Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 2. No. 2 November 2024 https://doi. org/10. 37092/bouseik. https://jurnal. id/index. php/bouseik/index Mendidik Anak Usia Dini Berdasarkan Teori Albert Bandura: Penerapan AuHabitus Au Perilaku Pasiska1* 1Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari. Lubuklinggau. Indonesia bruspasiska@gmail. Article History Received: 04-07-2024 Revised : 24-07-2024 Accepted: 09-10-2024 Keywords: Albert Bandura. Social Cognitive Theory. Habitual Behavior Abstract The paper is aimed at finding out the method of educating children in accordance with the Hadith of the Prophet based on Albert Bandura's theory. As for the research method, the qualitative research method, with a descriptive approach, where formulating the research concepts in question, then the data sources used, namely, books supporting research theories, journals and applications of the Lidwa Pusaka Hadith, then the author analyzes the data using the data source device with the author's own instrument by using the perspective of the relevance of educational theories with the perspective of hadith and then a conclusion of educational concepts that can be applied to the world of education. With a focus on early childhood, by applying behavioral conditioning teaches parents, who act as "models" with Utusan as "models". It is hoped that with conditioning methods that are in accordance with Islamic teachings, children will be able to develop cognitive, social and moral to be better. Abstrak Tulisan tersebut ditujukan untuk mengetahui metode mendidik anak sesuai dengan Hadits Rasulullah berdasarkan teori Albert Bandura. Adapun metode penelitian metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif, dimana merumuskan konsepkonsep penelitian yang dimaksud, kemudian sumber data yang digunakan yakni, buku-buku pendukung teori penelitian, jurnal-jurnal dan aplikasi Hadits Lidwa Pusaka, menggunakan perangkat sumber data tersebut dengan instrument penulis itu sendiri dengan menggunakan persepektif relevansi teori-teori Pendidikan dengan persepektif hadits lalu diambil sebuah kesimpulan 134 Pasiska. Mendidik Anak Usia Dini Berdasarkan Teori Albert Bandura,A Kata Kunci: Albert Bandura. Teori Kognitif Sosial. Perilaku Kebiasaan konsep-konsep Pendidikan yang dapat dipalikasikan pada dunia Pendidikan. Dengan fokus pada anak usia dini, dengan menerapkan pengkondisian perilaku mengajarkan orang tua, yang bertindak sebagai "model" dengan Utusan sebagai "model". Diharapkan dengan metode pengkondisian yang sesuai dengan ajaran Islam, anak mampu mengembangkan kognitif, sosial dan moral menjadi lebih baik. Pendahuluan Sudah kodrat sepasang suami istri ingin memiliki anak, sebagai pelengkap dalam sebuah keluarga. Anak merupakan amanah, yang harus dijaga, diberikan kasih sayang dan pendidikan. Keluarga mempunyai peranan penting dalam lingkungan masyarakat islam maupun non islam. karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama dimana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya. Pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahuntahun pertama dalam kehidupannya . ra sekola. (AlwAn, 1. Pendidikan merupakan proses pembelajaran yang terus Pendidikan keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian (Halid Hanafi, 2018, p. Pendidikan tidak hanya berlangsung disekolah formal akan tetapi juga berlangsung di lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga. Metode pendidikan yang digunakan masing-masing keluarga berbeda-beda, dan metode tersebut sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, menjadi apa nantinya itu tergantung dari pendidikan yang diajarkan keluarga sejak kecil. Macam macam metode tersebut salah satunya adalah Metode pendidikan yang digunakan Ibnu Khaldun (Pasiska, 2. yakni: metode penerapan (Tadarru. , metode pengulangan (Tikra. Metode kasih sayang (Al-Qurb Wa Al-Muyana. , metode peninjauan kematangan usia, metode penyesuaian fisik dan psikis peserta didik, metode kesesuaian dengan perkembangan potensi peserta didik, metode penguasaan satu bidang, metode widya wisata (Rihla. , metode praktek/latihan (Tadri. , metode menghindari peringkasan buku (Ikhtisar At-Turu. , sebagai bentuk alternatif dari metode pendidikan yang bisa digunakan dan diaplikasikan didunia pendidikan. Pada usia 2-7 tahun, dari segi kognitif anak mulai belajar menggunakan bahasa dan menggambarkan objek dan kata-kata. Berpikir masih bersifat egosentris: mempunyai kesulitan menerima pandangan orang lain. Mengklarifikasikan objek menurut tanda (Rita L. Atkinson. Richard C. Atkinson, 1. Kebanyakan anak pada usia 3 tahun memfokuskan pada jumlak kerusakan dan menilai kejahatan. Tetapi anak berusia 4 tahun dan 5 tahun mulai mepertimbangkan tujuan dan akibatnya dalam mengevaluasi. (Rita L. Atkinson. Richard C. Atkinson. Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 Dalam psikologi ada berbagai metode pendidikan yang digunakan dalam membentuk perilaku seseorang seperti metode reward and punishment, atau teorinya Piaget tentang perkembangan kognitif dari sejak lahir sampai menua. Untuk membentuk perilaku tidak harus dengan tuntutan reward and punishment, justru Bandura menawarkan alternatif lain yakni pandangan tentang tekanan sosial yang berkontribusi pada perilaku . eori kognisi sosia. (Virginia Krolczyk. Albert Bandura merupakan tokoh psikolog dan profesor emiritus ilmu psikologi sosial di Stanford University. Bandura lahir pada 4 desember 1925 di Mundare. Alberta. Kanada. Bandura mengambil kuliah di Unuversity of British Columbia dan lulus pada tahun 1949 dengan gelar B. Ia memenangkan Bolocan Award di bidang psikologi (Duane P. Schultz, 2. Selanjutnya, ia melanjutkan studi di University of Iowa, lulus pada tahun 1951, ia memperoleh gelar M. A setahun kemudian ia memperoleh gelar Ph. Ia telah memberikan kontribusi tak terhingga terhadap berbagai bidang kajian psikologi. Ia dikenal sebagai pencetus teori kognisi sosial. hal yang paling dikenal dari bandura adalah eksperimennya menggunakan boneka bobo untuk mempelajari sikap agresi dan non agresi pada anak. Metode Penelitian Dalam tulisan ini penulis menggukan metode penelitian kualitatif (Moleong, 2. , dengan pendekatan deskriptif, dimana merumuskan konsep-konsep penelitian yang dimaksud, kemudian sumber data yang digunakan yakni, buku-buku pendukung teori penelitian, jurnal-jurnal dan aplikasi Hadits Lidwa Pusaka, kemudian penulis menganalisis data menggunakan perangkat sumber data tersebut dengan instrument penulis itu sendiri dengan menggunakan persepektif relevansi teori-teori Pendidikan dengan persepektif hadits lalu diambil sebuah kesimpulan konsep-konsep Pendidikan yang dapat dipalikasikan pada dunia Pendidikan. Pembahasan Teori kognisi sosial . ocial learning theor. hasil pengembangan oleh Albert Bandura merupakan nama baru dari teori belajar sosial. Teori kognitif sosial Bandura merupakan pengembangan dari gagasan Miller dan Dollard (Duane P. Schultz, 2. tentang gagasan meniru. Bandura berusaha mengelaborasi kembali proses belajar sosial dengan faktorfaktor kognitif dan behavioral yang mempengaruhi seseorang dalam proses tersebut. Konsep utama dari teori kognitif sosial adalah proses belajar untuk mengamati. Jika ada seorang AumodelAy didalam lingkungan internal individu . eman, orang tua, kaka. atau dilingkungan publik . rtis, olahragawa. maka proses belajar individu akan terjadi dengan cara memperhatikan model tersebut. Terkadang perilaku seseorang bisa hanya disebabkan oleh proses modeling . eniru mode. Teori kognisi sosial Bandura terbagi menjadi: 136 Pasiska. Mendidik Anak Usia Dini Berdasarkan Teori Albert Bandura,A Modeling Modeling merupakan tindakan yang dilakukan dengan cara meniru dengan apa yang dia lihat. (Duane P. Schultz, 2. Sebagai contoh, seorang ibu mengajarkan kepada anaknya cara mengikat sepatu dengan memeragakan berulang kali sehingga sianak bisa melakukannya sendiri. Maka, proses tersebut disebut modeling. Pada proses peniruan interpersonal, proses modeling juga dapat terlihat pada narasumber yang ditampilkan oleh media. Misalnya, seseorang bisa meniru cara memasak kue dalam acara kuliner di TV. Namun demikian tidak semua nara sumber dapat mempengaruhi khalayak. Dalam konsep ini, teori kognitif sosial kembali pada konsep dasar tentang reward and punishment dalam konteks belajar Penguatan Dalam hal ini proses penguatan bekerja dalam dua efek. Pertama, inhibitory