ANALISIS MAKNA SIMBOLISME DAN WARNA MAKHLUK MITOS MISHEPISHU PADA BUSANA PESTA MALAM WANITA Tiara Khairunnisa1. Katiah2 Program Studi Pendidikan Tata Busana. Universitas Pendidikan Indonesia1,2 Jl. Setiabudhi No 229 Bandung Kodepos 40154 Kota Bandung. Jawa Barat. Indonesia tiarakhrnns@upi. ABSTRACT Fashion worn for evening parties has its own appeal as it is often considered a representation of luxury, beauty and elegance. In particular, women in the 19-28 age range often celebrate milestones, weddings, or participate in important social events. This research utilizes two comprehensive research methods, namely Ideation Analysis and the Double Diamond Approach, which has four stages: discover, define, develop, and deliver. The focus of the research is to analyze the meaning of the symbolism and colors of the mythical creature mishepishu in evening party clothes worn by women aged 19-28 years. This research aims to collect data and information about the relationship between the symbolism and colors of evening wear based on the mishepishu myth and to provide insights to the fashion industry on how to present more diverse and meaningful fashion options for female consumers in this age segment. The results showed that the mythical creature idea source on the party wear can be used for evening party events and is suitable for women aged 19-28 who need meaningful and beautiful evening party Keywords: evening party wear, mishepishu, mythical creature, characteristics ABSTRAK Busana yang dikenakan untuk pesta malam memiliki daya tarik tersendiri karena seringkali dianggap sebagai representasi dari kemewahan, keindahan, dan keanggunan. Khususnya, wanita di rentang usia 19-28 tahun seringkali merayakan pencapaian, pernikahan, atau berpartisipasi dalam acara sosial penting. Penelitian ini menggunakan dua metode penelitian yang komprehensif, yaitu Ideation Analysis dan Pendekatan Double Diamond, yang memiliki empat tahapan: discover, define, develop, dan deliver. Fokus penelitian adalah menganalisis makna simbolisme dan warna makhluk mitos mishepishu pada busana pesta malam yang dipakai oleh wanita berusia 19-28 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi tentang hubungan simbolisme dan warna busana pesta malam yang didasarkan pada mitos mishepishu juga dapat memberikan wawasan kepada industri fashion tentang bagaimana menghadirkan opsi busana yang lebih beragam dan bermakna bagi konsumen wanita di segmen usia ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber ide makhluk mitos pada busana pesta dapat digunakan untuk acara pesta malam dan cocok untuk wanita berusia 19-28 tahun yang membutuhkan busana pesta malam yang bermakna dan indah. Kt Kunci: busana pesta malam, mishepishu, makhluk mitos, karakteristik Vol. No. Juni 2024 Tiara Khairunnisa. Katiah Analisis Makna Simbolisme Dan Warna Makhluk Mitos Mishepishu. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. PENDAHULUAN Industri Fashion merupakan komponen penting dari budaya yang terus berkembang dan berubah di seluruh dunia. Dalam dunia fashion, busana pesta malam memiliki daya tarik khusus karena seringkali menjadi simbol kemewahan, keindahan, dan keanggunan. Khususnya, wanita usia 19-28 tahun seringkali berada dalam fase kehidupan di mana akan merayakan pencapaian, merayakan pernikahan, atau berpartisipasi dalam acara sosial penting yang membuatnya akan mengenakan busana pesta malam ini. (Kurniawati 2017, hal 1-. Simbolisme dan warna adalah elemen penting dalam desain busana pesta Simbolisme dalam busana mencakup penggunaan motif, tekstur, aksesoris, dan