Al-Abyadh Volume 8. No 1. Juni 2025 . ANALISIS PENERAPAN PELAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK TUNAGRAHITA DI RUMOH TERAPI TABINA Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Satifa Nasution. Nurila Sumirda Prodi PIAUD. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh triameidiana080504@gmail. com, hijriati@ar-raniry. id, satifaanggi@gmail. nurilasumirda18@gmail. Abstrak Anak tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan secara signifikan dalam aspek fisik, mental, intelektual, emosi, perilaku, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan pendidikan yang diberikan oleh terapis di Rumoh Terapi Tabina bagi anak Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam . n-depth intervie. Wawancara dilakukan secara langsung dengan seorang terapis dan menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur. Instrument penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dilengkapi dengan pedoman wawancara berisi daftar pertanyaan terbuka terkait penerapan pelayanan pendidikan untuk anak tunagrahita. Dengan teknik analisis data yaitu teknik analisis tematik yang melalui beberapa tahap yaitu mengorganisasi data, memahami dan membaca data yang diperoleh, kemudian memberikan kode penting dari data yang ditemukan dan dilanjutkan dengan menyimpulkan dan menyusun narasi hasil penelitian. Dan hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian di Rumoh Terapi Tabina yang dilakukan pada 08 maret 2025 mengenai layanan pendidikan yang diterapkan yaitu layanan pendidikan individual (Individualized Education Program/IEP) yang dirancang khusus sesuai kebutuhan masing-masing Kata kunci: Penerapan. Layanan Pendidikan. Anak Tunagrahita ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF EDUCATIONAL SERVICES FOR MENTALLY DISABLED CHILDREN AT TABINA THERAPY HOME Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Satifa Nasution. Nurila Sumirda Prodi PIAUD. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh triameidiana080504@gmail. com, hijriati@ar-raniry. id, satifaanggi@gmail. nurilasumirda18@gmail. Abstract Children with intellectual disabilities are children who experience significant obstacles in physical, mental, intellectual, emotional, behavioral, and social aspects. This study aims to determine how the implementation of educational services provided by therapists at Rumoh Terapi Tabina for children with intellectual disabilities. This study uses a qualitative descriptive approach. The data collection technique used is an in-depth interview. Interviews were conducted directly with a therapist and using semi-structured interview guidelines. The research instrument was the researcher himself who was equipped with an interview guideline containing a list of open questions related to the implementation of educational services for children with intellectual disabilities. With data analysis techniques, namely thematic analysis techniques that go through several stages, namely organizing data, understanding and reading the data obtained, then providing important codes from the data found and continuing with concluding and compiling a narrative of the research results. And the research results obtained from the research at Rumoh Terapi Tabina which was conducted on March 8, 2025 regarding the educational services implemented, namely individual education services (Individualized Education Program/IEP) which are specifically designed according to the needs of each child. Keywords: Implementation. Educational Services. Children with Mental Disabilities. Al-Abyadh ISSN: 2620-7265 E-ISSN: 2775-7080 AnalisisPeneraan Pelayanan Pendidikan Bagi . Oe Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Safita Nasution, dll untuk memberikan layanan pendidikan Pendahuluan Pendidikan individu setiap anak. Dalam UU no. tahun 2003 tentang sistem pendidikan kemampuan atau potensi seseorang baik nasional pasal 5 ayat . yang berbunyi warga negara yang memiliki kelainan fisik. Dalam AuUndang-undang emosional, mental, intelektual dan/atau nomor 20 Tahun 2003Ay tentang Sistem Pendidikan khusus (Nuwa et al. , 2. Pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Nasional. Pendidikan Aumengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan hakekatnya merupakan usaha kemanusiaan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara meningkatkan harkat dan martabat manusia. yang demokratis juga bertanggung jawabAy. Sementara itu, dari segi pendidikan, adanya (Ujud et al. , 2. pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan Pendidikan Lembaga yang juga suatu hal yang menjadi tanggung jawab dari berbagi pihak dari (ABK). Anak yang berkebutuhan khusus adalah mereka anak yang memerlukan Sudah seharusnya setiap pihak perhatian serta penanganan yang lebih baik itu pendidik, orang tua, dan peran intensif dibandingkan anak-anak lainnya, penting masyarakat dalam memberikan karena keadaan berbeda baik secara fisik, perhatian kepada anak-anak berkebutuhan mental, maupun dalam aspek perilaku khusus (Fitrianingrum et al. , 2. Dengan adanya perbedaan ini, dapat Terdapat menyulitkan anak-anak yang berkebutuhan kebutuhan khusus yang dapat dimiliki anak, khusus dalam mengakses fasilitas publik yang tidak fleksibel bagi mereka, terutama dalam layanan pendidikan. (Saputri. Widianti. Lestari. , & Hasanah, . , kelainan spektrum autisme, kesulitan belajar spesifik seperti disleksia. Pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus adalah Al-Abyadh Volume 8. No 1. Juni 2025 . eperti disgrafia, dan diskalkulia, serta anak-anak AnalisisPeneraan Pelayanan Pendidikan Bagi . Oe Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Safita Nasution, dll yang mempunyai keahlian atau bakat luar dalam menyesuaikan tingkah laku, serta biasa (Tarbiyah, 2. memiliki gangguan pada fungsi penglihatan Anak dengan gejala tunagrahita ataupun kemampuan pendengaran mulai Merupakan kondisi gangguan atau kelainan yang ditandai dengan intelektual di bawah kandungan dan terus berlangsung hingga rata-rata, individu berusia 18 tahun. Secara umum. IQ 84 atau lebih rendah berdasarkan hasil yang dilakukan sebelum usia 16 tahun. (Widiastuti & diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkat Winaya, berdasarkan kapasitas intelektualnya, yaitu: merupakan anak dengan gangguan dalam tunagrahita ringan IQ 50Ae70, tunagrahita perkembangan kognitif sedang IQ 30Ae50, dan tunagrahita berat IQ Anak dan intelektual dibawah rata-rata anak seusianya. Hal ini di bawah 30 (Prastika et al. , 2. mengakibatkan anak tunagrahita mengalami Tunagrahita kendala dalam belajar secara akademik rintangan dalam perkembangan kognitif, serta merasakan masalah dalam menjalin ikatan interpersonl, mengurus diri dan juga kemampuan berperilaku adaptif. Mereka juga mengalami kendala dalam mengikuti situasi, serta bergantung kepada orang lain. pembelajaran akademik, seperti dalam hal (Graces Maranata et al. , 2. membaca, menulis, dan berhitung. Hal ini Menurut Faisah et al. , . Tunagrahita kemampuan berpikir, memahami konsep, serta mengolah informasi yang mereka . berada di bawah rata-rata Oleh . bersamaan dengan kekurangan memerlukan pendekatan pembelajaran yang dalam tingkah laku penyesuaian diri dan khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan semua ini berlangsung . pada individualnya dan selalu bergantung pada masa perkembangannya. orang lain, serta sulit dalam memahami Maranata et al. , 2. Anak tunagrahita kelainan pada seseorang yang memiliki dapat disebut sebagai mental retardation tingkat IQ adalah kondisi khusus di mana anak dibawah rata-rata dan Menurut Rahmandhani et al. (Graces menunjukkan kemampuan kecerdasan yang rendah atau tingkat intelegensi yang berada rata-rata. Al-Abyadh Volume 8. No 1. Juni 2025 Anak AnalisisPeneraan Pelayanan Pendidikan Bagi . Oe Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Safita Nasution, dll pendidikan inklusif. Pengetahuan dalam pendidikan yang khusus agar potensi dan kemampuan mereka dapat berkembang berkebutuhan khusus juga masih terbatas. secara optimal (Faisah et al. , 2. Ditambah lagi, fasilitas serta lingkungan Layanan pendidikan bagi anak sekolah belum sepenuhnya mendukung berkebutuhan khhusus, terutama pada anak aksesibilitas yang dibutuhkan oleh anak- tunagrahita yang mengalami hambatan anak tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan dalam intelektual tentu harus diperhatikan agar dapat mendukung mereka untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Anak tuna grahita memiliki peningkatan kompetensi guru, penyediaan hambatan dalam intelektual dan adaptasi fasilitas yang mudah di akses, maupun sosial, sehingga memerlukan layanan yang semangat dari berbagai pihak, termasuk sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan keluarga dan masyarakat (Prastika et al. Penerapan layanan pendidikan bagi anak keterbelakangan intelektual harus Layanan dalam pendidikan yang dirancang secara khusus dengan pendekatan diberikan harus memperhatikan dari tiap-tiap anak. Agar layanan yang pembelajaran yang digunakan, maupun diberikan sesuai dengan kebutuhan individu Anak layanan dan metode yang akan digunakan dalam kemampuan dasar dan memahami dan memahami proses penerapan layanan suatu pembelajaran (Rahmandhani et al. yang akan diberikan saat pembelajaran pada anak tunagrahita. Dengan mendapatkan Pemberian layanan pendidikan layanan pendidikan yang dirancang sesuai pada anak tungrahita harus diperhatikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing- dikarenakan hal ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Beberapa kendala yang meningkatkan kemampuuan mereka untuk Yang tenaga pendidik yang terlatih, kurangnya fasilitas pendukung, serta masih terdapat Sehingga stigma sosial yang melekat di masyarakat, ditambah dengan minimnya pemahaman pendidikan yang baik, sehingga dapat mencapai tujuan layanan tersebut dalam Al-Abyadh Volume 8. No 1. Juni 2025 AnalisisPeneraan Pelayanan Pendidikan Bagi . Oe Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Safita Nasution, dll Tunagrahita Banda Aceh. Provinsi Aceh, pada tanggal 8 layanan pendidikan yang dapat membangun Maret 2025. Teknik pengumpulan data mendalam . n-depth intervie. Wawancara khusus sesuai dengan keperluan mereka. dilakukan secara langsung dengan seorang Dengan diberdayakan untuk menjadi individu yang wawancara semi terstruktur. Instrument mandiri (Supena, 2. penelitian ini adalah peneliti sendiri yang Dengan dilengkapi dengan pedoman wawancara berisi daftar pertanyaan terbuka terkait penerapan pelayanan pendidikan untuk Pendidikan di rumoh terapi tabina yang anak tunagrahita. Dengan teknik analisis data yaitu teknik analisis tematik yang Dengan memperhatikan layanan Pendidikan yang diberikan kepada anak tuna grahita dapat memberikan pengetahuan dan ilmu baru membaca data yang diperoleh, kemudian untuk memberikan layanan Pendidikan memberikan kode penting dari data yang pada anak tuna grahita. menyimpulkan dan menyusun narasi hasil Metode Penelitian penelitian (Ilham Junaid, 2. fokus Penelitian ini memakai pendekatan Pendekatan mendalam bagaimana penerapan pelayanan utama penelitian ini adalah pendidikan di Rumoh Terapi Tabina bagi anak tunagrahita. pendidikan yang dilakukan untuk anak tunagrahita di Rumoh Terapi Tabina. Hasil Penelitian dan Pembahasan Dengan subjek penelitian adalah seorang Berdasarkan hasil penelitian yang terapis yang bekerja di Rumoh Terapi diperoleh dari penelitian di Rumoh Terapi Tabina dan memiliki pengalaman dalam Tabina yang dilakukan pada 08 maret 2025 memberikan layanan pendidikan kepada anak tunagrahita. Penelitian ini dilakukan di Rumoh Terapi Tabina yang berlokasi di Jl. (Individualized Education Arifin Ahmad II. Desa Ie Masen Kaye Program/IEP). Adang. Kecamatan Syiah Kuala. Kota wawancara dengan seorang terapis yang Al-Abyadh Volume 8. No 1. Juni 2025 Seperti AnalisisPeneraan Pelayanan Pendidikan Bagi . Oe Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Safita Nasution, dll menangi kasus Tunagrahita di Rumoh Terapi Tabina, bahwa terapis tersebut memperlancar proses pembelajaran. menggunakan metode face to face dengan Proses pemberian layanan pendidikan batasan waktu satu jam untuk satu anak. pada anak tunagrahita tentunya terapis Dan banyak mengalami kendala dan tantangan bermain dan menggunakan media yang yang harus dihadapi, adapun beberapa menarik sehingga anak tunagrahita tertarik kesulitan dalam memahami pembelajaran melakukan pembelajaran seperti kotak bilangan huruf, puzzle angka, buku dibutuhkan oleh