effects (Duane P. Schultz, 2. Efek ini terjadi ketika seseorang melihat model yang diberi hukuman karena melakukan perilaku tertentu. Kedua, disinhibitory effects. Efek ini terjadi ketika model diberi penghargaan atau imbalan atas suatu perilaku. Efek-efek yang dikemukakan tidak bergantung pada reward and punishment. Efek dipengaruhi oleh penguatan atas sesuatu yang dialami oleh orang lain, tetapi dirasakan seseorang sebagai pengalamannya sendiri. Menurut Bandura, vicarious reinforcement terjadi karena adanya konsep pengharapan hasil . utcome expectation. dan harapan akan hasil . utcome expectancie. Pengharapan hasil menunjukkan bahwa ketika model diberi penghargaan dan hukuman, ia akan berharap mendapatkan hasil yang sama jika melakukan perilaku identik dengan model. Selanjutnya seseorang mengikat diri dari pengharapan tersebut dalam bentuk harapan akan hasil. Harapanharapan ini mempertimbangkan sejauh mana penguatan tertentu yang diamati itu dipandang sebagai imbalan atau hukuman. Identifikasi Diri Jika seorang merasakan adanya kontak diri secara psikis dengan sang model, maka proses copy atau belajarnya akan lebih maksimal karena berusaha mengikuti dengan model yang ia lihat melalui citra penglihatan (Duane P. Schultz, 2. Identifikasi muncul pada diri seseorang mulai dari ingin meniru hingga berusaha menjadi seperti sang model dengan beberapa kualitas yang lebih baik. Self-Efficacy Teori kognitif sosial juga mempertimbangkan pentingnya kemampuan individu sebagai AupengamatAy untuk menampilkan sebuah perilaku khusus sekaligus kepercayaan yang dimilikinya (Duane P. Schultz, 2. Kepercayaan ini disebut dengan efikasi diri. Dalam hal ini, efikasi dipandang sebagai sebuat prasyarat kritis dari perubahan perilaku. Lebih lanjut Bandura mengatakan, hasil dari eksperimen boneka bobo menekankan bahwa perilaku anak dipengaruhi oleh tindakan orang dewasa (Irawan. Islam mengajarkan setiap orang tua dalam mendidik anak sebagaimana nabi mendidik anak-anaknya. Ada banyak ayat yang menjelaskan tentang metode pendidikan seperi surah ibrahim, surah Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 luqman dsb. Disini, akan membahas tentang hadist-hadist tema bahasan, yakni metode mendidik anak oleh orang tua khususnya pembentukan perilaku anak usia 3-6 tahun berdasarkan teori Albert Bandura diatas. Jadi orang tua disini bertindak sebagai AumodelAy terhadap anak. Dari uraian diatas maka diperoleh permasalahan terkait metode mendidik anak terhadap teori Albert Bandura, orang tua sebagai AumodelAy pembentukan akhlak, . embentuk perilak. yaitu hubungan antara hadist dengan teori Albert Bandura yang digunakan sebagai metode terhadap pembentukan mendidik perilaku anak dan deskripsi hadist tersebut jika dilihat dari segi teori Bandura. Perkembangan Anak-Anak Selama Masa Pra Sekolah Anak-anak dapat disebut usia prasekolah ketika mereka berumur antara 3 dan 5 tahun. Ini adalah masa perubahan pesat dalam semua bidang Anak-anak menguasai kebanyakan kemampuan motorik pada akhir periode ini dan dapat menggunakan kemampuan fisiknya untuk mencapai berbagai jenis tujuan. Secara kognisi, mereka mulai mengembangkan pemahaman tentang kelompok dan hubungan serta menyerap banyak informasi tentang dunia fisik dan sosial mereka. Pada usia 6 tahun anak-anak menggunakan pembicaraan yang hampir seluruhnya matang bukan hanya untuk mengungkapkan keinginan dan kebutuhannya, tetapi juga berbagai gagasan dan pengalamannya. Secara sosial anak-anak mempelajari perilaku dan aturan yang tepat dan makin terampil berinteraksi dengan anak lain. Ketika masing-masing aspek perkembangan ini dibahas, ingatlah tingkat kerumitan perkembangan tersebut dan bagaimana semua segi pertumbuhan anak tersebut saling terkait. Walaupun perkembangan fisik, kognisi dan sosial dapat ditempatkan ke dalam bagian-bagian yang terpisah dalam satu buku, dalam kehidupan nyata semua itu tidak hanya saling terjalin tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan yang menjadi tempat anakanak tumbuh. Perkembangan Fisik Perkembangan fisik menjelaskan perubahan penampilan fisik anakanak dn juga motoriknya. Selama masa prasekolah, urutan yang dialami semua anak ketika mengembangkan kemampuan motorik pada umumnya sama, walaupun beberapa anak menguasai kemampuan lebih cepat dari pada yang lain. Pencapaian fisik utama bagi anak-anak prasekolah adalah peningkatan pengendalian terhadap otot-otot besar dan kecil. Perkembangan otot kecil terkait dengan gerakan yang memerlukan ketepatan dan kecekatan, seperti mengancing kemeja. Perkembangan otot besar, melibatkan kegiatan seperti berjalan dan berlari. (Lindzey, 1. 