gaya tertentu untuk menyampaikan pesan atau mewakili nilai-nilai budaya, tradisi, atau gagasan tertentu. Menurut Susanne K. Langer, dalam kajian makna proses simbolisasi suatu obyek estetik menjadi penting karena makna secara tajam dapat diamati pada proses penyimbolan serta fenomena atau juga penyimbolan gagas estetik. (Daulat 2011, hal 336-. Sementara itu, warna termasuk pada unsur desain sebagai komponen visual yang paling mencolok. Selain dapat dilihat dengan mata ternyata dapat berfungsi sebagai bahasa untuk mengkomunikasikan emosi, perasaan, atau identitas pengguna Arti setiap warna dari segi psikologis juga telah diteliti sejak lama. Lois Wexner . sebelumnya telah menyelidiki hubungan antara warna dan suasana hati . Eksperimen tentang keterkaitan warna dengan emosi juga dilakukan oleh psikolog Amerika Frank H. Mahnke . (UK Essays Film Studies: 2. (Ballaide Mitos Mishepishu berasal dari budaya asli Amerika Utara, terutama dari suku Anishinaabe dan Ojibwa yang tinggal di wilayah Kanada. Mitos ini diturunkan dari generasi ke generasi, sebagian besar cerita tentang Mishepishu melibatkan hewan atau monster legendaris (Winnie dan Rebecca 2017, hal 23-. Memiliki elemen simbolik yang kuat, mitos ini memberi perancang busana kesempatan untuk membuat karya seni yang menggabungkan keindahan dan makna. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki relevansi yang signifikan dalam memahami bagaimana desainer busana dan pemakai busana wanita usia 19-28 tahun menggunakan simbolisme dan warna dalam desain dan pemilihan busana pesta malam. Tujuan dari penyusunan ini sebagai informasi hasil mendeskripsikan visual busana pesta malam dengan sumber inspirasi tersebut mengharapkan setiap individu Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. yang membaca dapat memahami lebih dalam tentang simbolisme dan warna Mitos Mishepishu pada busana pesta malam juga dapat memberikan wawasan kepada industri fashion tentang bagaimana menghadirkan opsi busana yang lebih beragam dan bermakna bagi konsumen wanita di segmen usia ini. Hal ini dapat berdampak positif pada pengembangan desain busana yang lebih kreatif dan beragam serta pada pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pemakai busana menginterpretasikan makna dalam busana pesta malam. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, diadopsi dua metode penelitian yang komprehensif, yaitu Ideation Analysis dan Pendekatan Double Diamond, untuk mendalami makna simbolisme dan warna mitos mishepishu dalam desain busana pesta malam untuk wanita usia 19-28 tahun. Kombinasi kedua metode ini memungkinkan untuk menggabungkan aspek analisis mendalam dan pendekatan kreatif dalam merancang busana yang bermakna. Ideation Analysis Metode Ideation Analysis melibatkan serangkaian langkah kritis dan kreatif untuk mengeksplorasi ide-ide desain yang terinspirasi oleh mitos Mishepishu dengan menggali sumber-sumber mitologi untuk memahami akar budaya dan makna simbolis dari mitos Mishepishu. Menurut (Plattner 2. , terdapat 3 tahapan pada Ideation Analysis. Pertama, dilakukan survei yang melibatkan para ahli mitologi melalui studi pustaka dan kelompok sasaran potensial. Kedua, dilakukan sesi brainstorming yang fokus pada menghasilkan ide-ide kreatif yang menggabungkan simbolisme dan warna mitos Mishepishu dalam desain busana. Ketiga, dilakukan prototyping dan pengujian yang artinya ide-ide tersebut diubah menjadi prototipe desain yang kemudian diuji coba oleh kelompok sasaran, sehingga dapat menilai reaksi dan respon kelompok sasaran terhadap desain tersebut. Vol. No. Juni 2024 Tiara Khairunnisa. Katiah Analisis Makna Simbolisme Dan Warna Makhluk Mitos Mishepishu. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. Pendekatan Double Diamond Gambar 01 Double Diamond Sumber : Design Council, 2018 Pendekatan Double Diamond merupakan suatu pendekatan desain yang terstruktur, memungkinkan untuk menjelajahi berbagai konsep sebelum memilih desain Menurut (Gustafsson 2. , terdapat 4 tahap dalam mendesain pada Double Diamond adalah sebagai berikut: Penetapan Masalah (Discove. : Peneliti mendefinisikan masalah utama yang ingin diselesaikan, yaitu bagaimana cara untuk menggabungkan simbolisme dan warna mitos Mishepishu dalam busana pesta malam. Dilakukan penelitian mendalam dan studi pasar untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan keinginan pasar. Eksplorasi Konsep (Defin. : Setelah memahami masalah dengan baik, dihasilkan beragam konsep desain dengan memanfaatkan ide-ide dari sesi brainstorming dan input dari para ahli. Konsep-konsep ini mencakup variasi warna, motif, dan bentuk busana. Pengembangan Solusi (Develo. : Dipilih beberapa konsep terbaik yang muncul dari tahap eksplorasi konsep, dan mengembangkannya menjadi prototipe nyata. Dilakukan perubahan dan penyesuaian berdasarkan umpan balik dari pengujian Implementasi (Delive. : Desain busana yang telah teruji dan disempurnakan membutuhkan busana pesta malam yang bermakna dan indah. Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. HASIL DAN PEMBAHASAN Penetapan Masalah (Discover. Tahap pertama yang dilakukan adalah menemukan sumber ide melalui pencarian legenda mitologi di negara Kanada. Underwater Panther, yang juga dikenal sebagai Mishipeshu atau Mishibizhiw, adalah makhluk mitos dalam budaya asli Amerika Utara, terutama di antara suku-suku Anishinaabe dan Ojibwa yang mendiami wilayah yang sekarang menjadi Kanada dan Amerika Serikat bagian utara. Gambar 02 Hewan Mitos Mishepishu Sumber : Arcane Beasts and Critters, 2018 Mishepishu digambarkan sebagai makhluk yang memiliki tubuh seperti kucing besar dengan sisik seperti ikan, tanduk seperti rusa, dan seringkali memiliki ekor berbisa atau ekor ular. Mishepishu sering diasosiasikan dengan air, dan diyakini sebagai penjaga dunia bawah air, seperti danau atau sungai. Makhluk ini dianggap memiliki kekuatan magis dan sering dihubungkan dengan badai, kecelakaan, dan kejadiankejadian misterius di dalam air. (Jones 1916, hal 368-. Makna simbolisme dalam wujud hewan mitos Mishipeshu dapat bervariasi tergantung pada budaya dan pandangan ahli. Beberapa makna simbolisme yang terkait dengan Mishipeshu menurut (Stelle 2. sebagai berikut : Tanduk Rusa Tanduk Mishipeshu, yang sering digambarkan menyerupai tanduk rusa, melambangkan koneksi dengan alam dan kekuatan alam. Dalam budaya Ojibwa, rusa adalah makhluk yang dihormati dan dianggap memiliki sifat-sifat spiritual yang kuat. Tanduk ini menggambarkan kekuatan dan keseimbangan dengan alam Vol. No. Juni 2024 Tiara Khairunnisa. Katiah Analisis Makna Simbolisme Dan Warna Makhluk Mitos Mishepishu. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. Sisik Ikan Mishipeshu juga digambarkan memiliki sisik ikan, yang dapat mencerminkan hubungan dengan dunia air. Ikan dalam budaya Ojibwa memiliki simbolisme yang dalam terkait dengan kehidupan dan rizki. Ekor Panjang Ekor panjang dari Mishipeshu mencerminkan kekuatan dan kendali atas air, serta kemampuan untuk melindungi makhluk-makhluk yang hidup di dalamnya. Kombinasi beberapa Hewan Mishipeshu sering kali adalah perpaduan dari beberapa hewan yang berbeda. Ini mencerminkan pandangan