anak tunagrahita dalam Dalam menerima suatu pembelajaran bisa sekitar pelaksanaannya, strategi yang diterapkan 2-3 minggu. Kedua, ketidakstabilan emosi pada anak tunagrahita sering kali menjadi Pertama. Penggunaan media pembelajaran meliputi personal, disertai dengan penerapan secara konsisten untuk mendukung proses belajar anak secara optimal. Pendekatan perubahan emosi secara tiba-tiba. Bahkan membangun kedekatan dengan anak serta saat anak berada pada emosi tidak stabil menjalin kontak mata antara guru dan anak anak menjerit, menangis, bahkan melukai sebagai langkah awal dalam membentuk komunikasi yang efektif antara terapis Sehingga hal ini dapat menyulitkan terapis dengan anak tunagrahita, yang bertujuan dalam memberikan pembelajaran kepada agar anak bisa fokus terhadap apa yang anak tunagrahita dan mengganggu proses diajarkan oleh terapis. Pendekatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan hubungan Ketiga, diberikan, dan harapan yang terlalu tinggi terhadap perkembangan anaknya. Hal ini membantu proses pembelajaran dan proses menjadi salah satu kendala bagi terapis, bimbingan yang akan diberikan kepada karena waktu di rumah lebih banyak Karena jika anak tunagrahita tidak daripada di rumoh terapi tabina. Dengan nyaman dan tidak percaya maka akan sulit harapan orang tua yang terlalu tinggi, untuk mematuhi apa yang dikatakan. Oleh namun kurang adanya kerjasama antar karena itu, menumbuhkan rasa percaya Al-Abyadh Volume 8. No 1. Juni 2025 Waktu dan orang tua mengakibatkan AnalisisPeneraan Pelayanan Pendidikan Bagi . Oe Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Safita Nasution, dll tidka sengaja melukai diri sendiri, oleh kemampuan anak tungrahita. Dan hal ini karena itu terapis harus memiliki inisiatif dan kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan kelasnya. Jenis layanan yang digunakan di Merujuk pada kendala yang sudah Rumoh Terapi disebutkan diatas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat kegiatan belajar Individualized Education Program (IEP), mengajar anak tunagrahita berdasarkan yang dirancang khusus sesuai kebutuhan hasil dari wawancara dengan terapis di masing-masing, termasuk anak tunagrahita. Rumoh Terapi Tabina yaitu: Dalam konteks pendidikan inklusif di Pentingnya kesabaran dan ketegasan sekolah reguler, anak berkebutuhan khusus Seorang kesabaran yang luas saat mengajarkan anak tunagrahita, selain kesabaran, kemampuan mereka. Oleh karena itu, ketegasan juga diperlukan. Karena pendidik perlu memahami dan menerapkan anak yang berkebutuhan khusus juga Pendekatan seperti ini dikenal dengan memahami konsep larangan seperti istilah Individualized Education Program kata AujanganAy tapi lebih memahami (IEP), yang menyesuaikan metode belajar menggunakan kata AutidakAy. agar efektif untuk setiap individu (Jannah et Menggunakan pendekatan individual , 2. Agar anak-anak dapat lebih fokus saat Tabina Individualized Education Program (IEP) adalah rencana atau program yang Dengan pendekatan ini disusun secara khusus untuk setiap anak berkebutuhan khusus memiliki program antara anak dengang terapis. Sehingga yang dirancang berdasarkan hasil asesmen, dapat mempermudah proses belajar mengajar yang berlangsung. kemampuan, dan kebutuhannya masing- Tidak boleh ada benda yang dapat Program ini bisa bersifat jangka membahayakan anak. pendek maupun jangka panjang. Saat anak tunagrahita sedang berada bertujuan untuk mengoptimalkan potensi dalam emosi yang tidak stabil mereka anak melalui pendekatan pembelajaran biasanya suka melempar atau secara yang terstruktur, terarah, dan sesuai dengan Al-Abyadh Volume 8. No 1. Juni 2025 Yang AnalisisPeneraan Pelayanan Pendidikan Bagi . Oe Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Safita Nasution, dll masing-masing. Asesmen kebutuhan khusus anak Pendekatan ini mencakup berbagai aspek melakukan penilaian menyeluruh dalam dunia pendidikan, tidak terbatas pada terhadap kondisi, kemampuan, dan kebutuhan belajar anak Pembentukan tim IEP (Tim PPI) kepada lembaga-lembaga terkait yang dapat terdiri dari guru, terapis, orang tua, mendukung kebutuhan khusus anak secara dan tenaga profesional lain yang menyeluruh (Ummah, 2. Menurut Dwimarta, . IEP Pengembangan adalah rencana yang disusun khusus untuk Anak menetapkan capaian pembelajaran yang realistis dan terukur. Perancangan metode dan prosedur kebutuhan khusus perlu melalui proses pembelajaran memilih pendekatan asesmen guna mengetahui karakteristik dan dan strategi tingkat kebutuhannya, agar dapat diciptakan sesuai dengan karakteristik anak. lingkungan belajar yang paling sesuai. Penetapan Tanggung jawab dalam mendidik anak memilih dan menyesuaikan materi berkebutuhan khusus bukan hanya milik yang relevan dan sesuai dengan guru, tetapi juga menjadi tanggung jawab kemampuan anak. bersama orangtua dan masyarakat secara Evaluasi kemajuan belajar anak Langkah-langkah dalam merancang Individualized Education Program (IEP) adalah sebagai berikut: diperlukan (Dwimarta, 2. Kerja sama antara guru dan orang Layanan ini adalah yang diberikan tua membangun komunikasi dan secara individual, pendidik atau terapis kebutuhan anak secara menyeluruh. Penjelasan karakteristik serta kebutuhan belajar anak kepada orang tua mengenai tujuan dan proses IEP serta memperoleh Informasi ini menjadi dasar persetujuan mereka. Al-Abyadh Volume 8. No 1. Juni 2025 AnalisisPeneraan Pelayanan Pendidikan Bagi . Oe Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Safita Nasution, dll penting dalam merancang intervensi dan Oleh sebab itu, guru strategi pembelajaran yang tepat sasaran. perlu menyajikan materi dalam Strategi yang digunakan merupakan pendekatan pembelajaran secara face to atau pembelajaran yang dilakukan rutin, serta membuat pembelajaran dengan individua tau tatap nuka dengan dengan kebutuhan masing-masing pendidik atau terapis. Pendekatan dalam individu, namun tetap mengacu pembelajaran ini berfokus pada upaya mengembangkan serta menjaga keunikan setiap anak. Melalui strategi ini, setiap Kendala peserta didik diperlakukan secara personal. Sebagian besar anak tunagrahita menyesuaikan dengan gaya belajar dan tempo masing-masing, dengan tujuan untuk kemampuan berbahasa, termasuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki kesulitan berbicara, membaca, dan setiap individu dalam meraih hasil belajar Untuk mengatasi tantangan Penerapan strategi pembelajaran ini, guru perlu memanfaatkan media yang terindividualisasi dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya menggunakan metode komunikasi adalah dengan memberikan tugas-tugas alternatif guna memastikan materi dapat tersampaikan dengan lebih masing-masing memberikan bantuan tambahan bagi anak dengan lebih baik. Perbedaan Anak tunagrahita memiliki pembelajaran yang mereka minati (Inklusi, kemampuan yang beragam antara satu dengan yang lainnya. Karena Berikut adalah beberapa tantangan atau kendala yang sering dihadapi pendidik kegiatan pembelajaran yang dapat menyesuaikan dengan Kesulitan dalam memahami materi Anak tunagrahita Pada penyusunan Rencana Pembelajaran Individual (RPI), anak-anak panjang untuk memahami materi Al-Abyadh Volume 8. No 1. Juni 2025 AnalisisPeneraan Pelayanan Pendidikan Bagi . Oe Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Safita Nasution, dll keteraturan proses belajar di dalam tinggi dalam mendampingi mereka kelas secara menyeluruh. selama proses belajar berlangsung. Masalah perilaku. Tunagrahita Penting bagi guru untuk menciptakan dalam mengatur emosi dan perilaku, hangat, dan menyenangkan. Selain itu, seperti mudah marah, hiperaktif, atau kurang fokus. Oleh karena itu, sederhana dapat meningkatkan motivasi kesabaran yang tinggi, serta mampu (Suriansyah Rafianti, 2. Salah satu kendala besar dalam empatik dan strategi pengelolaan pelaksanaan pendidikan inklusif adalah kurangnya jumlah tenaga pendidik yang ahli di bidang tersebut. Banyak guru yang belajar yang kondusif. Mengalami tingkat motivasi yang pengetahuan yang cukup mengenai metode Anak tunagrahita cenderung kurang termotivasi dalam belajar, kebutuhan anak dalam kelas. Selain itu, yang mungkin disebabkan oleh sarana yang mendukung juga kesulitan dalam memahami tugas- menjadi hambatan serius. Banyak sekolah tugas yang diberikan atau perasaan belum menyediakan akses mudah untuk bahwa mereka berbeda dari teman- berkebutuhan