JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 PENGARUH KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN DAN STRATEGI BISNIS TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN (STUDI PADA PT. INTI BUMI PERKASA) Oleh: Dwi Putri Yana Email: dwiputri2. dp@gmail. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Langlangbuana. Bandung ABSTRAK Ketidakpastian Lingkungan sulit untuk diprediksikan, maka diperlukan informasi yang merupakan komoditi yang sangat berguna dalam proses kegiatan perencanaan dan kontrol dalam suatu organisasi sehingga menghasilkan suatu sistem informasi akuntansi manajemen yang handal. Strategi bisnis merupakan strategi atau langkah-langkah jangka panjang perusahaan dalam rangka meningkatkan laba khususnya dan menambah nilai perusahaan umumnya. Penelitian ini dilakukan di PT. Inti Bumi Perkasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji besar pengaruh ketidakpastian lingkungan dan strategi bisnis tehadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui teknik pengumpulan data dengan kuesioner yang disebar secara langsung ke seluruh kepala bagian yang ada di PT. Inti Bumi Perkasa. Alat uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan penaksiran Partial Least Square (PLS). Penerapan ketidakpastian lingkungan, strategi bisnis dan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen di PT. Inti Bumi Perkasa sudah dalam kriteria baik. Hasil penelitian ini menunjukkan . Adanya pengaruh yang signifikan ketidakpastian lingkungan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. strategi bisnis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen Kata Kunci : Ketidakpastian Lingkungan. Strategi Bisnis, dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. ABSTRACT Environmental Uncertainty is difficult to predict, the necessary information is a commodity that is very useful in the process of planning and control activities in an oranization so as to produce a system that is reliable. Business strategy is a strategy or long-term steps of the company in order to increase profits in particular and add value to the company generally. This research was conducted in PT. Inti Bumi Perkasa. The purpose of this study was to examine the influence of environmental uncertainty and business strategy to quality management accounting information The method used in this research is descriptive method with quantitative approach through data collection techniques with questionnaires distributed directly to all head divisions in PT. Inti Bumi Perkasa. Tools statistical tests used in this study is Structural Equation Model JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 (SEM) with Partial Least Square (PLS) approach. Implementation of the environmental uncertainty, business strategy and quality of management accounting system in PT. Inti Bumi Perkasa in good categories. The results showed . There is a significant influence of environmental uncertainty on the quality of management accounting information systems. business strategy significantly effects the quality of management accounting information systems. Keywords : Environmental Uncertainty. Business Strategy and Quality of Management Accounting Information System. PENDAHULUAN Lingkungan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan saat ini mengalami perubahan dengan cepat dan terus menerus. Hal ini disebabkan karena,saat ini dunia telah mamasuki era globalisasi ekonomi, politik, era teknologi informasi, dan era revolusi manajemen. Lingkungan bisnis telah dan akan berubah secara pesat, radikal, serentak, dan pervasif dengan semakin meningkatnya proses globalisasi,semakin ekstensifnya pemanfaatan teknologi informasi dalam bisnis, semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi strategi quality management, dan semakin meluasnya revolusi manajemen di seluruh penjuru dunia. Perubahan lingkungan yang pesat mengakibatkan perusahaan-perusahaan melakukan penyesuaian terhadap kondisi yang ada dengan melakukan perubahan strategi serta pengendalian manajemen yang