budaya Ojibwa tentang alam sebagai entitas yang kompleks dan terkait erat dengan berbagai aspek. Kombinasi hewan-hewan ini menggambarkan ide bahwa manusia dan alam saling terkait dan saling bergantung. Persepsi warna melibatkan respon psikologi dan fisiologi manusia. Sejalan dengan hal ini (Ballaide 2. , menjelaskan bahwa AuArti dan makna warna dapat ditunjukkan oleh perasaan manusia terhadap sesuatu jika dilihat dari perspektif psikologis atau emosi mereka. Ay Jika dilihat dari beberapa warna yang digunakan pada busana pesta malam, setiap warna memiliki makna filosofis dan psikologis antara lain : Hijau Tosca Dalam beberapa representasi. Mishipeshu dapat memiliki elemen warna hijau dan biru. Ini mencerminkan hubungannya dengan unsur air dan dunia bawah air. Hijau dan biru adalah warna-warna yang sering dikaitkan dengan unsur air, serta simbolisme kehidupan dan keseimbangan. Merah Penggunaan warna merah pada elemen tertentu dari makhluk ini mencerminkan keberanian makhluk tersebut atau sifat-sifat pemberani yang dihormati dalam budaya Ojibwa Coklat dan Kekuningan Warna cokelat dan kekuningan sering digunakan dalam gambaran tanduk Mishipeshu. Warna-warna ini mencerminkan simbolisme kekuatan dan koneksi dengan Tanduk rusa yang sering diinterpretasikan dalam Mishipeshu adalah lambang kekuatan dan daya tahan, serta hubungan yang erat dengan dunia alam. Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. Gambar 03 Moodboard Mitos Mishepishu Sumber : Tiara Khairunnisa . Berdasarkan sumber ide dengan hewan mitos Mishepishu terciptalah sebuah moodboard yang menjadi inspirasi untuk desain busana. Eksplorasi Konsep (Defin. Pada tahap kedua, dihasilkan beragam konsep desain dengan memanfaatkan ide-ide dari sesi brainstorming dan input dari para ahli. Gambar 04 Pengembangan Desain Busana Pesta Sumber : Tiara Khairunnisa . Desain . tanduk rusa berada pada headpiece dan kalung, tekstur sisik dipayet pada busana bagian atas, ekornya yang panjang tercermin pada bentuk lengan yang Desain . tanduk rusa berada pada headpiece dan bordiran pada pinggang, ekornya yang meliuk-liuk dapat dilihat pada ekor bagian pinggang yang bergelombang. Vol. No. Juni 2024 Tiara Khairunnisa. Katiah Analisis Makna Simbolisme Dan Warna Makhluk Mitos Mishepishu. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. Desain . tanduk rusa berada pada headpiece juga aksesoris lengan bagian atas, ekornya tercermin dari cape yang menjuntai, payet sisik penuh dari bodysuit yang Pengembangan Solusi (Develo. Berdasarkan moodboard dan analisis yang telah dilakukan, desain busana pesta malam ini akan dibuat dan dikembangkan. Dari ketiga desain tersebut, kemudian dipilih satu desain karena dianggap paling menjanjikan atau sesuai dengan tujuan Ide-ide terpilih ini kemudian diambil untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi prototipe nyata. Desain yang terpilih untuk diwujudkan adalah desain pengembangan dari desain . Gambar 05 Pengembangan Desain Busana Pesta Sumber : Tiara Khairunnisa . Bersumber dari mitos mishepishu, desain busana pesta ini menggunakan kain satin sebagai bahan utamanya. Ada dua macam kain satin yang digunakan pada desain ini yaitu satin maxmara dan roccobarocco. Bentuk ekor mishepishu dibuat dengan kain satin maxmara berwarna merah dipilih dikarenakan sifat kain satin maxmara ini adem dan jatuh. Hal ini menunjukkan kekuatan dan kontrol atas air, serta kemampuan untuk melindungi makhluk hidup di Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. Baju utama desain ini terbuat dari kain satin roccobarocco berwarna hijau tosca dan