138 Pasiska. Mendidik Anak Usia Dini Berdasarkan Teori Albert Bandura,A Perkembangan Motorik Anak-anak prasekolah Kemampuan 2 tahun Berjalan dengan kaki mengangkang dan tubuh Dapat memanjat, mendorong, menarik berlari, bergantung dengan dua tangan. Mempunyai sedikit daya tahan meraih benda dengan dua tangan 3 tahun Lebih merapatkan kedua kaki ketika berjalan dan Dapat berlari dan bergerak lebih mulus. Meraih benda dengan satu tangan. Melumuri dan mengoleskan cat. menyusun balok. 4 tahun Dapat merubah irama berlari. Melompat dengan Mempunyai kekuatan, daya tahan, dan koordinasi yang lebih besar. Menggunakan bangun dan bentuk yang sederhana. membuat balok untuk bangunan. 5 tahun Dapat berjalan dengan keseimbangan. Melompat dengan mulus. berdiri pada satu kaki. Dapat mengurus kancing dan resleting. dapat mengikat tali Menggunakan perkakas dan alat dengan Setelah usia 6 atau 7 tahun, anak-anak menguasai hanya sedikit kemampuan dasar yang sama sekali baru. sebaliknya kualitas dan tingkat kerumitan mereka meningkat. Perkembangan Kognisi Penguasaan bahasa sejak lahir hingga usia sekitar 2 tahun, bayi memahami dunianya melalui indera mereka. Hanya ketika anak-anak mengalami peralihan dari tahap sensorimotor ke tahap pra operasi . ada usia sekitar 2 tahu. dan mulai berbicara menggunakan simbol-simbol mental, mereka dapat menggunakan pemikiran atau konsep untuk memahami dunia mereka. Namun, selama tahap praoperasi, pemikiranya masih bersifat pra-logika, yang terikat papa tindakan fisik dan ke-tampak-an sesuatu bagi mereka. Anak-anak lazimnya mengembangkan kemampuan bahasa dasar sebelum masuk sekolah. Perkembangan bahasa melibatkan komunkasi lisan maupun tertulis. Kemampuan verbal berkembang sangat dini dan pada usia 3 tahun, anak-anak sudak menjadi pembicara yang terampil. Pada akhri masa prasekolah, anak-anak dapat menggunakan dan memahami kalimat dalam jumlah yang hampir mereka tidak tertinggal, dapat melakukan percakapan, dan tahu tentang bahasa tertulis. Perkembangan bahasa lisan, atau bahasa yang diucapkan, tidak hanya mengharuskan untuk mempelajari kata-kata tetapi juga memelajari aturan pembentukan kata dan kalimat (Usman, 2. Perkembangan bahasa lisan sangat dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas pembicaraan yang dilakukan orang tua dengan anak-anak mereka. Membaca. Belajar membaca pada kelas-kelas awal sekolah dasar adalah salah satu yang terpenting dari semua Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 tugas perkembangan, karena mata pelajaran lain bergantung pada membaca karena dalam masyarakat kita keberhasilan sekolah disamakan dengan keberhasilan membaca. Menulis. Kemampuan menulis anak-anak mengikuti urutan perkembangan. Kemapuan ini muncul dari coretan sebelumnya dan pada awalnya tersebar acak diseluruh halaman. Karakteristik ini mencerminkan pemahaman yang tidak lengkap tentang batas-batas kata dan juga ketidakmampuan menciptakan baris ke dalam pikiran untuk menempatkan huruf. Perkembangan Sosioemosi Jaringan sosial tumbuh dari hubungan yang intim dengan orang tua pengasuh lain yang juga meliputi anggota keluarga lain, orang dewasa yang bukan anggota keluarga, dan teman sebaya (Slavin, 2. Hubungan teman sebaya selama masa prasekolah mulai memainkan peran penting dalam perkembangan sosial dan kognisi anak-anak. Meskipun hubungan dengan teman sebaya berbeda-beda dalam beberapa hal dari interaksi mereka dengan orang dewasa. Kebanyakan interaksi anak-anak prasekolah terjadi selama permainan, permainan berperan penting bagi anak-anak karena hal itu melatih kemampuan bahasa, kognisi dan sosial mereka dan memberi andil bagi perkembangan kepribadian umum mereka. (Slavin, 2. Pentingnya masa anak dan karakteristi anak usia dini menuntut pendekatan yang akan digunakan dalam pendekatan memusatkan perhatiannya pada anak. Pada