Banyumas telah menghitung biaya yang sudah Para pemilik UMKM juga menghitung selisih biaya yang dikeluarkan, meskipun masih terdapat satu UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas yang tidak melakukan pengawasan dan tidak mencatat biaya yang dikeluarkan. Namun, pengawasan yang dilakukan masih cukup sederhana, karena sebagian besar pemilik UMKM hanya merekonsiliasi perhitungan biaya dengan struk yang dikeluarkan. Hal ini terjadi karena keterbatasan pengetahuan pemilik UMKM dan menganggap ketika dilakukan pencatatan pemilik UMKM merasa hal tersebut merupakan hal yang rumit dan merepotkan. Sebagian besar UMKM kuliner yang diobservasi di Kabupaten Banyumas juga melakukan peninjauan selisih antara biaya aktual yang dikeluarkan dan biaya yang ditagih. Hal ini dilakukan oleh para pemilik UKM untuk menyusun strategi bagi situasi bisnis mereka. Namun, para pemilik UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas masih membatasi estimasi selisih antara biaya yang dihitung dan biaya yang ditagih hingga batas tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan pemasukan dan pengeluaran oleh pemilik UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas terbatas pada rekonsiliasi jumlah pemasukan dengan pengeluaran. Temuan ini sejalan dengan penelitian Pebriana . dan Hujaiman . yang menunjukkan bahwa sebagian besar UKM di Provinsi DKI Jakarta masih melakukan pencatatan sederhana menggunakan Microsoft Excel. Implementasi Pengendalian Pemasukan dan Pengeluaran Kas Pada UMKM Kuliner di Kabupaten BanyumasBerda barkan hasil wawancara dengan para pemilik UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas, yang menjadi sampel penelitian, pengendalian kas yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar pemilik UMKM berusaha menjaga persediaan yang cukup untuk mencegah kekurangan stok bagi usaha Hal ini disebabkan oleh sifat penjualan makanan yang umumnya fluktuatif. Lebih lanjut, terdapat satu pemilik UMKM yang menjual secara kredit hanya kepada pelanggan tertentu dan tidak dalam jumlah besar. Pengendalian likuiditas juga dapat dinilai berdasarkan cadangan modal UMKM. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas memiliki cadangan modal. Terkait strategi yang digunakan saat penjualan lesu, sebagian besar pemilik UKM telah mengembangkan strategi sederhana untuk mengatasi penurunan penjualan, seperti menerapkan promo Hal ini didukung oleh temuan penelitian Oktavia . dan Paraswati . yang menunjukkan bahwa UMKM kopi di Kota Tulungagung belum mengimplementasikan prosedur akuntansi sesuai standar akuntansi. Lebih lanjut. Sopandi . Ruliati . , dan Halawa . menekankan adanya pengelolaan kas yang baik untuk meningkatkan kinerja. Kaitan dengan Tujuan Penelitian Berdasarkan hasil penelitian di atas, sebagian besar UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas telah mengimplementasikan manajemen kas dengan baik, terbukti dari perencanaan kas yang mencerminkan pengelolaan pemasukan dan pengeluaran yang teratur serta pencatatan kas masuk dan keluar secara manual meskipun sederhana. Pemilik UMKM juga melakukan pengawasan dengan memperhitungkan selisih biaya yang telah dikeluarkan dan mengendalikan pemberian piutang kepada pelanggan dalam jumlah yang wajar untuk menjaga kestabilan arus kas. Selain itu, pemilik UMKM juga telah menyusun strategi dengan memberikan promo diskon saat penjualan menurun sebagai upaya meningkatkan penjualan. Secara keseluruhan, pelaku UMKM di Banyumas sudah memahami pentingnya manajemen kas dan menjalankannya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang Kesimpulan Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagian besar UMKM Kuliner yang ada di Kabupaten Banyumas sudah mengimplementasikan manajemen kas dengan baik. Perencanaan kas yang dilakukan oleh pemilik UMKM mencerminkan bahwa manajemen pemasukan dan pengeluaran kas cukup baik. Pemilik UMKM juga sudah melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran kas walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana, hanya mencatat kas masuk dan kas keluar secara manual di dalam buku. Selanjutnya dari aspek pengawasan pemasukan dan pengeluaran kas pemilik UMKM sudah Hlm | 979 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal mengperhitungkan selisih jumlah biaya yang telah dikeluarkan. Selain itu, pemilik UMKM telah melakukan pengendalian dengan tidak memberikan piutang dalam jumlah yang wajar kepada pelanggan. Pemilik UMKM juga telah menyusun strategi dengan cara memberikan promo diskon kepada pelanggan sebagai strategi saat jumlah penjualan menurun. Kontribusi penelitian ini adalah dapat menjadi dasar bagi UMKM kuliner untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran kas sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku bagi UMKM, yaitu SAK EMKM. Hal ini dilakukan untuk mengetahui posisi keuangan UMKM dan apakah bisnis memperoleh laba atau rugi. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi UMKM untuk menggunakan aplikasi atau komputer guna menyederhanakan pencatatan pengeluaran dan pendapatan. Oleh karena itu, pemilik UMKM kuliner di Kabupaten Banyumas disarankan untuk meningkatkan literasi keuangannya, terutama dalam hal pencatatan pemasukan dan pengeluaran kas, agar dapat mempersiapkannya sesuai standar SAK EMKM. Selain itu, diperlukan pelatihan bagi pemilik UMKM tentang pencatatan transaksi keuangan UMKM secara digital, misalnya tentang cara menggunakan aplikasi SIAPIK, aplikasi khusus pencatatan transaksi UMKM yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Bibliografi Adeliya. Yohana Putri, & rudi Sanjaya. Pengaruh Manajemen Keuangan terhadap Kinerja Perusahaan (Studi pada UMKM di Era Digita. Literatur Review. CEMERLANG: Jurnal Manajemen Dan Ekonomi Bisnis, 5, 23Ae0. Amaliyah. Yasmin. , & Hetika. Analisis Pengelolaan Kas pada UMKM. Owner, 8. , 4602Ae https://doi. org/10. 33395/owner. Aprieni. Farida Ratna Meilantika. Lastriana Sihotang, & Febrina Vidya Rachma S. UMKM Memiliki Peran Penting Dalam Perekonomian Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Manajemen, 2. , 188Ae https://doi. org/10. 59024/jise. Ayu Nursasi. Nanda Hanifah. Rifani Tri Handani, & Sarpini Sarpini. Implementasi Kebijakan Integrasi Ekonomi Dan Dampaknya Terhadap Pengembangan Umkm Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 2. , 429Ae440. https://doi. org/10. 61722/jiem. Bazrafkan. Valizadeh. Khannejad. Kianmehr. Bijani. , & Hayati. What drives farmers to use conservation agriculture? Application of mediated protection motivation theory. Frontiers in Psychology, 13(Decembe. , 1Ae14. https://doi. org/10. 3389/fpsyg. Fery Purba. Yulianti. Astana. Deden Djaenudin. Hariyadi. Maruli Timothy Vincent Simandjorang. Haradongan. , & Istriningsih. The contribution of agricultural crop production towards the economic growth of Indonesia s agricultural sector. E3S Web of Conferences, https://doi. org/10. 1051/e3sconf/202344402034 Fithri. Hasan. Syafrizal. , & Games. Enhancing Business Incubator Performances from Knowledge-Based Perspectives. Sustainability (Switzerlan. , 16. https://doi. org/10. 3390/su16156303 Halawa. , & Maria Th. Pengelolaan Kas dan Strategi Kelangsungan Usaha pada Pedagang Kecil Somai Bagas di Pringapus. Journal of Education. Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 7. , 520Ae526. https://doi. org/10. 34007/jehss. Hilia Anriva. Tantangan Dan Solusi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Di Indonesia: Sebuah Analisis Tematik. Jurnal Akuntansi, 13. , 97Ae109. https://doi. org/10. 46806/ja. Hujaimah. , & Novian. Pengaruh Rekonsiliasi Terhadap Efektivitas Pengendalian Kas (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Mafatikhul Huda Sendangasri Lampung Tenga. Margin : Jurnal Bisnis Islam Dan Perbankan Syariah, 2, 130Ae141. https://doi. org/10. 58561/margin. Maharani. Danty Septya. Rita. Literasi Keuangan dan Pertumbuhan UMKM. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 19. , 11Ae20. Meilani. Panggabean. Octavia. Ani. , & Darma. Prinsip Dasar Akuntansi : Konsep . Tantangan , dan Implikasinya dalam Penyusunan Laporan Keuangan. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 5. , 2234Ae2255. Oktavia. , & Fageh. Pengaruh Diskon Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Halal Dengan Hlm | 980 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Minat Beli Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Ecodemica Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis, 6. , 1Ae10. https://doi. org/10. 31294/eco. Paraswati. , & Riofita. Diskon sebagai Strategi Pemasaran. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8. , 46457Ae46461. Pebriana. , & Suasri. Rekonsiliasi Kas Umum Daerah Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Riset Akuntansi Politala, 5. , 28Ae35. https://doi. org/10. 34128/jra. Putri. Widiyanti. , & Thamrin. Pengaruh Intensitas Penelitian dan Pengembangan dan Aset Tidak Berwujud Terhadap Nilai Perusahaan dengan Kinerja Keuangan sebagai Variabel Intervening. JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis Dan Inovasi Universitas Sam Ratulang. , 9. , 1Ae15. https://doi. org/10. 35794/jmbi. Rivaldo. Samsiah. , & Marlina. Pengelolaan Keuangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Pada Umkm Rumah Makan Dan Restoran Di Kota Pekanbaru. Sneba, 3, 79Ae88. Ruliati. Samsiah. , & Roswani. Analisis Manajemen Kas Yang Tepat Untuk Menjaga Likuiditas Perusahaan Pada Pt. Nusantara Surya Sakti. Jurnal Ekonomi Balance Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, 12. , 35Ae47. https://journal. id/index. php/balance Salkiah. , & Putra. Analisis Efektivitas Kebijakan Pemerintah Dalam Mendorong Digitalisasi dan Daya Saing UMKM. Economica Insight, 1. , 52Ae58. https://doi. org/10. 71094/ecoin. Sopandi. , & Khusna. Peranan Manajemen Kas Dalam Menunjang Efektivitas Cash Flow (Studi kasus pada PT. Sapta Adhi Pratam. Jurnal Inovasi Masyarakat, 01. , 142Ae153. Suci Ramadani. Dilla Amelia Ramadhani. Muhammad Ikrom, & Lokot Muda Harahap. Peran Strategis UMKM dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Ekonomi. Bisnis Dan Manajemen, 4. , 158Ae166. https://doi. org/10. 58192/ebismen. Sugiyono. Metode Penelitain Kualitatif. Kuantitatif dan R&D (M. Dr. Apri Nuryanto. Pd. 3rd ed. Alfabeta. Hlm | 981 das-institute.