baik (Mulyadi dan Johny Setywan, 2001:. Strategi bisnis merupakan strategi yang dibuat pada level business unit, divisi atau product-level, dan strateginya lebih ditekankan untuk meningkatkan posisi bersaing produk atau jasa perusahaan didalam suatu industri tertentu atau segmen pasar tertentu (Ismail Solihin, 2012:. Sistem aktivitas-aktivitas, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolaan informasi. Informasi mengenai peristiwa ekonomi diproses untuk menghasilkan keluaran . yang memenuhi tujuan sistem tersebut (Hansen dan Mowen, 2009:. Berdasarkan latar belakang penelitian yang diuraikan diatas, maka peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut : Berapa besar pengaruh dari Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen ? Berapa besar pengaruh dari Strategi Bisnis terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen ? KAJIAN PUSTAKA Ketidakpastian Lingkungan Baye dan Prince . yang dialih bahasakan oleh Febriela Sirait menatakan bahwa ketidakpastian memiliki dampak secara langsung terhadap perilaku konsumen dan manajer perusahaan harus mempertimbangkan efek ini untuk secara sepenuhnya memahami sifat alami permintaan konsumen. Ketidakpastian juga memengaruhi keputusan manajer terkait masukan dan Hal tersebut dipertegas oleh Robbins dan Coulter yang diterjemahkan oleh Bob Sabran dan Devri Bernadi . berpendapat bahwa lingkungan yang satu berbeda dengan yang lainnya dalam hal ketidakpastian yang dikandung masingmasing, yang di sini disebut sebagai ketidakpastian lingkungan. Sedangkan ketidakpastian lingkungan menurut Dadang Supriyatna dan Andi Sylvana . 7:2. adalah suatu kondisi di mana pemimpin perusahaan tidak mempunyai informasi yang cukup mengenai kondisi lingkungannya. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Robbin dan Coulter . yang diterjemahkan oleh Bob Sabran dan Devri Barnadi Putera mengemukakan dua dimensi ketidakpastian lingkungan yaitu: Laju Perubahan yaitu Bila komponen sebuah lingkungan sering kali berubah, kita menyebutnya lingkungan dinamis. Bila lingkungan tersebut hampir tidak pernah berubah atau hanya mengalami perubahan yang minimal saja, maka kita menyebutnya lingkungan stabil. Lingkungan stabil dapat berupa lingkungan di mana para pesaing baru tidak pernah muncul, terjadi sedikit sekali terobosan teknologi oleh para pesaing yang ada, tidak terdapat aktivitas yang berarti dari kelompok-kelompok kepentingan masyarakat yang mencoba memengaruhi organisasi, dan sebagainya. Kompleksitas Lingkungan yaitu merujuk pada banyaknya komponen dalam lingkungan sebuah organisasi dan hingga sejauh mana organisasi memahami komponen-komponen tersebut. Strategi Bisnis Warren et al yang dialih bahasakan oleh Aria Farahmita. Amugnugrahani,Taufik Hendrawan . mendefinisikan bahwa strategi bisnis adalah serangkaian rencana dan tindakan terintegrasi yang di desain bagi perusahaan sebagai sarana untuk memperoleh keuntungan melebihi pesaingnya sekaligus untuk memaksimalkan laba. Hal ini sejalan dengan Tedjo dan Udan . mengemukakan bahwa strategi bisnis adalah untuk mengindentifikasi kesempatan dan ancaman yang akan dihadapai bisnis/SBU di masa depan serta menggali kemampuan sumberdaya dan AoskillAo yang dimiliki organisasi (SBU) yang dapat digunakan untuk menangani kesempatan dan ancaman sehingga tujuan organisasi (SBU) dapat Hunger & Wheelen . yang diterjemahkan oleh Julianto Agung mengemukakan dimensi strategi bisnis diantaranya: Defenders adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki lini produk terbatas dan berfokus pada efisiensi kegiatan-kegiatan operasi mereka yang telah ada. Orientasi pada harga tersebut, membuat perusahaan tidak suka melakukan inovasi pada daerah-daerah yang baru. Prospectors adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki lini produk luas, dan berfokus pada inovasi produk dan peluang-peluang pasar. Orientasi pada penjualan membuat mereka tidak efisien. Mereka cenderung untuk lebih menekankan kreativitas dibandingkan efisiensi. Analyzers adalah perusahaan yang beroperasi paling sedikit pada dua wilayah pasar produk yang berbeda, satu stabil dan satu variable. Perusahaanperusahaan tipe ini menekankan pada efisiensi pada area yang stabil dan inovasi pada area variable. Reactors adalah perusahaan-perusahaan yang kurang memiliki konsistensi hubungan antara strategi, struktur, dan budaya. Tanggapan-tanggapan mereka . ering tidak efisie. terhadap tekanan-tekanan lingkungan. Hal itu menimbulkan kecenderungan untuk melakukan perubahan strategi secara sepotong-sepotong . idak menyeluru. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Kautsar Risa salman Mochammad farid . mengatakan bahwa sistem informasi akuntansi manajemen adalah sitem informasi yang menghasilkan keluaran dengan menggunakan masukan dan berbagai proses yang di perlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen. Selanjutnya Baldric Siregar et all . mengemukakan Sistem informasi akuntansi manajemen . anagement accounting information syste. adalah sistem informasi yang mentransformasi input dengan menggunakan proses untuk menghasilkan output JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 yang dibutuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan. Kemudian Hansen dan Mowen . yang diterjemahkan oleh Deny Arnos Kwary mengatakan bahwa Sistem informasi akuntansi manajemen adalah proses yang dideskripsikan oleh aktivitas-aktivitas, seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolaan informasi. Informasi untukmenghasilkankeluaran. yangmemenuhisistem tersebut. Heidmann . mengatakan Management accounting systems (MAS) are formal systems that provide such information to managers. They include reports, performance measurement systems, computerized information systems, such as executive information systems or management information systems, and also planning, budgeting and forecasting processes required to prepare and review management accounting information. Management accounting systems provide information that is required for strategic sensemaking and therefore it is important to understand their contribution. Pernyataan tersebut di atas dapat diartikan bahwa sistem akuntansi manajemen (SAM) adalah sistem formal yang memberikan informasi tersebut kepada Informasi tersebut termasuk laporan, sistem pengukuran kinerja, sistem informasi terkomputerisasi, seperti sistem informasi eksekutif atau sistem informasi manajemen, dan juga perencanaan, penganggaran dan proses peramalan diperlukan untuk mempersiapkan dan meninjau informasi akuntansi sistem akuntansi manajemen memberikan informasi yang diperlukan untuk pembuatan perencanaan strategis dan oleh karena itu penting untuk memahami kontribusi mereka. Dari pengertian para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi Manajemen adalah Suatu sistem yang digunakan perusahaan untuk mengelola dan menyampaikan informasi yang relevan pada perusahaan dan berguna bagi pihak intern perusahaan dalam mengambil keputusan untuk masa yang akan datang. Menurut Heidmann . sistem akuntansi manajemen dapat dikatakan mempunyai kualitas berdasarkan sembilan karakteristik, yaitu sebagai berikut: Ruang Lingkup . Secara keseluruhan tampaknya bahwa informasi akuntansi manajemen lingkup yang luas membantu manajer untuk mengganti dan mendiskusikan isu-isu strategis dan informasi akuntansi manajemen lingkup luas akan memberikan kontribusi positif untuk observasi, interpretasi, dan komunikasi dalam pengambilan keputusan. Ketepatan waktu (Timelines. Dimensi Ketepatan waktu informasi akuntansi manajemen, merupakan suatu tingkatan untuk informasi yang up-to-date, atau sejauh mana informasi yang tepat mencerminkan keadaan saat ini Format Format menyatakan informasi yang diwakili dengan cara yang dimengerti dan ditafsirkan untuk pengguna dan dengan demikian membantu dalam penyelesaian tugas. Akurasi (Accurac. Akurasi mengukur sejauh mana kebenaran informasi, tidak ambigu, bermakna, dipercaya dan konsisten. Integrasi (Integratio. Integrasi mengukur "tingkat dimana suatu sistem memfasilitasi kombinasi informasi dari berbagai sumber untuk mendukung keputusan bisnis. Fleksibilitas (Flexibilit. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Fleksibilitas mengunkur "sejauh mana sistem dapat beradaptasi dengan berbagai kebutuhan pengguna dan perubahan kondisi". Aksesibilitas (Accessibilit. Aksesibilitas mengukur "sejauh mana sistem dan informasi yang dikandungnya dapat diakses dengan usaha yang relatif rendah. Akses informasi dapat dilihat sebagai kondisi yang diperlukan untuk kualitas Formalisasi (Formalizatio. Formalisasi mengukur sejauh mana suatu sistem berisi aturan atau Dalam rangka untuk mengkoordinasikan kegiatan, organisasi menetapkan prosedur tentang bagaimana bereaksi terhadap rangsangan dari sistem akuntansi manajemen. Kekayaan media (Media Richnes. Kekayaan media mengukur sejauh mana sistem menggunakan saluran yang memungkinkan interaksi pribadi tingkat tinggi. isu-isu strategis yang sulit untuk dihitung dan memerlukan sudut pandang yang berbeda dalam rangka menciptakan interpretasi. Kerangka Pemikiran Dan Hipotesis Gambar 2. 3 Kerangka Pemikiran Lisa Khairina Putri, 2008. Bernandet Dwita Sulistiowati, 2013. Lina Wiryana dan Yvone Augustine, 2014. Sutapa dan R Erviana Y, 2010. Nurmala Sari. Juhendra, 2011. Arri Irawan, 2010 KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN (X. Salvatore, 2005. Baye dan Prince. Herry Ahmad Buchory, 2010. Griffin, 2002. Fuad et al, 2006. Robins, 2010. Dadang dan Andi, 2007. Ulber, 2011. Hani Handoko, 2009 KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN (Y) Baldric Siregar et al, 2013. Hansen dan Mowen, 2009. Kautsar Risa salman Mochammad farid, 2016. Heidmann, 2008 STRATEGI BISNIS (X. Fred R. David, 2006. Eddy Yunus. Husein Umar, 2008. Ismail Solihin, 2012. Herry Achamad dan Djaslim Saladin, 2010. Warren et al. Tedjo dan Udan, 2005 Lisa Khairina Putri, 2008. Fanny Paylosa, 2014. Tjahjani Murdijaningsih, 2012 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Hipotesis Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang dapat disajikan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Ketidakpastian Lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. H2: Strategi Bisnis berpengaruh secara signifikan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. METODE PENELITIAN Husein Umar . mengungkapkan bahwa desain riset merupakan semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Sedangkan menurut Uhar Suharsaputra . desain penelitian merupakan Gambaran berkaitan dengan bagaimana penelitian itu akan dilaksanakan. Kemudian S. Nasution . mengemukakan desain penelitian sebagai rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan tujuan penelitian itu. Moh. Nazir . mengemukakan bahwa desain penelitian mencakup proses-proses berikut: Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian. Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta hubunganhubungan dengan penelitian sebelumnya. Memformulasikan masalah penelitian untuk membuat spesifikasi dari tujuan, luas jangkau . dan hipotesa untuk diuji. Membangun penyelidikan atau percobaan. Memilih serta memberi definisi terhadap pengukuran variabel-variabel. Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data. Membuat coding, serta mengadakan editing dan processing data. Menganalisa data serta pemilihan prosedur statistik untuk mengadakan generalisasi serta inferensi statistik. Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitian, diskusi serta interpretasi data, generalisasi, kekurangan-kekurangan dalam penemuan, serta menganjurkan beberapa saran-saran dan kerja penelitian yang akan Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penelitian ini ditetapkan desain penelitian yang mencakup proses-proses sebagai berikut: Merumusakan masalah penelitian yang diteliti yaitu ketidakpastian lingkungan . ariabel X. sebagai variabel bebas, strategi bisnis . ariabel X. sebagai variabel bebas, dan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen . ariabel Y) sebagai variabel terikat. Memilih serta memberi pengukuran variabel. Pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran dengan menggunakan