masa usia dini anak-anak perlu dididik dengan sebaik-baiknya dengan metode yang sesuai dengan situasi dan kondisi mereka (Zaini, 2. Dalam islam metode yang baik yaitu Karena orang tua bertindak sebagai AumodelAy jadi orang tua dalam sehari-hari harus bertindak baik, mengucapkan kata-kata yang baik dan bertingkah laku seperti apa yang diajarkan nabi. Dari sini karena setiap hari anak melihat, mulai sekedar mengikuti dan lama-lama akhirnya menjadi kebiasaan. Mendidik anak yang baik merupakan sifat seorang ibu Dia senantiasa mendidik anaknya dengan akhlak yang baik, yaitu akhlak Muhammad dan para sahabatnya yang mulia, dengan menanamkan akidah yang bersih yang bersumber dari kitab dan hadist sahih. (Usman. Relevansi Hadist-hadist Tentang Tema Bahasan Tidak lah lengkap jika tidak merujuk hadist dalam segala praktek atau penerapan ajaran islam secara faktual dan ideal. Hal ini mengingat bahwa pribadi Nabi SAW merupakan perwujudan alquran yang ditafsirkan manusia (Mursyid, 2. Tema disini yaitu tentang metode mendidik anak usia dini, ada beberapa contoh hadist yang membahas tentang metode orang tua dalam mendidik, yaitu: Hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah e aA eI aN CaEA AOA a a a AacEEA a Aa aA a A eIA a a A eI ea aOA a A eI aN saIA a AA a acaIa a eA aO aIA a ca AOA a a acaIa aI a acI a eIa OaOA cU A a a a ae aA a AA ca ca aEac aI a aO a eI aEEa EEA a AacEEA a aAE aI AaCa aE CaaEOIA a AacEEA a AE eO aN aOA a AE eO aN aOA a AOA a a AuaEaO EIacaOA a ca AAEOA a ca AAEacOA ca aAEA eOaIa Aa aI IaCaaE aN eI AaCa aE EIacA aAE e aIA ca acEE I eaI Ca eE aEA a ca aA a eI Iaa A AuTelah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan 140 Pasiska. Mendidik Anak Usia Dini Berdasarkan Teori Albert Bandura,A kepada kami Sufyan dari Hisyam dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha dia berkata. "Seorang Arab Badui datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata. "Kalian menciumi anak-anak kalian, padahal kami tidak pernah menciumi anak-anak kami. " Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah aku memiliki apa yang telah Allah hilangkan dari hatimu berupa sikap kasih sayang?" Hadist yang diriwayatkan oleh Umar bin Abu Salamah AOA a a A eI aaO aOea A a A eI aEa eO aIIa aeI a aaE sEA a Aa acaIa aI a acI a e aI aEa eO aIIa Ea aO eO UIA a A eI a aI a aeI aaOA ca aAEa aIa Ca aE Ca aE EIacA acEE aOEa eE aOa aIOIaEa aOEa eE aI acI OaEaOEA a AacEEA a aAO AA a AEa eO aN aOA a ca AAEacOA ca aAEac aI e aI aIA a ca A aIA Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sulaiman Luwain dari Sulaiman bin Bilal dari Abu Wajzah dari Umar bin Abu Salamah ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Wahai anakku mendekatlah, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah dari yang dekat. Hadist yang diriwayatkan oleh Ar-RubaiAo binti MuAoawwidz e aA aI a aO s CaEA AAEacOA a AEa aO a a eIA ca aA ac U a acaIa a e a eIa eE aIAA ca A eIA a aA aE a acaIa a aE a e aI a eE aOIA a A a eA a Aa acaIa aIA a AOA ca A aE EIac aA a UIA a AE aIA e a a aIAa U AaEOaa acI a aCOac Oa eO aI aN aO aII A e A aII A a a A aA a AacEEA a AEa eO aN aOA a a aA a AO a uaEO C aO eEIA a a a a a ca ca AEaO EA A a aIA AIA AOA ANA AIA AOA a AIA AIA AEA a AA AEA ACA AIA a aEOA a AA eOaIaIa aOIae a aE Ea aN eI EEac eaa aI eI eE a eN aI Aauaa a aEO a a aNa eIA a AA aO aIA a a ca a AeEAA a A a e eOIaNa Ea aO OaEOIa aI aA Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Bisyir bin Al Mufadhdhal telah menceritakan kepada kami Khalid bin Dzakwan dari Ar-Rubai' binti Mu'awwidz berkata. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengirim utusan ke kampung Kaum Anshar pada siang hari 'Asyura . ntuk menyampaika. : "Bahwa siapa yang tidak berpuasa sejak pagi hari maka dia harus menggantinya pada hari yang lain, dan siapa yang sudah berpuasa sejak pagi hari maka hendaklah dia melanjutkan puasanya". Dia (Ar-Rubai' binti Mu'awwid. "Setelah itu kami selalu berpuasa dan kami juga mendidik anak-anak kecil kami untuk berpuasa dan kami sediakan untuk mereka semacam alat permainan terbuat dari bulu domba, apabila seorang dari mereka ada yang menangis meminta makan maka kami beri dia permainan itu. Demikianlah terus kami lakukan hingga