dihiasi dengan brukat yang di payet menyerupai sisik ikan. Untuk menunjukkan hubungannya dengan dunia air. Mishipeshu juga digambarkan memiliki sirip ikan. Dalam budaya Ojibwa, ikan memiliki simbolisme yang kuat yang terkait dengan hidup dan Sirip ini menunjukkan bahwa orang Ojibwa bergantung pada air untuk hidup. Digunakan bordir dan headpiece berwarna emas menyerupai tanduk Mishipeshu yang sering digambarkan sebagai tanduk rusa. Tanduk Mishipeshu melambangkan hubungan dengan alam dan kekuatan alam. Rusa dihormati dalam budaya Ojibwa dan dianggap memiliki sifat spiritual yang kuat. Tanduk ini menunjukkan kekuatan dan harmoni dengan alam. Implementasi (Delive. Pada tahap ini, ide-ide desain tersebut diubah menjadi prototipe atau contoh fisik dari busana. Prototipe busana kemudian diuji coba oleh kelompok sasaran, yaitu wanita usia 19-28 tahun yang merupakan target pemakai potensial busana pesta malam Kelompok sasaran akan memakai atau mengenakan busana tersebut dalam situasi yang sesuai dan memberikan reaksi serta respon terhadap busana yang telah . Gambar 06 Busana dikenakan oleh Kelompok Sasaran Sumber : Tiara Khairunnisa . Vol. No. Juni 2024 Tiara Khairunnisa. Katiah Analisis Makna Simbolisme Dan Warna Makhluk Mitos Mishepishu. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. Kelompok sasaran memberikan reaksi dan respon yang sangat positif terhadap busana yang telah dikenakan. Kelompok sasaran tampak sangat terkesan dengan desain, warna, dan makna simbolis busana tersebut. Beberapa anggota kelompok bahkan menyatakan bahwa busana tersebut menggambarkan keanggunan dan kepercayaan diri yang mereka cari dalam pakaian pesta malam. Respon kelompok sasaran menunjukkan bahwa busana ini berhasil mencapai tujuannya untuk menarik dan memukau wanita muda dalam rentang usia 19-28 tahun. Dalam keseluruhan, reaksi dan respon positif dari kelompok sasaran menegaskan bahwa desain busana ini sesuai dengan preferensi dan kebutuhan pasar yang dituju. SIMPULAN Dalam penelitian ini, peneliti mengadopsi dua metode penelitian yang komprehensif, yaitu Ideation Analysis dan Pendekatan Double Diamond. Kombinasi kedua metode ini memungkinkan peneliti untuk secara efektif mengeksplorasi, merancang, dan menganalisis busana pesta malam yang ditujukan untuk wanita usia 19-28 tahun. Melalui Ideation Analysis, peneliti berhasil menghasilkan beragam ide desain, menggali makna simbolis dan penggunaan warna dalam busana, dan memahami preferensi target pasar. Sementara itu, dengan Pendekatan Double Diamond, peneliti mengatur secara langkah-langkah perancangan, termasuk pemahaman awal masalah dan pemilihan solusi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa busana pesta malam dengan simbolisme dan warna mitos Mishepishu mendapat respon positif dari kelompok sasaran, yang mengindikasikan bahwa desain tersebut berhasil mencapai tujuannya. Hal ini memberikan wawasan yang berharga dalam bagaimana simbolisme dan warna dalam desain busana dapat memengaruhi persepsi dan penerimaan pengguna, serta bagaimana proses ideation analysis dan Pendekatan Double Diamond dapat digunakan sebagai alat yang efektif dalam mengembangkan produk pakaian yang berhasil memenuhi kebutuhan dan preferensi pasar. Simpulan tersebut juga menunjukkan pentingnya kombinasi metode penelitian yang komprehensif dalam penelitian desain busana, yang memungkinkan pemahaman mendalam tentang makna simbolis dan dampak warna dalam kaitannya dengan penggunaan busana pesta malam pada kelompok usia yang ditentukan. Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. DAFTAR PUSTAKA