skala ordinal karena data yang diukur berbentuk peringkat. Memilih prosedur dan teknik yang digunakan, teknik yang digunakan untuk mengubah data-data kualitatif yang diperoleh menjadi suatu urutan data JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Menyusun alat serta teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket atau kuesioner. Kuesioner yang digunakan nantinya akan disebarluaskan kepada responden yang peryataan di dalamnya berhubungan dengan variabel yang diteliti. Kuesioner yang digunakan dalam mendukung penelitian ini, nantinya akan dihitung dengan menggunakan statistik hitung. Ukuran yang digunakan untuk menilai jawaban yang diberikan dalam menguji variabel yang diteliti yaitu 5 . tingkat, berawal dari 5 sampai dengan 1 untuk setiap peryataan positif dan 1 sampai dengan 5 untuk pernyataan negatif. Untuk menguji layak tidaknya kuesioner, maka dilakukan pengujian validitas dan uji reliabilitas. Uji statistik menggunakan rumus statistik uji t dengan membandingkan t hitung dan t tabel. Pelaporan hasil penelitian termasuk proses penelitian dan interpretasi Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Suharsimi Arikunto . menyatakan bahwa penelitian deskriptif berasal dari istilah bahasa inggris yaitu to describe yang berarti memaparkan atau menggambarkan sesuatu hal, misalnya keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan, dan lain-lain. Selain penelitian deskriptif, penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sugiyono . menjelaskan metode kuantitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Tabel 1 Operasionaliasi Variabel Variabel Ketidakpastian Lingkungan (X. Salvatore, 2005. Baye dan Prince, 2016. Herry Ahmad Buchory, 2010. Griffin, 2002. Fuad et al. Robins, 2010. Dadang dan Andi, 2007. Ulber, 2011. Hani Handoko, 2009 Strategi Bisnis (X. Fred R. David, 2006. Indikator Skala Kuesioner -Lingkungan dinamis dan tidak Ordina dapat di prediksi Laju Perubahan -Lingkungan (Robbins dan memiliki pesaing baru dan Coulter, tidak ada terobosan teknologi Ordina -Tidak dibutuhkan pengetuan l Ordina komponen-komponen Kompleksitas Lingkungan stabil dan dapat l Ordina 4 Lingkungan (Robbins dan Sedikit komponen dalam Coulter, lingkungan komponen tidak 2010:. begitu beragam dan tidak banyak berubah Ordina 5 - Tingkat produk yang l Defenders (Hunger Ordina 6 Dimensi JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Eddy Yunus, 2016. Husein Umar, 2008. Ismail Solihin, 2012. - Berfokus pada efisiensi kegiatan-kegiatan operasi yang telah ada Wheelen, 2003: Ordina Herry Achamad Djaslim Saladin, 2010. Warren et al, 2008. Tedjo dan Udan, 2005. Hunger dan Wheelen, 2003 - Tidak suka melakukan Ordinal inovasi produk - Lini produk luas Ordinal Berfokus pada inovasi Ordinal Prospectors Berorientasi (Hunger penjualan dan kurangnya Wheelen, 2003: Ordinal - Tingkat perusahaan dalam Ordinal - Berorientasi pada dua Ordinal Analyzers (Hunger Wheelen, 2003: - Efisiensi pada era yang stabil dan inovasi pada era Ordinal - Kurangnya konsistensi Reactors Ordinal (Hunger Wheelen, 2003: - Tanggapan terhadap lingkungan tidak efisien cenderung melakukan Ordinal perubahan sebagian Kualitas Sistem Informasi Ruang Lingkup - Time horizon berarti . Akuntansi Manajemen mengandung informasi (Y) Baldric Siregar et al, (Heidmann, masa lalu dan masa Ordinal Hansen dan 2008:. Mowen, 2009. Kautsar - Kuantitas Risa informasi finansial dan Ordinal Mochammad farid, 2016. non-finansial Heidmann, 2008. Ketepatan waktu - Informasi disajikan tepat (Timelines. (Heidmann. Ordinal - Menyatakan Format (Heidmann, 2008:. ditafsirkan untuk pengguna dan dengan demikian Ordinal penyelesaian tugas. - Sejauh mana kebenaran Akurasi (Accurac. informasi, tidak ambigu, (Heidmann, bermakna, dipercaya dan Ordinal JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Integrasi (Integratio. (Heidmann, 2008:. - Mengukur tingkat dimana suatu sistem memfasilitasi kombinasi informasi dari berbagai sumber untuk Ordinal HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Aksesibilitas (Accessibilit. (Heidmann, 2008:. Formalisasi (Formalizatio. (Heidmann, 2008:. Fleksibilitas (Flexibilit. (Heidmann, 2008:. Kekayaan media (Media Richnes. (Heidmann, 2008:. Mengukur sejauh mana sistem dan informasi yang diakses dengan usaha Ordinal 23 yang relatif rendah. Mengukur sejauh mana suatu sistem berisi aturan Ordinal 24 atau prosedur. Mengunkur sejauh mana sistem dapat beradaptasi kebutuhan pengguna dan Ordinal 25 perubahan kondisi. Mengukur sejauh mana memungkinkan interaksi Ordinal 26 pribadi tingkat tinggi. Dalam structural equation modeling (PLS) ada dua jenis model yang terbentuk, yaitu model pengukuran dan model struktural. Model pengukuran menjelaskan proporsi varians masing-masing variabel manifest . yang dapat dijelaskan di dalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam pembentukan variabel laten. Setelah model pengukuran masing-masing variabel laten diuraikan selanjutnya akan dijabarkan model struktural yang akan mengkaji pengaruh masing-masing variabel laten independen . ksogenous latent variabl. terhadap variabel laten dependen . ndogenous latent variabl. Model pengukuran digunakan sebagai goodness of fit untuk outer model. Dimana dalam uji kecocokan model ini dijelaskan baik convergent validity dan discriminant validity. Convergent validity berupa loading factor yang menjelaskan proporsi variance masing-masing variabel manifest . imensi/indikato. yang dapat dijelaskan didalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam merefleksikan variabel laten. Dimensi yang memiliki loading factor kurang dari 0,5 sebaiknya dikeluarkan dari model. Selain itu diperoleh tvalue lebih besar untuk masing-masing variabel manifest. Dimana apabila t-value lebih besar dari 1,96 memiliki arti bahwa variabel manifes merefleksikan dengan baik variabel latennya. Untuk discriminant validity akan diketahui average variance extracted (AVE), dan composite reliability (CR) sebagai uji kecocokan variabel manifest yang mampu merefleksikan variabel latennya. Composite reliability yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,7 (CR>0,. sedangkan average JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 variance extracted (AVE) yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,5 (AVE > 0,. Untuk menguji hipotesis penelitian yang mengisyaratkan hubungan kasualitas antar variabel-variabel laten, penulis memakai metode structural equation modeling (SEM) berbasis struktur variance yang disebut sebagai least square path modeling (PLS- PM). Alasan pemilihan PLS karena ukuran sampel yang digunakan relatif kecil. Untuk menaksir parameter model dalam PLS-PM penulis menggunakan bantuan software Smart-PLS. analisis data dimulai dengan mengguanakan nilai-nilai variabel-variabel indikator yang terhubung kepada dimensi-dimensi tersebut. Berdasarkan kepada hasil ini, selanjutnya estimasi parameter model dengan menggunakan PLS yang diolah memakai smartPLS diperoleh hasil penaksiran parameter model sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Perhitungan Nilai-nilai Loading Facto Variable Dimensi Laju Perubahan Kompleksitas Lingkungan Defenders Prospectors Analyzers Reactors Ruang Lingkup Ketepatan waktu Format Akurasi Integrasi Aksesibilitas Formalisasi Fleksibilitas Kekayaan media Ketidakpastian Lingkungan 0,93 0,813 Strategi Bisnis Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen 0,817 0,773 0,504 0,845 0,809 0,674 0,885 0,83 0,619 0,61 0,745 0,514 0,614 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Berdasarkan hasil penaksiran nilai-nilai parameter model yang diperlihatkan dalam tabel diatas, terlihat semua indikator memiliki loading factor lebih dari 0,4 (> 0,. oleh karena itu tidak ada yang di eliminasi dari model pengukuran atau semua indikator digunakan dalam model pengukuran. Penelitian ini pada PLS-SEM algorithm mempunyai maximum number iteration adalah 300 dan the stop criterion adalah 10Oe5 . ,00. serta skema pembobotan menggunakan path dengan initial weight adalah 1,00. Gambar 4. 