tiba waktu (Apps, 2. Kajian Sanad Hadist Struktur kedua dalam hadist adalah sanad. Sanad merupakan jalan yang menghubungkan matan hadist kepada nabi Muhammad (Suryadilaga, 2. A eIA a Aa acaIa aaO a eE a e aI aaOA a aA eI a eAOaIa Ca aE aaO a eE s a acaIa a eAOa aI e aI aOa eOIaA a A eOaa aO e aI aaO a aI a a aIOUA a ca Ae aaO aEA AacEEA a A eI aO eNA a AaOA a AIa aNa I eaI a aI a aeI a aOA a aAIA a A aeI aE eOA s A eE aOEaO a aeI aEA a AacEEA a ca AAEacOA a AEa aIa Ca aE Ea eIa AaO aA e AEac aI aOEaIA acEE aOE eE aOa aIOIaEa aOE eE aI acI OaEaOEA a a OaaO aA a AO AaO EAace Aa a AaCa aE EaO Oa a aaE aIA a AEa eO aN aOA a ca A aIA Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ibnu Abu 'Umar -semuanya- dari Sufyan. Abu Bakr berkata. Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari Al Walid bin Katsir dari Wahb bin Kaisan yang dia dengar dari 'Umar bin Abu Salamah ia berkata. Dulu aku berada di pangkuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lantas tanganku memegang piring, maka beliau bersabda kepadaku: "Wahai anak, sebutlah Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu. Keterangan para perawinya adalah sebagai berikut: Umar bin Abu Salamah Bernama lengkap Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdu al-Asad. Kuniyah abu Hafsh. Beliau adalah kalangan sahabat. Hidup dimadinah dan wafat pada tahun 83 H. Guru-gurunya adalah Abu Yazid. Abu Bakar bin Iyas bin Salim. Abu Qitodah bin YaAokub bin Abdullah bin tsaAolabah bin shoiir dst. Murid-muridnya adalah Ahmad bin Ishaq bin Ayub bin yazid bin abdurahman bin nuh. Ahmad bin Ishaq bin Musa. Ahmad bin Hasan. Ahmad bin Hasan bin Qasim bin Samrah. Ahmad bin Hasan bin Abdul Jabar bin Rasyid. Ahmad bin Husain bin Ishaq bin Hamzah bin Muaz. Abu MasAoud dst. Beberapa komentar ulama tentang Umar bin Abu Salamah. AECOEA AEEIA UA i E OI OAIA OEAUAICI A OIA AOEI A NE IIN EEICOA AO I IA AI EOA AAOCA AO AA IA AI NOIA AI O A IINA AEOA AA NE EEOAA AI I IOA AENIOA AAOC ONO uEO II IIA AI I IEA ACA AI I OA AEIOA AEOAO C OEI A EEOA AI I AEA AEOEOA A OO I OE OO eEOA OAUAEOAO CA AONOIA AI O IA AEOA AC A A AIOAA AIA AECaEIOA AEI ICI A IE AIA EII OEEIA AOEAOA AEOA AEOA A uEON EIINO AO ECAUAO EAA AENOA A INOA:A OIAUAIOO EO EN IINIA UA O E I O OA:AEO uEO uEOA A OEO IAUA o I IOIAUAOI I IEA A AO E NI EN OINI OAUAEIOIOA AECI I aEIA AENOOA AOA a142 Pasiska. Mendidik Anak Usia Dini Berdasarkan Teori Albert Bandura,AA AEEA UAOI ACNI AONA UAo INI ENA UAOEOA AEINI NA AA13AA AA I IIA AEAOOA AE II I IIO I IO O ON ACE AONIA ACOE EI I ENA AA14AA AAE I IIA AA II EI I EIEA AA15AA A ECO IA ACI EOA AC A AA16AA A EII IA AIA AOOAA ACA AA17AA AI I IA AeENOOA AEI OC I EOI EO EENI EO E OA AE AIN ONA AA18AA AIO I EOA AEAaEA AI O A IINA AA19AA ACO I OA AE IN EE OA AA20AA Ao I A AEIO EIIOA AOE I O O II NE EEI EIO OIOIIA AI EE IA AA21AA Ao I IOIA AEEOA uE IO O OA :AO E OIIAUAA AOIA :AO E II AOCA UAOEO O EI IIA AE II OE EEI IAC AONA AA22AA AOCO I OA AEOOA AEI AON NOI EOA UAEI OEI OAAE NN eEOA A)A,Ay n. AuaEI OO A -A IAu(OIO eAA AA2. Wahb bin KaisanAA AABernama lengkap Wahab bin Kaisan. TabiAoin kalangan biasa. Kuniyah AbuAA AANuAoaim. Hidup di madinah dan wafat tahun 127 H. Dibawah ini tabel sifatAA AAWahb bin Kaisan yang diungkapkan oleh para ulama. AAKomentarAA AAUlama AATsiqahAA an-nasaAoiAA AADisebutkan dalam atsiqaatAA AAIbnu HibbanAA AATsiqahAA al ajliAA AATsiqahAA AAYahya bin maAoimAA AATsiqahAA AAIbnu Hajar al-AsqalaniAA AA143AA AABouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024AA adzahabiAA AATsiqahAA AA3. Al-walid bin KatsirAA AANama lengkapnya al-Walid bin Katsir. Termaksud tabiAoin tetapi tidakAA AAberjumpa dengan para sahabat. Kuniyah Abu Muhammad, hidup di Kufah. AAWafat tahun 151 H. Berikut beberapa komentar ulama tentan al-Walid binAA AAKatsir (Apps, 2. Guru-gurunya adalah:AA AEECA AEIA AEEIOA AEOOA AA#AA AA1AA AuNOI I A ANEE I IOIA AOA AuCA AEIIOA,AA AECOA,AA AENIOA AA2AA AO I OA AOA AEOIA AeEIAOA,AA AEOA,AA AEIIOA AA3AA AI I EIA AI EI IA AEO I OA AEA AEEOOA,AA AEIOA,AA AEIIOA,AA AECOA,AA AENIOA AA4AA AO I O NIA AEIIOA,AA AEAOA AA5AA AO I A AEII I A AI IEE I IIA AI O I EA AI O I A AI OA IA AIA AEA AEA AeEIAOA,AA AEIIOA,AA AEOA AI OA AOA AEOA,AA AOA AA6AA AO I EOIA AOA AOA,AA