khusus, seperti toilet yang teman sebayanya. Hal ini dapat bisa diakses dengan mudah. Dan kurangnya membuat mereka merasa kurang sinergi antara berbagai pihak terkait. Untuk percaya diri dan enggan untuk mewujudkan pendidikan dibutuhkan kerja sama yang solid antara Persoalan pemerintah, institusi pendidikan, layanan Anak tunagrahita sering kali mengalami kesulitan dalam mengelola emosi yang optimal, kesehatan, dan masyarakat luas (Mardhiah. Dampak dari layanan pendidikan yang diberikan Pasal 2 dalam Permendiknas frustrasi, bersikap hiperaktif, atau Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan kurang mampu menjaga fokus. Oleh Inklusif bagi Siswa dengan Kebutuhan karena itu, guru dituntut untuk Khusus serta memiliki tingkat kesabaran yang Al-Abyadh Volume 8. No 1. Juni 2025 yang mempunyai AnalisisPeneraan Pelayanan Pendidikan Bagi . Oe Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Safita Nasution, dll Menyatakan bahwa tujuan dari tunagrahita haruslah memiliki niat yang pendidikan inklusif adalah: kuat, selain itu para pendidik harus dapat Menyediakan memahami psikologi anak agar lebih besarnya bagi seluruh peserta didik mempermudah layanan yang sesuai dengan yang mengalami gangguan fisik, kebutuhan anak. Menurut terapis, setiap emosional, mental, maupun sosial, anak memiliki dan kemampuan yang berbeda, sehingga pendekatan personal kecerdasan dan/atau bakat istimewa, menjadi kunci dalam proses pembelajaran dan terapi. layanan pendidikan yang berkualitas Terapis juga mengapresiasi adanya dan disesuaikan dengan kebutuhan kolaborasi antara terapis, orang tua, dan masing-masing. Menyelenggarakan pendidikan yang proses pemantauan perkembangan anak. terhadap perbedaan dan menjauhi sikap diskriminatif terhadap seluruh berkala dan bersifat menyeluruh, tidak peserta didik. Tujuan utamanya hanya dari segi kognitif, tetapi juga sosial adalah membentuk generasi masa depan yang memiliki sikap inklusif, kritis, seperti: erlunya peningkatan jumlah menolak segala bentuk diskriminasi tenaga pendamping agar layanan lebih (Hananto & Lituhayu, 2. Dan Namun, dengan adanya penerapan layanan Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Rumoh Terapi Tabina mereka dalam mengurus diri sendiri sudah menerapkan layanan pendidikan bagi anak tunagrahita yang ada Rumoh terapi dengan baik di Masyarakat tempat Penggunaan layanan pendidikan mereka berada. Pandangan atau evaluasi dari terapis Program (IEP) adalah layanan pendidikan untuk Rumoh Terapi Tabina dan bagi para yang dirancang khusus untuk setiap anak kemampuan-kemampuan Simpulan dan Saran Individualized Education berkebutuhan khusus, dengan program yang disusun berdasarkan hasil asesmen dan Al-Abyadh Volume 8. No 1. Juni 2025 AnalisisPeneraan Pelayanan Pendidikan Bagi . Oe Tria Meidiana. Hijriati. Anggi Safita Nasution, dll dengan kondisi, potensi, serta kebutuhan intensif dengan orang tua agar Dengan layanan yang diberikan bersifat menggunakan strategi atau pendekatan menyeluruh dan berkesinambungan. individual saat melakukan pembelajaran Bagi orang tua anak tunagrahita, masing-masing agar lebih fokus dalam melakukan sesi belajar, meskipun banyak tantangan dan kendala yang dihadapi seperti kesulitan anak di rumah dan menjalin kerja dalam menerima pembelajaran dan lama sama yang baik dengan pihak untuk memahami materi yang diajarkan, tunagrahita. Namun, hal ini dapat diatasi anak secara optimal. dengan ketegasan dan konsistensi dari terapis, kemudian mendorong partisipasi aktif orang tua dalam mendukung proses Bagi peneliti kedepannya, dengan subjek dan pendekatan yang belajar anak. Adapun saran dari peneliti kepada membandingkan beberapa lembaga beberapa pihak seperti : terapi atau melibatkan perspektif Bagi pihak rumoh terapi tabina, orang tua, agar diperoleh gambaran diharapkan dapat terus merancang yang lebih komprehensif mengenai dan menerapkan pendekatan serta strategi pembelajaran yang sesuai anak tunagrahita. diharapkan dapat terhadap kebutuhan khusus anak melihat bagaimana implementasi Selain pelayanan pendidikan yang lebih baik lagi dan memberikan. dan media pembelajaran yang lebih variatif, serta pelatihan rutin bagi DAFTAR PUSTAKA