4 Koefisien-koefisien standardized model struktural Hipotesis statistik Koefisien jalur ya0 : yu11 = 0 ya0 : yu11 O 0 0,577 ya0 : yu12 = 0 ya0 : yu12 O 0 0,414 p-value 5,449 0,000 ya0 ditolak 3,824 0,000 ya0 ditolak PENGARUH KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat nilai ycEaycnycycycuyci variabel ketidakpastian lingkungan . lebih besar dari ycycoycycnycycnyc . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah ya0 ditolak, maka kesimpulan statistik adalah ketidakpastian lingkungan memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Besar pengaruh ketidakpastian lingkungan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 0,414. Koefisien besar pengaruh ini menunjukkan kenaikan ketidakpastian lingkungan sebesar satu standar deviasi akan menyebabkan kenaikan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar rata-rata 0,577 standar deviasi dengan menganggap yang lain konstan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh niali yce2 sebesar 1,018. karena nilai yce 2 diatas 0,35 . atasan nilai effect size tingg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh ketidakpastian lingkungan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen adalah tinggi. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat nilai ycEaycnycycycuyci variabel strategi bisnis . lebih besar dari ycycoycycnycycnyc . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah ya0 ditolak, maka kesimpulan statistik adalah strategi bisnis memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Besar pengaruh strategi bisnis terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 0,414. Koefisien besar pengaruh ini menunjukkan kenaikan strategi bisnis sebesar satu standar deviasi akan menyebabkan kenaikan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar rata-rata 0,414 standar deviasi dengan menganggap yang lain konstan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh niali yce2 sebesar 0,523 karena nilai yce 2 diatas 0,35 . atasan nilai effect size tingg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh strategi bisnis terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen adalah tinggi. KESIMPULAN Berdasarkan fenomena, rumusan masalah, hipotesis, dan hasil penelitian yang dilakukan di PT. Inti Bumi Perkasa maka dapat disimpulkan sebagai Ketidakpastian Lingkungan berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Namun Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen belum sepenuhnya berkualitas karena masing-masing dimensi dari ketidakpastian lingkungan yaitu laju perubahan dan kompleksitas lingkungan dalam penerapannya belum berjalan dengan sempurna. Strategi Bisnis berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Namun Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen belum sepenuhnya berkualitas karena masing-masing dari dimensi Strategi Bisnis yaitu defenders, prosfectors, analyzers, dan reactors dalam penerapannya belum berjalan secara sempurna. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan diatas, beberapa saran diharapkan dapat memberi manfaat yang berguna baik bagi kemajuan pihak perusahaan maupun bagi peneliti selanjutnya dimasa yang akan datang. Adapun saran dari peneliti sebagai berikut: Dengan melihat dimensi ketidakpastian lingkungan mengenai kompleksitas lingkungan, diharapkan para manajer diberi pengetahuan yang dibutuhkan organisasi serta memperhatikan profesionalisme pada setiap karyawan dengan cara memperhatikan pelatihan kepada karyawan mengenai teknologi, sehingga akan mempercepat kelancaran pekerjaan dan kelancaran dalam pemberian informasi. Kemudian, dimensi lainnya seperti laju perubahan, diharapkan para manajer mampu meningkatkan dan member pelatihan mengenai lingkungan yang akan dihadapi dimasa yang akan datang. Dengan melihat dimensi dari strategi bisnis perusahaan sebaiknya mampu menyediakan ruang untuk berinovasi dan menyuluhkan kepada karyawan untuk berinovasi sehingga perusahaan terus berkembang. Perusahaan sebaiknya dapat mengembangkan setiap potensial yang ada pada setiap JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 DAFTAR PUSTAKA