AO A AEIIOA AEICOA,AA a AO NOA AA7AA AOE I A AO A AeEIAOA,AA AEIOA,AA AEIIOA AA8AA AA9AA A I EOEOA AI IA AEAI I COA AI AI I ANA AEIEOA AOA AEAIA,AA AO EOEOA AeEIAOA,AA AEIIOA,AA AEOA AI OA AEOIA AIA AOA ANIA a144 Pasiska. Mendidik Anak Usia Dini Berdasarkan Teori Albert Bandura,AA AI E I IIA AI EI I OAA AI EA A EII IA AE I A ANEE I O IA AIO I EIOA AI NEE IA AI I IOIA AOA AEA AEIIOA,AA AEIOIOA,AA AECOA AA11AA A EII IA ANIA AO OA AEIIOA AA10AA AI OA AOA AA12AA A NEE I IIA AI IEIA AEIIOA,AA AEOA a AEIa,AA a AEICAOA AA13AA A NEE I IOIOIA AEIIOA,AA AEOIOA AEIOIA,AA AI OA AEIA AA14AA AO NEE I A ANEE I EAOIA AI IAIA AOA AIOIOIA AeEIAOA,AA AEIOA,AA AEIIOA AA15AA AO NEE I A ANEE I I IA AEA AO EA AEIIOA,AA AECOA,AA AEOOA AA16AA AO NEE I IA AI AA IA AAI I IA AI EA AOA AIIA AEIOA,AA AEIIOA,AA AEOOA AA17AA AaE I A AIA AEIIA AOCOA AO EA AECOA,AA AEIIOA,AA AENIOA AA18AA AIO I OA AI II I A ANEE I IO IA AEA I OEA AI NI I OA AI I NIA AI IO IA ANAOA I EA AI EOA AOA AuNOIA,AA AO A ANEEA AEIIOA,AA AECOA,AA AENIOA AA145AA AABouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024AA AA19AA ACI I ON IA AOOI I eEA AOA AEIA AEEOOA,AA AEIIOA,AA AEOA AA20AA AIEE I E IA AO IEEA AO IEEA AECOA AA21AA AII I uNOIA AI E IA AE I A IA AI I E IA A I OI IA AIA AO A ANEEA AA22AA AII I AA AI EO IA AEOI I OOEA AI I A AEO I CAOA AI EaEA AEIIOA,AA AeEOA,AA AECOA AA23AA AII I IA AA I AA AI IO I A AI NEEA AEIEOA,AA AEIOIOA,AA AECOA AA24AA AII I A AEII I OA a AA25AA AII I NEEA AI EIIA AI O a AA26AA AII I NEEA AI IO IA AEEA AIA AOA AIEEA AEIIOA,AA AEOIOA,AA AECOA AI OA a AO A ANEEA ,AOA AA AEIIA AeEIAOA,AA AEIOA,AA AEIIOA,AA AEIIOA AI OA a AEIIOA,AA AEOEOA AI EEA AA27AA AII I aEIA AO A ANEEA AEIIOA,AA AECOA AA28AA AII I IOA AI IA A I ECIA AO A ANEEA AEIOA,AA AEIIOA,AA AECOA AA29AA AII I E IA AEOI I IA AIO I OA AO A ANEEA ,AOA AIA AECOA,AA AEIIOA a146 Pasiska. Mendidik Anak Usia Dini Berdasarkan Teori Albert Bandura,AA AI OI I CA AA30AA AII I E IA AIEE I O ECOIA AeEIAOA,AA AEIIOA,AA AEEIOA AA31AA AII I IEI IA AOEA AECAOA AA32AA AII I IEI IA AOA AEOA AA33AA AII I IEI IA AO NEE I A ANEE I N IA A NEE IA AE I NA AI EaEA AO EA AA34AA AI I E IA AIEE I IOA AI ECOI I EA AI O I IIA AI E I EIA AA35AA AIOO I IOIA AIA AOA AECOIA AEIEOA,AA AeEOA,AA AECOA AEIIOA,AA AENOA,AA AECOA AI NA AeEIAOA,AA AEIIOA,AA AEEIOA AA36AA AIAA AO A ANEEA AEIIOA,AA AECOA,AA AEOOA AA37AA AON I EOIA AI O IOA AO IOIA AEIIOA,AA AeEOA,AA AECOA,AA AEOA AI OA AIOA AA38AA AOO I NEEA AI CO IA AI I IOA AO A ANEEA AEEOOA,AA AEIOA,AA AEOOA,AA AEIIOA AI COA AeEIOA,AA AECAOA,AA AEIIOA AuaEI Au(A aOOA AAyA,AIA A)An. AOCO I A AI EIO IA AO I OC IA AIO I ONA Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 Ulama Komentar Yahya bin MaAoin Tsiqah Abu Daud Tsiqah Adz Zahabi Tsiqah Ibnu Hajar Tsaduuq Ibnu Hibban Disebutkan dalam ats siqaat Abu Bakar bin Abu Syaibah Nama sebenarnya adalah Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah al-Kufi. Seorang hafiz yang terkenal. Ia menerima hadist dari al-ahwash, ibnu Mubarak, syarik, jarir, waqiAo ibnu Uyainah. Ibnu Mahdy. Ibnul Qaththan. Zaid bin Harun. Diantara yang mengeluarkan hadist untuknya melalui perantara Ahmad adalah an-NasaAoiy. Ahmad bin Hambal. Muhammad ibnu Saad, abu Hatim Abdullah bin Ahmad Ibrahim al-Harby. Para ulama sepakat bahwa beliau adalah seorang yang kuat hapalannya. Ia wafat pada tahun 235 H. Berikut beberapa komentar ulama tentang Abu Bakar bin Abu Syaibah Sufyan bin Uyainah Nama lengkapnya adalah Sufyan bin Uyainah bin Abu Imran Maimun. Kalangan tabiAout tabiAoin pertenganhan. Kuniyah nya Abu Muhammad. Guruguru beliau adalah Amru bin Dinar. Ibnu Syihab Az Zuhri. Ashim bin Abu Najud. Abdullah bin Dinar. Zaid bin Aslam. Muhammad bin al-Munkadir. AoAtha bin as-Saib. Yahya bin Said al-Ansari, sulaiman Al-AAomasy. Suhail bin Abu Shalih. Ibnu Juraij. SyuAobah. Zaidah bin Qudamah. Menurut ulama Ibnu Hibban beliau adalah seorang hafiz mutqin. Menurut ulama Al-Ajli beliau adalah seorang tsiqah tsabat dalam hadist. Menurut ulama Adzahabi beliau adalah ulama alam, hafiz imam, tsiqoh sabat. Beliau wafat tahun 198 Berikut beberapa komentar ulama tentang Sufyan bin Uyainah. Ulama Komentar Ibnu hibban Hafiz Mutqin Al ajli Tsiqah tsabat dalam hadist Adz Zahabi Ahadul aAolam Adz Zahabi Tsiqah tsabat Adz Zahabi Hafis Imam Jalur sanadnya dideskripsikan sebagai berkut (Apps, 2. Jalur sanad pertama Jalur Sanad keduaKajian Matan Hadist 148 Pasiska. Mendidik Anak Usia Dini Berdasarkan Teori Albert Bandura,A Hadist diatas bisa dijadikan contoh, rasul sebagai AumodelAy untuk Kemudian apa yang dikerjakan oleh rasul bisa ajarkan orang tua kepada anaknya, sebagai AumodelAy yang baik dengan mengikuti rasul. A eI eE aOEaO aA a Aa acaIa aaO a eE a e aI aaOA a aA eI a eAOaIa Ca aE aaO a eE s a acaIa a eAOaIa eIa aOa eOIaA a A eOaa aOeIa aaO a aI a a aIOUA a ca AEa aIa Ca aE Ea eIa AaO a ae aaO aEA AEa eO aNA a A eI aO eNA a AacEEA a AaOA a A aI aNa I eaI a aI a aeI a aOA a aAIA a A aeI aE eOA s A aeI aEA a AacEEA a ca AAEacOA e AEac aI aOEaIA acEE aOE eE aOaIaOIaEa aOE eE Ia acI Oa aEOEA a a OaaO aA a AO AaO EAace Aa a AaCa aE EaO Oa a aaE aIA a AaOA a ca A aIA Hadist diatas menjelaskan tentang ajaran rasul untuk makan menggunakan tangan kanan dan menyebut nama Allah. Bisa dilihat bahwa jika orang tua juga mengajarkan anak untuk makan dengan tangan kanan setiap hari maka anak akan terbiasa, apa lagi jika orang tua mencontohkan sikap orang tua ini lah yang disebut dalam teori Bandura sebagai AumodelAy untuk membentuk perilaku. Meskipun terkadang lingkungan sosial juga bisa membentuk, misalnya seorang anak melihat teman nya makan dengan tangan kiri, atau kakanya makan dengan tangan kiri otomatis sang anak pun juga meniru. Nah disinilah mungkin bisa digunakan reward and pusnishment yang sesuai menurut ajaran islam. disinilah letak hubungan antara hadist diatas dengan teorinya Bandura. Jika dilihat dari segi teorinya Bandura, hadist diiatas menitik beratkan rasul sebagai AumodelAy. Rasul mengajarkan kepada Uman bin Abi Salmah untuk makan menggunakan tangan kanan. Pertama. Modeling, dengan meniru rasul makan menggunakan tangan kanan. Kedua, penguatan, sebenarnya untuk para sahabat atau tabiAoin rasanya tanpa penguatan pun tentu akan langsung meniru rasul . anpa adanya efek rewar. , mereka dengan keinginannya sendiri meniru rasul. Ketiga, identifikasi diri, sudah disebutkan sebelumnya jika memiliki hubungan psikologis yang kuat dengan sang model maka proses peniruan pun semakin kuat, misalnya sebelum makan rasum menyebut nama Allah, maka sudah pasti sahabat juga Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. No. 2 November 2024 akan menyebut nama Allah. Berbeda halnya dengan kita sebagai manusia biasa, perlu adanya pembiasaan sejak dini, perlu dipancing dengan reward and punishment. Berdasarkan komentar ulama atas perawinya maka hadist tersebut shahih berdasrkan ijma ulama. (Apps, 2. Simpulan Mendidik anak usia dini dengan pendekatan teori Albert Bandura, terutama melalui penerapan konsep "habitus" perilaku, menekankan pentingnya pembelajaran melalui observasi dan interaksi sosial. Anak-anak membentuk perilaku dan kebiasaan melalui proses imitasi, model sosial, serta pengalaman langsung yang diterima dalam lingkungan mereka. Lingkungan yang positif, kaya akan model perilaku baik, menjadi kunci dalam menciptakan habitus yang mendukung perkembangan kepribadian, moral, dan sosial anak. Dengan memahami bahwa anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan alami, pendidik dan orang tua memiliki peran strategis dalam menyediakan model yang konsisten dan memberikan penguatan positif. Selain itu, penciptaan habitus yang mendukung nilai-nilai baik membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan, sehingga perilaku positif dapat menjadi bagian integral dari karakter anak. Oleh karena itu, teori Bandura memberikan landasan yang relevan untuk membangun metode pendidikan yang holistik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Selain itu sangat relevan konsep tersebut dengan kajian hadis, pengkajian hadis Dalam konteks penerapan teori Albert Bandura, terutama terkait dengan "habitus" perilaku dalam pendidikan anak usia dini, kajian hadis dapat digunakan sebagai landasan spiritual untuk memperkuat pendekatan ini. Islam, melalui ajaran Nabi Muhammad SAW, sangat menekankan pentingnya pembentukan akhlak mulia sejak dini melalui keteladanan, interaksi sosial, dan lingkungan yang baik. Daftar Pustaka